Iman Yang Disertai Kuasa

DI 18112022

Lukas 17:6
Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”

Membaca ayat ini, apa yg kita pikirkan? Beriman berarti bs melakukan mujizat spt Tuhan? Di sini letak kekeliruan dalam hal iman, bacalah ayat ini dgn teliti.

Dlm ayat di atas, org yg beriman hanya berkata pd sesuatu, dan sesuatu yg menerima apa yang kita katakan, akan melakukan tepat spt iman yg kita miliki. Jd jelas, bukan kita yang melakukan mujizat atau hal yg mustahil, tp iman yg sudah di level ‘memiliki bentuk’ mengandung kuasa yg sama spt yg Tuhan miliki. Sederhananya, orang yg memiliki iman yg sdh ada bentuknya, besar & kecil, apa yg dia katakan itu akan ditangkap oleh yg mendengarnya spt Tuhan yg berfirman scra langsung terhadapnya. Menyuruh pohon ara utk pindah tertanam di dalam laut, itu bisa terjadi, jg menyuruh gunung beranjak dan tercampak ke laut ini jg akan terjadi. Seperti dlm ayat berikut : “Dan seraya menanggapi, YESHUA berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jika kamu mempunyai iman dan tidak bimbang, kamu akan melakukan bukan hanya atas pohon ara itu, melainkan juga pada gunung ini. Apabila kamu berkata: Terangkatlah dan tercampaklah ke dalam laut, maka hal itu akan terjadi!” (Matius 21:21). Jadi iman bukan menghasilkan mujizat, karena yang punya kuasa utk melakukan mujizat itu hanya Tuhan, tp iman menghasilkan kuasa perkataan, dan kuasa ini yg membuat Tuhan melakukan mujizat.

Kita mengenal istilah ‘deklarasi iman’, yaitu iman yg kita perkatakan dgn keyakinan yg penuh bhw itu akan terjd sesuai dgn yang kita deklarasikan. Tapi tentu saja org yg melakukan deklarasi iman ini hrslah benar-benar memiliki iman yg sudah memiliki bentuk, iman yg besar atau kecil. Jadi sekalipun deklarasi iman itu tampaknya sangat menyakinkan, tp jika org yg melakukannya tidak memiliki iman, itu hanya menjd sebuah tontonan rohani yg menipu penontonnya. Kalau seseorg benar memiliki iman yg berbentuk, perkataan yg diucapkan akan terjd dan menjd kenyataan. Dlm Alkitab contohnya adalah iman seorg perwira yg memohon kesembuhan dr Yesus: Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya (Matius 8:8,13). Jd jelas bhw tetap Tuhan yg melakukan mujizat, tapi Dia bertindak sesuai dgn bentuk iman yg kita punya, itu proses yang sebenarnya, jgn pernah berpikir bhw kita bs melakukan mujizat spt Tuhan, yang benar adalah Tuhan bs melakukan mujizat lewat tubuh dan hidup kita.

Sudahkah iman kita memiliki bentuk, apakah itu besar atau kecil? Iman yg besar bukan lagi bcra ttg mujizat, tapi kemampuan untuk bergaul dgn Tuhan dan bertindak spt Tuhan bertindak krna kuasa-Nya ada dlm diri kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Iman Yang Disertai Kuasa

Dia Sudah Mati

DI 17112022

Lukas 15:32
Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.”

Dlm perumpamaan ini, anak yg terhilang dan yg pulang kembali itu disebut sbg org yg sdh ‘mati’ dan hidup kembali, jadi sebenarnya apa yg ingin Yesus sampaikan lewat perumpamaan ini?

Org berdosa dan org yg meninggalkan Tuhan itu disamakan spt org yg mengalami kematian, tdk hidup dan sdh berada di ‘dunia’ yg lain, apa arti dr persamaan ini? Org mati sdh tdk bs bereaksi walaupun dirinya disentuh sekalipun. Ini berarti org berdosa itu spt org mati, tdk meresponi apa yg Tuhan katakan pd dirinya, baik lewat nasehat, khotbah, teguran, dsbnya, tdk ada reaksi dan tdk mau bertobat. Org mati juga tdk lg bergerak, ini artinya tdk aktif lagi dlm kegiatan rohani: sudah tdk lg beribadah dan berdoa tiap hari, menjauhi persekutuan dgn sdr seiman, dsbnya. Org mati juga nanti tubuhnya perlahan-lahan mengalami pembusukan, mengeluarkan bau tdk sedap. Ini gambaran hidup org berdosa itu bukannya jadi hidup yg ‘harum’ di hadapan Tuhan, hidup yang perlahan-lahan akan ‘membusuk’, artinya bukan naik tp turun, semakin lama semakin kacau dan mengarah pd kebinasaan. Itulah gambaran ttg org berdosa yg tdk bertobat, spt org mati yang sebentar lagi hanya tinggal menjd kenangan yg buruk, tidak meninggalkan teladan yg baik, tapi justru menjd cibiran dan dikenang sbg org yang tdk punya nama baik.

Org yg bertobat digambarkan spt org yg bangkit dr kematian, diberi kesempatan hidup yg kedua kalinya, yg dulu melawan Tuhan, skrg tunduk pd Tuhan, yg dulu keras harinya, skrg lembut hati. Org yg diberi kesempatan hidup kembali pasti akan lebih menghargai hidupnya dibandingkan sblm mengalami kematian dan kebangkitannya. Pernah melihat dunia ‘org mati’, shga bs dengan lebih jelas menegur org-org yg masih hidup dlm ikatan dosa. Kita pd hakekatnya adalah org yg telah ‘bangkit dr kematian’ karena telah bertobat dan hidup benar di hadapan Tuhan. Seharusnya kita lebih memaknai hidup ini sbg kesempatan kedua utk menyelesaikan ‘tugas’ kita di dunia ini dan menjd berkat bagi sesama. Org bs menjadi Kristen tp tanpa pertobatan, ini yg membedakan antara cara hidup org yg telah bertobat dgn yg belum bertobat, ada keseriusan dlm menjalani keseharian hidup krna sadar bahwa semuanya hrs kita pertanggung jwbkan di hadapan Tuhan, kena itulah gunakan hidup dan waktu yg ada dg sebaik-baiknya utk mempersiapkan diri ketika tiba waktunya kita ada dlm kekekalan, bukan LG menuju ke kebinasaan, tp kepada kehidupan yg kekal bersama Tuhan di surga.

Sudahkah kita bertobat? Setiap hari kita masih perlu utk bertobat krna masih bnyk bagian dari diri kita yg perlu dimurnikan oleh Tuhan supaya nanti layak masuk dlm kekekalan bersama dgn Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Dia Sudah Mati

Bukan Petobat Baru

DI 16112022

Lukas 15:7,10
Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”
Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.”

Kadang kita terlalu bersemangat membaca satu ayat sehingga lupa utk melihat detail yg ada dlm ayat yg kita baca, apalagi para hamba Tuhan jg ikut-ikutan mengatakan yg kurang tepat.

Siapa org berdosa yg dimaksud dlm 2 ayat ini? Biasanya langsung diartikan sbg org yg disebut ‘petobat baru’, yg dulu belum kenal Tuhan, skrg jadi percaya pd Tuhan Yesus, yg non Kristen jadi Kristen, lalu biasanya org yg baru jd Kristen kita perlakukan dgn begitu istimewa. Tapi … Bacalah dgn benar ayatnya. Pertama, Yesus dlm ayat ini memakai ‘domba’ sebagai obyek perumpamaan, nah, domba itu hewan ternak, bukan hewan liar, artinya ada pemiliknya. Ada 100 domba, 1 ekor domba ternyata hilang, lalu 99 ditinggalkan lalu pergi mencari 1 domba yg hilang. Jelas di sini ceritanya bukan sang pemilik atau gembala ada dlm misi mencari hewan liar utk diternakkan, jd yg dicari itu hewan ternak yg hilang. Maka jelas yg dimaksud domba yg hilang ini adalah orang Kristen yg dulunya ada dlm sebuah persekutuan bersama org percaya lainnya, tp karena 1 sebab tertentu terpisah dari komunitasnya. Org Kristen yg terpisah dari komunitasnya & hidup dlm dosa di mata Tuhan adalah org berdosa. Jgn sempit berpikir bhw org berdosa itu adalah org yg dulu bukan Kristen lalu skrg jd Kristen, bukan itu yg dimaksud dlm ayat ini. Ini adalah misi mencari domba yg terhilang, org Kristen yg terhilang dari hidup keKristenannya.

Kedua, Yesus menggunakan ‘dirham’, seorg pny 10 dirham dan 1 ternyata hilang dan dicari. Nah, artinya bukan menemukan dirham di tengah jln lalu diambil. Artinya jg sama, ini bicara tentang org Kristen yg terhilang. Domba dan dirham itu ada pemiliknya, bukan sesuatu yg ‘liar’, yg tidak punya pemiliknya, maka di sinilah jelas bhw yg menjd fokus Tuhan adalah jiwa-jiwa yg terhilang yaitu mereka yg dulunya adalah milik Tuhan, tapi skrg mulai tersesat dan menjauh dr Tuhan. Jadi pahamilah konteks ayat ini dgn benar sehingga kita bs menangkap pesan Tuhan yg sebenarnya ingin Tuhan sampaikan. Perlakuan istimewa yg diberikan pd petobat baru agaknya terlalu amat diistimewakan, diundang kesaksian sana sini & kita merasa Tuhan dahsyat membuat seseorg bertobat, pdhal petobat baru belum teruji di dlm hal iman dan kesetiaannya of Tuhan. Justru org Kristen yg sempat terhilang, tersesat atau mgkin murtad dan akhirnya ditemukan Tuhan kembali, inilah yg membuat malaikat dan Tuhan di surga itu bersukacita. Org yg sempat kecewa dan tdk percaya lagi pd Tuhan akhirnya Tuhan temukan dan membawa mrka kembali ke jalan yg benar, itu lebih menunjukkan kedahsyatan Tuhan.

Yg butuh pertobatan adalah org berdosa, bukan saja mereka yg belum kenal Tuhan, tp jg mereka yg sempat menjd milik Kristus dan tersesat, ini jg yg hrs jadi target penginjilan yg hrs dilakukan oleh gereja dan org percaya.

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Petobat Baru

Bahagia Bersama

DI 15112022

Lukas 14:13-14
Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.
Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”

Berbagi dgn sesama, sebuah aktivitas yg sering dilakukan banyak org dan tentunya itu suatu hal yg baik bahkan mulia, namun ternyata sesuatu yg baik itu jg hrs dilakukan dgn tepat sasaran.

Yesus mengajar bhw ketika ingin mengadakan perjamuan, ini diartikan spt mengundang orang lain utk makan bersama, undanglah mereka yg miskin, cacat, lumpuh dan buta, apa alasannya? Yesus menyinggung ttg balasan yang akan nanti diterima kalau melakukan hal ini. Tapi ini tentu hrs kita pahami konteksnya, Yesus tdk melarang utk kita tetap merayakan sesuatu bersama dgn para sahabat atau kerabat yang dalam kategori kalangan berada atau mampu, itu juga sesuatu yg baik, namun ada sesuatu yg lebih baik lagi dr itu semuanya. Kalau mengundang mereka yang dr golongan berada, suatu saat mereka gantian akan mengundang kita di moment yg sama dgn waktu yg berbeda, misalnya saling mengundang saat merayakan ulang tahun. Itu di mata Tuhan tdk ada hal yg perlu Tuhan balaskan, diundang lalu nanti mengundang, impas, tp mengundang mereka yg dr golongan tdk mampu dan tdk dpt membalas balik undangan kita, Tuhanlah yang akan membalasnya utk kita di hari kebangkitan org-org benar. Jadi ada 2 pilihan yg tersedia utk kita: mau yg balas org lain atau Tuhan yg akan membalasnya, keduanya tetap hal yg baik untuk dilakukan.

Mengundang makan org yg miskin, cacat, buta dan lumpuh, tentu butuh ekstra perhatian dan jg kesabaran. Kalau mengundang org yang berada, mereka tidak perlu kita pikirkan bgmna caranya utk datang, tp ketika mengundang makan orang yg tdk mampu, kitalah yg perlu memikirkan cara mereka utk datang. Di zaman itu, mgkin org yg mengundang itu akan mengutus para pembantu utk membawa org-org cacat, buta dan lumpuh utk bs datang ke rumahnya. Repot? Pasti! Bau? Pasti jg, krna mereka biasa hidup di jalan. Lalu apakah mereka ‘dibersihkan’ lebih dahulu sblum makan bersama? Tentu ini perlu mempelajari ttg budaya zaman itu, tp tampaknya akan dilakukan karena hukum Taurat mengajarkan kebersihan dlm hidup keseharian. Bbrpa kalangan memang sudah melakukan hal serupa, dgn menyediakan makanan gratis setiap harinya, atau bbrpa orang berbagi moment kebahagian dgn merayakannya bersama kaum yg kurang mampu. Tp bagi yang belum pernah melakukannya, kalau kesempatan utk itu ada, lakukanlah dgn penuh kasih, jangan merasa direpotkan, lakukan dgn sukacita, nanti Tuhan yg akan membalasnya, berbagi dg mrka yg lemah dan berkekurangan, itu dihargai Tuhan dan kitapun merasakan kebahagiaan yg lebih dr biasanya.

Org yg hanya menyenangkan dirinya sendiri itu sesungguhnya mengalami kebahagiaan semu, tdk peduli dgn mereka yg berkekurangan adalah bukti dlm dirinya ada keserakahan dan egois.

Posted in Renungan | Comments Off on Bahagia Bersama

Kemauan Yang Keras

DI 14112022

Lukas 19:4-5
Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.
Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”

Zakheus ingin melihat sosok Yesus itu seperti apa orangnya, seorg yg sangat ‘viral’ di saat itu dan kebetulan akan lewat di daerahnya, sangat penasaran dgn kehadiran Yesus di sana.

Pernahkah kita sdkit berlogika, betapa kagetnya Zakheus saat Yesus menyapa namanya padahal blm pernah berkenalan dgn Yesus sebelumnya? Darimana Yesus tahu namanya? Ditambah lagi Yesus berkata bhw Dia harus menumpang hari itu di rumahnya, perasaannya pasti terkejut, tapi juga sangat bersukacita. Seorg ‘nabi utusan dari Tuhan’ mau menumpang di rumahnya, itu suatu kehormatan bagi Zakheus. Kita pasti ingat kisah nabi Elisa yg sengaja disediakan sebuah tempat khusus oleh seorang wanita kaya setiap kali dia melewati kota tempat wanita itu tinggal, terjadi mujizat yg akhirnya wanita ini bs memiliki anak oleh kehendak Tuhan. Bagaimana seorg janda di Sarfat yg mengalami mujizat Tuhan saat Elia datang ke rumahnya. Mungkin Zakheus teringat kisah-kisah itu sehingga dia dengan senang hati menerima Yesus dan rombongan-Nya menginap di rumahnya. Dia seorg kepala pemungut cukai, org yg tdk disukai sndri oleh bangsanya karena memungut pajak yg nantinya disetor pd bangsa yg menjajah mereka saat itu, karena itulah org mengenal Zakheus sbg ‘orang berdosa’. Namun itu justru memicu Zakheus utk bertobat dan tdk marah dgn sikap org-org yg berkomentar buruk tentang dia.

Zakheus melakukan 2 hal yaitu: lari mendahului bnyk org dan memanjat pohon ara demi bs utk melihat sosok Yesus. Kemauan yg kuat akhirnya berbuahkan hasil yg ‘manis’ utk dirinya, ini yang bs kita pelajari yaitu lakukan 2 hal ketika kita ini punya keinginan kuat yg sifatnya rohani: hrs lari mendahului org banyak, artinya kita hrs menjadi org yg maju melebihi rata-rata org, bersemangat utk menjd yg pertama, dan tdk putus asa walau memiliki kekurangan. Zakheus orangnya pendek dan pasti larinya tdk secepat org yg lebih tinggi darinya. Kekurangan ini tdk membuat Zakheus pasrah, tp justru makin bersemangat. Inilah yg jg hrs kita lakukan, dgn kekurangan yg ada, kita tetap berusaha semampu kita utk mewujudkan ‘impian’ kita. Lalu Zakheus memanjat pohon ara, ini supaya bs menarik perhatian Yesus, selain jg karena badannya pendek dan terhalang utk bisa melihat Yesus. Kita jg perlu menarik ‘perhatian’ Tuhan, bukan justru memaksa Tuhan. Ada orang yg memaksa Tuhan mewujudkan keinginannya dan jika tdk dikabulkan, maka mengancam utk tdk lagi mengakui Tuhan & meninggalkan iman percayanya. Buatlah hal-hal yang berkenan bagi Tuhan dan biarkan Tuhan bertindak sesuai dgn kehendak-Nya yg sempurna.

Pepatah berkata: bisa karena biasa, tapi kita jg percaya kalau kita bisa karena Tuhan bermurah hati pd kita, jgn memaksa Tuhan, tapi berusaha utk menarik perhatian Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Kemauan Yang Keras

Mencari Yang Baik

DI 12112022

Amos 5:14
Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup; dengan demikian TUHAN, Allah semesta alam, akan menyertai kamu, seperti yang kamu katakan.

Utk menemukan sesuatu, maka kita mencarinya, jadi kalau kita mencari yg baik, berarti kita ingin menemukan hal-hal yg baik, dan apakah bs atau tdk menemukannya, tergantung bgmna caranya kita mencarinya.

Seandainya dibuat secara persentase, org yang baik ada berapa persen di seluruh dunia? Pasti grafiknya akan naik turun, kenapa? Karena yang sebenarnya di dunia ini tidak ada org yang baik 100% atau yang jahat 100%, artinya seseorg hari ini bs jadi org baik, di lain waktu bs menjd orang jahat, demikian jg sebaliknya, yg dulu jahat, tapi skrg jadi org baik. Pepatah yg mengatakan bhw di dunia ini yang tdk pernah berubah hanya satu hal saja yaitu: perubahan itu sendiri. Teknologi wkt kita masih kecil hingga sekarang ini sangat banyak terjadi perubahannya, contoh kecil saja, zaman dulu org bertelepon tdk bs sambil jalan, tp sekarang kita bs bertelepon sambil jalan atau saat dlm perjalanan, dulu mau telepon seseorg di luar negeri harganya mahal sekali, tp dengan menggunakan aplikasi chatting spt WhatsApp misalnya, org di ujung duniapun bs kita hubungi asalkan di sana tersedia jaringan internet. Inilah yg hrs kita pahami bhw manusia cenderung utk mengalami perubahan, termasuk dlm hal tabiat dan karakternya, kalau dlm hal rohani, bs terjadi perubahan kemurnian hati dan cara berpikir yg awalnya bersumber pd firman Tuhan namun bs bergeser menggunakan sumber yg lain.

Ayahnya baik belum tentu anaknya jg baik, istri sangat sabar tp suaminya pemarah, karena sdh habis kesabarannya, akhirnya suaminya dibunuh misalnya. Berita kriminalitas ada saja kita dapat temukan setiap harinya, dan terkadang si pelaku dikenal sbg org yg alim, tenang bahkan banyak berbuat baik pd org lain. Kenapa bs begitu? Ini karena penanganan emosi yg tdk tepat, suasana yg sangat menekan sehingga memaksa seseorg melakukan apa yg sebenarnya dia tdk ingunkan atau pikirkan sebelumnya. Seorg anak kecil yg tertangkap basah mencuri, ternyata karena dia sangat lapar, org tertangkap saat berjudi karena tekanan masalah ekonomi, walaupun sebagian org memang hobinya berjudi. Yg baik berubah jd jahat dan ternyata yang jahat berubah jd baik, ini realita kehidupan, dr sudut pandang Alkitab, kita tahu bhw semua manusia pernah berbuat dosa dan kesalahan, ada kecenderungan dlm diri tiap org utk berbuat dosa, tergantung bisa melawan atau kalah oleh keinginan dosa. Godaan untuk berbuat jahat itu selalu ada, tapi tergantung kita, apakah mau melakukannya atau tidak, ingatlah bhw apa yg kita tabur akan kita tuai hasilnya di masa depan.

Carilah hal yg baik, bukan yg jahat, karena itu jg mempengaruhi karakter kita nantinya, karakter yg baik jgn sampai dirusakkan oleh hal-hal yang jahat, jaga diri kita baik-baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Mencari Yang Baik

Menabur Yang Jahat

DI 11112022

Hosea 8:7
Sebab mereka menabur angin, maka mereka akan menuai puting beliung; gandum yang belum menguning tidak ada pada mereka; tumbuh-tumbuhan itu tidak menghasilkan tepung; dan jika memberi hasil, maka orang-orang lain menelannya.

Apa yg kita tabur, akan kita tuai di masa depan, dan yang kita tuai ini tergantung dari perbuatan apa yang ditabur, perbuatan baik atau jahat, tapi kadang sebagian org tdk peduli akan hal ini.

Setiap perbuatan kita akan memiliki 2 sisi, yaitu sisi dampak terhadap diri kita maupun org lain, dan sisi apa yg akan kita tuai di masa depan. Ini tentunya hrs kita sadari sejak awal, itu sebabnya kita hrs sadar dan berpikir sblum bertindak dan mengambil sebuah keputusan. Sebagian orang hanya mengikuti insting atau emosinya semata, nekad dan berpikir bhw apa yg dilakukannya itu sesuatu yg ‘baik’ dan normal-normal saja, tanpa peduli dampak apa yg ditimbulkan, baik utk saat sekarang maupun utk masa depan. Tak jarang kita melihat banyaknya org yg menyesal setelah semuanya telah terjd, menyalahkan diri sndri & ada yg berakhir tragis dgn membunuh diri sndri. Sebagian org malah menyalahkan org lain, tidak mau mengakui bahwa dirinya sndrilah yg salah, ada jg yg justru menyalahkan Tuhan, knp Tuhan diam dan tdk mencegah sblum semuanya terjd. Itulah sifat manusia yg ceroboh, tp sbg orang yg beriman, kita diajar utk berpikir matang sebelum bertindak atau mengambil sebuah keputusan yg penting, pertimbangkan dampaknya terhadap diri sndri dan org lain, jg apa pengaruhnya untuk masa depan kita, karena yg kita tabur akan kita tuai sesuai dgn jenis yg kita tabur.

Angin menjd puting beliung, ini gambaran yang menjelaskan bhw yg kita tuai itu jauh lebih besar dan banyak drpd apa yg kita taburkan. 1 biji dari buah yang kita tanam bs menghasilkan sebuah pohon yg mengeluarkan buahnya dlm jumlah yg lebih banyak, bs puluhan hingga ratusan, kalau kita sdh menyadarinya, maka jangan ragu untuk menabur apa yg baik dan jangan gegabah untuk melakukan sesuatu yg buruk, salah atau jahat. Seringkali kita berpikir bahwa kenapa keadaan kita hari ini tdk sebaik di tahun-tahun lalu, mgkin karena kita telah melewatkan bnyk kesempatan utk melakukan hal-hal yg baik, sehingga di saat sekarang kita tdk menuai apa-apa. Pendapat yg berkata bhw kita hari ini adalah akibat dari kita di masa lalu, memang ada benarnya, kalau ingin mengalami yg baik-baik di masa depan, lakukan apa yg baik mulai dr sekarang, taburlah sesuatu yg baik maka kita jg akan menuai bnyk hal yang baik. Kalau keadaan kita sekarang kurang baik, tetaplah tabur apa yg baik karena itu akan baik pengaruhnya untuk masa depan kita. Perubahan kadang hrs kita yg ‘ciptakan’ karena tdk baik utk selalu menyesuaikan diri dgn keadaan saja.

Apa yg ingin kita tabur hari ini? Pikirkan dengan matang, taburlah dgn harapan bhw suatu saat kita akan menuai hasil yang baik & berdampak baik utk masa depan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Menabur Yang Jahat

Dikembalikan Tuhan

DI 10112022

Daniel 4:36-37
Pada waktu akal budiku kembali kepadaku, kembalilah juga kepadaku kebesaran dan kemuliaanku untuk kemasyhuran kerajaanku. Para menteriku dan para pembesarku menjemput aku lagi; aku dikembalikan kepada kerajaanku, bahkan kemuliaan yang lebih besar dari dahulu diberikan kepadaku.
Jadi sekarang aku, Nebukadnezar, memuji, meninggikan dan memuliakan Raja Sorga, yang segala perbuatan-Nya adalah benar dan jalan-jalan-Nya adalah adil, dan yang sanggup merendahkan mereka yang berlaku congkak.

Ketika raja Nebukadnezar bertobat dan dengan sadar mengakui kesalahannya, Tuhan kembali memberikan semua yang awalnya menjadi milik raja Nebukadnezar.

Pertobatan membawa pd pemulihan, dan tentu ini sangat bergantung pd pertimbangan Tuhan
terhadap dosa seseorg. Dlm kasus ini, semua yg awalnya dimiliki oleh raja Nebukadnezar, Tuhan kembalikan kepadanya, dlm kasus Ayub, Tuhan berikan jumlah 2x lipat dari yang sblumnya Ayub miliki, dalam kasus penyangkalan Petrus, Yesus tetap mempercayakan tugas sebagai pemimpin jemaat kepadanya. Semua diawali pertobatan dan pendamaian dg Tuhan, karena itulah Yesus karena kasih-Nya rela mengorbankan diri-Nya utk menebus dosa seluruh umat manusia, demi supaya kita bs berdamai dg Tuhan, dosa tidak lg menjd penghalang antara kita dgn Tuhan. Hidup yang penuh damai dan berkat, itulah yang Tuhan ingin kita alami sepanjang hidup kita. Jika saat ini kita mengalami banyak kehilangan dlm hidup kita, ada baiknya utk mengoreksi diri, apakah ini krna ada dosa yg blm dibereskan, jika ada maka sebaiknya segera bertobat, jgn biarkan masalah dosa ini semakin membuat keadaan kita buruk dan semakin sulit. Jika belum begitu yakin, ada baiknya menemui para pemimpin rohani untuk lebih detail meneliti apakah ada dosa yg belum kita sadari bhw itu ternyata adalah dosa.

Tuhan mengambil apa yg kita punya tentu dgn alasan tertentu, biasanya supaya kita bertobat dan sadar akan kesalahan dan dosa yg kita sdh perbuat. Ketika kondisi semakin sulit, biasanya org mulai mencari Tuhan, setelah manusia tidak lagi bs menolong, itulah sifat manusia, terdesak baru mencari Tuhan. Proses menuju pertobatan kadang memakan wkt yg panjang, apalagi kalau seseorg memiliki kekerasan hati dan kecewa pd Tuhan, biasanya setelah keadaan susah sangat menekan, barulah mau merendahkan diri serta mengakui kesalahannya di hadapan Tuhan. Wkt pertobatan ini kadang terjadi di detik-detik akhir hidup, dan inipun kesempatan terakhir yg amat berharga karena setelah akhirnya meninggal, yg ada bukanlah penyesalan tapi damai sejahtera, karena sudah berdamai dg Tuhan dan dosanya sdh diampuni Tuhan. Kadang hrs melewati wkt sakit yg panjang dan kehilangan bnyk harta, tapi yg terpenting adalah kesempatan utk bertobat telah digunakan dgn baik. Selama masih hidup di dunia, itulah kesempatan kita untuk bertobat, setelah kita meninggal maka kesempatan tidak lagi bs kita temui, semua sdh ‘final’ dan tdk bisa diubah lagi.

Bertobatlah selagi Tuhan masih menunggu kita utk bertobat, kalau waktu kita sudah habis, yang ada hanyalah penyesalan tanpa akhir & semua sdh terlambat.

Posted in Renungan | Comments Off on Dikembalikan Tuhan

Susahnya Bertobat

DI 09112022

Daniel 4:29-30
sebab setelah lewat dua belas bulan, ketika ia sedang berjalan-jalan di atas istana raja di Babel,
berkatalah raja: “Bukankah itu Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?”

Sudah diperingatkan Tuhan lewat mimpi dan dr mimpi itu sdh diartikan oleh Daniel, tp tetap saja raja Nebukadnezar tidak mau bertobat, tepat 12 bulan setelah itu, mimpi itu menjd kenyataan.

Bandel, keras kepala, mengeraskan hati, angkuh dan merasa diri hebat, itulah kesombongan yg levelnya sdh kelewatan, berani menyamakan diri sehebat Tuhan dan bangga dgn dirinya sendiri. Wajar jika kita merasa puas dgn hasil kerja kita, tp ketika kita menyangkali ada peran Tuhan dlm pencapaian kita, itulah awal kejatuhan kira. Jika masih disayang Tuhan, diberi kesempatan untuk bertobat, tp kalau kesabaran Tuhan sdg sampai pd batasnya, yg ada adalah kehancuran yg amat mengenaskan. Manusia berdosa masih mendpt kesempatan utk bertobat, tp ketika malaikat yg berbuat dosa, Tuhan langsung membuang mrka dr surga. Manusia berdosa ditebus dosanya, tp iblis tdk ditebus, di sinilah kita melihat bhw yang dikasihi Tuhan adalah org-org berdosa yg sadar utk segera bertobat, bukan yg malah terus hidup dlm dosa. Selagi masih ada waktu, jgn keraskan hati, jgn sampai waktu berlalu tanpa pertobatan dan nantinya kita menyesal dlm kekekalan. Jgn menganggap diri kita hebat dan bs tanpa Tuhan, ingat bhw Tuhan menentang org yg sombong & congkak, org yang menyia-nyiakan kesempatan yg Tuhan berikan utk segera bertobat.

12 bulan bukan waktu yg sebentar, tp justru raja Nebukadnezar menggunakannya utk sibuk dgn kebanggaannya dan mengabaikan peringatan yg Tuhan berikan lewat mimpi yg telah diartikan maknanya. Begitulah manusia, kalau blm terjadi biasanya masih ‘bandel’, baru setelah terjadi, yg dilakukan adalah membujuk-bujuk Tuhan untuk memberi pengampunan. Bgmna dg kita? Kalau ada peringatan yg Tuhan berikan, segera ambil keputusan yg tepat: bertobat! Jgn sampai hal yg buruk nanti menimpa kita. Tuhan mengingatkan berarti Dia masih menyayangi kita, tdk ingin kita mengalami yg buruk. Kesabaran Tuhan tetaplah ada batasnya, ada waktu-Nya Dia menghukum dan itu hrs terjadi, tp sblumnya Dia memberikan peringatan pd kita. Apa yg kita banggakan, bisa Tuhan ambil dlm sekejap, apalah gunanya untuk merasa hebat jika ingin membandingkan diri dg kehebatan yg Tuhan miliki? Jgn remehkan apa yg org lain ingatkan pd kita saat berada di masa yg jaya, di puncak kesuksesan kita, karena pada saat-saat itulah kalau kita tdk waspada, iblis dg segala kelicikannya akan mendorong kita menjd sombong dan berani utk melawan Tuhan.

Rendah hati dan akuilah karya Tuhan dlm hidup kita, saksikan kebaikan dan kehebatan Tuhan dg penuh kebanggaan, kesuksesan kita jg adalah pemberian Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Susahnya Bertobat

Pesan Terakhir

DI 08112022

1 Raja-raja 2:1
Ketika saat kematian Daud mendekat, ia berpesan kepada Salomo, anaknya:

Daud tahu bhw waktu kematiannya sdh dekat, sedangkan Salomo yg menggantikan dia menjd raja saat itu masih sangat muda, ada bbrpa hal yg Daud sampaikan berkaitan dgn urusan dalam kerajaan yg hrs diselesaikan oleh Salomo.

Selain berpesan untuk tetap setia dan taat pada Tuhan, Daud berpesan mengenai apa yg harus dilakukan terhadap Yoab anak Zeruya dan Simei bin Gera, berkaitan dgn apa yg pernah dilakukan mereka semasa Daud hidup. Daud ingin Salomo melenyapkan mereka ketika nantinya Daud telah meninggal. Dlm urusan politik, pihak yg memiliki kecenderungan memberontak memang jangan diberi kesempatan sekecil apapun, lebih baik dg cepat dilenyapkan drpd nantinya menimbulkan masalah di masa depan. Pesan yang mgkin bagi kita kelihatannya sangat sadis, namun itu perlu dilakukan demi kokohnya tahta kerajaan selama nantinya Salomo berkuasa. Urusan dlm kerajaan memang kadang tdk mengenal ampun, yang bs membahayakan hrs segera disingkirkan, ibarat api yg kecil hrs dipadamkan segera drpd menjd api yg besar dan membakar segalanya. Begitu jg kita terhadap dosa, kalau masih berupa suatu godaan, jgn dibiarkan menguasai kedagingan & pikiran kita, nantinya membuat kita melakukan perbuatan dosa, merusak hubungan kita dengan Tuhan dan sesama, dan merugikan masa depan kita sendiri. Hanya ada 2 pilihan: menang atau kalah dari dosa.

Pesan terakhir apa yg akan kita sampaikan pd org lain? Bukan hanya saat menjelang kematian saja, bs jg saat terakhir yg lain, misalnya di saat terakhir kita bekerja di sebuah perusahaan, saat terakhir kita bekerja menjelang masuk pensiun, saat terakhir kita melayani di sebuah pelayanan, dsbnya. Kadang saat terakhir kita itu datang dg tiba-tiba, ada jg yg memang sdh direncanakan, apa isi pesan yg ingin kita sampaikan? Pastinya spt Daud berpesan pada Salomo: tetap taat dan setia pd Tuhan, kemudian berpesan ttg apa saja yg hrs org lain lakukan setelah kita tidak lg ada bersama mereka, hal-hal apa yg hrs dibereskan segera dan tentunya kita menyampaikan suatu harapan yang baik utk semuanya. Bbrpa org dgn sengaja menyiapkan lebih dulu pesan terakhir di dlm bentuk video yg hanya boleh dibuka setelah org itu meninggal atau pergi. Kadang orangtua kita saat masih hidup dan bicara santai sering menyelipkan pesan penting yg terkadang menjd tanda atau firasat bhw mereka sepertinya akan segera ‘pergi’ meninggalkan kita: “Nanti kalian hrs rukun, saling bantu, jgn bertengkar yah.” Dan terkadang kita menganggapnya hanya pesan yg biasa, baru kemudian kita menyadari bhw itulah pesan terakhir yg mereka sampaikan.

Ada baiknya kita mulai memikirkan apa yg akan kita sampaikan sbg pesan terakhir kita, berikan pesan yang mengingatkan org lain supaya tetap menjaga masa depan mereka tetap baik dan bs hidup bahagia.

Posted in Uncategorized | Comments Off on Pesan Terakhir