Sepakat Meminta

DI 30012026

Matius 18:19
Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

Ayat ini telah sekian lama salah dipahami, akibatnya salah mengimani dan yg terjadi justru tdk spt yg tertulis dlm ayat ini, jelas bukan salah firman-Nya, tp kitalah yg telah sembarangan menafsirkannya.

Memahami sebuah ayat perlu dilihat bbrpa hal, misalnya konteks di mana ayat ini ada: Yesus sdg bicara pd murid-murid ttg cara menegur yg benar, lalu siapa saja yg ada di dlm ayat ini: ada kata Aku: ini jelas Yesus, lalu kamu: para murid, lalu mereka. Mereka itu bukan Yesus, bukan jg para murid, jadi ini pihak lain, obyek pembicaraan dlm ayat ini ttg menegur mereka: org-org yg berbuat salah atau dosa. Maka kalau dipahami dgn benar, Yesus sdg berkata bhw kalau ada 2 org di antara para murid sepakat meminta sesuatu, maka permintaan org-org yg tadi ditegur akan dikabulkan oleh Bapa. Supaya mudah dimengerti kita ilustrasikan seperti ini: 2 org pemimpin gereja menegur seorg pengerja yg berbuat kesalahan, si pengerja ini akhirnya mau mengakui kedaulatan dan bertobat, meminta 2 org pemimpin ini utk mendoakannya ttg sesuatu yg baik.

Doa org yg ditegur lalu bertobat ini dinilai sbg sesuatu yg baik dan sesuai dg apa yg jadi kehendak Tuhan, lalu 2 pemimpin ini sepakat mendoakannya pd Bapa beserta dgn permintaan si pengerja ini, maks nanti Bapa di surga akan mengabulkannya. Jadi ada brpa org yg meminta? 2 pemimpin dan si pengerja = 3 org, ini bkn ttg permintaan pribadi kita pd Tuhan, tapi perkara khusus ttg permintaan org yg bertobat yg mendpt kesepakatan dr 2 org yg punya otoritas di kerohanian. Tdk bisa dipraktekkan untuk permintaan pribadi. Inilah pentingnya kita melihat ayat sesuai konteks keberadaan, siapa saja yg disebut, kapan itu terjadi. Hal ini bisa menghindari kita keliru memahami apa yg sebenarnya dimaksud Tuhan. Tidak mudah utk memahaminya, tp Tuhan akan memberikan pencerahan dan pengertian yg benar ketika kita belajar ttg kebenaran Tuhan.

Bukan salah ayatnya, tapi kitalah yg salah dlm memahaminya, sehingga yg terjadi itu berbeda dgn yg dimaksud dlm ayat ini, jadi teruslah belajar dgn berhikmat.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.