Jangan Egois

DI 12122022

Markus 3:20
Dan mereka datang ke sebuah rumah, lalu kerumunan orang terhimpun lagi, sehingga untuk makan roti pun mereka tidak dapat.

Tentu saja memakan roti lebih mudah dilakukan drpd makan dengan menu lengkap yg biasanya dilakukan dan membutuhkan meja makan, kursi dan peralatan makan lainnya.

Membayangkan situasi yg terjd dlm ayat ini bisa membuat kita sadar bhw orang-orang itu hanya dtg utk kepentingan mereka saja, mgkin ada yg hanya ingin melihat Yesus itu orangnya spt apa, ada yg mgkin ingin mendengar ajaran-Nya, atau ada jg yg ingin disembuhkan dr penyakitnya. Hal yg kita baca ternyata kerumunan ini sedikit bnyk membuat Yesus dan para murid terganggu, mau makan roti saja susah, bukan saja krn tidak ada kesempatan, tp mgkin jg bnyk permintaan yang disampaikan oleh banyak org itu utk Yesus. Jika kita bandingkan saja ada seorg hamba Tuhan yg terkenal dtg ke daerah pelosok misalnya, hal yg terjd biasanya ada warga berusaha utk bertemu minta utk didoakan misalnya, shga susah sekali punya waktu istirahat yg cukup. Pelajaran yang bisa kita ambil dr kisah ini adalah kadang ketika kita datang mencari Tuhan, baik lewat dia atau saat beribadah, kita cuma fokus pd permintaan kita pd Tuhan dan tdk memberikan bnyk waktu khusus mendengar Tuhan bicara, yg penting itu masalah kita terselesaikan, penyakit jd sembuh, doa kita dikabulkan Tuhan. Ini ibarat anak yang menjenguk orgtuanya kalau sedang butuh satu bantuan, di hari-hari lain malah tdk pernah dtg.

“Kalau ada maunya baru cari …” Ungkapan yang sering terucap oleh org yg merasa tdk dihargai dan cuma dimanfaatkan demi keegoisan orang lain. Kita dgn Tuhan jgn seperti itu, mari bangun hubungan dgn Tuhan yang intim, tp tetap ingat bhw Tuhan jg ingin disenangkan oleh kita. Jgn kita egois, itu akan merusak hubungan kita dgn Tuhan. Dengan manusiapun kalau kita bersikap egois, mereka mungkin berpikir lebih baik untuk menjaga jarak dgn kita. Menikmati keuntungan dlm sebuah hubungan itu bukan berarti mendpt banyak pemberian dr org lain sementara diri kita sendiri hampir tdk pernah memberi keuntungan positif bagi hidup org lain. Keegoisan itu tanda bhw seseorg itu serakah atau justru merasa diri selalu kurang, spt prinsip ekonomi: modal kalau bisa sedikit mgkin, tp bs meraup untung sangat banyak. Sbg org Kristen, Tuhan ingin kita justru menjadi berkat buat sesama, artinya lebih suka utk memberi drpd menerima, lebih bersukacita bs membuat org lain bahagia drpd berharap org lain utk membahagiakan kita. Lebih suka untuk memuji org lain drpd berharap org lain memuji kita. Sekali lagi bukan serakah tapi murah hati & tulus dlm memberi.

Dlm hubungan kita dgn Tuhan dan sesama, jgn kita egois, tapi jadilah pribadi yg mau mengerti kebutuhan Tuhan dan sesama, supaya semua bisa menikmati keuntungan dr berhubungan dg kita, menjd berkat.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Egois

Jangan Buang Berkat

DI 10122022

Yohanes 6:12
Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang.”

Markus 6:43
Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan.

Ini ttg peristiwa Yesus memberi makan lebih dr 5000 org, mereka bs makan sampai kenyang & kemudian potongan roti jelai yg tersisa diambil dan dikumpulkan hingga memenuhi 12 bakul penuh.

Sebenarnya bukan hanya 12 bakul penuh dg roti jelai saja, tp ada jg ikan-ikan yg tersisa, memang tidak tertulis jumlahnya berapa, namun pastinya jg sangat bnyk. Yg menarik adalah pesan Yesus agar sisa yg ada dikumpulkan supaya tidak ada yg terbuang sia-sia. Kalau sudah kenyang, pasti semua org berhenti makan, namun roti jelai dan ikan itu adalah hasil dr mujizat pelipatgandaan yg Tuhan lakukan, sudah didoakan dan diberkati artinya sesuatu yg sangat tinggi nilainya, jangan dibuang percuma sekalipun mgkin tdk ada org yg ingin makan lagi. Di sinilah kita belajar untuk menghargai semua berkat Tuhan, jgn terbuang percuma. Banyak khotbah yg membohongi kita dgn mengatakan bhw sisa 12 bakul itu nantinya diserahkan pd anak kecil yg menyerahkan 5 roti dan 2 ikan miliknya pd Yesus, maaf, dlm Alkitab tdk ada tertulis spt itu, artinya menambahi sndri apa yg Alkitab katakan: itu dosa! Jgn dikurangi atau ditambah-tambahi apa yg tertulis sebagai Firman Tuhan: “Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya (Ulangan 12:32).

Apa yg terjd dgn 12 bakul roti jelai dan sisa ikan yang ada? Makanan pasti berguna utk dimakan, sebatas itu yg bs kita pahami, apa yg terjadi dgn roti dan ikan ini, biarlah tetap menjd misteri, jgn kita tambahi dgn logika kita yg justru salah, jika ingin berpendapat, boleh saja, tp katakan bahwa itu hanyalah suatu kemungkinan: mungkin anak itu diberi sebakul, mgkin semuanya dibawa para murid sebagai bekal di jalan dan diberikan pada org miskin yg kelaparan, dsbnya. Mungkin itu bs berarti benar atau salah, tp kalau tdk memakai kata mungkin, itu sebuah kepastian, pdhal dlm Alkitab tdk diinformasikan apa-apa. Berkat dari Tuhan jgn kita buang walaupun itu adalah sisa yg tdk lagi dibutuhkan. Gunakan otak dan logika kita utk memikirkan apa yg akan kita lakukan dg sisa yg ada, Tuhan tentu tdk iseng, kalau masih ada yg tersisa, sebenarnya itu masih ada orang lain yg membutuhkannya, di sinilah pentingnya kita berpikir jernih, kita butuh 5 lalu Tuhan beri 7 berarti ada sisa 2 yang menjd hak org lain untuk menerimanya, perhitungan Tuhan selalu tepat & akurat, krna Dia tahu apa yang akan terjadi shga Dia memberi lebih drpd yabg kita minta. Jgn jadi serakah atau sebaliknya, tdk menghargai berkat Tuhan.

Berkat Tuhan yg kita terima bukan hanya untuk kita nikmati sndri, ada jg bagian hak orang lain yg Tuhan sediakan lewat berkat yg kita terima, jgn serakah.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Buang Berkat

Mengapa Semakin Rusak?

DI 09122022

2 Timotius 3:1-2
Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,

Apa yg dikatakan oleh Rasul Paulus ini tentu amat relevan dgn kenyataan yg ada hari-hari ini, apakah ini adalah penglihatan yg dia terima dr Tuhan? Ini mgkin juga pewahyuan yg Tuhan berikan utk bisa menjadi peringatan bagi kita yang hidup di akhir zaman.

Mengapa keadaannya bs separah itu? Jgn berpikir bhw yg dimaksud dlm ayat ini adalah orang atheis yg tidak percaya adanya Tuhan, ternyata faktanya justru lebih mengerikan, bahkan dr kalangan orang yg beragamapun memiliki karakter dan sifat buruk yg membawa mereka dlm perbuatan dosa dan jg kriminal. Berkembangnya medsos memudahkan kita utk menemukan adanya kebobrokan moral yg terjd di kalangan org-org yg terlihat religius bahkan rohaniawan sekalipun tak luput dari semuanya itu. Beragama secara ekstrim malah membuat orang melakukan hal yg mengerikan, spt yang dilakukan oleh para teroris misalnya, belum lagi pemahaman yg membenarkan diri sndri dan kelompoknya lalu memberi label yg negatif dan buruk pd golongan lain yg berbeda paham dengannya. Apa yg menjd penyebab dari semuanya ini? Salah satunya tentu adalah peranan si penyesat yaitu iblis dan seluruh anak buahnya, merekalah yg mengendalikan hati dan pikiran manusia yg memuja mereka serta dgn beraninya menentang Tuhan.

Jgn sampai kita berubah dari org yg hidup dalam Tuhan menjd org yg hidup dlm kebobrokan moral spt yg Rasul Paulus katakan, ingat bhw kita semua tidak ‘kebal’ dr dosa, yg bisa kita lakukan ialah trs menerus melawan godaan dan keinginan daging utk berbuat dosa sepanjang hidup kita. Kita jatuh karena kurang waspada dan berjaga-jaga, kurang bertanggung jawab dlm penggunaan waktu serta salah dlm pergaulan. Hindari dr segala sesuatu yg bisa menarik kita masuk dlm dunia okultisme, dlm nafsu dan cinta uang, semua yg lebih pro dengan kesenangan duniawi dan menjauhkan kita dr yang rohani dan murni. Hati-hati dlm menonton konten yg kelihatannya inspiratif, pdhal mengarahkan kita pd cara hidup yg melayani kedagingan kita. Dulu di media TV misalnya, ucapan umpatan tdk ditemui dan bahkan disensor, tp krna memiliki channel dan podcast sendiri, mau bicara umpatanpun bebas & tdk disensor krna di luar wilayah badan penyiaran, yg dulu tabu dan terkena sensor, skrg bebas dan bisa kita temui di medsos dgn mudah.

Hidup di akhir zaman memang tidak mudah, perlu banyak seleksi dan penyaringan apa saja yg boleh masuk dlm pikiran kita, yg dilarang Tuhan diubah oleh manusia menjd satu hal yg normal dan bukan lagi sebuah dosa.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengapa Semakin Rusak?

Dekat Karena Apa?

DI 08122022

Yohanes 6:2
Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.

Beragam alasan orang banyak yang mengikuti Yesus ke manapun Dia pergi, ada yg tertarik dgn pengajaran Yesus, ada yg tertarik dg mujizat yg Dia lakukan, ada jg krna ingin mencobai Dia.

Kalau kita mau sedikit berpikir, kenapa org-org yg kita kenal mau dekat dgn kita? Apakah krna kita kaya? Karena kita suka menolong? Karena ingin bermitra bisnis? Atau karena benar-benar ingin membangun hubungan yang baik dgn kita utk jangka waktu yg panjang? Bgmna kita harus menyikapi hal ini, apalagi suatu saat terbongkar motif alasan mrka mau dekat dgn kita? Sikap yg hrs kita praktekkan ialah teladan dr sikap Yesus yaitu tetap menunjukkan sikap ramah dan tetap melayani apa yang mereka butuhkan, sekalipun Yesus tahu persis motivasi masing-masing org mengapa mengikuti Dia ke manapun Dia pergi. Itulah makna dr kehadiran kita utk menjd berkat bagi banyak org, bukan dlm membangun relasi dgn menghitung untung rugi yg bisa didapatkan. Kasih pd sesama harusnya mengikuti teladan dr kasih Tuhan yaitu bkn hubungan transaksional, ada uang ada barang, dia baik ya saya juga baik, kalau dia menyusahkan ya saya jauhkan saja, ya pura-pura ‘buta tuli’ kalau dia sedang susah. Yg penting saya tdk rugi apapun bahkan bisa dapat bnyk keuntungan dr hubungan itu. Jelas itu bkn kasih yg Yesus ajarkan, karena Yesus mengajar ttg kasih yg murni, bkn transaksional.

Kadang kita munafik, di hadapan Tuhan kita dgn tegas berkata bhw segala yg kita miliki itu ialah pemberian Tuhan yg Dia percayakan pd kita utk dikelola, tapi di sisi lain, ketika ada org yg butuh pertolongan kita, rasanya berat hati utk dengan rela menolong org dgn apa yg kita punya. Kalau pun kita ‘dimanfaatkan’, seharusnya tidak perlu merasa rugi, karena itu milik Tuhan, org itu akan berurusan dgn Tuhan sndri. Tp kenyataan yang sering terjadi adalah kita merasa rugi dan mulai timbul rasa benci dan kecewa, mulai membatasi diri utk tdk lagi tetap mengasihi orang itu. Itulah hati manusia, beda dgn hati Tuhan yg pastinya Dia tahu persis isi hati manusia, tdk ada yg bisa disembunyikan dari Dia. Kalau kasih Tuhan itu ada tinggal dlm hati kita, maka kita akan dapat mengasihi orang lain spt Tuhan mengasihi kita. Ini butuh penyerahan total diri kita pada Tuhan, tunduk pd perintah Tuhan sekalipun itu berbeda dgn logika dan prinsip kita. Tapi bgmna kalau kita dimanfaatkan trs menerus? Bukankah ada ayat yg berkata bhw kalau 7x dlm sehari org dtg pada kita mengaku bertobat tp mengulangi lagi kesalahan yg sama, tetap hrs diampuni? Tetap mau taat pd Tuhan atau mengikuti logika kita?

Motif apapun kenapa orang lain mau dekat dgn kita, tetap kasihi mereka dgn setulus hati, tetap jd berkat bagi bnyk org, dan tunjukkan bhw ada kasih Tuhan dlm diri kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Dekat Karena Apa?

Menggerakkan Hati Tuhan

DI 07122022

Lukas 7:12-14
Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”
Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”

Kehilangan suami tentu amat mendukakan hati, apalg ditambah kehilangan anak tunggal, suatu kehilangan yg terlalu pedih, yg diharapkan bisa untuk meneruskan garis keturunan, berakhir dgn terputusnya garis keturunan itu.

Kita saja yg mgkin pernah melihat org yg hampir sama mengalami hal serupa tentu terenyuh dan ikut sedih, apalah artinya hidup ini diteruskan & nantipun juga akan mati tanpa ada keturunan yg melanjutkan garis keturunannya. Apakah benar ada kutuk di dlm keluarga itu? Apakah ini bagian dr rencana Tuhan? Kalau iya, kenapa Tuhan bgtu tega membiarkan semuanya terjd? Manusia pun masih berbelas kasihan kalau ada narapidana yang divonis hukuman mati, diberi kesempatan utk berhubungan dgn istrinya supaya bs punya keturunan. Kalau membaca kisah dlm Alkitab, bnyk kisah tokoh-tokoh yg sulit kita pahami knp Tuhan sepertinya berlaku tdk adil: ada org buta sejak lahir (Yohanes 9:1-2) dan ternyata itu bkn karena dosa siapapun, tp krna kemuliaan Tuhan hrs dinyatakan. Ada org yang 38 tahun lumpuh di dekat kolam Betesda, baru setelah bertemu dgn Yesus, dia disembuhkan (Yohanes 5:5). Apa yg ada dlm pikiran kita yg berdasarkan pd logika tentu berpikir bhw ada yg negatif dlm diri orang yang mengalami keadaan spt itu. Tapi benarkah Tuhan tega? Dlm kisah yg kita baca, Yesus pada akhirnya membangkitkan anak yg mati itu.

Kalau ada org yg Tuhan jamah, ada jg yg Tuhan ‘diamkan’, tentu Tuhan punya alasannya, kita tdk mgkin bisa memahami semuanya, tapi pastinya hati Tuhan bukan hati yg keras, hati yg lembut & bs tersentuh dgn apa yg manusia alami. Kita tdk tahu pasti kenapa ibu dlm kisah ini bs membuat Yesus tergerak utk melakukan suatu mujizat yg besar yaitu membangkitkan org yg sudah mati, yg bs kita pahami adalah Tuhan itu melihat hati, dan saya pribadi yakin bhw ibu ini seorg yg baik hatinya di hadapan Tuhan. Ini bs terlihat jg dari banyaknya orang-orang yg menyertai ibu ini utk menghantar anaknya ke peristirahatan terakhir, agaknya ibu ini sangat dikasihi bnyk org walau mgkin org jg terenyuh dgn apa yg terjd. Hal yang luput dr perhatian kita adalah bkn kebetulan jika rombongan Yesus bs berpas-pasan dg ibu ini & rombongan org yg menghantar, kalau tdk, mgkin ceritanya akan berbeda, anak itu tetap mati dan si ibu ini tetap hidup dlm duka yang mendalam. Itulah bukti bhw hati Tuhan sebenarnya tdk tega melihat kedukaan yg dialami manusia, tp kalau sampai Dia mendiamkan situasi seseorg, pasti ada alasan yg kuat dan memang Tuhan hrs dgn ‘sengaja’ melakukannya.

Kalau kita sedang mengalami situasi yg prihatin dan mendukakan, pahamilah bahwa hati Tuhan juga terenyuh melihatnya, tp kalau Dia diamkan, pasti ada alasan kuat mengapa kita hrs mampu melewatinya.

Posted in Renungan | Comments Off on Menggerakkan Hati Tuhan

Sulit Percaya

DI 06122022

Yohanes 7:5
Sebab saudara-saudara-Nya sendiri pun tidak percaya kepada-Nya.

Saudara-saudara Yesus yg lahir dari Yusuf dan Maria, orangtua jasmani Yesus, ternyata tidak percaya bhw Yesus yaitu kakak sulung mereka itu adalah seorg guru dan nabi.

Kalau kita hidup di zaman itu, apakah kita yakin dan percaya bhw Yesus diutus Bapa? Sekalipun sdh banyak tanda dan mujizat yg Yesus lakukan dan pengajaran-Nya melebihi daripada para ahli Taurat, sebagian org di zaman itu punya sebuah pemahaman bhw Mesias adalah seorg yg akan membebaskan mereka dari penjajahan kerajaan Romawi saat itu, bkn seorg yg berjalan keliling mengajar dan melakukan mujizat. Yg diinginkan adalah tokoh politik, tp yg muncul adalah orang yg sangat religius dan ‘sakti’. Tentu kita pernah membaca bhw orang banyak ingin menobatkan Yesus menjd raja atas mereka dgn harapan bisa membawa mereka bebas dr penjajahan: “Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: “Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia.” Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri (Yohanes 6:14-15). Tapi Yesus tetap setia dalam tugas yg diberikan Bapa kepada-Nya, tdk menjd seorg tokoh politik ataupun raja, tapi melakukan kehendak Bapa saja.

Org yg diberi Tuhan panggilan khusus serta juga diberi kuasa utk melakukan mujizat, seringkali justru mengalami penolakan dr org-org terdekat karena sebelumnya org itu hanyalah org biasa, spt Yesus yg sblumnya hanya sbg tukang kayu yang meneruskan usaha ayah jasmani-Nya yaitu Yusuf. namun suatu saat tiba-tiba terlihat punya kesaktian dan hikmat yg luar biasa. Wajar kalau bnyk org yg meragukan dan tdk percaya, bahkan mgkin memfitnah bhw kuasa yg dimiliki Yesus berasal dr kuasa kegelapan. Bila ada seseorg yg tiba-tiba dipakai Tuhan scra mujizat, pasti akan ada org-org yg berpendapat negatif ttg itu, lebih lagi kalau org itu berbeda denominasi gereja & jg berbeda doktrin, ‘pembunuhan karakter’ mulai dilakukan menggunakan konten-konten medsos yg cepat menyebar tanpa batas halangan waktu dan tempat. Opini dibangun spya menganggap org itu ‘sesat’ dan bekerjasama dg kuasa gelap dgn harapan org itu diberikan peringatan hingga sanksi utk tidak lagi melakukan pelayanan dgn kuasa dan karunia yg dia miliki. Seharusnya kita bersukacita kalau Tuhan memakai seseorg utk melakukan mujizat dlm pemberitaan Injil, bukan malah merasa kemunculan org itu sbg saingan yg akan merebut popularitas kita.

Setiap org sbnarnya Tuhan ingin berikan kuasa, namun sebagian org berpikir bhw org yg punya kuasa itu pasti kuasanya bukan dr Tuhan, pdhal Yesus sndri berkata bahwa kita akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atas kita (Kisah Para Rasul 1:8).

Posted in Renungan | Comments Off on Sulit Percaya

Cocokologi Pemahaman

DI 05122022

Yohanes 6:66
Sejak saat itu, banyak dari antara murid-murid-Nya berpaling dari mengikuti-Nya, dan tidak lagi berjalan bersama-Nya.

Kesalahan sangat fatal adalah menjadikan ayat Alkitab utk membenarkan prinsip yg kita pegang dan kita yakini sbg suatu kebenaran yg kira akui dan kita anut dlm hidup kita.

Itulah yg terjd dari para murid Yesus yg selain dr 12 murid utama, setelah mendengar pengajaran Yesus yg lebih ‘dalam’, akhirnya mrka tidak lagi berminat trs menjd murid Yesus dan pergi untuk meninggalkan Yesus. Apa penyebabnya? Pasti awalnya mereka tertarik dgn pengajaran Yesus dan mujizat serta tanda ajaib yg Yesus perbuat, pengajaran yg lebih ‘dalam’ dibandingkan guru & ahli Taurat yg lainnya, sehingga timbul minat utk menjd murid Yesus, kemanapun Yesus pergi utk mengajar, mrka pasti terus mengikutinya. Ketika suatu saat pengajaran Yesus mulai berlawanan dgn paham yg mrka anut, mulailah timbul bnyk sungut-sungut dan menilai bhw perkataan yang Yesus ajarkan itu sudah terlalu ‘berat’, sehingga tdk lagi sejalan dan tdk mungkin lagi sesuai dgn akal sehat mereka. Org spt ini seumpama hanya pandai utk berenang tapi tdk pandai menyelam, tdk bs berenang terlalu dalam. Apakah kita juga termasuk golongan org yg spt itu? Org yg masuk Kristen karena logika, bkn krna dijamah Tuhan, sangat besar kemungkinannya untuk pindah lagi ke agama yg lain krn menganggap isi kitab suci dan ajarannya lebih sejalan dg prinsip hidupnya, Alkitab dianggap bnyk bertentangan dgn apa yg dia yakini sbg kebenaran versi dirinya sndri.

Kalau mau belajar lebih dlm tentang firman-Nya, hrs tahu konsekuensinya: bersedia utk dikoreksi oleh firman Tuhan yg kita pelajari, bukan dengan sengaja cari-cari ayat utk membenarkan doktrin buatannya sendiri. Contoh: Alkitab melarang utk berlaku curang, tp org itu pny pemahaman yaitu dlm berdagang ya sedikit curang itu normal, tiap pedagang pernah melakukannya sehingga laba yg diperoleh jadinya lebih besar. Lalu dia dengan sengaja mengutip ayat: roh penurut tapi daging lemah, maunya sih mempraktekkan firman, tapi apa daya daging lebih dominan, blm bs lakukan firman Tuhan dalam berdagang. Mau menyusun khotbah, cari ayat yg mendukung penafsirannya sndri, akibatnya yg dikhotbahkan bukan firman Tuhan yg murni, tapi perkataan bombastis untuk memanipulasi jemaat yang mendengar khotbah, apalagi dikasih label ‘saya dapat ini dari Tuhan’ atau ‘saya dengar suara Tuhan’. Kalau sdh pakai label spt itu jemaat yg ‘bodoh rohani’ langsung saja percaya. Ini yg sering terjd dalam soal uang jemaat, kata ‘menabur’ dimanipulasi sedemikian rupa sehingga diartikan sempit dan picik yaitu hanya berkaitan dgn menabur ‘uang’ saja, pdhal ayat yg dipakai bkn menabur uang, tp menabur benih tanaman yg menghasilkan 100x lipat, tapi dimanipulasi utk menekan jemaat utk menabur uang dan dijanjikan akan menuai 100x lipat dari jumlah uang yg ditabur. Astaga!

Kebenaran firman Tuhan bukan utk mendukung pemahaman logika kita, tapi justru mengkoreksi apa yg salah dr yang kita pahami selama ini, jgn sengaja ‘cocokologi’ pemahaman kita yg salah.

Posted in Renungan | Comments Off on Cocokologi Pemahaman

Tuhan Bawa ke Padang Gurun

DI 03122022

Yehezkiel 20:10
Aku membawa mereka keluar dari tanah Mesir dan menuntun mereka ke padang gurun.

Ada pepatah yg mengatakan: lepas dari mulut harimau, masuk ke mulut singa, suatu keadaan yg sebenarnya hampir tdk ada bedanya dengan yg sebelumnya, dan ini dianggap sbg sesuatu yg hanya menambah kesusahan saja.

Keluar dr tanah Mesir lalu masuk padang gurun, yg di satu sisi berarti dimerdekakan dari tangan penjajah, tp di sisi lain penderitaan yg baru sdh nampak di depan mata. Tak heran jika akhirnya bangsa Israel mulai bersungut-sungut dlm bnyk hal dan membandingkannya dgn keadaan mrka sewaktu di tanah Mesir walaupun mrka menjadi budak di sana. Musa disalahkan dan sejarah jg mencatat mereka pernah membuat berhala dan menganggapnya sbg Tuhan. Inilah proses yg jg dialami oleh bnyk petobat baru setelah mereka mulai mengakui dirinya sbg pengikut Kristus, yg mulai menyatakan dirinya sbg seorg Kristen, dr hidup yg nyaman, krna beriman pd Tuhan Yesus Kristus, maka harus meninggalkan kenyamanan itu dan dibawa Tuhan masuk ke ‘padang gurun’, sebuah situasi yg baru, mulailah penderitaan itu terjd dan mengena dlm kehidupannya. Sebagian org hrs kehilangan hak waris dlm keluarga, hrs menerima namanya dicoret dari daftar keluarga, bisnis yg ‘kotor’ mulai Tuhan bersihkan sehingga harus mengalami kebangkrutan hingga akhirnya mengalami kemiskinan, bahkan mengalami satu penolakan dr kalangan org Kristen sndri karena diragukan pertobatannya.

Sblum mengawali pelayanan-Nya, Yesus dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun utk berpuasa selama 40 hari 40 malam & dicobai iblis (Matius 4:1). Jadi ‘padang gurun’ adalah tempat khusus utk membentuk karakter dan iman kita. Di saat ujian penderitaan inilah semua sifat buruk kita, semua karakter lemah kita mulai Tuhan buka & semuanya itu Tuhan akan buang dr diri kita. Jd yg normalnya hrs seperti itu setelah pertobatan terjd, kalau tdk diproses Tuhan, bgmna kita bisa menjd ciptaan yg baru? Kita ini org yg dipanggil Tuhan keluar dr gelap menuju terang-Nya yang ajaib, di tengah-tengahnya itu ada proses berat yg hrs dijalani: dibenarkan, dimurnikan, lalu baru proses dimuliakan. Jemaat mula-mula jg alami hal yg sama, itu yg menyebabkan Injil cepat utk tersebar ke banyak tempat di luar wilayah dari Israel. Padang gurun adalah tempa bagi kita utk dilatih Tuhan ‘berperang’ melawan iblis & kuasa kegelapan, dilatih utk menguasai diri, dilatih utk sabar dan mengasihi Tuhan dlm situasi apapun juga, sehingga kita menjadi serupa dgn Kristus, menjd ciptaan yang baru, menanggalkan hidup yg lama dan hidup bagi Kristus. Ini tujuan yang Tuhan maksudkan dgn membawa kita masuk ke padang gurun kehidupan.

Menjadi Kristen bukan utk diberkati saja, tp juga utk menderita karena nama Tuhan, kuatkan hati dan teguhkan iman, setia sampai akhir dan kita akan mengalami kemuliaan Tuhan dalam hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Bawa ke Padang Gurun

Yang Penting itu Akhir Hidup

DI 02122022

Yehezkiel 18:26-27 ILT3
Ketika orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan ketidakadilan, dan dia mati karena hal-hal itu, ia akan mati dalam ketidakadilan yang telah dia lakukan.
Dan ketika orang jahat berbalik dari kejahatan yang telah dia lakukan, dan dia melakukan keadilan dan kebenaran, dia akan menjaga nyawanya tetap hidup.

Yang terpenting itu bukan kita terlahir sbg siapa, tp nantinya kita mati sbg siapa, karena keadaan terakhir saat kita hiduplah yg menentukan akan ada di mana kita nantinya setelah kematian.

Org baik bs menjd jahat, demikian juga org jahat bs menjd baik, inilah realita yg perlu kita sadari bhw kita hrs dgn benar menjaga hidup kita tetap ada dlm status sbg org benar di hadapan Tuhan hingga akhir hidup kita. Lebih mudah utk kita bs memahami penyebab org jahat berubah menjd baik drpd memahami org baik yang menjd jahat. Org yg tdk kita sangka, kita jadikan teladan, kita jadikan inspirasi, ternyata berubah dan kita tidak percaya pd awalnya, namun ternyata semua itu benar adanya. Koq bisa? Itulah manusia, bukan spt Tuhan yg tdk mungkin berubah menjd jahat. Banyak faktor yg bs menjd penyebab org yang awalnya baik berubah menjd jahat, mungkin itu adalah faktor ekonomi, faktor salah pergaulan, faktor ingin berkuasa dan populer, dan lainnya. Demi itu semua, apapun caranya akan coba utk dilakukan walaupun ‘menabrak’ larangan Tuhan dan kebenaran-Nya, mgkin jg terdesak keadaan yang sangat begitu menekan. Awalnya terpaksa melakukan, tp lama kelamaan menjd terbiasa & ‘kebal’, hati nurani sudah ‘bisu’, yg salah sudah dianggap sesuatu yg normal utk dilakukan, shga berubah menjd sebuah budaya dan gaya hidup.

Ingin mendapatkan sesuatu secara ‘instant’ dan mudah, membuat org menghalalkan cara yang haram, apalg kalau hal itu sudah dianggap sbg sesuatu yg lumrah dilakukan. Tentu kita pernah mendengar ada org yg berkata: kalau mau kaya ya hrs korupsi, mumpung masih menjabat, krna itulah ‘lahan yg basah’ menjadi rebutan bnyk org yang ingin memperkaya dirinya sndri. Dulu kalau melakukan kesalahan masih ‘oknum’ sifatnya, tp skrg justru dilakukan secara ‘berjamaah’, sekali terungkap, sekian bnyk nama ikut terseret. Yang Tuhan larang dibuat menjd halal dilakukan oleh manusia, itulah sebabnya dosa tdk menakutkan lagi bagi sekelompok org, hingga nanti saatnya akan meninggal, barulah ketakutan krna banyak dosa mulai menguasai hati dan pikiran. Ada yg sadar utk bertobat, tp ada yg masa bodoh saja krna punya pemahaman bhw tdk ada surga dan neraka, setelah mati ya selesai. Bertobatlah dari segala dosa kita selagi Tuhan masih beri waktu utk hidup, krna setelah mati nanti, kesempatan untuk bertobat sdh tidak ada lagi, semua sudah final dan tinggal menunggu penghakiman Tuhan yg terakhir, masuk surga atau neraka.

Kalau sampai hari ini kita sudah menjd org yang baik, tetap jaga diri kita, jangan sampai timbul penyesalan saat berada di neraka abadi, jangan keraskan hati, bertobatlah segera!

Posted in Renungan | Comments Off on Yang Penting itu Akhir Hidup

Tuhan Tidak Tepat?

DI 01122022

Yehezkiel 18:29
Tetapi kaum Israel berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Apakah tindakan-Ku yang tidak tepat, hai kaum Israel, ataukah tindakanmu yang tidak tepat?

Manusia diberikan otak sehingga bs berpikir dg menggunakan logika utk menelaah semua apa yg telah dan sedang terjd, bahkan bs melakukan prediksi apa yg nantinya mgkin terjd.

Menilai ttg jalan dan tindakan Tuhan, pasti ada yg tdk sejalan dgn pemikiran kita sehingga pada suatu waktu, kita menilai bhw Tuhan ‘tdk tepat’ dlm mengambil keputusan dan bertindak, apalg kalau kita sdh punya sebuah standart berpikir yg sudah kita anggap paling tepat. Kalau sesuai dg yg kita harapkan, maka kita menilai bhw apa yg Tuhan lakukan itu sudah tepat, jadi tolak ukur yg kita gunakan adalah kualitas berpikir kita, bukan bersumber dari kebenaran firman Tuhan. Timbul protes dan kekecewaan sehingga seseorg bisa berpikir utk menyalahkan Tuhan karena apa yg dia harapkan dan anggap benar itu tidak terjadi. Bukankah Tuhan bebas utk melakukan apa yang Dia kehendaki? Sama spt kita yg tdk punya hak utk melarang org lain utk melakukan apa yg org lain kehendaki, maka Tuhan yg sempurna dalam hal berpikir dan menimbang segala sesuatunya tentu tdk sembarangan dlm bertindak. Berbeda dlm menilai sesuatu adalah hal yg wajar, namun menyalahkan Tuhan karena menilai apa yg Dia lakukan itu tdk tepat, tentu ini satu tindakan yg ‘tdk sopan’ karena meragukan kesempurnaan yg Tuhan miliki dan menyamakan pikiran Tuhan dg pemikiran manusia.

Mengakui kedaulatan yang Tuhan miliki adalah satu bukti bhw kita mengakui kesempurnaan yg Tuhan miliki, mengakui kebenaran yg Dia miliki itu sudah tdk ada yang bs melebihinya, artinya kebenaran Tuhan itu paling benar, melebihi jalan pikiran yg dimiliki seluruh manusia. Sehebat dan sesempurna apapun hikmat yg dimiliki manusia, tetap tdk bisa menyamai hikmat Tuhan, belajar utk bs menerima keputusan dan tindakan Tuhan sbg sesuatu yg paling benar dan tepat, itu yang tepat utk kita dan kita hrs bersedia mengoreksi diri kita dan belajar dr hikmat Tuhan. Belajar utk berpikir spt Tuhan berpikir tentu membutuhkan hikmat dr Tuhan, itulah yg menjd kerinduan dari raja Salomo ketika dia mulai menjadi raja Israel dan terbukti ketika dihadapkan dgn kasus yang sangat sulit utk dipecahkan, tp karena hikmat dr Tuhan, maka kasus itu akhirnya terpecahkan & org yg berhak menerima haknya tdk terabaikan dan org yg salah itu terbukti kesalahannya. Jadi jgn terlalu mengandalkan cara berpikir yang kita miliki walaupun tentu kita terlatih berpikir scra sistematis, terbukalah utk menerima hikmat dari Tuhan dan kebenaran-Nya, kita bs utk melewati situasi demi situasi dgn baik.

Tuhan itu sempurna, jalan pikiran-Nya tdk dapat terselami dan diselidiki, tunduk pd kedaulatan Tuhan dan tdk perlu melakukan protes & menjd kecewa karenanya.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Tidak Tepat?