DI 23122022
Lukas 2:6-7
Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin,
dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.
Penulis kitab Lukas menulis secara detail bhw Yesus adalah anak jasmani Maria yg sulung, jd kita bs memahami bhw Yesus ternyata jg punya beberapa org adik lagi, anak dr Yusuf dan Maria.
Kelahiran anak pertama tentu menjd sesuatu yg baru bagi tiap wanita, blm ada pengalaman dan perlu bnyk belajar ttg situasi kehamilan seorang wanita. Kehamilan yg pertama bagi Maria tentu seharusnya terjd stlah masuk masa pernikahan, tp karena kehamilannya yg pertama ini adalah bagian dr rencana Tuhan, maka tentu perasaan yg dialami Maria bercampur aduk, mau tanya ttg kehamilan pd orgtua atau kerabatnya pasti akan menimbulkan tanda tanya, belum menikah, baru tunangan saja, kenapa bnyk bertanya? Bisa saja timbul kecurigaan bhw Maria hamil sblum nikah dan itu bs berakibat buruk bagi Maria karena dia akan dihakimi menurut hukum Taurat. Tuhan itu tahu perasaan Maria, karena itulah Dia memberi konfirmasi baik pd Maria dan jg calon suaminya yaitu Yusuf, sehingga semuanya boleh berjalan dgn baik. Memang tdk mudah jika kita ada dlm posisi Maria atau Yusuf, hrs bnyk berkorban dan tunduk pd kehendak Tuhan. Maria berkorban dg hrs hamil sblum dia dan Yusuf menikah, Yusuf jg berkorban, haknya sbg suami yaitu kesucian istrinya sbg seorg gadis, tdk bs dia peroleh krna sampai Maria melahirkan, mereka tdk layaknya suami istri berhubungan badan (Matius 1:24-25)
Dlm hukum Taurat, ada persembahan sulung yg diwajibkan untuk dipersembahkan pada Tuhan. Maria ‘mempersembahkan’ masa kehamilan yg pertamanya utk menjd bagian dr rencana Tuhan mendatangkan Juruselamat dan Mesias yg hrs lahir sbg manusia di dunia ini. Kitapun pasti jg pernah mengalami ketika Tuhan ‘meminta yang sulung’ dr hidup kita, jenisnya mgkin berbeda, tp yg sama adalah ada pengorbanan yg harus kita lakukan dgn kerelaan hati. Yang menjd hak kita dgn rela kita berikan utk Tuhan pakai sesuai dgn kehendak-Nya. Tentu ada saat-saat di mana ada pergumulan dlm diri kita, pikiran, perasaan dan hati kadang belum sama dan sepakat, timbul 1 rasa ketakutan apa yg nantinya akan terjd, tapi pastinya Tuhan akan meng-cover kita, Dia bukan Tuhan yg kejam dan bengis yg arogan sengaja mengambil hak kita tanpa tanggung jawab. Dia peduli dan sdh memperhitungkan semuanya dg sempurna, Dia bela kita. Jadilah spt Maria dan Yusuf yg sepakat menjalani tujuan Tuhan dalam hidup pernikahan mereka, menjalani semuanya sbg hamba-hamba yg taat dan setia, yg penting rencana dan kehendak Tuhan menjd nyata dan berdampak luas.
Apakah Tuhan sedang meminta hak kita? Mulai dg kerelaan hati dan sukacita, berkorban untuk kemuliaan Tuhan dinyatakan, Tuhan pasti bela & meng-cover kita.