Yesus Keterlaluan?

DI 01082023

Lukas 9:59-60
Lalu Ia berkata kepada seorang lain: “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata: “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.”
Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”

Mengubur ayah sendiri dilarang? Benarkah Yesus sekejam itu dan keterlaluan? Supaya kita bisa memahaminya, mari kita pelajari alasan yg Yesus berikan.

Kita hrs paham budaya Yahudi berkaitan dgn adanya anggota keluarga yg meninggal, ada 7 hari perkabungan yang hrs dilewati setelah acara pemakaman selesai. Jd org yg adalah salah satu murid Yesus ayahnya meninggal ini jika kembali ke rumah utk menguburkan ayahnya, minimal 8 hari lg baru bs mengikut Yesus. Tapi ternyata Yesus tdk bs menunggu dan sengaja menyesuaikan waktu, karena 8 hari adalah waktu yg sangat berharga untuk sebuah perjalanan pelayanan bagi Yesus. Jd di sini memang ada 2 kepentingan yg saling berbenturan, Yesus ingin segera melanjutkan perjalanan pelayanannya, sementara murid ini perlu waktu utk menguburkan ayahnya & berkabung selama 7 hari. Jawaban yg Yesus berikan memang terdengar sangat aneh dan seperti melawan budaya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati.” Mana mgkin org mati bs mengubur org mati? Apakah ini satu kalimat kiasan ataukah ada makna yg Yesus ingin sampaikan?

Org mati punya dunianya sendiri, biasa kita sebut dgn dunia org mati, suatu dimensi yg berbeda dg dimensi atau dunia org yg masih hidup seperti kita, yg terjd di dunia org mati hanya org yg sudah mati yg tahu persisnya. Kita sbg org yg masih hidup, tdk bs berbuat apa-apa terhadap dunia org mati. Dunia org mati sedikit bnyk berkaitan dgn budaya yang berlaku di suatu suku atau wilayah, dan ada bbrpa hal yang bertentangan dgn kebenaran firman Tuhan. Di sinilah seringkali timbul hal yg kita sebut dilema, mengikuti budaya tapi berarti melanggar firman Tuhan, dosa, kalau melanggar budaya nanti dihakimi oleh orang yg memegang teguh budaya. Yg bisa sedikit kita pahami adalah Yesus ingin murid itu tdk larut dlm perkabungan yg berlebihan, tetap boleh berkabung, tp jgn sampai diatur oleh budaya yg adalah hasil buatan manusia. Di zaman skrg ini bs kita lihat bahwa ketika ada anggota keluarga yang meninggal, biasanya hanya izin sampai pemakaman selesai, esok harinya sudah kembali bekerja, sekolah, dan sebagainya, karna izin terlalu lama bisa saja membuat bnyk tugas dan kerjaan tertunda dan ini bs mengganggu pekerjaan dan studi kita tentunya.

Berkabung tentu hak setiap org yg anggota keluarganya ada yg meninggal, tp tentunya hrs kembali pd aktivitas normal kita, banyak hal yg masih perlu kita selesaikan tepat wkt.

Posted in Renungan | Comments Off on Yesus Keterlaluan?

Responi Kebaikan Tuhan

DI 31072023

Matius 8:14-15
Setibanya di rumah Petrus, Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.
Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Ia pun bangunlah dan melayani Dia.

Apa respon kita setelah mengalami mujizat, kebaikan atau jamahan Tuhan? Bersaksi ke sana ke sini? Atau lanjut dengan rutinitas yg biasa kita lakukan? Atau melupakannya?

Dari kisah yg kita baca, respon ibu mertua dr Petrus bangun dan melayani Yesus setelah demamnya disembuhkan. Melayani Yesus di sini berarti melayani kebutuhan Yesus dan jg rombongan org yg bersama dgn Dia. Artinya sederhana, melayani kebutuhan tamu yg dtg ke rumahnya. Jgn apa-apa langsung dibuat arti rohaninya, langsung kita artikan sebagai melayani Tuhan dgn pengertian yg sekarang ini, jgn berlebihan. Kalau sudah menerima yg baik, balaslah jg dg berbuat baik. Ibu mertua Petrus tentu sudah tdk muda lagi, tp dengan kekuatan yg ada, dia masih turun tangan utk melayani kebutuhan Yesus dan rombongan yg datang ke rumahnya. Bisa saja dg alasan baru sembuh utk istirahat dulu, pasti orang bs memahaminya, tp ibu mertua Petrus tdk bermanja diri, tp meresponi kebaikan Tuhan dgn melakukan yg bisa dia lakukan sebagai balasan utk kesembuhan yg dia terima dari Tuhan.

Bersaksi di gereja atau persekutuan itu satu hal yg mulia, tp ada saja org yg menjadikan itu sbg ‘lahan mendapatkan uang’. Tiap kali bersaksi diberi ‘persembahan kasih’, makin sering diundang bersaksi, makin bnyk uang PK yg didapat. Ingat, masih bnyk orang yang bersaksi secara tulus, tidak ‘menjual’ materi kesaksiannya demi mendapatkan bnyk uang dan menjd terkenal. Kelihatannya melayani, tapi uang yg menjd tujuannya. Yg ibu mertua Petrus lakukan bukan pergi ke tetangga utk bersaksi bhw dia disembuhkan Yesus, tp dia memilih utk menyediakan kebutuhan Yesus & rombongan, menjd tuan rumah yg baik dan bertanggung jawab. Bersaksilah bila diberi kesempatan utk itu, tp jgn mengambil suatu keuntungan dr sana. Jgn jg sibuk mengurusi rutinitas sampai lupa bersaksi, jgn jadi orang yg tdk tahu diri, tdk tahu berterimakasih dan hanya mementingkan diri sendiri, muliakan Tuhan dgn kesaksian kita.

Responi kebaikan Tuhan dengan berusaha utk menyenangkan hati Tuhan, bersaksi utk kemuliaan Tuhan, bkn mencari keuntungan utk diri sendiri.

Posted in Renungan | Comments Off on Responi Kebaikan Tuhan

Cuma Ikut Trend

DI 29072023

Kisah Para Rasul 5:3, 7, 9 ILT3
Dan Petrus berkata, “Hai Ananias, mengapa Setan telah memenuhi hatimu sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari jumlah harga tanah itu?
Dan terjadilah, kira-kira tiga jam kemudian, istrinya pun masuk dengan tidak mengetahui apa yang telah terjadi.
Dan Petrus berkata kepadanya, “Mengapa hal itu disepakati bersama oleh kamu untuk mencobai Roh YAHWEH? Lihatlah, kaki-kaki mereka yang menguburkan suamimu ada di depan pintu, dan mereka pun akan membawa engkau ke luar!”

Membaca kisah Ananias dan Safira, yg mati karena berbohong di hadapan para rasul ttg uang persembahan mereka dr hasil menjual tanah, akan bnyk mengajar kita ttg bnyk hal.

Yg terjd pd jemaat awal saat itu adalah bnyk dr antara jemaat yg kaya, menjual tanah dan menyerahkan hasil jualnya itu pd para rasul utk digunakan menunjang pelayanan mereka dan menolong jemaat lain yg membutuhkan. Ada yg melakukannya dgn rela hati, sukacita dan atas dasar kasih pd sesama, tp ada juga yg karena tidak enak hati, org lain sudah tapi dia belum, nanti jd omongan orang, akhirnya Ananias dan Safira ikut-ikutan menjual tanah milik mereka, tp sebagian dr hasil jual tanah itu tidak mereka serahkan pd para rasul, tapi mereka sepakat berkata bhw hasil seluruh penjualan tanah adalah yg diserahkan pada para rasul. Bukan hanya membohongi para rasul, tp justru ini mendustai Roh Kudus dan Tuhan, sehingga mereka berdua mati dalam perbedaan waktu hanya 3 jam. Karena tidak rela dan ikut-ikutan, walau mereka terhitung ikut memberi, namun di mata Tuhan, mereka telah berdosa. Jadi pahami: walaupun kita sudah memberi, tp di mata Tuhan bisa saja ada hal yg Dia jadikan penilaian negatif.

Cukup aneh kalau suami meninggal tapi istri tdk mengetahuinya. 3 jam adalah waktu yg cukup panjang utk tahu apa yg terjd dengan sang suami. Mgkin ceritanya akan berbeda kalau Safira tahu suaminya mati akibat telah mendustai Roh Kudus, dia pasti mengakui & tdk berani berdusta, mgkin dia tetap hidup. Di sini terlihat jelas bhw Ananias menyuruh istrinya, Safira, utk berkata bhw harga jual tanahnya sejumlah A, pdhal A+. Safira ikut saja perintah suaminya, namun kematianlah yg menjd harganya. Sbg suami, jgn ajarkan istri segala hal yg jahat dan dosa di hadapan Tuhan, sementara istri jg jgn nurut-nurut saja tanpa mempertimbangkan apakah itu benar atau salah di hadapan Tuhan. Apakah mrka berdua org yg cinta uang? Atau mereka pny tanggungan lain yang cukup besar sehingga tidak menyerahkan seluruhnya pd para rasul saat itu? Tidak dicatat dlm Alkitab, tapi bisa kita simpulkan bhw mereka cuma ikut trend yg terjd saat itu tanpa didasari ketulusan dr dlm hati.

Berbuat baik tp diselipkan sebuah dosa, yg terjadi adalah kebaikan itu justru membawa masalah besar dlm hidup kita, kalau tdk rela, lebih baik jgn lakukan.

Posted in Renungan | Comments Off on Cuma Ikut Trend

Mengutamakan Ajaran Kristus

DI 28072023

Kisah Para Rasul 16:1
Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani.

Timotius itu bukan org Yahudi murni, ibunya memang seorg Yahudi yg percaya pd Injil, tp ayahnya seorang Yunani, tdk tercatat apakah ayahnya Timotius ini percaya pada Injil atau tidak.

Kita tentu paham dengan budaya org Yahudi terhadap mereka yg melakukan pernikahan dgn org non Yahudi, misalnya terhadap org Samaria, diperlakukan sbg org bukan Yahudi dan jadi warga ‘kelas dua’. Kisah Yesus yang bertemu dgn perempuan Samaria (Yohanes 4) menjd gambaran bgmna org Samaria itu diperlakukan. Tapi dlm kisah ini, rasul Paulus justru membawa serta Timotius yang adalah bukan org Yahudi murni utk menyertainya di dlm perjalanan penginjilannya, menyuruhnya utk disunat supaya bs diterima oleh jemaat yg adalah org-org Yahudi. Jd jelas Timotius saat itu hidup tidak mengikuti semua aturan dlm hukum Taurat meskipun ibunya seorang Yahudi. Tapi ini adalah masalah penginjilan, hidup keKristenan, jadi tdk menggunakan yg ada dlm hukum Taurat, tapi berdasarkan apa yg disebut dgn hukum kasih karunia, semua org yg percaya pada Tuhan Yesus Kristus itu sama kedudukannya di hadapan Tuhan, dari manapun asal latar belakang kelahirannya.

Kita hidup dgn segala aturan yg ada, mulai dari budaya yg berlaku sesuai dgn kelahiran kita, kalau dilahirkan sbg org daerah A, maka kita terikat dgn budaya sbg org daerah A jg. Kemudian ada nilai-nilai etika dan moral yg berlaku di masyarakat secara umum, karena kita warga negara Indonesia, kita terikat dgn aturan, etika dan nilai moral yang berlaku di seluruh wilayah Indonesia ketika hidup dlm masyarakat. Demikian juga saat kita percaya pd Injil dan menjd org Kristen, kita tunduk pd semua aturan yg diberlakukan terhadap org Kristen di seluruh dunia. Namun terkadang ada sebagian aturan dan budaya yang justru tdk sejalan, mana yg hrs kita terapkan? Jelas bhw aturan Tuhan hrs ada di atas aturan yg lainnya ketika diperhadapkan dgn pilihan utk bgmna hrs bersikap pd kondisi tertentu. Taat pd Tuhan hrs lebih dr taat pd manusia, hal ini bisa kita lihat saat para rasul disidang akibat memberitakan Injil: Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: “Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia (Kisah Para Rasul 5:29).

Kedudukan aturan Tuhan harus ada di atas aturan yg lainnya, namun perlu hikmat dari Tuhan utk mempraktekkannya, karena tidak selalu mudah utk menerapkan aturan Tuhan di atas aturan lain yg telah ada.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengutamakan Ajaran Kristus

Dipimpin Oleh Roh

DI 27072023

Galatia 5:18 ILT3
Namun jika kamu dipimpin oleh Roh, kamu tidak berada di bawah torah.

Bagaimana kedudukan Hukum Taurat bagi org Kristen? Hal ini karna Hukum Taurat ada di dlm Perjanjian Lama yg diakui sbg bagian dr Alkitab yg menjd penuntun hidup orang Kristen.

Hukum Taurat memang khusus diberikan pd org Israel yang saat itu baru keluar dr Mesir, dulu mrka hidup di bawah hukum yg berlaku di Mesir, karena itulah Tuhan perlu membuat sebuah hukum baru bagi mereka spya hidup mereka memiliki tuntunan yg jelas. Sejarah yg kita temukan ttg Hukum Taurat spt itu, bs kita baca dlm kitab Keluaran dlm PL. Setelah Yesus datang ke dunia, dan kemudian para rasul memberitakan Injil ke bangsa lain yang bukan org Yahudi, timbul suatu pengajaran yg mewajibkan org non Yahudi (Gentile) yg percaya Injil utk disunat spt yg tertulis dalam Hukum Taurat. Kemudian turunlah kebijakan yg khusus diperuntukkan bagi mereka yang percaya pd Injil namun bukan org Yahudi, isi dari kebijakan itu adalah: kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat.” (Kisah Para Rasul 15:29). Kemudian aturan lanjutannya dibuat lebih banyak melalui apa yg kita baca dalam surat-surat yg ditulis oleh bbrpa rasul untuk jemaat-jemaat di bbrpa kota dlm PB.

Jadi memang sbg org Kristen, kita tdk wajib mengikuti aturan yg ada dlm Hukum Taurat, namun ada bbrpa aturan yg sejalan dengan budaya kita, misalnya ttg menghormati org tua, jangan mencuri, jangan berzinah, dan yg lainnya. Tentu aturan spt itu wajib kita ikuti dan terapkan dlm hidup kita. Dlm ayat yang kita baca, rasul Paulus berbicara ttg hidup dipimpin oleh Roh. Ini spt polisi lalu lintas yg langsung datang ke lokasi utk mengatur lalu lintas yg ada, walaupun ada marka jalan, yg kita taati adalah perintah polisi tadi, walau yg dia perintahkan itu berlawanan dg marka jalan yg ada, larangan tdk boleh putar balik menjd tdk berlaku ketika polisi lalu lintas dg tegas menyuruh putar balik. Jadi ada hal-hal dlm Hukum Taurat yg bs kita terapkan dalam hidup sbg org Kristen, namun yg utama ialah aturan-aturan Tuhan melalui pengajaran yg disampaikan oleh para rasul dlm PB, yg oleh pihak pimpinan gereja itu disampaikan dlm khotbah-khotbah dan aturan hidup bergereja lainnya, itu merupakan sebagian makna dari hidup dipimpin oleh Roh.

Hidup yg tanpa aturan jelas akan berdampak buruk bagi kehidupan seluruh manusia, jadi taatilah aturan-aturan yg Tuhan tetapkan utk hidup kita supaya hidup kita baik dan penuh dgn damai sejahtera.

Posted in Renungan | Comments Off on Dipimpin Oleh Roh

Akibat Ketakutan dan Kemarahan

DI 26072023

Matius 2:16 ILT3
Kemudian Herodes, setelah menyadari bahwa dirinya diperdaya oleh orang-orang majus, ia sangat marah, dan dengan mengirim para utusannya, dia membunuh semua bayi laki-laki yang ada di Betlehem dan di seluruh wilayahnya, dari yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang telah dia dapatkan kepastian dari orang-orang majus itu.

Raja Herodes marah karena para org Majus itu tdk kembali melaporkan ttg keberadaan bayi yg menurut para org Majus adalah bayi yg nantinya akan menjd raja org Yahudi.

Marah lalu membunuh semua anak laki-laki yg usianya 2 tahun ke bawah, tentu hrs kita pahami apa alasan Herodes melakukannya. Pertama, Herodes takut, posisi dia akan jadi hilang karena kehadiran bayi yg nanti akan menjd raja org Yahudi. Apakah ini berkaitan dgn dunia politik jg mengingat saat itu Israel ada dlm kekuasaan Romawi? Herodes ibarat seorg raja yg tdk berkuasa secara penuh dan masih tunduk pd penjajah. Org yg mencintai kedudukan, posisi, jabatannya, akan sangat terganggu dgn kehadiran org yg dinilai akan sangat bs mwnggeser dirinya dr posisi yang dia miliki sekarang. Usaha yg dilakukan oleh org spt ini biasanya akan berusaha dgn cara apapun menyingkirkan saingannya tersebut. Bisa dgn memfitnah, menjebak, hingga dgn cara membunuh. Herodes tak mau beresiko dengan membiarkan bayi itu tetap hidup, tp sayangnya dia belum tahu bayi siapa itu dan dia akhirnya membunuh semua bayi laki-laki berusia 2 tahun ke bawah.

Kedua, Herodes marah pd org Majus karena telah berani melawan perintahnya, perintah raja sama sekali tidak digubris, ini berarti dia tidak dihormati dgn semestinya seorang raja hrs dihormati. Merasa tidak dihormati sering menjd penyebab seseorg bertindak kejam & di luar batas moral, apalagi jika org itu punya kuasa dan banyak bawahan. Gila hormat yg sangat berlebihan akan membuat seseorang berpikir bhw hanya dirinya yg pantas untuk dihormati, tidak ada yg lain. Kita sbg orang Kristen diajar utk saling menghormati, tidak memperlakukan org berdasarkan harta yang dimilikinya, karena semua adalah orang yg telah ditebus oleh darah Yesus, kaya miskin hanyalah perbedaan hidup di dunia, kasihlah yg menjd landasan bagi kita utk mengasihi sesama dg kasih yg ditunjukkan oleh Tuhan pd kita: dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki (Galatia 5:26).

Marah itu emosi yg wajar, menjd positif jika dilakukan di saat yang tepat dan utk sesuatu yg membawa kebaikan di masa depan, tapi menjadi negatif jika dilakukan tanpa kendali diri yg baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Akibat Ketakutan dan Kemarahan

Dosa Diampuni Karena Iman?

DI 25072023

Lukas 5:20, 24
Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: “Hai saudara, dosamu sudah diampuni.”
Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” — berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu — : “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”

Ini kisah ttg 4 orang membuka atap rumah demi bs menurunkan seorg yg lumpuh tepat di depan Yesus, situasi saat itu sulit dibawa dgn cara yg normal dan ada 1 pelajaran yg menarik dr kisah ini.

Yesus melihat iman 4 orang ini lalu berkata pd org yg lumpuh itu: dosamu sdh diampuni. Lho, yg mereka inginkan hanya kesembuhan tp knpa Yesus bicara ttg dosa? Ternyata bhw sakitnya org lumpuh ini disebabkan dosa yg pernah dia perbuat. Jadi jgn heran kalau ada penyakit yg susah disembuhkan dgn cara yg biasa, mgkin penyakit itu disebabkan dosa yg diperbuat org itu sendiri. Dampak dosa itu bs sampai merusak kesehatan, dosanya hrs diampuni kalau ingin penyakitnya sembuh & ini terkadang tdk kita sadari. Kita sering dgn sengaja memisahkan antara segala yg terjd di dunia roh dgn apa yg terjd di dunia tubuh jasmani kita, padahal keduanya berjalan dgn pararel, saling mempengaruhi dan dampak yg dirasakan bs sampai ke dunia tubuh atau roh. Dlm kisah ini terlihat jelas ketika dunia roh org ini kembali normal setelah dosanya diampuni, sakit di dunia tubuh jasmani juga menjd sembuh.

Kemudian, karena Yesus melihat iman dari 4 org itu, dosa org yg sakit lumpuh ini akhirnya diampuni. Jadi apakah bs dosa seseorg itu diampuni karena iman org lain? Dari kisah ini bisa kita simpulkan bhw iman seseorg dapat menggerakkan Tuhan utk mengampuni dosa org yg lainnya. Yg mengampuni dosa tetap Tuhan, tapi kalau ada iman seseorang yang dinilai Tuhan luar biasa, maka dosa org lain itu bs diampuni. Pelajaran yg bs diambil dari kisah ini adalah: jgn putus asa utk membw org datang bertemu dgn Tuhan. Kadang kita berpikir yg penting sdh memberitakan Injil, bertobat atau tidak, tergantung org itu sndri. Tentu ini sesuatu yg benar, tp kalau kasih yg kita miliki tidak padam, kita akan terus untuk berusaha membawa orang datang pd Tuhan sekalipun ada rintangan yg menghambat. Yg terjd seandainya 4 orang dlm kisah ini putus asa, maka org lumpuh itu tidak mengalami apapun, dan dosanya tetap ada.

Tuhan itu penuh kasih, dan Dia tertarik pada org yg memiliki iman yg besar, dalam Alkitab bs kita temukan bhw sesuatu yg ajaib terjadi karena iman yg besar.

Posted in Renungan | Comments Off on Dosa Diampuni Karena Iman?

Menghindari Kesibukan Pelayanan

DI 24072023

Lukas 5:14-16 (TB)
Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapa pun juga dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”
Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.
Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.

Org kusta yg disembuhkan oleh Yesus tetap menceritakan ttg apa yg Yesus telah lakukan pada dirinya walaupun sudah dilarang oleh Yesus, dan akibatnya pergerakan Yesus juga mengalami hambatan.

Kalau zaman skrg, justru org-org mengambil kesempatan utk makin tenar dan dibanjiri dg permintaan jadwal pelayanan ketika karunia utk menyembuhkan dan melakukan mujizat bs mereka lakukan. Alasannya sih terdengar rohani: biar kemuliaan Tuhan makin banyak terjadi dan membuat banyak org bertobat & datang pd Tuhan. Siapa yg tahu kalau uang yg menjd motivasinya, mumpung lagi tenar, raup uang sebanyak-banyaknya dari plynan karena diundang sana sini, tidak selamanya akan selalu ‘di atas’. Karunia Tuhan menjadi ‘dagangan’ demi menjadi kaya dr pelayanan. Tapi anehnya, Yesus saat itu tidak ingin jadi diketahui keberadaan-Nya, dan alasan yang akhirnya kita ketahui dr cerita yg saja namun dr kitab Injil yg berbeda yaitu dlm Lukas 5:16 yaitu: Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa. Jadi alasannya supaya Yesus bisa berdoa secara khusus.

Berdoa kan bs kapan saja, di mana saja, tapi knpa Yesus hrs menyendiri ketika ingin dgn khusus berdoa? Doa yg Yesus lakukan beda dgn yg org umum lakukan: Yesus dan Bapa bs berkomunikasi dgn bebas, sedangkan yg org umum lakukan adalah berdoa 1 arah, tdk terjd komunikasi dgn Tuhan dan isinya cuma laporan dan meminta berkat. Berdoa di saat dan lokasi yg sunyi, itu yg banyak kita baca ttg bgmna Yesus berdoa. Musa hrs bbrp kali naik ke gunung dan Tuhan bicara dengan dia di sana. Ada saatnya kita ‘menciptakan wkt’ khusus utk berdoa pd Tuhan, berpuasa dan meninggalkan semua aktivitas sementara waktu. Beda dgn zaman skrg: org berpuasa tp tetap bekerja, berbisnis, dsbnya. Akibat yg didapat bukan keintiman dgn Tuhan, tetapi berat badan bertambah karena mengakhiri puasa dgn makanan yg terlalu banyak. Sedih memang dgn praktek puasa yg demikian, yg hanya jadi ritual rohani tanpa terjadinya satu keintiman dgn Tuhan yg lebih lagi.

Kapan kita secara pribadi berdoa spt yang Yesus lakukan? Berkomunikasi dgn Tuhan dan menerima yg ilahi dr Tuhan? Atau yang kita lakukan hanyalah sebuah topeng yang sudah mengelabui mata banyak orang dgn menilai kita sbg org yg intim dgn Tuhan?

Posted in Renungan | Comments Off on Menghindari Kesibukan Pelayanan

Alasan Kenapa Belum Terjadi

DI 22072023

2 Petrus 3:9 ILT3
Tuhan tidak menunda akan janji-Nya, sebagaimana beberapa orang menganggapnya penundaan, sebaliknya, Dia bersabar terhadap kita karena tidak menghendaki seorang pun binasa, melainkan supaya semua orang memperoleh pertobatan.

Kedatangan Tuhan Yesus kembali ke dunia menjd satu misteri yg coba diterka banyak org dgn motivasi tertentu, ada yg berusaha menjd viral krna membahas topik ini, ada jg yg memang karena penasaran.

Ketika Tuhan Yesus memberikan firman dlm kitab Wahyu 22 bhw Dia segera datang, ada org yg menghitungnya dgn ukuran waktu yg berlaku pd hidup manusia. Segera itu berarti tidak lama lagi terjd, mgkin bbrpa tahun lagi, tp hingga hampir 2000 tahun kemudian, hal kedatangan Tuhan Yesus kembali belum jg terjd, yg terjd adalah Tuhan Yesus dtg scra pribadi utk ‘menjemput’ roh org kudus yang memang saatnya utk meninggal dunia. Dlm ayat ini kita melihat apa pandangan Petrus terhadap fenomena yg terjd saat itu bahwa kedatangan Tuhan Yesus kembali dianggap ‘ditunda’ dan janji ttg ini dianggap batal. Yg rasul Petrus pahami ialah Tuhan Yesus blm datang kembali karena Dia sabar, ingin spya lebih banyak org yg bertobat dan tdk binasa akibat penghukuman Tuhan. Dari generasi gereja awal hingga saat ini, kedatangan yg kedua kali dr Tuhan Yesus belum jg terjadi. Jadi bgmna kita hrs menyikapinya?

Jgn memakai ukuran waktu yg dipakai oleh manusia, Tuhan ada dlm kekekalan, artinya waktu tdk ada ukurannya, tdk bs diukur dan kata segera menurut Tuhan bisa saja sama dg ribuan tahun waktu manusia. Masih sisa berapa tahun lagi kedatangan Tuhan Yesus kembali? Tidak dapat diukur! Berkembang sebuah teori bhw tahun 2033 bs menjd saat di mana Tuhan Yesus dtg kembali setelah digenapinya nubuatan ttg satu peristiwa yg diyakini oleh sebagian kalangan sbg sebuah tanda terakhir sblum kedatangan Tuhan. Ini tentu hak setiap org dlm berteologi, memiliki pendapat pribadi ttg kedatangan Tuhan yg kedua kali, benar atau salah, akan terbukti oleh waktu, semua prediksi sblumnya telah terbukti menyesatkan bnyk org. Tidak boleh diaminkan, tp tdk boleh langsung dicap sbg suatu penyesatan. Utk hal yg belum terjadi memang hrs dibuktikan dgn waktu.

Masih ada waktu bagi kita utk bertobat dan jg menginjil, supaya lebih bnyk org bertobat sebelum Tuhan Yesus datang kedua kalinya nanti.

Posted in Renungan | Comments Off on Alasan Kenapa Belum Terjadi

Cuma Sebentar Saja

DI 21072023

Mazmur 90:4-6
Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.
Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh,
di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu.

Benarkah 1 harinya Tuhan = 1000 tahunnya manusia? Bagi yg setuju dgn pandangan ini tentu boleh-boleh saja, begitu jg yang tidak setuju, ada baiknya kita telaah lebih lanjut.

Ayat lain berkata demikian: “Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari” (2 Petrus 3:8). Jadi ingat ada kata ‘seperti’, bukan sama dengan, jadi bhw 1000 tahun manusia itu di hadapan Tuhan hanya seperti 1 hari saja. Surga itu suatu dimensi yg berbeda, secanggih apapun peralatan & teknologi yg dimiliki manusia, belum pernah ada yg berhasil menentukan di mana surga itu letaknya, di galaksi mana, berapa jarak jauhnya dr bumi. Jadi jelas bahwa di surga tidak terjd pergantian hari siang dan malam karena tidak terpengaruh oleh matahari dan bulan. Surga itu nyata tapi berbeda dimensi dgn bumi di mana kita tinggal. Malaikat bisa melihat kita tp kita tidak bs melihat malaikat karena beda dimensi. Jd Tuhan dalam ayat ini menyamakan 1000 tahun manusia dgn 1 hari di mata Tuhan supaya manusia dapat mengerti isi pesan yg ingin Dia sampaikan.

Org yg biasa mengantri berjam-jam ketika mendampingi temannya dan ternyata hanya antri 15 menit akan berkata bhw antriannya cuma sebentar. Ini mgkin bs menjd sebuah gambaran bhw Tuhan yang kekal itu menilai tahun-tahun manusia itu cuma sebentar, 1 hari itu spt 1000 tahun manusia. Pesan yg ingin Tuhan sampaikan adalah bhw hidup manusia itu cuma sebentar di mata Tuhan, karena itulah manusia hrs bergerak cepat, sebelum waktu hidupnya habis di dunia ini, manusia hrs sudah sampai pd tujuan hidup dan melakukan perintah Tuhan, supaya saat nanti menghadapi pengadilan Tuhan, semua bisa dipertanggung jwbkan dgn baik. Ini spt kejar target, deadline hrs tercapai, begitulah kita hrs memandang tahun-tahun hidup kita masing-masing. Walaupun kita mungkin di usia muda sekalipun, sadarlah bahwa kapan saja kematian itu bs datang. Tubuh sehat tp ada org jahat merampok, kematian bs terjd dan kita kehilangan waktu utk hidup.

Kita ini hidup hanya sebentar di mata Tuhan dan jgn kita terlalu yakin umur kira panjang dan masih tersedia bnyk tahun kehidupan, saksikanlah di rumah duka, org meninggal ada yg tua, ada jg yg masih kanak-kanak.

Posted in Renungan | Comments Off on Cuma Sebentar Saja