Ingat Akan Tuhan

DI 09032020

Bilangan 29:1

  • Pada bulan yang ketujuh, pada tanggal satu bulan itu, haruslah kamu mengadakan pertemuan yang kudus, maka tidak boleh kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat; itulah hari peniupan serunai bagimu.

Kita mengenal bbrpa hari raya yg wajib dirayakan oleh bangsa Israel dg syarat tdk boleh melakukan suatu pekerjaan layaknya seorg budak atau dikenal dg pekerjaan yg berat.

Bekerja dg berat itu bknlah sebuah hal yg dipandang mulia, sejak manusia jatuh dlm dosa, maka manusia hrs bekerja dg berat dan keras spya mendptkan hasil dr apa yg dikerjakan. Tanpa sadar kita terjebak dlm pemikiran spt itu: hrs kerja keras spya sukses, berhasil dan menuai apa yg kita tabur. Kita sbg org yg percaya pd Tuhan telah mengalami pemulihan hubungan dg Tuhan, sbg akibatnya adalah apa yg Tuhan tetapkan mengenai ‘bekerja keras dan berat’ itu seharusnya tdk berlaku lg utk kita, krna urusan dosa sdh Dia sediakan solusinya, tanah yg terkena kutuk krna dosa Adam, kutuk itu telah dipatahkan melalui korban Kristus di kayu salib, darah-Nya telah menghancurkan kutuk saat darah-Nya tercurah ke atas tanah.

Artinya memang manusia tetap harus bekerja, tp ada berkat Tuhan yg menyertainya selama hubungannya dg Tuhan tetap dlm keadaan damai. Kita bekerja sbg ‘kepala’ dan bkn bekerja sbg ‘ekor’. Bekerja bkn utk bertahan hidup tp utk memuliakan Tuhan krna Tuhan terlibat dlm apa yg kita kerjakan. Bekerja berat dan keras hanyalah bagian dr proses pendewasaan dr Tuhan, setelah lulus dr proses, maka kita masuk dlm kondisi bekerja bersama Tuhan. Bekerja sbg org yg berotoritas atas pekerjaan kita, ini yg disebut dg bekerja sbg ‘kepala’. Krna itulah kita hrs memberi waktu dan perhatian yg berkualitas utk Tuhan, spya kita bekerja bkn di bawah kutuk tp di bawah berkat Tuhan yg selalu menyertai kita.

Jgn melupakan Tuhan setelah kita menikmati yg baik dari Dia, jgn terlena dg kelimpahan materi, tetapi menyadari bhw semua itu dipercayakan oleh Tuhan utk kita kelola dg baik dan penuh tanggung jawab.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.