Belajar Menghitung Hari

DI 20072023

Mazmur 90:12
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Knpa sesuatu itu harus dihitung? Supaya kita tahu apakah jumlahnya sesuai atau tdk dgn yang seharusnya diperlukan atau diinginkan. Jika kurang maka perlu ditambah, jika pas atau lebih, berarti target tercapai.

Mazmur ini ditulis oleh Musa, memang tidak semua lagu dlm kitab Mazmur ditulis Daud, ada bbrpa yg ditulis org lain. Musa yg dalam masa tuanya menulis ttg hal ini, pastinya dia sudah mengalami banyak peristiwa dan juga asam garam kehidupan, kesimpulan yg dia dapatkan tertuang dlm ayat ini. Menghitung hari bukan menghitung mundur hari-hari spt H-2, H-1, dsbnya, tetapi menghitung hari spt Tuhan menghitung hari. Musa meminta agar Tuhan mengajar mereka menghitung hari & dlm pandangan Tuhan, usia hidup manusia itu sangat singkat, digambarkan hanya tidak sampai 24 jam jika menggunakan ukuran 1 hari: kemarin ada, hari ini sudah tidak ada & berlalunya sangat cepat. Ingat bahwa Tuhan itu kekal, umur manusia 70 – 100 tahun amat singkat jika dibandingkan dgn kekekalan. Jd apa makna menghitung hari? Sederhananya adalah pergunakan usia kita untuk mencapai target yg Tuhan tetapkan dlm hidup kita.

Spt saat ingin membangun rumah, hitungan yg tepat akan membuat kita tdk mengalami pengeluaran dana yg berlebihan, untuk itulah semua hrs dihitung supaya pengeluaran tdk membengkak. Menghitung hari bs dimaknai dgn apakah hari ini kita sudah ada di posisi yg tepat spt yg Tuhan inginkan? Apakah hari ini kita sudah menggenapi rencana Tuhan yg Dia rencanakan bagi kita? Ibarat proses satu pembangunan rumah, apakah hari ini sudah sesuai dgn target: penanaman pondasi atau seharusnya sdh tinggal dicat dgn rapi? Apa yg seharusnya sudah kita selesaikan hari ini itu sudah tercapai? Apakah kita sudah sabar spt yg Tuhan mau? Sudah bijak? Panggilan Tuhan dlm proses pengerjaan? Kalau belum, ada ‘harga tambahan’ yg hrs kita bayar nanti dan itu tentu sangat menyusahkan kita. Hari dihitung supaya kita bs mencapai target yg Tuhan inginkan kita capai, dan nantinya kita bs pertanggung jwbkan semuanya di depan pengadilan Tuhan.

Hari ini sudahkah kita menjd pribadi seperti yg Tuhan mau? Atau kita masih belum bisa memenuhi target itu? Ingatlah bhw manusia itu usianya sangat singkat di hadapan Tuhan dan selama masih diberi waktu, pergunakan dgn bijaksana.

Posted in Renungan | Comments Off on Belajar Menghitung Hari

Butuh Proses Untuk Menjadi Pemimpin

DI 18072023

2 Samuel 5:4-5
Daud berumur tiga puluh tahun, pada waktu ia menjadi raja; empat puluh tahun lamanya ia memerintah.
Di Hebron ia memerintah atas Yehuda tujuh tahun enam bulan, dan di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun atas seluruh Israel dan Yehuda.

Sejak diurapi oleh Samuel menjd raja hingga Daud benar-benar menjd raja, dia hrs jalani proses lebih dari 10 tahun dan semuanya itu membuat Daud bs berkuasa 40 tahun.

Kalau kita perbandingkan antara raja Saul dg Daud, terlihat perbedaan yg perlu dicerna dg baik, Saul terpilih menjadi raja tanpa melalui proses spt yang Daud alami, meskipun Saul hingga matinya tetap sbg raja, tapi kematian yg dia alami sangat tragis, sedangkan Daud di hari kematiannya ada dlm keadaan damai dan kerajaan Israel ada dlm masa kejayaan. Menjd seorg pemimpin tdk hanya cukup pny kemampuan yg hebat, fisik yg bagus, tetapi jg ketaatannya pd perintah Tuhan menjadi 1 faktor penentu yg sangat penting. Saul tidak taat pada perintah Tuhan, takut kehilangan dukungan dr rakyat, membuat dia bertindak melawan Tuhan dan semakin terpuruk dlm dosa-dosa lainnya. Dia hrs kehilangan bnyk keturunannya dan keturunan yg tersisa tidak ada yg menjd raja atas Israel. Beda dg Daud yang mau taat pd Tuhan sehingga keturunan setelah dia tetap memimpin sbg raja Israel.

Keduanya pernah melakukan dosa yg keji di mata Tuhan, tp knpa Daud tidak digantikan oleh Tuhan? Dlm diri Daud ada pertobatan & Daud sadar bahwa tahtanya itu milik Tuhan, tidak dipertahankan seandainya Tuhan akan mengambil dan memberikannya pr org lain. Seringkali org ketika dipercaya Tuhan untuk satu jabatan tertentu, lupa bahwa semuanya itu adalah milik Tuhan, dan dia tidak tela jika Tuhan memberikannya pd org lain. ‘Mencuri’ dr Tuhan, ‘mencuri’ kemuliaan Tuhan, itulah kalimat yg sering kita dengar ketika seseorg mulai merasa memiliki & mempertahankan apa yg diklaim sbg miliknya yg sebenarnya adalah milik Tuhan. Tidak ada pemimpin yg sempurna, tidak ada cara memimpin yg juga sempurna, kecuali semuanya itu ditambahi dg ketaatan pada perintah Tuhan. Pemimpin jgn berubah menjd yg dipimpin, jgn spt Saul yang takut kehilangan dukungan rakyat shga berani melawan perintah Tuhan.

Proses menuju promosi Tuhan, itu membuat org yg menjalaninya mendapatkan semua yg dia butuhkan ketika dia mulai memimpin pd jabatan yg dipercayakan padanya.

Posted in Renungan | Comments Off on Butuh Proses Untuk Menjadi Pemimpin

Pilihan Tuhan Salah?

DI 17072023

1 Samuel 15:23 ILT3
Sebab dosa ramalan adalah pemberontakan, dan kejahatan serta penyembahan terafim adalah kedegilan. Sebab engkau telah menolak firman YAHWEH, maka Dia juga telah menolak engkau menjadi raja.”

Saul dipilih Tuhan menjd raja pertama atas Israel, karena bangsa Israel meminta seorg raja utk memimpin mereka, padahal Tuhan sendiri sejak awal menetapkan diri-Nya yg akan memimpin langsung bangsa Israel (1 Samuel 8:7).

Pilihan Tuhan jatuh pd Saul, namun sejarah membuktikan bhw Saul gagal taat pd firman Tuhan dan Tuhan akhirnya menolak dia sbg raja dan memilih penggantinya yaitu Daud. 1 hal yg menjd pertanyaan adalah: Tuhan itu kan Mahatahu, artinya Dia pasti tahu kalau nantinya Saul akan gagal, kenapa Dia tetap memilih Saul? Ini menarik utk kita mencoba memahaminya, ini persis spt pertanyaan yg klasik: kalau Tuhan tahu Adam dan Hawa itu akan jatuh dlm dosa, kenapa Dia tdk cegah hal itu terjd? Mari kita pelan-pelan mencoba memahaminya. Pertama, manusia itu ialah makhluk hidup yg punya otak dan akal budi, jd kehidupannya tidak 100% ditentukan oleh Tuhan, itulah knpa dlm keKristenan kita jgn percaya pd takdir, karena kita bs mengubah nasib dan jalan hidup kita. Kalau urusan kita dilahirkan di keluarga mana, itu ketetapan yg 100% milik Tuhan, kita tinggal menjalaninya saja, tp utk nasib kita selanjutnya, sebagian ditentukan oleh diri kita sendiri.

Takdir menentukan org jadi kaya atau miskin dan itu dianggap ketentuan Tuhan, tapi dlm banyak kasus, org kaya bs miskin dan orang miskin bs kaya. Saat Saul dipilih Tuhan, dia dinilai oleh Tuhan sanggup untuk memimpin sbg raja atas Israel, namun kepemimpinan Saul ke depannya bergantung pada ketaatan dirinya pd Tuhan, dan ternyata dia gagal. Jd apakah Tuhan salah pilih? Tidak! Saul sndri yg menggagalkan dirinya utk tetap menjadi raja yg disertai Tuhan. Akhir hidup Saul itu sangat mengenaskan, dan keturunannya tdk ada yg menjd raja atas Israel. Pilihan Tuhan tdk salah, tp org yg dipercayakan itulah yang menentukan apa yg akan terjd kemudian. Itu karena manusia diberi Tuhan kehidupan, jadi bs menentukan nasibnya sendiri. Pasangan hidup boleh saja adalah pilihan Tuhan, tapi sadarlah: kelanggengan pernikahan itu juga ditentukan oleh pasangan itu sendiri, mgkin suatu saat bs bercerai. Org yg dipromosikan Tuhan suatu saat bs korupsi, cinta uang, dan berakhir di neraka, jgn heran lagi.

Tuhan tdk salah pilih org, tapi org itu sendiri yang menentukan apakah dia tetap disertai Tuhan atau tidak, berhasil atau gagal, tetap baik atau berubah jd jahat.

Posted in Renungan | Comments Off on Pilihan Tuhan Salah?

Apapun Perintah Tuhan, Lakukan!

DI 15072023

Keluaran 32:27-28
Berkatalah ia kepada mereka: “Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Baiklah kamu masing-masing mengikatkan pedangnya pada pinggangnya dan berjalanlah kian ke mari melalui perkemahan itu dari pintu gerbang ke pintu gerbang, dan biarlah masing-masing membunuh saudaranya dan temannya dan tetangganya.”
Bani Lewi melakukan seperti yang dikatakan Musa dan pada hari itu tewaslah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu.

Membunuh saudara sebangsa tentu sesuatu yg sebenarnya tdk patut dilakukan, apalagi jumlah korban tewas mencapai hampir 3000 org, tp itulah bentuk hukuman Tuhan.

Ada dosa yg hukuman-Nya bs Tuhan tunda bahkan dibatalkan dg alasan tertentu. Musa berusaha utk membatalkan hukuman yang Tuhan rencanakan akibat perbuatan bangsa Israel menyembah patung anak lembu emas dan ini berhasil, tp kemudian kita tahu Musa menyuruh bani Lewi membunuh sdr mereka sendiri dr 11 suku lainnya, hari itu tewaslah kira-kira 3000 orang. Di sini kita belajar dari Musa ttg sesuatu: dia berusaha utk supaya Tuhan jgn menghukum bangsa Israel, tapi di sisi lain, dia jg menunjukkan bhw perbuatan bangsa Israel itu jahat di mata Tuhan serta perlu dihukum berat. Mgkin kita bertanya ttg hal ini: kalau sdh berhasil membujuk Tuhan utk tdk menghukum, knpa Musa sndri yang menghukum bangsa Israel? Jwban secara logikanya adalah lebih baik 3000 org tewas drpd 1 bangsa punah akibat amarah Tuhan, jwban rohaninya jelas yaitu hukuman harus tetap ada, supaya amarah Tuhan surut dan Dia akan kembali mengasihi bangsa Israel.

Benarkah pemahaman kalau pengampunan Tuhan itu berarti Dia tdk menghukum kita? Dlm batas tertentu, bs jadi seperti itu, dosa diampuni dan tdk ada hukuman Tuhan, ini bs kita lihat ketika seorg perempuan yg dibawa kepada Yesus krna kedapatan berzinah, tapi ternyata Yesus tidak menghukum (Yohanes 8:1-11), namun pd kasus lainnya, hukuman tetap dilakukan meskipun diperingan, namun ada jg kasus di mana hukuman Tuhan tetap dijalankan, peristiwa air bah dlm Kejadian 7 bs menggambarkan hal ini. Kedaulatan yang Tuhan miliki menjd sesuatu penentu apakah Dia akan menghukum atau tidak. Hal yg bisa kita pelajari jg dr kisah Musa ini yaitu harus lakukan apapun perintah Tuhan sekalipun itu sesuatu yg kelihatannya kejam dan sangat mengerikan. Entah bgmna perasaan kaum Lewi saat mereka membunuh sdr sebangsa mereka sndri, tapi taat pd perintah Tuhan itu yg terpenting, jika tdk maka kita sendirilah yg akan dihukum Tuhan.

Hukuman Tuhan berikan supaya manusia itu jera berbuat dosa melawan Tuhan, tp semua ini kadang belum bs membuat manusia jera mengulangi dosa yg sama.

Posted in Renungan | Comments Off on Apapun Perintah Tuhan, Lakukan!

Mengikuti Suara Terbanyak

DI 14072023

Keluaran 32:2, 4
Lalu berkatalah Harun kepada mereka: “Tanggalkanlah anting-anting emas yang ada pada telinga isterimu, anakmu laki-laki dan perempuan, dan bawalah semuanya kepadaku.”
Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: “Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!”

Harun dan Musa adalah kakak beradik yang Tuhan panggil utk membawa bangsa Israel keluar dr Mesir, namun dlm kisah ini terlihat bgmna Harun justru mengikuti keinginan dr org Israel utk membuat suatu benda sebagai pengganti Tuhan, pdhal jelas bhw Tuhan dlm 10 perintah-Nya melarang bangsa Israel utk membuat suatu apapun sbg pengganti dari Tuhan utk disembah. Jelas ini adalah suatu pelanggaran yang sangat parah karena dosa penyembahan berhala itu hukumannya akan diterima hingga keturunan keempat karena penyembahan berhala dipersamakan dgn kebencian terhadap Tuhan: “Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku” (Keluaran 20:5).

Suara terbanyak belum tentu suara yg benar dan patut utk diikuti, ini terlihat dr peristiwa orang Israel menyembah patung anak lembu emas. Ada ungkapan bhw suara rakyat ialah suara Tuhan, ini perlu kita pahami sebatas di dlm dunia politik saja, karna tidak cocok utk dipraktekkan dalam kehidupan keKristenan, suara Tuhan bukan bersumber dr suara yang manusia hasilkan, firman Tuhan tidak bs kita samakan dgn suara terbanyak rakyat. Trend tercipta dr budaya manusia, tp trend itu tidak selalu sejalan dgn kebenaran firman Tuhan. Di sinilah kita perlu waspada dgn banyaknya muncul pengajaran-pengajaran yg membuat org Kristen tersesat pikirannya dan tidak lagi taat sepenuhnya pd firman Tuhan karena dr pengajaran sesat itu terbentuk suara banyak org yg membenarkan pengajaran itu padahal jelas bhw itu tidak sejalan dgn tujuan firman Tuhan itu diberikan untuk umat Tuhan. Kalau org bnyk berkata sesuatu dosa itu bukan lagi dosa, jangan terpancing utk mengikutinya.

Pegang kebenaran firman Tuhan, apapun yg menjd pendapat bnyk org tentang itu, jangan mudah digoyahkan pemahaman kita, setia & taat pd kebenaran firman Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengikuti Suara Terbanyak

Pentingnya Menjaga Kesehatan

DI 13072023

1 Timotius 5:23
Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah.

Timotius punya sedikit kelemahan tubuh dan rasul Paulus mengingatkan untuk mengatasi kelemahan itu dengan mengusahakan agar pencernaan Timotius tdk menjd masalah yg serius nantinya.

Kesehatan adalah salah satu modal utama yg kita miliki, apapun profesi kita. Gangguan pd salah satu organ tubuh tentu sedikit bnyk mempengaruhi aktivitas yg kita lakukan dlm kehidupan kita sehari-hari. Jika kita sdh tahu organ tubuh mana yg rentan utk terganggu, ada baiknya kita berusaha utk mengatasinya dgn benar sehingga bs meminimalisir untuk supaya tdk sering ‘kumat’ gangguannya. Di zaman modern ini mudah sekali untuk bisa mendapatkan informasi kesehatan di media yg ada, baik media elektronik, medsos, dan jg melalui media lain yg terjangkau internet. Perlu jg paham ttg pantangan yg berkaitan dgn kelemahan organ tubuh yang kita miliki, supaya nantinya kita mampu mencegah utk kelemahan itu menjd suatu penyakit serius yg tentu saja sangat berpengaruh buruk bagi aktivitas keseharian kita. Kesehatan hrs kita jaga, supaya aktivitas kerohanian juga bisa lancar kita jalani.

Umur panjang sangat dipengaruhi kualitas kesehatan masing-masing kita, pola hidup & pola makan yg benar perlu diterapkan, tapi jgn lupa bhw kesehatan itu jg adalah Tuhan yang memberikannya utk kita: Tetapi kamu harus beribadah kepada TUHAN, Allahmu; maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan Aku akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu (Keluaran 23:25). Jadi selain mengusahakan kesehatan dgn ilmu kesehatan dan cara-cara medis, perlu jg kita perhatikan mengenai hal ibadah kita pd Tuhan. Kesehatan jiwa sangat berkaitan dgn tubuh dan roh kita, shga perlu jg mendpt perhatian yg khusus. Jiwa yg tdk sehat tentunya bs berpengaruh pada kondisi tubuh jasmani serta membuat roh kita ikut jg menjd lemah. Jadi perlunya kita menjaga 3 hal penting ini yaitu kesehatan tubuh, jiwa & roh kita, sehingga kita mampu beraktivitas dgn baik dan jg melayani Tuhan dgn efektif.

Tubuh yg lemah mempengaruhi mood kita, dan mood kita mempengaruhi gairah untuk beraktivitas, jagalah kesehatan tubuh, jiwa & roh kita senantiasa.

Posted in Renungan | Comments Off on Pentingnya Menjaga Kesehatan

Apa Urusanmu Dengan Dia?

DI 12072023

Yohanes 21:23 ILT3
Kemudian perkataan itu menyebar kepada para saudara, bahwa murid itu tidak akan mati, tetapi YESHUA tidak berkata kepadanya bahwa dia tidak akan mati, melainkan, “Jika Aku menghendaki dia tetap tinggal sampai Aku datang, apa urusanmu?”

Setelah Petrus menerima nubuatan dr Yesus ttg bgmna nantinya dia akan mati, Petrus jg penasaran bgmna nasib Yohanes, murid yg paling dikasihi Yesus, dan jawaban Yesus ini sangat ‘tajam’.

Kalau sampai org lain bertanya pd kita: “Apa urusanmu dengan itu?”, itu berarti kita sudah kelewat batas dlm keingin tahuan kita. Ibarat perkataannya: kepo banget sih! Urus dirimu sendiri saja! Ini jg perlu menjadi perenungan bagi diri kita sendiri bahwa setiap org punya jalan hidupnya masing-masing yg Tuhan sdh tetapkan. Seorg pelari dlm peryandingan tdk akan menang jika dia tidak fokus menguasai dirinya utk berlari. Jika melihat pelari lain & terlalu banyak berpikir, dia pasti tdk akan bs menang. Urusilah urusan kita sendiri, jangan sibuk urusin hidup org lain. Pasti ada saja yg kurang atau salah pd diri org lain, kalau kita sibuk mengorek-ngorek hidup org lain, yang untung ya org itu, dia jadi tahu kekurangan & kesalahannya, lalu dia bisa memperbaikinya, tp kita sendiri masih belum sadar apa yg jadi kekurangan dan kesalahan kita, tentunya hal ini sangat merugikan utk masa depan kita.

Urusilah hidup kita masing-masing karena suatu saat kita semua hrs mempertanggung jawabkannya di hadapan Tuhan. Jgn sampai org yg kita cecar ternyata masuk surga, tapi kita sendiri malah masuk neraka, orang lain hidupnya beres, hidup kita malah berantakan dan kehilangan arah tujuan. Lihatlah apa yg menjd konten di medsos, orang sibuk urusin perceraian org lain, hamba Tuhan saling cari kesalahan khotbah hamba Tuhan lain (kalau tujuannya utk memberi jemaat pengetahuan ttg mana ajaran yg benar dan yg sesat, tentu itu hal baik), gosip sana gosip sini, semua ini hanya membuang-buang waktu saja, mulut kita makin banyak bacot sementara hidup kita sendiri masih perlu banyak dibenahi. Yg hrs kita lakukan adalah urusilah urusan kita sendiri. Rasul Paulus menulis pesan ini bagi para janda: “Lagipula dengan keluar masuk rumah orang, mereka membiasakan diri bermalas-malas dan bukan hanya bermalas-malas saja, tetapi juga meleter dan mencampuri soal orang lain dan mengatakan hal-hal yang tidak pantas.” (1 Timotius 5:13).

Bgmna kualitas hidup kita sekarang? Sudah jadi berkat atau menjd sumber masalah di manapun kita berada? Perhatikan dan urusi hidup kita sendiri supaya berkenan di mata Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Apa Urusanmu Dengan Dia?

Apa Yang Kita Kerjakan?

DI 11072023

1 Raja-raja 19:13
Segera sesudah Elia mendengarnya, ia menyelubungi mukanya dengan jubahnya, lalu pergi ke luar dan berdiri di pintu gua itu. Maka datanglah suara kepadanya yang berbunyi: “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?”

Elia sedang dlm keadaan yang sangat takut, dan 2x Tuhan datang menemuinya serta Dia mengajukan 2 pertanyaan yg sama, ayat yg kita baca adalah pertanyaan yg kedua kali.

Kalau Tuhan bertanya pertanyaan yg sama berkali-kali, biasanya ada suatu penekanan makna yg hendak Dia tunjukkan pd org yang Dia tanyai. Kita tentu ingat pertanyaan Yesus pd Petrus setelah kebangkitan-Nya, 3x Yesus bertanya hal yg sama namun dgn penekanan yg berbeda, pd pertanyaan ketigalah Petrus akhirnya menangis dan kemudian Yesus dgn sabar mengingatkan kembali tugas utama Petrus yaitu bhw dia hrs menggembalakan jemaat Tuhan nantinya (Yohanes 21:15-19). Dlm kisah Elia ini, Tuhan bertanya hal yang sama sebanyak 2x dan barulah Tuhan dgn sabar memberikan 3 tugas yg hrs Elia terima dan lakukan dgn segera. Elia diingatkan bhw tugasnya belum selesai meskipun Elia dgn pikirannya sendiri telah berencana berhenti dan ingin mati saja. Dari 2 pertanyaan yang Tuhan tanyakan pd Elia, jika dipertanyakan pd kita, apa jawaban kita pd Tuhan? Apa yg sedang kita lakukan di dunia ini?

Sebagian orang Kristen ada yg masih salah dlm memahami tujuan hidupnya di dunia ini sehingga melakukan sesuatu yg tdk sejalan dgn rencana Tuhan dlm hidupnya. Ada orang yang dipanggil Tuhan menjd saksi Kristus di tengah dunia sekuler, tp justru tersesat krna fokusnya berubah yaitu mencintai uang dan memanipulasi nama Tuhan. Tak jarang kita dengar cerita bgmna seorg pengusaha yang ditipu oleh org Kristen bahkan hamba Tuhan yg modusnya ingin melakukan kerjasama di dalam bisnis, namun justru uangnya dibawa kabur. Ada org yg panggilannya menjd full timer, tp menolak dan malah sibuk dengan bisnisnya, akibatnya Tuhan memproses dia dgn amat keras hingga akhirnya menyerah. Apakah kita sdh tahu tujuan hidup kita? Jika ya, kejarlah itu dgn berjalan bersama Tuhan, di bidang apapun, profesi apapun, jgn lari dr tujuan hidup yg Tuhan tetapkan bagi setiap kita.

Lakukanlah apa yg Tuhan kehendaki utk kita kerjakan, bersama Tuhan kita akan sanggup dan dimampukan utk mencapai tujuan hidup kita, ingatlah akhir hidup kita harusnya ialah hidup kekal bersama Tuhan di surga.

Posted in Renungan | Comments Off on Apa Yang Kita Kerjakan?

Ketakutan Elia

DI 10072023

1 Raja-raja 19:2-3
maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia: “Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu.”
Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana.

Membaca kisah dlm PL tentu hrs dibantu dg imaginasi yg mendekati faktanya, kalau tdk, maka kita akan keliru dlm mengolah data & justru mengajarkan yg salah pd org lain.

Kenapa Elia takut dgn ancaman Izebel pdhal dia dgn ganasnya menyembelih 450 org nabi Baal? Pasti perlu tenaga yg kuat utk hal itu & Elia secara fisik pasti kelelahan. Apakah hal ini yg membuat Elia takut? Nanti dulu. Lihat apa yg Alkitab ceritakan ttg Izebel, istri raja Ahab, artinya dia permaisuri raja. Sblumnya Izebel telah menyuruh membunuh nabi-nabi Tuhan di seluruh Israel (1 Raja-Raja 18:4), ia jg membuat Ahab menyembah Baal dan jg Asyera. Elia itu seorg nabi Tuhan, dan dia JD target Izebel berikutnya dan hanya diberi wkt hidup 1 hari lagi. Inilah data yg kita peroleh, sehingga kita bs memaknai seberapa berat dan menakutkannya kekuasaan yang dimiliki Izebel, ditambah lagi Ahab tdk berani untuk menghalangi niat Izebel. Jadi kita bs paham knpa Elia menjd takut pada ancaman Izebel, dia dlm kelelahan fisik dan yg dia hadapi itu seorg permaisuri yg sanggup menyuruh raja Ahab utk mengikuti semua keinginannya.

Elia pergi melarikan diri ke wilayah Yehuda, saat itu bangsa Israel terpecah dua menjadi kerajaan Israel dan kerajaan Yehuda. Di situ dia menilai dirinya tdk lebih baik drpd nenek moyangnya dan meminta Tuhan mengambil nyawanya (ay 4). Elia menilai ketakutannya itu menjd satu sikap yang salah di hadapan Tuhan, inilah kesalahan penilaian yg sering kita alami dlm kehidupan sehari-hari. Mgkin kita berpikir bhw kita hrs memiliki prestasi supaya dipandang layak dan berkenan oleh Tuhan. Kita pikir Tuhan bangga kalau sukses melakukan perintah-Nya dan Dia jd kecewa bila kita gagal. Yang Tuhan lakukan pd Elia ternyata sangat baik, Dia memberikan Elia makanan dan membiarkan Elia beristirahat utk sementara waktu, baru kemudian Tuhan memberikan tugas berikutnya untuk Elia, ini berarti Tuhan masih memberikan Elia suatu kepercayaan untuk melakukan perintah-Nya. Tuhan tahu keterbatasan Elia sebagai seorg manusia biasa.

Apakah kita sedang mengalami ketakutan? Mgkin ada pengaruh dr faktor kelelahan fisik dan adanya tekanan dr lingkungan kita, tetap semangat dan perkuat kembali fisik kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Ketakutan Elia

Tuhan Ada Bersama Kita

DI 08072023

Mazmur 16:11 ILT3
Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan, di hadirat-Mu ada kesukaan sepenuhnya, di tangan kanan-Mu ada kenikmatan senantiasa.

Kalau kita ditanya mengapa memilih produk A dan bukan produk B, maka kita akan dgn sangat yakin menceritakan keunggulan yang produk A miliki dan yg produk B tdk miliki.

Kenapa Tuhan Yesus? Kenapa bukan yg lain saja? Jika kita ditanyakan hal ini, apa yg jadi jawaban kita? Biasakan utk tdk menjwb dgn jawaban yg klise atau umum, karena hal itu akan membuat org bertanya lebih lanjut: jika Tuhan Yesus sama saja dgn tuhan yang lain, ya ganti tuhan saja, kan sama, malah mgkin lebih enak karena di agama lain boleh untuk melakukan yg dlm Kristen itu dilarang? Jadi kita hrs paham betul knpa kita menyembah Tuhan Yesus dan bkn yg lainnya. Dlm ayat di atas, ada sedikit jawaban yg Daud tunjukkan mengapa dia memilih utk setia pd Tuhan di saat dia mengalami pergumulan yang berat. Yang pertama: Tuhan memberitahukan jalan kehidupan, artinya jalan yg ujungnya adalah kehidupan kekal atau surga. Sekalipun yang dihadapi di dunia ini penuh dgn masalah dan penderitaan, Daud tahu bahwa semakin dia melangkah maju bersama Tuhan, dia makin jelas melihat kehidupan yg Tuhan sediakan baginya.

Kedua, di hadirat Tuhan ada sukacita penuh. Ketika kita berdoa pd Tuhan, menyerahkan diri kita pada Tuhan sepenuhnya, hidup kita akan mengalami sukacita yg penuh, artinya sukacita yg tdk tergoyahkan oleh kekuatiran dan rasa takut yg manusia bs rasakan. Bisa merasa kuatir dan takut, tp itu tidak sampai menguasai hati dan pikiran kita. Sukacita yg bukan karena sudah menang, tp bahkan saat sdg berjuang utk menang, kita dgn iman yg teguh yakin bhw Tuhan sudah memberikan kemenangan itu bagi kita. Ketiga, di tangan kanan Tuhan ada kenikmatan senantiasa, ini berarti Tuhan bukan saja memberkati, tapi Dia berikan jg karunia utk menikmatinya, jadi bukan saja menerima tp menikmati sampai puas dan kenyang. Berkat-Nya itu berlimpah, bukan sedikit, berkat-Nya itu tidak sebentar atau hanya sekedar lewat saja, tp Dia beri itu utk kita genggam dan nikmati. Itulah 3 hal yg Tuhan miliki dan akan Dia berikan pd kita yg percaya pada-Nya.

Mengapa kita menyembah Tuhan Yesus? Ini satu hal yang hrs kita dapat berikan jawaban yg sesuai dgn apa yg kita alami bersama Dia di sepanjang hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Ada Bersama Kita