Percaya Perkataan Yesus

DI 13012026

Yohanes 4:50, 53
Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, anakmu hidup!” Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.
Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: “Anakmu hidup.” Lalu ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya.

Percaya bhw perkataan Yesus telah terjadi sekalipun belum melihat buktinya, ini yang kita lihat dlm kisah anak seorg perwira yg akhirnya sembuh dari sakitnya.

Kebanyakan orang percaya setelah melihat bukti, ini sesuatu yg wajar, karena manusia umumnya melihat dgn mata jasmani. Dlm memutuskan suatu perkara, bukti sangat penting, dari bukti yg ada barulah seseorg akan divonis bersalah atau tdk. Tetapi dlm pengertian ttg percaya dlm kekristenan, di dalamnya terdapat sedikit kontradiksi, hrs percaya sekalipun belum melihat buktinya, ini sesuatu yg tdk mudah, melawan logika dan jg bs dianggap sbg ‘org aneh’ bahkan ‘org gila’. Hal yg berkenaan dgn mujizat dr Tuhan, logika tdk bs selalu dijadikan dasar dlm beriman, karena kesanggupan Tuhan melebihi keterbatasan manusia. Hrs dgn metode apa menjelaskan jantung yg rusak bs normal spt tdk pernah terjadi kerusakan sebelumnya, itulah mujizat.

Detik Tuhan berkata, detik yg sama semua telah berubah sesuai perkataan-Nya, tidak perlu banyak waktu bagi Tuhan utk dapat menunjukkan kuasa-Nya. Bgmna kalau yg terjd itu berkenaan dgn diri kita? Bisa kita langsung percaya atau hsrus melihat bukti dahulu? Dalam keadaan bingung, tersudut, tertekan, sulit bagi kita untuk mengaktifkan iman kita, kecuali kita bisa mengendalikan diri dan tenang. Di tengah badai hidup tapi bs tetap tenang, ini hanya dimiliki org yang bersandar penuh pada Tuhan, hubungan yg dekat dgn Tuhan, selalu berkomunikasi dua arah dan terhubung dgn Tuhan. Untuk bisa ada di level ini, tidak mudah, karena banyak proses dan tantangan yg hrs dilewati, tidak boleh bersungut-sungut, mempercayakan hidup sepenuhnya pd Tuhan. Ketenangan itulah awal mengaktifkan iman kita.

Percaya sekalipun belum melihat buktinya, ini yg hrs kita lakukan sbg org percaya pd Tuhan, Dia tdk pernah berdusta, yakinlah dgn sepenuhnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Percaya Perkataan Yesus

Lakukan Perkataan Yesus

DI 12012026

Lukas 6:46
“Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?

Pertanyaan menggunakan kata ‘mengapa’ biasanya bertujuan ingin mengetahui satu penyebab knpa terjadi sesuatu yg di luar dr yg biasanya benar.

Apa sebabnya org berseru pd Yesus tetapi tdk melakukan perkataan-Nya? Berarti ada yg salah di dalamnya. Jika kita ditanyakan hal yg sama sbg seorg karyawan, artinya kita cm ingin gajian tp malas bekerja, tidak melakukan yg jadi tugas pekerjaan kita. Ini bs diartikan sbg suatu sikap ‘mau enaknya tp tdk mau susahnya’. Utk mendapatkan yg jadi hak kita, kadang butuh perjuangan yg tdk ringan. Misalkan tadi, sbg karyawan yg bekerja, tentunya harus lebih awal bangun pagi, berangkat supaya tidak telat absensi, menunjukkan kinerja yg baik barulah kita pantas bicara ttg gaji kita. Kalau realita yg terjadi, kita sering telat, pulang lebih awal, menghilang saat rapat, bisakah kita dgn kepala tegak menuntut pembayaran gaji di tiap bulannya tepat waktu? Maka alasan yg mgkin tepat adalah: org hanya ingin hidup nyaman tp meremehkan Yesus.

Jawaban Yesus berupa gambaran tentang membangun rumah di atas pondasi, tentu saja ini bicara ttg kehidupan kita. Rumah bs merupakan gambaran itulah hidup dari setiap kita, pondasi jelas adalah ketaatan kita melakukan firman Tuhan. Ini bukan ttg status org Kristen atau bukan, karena pada kenyataannya, ada org yg hanya beragama Kristen di KTP, jarang ibadah di gereja, tdk pernah membaca Alkitab, percaya ramalan dsbnya, tp ini ttg org yg mendengar firman dan melanjutkan dgn melakukannya dalam hidup kesehariannya. Tdk melakukan bisa diartikan kurang atau bahkan tdk percaya pd firman Tuhan. Maka yg penting itu bkn status kita sbg org Kristen, tp apakah kita ini pelaku firman atau bukan. Badai hidup pasti datang ke semua org, tp mereka yg pondasinya kuat, hidupnya tdk akan ‘roboh’ diterjang badai hidup, tetap tegak.

Jgn hanya mendengar firman, tp harus jd palaku firman, bukan koleksi hamba Tuhan favorit, suka khotbah kemakmuran tp tdk suka khotbah ttg pertobatan.

Posted in Renungan | Comments Off on Lakukan Perkataan Yesus

Tragedi Kehidupan

DI 10012026

Amsal 14:13 ILT3
Bahkan di dalam tertawa pun hati merana dan sukacita itu akhirnya adalah dukacita.

Bgmna bs mulut tertawa tapi hati merana? Sukacita ternyata dukacita, sulit utk dapat kita pahami kalau tdk ada contoh atau kita mengalaminya sendiri.

Normalnya itu hati adalah perbendaharaan dr setiap org: “Org yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yg diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya”. (Lukas 6:45). Tapi mengapa mulut tertawa tp hati merana? Ini biasanya terjd demi hal lain yg dianggap penting, misalnya, orgtua tdk ingin anaknya tahu mereka sedang dlm kesulitan, mereka memilih utk terlihat spt tdk ada masalah, tertawa, demi anak bisa konsentrasi belajar. Kadang demi tuntutan pekerjaan, masalah di rumah jgn dibawa ke kantor, sbg karyawan hrs tampil prima dan siap bekerja. Tapi yg paling menyedihkan ialah ketika depresi akut, terlalu sedih dan pedih hati, menertawakan diri sendiri.

Hal lain mgkin akibat penipuan, dijanjikan sesuatu yg ‘wow’ di depan, tp ternyata pd akhirnya kita tertipu, uang raib, orgnya itu justru kabur, dsbnya. Memang kita hrs ada dlm kondisi waspada, sekalipun sdg dalam sukacita, ujungnya bs berubah menjd satu dukacita, tak jarang dlm sebuah pesta, yg terjd justru kehilangan org terkasih kita, di dlm liburan, ada saja hal buruk yang terjadi, tentu kita tdk berharap ini terjd pd diri kita, tapi sebaiknya tetap waspada, iblis selalu mencari waktu kita lengah dan mencuri yg baik dr kita. Kalau sedang depresi, jangan hadapi sendirian, carilah org terpercaya yg bs menopang kita, menguatkan kita untuk bs melewati semuanya dgn sejahtera. Kita jg hrs peka ketika org lain sdg bergumul dg masalahnya, perkatakan nasehat yg benar dan kuatkan mereka.

Tidak selalu kita dlm keadaan kuat, jangan lengah, selalu waspada dan dekat dengan Tuhan, Dia tempat perlindungan, sandaran yg teduh.

Posted in Renungan | Comments Off on Tragedi Kehidupan

Kepedihan Hati

DI 09012026

Amsal 14:10 ILT3
Hati mengenal kepedihannya sendiri dan orang asing tidak dapat turut merasakan sukacitanya.

Kepedihan hati, suatu rasa spt daging yang tertusuk pisau, antara benci tp sayang, tdk enak jika diingat, semua org pasti pernah merasakannya.

Kita terkadang ingin dimengerti org lain di saat kita merasakan kepedihan hati. Mgkin di saat kita kehilangan org yg terkasih, saat dikhianati, diselingkuhi, ‘ditikam’ oleh orang yg terdekat kita, dsbnya. Rasanya spt mau mati saja, hidup spt sudah tdk indah lagi & mgkin lebih baik diakhiri. Pengalaman yg terlalu pahit bukan hanya memunculkan 1 trauma tp juga menguras semangat hidup, tak jarang org menjadi ‘dingin’ dgn orang di sekitarnya, masih ‘hidup’ tp sebenarnya itu sdh ‘mati’. Sulit utk diajak komunikasi dan memilih menyendiri. Mgkin kita pernah ada di situasi ini dan mengerti bgmna rasanya hati yg pedih. Namun benarkah orang lain tdk turut bs merasakannya? Dalam ayat ini kita temukan kata ‘orang asing’ yg bs kita maknai org yg tdk ada hubungan apapun & mgkin hanya bertemu sesekali.

Org yg pernah mengalami pasti tahu rasa yg diakibatkan kepedihan hati, jd tentu pny rasa empati. Kata empati memiliki arti bhw punya kemampuan utk mengerti dan share atau berbagi perasaan dari yang lain. Jadi org lain bs turut merasakan perasaan kita karena mereka berempati, pernah alami & tahu bgmna rasanya. Hanya mereka yang punya hubungan dekat dgn kita, bukan yg hanya sekedar kenal saja, tp berinteraksi secara trs menerus dgn kita dalam jangka waktu yg lama, pasti bs berempati dengan kita. Demikian jg kita jg bs berempati dgn perasaan org lain karena kita pernah alami pengalaman yg sama. Butuh sandaran di saat hati kita pedih, pundak utk kita dapat dgn bebas menangis mengeluarkan rasa pedih dlm hati, karena tentu tdk baik kalau memendam kepedihan terlalu lama dalam hati kita.

Milikilah rasa empati yg tulus sehingga bs memberi penghiburan dan kekuatan pada mereka yg hatinya sedang pedih, tunjukkan bhw kita dapat diandalkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Kepedihan Hati

Tidak Semua Berani Jujur

DI 08012026

Amsal 14:5 ILT3
Saksi yang setia tidak akan berdusta, tetapi saksi yang palsu menghembuskan kebohongan.

Ada saat di mana kita butuh kesaksian dari org yg tahu keadaan kita dan peristiwa yg sdg terjadi, namun realitanya tdk semua dr mereka yg bersedia utk menjd saksi.

Alasannya beragam, mulai dr tdk mau jadi terlibat dalam masalah kita, cari aman, kita dianggap tdk menguntungkan. Padahal dr kesaksian merekalah, kebenaran ttg yang telah terjd akan terungkap, sementara itu di pihak lain gencar melemparkan tuduhan dan kebohongan yg membuat org lain jadi percaya bhw kitalah yg salah dan berbuat yg jahat. Tentu pedih rasanya kalau orang yg menolak menjd saksi buat kita itu ialah org yg selama ini banyak menikmati yang baik dr kita, tdk tahu balas budi, tega dan bahkan spt berkhianat melawan kita. Tidak mau menjd saksi bagi kita itu sudah cukup menyakiti kita, apalagi mau bersaksi tetapi justru kesaksiannya itu bohong dan penuh dengan niat jahat terhadap kita. Keduanya tentu tdk kita harapkan ada di lingkaran dr persahabatan kita.

Lalu bgmna jika kita ada di pihak yg harus menjd saksi bagi org lain? Bersediakah utk jadi saksi? Atau kita pilih cari aman saja & membiarkan org itu mengalami hal buruk & fitnahan keji menimpanya? Ini kembali pd integritas diri kita masing-masing. Setiakah kita, atau kita hanya mencari keuntungan & memanfaatkan org lain demi kepentingan kita? Jgn jadi pengkhianat dan pengecut, di dalam persahabatan dan kekeluargaan, yg utama adalah kesetiaan mendampingi di masa-masa yg tdk nyaman. Kalau kita tdk ingin diperlakukan demikian, perlakukanlah org lain dengan benar. Suatu saat mungkin kita yang membutuhkan kesaksian mereka, tapi kalau kita dahulu menolak, jgn terkejut jika mereka sekarang menolak jg, ingatlah tabur tuai itu berlaku dlm kehidupan, suatu saat kita ‘memakan buah’ dr yg kita tabur.

Jadilah org yg berintegritas, setia kawan & dapat diandalkan, suatu saat kitalah yang butuh org lain, ingat hukum tabur tuai, ini pasti terjadi atas hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Semua Berani Jujur

Harus Memuliakan Tuhan

DI 07012026

Lukas 17:18
Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?”

Ditolong Tuhan, apa yg hrs kita lakukan? DI dlm ayat ini Yesus mengingatkan utk ketika sdh ditolong, jgn lupa memuliakan Tuhan & bertemu Tuhan.

Kadang yg terjd justru kita terlalu terkejut dgn apa yg Tuhan perbuat, terlalu gembira sehingga kita larut dlm sukacita besar, tapi lupa utk berterimakasih dan bersyukur pd Tuhan dgn segenap hati. Satu dari sepuluh org kusta ini saat menyadari dirinya sudah tahir, kustanya sembuh, berbalik arah dan kembali menemui Yesus, menyembah dan memuliakan Tuhan. Lalu 9 org lainnya, apa yg mereka lakukan? Sesuai adat Yahudi, yg sakit kusta lalu sembuh menjd tahir, harus menemui para imam utk diperiksa apakah benar bhw mereka telah tahir. Jangan lupa bhw Yesus jg yang memerintahkan mereka untuk menemui para imam (ay 14). Terlalu cepat kita menvonis 9 org kusta lainnya itu tdk tahu berterimakasih, ini ttg bgmna cara seseorg memuliakan Tuhan. Perhatikan yg ada dlm kisah ini.

Misalkan ada 2 org sakit kanker, didoakan dan sembuh, yang satu lebih dulu beriman dan yakin disembuhkan, belum diperiksa oleh dokter, percaya sudah sembuh. Orang yang lain mgkin imannya masih kecil, perlu utk memeriksakan diri pd dokter dan yakin sembuh setelah hasil pemeriksaannya itu keluar. Yg satu dgn iman, yg satu dg logika, ini yg terjd pd 10 org kusta. 1 org ini belum menemui imam dan yakin sudah sembuh, dan ini jg dikonfirmasi oleh Yesus sendiri, sementara 9 yg lain perlu check up kepada para imam dan dinyatakan sembuh. Tidak ditulis 9 org ini mengucap syukur atau tdk setelah dinyatakan tahir, tapi tentunya dgn sesuai Taurat (Imamat 14). Mgkin saja dr 9 org itu mereka mengucap syukur pd Tuhan tetapi tdk spontan spt 1 org kusta di dalam kisah ini.

Kalau kita ditolong Tuhan, bersyukur serta muliakan Tuhan, bersaksi ttg dahsyatnya kuasa Tuhan yg telah kita alami, jgn menjd org yg tdk tahu berterimakasih.

Posted in Renungan | Comments Off on Harus Memuliakan Tuhan

Sadar Kita Ini Hamba

DI 06012025

Lukas 17:8-9 (TB)
Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.
Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?

Kadang kita lupa bhw ada rangkap status kita di hadapan Tuhan, kadang yg banyak ditonjolkan adalah status spt bapa dengan anaknya, tapi status hamba dan tuan tidak begitu dipedulikan.

Bahkan org yg melayani sekalipun, belum tentu dia punya jiwa seorg hamba, prinsip yg di pikirannya itu layaknya karyawan dgn bosnya, kerja nantinya dapat gaji, ada hak yg dilindungi. Akibatnya hubungan dengan Tuhan bersifat transaksional belaka, kalau melayani, nanti dapat upah dr Tuhan, tidak heran kalau jenis pelayanan yg ada ‘PK’ nya lebih diminati drpd yg sukarela. Karena dpt ‘PK’, merasa diri pantas dihargai, mendapat perlakuan istimewa, punya ‘nilai jual tinggi’. Contohnya, ada oknum pemusik yg ketika khotbah disampaikan, lebih memilih untuk ngobrol dgn sesama pemusik, perkiraan di waktu khotbah akan selesai, baru kembali ke dekat mimbar. Tentu ini hanya ‘oknum’, bs dimengerti kalau kasusnya itu terjadi di saat sudah ibadah ke-2 dgn khotbah yang sama, tentu bisa dimaklumi karena sudah mendengar khotbah ibadah pertama.

Sbg hamba dari Tuhan, tujuan kita adalah menyenangkan dan memuaskan hati-Nya, dlm ayat ini jelas digambarkan situasi dari seorg pelayan, baru boleh makan setelah tuannya selesai, tdk ada tugas lain. Zaman skrg mgkin sedikit berbeda, seorg PRT bisa saja ngomel-ngomel karena tugas terlalu banyak, zaman dulu hamba tdk layak untuk protes, jgn sampai tuannya marah. Apalagi mengharapkan apresiasi dr tuannya, tidak diberi ucapan terimakasih tetapi tetap hrs giat bekerja dan melayani. Beda dg zaman skrg, kurang dihargai ya pergi atau keluar saja, cari tempat lain yg mau menghargai, maka jgn heran, ada oknum pelayan yang bertanya lebih dahulu: “Berapa PK-nya?” Di titik inilah yg dilakukan bukan pelayanan tp layaknya karyawan yg hanya mau bekerja jika gaji yg diterima itu sesuai. Fokusnya bukan Tuhan lagi, tetapi uang dan uang.

Layanilah Tuhan dgn motivasi yg benar, di dalam pengabdian diri kita pd Tuhan, hrs didasari oleh kasih kepada-Nya, tidak dgn sengaja memikirkan upah, karena percaya Tuhan pasti berikan.

Posted in Renungan | Comments Off on Sadar Kita Ini Hamba

Jagalah Dirimu

DI 05012026

Lukas 21:34 ILT3
Tetapi jagalah dirimu supaya hatimu tidak dibebani oleh kebingungan dan kemabukan serta kekhawatiran hidup, dan hari yang tak terduga itu akan datang kepadamu

Mabuk, bs terjd karena terlalu gembira, tapi jg mabuk bs terjd karena bingung dan rasa kuatir yg amat sangat, ingin rasanya lari dr kenyataan yg sdg terjd.

Kemabukan dlm ayat ini bukan karena sdg gembira, ada kata kebingungan, kekuatiran hidup, artinya pusing dgn masalah jasmani kita dan kebutuhannya. Misalnya seseorg yg dlm masalah besar, menghadapi suatu kebuntuan, tdk menemukan solusi, mabuk menjd pelarian sesaat yg menurutnya bisa sejenak melupakan masalah itu. Mabuk jg bs sbg bentuk penyesalan diri yang negatif, bukannya berusaha memperbaiki keadaan, tetapi lari dr tanggung jawab, sdh terlanjur dicap pengecut, pecundang, ya sekalian jd pemabuk saja, sdh dibenci org banyak, ya sekalian tambah dibenci lagi. Mabuk tidak akan menyelesaikan masalah, tp justru bs menimbulkan masalah baru, karena ketika mabuk, seseorg bs lepas kendali, bertindak sembrono, merugikan org lain, bahkan bisa berbuat kriminal, spt menabrak kendaraan lain saat menyetir hingga timbul korban.

Mendekat pd Tuhan, ini yg seharusnya kita lakukan saat bingung dan kuatir. Yg sering terjadi adalah kita kurang sabar menunggu Tuhan bertindak pada waktu-Nya, kita ingin semuanya cepat, detik kita berdoa berkata ‘amin’, detik berikutnya Tuhan langsung dg cepat bertindak. Tdk boleh spt itu! Apa hak kita menyuruh Tuhan mengikuti kemauan kita? Apa kita lebih pintar drpd Tuhan? Dlm penantian pertolongan Tuhan datang, kita hrs mempersiapkan ‘jalan’ bagi Tuhan dgn cara-Nya yg ajaib utk bertindak. Terkadang Dia bertindak menggunakan diri kita untuk menunjukkan kuasa-Nya, tp kadang kitalah yg tdk sadar dan tdk siap, kita hanya diam menunggu tanpa berbuat apa-apa. Tetapi yg kita perbuat janganlah menghalangi yg sdg Tuhan rencanakan bagi kita, jangan mabuk, jgn bingung, dan jgn kuatir, ini yang hrs kita lakukan.

Masalah pasti ada dan akan mendatangi di waktu ke depan, persiapkan diri dan miliki mental pemenang dlm diri kita, jgn mabuk dan hanyut oleh masalah.

Posted in Renungan | Comments Off on Jagalah Dirimu

Menjadi Musuh Terdekat

DI 03012026

Matius 10:36-37 ILT3
Dan musuh seseorang, adalah seisi rumahnya.
Siapa yang mengasihi ayah atau ibunya lebih daripada-Ku, tidaklah layak bagi-Ku; dan siapa yang mengasihi anak laki-laki atau anak perempuannya lebih daripada-Ku tidaklah layak bagi-Ku.

Prinsip ini terlihat sangat tegas, dlm suatu situasi tertentu, hrs mengasihi Tuhan lebih drpd mengasihi orgtua dan anak, tapi perlu kita ketahui konteksnya.

Hal mengikut Yesus pd zaman Yesus hidup di dunia sedikit berbeda dg zaman skrg ini, zaman Yesus hidup, mengikut Dia berarti benar-benar hingga meninggalkan keluarga secara fisik, meskipun anggota keluarga itu keberatan, hrs memilih mana yg diikuti dan mana yg ditinggal. Pd level yg lebih ringan, pihak keluarga mgkin akan memusuhi org itu karena berbeda prinsip antara ajaran di dalam Taurat dan perkataan Yesus waktu itu sbg nabi. Kita tahu bbrpa tindakan yang Yesus lakukan, misalnya menyembuhkan org di hari Sabat, mengecam para Farisi & ahli Taurat dipandang tdk pantas, memicu kemarahan yg dikecam, shga kalau berani dgn terang-terangan mengaku sbg orang yg mengikut Yesus, bs turut kena getahnya dan kalau nanti Yesus disalibkan, org itu jg mgkin ikut disalibkan, itulah makna dr arti memikul salib setiap hari. Ikut Yesus bisa nyawa terancam.

Pengikut Yesus itu pembawa damai, tetapi sampai pd level taat pd Tuhan, keluarga bs menjd ‘musuh’ terdekat, musuh di sini dlm pengertian org-org yg menentang, yg ingin kita tdk taat pd Tuhan, bahkan ingin cepat membunuh kita demi alasan ‘ibadah’ pada Tuhan: Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua org oleh karena nama-Ku (Lukas 21:16-17). Di zaman skrg ini mgkin yg jadi masalahnya adalah perbedaan doktrin dlm 1 keluarga karena mgkin saja dlm 1 keluarga itu ada yg ke gereja A, B, C, yg doktrinnya berbeda, ini bs jd pemicu perpecahan. Walau zaman skrg ini jarang terjd keributan karena beda doktrin dlm 1 keluarga, biarlah semuanya saling menghormati doktrin yg dianut oleh masing-masing anggota keluarga.

Mengikut Yesus kadang hrs meninggalkan yg lain, lebih mengasihi Yesus drpd semua yg kita kasihi, pilihan ada di tangan kita, yg mana yg lebih kita kasihi?

Posted in Renungan | Comments Off on Menjadi Musuh Terdekat

Tahun Baru vs Hidup Baru

DI 02012026

Roma 6:4 ILT3
Sebab itu, kita telah dikuburkan bersama Dia melalui baptisan ke dalam kematian supaya sama seperti HaMashiakh telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian pula kita harus berjalan dalam pembaruan hidup.

Memasuki hari ke-2 di tahun 2026 ini, apa yg menjd fokus kita? Ingin situasi berubah lebih baik dr 2025? Jgn sampai ini berubah dr harapan menjd mimpi belaka.

Kalau kehidupan kerohanian kita masih di dlm situasi yg lama, mgkinkah terjd suatu perubahan nasib? Dlm ayat ini disinggung ttg berjalan dlm pembaharuan hidup, satu hal yg hrsnya dimulai dlm diri kita. Yg nanti kita hadapi ke depan tdk akan sama sulit & kerasnya dr tahun 2025. Semakin dekat dg kedatangan Tuhan yg kedua, keadaan tdk semakin baik. Bandingkan saja antara thn 2024 dgn tahun 2025, terasa lebih banyak goncangan atau tidak? Kalau hidup rohani kita belum berubah, bgmna kita bs lewati tahun 2026 ini dgn senyum kemenangan? Atau malah hujan air mata yg terjd nanti, karena itulah pentingnya pembaharuan di dalam hidup kerohanian kita diperhatikan dan dilihat perkembangannya. Makin dkt Tuhan atau malah menjauh? Makin taat pd Tuhan atau makin mengabaikan perintah Tuhan?

Pembaharuan hidup bukan sekedar terjadi perubahan status menjd Kristen, tetapi ttg hidup sbg org Kristen di tengah dunia yang tdk semakin baik ini. Apakah kita dg tegas dan bangga mengakui Tuhan Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat kita? Atau kita malu-malu mengakui Dia di dpn umum plus menyangkal Dia? “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 10:32-33). Tunjukkan bhw org Kristen punya kualitas diri yg lebih baik drpd yg lain, meskipun kita dlm kesulitan, ada Tuhan yg menolong dan melepaskan kita. Jgn berjalan sbg org fasik, hiduplah bijak dan takut akan Tuhan.

Pembaharuan hidup hrs terjd pada diri kita, keadaan di depan membutuhkan iman yg lebih besar, daya tahan yg lebih kuat, kasih pd Tuhan yg semakin mendalam.

Posted in Renungan | Comments Off on Tahun Baru vs Hidup Baru