Yang Lebih Berharga

DI 31012026

Matius 9:13 ILT3
Namun, seraya pergi, pelajarilah apa artinya: Aku mengingini kemurahan dan bukan kurban, karena Aku datang tidak untuk memanggil yang benar, melainkan yang berdosa ke dalam pertobatan.”

Apa yg lebih berharga di mata Tuhan, tentu ini tdk bs memakai standar atau pemikiran manusia kita karena pikiran Tuhan sangat berbeda dgn pemikiran manusia.

Dlm hal persembahan, memang dalam PL diturunkan hukum ttg persembahan yang hrs umat-Nya patuhi utk dilakukan, harus sesuai syarat yg diberikan, kalau tdk maka itu dianggap ‘cacat’ dan tdk layak diberikan pd Tuhan. Org bs mentaati hukum secara pandangan mata jasmani, tapi bagaimana suasana hatinya itu hanya dia dan Tuhan saja yg tahu. Kaya akan harta bs memberi persembahan yg besar dan banyak, tetapi kalau tdk diimbangi dgn ‘kaya hati’, orang hanya akan terhormat di mata manusia, tp tdk di mata Tuhan. Dlm ayat ini Yesus dgn tegas mengatakan bhw lebih mulia orang yg menunjukkan kemurahan pd sesamanya drpd org yg memberi persembahan besar & banyak. Tuhan yg menciptakan segala yg ada di dunia, Dia mau apa, cukup berfirman dan langsung tercipta, tdk butuh tambahan materi dr manusia.

Di dunia, banyak ilmu yg mengajar bgmna bs menjd kaya, bahkan iblis jg tahu hal itu dan menawarkan cara utk menjadi kaya, tp hanya firman Tuhan yg mengajar kita untuk punya ‘kaya hati’ yg sesungguhnya. Orang bs terlihat dermawan, sering memberikan sumbangan, beramal, tp apakah itu dengan ketulusan hati? Atau sbg pencitraan demi tujuan tertentu? Persembahan bukan soal materinya, tp soal hati seseorg waktu dia mempersembahkannya. Kisah janda yang miskin saat memberi persembahan uang, ini yg jadi pelajaran bagi kita, meskipun yg dipersembahkan jumlahnya sedikit, tidak spt persembahan org kaya, tp janda miskin ini dipuji oleh Yesus karena dia memberi yg ada padanya (Markus 22:41-44). Memberi persembahan dgn pengorbanan, itu yang menguji ketulusan hati, memberi utk Tuhan atau menikmati utk diri sndri?

Belajar utk memiliki ‘kekayaan hati’, jangan kejar penghormatan dr manusia, semua itu semu dan sementara, hari ini kita dipuji, tp mgkin nanti kita dihujat.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.