Berikan Yang Pertama Untuk Tuhan

DI 23122022

Lukas 2:6-7
Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin,
dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

Penulis kitab Lukas menulis secara detail bhw Yesus adalah anak jasmani Maria yg sulung, jd kita bs memahami bhw Yesus ternyata jg punya beberapa org adik lagi, anak dr Yusuf dan Maria.

Kelahiran anak pertama tentu menjd sesuatu yg baru bagi tiap wanita, blm ada pengalaman dan perlu bnyk belajar ttg situasi kehamilan seorang wanita. Kehamilan yg pertama bagi Maria tentu seharusnya terjd stlah masuk masa pernikahan, tp karena kehamilannya yg pertama ini adalah bagian dr rencana Tuhan, maka tentu perasaan yg dialami Maria bercampur aduk, mau tanya ttg kehamilan pd orgtua atau kerabatnya pasti akan menimbulkan tanda tanya, belum menikah, baru tunangan saja, kenapa bnyk bertanya? Bisa saja timbul kecurigaan bhw Maria hamil sblum nikah dan itu bs berakibat buruk bagi Maria karena dia akan dihakimi menurut hukum Taurat. Tuhan itu tahu perasaan Maria, karena itulah Dia memberi konfirmasi baik pd Maria dan jg calon suaminya yaitu Yusuf, sehingga semuanya boleh berjalan dgn baik. Memang tdk mudah jika kita ada dlm posisi Maria atau Yusuf, hrs bnyk berkorban dan tunduk pd kehendak Tuhan. Maria berkorban dg hrs hamil sblum dia dan Yusuf menikah, Yusuf jg berkorban, haknya sbg suami yaitu kesucian istrinya sbg seorg gadis, tdk bs dia peroleh krna sampai Maria melahirkan, mereka tdk layaknya suami istri berhubungan badan (Matius 1:24-25)

Dlm hukum Taurat, ada persembahan sulung yg diwajibkan untuk dipersembahkan pada Tuhan. Maria ‘mempersembahkan’ masa kehamilan yg pertamanya utk menjd bagian dr rencana Tuhan mendatangkan Juruselamat dan Mesias yg hrs lahir sbg manusia di dunia ini. Kitapun pasti jg pernah mengalami ketika Tuhan ‘meminta yang sulung’ dr hidup kita, jenisnya mgkin berbeda, tp yg sama adalah ada pengorbanan yg harus kita lakukan dgn kerelaan hati. Yang menjd hak kita dgn rela kita berikan utk Tuhan pakai sesuai dgn kehendak-Nya. Tentu ada saat-saat di mana ada pergumulan dlm diri kita, pikiran, perasaan dan hati kadang belum sama dan sepakat, timbul 1 rasa ketakutan apa yg nantinya akan terjd, tapi pastinya Tuhan akan meng-cover kita, Dia bukan Tuhan yg kejam dan bengis yg arogan sengaja mengambil hak kita tanpa tanggung jawab. Dia peduli dan sdh memperhitungkan semuanya dg sempurna, Dia bela kita. Jadilah spt Maria dan Yusuf yg sepakat menjalani tujuan Tuhan dalam hidup pernikahan mereka, menjalani semuanya sbg hamba-hamba yg taat dan setia, yg penting rencana dan kehendak Tuhan menjd nyata dan berdampak luas.

Apakah Tuhan sedang meminta hak kita? Mulai dg kerelaan hati dan sukacita, berkorban untuk kemuliaan Tuhan dinyatakan, Tuhan pasti bela & meng-cover kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Berikan Yang Pertama Untuk Tuhan

Makna Ulang Tahun

DI 22122022

Lukas 2:6-7
Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin,
dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

Adakah perayaan hari ulang tahun di kalangan orang Israel? Dlm Alkitab sendiri tdk ada kisah org Israel yg merayakan hari ulang tahunnya, itu jg sebabnya tanggal hari kelahiran Yesus tidak tercatat di Alkitab.

Perayaan Natal bisa dilakukan sepanjang bulan Desember bahkan ada yg di bulan Januari juga, itu karena tidak ada catatan tanggal persisnya kapan Yesus dilahirkan. Beda dgn zaman skrg di Israel sudah ada perayaan hari ulang tahun, tapi tidak berlaku utk kalangan penganut Yudaisme Ortodoks. Justru yg diperingati adalah tanggal kematian seseorg setiap tahunnya. Ada makna yg bs kita ambil yaitu yang lebih penting adalah bgmn kita hidup hingga saatnya kita meninggal, kematian lebih penting dr kelahiran. Namun yg pasti, tetap ada gunanya kita memperingati hari ulang tahun, bukan saja bersukacita karna umur kita bertambah tiap tahunnya, tp yg hrs disadari juga bahwa setiap tahunnya jatah umur hidup di dunia ini berkurang satu tahun lg, tiap org pasti akan mati, jadi di satu sisi kita bersukacita bisa hidup satu lagi, tp di sisi lain kita hrs ingat bhw hidup di dunia ini hanya sementara, ada hal-hal yg perlu kita siapkan bila nanti tiba saatnya utk kita meninggalkan dunia ini, apa yg kita bawa ke hadapan Tuhan di pengadilan-Nya? Merayakan ulang tahun saja perlu persiapan, maka penting juga utk mempersiapkan diri bila saatnya untuk kita tiba menghadap Bapa di surga.

Ada yg bertambah dan jg ada yg berkurang bila kita membandingkan hidup kita di setiap umur yg kita jalani, ada yg bertambah kaya, ada jg yg berkurang hartanya, ada yang tambah anggota keluarga baru: punya anak, ipar, menantu, tapi ada jg yabg berkurang anggota keluarga karena meninggal dunia. Ada yg merasa makin dewasa dlm karakter dan sikap, ada jg yg merasa sdkit bodoh krna mengalami hal-hal yg tdk diinginkan dlm tahun itu. Tapi pertanyaan yg mendasarnya adalah apakah di usia yg sekarang ini, kita lebih berkenan di hadapan Tuhan atau tidak? Apakah kita makin serupa dgn Kristus? Apakah banyak kebaikan yg kita lakukan terhadap org lain? Ada bnyk hal yg bs jd bahan evaluasi kita setiap thn saat memperingati hari kelahiran kita. Jangan lupa utk bersyukur pd Tuhan karena penyertaan dan kasih Tuhan yg telah kita terima, semua bs kita lewati karena Tuhan menopang dan selalu menuntun kita di jalan-Nya. Berterima kasihlah pd keluarga yg sudah mewarnai hidup kita dan mengasihi kita, pd pasangan hidup yg dg penuh kerelaan mau menjalani hidup bersama dalam suka dan duka, pada para sahabat yg selalu ada di saat kita membutuhkan mereka, dan org-org yg berjasa dlm hidup kita, mereka semua adalah ‘berkat’ Tuhan yg terindah utk kita.

Perayaan yg ‘wah’ tentu sesuatu yg wajar, tapi di sisi lain ingatlah bahwa roda kehidupan ini terus berjalan maju, semakin mendekati garis akhir yg dimiliki hidup setiap org di dunia ini, bersiaplah supaya kita tdk menyesal dlm kekekalan.

Posted in Renungan | Comments Off on Makna Ulang Tahun

Ada Pengecualian

DI 21122022

Kisah Para Rasul 8:36-37
Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: “Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?”
[Sahut Filipus: “Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh.” Jawabnya: “Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.”]

Karena banyaknya denominasi di tubuh gereja Tuhan seluruh dunia, maka kita temui beragam cara baptisan yang dilakukan di masing-masing denominasi, namun ini hrs dihormati dan jangan jadi bahan perdebatan.

Dlm kisah yg kita baca, kata air dlm bhsa aslinya adalah hudór yg berarti air yg dihasilkan akibat turunnya hujan, jadi mungkin ada genangan air yg cukup dalam akibat hujan dan saat itu timbul niat sida-sida Etiopia ini utk dibaptis, dan sesuai pertimbangan Filipus, asalkan hati sida-sida ini sungguh percaya pd Tuhan, hal itu akhirnya jadi dilakukan, terjadilah akhirnya sida-sida ini telah dibaptis. Apakah tubuhnya seutuhnya masuk ke dlm air itu atau tidak, tdk dijelaskan dlm Alkitab. Jadi yg bs kita pelajari adalah boleh ada suatu pengecualian bila kondisi atau situasi yang ada itu bukan di tempat yang seharusnya. Misalnya, bgmna kalau ada seorg yg sekarat tp akhirnya mau bertobat, bgmna cara membaptisnya? Tdk mgkin hrs dgn cara yg normal, sesuai dgn ayat yg kita baca, yg penting adalah hati org itu dgn penuh keyakinan percaya pd Tuhan, maka cara baptisannya bs disesuaikan dgn kondisi orang itu atau tempatnya. Tapi cukupkah bila dengan hati percaya tp tdk perlu dibaptis dlm kasus org yang sekarat ini? Kembali pd kebenaran firman Tuhan bhw org yg percaya tetap harus dibaptis (Markus 16:16). Jadi harus dibaptis, namun dgn cara yg disesuaikan dgn kondisi yg ada.

Apakah org yang awalnya Kristen, lalu pindah ke agama lain, tp akhirnya mau kembali pd Tuhan, apakah hrs dibaptis lagi? Mgkin bnyk pendapat dan pandangan ttg hal ini, ada yg berpandangan baptisan itu hanya sekali seumur hidup, apapun kondisinya tetap hanya sekali saja. Pandangan yg berbeda menganggap org Kristen yg keluar dr kekristenan dan masuk ke agama lain, artinya dia sdh menyangkal bhw Yesus adalah Tuhan & Juruselamat, artinya baptisannya yg dulu sudah dia sangkal sendiri kegunaannya, jadi ketika dia mau kembali pd Tuhan, maka perlu utk dibaptis lagi, sbg bukti bhw dia kembali mengakui Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Ikutilah sesuai dgn doktrin yang dipegang oleh gereja lokal kita, tdk perlu berdebat dgn pandangan yg berbeda, karena penghakiman adalah hak Tuhan. Bgmna dgn org yg ziarah ke Israel lalu masuk ke dalam sungai Yordan? Itu bukan baptisan, kecuali bagi mereka yg blm pernah dibaptis sebelumnya, tp kalau sdh pernah dibaptis, masuk ke dlm sungai Yordan bagi sebagian kalangan dianggap suatu ‘pentahiran’, bagi kalangan lain dianggap hanya sekedar utk mengingat kembali komitmen untuk setia sbg pengikut Kristus.

Tdk semua org yg sudah dibaptis itu hidup dlm pertobatan, adalah sebuah dosa kalau dibaptis hanyalah utk alasan pernikahan, atau terpaksa karena sesuatu alasan khusus, Tuhan tdk boleh dipermainkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Ada Pengecualian

Persis Keadaan Rohnya

DI 20122022

Lukas 11:14 ILT3
Dan ketika Dia sedang mengusir roh jahat, dan roh jahat itu bisu, maka terjadilah ketika roh jahat itu keluar, orang bisu itu berbicara, dan kerumunan orang itu takjublah.

Org yg kerasukan roh jahat ini sebenarnya tidak bisu, tapi karena dirasuki roh jahat yg bisu, dia jg menjadi bisu, setelah roh jahatnya keluar, orang ini kembali normal, bs bicara lagi spt semula.

Pelajaran apa yg bs kita pelajari dr hal ini? Yang menggerakkan tubuh seseorg ternyata adalah roh yg ada dlm tubuhnya. Org yg dirasuki menjd bisu karena roh jahat yg merasukinya ternyata roh yg bisu, jadi apa yg terlihat dari fungsi tubuh seseorg, bs sedikit memberikan kita info bgmna keadaan roh org itu. Org yg biasanya energik, tp karena suatu peristiwa terjadi yg menggoncang jiwa dan rohnya, dia bs terlihat spt org yg lemah walaupun secara fisiknya cukup kuat. Tapi tidak berlaku kebalikannya, misalnya org yang lumpuh akibat kecelakaan lalu diartikan rohnya lumpuh juga, ini yg membedakannya. Pengaruh keadaan roh terhadap tubuh itu jauh lebih besar daripada pengaruh tubuh terhadap rohnya. Tubuh capek membuat mata ngantuk, akibatnya tertidur saat beribadah di gereja, padahal rohnya mau dirinya tetap beribadah, tp kelelahan fisik menghalangi apa yg dikehendaki rohnya. Org yang kerasukan roh jahat maka tubuhnya dikendalikan roh jahat itu dan melakukan persis spt keadaan roh jahat yg ada menguasai tubuhnya, tak heran saat dlm moment pelayanan pelepasan, org yg kerasukan bisa mengaum spt harimau, merayap di dinding spt cicak, berdesis spt ular, dsbnya.

Kalau demikian, apa yg terjd saat seorg Kristen dipenuhi oleh Roh Tuhan dlm dirinya? Kita ingat perkataan Yesus sblum Dia terangkat ke surga dlm Kisah Para Rasul 1:8 bhw kita akan terima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atas kita. Coba bayangkan, apa yg bs kita buat kalau dalam diri kita ada kuasa Tuhan? Kita juga ingat saat para murid Yesus diutus pergi ke banyak tempat, di sana mereka jg bs mengusir roh jahat dan juga melakukan penyembuhan (Matius 10:1). Kalau Roh Tuhan ada dlm diri kita, maka kita memiliki kuasa Tuhan yg Dia berikan sesuai dgn batas yg Dia kehendaki, dan kita bs melakukan sama spt yg pernah Yesus lakukan. Dalam Markus 16:16 kita temukan bhw tanda-tanda yg menyertai org percaya itu sangat dahsyat, kita bisa terlihat spt org yg ‘sakti’, org yg punya ‘isi’ dlm tubuhnya, tp sayangnya, sebagian kalangan telanjur memiliki pemikiran bhw tidak usah menjd ‘sakti’, takutnya itu bukan dr Tuhan sumbernya, pdhal di Alkitab sendiri ada ayat-ayat yg menerangkan bhw org yg dikuasai Roh Tuhan itu mengalami hal yang di luar nalar dan sifatnya supranatural, misalnya Filipus, selesai membaptis seorg sida-sida asal Etiopia, dia mengalami ‘teleportasi’, bisa dengan cepat ada di tempat lain yg jauh dalam sekejap saja (Kisah Para Rasul 8:38-40).

Roh apa yg ada dlm diri kita? Apakah kita penuh dgn Roh Tuhan? Nilailah dr bgmna kita hidup di keseharian kita, tp pastikan setiap hari hidup ini dipimpin oleh Roh Kudus.

Posted in Renungan | Comments Off on Persis Keadaan Rohnya

Mengajari Berdoa

DI 19122022

Lukas 11:1
Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.”

Berdoa, bukankah sesuatu yg mudah dilakukan? Anak kecilpun juga bs berdoa, tp mengapa kita masih menemukan org yg kalau diminta pimpin doa selalu bilangnya tidak bisa?

Di sinilah kita hrs paham, ada 2 macam jenis dr doa yaitu doa pribadi kita pd Tuhan dan doa yg secara berkelompok pd Tuhan. Mgkin utk jenis doa pribadi kita masing-masing pd Tuhan, tiap org bs melakukannya, apalagi kalau sejak kecil sudah dibudayakan oleh orangtuanya melalui mezbah keluarga. Tentu jenis doa yg ini semua org fasih melakukannya, namun berdoa secara berkelompok, ini dlm pengertian memimpin doa bersama, buat sebagian org ini menjd masalah yg ‘besar’ dgn berbagai alasan yg biasanya ialah menyinggung ‘kelemahan’ yg dimiliki: susah utk bicara di depan banyak orang, grogi, gemetaran, takut salah kata, hingga berkata tidak pandai di dalam menyusun kata-kata. Tentu halangan spt ini masih bs diatasi dengan pelatihan berbicara, karena hanya halangan teknis yg bs diatasi dgn mudah. Bisa dimulai dgn menulis dahulu materi dan kalimat doa yg hendak didoakan nantinya, walaupun terlihat ‘kuno’ caranya, tp itu cara yang mudah utk dilakukan. Memberikan ‘jam terbang’ yg sering adalah kelanjutan dr cara utk melatih seseorg utk makin fasih dlm memimpin doa di depan umum. Tapi kembali pd pribadi orangnya, mau belajar dan berlatih, atau tdk.

Dr ayat yg kita bc, ternyata Yohanes Pembaptis mengajarkan para muridnya ttg berdoa, ini bisa kita lihat dr pernyataan salah satu murid Yesus dlm ayat ini. Doa yg diajarkan seperti apa, tidak tertulis dlm Alkitab, tapi ini bisa jadi perenungan bagi kita bhw berdoa itu memang harus terarah, supaya doa kita efektif dan didengar oleh Tuhan setiap saat. Di gereja biasanya ada kelas-kelas khusus yang di dlmnya terdapat pengajaran ttg doa, apakah itu kelas pembinaan, KOM, PA, dan sebagainya. Doa yg diajarkan Yesus itu dikenal dgn Doa Bapa Kami, yg didahului dg penjelasan mengenai sikap berdoa yg dikehendaki Tuhan. Kata-kata dlm doa itu penting, tapi sikap ketika berdoa, itu jg menjadi perhatian khusus Tuhan, karena Tuhan bs melihat isi hati manusia, tahu ttg motivasi doa yang dinaikkan, apakah karena ingin terlihat rohani dan terhormat, atau karena ketulusan hati dan sesuai dgn kehendak Tuhan. Bantu mengajari org yg belum fasih berdoa itu suatu kewajiban, karena Yesuspun mengajarkan cara berdoa kepada para murid-Nya, jg memberi teladan dlm hal berdoa, hingga para murid-Nya yg kemudian menjd para rasul bs berdoa penuh kuasa.

Berdoa itu mudah, tapi berdoa yg benar itu perlu pemahaman yg benar dan ‘jam terbang’, jangan menolak ketika diminta utk memimpin doa saat dlm sebuah kegiatan, lakukan dgn motivasi yg benar.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengajari Berdoa

Pergi dan Lakukan

DI 17122022

Lukas 10:37
Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”

Tidak semua org berkualitas yg dipilih Yesus bs ikut dlm rombongan-Nya, sebagian hanya punya kesempatan belajar secara singkat spt seorang ahli Taurat dlm kisah ini.

Yang menarik adalah perkataan Yesus di akhir percakapan mereka, yaitu menyuruh ahli Taurat ini pergi dan melakukan apa yang tadi dikatakan oleh Yesus sbg jawaban atas pertanyaannya. Ini tentu bs dinilai sbg suatu sikap yg arogan, orang bertanya setelah dijawab lalu disuruh pergi, tapi tentu setiap perkataan Yesus itu tdk sembarang asal dikatakan, pasti ada tujuan dan maksud yg tepat mengenai orang yg jadi sasarannya. Si ahli Taurat ini tentunya tdk diragukan lagi mengenai keilmuannya dlm hal Taurat, tp yg menjd sebuah kekurangannya adalah banyak tahu tapi lambat utk melakukannya. Yg Yesus mau adalah cepat utk memahami dan praktekkan apa yg sdh bisa dipahami itu. Firman Tuhan yang sdh dimengerti bukan utk dijadikan koleksi pengetahuan lalu itu dijadikan sbg suatu kebanggaan. Bagi Yesus, yg berarti adalah memahami lalu mempraktekkan dlm keseharian hidup. Ahli Taurat tentu dia juga mengajar ttg Taurat pd masyarakat umum, yang dituntut tentu bkn sekedar hebat pengetahuan yg dimiliki, tapi kesaksian hidupnya apa sesuai tidak dgn yg diajarkan, itulah sebabnya Yesus jg pernah menyebut kalangan ahli Taurat sebagai golongan yg munafik (Matius 23:13).

Dlm kalangan org Kristen jg ada org-org yg suka sekali mengkoleksi khotbah, suka cari materi yg bagus ttg khotbah, menyeleksi hamba-hamba Tuhan mana yg bisa berkhotbah dgn baik, kalau berdiskusi selalu ttg hal rohani, jago berdebat, tp sayangnya dia masih punya karakter munafik dan perbuatannya cenderung kontroversial, satu sisi terlihat rohani, tp perbuatannya sana seperti org yg hidup secara duniawi. Firman Tuhan bkn dipakai utk membangun kerohanian orang lain, tp justru utk menghakimi dan menjatuhkan, bkn membuat org lain tambah mengerti firman, tapi hanya ingin menang debat dan rasanya senang sekali bs membungkam lawan bicaranya. Yang paling mengerikan adalah org yang kelihatannya sangat rohani tp sebenarnya duniawi & munafik, bukan jadi berkat tapi jadi masalah di manapun dia berada. Dikagumi manusia tapi ditolak oleh Tuhan, apa gunanya? Lebih baik orang yg jarang bicara ttg hal-hal rohani tp perbuatannya penuh dgn bukti ketaatannya pd kebenaran firman, jadi berkat dan org-org merasa senang dg kehadiran dan apa yg dia lakukan. Punya pengetahuan itu perlu, tp kalau tidak dipraktekkan, itu semua jadi omong kosong belaka, tdk memuliakan Tuhan.

Jadilah pelaku firman, gelar akademis teologia yg dimiliki hrs sejalan dgn keseharian hidup yg penuh dgn perbuatan yg sehakan dg kebenaran firman Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Pergi dan Lakukan

Kebanggaan Yang Seharusnya

DI 16122022

Lukas 10:17, 20
Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: “Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.”
Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.”

Semua yg ada dalam dunia ini fana, sementara, dan suatu saat akan kita tinggalkan semua atau justru semuanya itu yg lepas dr hidup kita, lalu apa yg hrs jd kebanggaan kita?

Yesus sendiri berkata bhw bersukacitalah krna nama kita tercatat di surga. Pencapaian hebat yg dilakukan para murid tentu sangat luar biasa, bisa melakukan apa yg Yesus lakukan. Itu yang dikagumi manusia, tp tujuan menjd murid Yesus bagi ke-12 murid itu adalah bukan menjd ‘orang sakti’ yg sanggup menyembuhkan dan mengusir roh-roh jahat, menjd terkenal, dicari-cari banyak org, tetapi tujuannya adalah mereka nanti akan menjd rasul-rasul yg meneruskan misi Yesus di dunia ini yaitu supaya sebanyak mungkin orang mengenal Injil dan percaya, menjd murid Yesus. Apalah gunanya dikagumi org karena ‘sakti’ tapi nanti justru ditolak Tuhan masuk surga. Apalah artinya jabatan, profesi, ketenaran, harta yang kita miliki di dunia tp kita ditolak Tuhan masuk surga? Apalah artinya punya gereja dgn jutaan jemaat tp ditolak Tuhan masuk surga? Jangan sampai kita dikagumi dan dihormati org selama di dunia ini, tapi nama kita tdk tercatat di surga! Dengan harta dan jabatan, kita bs dihormati dan menerima segala yg terbaik yg dunia bs berikan pd kita, tapi harta dan jabatan kita tdk berguna bahkan tdk berdaya ketika Tuhan tdk membuka ‘pintu surga’ untuk kita.

Kalau nama kita terdaftar, artinya kita berhak ttg sesuatu, tapi hak ini kita dapat setelah kita lebih dahulu melakukan kewajiban yg hrs kita lakukan dan penuhi. Berhak naik pesawat terbang kalau sudah beli tiket dan check in sesuai jadwal, bisa bersekolah atau kuliah kalau sudah mendaftar & membayar biaya yg diharuskan. Mau dirawat di rumah sakitpun jg hrs mendaftar baru nantinya berhak menerima pelayanan perawatan. Masuk surga jg ada syarat dan ketentuan yg harus kita patuhi dan penuhi, bkn karena sudah dibaptis & punya kartu anggota jemaat gereja lalu bisa dgn santainya masuk surga. Surga bukan gereja, jadi hrs sadar utk menyiapkan diri selama hidup dlm dunia ini supaya nantinya berhak masuk surga, begitu sudah meninggal, tidak ada kesempatan utk menyiapkan segala sesuatunya, tinggal kita menunggu penghakiman Tuhan. Jgn kejar yang fana saja yaitu kebutuhan hidup kita di dunia, tp kejarlah apa yg kekal, yaitu keselamatan di dlm nama Tuhan Yesus Kristus, jgn menyangkal Dia dgn pindah agama, jgn ‘bermain mata’ dg kuasa kegelapan, harus tegas: mau hidup benar sesuai dgn firman Tuhan atau mau hidup duniawi? Jgn suam-suam kuku, mendua hati dan cinta uang.

Tidak tahu waktunya kapan kita meninggalkan dunia yg fana ini, mulailah dgn bersiap diri untuk kekekalan kita, jgn sampai kita masuk ke neraka pd akhirnya sekalipun di dunia kita dikagumi org banyak.

Posted in Renungan | Comments Off on Kebanggaan Yang Seharusnya

Tidak Mau Bertobat

DI 15122022

Matius 11:20
Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:

Kenapa seseorg belum mau bertobat atau tidak mau bertobat? Banyak alasan yg mungkin bisa menjelaskannya, namun ada baiknya kita dapat belajar dr ayat yg kita baca.

Mujizat tentu beda dgn hal-hal normal yg dapat manusia lakukan, ataupun ilmu-ilmu okultisme yg bersumber dr kuasa gelap, intinya mujizat itu hanya Tuhan yg bs melakukannya saja, manusia hanya alat yg Dia pakai utk menyatakan kuasa mujizat-Nya. Di kota-kota yg justru Yesus sudah bnyk menyatakan mujizat, malah penduduknya mengeraskan hati utk tdk mau bertobat. Hal yg menghalangi mereka bertobat misalnya, di kota Khorazim dan Betsaida, tdk ada kesadaran bhw hidup mereka penuh dgn dosa sehingga mereka sadar utk bertobat dg berkabung (Matius 1121), ini bisa menggambarkan bhw mereka suka dgn hal-hal yg supranatural, gaib, mistis, kagum dgn mujizat Tuhan yg terjd, namun hati mereka tidak tersentuh sama sekali dgn pengajaran Yesus yg mereka dengar. Ini keadaannya mirip dgn orang yg suka datang ke ibadah-ibadah di gereja, tapi tidak mau bertobat, karena datang ke ibadah itu hanya suka dgn lagu-lagu pujian dan musiknya, suka lihat mujizat Tuhan, tp hatinya tertutup dan tetap ingin hidup dlm dosa. Biasanya main HP atau tidur saat khotbah sdg berlangsung, atau lebih ekstrim lagi, begitu mau khotbah dimulai, dia langsung pergi meninggalkan gereja.

Sementara di Kapernaum, diperbandingkan dgn kota Sodom dan Gomora, Yesus berkata kalau saja kota Sodom dan Gomora zaman dulu bnyk terjd mujizat Tuhan, kota itu masih ada pd saat Yesus bcra ttg ini, artinya masih ada sedikit saja peluang penduduk kota Sodom itu utk bertobat (Matius 11:23). Kita tahu separah apa kebejatan moral penduduk kota itu di zaman Abraham dan Lit, shga dihukum Tuhan dg sangat dahsyat. Ini bisa dimaknai bhw kejahatan yg dilakukan oleh penduduk kota Kapernaum itu hampir sama dg yg dilakukan penduduk kota Sodom, ini bicara ttg Tuhan mengasihi org-org berdosa dan masih memberi mereka kesempatan utk bertobat, dan ditolong Tuhan saat menghadapi masalah, tapi tetap menutup hati-Nya bagi Tuhan. Orang kalau sedang kepepet, jalan buntu, putus asa, sangat ketakutan, buru-buru cari Tuhan, tapi setelahnya ditolong Tuhan, tetap kembali hidup dlm dosa, sudah lihat mujizat Tuhan tp tetap tdk mau utk percaya, cuma ingin mujizat Tuhan tp menolak kebenaran firman Tuhan mengendalikan hidup dan hatinya. Bukankah bnyk jg org Kristen yang seperti itu? Firman Tuhan hanya spt motivasi yg bagus, boleh diterapkan, boleh jg tidak.

Rajin ke gereja bukan jaminan seseorg memiliki pertobatan yang sungguh dlm hidupnya, isi hati hanya Tuhan yg tahu, dan pertobatan harusnya ditunjukkan dgn cara hidup benar yg sesuai dgn kebenaran firman Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Mau Bertobat

Mengasihi Tuhan Lebih Dari Yang Lain

DI 14122022

Matius 10:37
Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.

Memahami ayat ini hrs berhati-hati supaya kita jangan salah memaknai maksud dari perkataan Yesus ini yg kelihatannya kontroversial dan tdk sejalan dgn budaya yg ada di sekeliling kita.

Pada zaman itu jika ingin mengikuti Yesus, org itu hrs siap meninggalkan semuanya: keluarga, pekerjaan, dsbnya. Ini kita pahami karena untuk menjd pengikut Yesus saat itu jelas dlm makna ikut pergi bersama rombongan Yesus, kalau di zaman skrg maka arti dr mengikut Yesus adalah menjd pengikut ajaran-Nya, menjd seorg Kristen sehingga 2 arti ini hrs sesuai dgn konteks ayat yg kita baca. Karena ayat ini Yesus katakan pd saat Dia ada dlm dunia, maka makna yg cocok adalah pergi bersama rombongan Yesus, harus rela meninggalkan semuanya dan hrs siap mati bersama Tuhan. Sedangkan utk kita yg hidup di zaman setelahnya, ketika kita menjadi pengikut Kristus, kita jg hrs siap mati demi iman percaya kita karena ada org-org yg menentang kita utk percaya pd Tuhan. Kesaksian org yg mengalami penderitaan karena menjd Kristen, bs memberi kita gambaran ttg ayat ini, mengasihi Tuhan dan hrs meninggalkan semuanya, bahkan harus rela kehilangan apa yg dia miliki sebelumnya, mulai dibenci bahkan ada yg menjd target utk dibunuh sehingga hrs lari menyelamatkan dirinya. Itulah harga yang harus dibayar ketika seseorg menjd pengikut Yesus Kristus.

Di sisi lain, hrs kita pahami bhw Tuhan berbeda dgn manusia, sehingga kalau mengasihi Tuhan disamakan dgn cara mengasihi manusia, jelas itu sangat keliru. Di sinilah kita bisa memahami knpa Yesus berkata spt dlm ayat ini, kita gagal ketika mengasihi Tuhan kita lakukan sama dgn kalau kita mengasihi manusia. Di dunia ini pasti ada orgtua yg tidak baik, saudara kandung yang tidak baik, karena manusia tdk sempurna, kita bs menjd kecewa dan dr mengasihi bs berubah menjd membenci. Karena Tuhan itu sempurna & bkn manusia, apapun yang Tuhan perbuat dlm hidup kita, jgn kecewa karenanya karena kasih Tuhan itu sempurna, Dia lakukan yang menurut kita tdk sesuai dgn harapan, tp itu utk kebaikan jangka panjang, kurang baik utk saat ini namun sangat baik pengaruhnya utk masa depan. Dia itu Mahatahu, jd Dia bertindak selalu tepat dan ingin kita aman dan bahagia. Jadi kasihi Tuhan dgn cara yg Dia ajarkan, bgmna kita tahu cara mengasihi Tuhan? Perlakukan Tuhan lebih dari kita memperlakukan manusia, hormati Dia lebih drpd siapapun di dunia ini, ketika kita lakukan ini dgn benar, maka perlahan-lahan kita akan bisa memahami kasih seperti apa yang ingin Tuhan nikmati dr diri kita.

Bgmna kasih kita pd Tuhan di hari-hari ini? Jgn biarkan kekecewaan menjauhkan kita dr Tuhan, sadarlah bhw semua yg Tuhan lakukan itu selalu baik utk masa depan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengasihi Tuhan Lebih Dari Yang Lain

Bersaksilah

DI 13122022

Markus 5:18-20
Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia.
Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: “Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!”
Orang itu pun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.

Org yg kerasukan banyak roh jahat ini punya niat baik, ingin melayani rombongan Yesus, krna itu dia memohon supaya bs ikut serta bersama dgn Yesus berkeliling sambil mengajar.

Namun permintaannya itu ditolak Yesus dan dia disuruh utk bersaksi di kampungnya ttg apa yg telah dia alami dan Yesus perbuat baginya. Apa itu bersaksi? Memberi kesaksian apa yg dialami sendiri, yg dilihat, yg didengar, itu baru namanya bersaksi. Dlm pengadilan misalnya, tidak semua org bs dijadikan saksi, apalagi kalau tdk ada di sekitar lokasi kejadian perkara, yg dijadikan sbg saksi adalah org yg minimal mendengar suara saat peristiwa terjd atau setelahnya. Kalau kita ini bersaksi, berarti kita menceritakan apa yang kita alami sendiri, kalau menceritakan apa yang org lain alami, itu bukan bersaksi, tapi bercerita ulang ttg kesaksian org lain. Bersaksi ttg Injil itu berarti menceritakan apa yg Injil telah lakukan dlm hidup kita, bgmna Injil itu menguatkan iman mengenai pengampunan dosa dan keselamatan serta perubahan hidup yg kita alami ketika kita mulai percaya pd pemberitaan Injil, bertobat dan hidup sbg seorg Kristen. Jika diartikan bersaksi bgmna Injil itu ada dan apa yg terjd setelahnya, tentu kita tdk bisa karena kita bukan hidup pada zaman Yesus mulai memberitakan Injil, yg kita perbuat adalah menceritakan ulang ttg sejarah Injil dr Alkitab yg kita baca dan dr sejarah gereja yg tercatat dr zaman ke zaman.

Jd bersaksi itu mudah, hanya menceritakan ttg apa yang kita alami sndri, tdk perlu mengarang tapi hanya mengatur kata-kata supaya apa yang kita ceritakan itu teratur dan mudah utk dicerna oleh org yg mendengarnya. Bersaksi bukan spt berkhotbah atau sharing firman, yang hrs secara dalam menguasai topik dan bs menggali makna yg terkandung dr ayat-ayat yg kita baca. Bs saja saat bersaksi kita mengutip bbrpa ayat Alkitab utk lebih memperjelas kisah yg kita alami. Jadi kalau ada org yg takut utk bersaksi, hrsnya dia malu dgn org yg bebas dr kerasukan roh jahat di ayat yg kita baca ini, begitu Yesus menyuruh utk bersaksi, dia pun segera melakukannya. Hanya disuruh cerita yg dialami sendiri koq takut dan bilang tdk bs, tapi bgtu menceritakan habis mkn enak di resto tertentu, lancarnya bukan main, yg lebih menyeramkan lagi, kalau bergosip bs seru sekali kasih komentar. Malu bersaksi ttg Tuhan? Mau masuk neraka? Baca: “Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 10:33). Menyangkal Yesus itu jg termasuk kalau kita tdk mau bersaksi, tidak mau mengakui Yesus baik dlm hidup kita.

Bersaksi itu bukan berkhotbah, jgn stress ketika ingin bersaksi, bersaksi itu sebuah keharusan bagi kita yg sudah mengalami Tuhan dlm hidup kita, supaya yg mendengarnya juga mengalami Tuhan dlm hidup mereka.

Posted in Renungan, Uncategorized | Comments Off on Bersaksilah