Ditinggalkan Manusia

DI 30112022

Mazmur 27:10
Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.

Orgtua adalah org terdekat dlm hidup kita, org yg seharusnya paling menyayangi kita, namun yg namanya manusia, selalu ada penyimpangan yg terjd, bs saja kita dapati orgtua yg justru tdk peduli dgn nasib anak-anaknya.

Berita ttg bayi yg dibuang orgtuanya bahkan di saat baru saja dilahirkan, bukan menjd suatu hal berita yg mengejutkan lagi. Dulu yg kita dengar adalah orgtua yg meninggalkan anaknya di dpn pintu rumah panti asuhan misalnya, disertai dgn sebuah surat yang meminta pihak panti asuhan utk bersedia merawat anaknya karena alasan yg mgkin masih bs dimaklumi, karena masalah dlm keuangan ekonomi keluarga. Tapi kalau bayi yg baru lahir bahkan dibunuh oleh orgtuanya karna tdk ingin ketahuan aibnya akibat hubungan sex di luar nikah atau perselingkuhan, ini tentu satu hal yg amat biadab dan sulit utk dimaafkan. Apa yg Daud tulis dlm mazmurnya ini, seakan adalah apa yg dia pernah alami sndri dlm hidupnya. Ini krna ada bbrpa penafsir yang berkata bhw Daud kemungkinan adalah anak dr ayahnya dgn bkn dr istri resminya, di zaman itu budak perempuan memang bs digauli dan anaknya menjd milik dr tuan atau nyonyanya spt Ismael yg adalah anak Abraham dr Hagar, hambanya Sara, istrinya. Ini hanya sekedar penafsiran, namun bila Daud dgn sengaja menulis ttg ini, tentu ada alasan kuat di baliknya, mengingat saat Samuel dtg ke rumah, Daud tdk turut dihadirkan bersama saudaranya yg lain.

Kasih seorg ibu yang menurut pepatah manusia digambarkan ‘tak terhingga sepanjang masa’ ini tentu bukanlah kasih yg sempurna, karena dlm diri manusia ada kedagingan yg menyeret untuk cenderung berbuat dosa. Tuhan menyambut itu spt seorg yg lewat di sebuah jalan lalu melihat ada seorg anak bayi yg tergeletak tanpa ada yg merawatnya. Ini bs kita lihat dr perumpamaan Tuhan ttg Yerusalem:

Yehezkiel 16:4-6
Kelahiranmu begini: Waktu engkau dilahirkan, pusatmu tidak dipotong dan engkau tidak dibasuh dengan air supaya bersih; juga dengan garam pun engkau tidak digosok atau dibedungi dengan lampin.
Tidak seorang pun merasa sayang kepadamu sehingga diperbuatnya hal-hal itu kepadamu dari rasa belas kasihan; malahan engkau dibuang ke ladang, oleh karena orang pandang enteng kepadamu pada hari lahirmu.
Maka Aku lalu dari situ dan Kulihat engkau menendang-nendang dengan kakimu sambil berlumuran darah dan Aku berkata kepadamu dalam keadaan berlumuran darah itu: Engkau harus hidup

Orgtua kita mgkin bs mengecewakan kita, bisa melukai hati kita, namun saat Tuhan mengasihi kita dgn kasih-Nya yg sempurna, semua derita dan luka yg ada bs disembuhkan dan kita dapat hidup bebas dr kebencian pd orgtua kita. Kasih Tuhan melenyapkan dendam dan amarah, kasih Tuhan melembutkan hati kita utk mengampuni dan hidup bebas dr luka batin.

Manusia bs menolak dan ‘membuang’ kita, tapi Tuhan menyambut kita, Dia mau kita tetap hidup dan menjadi besar sbg org yabg menjadi berkat bagi lingkungan di mana Tuhan menempatkan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Ditinggalkan Manusia

Bergaul Dengan Siapa?

DI 29112022

Mazmur 26:4 ILT3
Aku tidak duduk bersama orang-orang yang sia-sia, dan aku tidak mau bergaul dengan orang yang munafik.

Siapa itu orang yang sia-sia? Sia-sia itu sesuatu yg dilakukan tp tdk ada gunanya, jd orang yang sia-sia itu adalah mereka yg melakukan hal-hal yg tdk ada gunanya, tdk membawa pd kemajuan ataupun peningkatan.

Hal yg sia-sia tdk dinilai dr apakah yg dilakukan itu menghasilkan uang atau tidak. Zaman skrg apapun yg bs menghasilkan uang akan coba utk dilakukan. Membuat sensasi supaya viral, mulai dr yang positif hingga negatif seperti membuka aib sendiri yg memalukan. Netizen suka dengan konten yg isinya pertengkaran, skandal, hingga yg isinya berbau pornografi. Acara ‘settingan’ itu dulu dinilai negatif, skrg malah dianggap suatu cara yg manjur utk menaikkan popularitas, bisa mendapat peluang utk ‘endorse’ produk tertentu krna punya followers dan subcribers yg banyak akibat dr konten-konten yg kontroversial. Ketika mulai menghasilkan uang, namun nama baik JD rusak dan netizen ‘mencap’ label buruk, apakah itu bukan suatu hal yg sia-sia? Viral sesaat tapi kemudian dibenci banyak orang dan kehilangan nama baik, uang yg datang begitu cepat, pergi juga begitu cepat. Sekalipun bergelimang harta, tak jarang kita dengar bbrpa artis justru bunuh diri krna stress yg tinggi dan tuntutan dari karier yg membuat mereka hidup dlm ketdk nyamanan dan putus asa. Mgkin lebih baik dulu tdk menjd artis atau terkenal, bisa hidup normal walaupun dg harta yg tdk terlalu banyak.

Tdk duduk bersama dgn orang yg sia-sia, berarti kita menjaga diri kita utk tdk ikut melakukan hal yg sia-sia. Lihat akhir dari perbuatannya, apakah membawa kebahagiaan dan damai sejahtera dr Tuhan atau justru menjerumuskan kita ke dalam jurang kehancuran? Dekat dgn orang sakit maka ada kemungkinan besar utk tertukar penyakit yg sama, dekat dgn org yg bersemangat, kita dapat ikut bersemangat jg. Jadi jaga pergaulan, waktu yg kita habiskan jgn sampai digunakan utk ada dlm kumpulan org-org yg menyia-nyiakan hidup dan masa depan mereka sndri. Kemudian juga diingatkan utk tdk bergaul dgn org munafik, org yg tdk tulus, suka berdusta, dan yg hanya ingin mencari keuntungan diri sndri. Nanti kita mgkin akan menjadi org munafik jg, akibatnya sangat buruk utk karakter dan kualitas hidup kita. Kita boleh berteman dgn siapapun, tapi seleksi dgn siapa kita ingin bergaul lebih dekat, komunitas apa yg ingin kita masuki, jgn akhirnya salah dlm memilih dan membuat hidup kita menjd sia-sia dan merusak org-org di sekitar kita. Jadilah org yg membw berkat bukan kutuk, org yg membuat hidup sesama menjd lebih berarti.

Hindari bergaul dgn org yg sia-sia dan munafik, pilihlah komunitas yg sehat dan positif, bergaul dgn mereka yg punya bnyk pengetahuan dan jg keterampilan, kita bs belajar bnyk dr mereka.

Posted in Renungan | Comments Off on Bergaul Dengan Siapa?

Bersekutu Dengan Orang Yang Tepat

DI 28112022

1 Samuel 22:17, 20-21
Lalu raja memerintahkan kepada bentara yang berdiri di dekatnya: “Majulah dan bunuhlah para imam TUHAN itu sebab mereka membantu Daud; sebab walaupun mereka tahu, bahwa ia melarikan diri, mereka tidak memberitahukan hal itu kepadaku.” Tetapi para pegawai raja tidak mau mengangkat tangannya untuk memarang imam-imam TUHAN itu.
Tetapi seorang anak Ahimelekh bin Ahitub, namanya Abyatar luput; ia melarikan diri menjadi pengikut Daud.
Ketika Abyatar memberitahukan kepada Daud, bahwa Saul telah membunuh para imam TUHAN,

Raja Saul yg dahulu diurapi Tuhan kini berubah menjd org yang kejam hingga membunuh para imam Tuhan yang sebenarnya hrs dihormati dan dilindungi, namun justru diperlakukan dg sangat kejam.

Abyatar, seorg dr antara para iman Tuhan, lolos dr rencana penbunuhan Saul terhadap para nabi dan akhirnya menjd pengikut Daud. Dlm jenjang jabatannya, ia menjd penasehat raja Daud, tapi akhirnya dipecat oleh raja Salomo krna terbukti ikut serta dalam pemberontakan Adonia. Di sini kita pelajari bhw kita hrs memposisikan diri kita di bawah org yg tepat. Abyatar memutuskan utk menjadi pengikut Daud, walaupun saat itu Daud masih berstatus buronan kerajaan. Abyatar saat itu mgkin bernasib mirip dgn Daud, sama-sama menjd target pembunuhan raja Saul, tapi kalau dia salah memutuskan utk mengikuti org yang hendak dia ikuti, maka nasibnya di masa depan mgkin tidak sebaik jabatannya di era raja Daud, tapi jg krna dia salah memihak ke Adonia, anak Daud yg ingin menjd raja, akhirnya nasibnya tdk sebagus dulu, dia dipecat dr jabatannya. Tentu ada unsur politik di dlm kisah ini, namun harus jd pelajaran bagi kita utk jgn salah memilih org yg hendak kita dukung & jadikan sbg pemimpin, jgn hanya menghitung untung ruginya, tp harus mempertimbangkan jg apakah orang itu adalah org yang tepat dan akan membawa nasib kita di masa depan menjd lebih baik dr sblumnya.

Bgmna menilai seseorg adalah org yg tepat utk kita dukung dan jadikan pemimpin kita? Orang itu haruslah org yg takut akan Tuhan dan punya penyertaan Tuhan dlm hidupnya. Saul bertindak melawan Tuhan, membunuh para nabi, jelas ini tindakan yang bukan dimiliki oleh seorg yg takut akan Tuhan. Jadi nilailah seseorg dr perbuatan dan karakternya jg, bukan dr pandainya seseorg berbicara dan mengumbar janji manis. Namun jg perlu diperhatikan apakah perbuatan dan juga karakternya hanya sbg pencitraan atau memang kualitas dirinya memang baik. Itulah pentingnya kita perlu berdoa pd Tuhan, minta petunjuk ttg org tsb, krna hanya Tuhan yang tahu ‘luar dalam’ nya seseorg, tahu isi hatinya, tahu motivasinya, tahu ambisi dan ketulusan hatinya. Jgn sekedar karena kharisma atau kepopulerannya semata, namun apakah dia itu hidup takut akan Tuhan & memiliki penyertaan Tuhan dlm hidupnya. Jgn spt Abyatar, dia tepat memilih Daud namun dia salah memilih Adonia, nasibnya berakhir tragis dan memalukan. Tak ada org yg sempurna, tapi ada org yang memang pilihan Tuhan dan punya penyertaan Tuhan di dlm hidupnya.

Jadilah pengikut dr seorg pemimpin yg baik, yg memang punya penyertaan Tuhan dan bs untuk membimbing kita agar memiliki masa depan yg lebih baik drpd sekarang ini.

Posted in Renungan | Comments Off on Bersekutu Dengan Orang Yang Tepat

Demi Menyelamatkan Hidup

DI 26112022

1 Samuel 21:12-13
Daud memperhatikan perkataan itu, dan dia menjadi takut sekali kepada Akhis, raja kota Gat itu.
Sebab itu ia berlaku seperti orang yang sakit ingatan di depan mata mereka dan berbuat pura-pura gila di dekat mereka; ia menggores-gores pintu gerbang dan membiarkan ludahnya meleleh ke janggutnya.

Seorg yg pernah mengalahkan Goliat dan orang Filistin, berperilaku aneh dg berpura-pura menjd org gila, tentu ada alasan kuat di balik sikapnya spt itu, semua dilakukan demi menyelamatkan dirinya.

Setiap org memiliki 2 musim kehidupan yg amat bertolak belakang, yaitu musim kejayaan dan jg musim keterpurukan. Musim kejayaan raja Daud terjd di awal kariernya di istana raja Saul, namun sempat mengalami musim keterpurukan ketika Daud menjadi buronan kerajaan sehingga harus mengalami peristiwa demi peristiwa yg sangat tdk nyaman, spt ayat yg kita baca, krna takut pd perkataan raja Akhis, Daud berpura-pura menjd org gila demi menyelamatkan dirinya. Seorg yg gagah perkasa sekarang berperilaku spt orang gila, pdhal dia sedang menjalani panggilan dari Tuhan utk menjd raja menggantikan Saul, dari yg dipuja puji namun kemudian menjd buronan kerajaan, sungguh suatu keterpurukan kondisi yg sangat menyedihkan. Ada yg menghina tapi ada jg yg menjd pengikut Daud, itulah realita dr sebuah kehidupan manusia, keadaan yg dahulu baik sekarang berubah menjd kurang baik, shga banyak hal-hal yg tdk terduga terjadi di hadapan mata kita. Apalagi setelah terjd pandemi dalam 3 tahun terakhir ini, bgtu bnyk org yang berubah demi utk menyelamatkan dirinya dr kematian & penderitaan kehidupan, apapun dilakukan walau di luar batas kewajaran yg ada.

Demi menyelamatkan hidup adalah alasan kuat yang melatar belakangi tindakan seseorg ketika ada dlm ancaman dan ketakutan yg besar. Saat yang tepat bagi kita utk bercermin, bgmna kalau hal itu yg terjd dlm hidup kita, apakah kita akan melakukan hal yg sama atau justru melakukan sesuatu yg lebih buruk lagi? Jgn terlalu mudah menghakimi org lain saat mrka mengalami satu masa sulit yg menurut kekuatan yang kita miliki, itu bs kita selesaikan dgn mudah. Jgn menghina org yg sedang berkesudahan, karena suatu saat mgkin keadaan menjd terbalik, dulu susah skrg sangat diberkati sedangkan kita yg dulu sangat diberkati, skrg mengalami masa kesusahan. Hal yang mgkin terjd adalah: ternyata solusi yg kita perlukan ternyata ada pd org itu yg dahulu kita pandang hina dan remeh. Tuhan ingin apapun keadaan yg sedang dialami seseorg, jgn pernah merasa diri lebih baik drpd org lain, merasa diri lebih berkenan di hadapan Tuhan drpd org lain. Jadikan diri kita dgn segala yang kita punya itu sbg berkat dan solusi bagi org lain yg ada dlm situasi tertekan. Buatlah mereka menjadi lebih kuat, bukan justru menimbulkan sakit hati yang amat dlm.

Setiap org punya musim kehidupan yg sedang mereka alami hari-hari ini, drpd hanya sekedar berkomentar, adalah lebih baik bagi kita untuk berusaha meringankan beban hidup mereka yg amat berat itu.

Posted in Renungan | Comments Off on Demi Menyelamatkan Hidup

Gagal Menikmati Berkat Tuhan

DI 25112022

1 Samuel 13:13-14
Kata Samuel kepada Saul: “Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya.
Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. TUHAN telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan TUHAN telah menunjuk dia menjadi raja atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan TUHAN kepadamu.”

Saul sebenarnya sangat beruntung, dia dipilih & menjd raja pertama bangsa Israel oleh Tuhan, tp dm menjalankan kekuasaannya, dia bertindak bodoh dgn tdk mentaati perintah Tuhan.

Awalnya Tuhan ingin Saul menjd raja atas Israel utk sepanjang hidupnya, dan pastinya keturunan berikutnya dr Saul yg akan meneruskan menjadi raja di Israel, namun itu semua dibatalkan krna ketidak taatan Saul dan Tuhan mengalihkannya kepada Daud dan keturunannya. Persyaratan yg Tuhan tetapkan adalah bahwa hrs tetap setia & taat pd perintah-Nya hingga seumur hidup. Kita jg melihat Daud dan bbrpa keturunan setelahnya pernah menikmati janji Tuhan ini, namun karena ketidak taatan keturunan berikutnya, maka janji itu juga diambil dr keturunan Daud. Memang tdk mudah utk tetap setia dan taat pd Tuhan, perlu komitmen super tinggi dan berani utk melawan arus yg sedang terjadi. Saul gagal karena tidak tahan kalau ditinggalkan oleh rakyatnya, lebih takut kehilangan dukungan rakyat drpd takut utk melawan perintah Tuhan. Daud berhasil karena dia sadar bhw tahta kerajaannya itu pemberian dr Tuhan, jadi kalau Tuhan tetap menginginkan dirinya menjd raja, itu tetap akan terjadi namun kalau Tuhan memilih org lain karena kualitasnya lebih baik, Daud rela meninggalkan tahtanya. Ini terlihat saat Absalom, anak Daud, memberontak dan ingin merebut tahta ayahnya.

Terkadang ada org yg iri pd org lain yg hidupnya jauh lebih baik daripada dirinya, berpikir bahwa Tuhan lebih memberkati org itu. Bisa saja orang lain itu ada dlm posisi spt Daud, menerima yang dari Tuhan karena ketidak taatan seseorang dan akibatnya menerima ‘porsi ganda’ dr Tuhan. Kita jg perlu koreksi diri jika sblumnya pernah terima janji Tuhan tp kenyataannya skrg justru berbalik dr yg seharusnya, mgkin ada dosa yg diperbuat shga Tuhan memberikan janji-Nya pd orang lain yg dinilai lebih pantas drpd kita. Kita gagal u5k terus menerima berkat Tuhan yabg dulu sempat kita alami dan nikmati. Kita ingat perumpamaan ttg 3 hamba yg diberikan talenta utk dikelola & menghasilkan keuntungan. Yg berhasil memberi keuntungan 5 talenta akhirnya diberi tambahan 1 talenta lagi oleh Tuhan krna hamba ke-3 yang hanya menyimpan uang itu tanpa dikelola shga tdk memberikan keuntungan pd tuannya. Apa yg kita terima lebih, itu mgkin jg awalnya ditujukan Tuhan utk org lain, karena org itu tidak taat, jadi kitalah yang dipercaya Tuhan utk menerimanya. Jgn merasa diri hebat, tetaplah rendah hati dan setia pd Tuhan seumur hidup kita.

Taat dan setia, bukan sehari dua hari, to seumur hidup kita, jgn menyimpang ke kiri atau kanan, tetap berjalan di jalur yang Tuhan peruntukkan bagi kita utk menjalaninya.

Posted in Renungan | Comments Off on Gagal Menikmati Berkat Tuhan

Tetap Mengikut Tuhan

DI 24112022

1 Samuel 12:20
Dan berkatalah Samuel kepada bangsa itu: “Jangan takut; memang kamu telah melakukan segala kejahatan ini, tetapi janganlah berhenti mengikuti TUHAN, melainkan beribadahlah kepada TUHAN dengan segenap hatimu.

Hal bangsa Israel meminta seorg raja pd Tuhan ternyata merupakan hal yg jahat di mata Tuhan, namun Tuhan tetap memberikannya dan melalui Samuel, Dia meminta agar bangsa Israel tetap mengikut Tuhan dan beribadah kepada-Nya.

Kita tentu pernah ada dlm kondisi yg mirip spt itu, saat mulai timbul kesadaran bhw apa yang telah kita lakukan itu suatu kesalahan, ada rasa takut pd Tuhan dan berusaha utk memperbaiki keadaan yg ada. Reaksi yg berbeda adalah kita justru berpikir keliru, sudah berbuat dosa, jadi ya sekalian saja buat dosa yg lain dan malah mulai menjauh dr Tuhan. Sebagian dr kita mgkin akan terlalu larut dlm penyesalan yg mendalam dan dikuasai ketakutan bhw nantinya Tuhan murka & memberi hukuman yg berat. Apa yg hrs menjadi reaksi kita yg benar ketika kita mulai sadar bhw yg kita lakukan itu ternyata adalah dosa & jahat di mata Tuhan? Yg harus kita lakukan adalah spt yg Samuel pesankan dlm ayat ini yaitu tetap jadi pengikut Tuhan dan tetap beribadah kepada Dia bukan malah menjauh dr Tuhan. Hukuman pasti ada tapi pengampunan Tuhan jg tersedia untuk kita yg bertobat dan kembali pd Tuhan. Jangan larut dlm kesedihan dan penyesalan, walaupun itu bukti bhw kita mulai masuk dlm tahap yang disebut awal munculnya pertobatan. Tunjukkan pertobatan kita dengan komitmen utk mengikut Tuhan dan tetap beribadah kepada-Nya dengan kesungguhan hati.

Namun hal yg berbeda mgkin nampak dr reaksi manusia di sekitar kita. Misalkan dlm kalangan gereja sendiri, ketika ada seorg pelayan Tuhan yg melakukan pelanggaran dan dosa, hukuman yg diberikan adalah sesuai dgn peraturan yang telah dibuat oleh sinode gereja tersebut. Dimulai dr teguran lisan dan tertulis, hingga sanksi yang berat, dan terkadang hal ini justru membuat org ini mengalami ‘kepahitan’ dg pihak gereja. Tentu kesalahan dan dosa hrs ada sanksi & hukuman, namun bkn berarti mengabaikan unsur kasih di dlm penerapannya. Di sisi lain kita mengenal ttg hukuman ‘adat’ yg memang tegas dan membuat seseorg dikucilkan hingga terusir dr lingkungan di mana dia berada. Karena itulah hindari untuk melakukan dosa dan kesalahan, berpikir sblum bertindak atau mengambil satu keputusan, krna ada dampak yg ditimbulkan dr itu semua. Hanya mengikuti emosi dan ambisi pribadi bisa sangat fatal akibatnya bagi masa depan kita, merusak nama baik hingga hilangnya kepercayaan yang sebelumnya diberikan kepada kita. Kalaupun itu terjd bhw kita melakukan dosa dan kesalahan, tunjukkan pertobatan yang sungguh di hadapan Tuhan dan sesama kita.

Tetap setia mengikuti Tuhan dan beribadah pd Tuhan, tiap org pasti pernah buat kesalahan dan dosa, tapi jgn biarkan diri kita menghakimi org lain dan menjauh dr Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tetap Mengikut Tuhan

Tahap Demi Tahap

DI 23112022

1 Samuel 9:16-17
“Besok kira-kira waktu ini Aku akan menyuruh kepadamu seorang laki-laki dari tanah Benyamin; engkau akan mengurapi dia menjadi raja atas umat-Ku Israel dan ia akan menyelamatkan umat-Ku dari tangan orang Filistin. Sebab Aku telah memperhatikan sengsara umat-Ku itu, karena teriakannya telah sampai kepada-Ku.”
Ketika Samuel melihat Saul, maka berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Inilah orang yang Kusebutkan kepadamu itu; orang ini akan memegang tampuk pemerintahan atas umat-Ku.”

Samuel menerima petunjuk Tuhan ttg siapa org yg hrs dia urapi menjd raja pertama atas Israel, namun petunjuk Tuhan itu ternyata ada tahapan dan tdk diberikan langsung secara detailnya.

Sehari sblum bertemu Saul, Samuel masih blm tahu siapa org yg hrs dia urapi, hanya diberi satu petunjuk bhw orang itu dari suku Benyamin. Info yg sangat ‘umum’, namun Samuel tetap taat dan melakukan apa yg Tuhan perintahkan. Barulah pd keesokan harinya, Tuhan memberi petunjuk yg sangat detail ketika Samuel berpaspasan dg Saul diperjalanan, Tuhan berfirman bhw Saul ini adalah org yg dimaksud dan nanti harus diurapi menjd raja atas Israel. Pelajaran yg bs kita lihat dr kisah ini adalah bhw tdk selalu Tuhan ketika menyuruh kita melakukan sesuatu, Dia memberi petunjuk secara detail shga kita tidak bingung & tinggal menjalankan apa yg Tuhan suruh untuk kita lakukan. Ini tentu sangat memudahkan kita utk melakukannya, tapi bgmna kalau situasinya spt yg Samuel alami, petunjuk yg diberikan tidak detail, masihkah kita mau taat melakukan yang Tuhan perintahkan? Kita hrs spt Samuel, dia org yg memiliki akses berkomunikasi dengan Tuhan dan bs mendengar suara Tuhan, sedikit info saja itu tdk membuat Samuel bingung, krna dia yakin bhw Tuhan akan memberikan petunjuk detailnya ketika dia taat melakukan perintah Tuhan. Tetap terhubung dgn Tuhan, itu yg menghindarkan kita dari kebingungan dan keraguan.

Taat saja, ini yg hrs kita miliki sbg org percaya, yakinlah bhw Tuhan tdk akan membawa kita ke dlm situasi yg penuh kebingungan, yang penting kita hrs tetap fokus pd tugas yg Tuhan berikan, ikuti petunjuk demi petunjuk yg diberikan hingga semuanya menjadi jelas dan sempurna. Jgn kita mengurangi atau menambahi dari apa yg Tuhan perintahkan utk kita lakukan. Kisah nabi Yunus yg lari dari tugas yg Tuhan berikan kepadanya, bisa menjadi sebuah peringatan keras bagi kita, bahwa setiap ketidak taatan pd Tuhan akan bs menimbulkan bahaya bagi diri kita maupun juga org-org yg ada beserta kita. Org-org yg sekapal dgn Yunus hampir binasa krna hantaman badai yg Tuhan turunkan akibat ketidak taatan Yunus dalam melakukan tugasnya. Sesulit dan seberat apapun tugasnya, lakukanlah sbg seorg hamba yg setia dan mengasihi Tuhan dgn sepenuh hati, pasti Tuhan menjaga dan melindungi kita, Tuhan pasti terus memberi petunjuk yg diperlukan dan membuat kita berhasil dlm menyelesaikan apa yg menjd tugas kita. Penyertaan Tuhan penting dlm penyelesaian tugas dr Tuhan, tanpa ini akan bnyk hambatan yg merintangi kita, tetap dengar suara Tuhan dan terhubung dgn Dia.

Dia menuntun kita tahap per tahap, jgn biarkan kita dibingungkan oleh situasi yang ada, selama kita setia dan penuh tanggung jawab, Dia selalu menyertai kita dan membuat kita berhasil.

Posted in Renungan | Comments Off on Tahap Demi Tahap

Orang Pilihan Tuhan

DI 22112022

1 Samuel 16:1
Berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku.”

Kalau org pilihan Tuhan, tentu berkualitas dan sudah memenuhi standart yg Tuhan inginkan, tp bgmna dg Saul dan Daud, keduanya dipilih oleh Tuhan tp ternyata kualitasnya berbeda?

Saul dipilih Tuhan karena desakan bangsa Israel yg ingin segera memiliki seorg raja, jd pilihan ini bukan berawal dr inisiatif Tuhan, apakah Saul ini adalah org terbaik di zaman itu? Kalau kita baca kisah ttg sblum Saul diurapi menjd raja, agaknya Saul memang yg terbaik di zaman itu. Muda dan berperawakan elok, dan masih hidup takut akan Tuhan saat itu. Seiring berjalannya waktu, Saul akhirnya membuat Tuhan kecewa karena telah banyak melakukan kesalahan dan dosa, ini tidak bisa lagi ditolelir oleh Tuhan, shga Tuhan ingin menggantikan Saul dgn seseorg yang lebih baik drpd dia, dan Daud menjd org pilihan Tuhan utk menjd raja menggantikan Saul. Dr kisah Saul ini, kita bs belajar bhw pilihan Tuhan tidak pernah salah, yg salah adalah org yg menjalankan apa yg sdh dipercayakan Tuhan terhadapnya. Tuhan kan Mahatahu, Dia pasti tahu Saul nantinya bs begini atau begitu, berarti Tuhan salah pilih kah? Pertanyaan ini hanya berdasar pd logika semata dan memancing pikiran org utk berpikir bahwa Tuhan salah memilih. Mari kita telaah dg pikiran yg jernih dan terbuka utk penjelasan yang Tuhan berikan pd kita, kalau salah memahami, kita bs salah dlm memahami Tuhan.

Sejak manusia jatuh dlm dosa, manusia menjadi ciptaan yg tidak lagi sempurna, punya keinginan utk berbuat dosa dan kecenderungan utk lebih mengikuti keinginan dagingnya. Kalau bisa kita umpamakan spt kita memakai barang yg sudah pernah mengalami kerusakan, walaupun sudah pernah diperbaiki, suatu saat bs timbul lagi hal yg sama. Daud juga melakukan dosa besar, tapi yg membedakannya dg Saul adalah Daud sadar dan mau bertobat, walaupun tetap hrs memikul akibat dr perbuatan dosanya, sementara Saul yg tetap memilih menjauh dr Tuhan, berakhir dgn kematian yg tragis, sementara Daud meninggal dlm keadaan damai. Jadi ini tergantung pada 2 hal mengenai org pilihan Tuhan: penilaian Tuhan dan kualitas diri dr org itu sendiri. Semakin kecil ‘kerusakannya’, semakin bs berfungsi dgn baik, tp semakin besar ‘kerusakannya’, semakin besar jg kemungkinan mengalami gangguan. Bertobat itu spt mobil yg masuk bengkel, kerusakannya diperbaiki spya bisa digunakan lagi scra normal, hidup org yg bertobat lebih memiliki kelancaran hidup yg lebih besar dibandingkan dgn org yang memilih tetap hidup dlm dosanya dan tidak mau utk bertobat pd Tuhan.

Kita pun adalah org pilihan Tuhan utk tujuan yg Dia telah tetapkan utk kita masing-masing, tapi jgn sombong, ingatlah kita semua ini pny bnyk kekurangan dan dosa, tetap perlu bertobat dan ‘diperbaiki’ oleh Tuhan terus menerus.

Posted in Renungan | Comments Off on Orang Pilihan Tuhan

Musik Yang Mempengaruhi Jiwa

DI 21112022

1 Samuel 16:16 ILT3
Biarlah sekarang tuanku berkata kepada hamba-hambamu yang ada di depanmu; biarlah mereka mencari seseorang yang pandai bermain harpa. Dan akan terjadi, ketika roh ilah-ilah yang jahat itu ada padamu, maka dia akan bermain dengan tangannya, dan hal itu akan melegakan bagimu.”

Raja Saul mengalami gangguan dr roh jahat dan solusinya adalah mencari seorg yg pandai main kecapi sehingga saat mendengarnya, raja Saul akan merasa lega dan nyaman.

Musik yg dimainkan akan punya pengaruh bagi org yg mendengarnya, dengar musik dgn nada yg ‘melow’, perasaan kita bs terpengaruh menjd sedih bahkan sampai bs menangis, dengar yang nadanya gembira, perasaan kita bs merasa ikut bersemangat dan gembira. Bahkan bayi yg ada dlm kandungan ibunya disarankan mendengar irama musik tertentu yg menurut penelitian bisa mempengaruhi fungsi otak si bayi kelak ketika nanti dilahirkan dan bertumbuh besar. Tentunya dlm kasus raja Saul ini, yg hrs memainkan alat musik kecapi ini bukan org sembarangan sebab yg mengganggunya adalah roh jahat, tentu yang memainkan kecapi hrs jg org yg disertai Tuhan dan ternyata permainan kecapi Daud di masa itu sdh dikenal hingga org-org yg melayani di istana raja, artinya permainan kecapi Daud berkualitas dan sudah masuk level ‘ahli’, terbukti saat sudah bermain di hadapan raja Saul, permainan musik Daud berpengaruh pd kejiwaan raja Saul. Di sini kita melihat bhw musik bukan sekedar satu dari bermacam-macam kesenian, tapi musik adalah bagian dari aktivitas kerohanian jika digunakan utk memuji dan memuliakan Tuhan.

Musik jenis apa yg kita dengarkan, tentu harus jg kita seleksi, terlebih lagi lirik lagunya, apakah memiliki nilai moral yang baik atau malah isinya adalah penghujatan terhadap nama Tuhan. Bnyk kesaksian org yang bertobat diawali mendengar lagu rohani yg tentu saja alunan musiknya tidak se-ekstrim musik sekuler, tapi juga ada alunan musik tertentu yg sengaja dipakai utk hal-hal yg tdk baik, misalnya utk mengiringi org-org yang sedang mengkonsumsi narkoba atau bermabuk ria, bukan salah musiknya, tp penggunaannya yg salah. Pilihlah jenis-jenis musik yg pengaruhnya positif utk kejiwaan kita, musik yg bebas dr apa yg disebut dgn musik yg dipersembahkan untuk roh jahat yaitu musik yg disertai dgn ritual yang berhubungan dgn okultisme, karena bs sangat buruk pengaruhnya bagi kejiwaan dan rohani, bukan sekedar karena enak lagu dan nadanya, yg terpenting adalah apa efeknya bagi kita saat mendengarkan musik dan lagu itu. Tentu tidak semua jenis lagu dan musik sekuler itu buruk, tp ada jg yg baik dan positif, namun kita tetap hrs waspada jgn sampai salah mendengar lagu dan musik tertentu, perhatikan jg lirik lagunya.

Musik berpengaruh pd kejiwaan dan emosi kita, dengarkan musik yg baik dan positif, gunakan utk memuji dan memuliakan Tuhan, bukan utk hal-hal yg negatif dan buruk.

Posted in Renungan | Comments Off on Musik Yang Mempengaruhi Jiwa

Jangan Sampai Tertukar

DI 19112022

Matius 8:11-12
Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,
sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”

Siapa yang yakin nanti meninggal pasti masuk surga? Pertanyaan yg menjebak iman sbnarnya, bila dijawab: yakin, kita terbentur dgn ayat yang kita baca, jika dijawab: tidak yakin, kita disebut org yg tidak beriman akan selamat.

Jd jawaban yg benar spt apa? Hal yg perlu kita pahami dulu adalah bhw tdk ada satu manusia yang sanggup menyelamatkan dirinya sndri dari kemungkinan utk masuk neraka, krna semuanya punya banyak dosa dan kesalahan. Seandainya benar manusia bs menyelamatkan dirinya, tidak perlu Yesus hrs mati disalibkan menjadi korban penebusan utk dosa-dosa manusia. Manusia bs selamat krna Tuhan memberikan keselamatan itu, hanya dgn cara inilah manusia bs selamat & terhindar dr kebinasaan kekal, tinggal di neraka selamanya. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.”(Efesus 2:8) Jadi yg menentukan kita bs selamat atau tidak, itu hanya Tuhan saja, kita tdk bisa menentukan atau memutuskannya sndri. Jadi jawaban yang benar adalah: kita yakin nanti meninggal pasti masuk surga kalau keselamatan yg Tuhan beri itu tetap ada dlm hidup kita, keselamatan yang melalui iman, artinya selama kita memelihara & menjaga iman kita dgn baik, kepastian tentang keselamatan itu tetap kita miliki, ibarat kita pny tiket pesawat dan kita jaga, pasti nanti kita bisa terbang dgn pesawat yg telah ditentukan, kalau hilang, akan timbul masalah.

Anak kerajaan justru bs tertukar posisi dr surga ke neraka, ini satu peringatan keras utk kita yg saat ini masih beriman pd Kristus. Iman bukan melulu soal mujizat dan terobosan, justru hal yg paling esensi adalah iman berkaitan erat dgn keselamatan kita, sederhananya, iman yang kita miliki akan menentukan nantinya Tuhan menilai kita masuk surga atau neraka. Krna itulah kita hrs tahu persis iman spt apa yg Tuhan perlukan utk Dia temukan dlm diri kita. Dlm kisah ayat yg kita baca, Yesus memuji iman seorg perwira yg Dia sebut sbg iman yg besar (Matius 8:10) lalu muncullah perkataan Yesus berikutnya di ayat 11-12. Ternyata sangat penting bagi kita untuk memiliki iman yg besar, sekali lagi, bukan untuk mujizat atau terobosan, tp utk memastikan kita akan Tuhan masukkan ke dlm surga, menerima keselamatan secara utuh. Jgn terlalu bangga kalau mengalami mujizat Tuhan, tp bersukacita kalau nama kita tercatat dlm Kitab Kehidupan, dan ini memerlukan iman yg besar, iman yang menguatkan kita utk tdk menyangkal Tuhan di depan umum, sehingga nantinya Tuhan jg akan mengakui kita di hadapan Bapa & malaikat-Nya (Wahyu 3:5).

Kita tdk punya kuasa utk menentukan masuk ke surga atau neraka, yg hrs kita lakukan adalah tetap menjaga iman kita, membuatnya semakin besar dan mengerjakan keselamatan itu dalam sepanjang hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Sampai Tertukar