Jangan Malu Sebagai Kristen

DI 07112022

Matius 10:32-33
Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.
Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”

Malu mengakui seseorg, berarti ada dlm diri org yg tdk mau kita akui itu sebagai bagian dari diri kita, misalnya seorg anak, ayahnya cacat, maka di hadapan teman-temannya, dia malu mengaku sbg anak dr seorg yg cacat.

Kalau ada org Kristen yg malu mengakui Yesus sbg Tuhan dlm hidupnya, yg tdk mau mengakui dirinya sbg seorg Kristen, berarti ada yang tidak sempurna dari diri Tuhan di matanya. Alasannya bs bermacam-macam, takut dijauhi oleh orang lain dlm pergaulan, takut dibilang fanatik, takut kehilangan posisi, dsbnya. Wujud tdk mengakui Tuhan itu beragam, misalnya, di gereja terlihat sangat religius, kalau bicara bnyk mengutip ayat Alkitab, tp ketika di luar gereja, sikapnya sangat berbeda, kalau bicara menggunakan kata-kata umpatan yg kotor, tidak pernah mengutip ayat Alkitab, berperilaku spt org yang atheis, seperti org yg punya kepribadian ganda. Kemunafikan menjd sesuatu yg biasa baginya dan tdk merasa aneh menjd org yg munafik. Kalo tdk mengakui Yesus sbg Tuhan dlm hidup, knpa jd org Kristen? Satu sisi takut masuk neraka, di sisi lain malah malu sbg org Kristen, itulah kemunafikan yang tanpa sadar bnyk ditemui oleh org yang katanya beragama Kristen. Ini mirip dgn org yg maunya bebas berbuat dosa tp tdk mau masuk neraka, apa bisa? Begitulah manusia yg maunya yang baik-baik tapi perbuatannya justru sebaliknya.

Apakah ada sanksi dan akibat kalau seseorg itu menyangkal Yesus di hadapan org lain? Di dlm Wahyu 3:5 dikatakan: Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya. Menyangkal Yesus berarti namanya akan dihapus dr kitab kehidupan, dan dalam Wahyu 20:15 dikatakan: Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu. Jadi jelas bhw tdk mengakui atau menyangkal Yesus sbg Tuhan dlm hidup kita itu akibatnya sangat mengerikan, yg awalnya kita telah menerima keselamatan, namun akhirnya justru kehilangan keselamatan itu. Kelihatannya di dunia memang tdk terjd apa-apa saat orang itu menyangkal Tuhan, namun pd penghakiman terakhir nanti, akibat yg hrs ditanggung sangat mengerikan! Di dunia mgkin kita bs kehilangan bnyk hal karena keKristenan yg kita miliki, tapi justru nanti di dlm kekekalan, kita mendapatkan hal yg nilainya jauh melebihi dr yg tdk kita bisa dapatkan di dlm dunia.

Malu punya Yesus sbg Tuhan? Bapa jg malu utk mengakui kita di hadapan para malaikat-Nya & kita bs kehilangan keselamatan yg awalnya sdh kita terima dr Tuhan sblumnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Malu Sebagai Kristen

Jangan Bersaksi Dusta

DI 05112022

1 Petrus 3:10-11
“Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.
Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya.

Menjaga lidah dari yang jahat salah satunya dg mengatakan yg benar sesuai dgn kenyataan yg ada tanpa rasa takut atau menyimpan keinginan pribadi demi alasan tertentu.

Bbrpa hari ini kita tentu mengikuti persidangan yang menjd perhatian secara nasional, di antara para saksi yg diajukan, ada bbrpa kesaksian yg dianggap bohong oleh hakim maupun jaksa. Di dlm aturan hukum yg ada, apabila seorg saksi di persidangan berkata bohong pdhal sebelumnya sdh disumpah, bisa langsung dimintai diproses secara hukum, ditahan dan diancam hukuman sekian tahun penjara. Dlm Alkitab, perintah utk jgn bersaksi dusta terdapat dlm Keluaran 20:16, jg ttg hrs mengatakan ya atau tidak, sesuai dgn kebenaran yg sesungguhnya ada dalam Matius 5:37. Dlm ayat yg kita baca kembali diingatkan spya jgn memakai lidah utk sesuatu yang jahat karena akan berpengaruh pd keadaan hari-hari yg kita jalani, kalau ingin mengalami hari yg baik maka kekanglah lidah kita dr yg jahat dan tidak mengucapkan tipu muslihat. Bahkan lidah kita yaitu ucapan kita bs berpengaruh pd kehidupan kita, karena pastinya bnyk pembunuhan terjadi dimulai dr pertengkaran mulut shga timbul rasa marah dan dendam hingga akhirnya terjadilah pembunuhan, akibatnya berakhir pd hidup dlm penjara bertahun-tahun. Ucapan kita bs membw dampak baik atau buruk bagi kehidupan banyak org maupun utk diri kita sndri.

Bgmna kita bs mengekang lidah kita dr yg jahat kalau hati dan pikiran kita tercemar oleh hal-hal yg tdk baik? Menjauhi yg jahat saja tidak cukup: tdk bergosip, memfitnah, mengadu domba, tapi juga hrs ditambahi dgn melakukan apa yg baik: membela yg benar dgn menjadi saksi yg jujur & mengupayakan perdamaian. Kalau kita tdk mau utk menjd saksi pdhal kita tahu peristiwanya dg detail, bgmna nasib org yang dipersalahkan itu? Secara tdk langsung kita telah membiarkan org itu mengalami situasi sulit dan bahkan orang itu bs kehilangan masa depan bahkan nyawanya. Atau kita takut terlibat dlm masalah org lain? Yg hrs kita ingat adalah semua perbuatan kita akan dimintai pertanggung jwbannya oleh Tuhan, dg sengaja menahan diri utk menolong org lain dgn kesaksian kita, maka itu dianggap sbg sesuatu yg jahat di mata Tuhan, bukankah Dia ingin kita berkata ya jika ya, tidak jika tidak? Diamnya kita berarti sama saja dianggap berkata tidak pdhal ya, dan berkata ya pdhal tidak. Betapa besarnya pengaruh ucapan kita, bkn hanya terhadap diri kita sndri, tetapi jg bagi nasib dan hidup orang lain, bersaksilah kalau memang kita kompeten utk itu, dan berikanlah kesaksian yg jujur.

Ingin mengalami hari-hari yang baik, berarti kita hrs mengejang lidah kita dr yg jahat, artinya hrs mampu mengendalikan ucapan kita, apa yg hrs dikatakan dan kpn waktu yg tepat utk kita bcra.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Bersaksi Dusta

Nanti Akan Mengerti

DI 04112022

Yohanes 13:7
Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.”

Kisah Yesus membasuh kaki para murid sblum Paskah dimulai, tentunya kita pernah membaca dan seringkali dijadikan bahan khotbah tentang merendahkan diri dan melayani satu sama lain.

Satu perkataan Yesus yg sangat mengena dlm hati adalah dlm ayat yang kita baca, yang Yesus perbuat mgkin sekarang kita belum bs mengerti, tp kita akan mengerti kelak pd waktunya. Mgkin kitapun pernah memahami sesuatu baru setelah sekian lama waktu berjalan, ternyata maksud dr yg Tuhan lakukan itu begini atau begitu, barulah kita paham bhw itu semua utk kemuliaan Tuhan dan kebaikan kita. Apa yg Yesus lakukan di saat itu dgn membasuh kaki para murid-Nya adalah sesuatu yg di luar kebiasaan, biasanya muridlah yg melayani gurunya, tp Yesus memberi teladan yang nantinya baru dipahami para murid setelah peristiwa penangkapan hingga penyaliban-Nya, sesuatu yg mengandung makna yg dalam, tidak bs sekedar dipahami dgn logika saja, tapi butuh hikmat dr Tuhan. Ada hal-hal yg sekarang hanya bs kita terima dgn ucapan syukur dan kerelaan hati tanpa mengerti apa tujuan dan maksud yg ingin Tuhan sampaikan pd kita. Nanti pada saat ada peristiwa lain yg terjadi, barulah kita tahu & paham kenapa Tuhan melakukan sesuatu di wkt yg sebelumnya. Kita pasti bingung, tapi satu wkt Tuhan akan buat kita mengerti.

Sekalipun ada org yg memiliki keintiman dengan Tuhan, bkn berarti Tuhan akan memberitahukan semua hal pd org itu. Ingat peristiwa nabi Elisa dan perempuan Sunem, setelah pada akhirnya perempuan Sunem ini bisa punya anak, namun suatu hari anak itu meninggal, ini yg dikatakan oleh nabi Elisa: Dan sesudah ia sampai ke gunung itu, dipegangnyalah kaki abdi Allah itu, tetapi Gehazi mendekat hendak mengusir dia. Lalu berkatalah abdi Allah: “Biarkanlah dia, hatinya pedih! TUHAN menyembunyikan hal ini dari padaku, tidak memberitahukannya kepadaku.” (2 Raja-Raja 4:27). Jadi kita jangan mengira bhw keintiman kita dg Tuhan membuat kita diberitahu Tuhan ttg segala hal sblum Dia akan melakukannya untuk kita. Tetap ada hal yg dirahasiakan Tuhan, baik apa yg akan dilakukan Tuhan ataupun maksud dr apa yg telah Dia buat untuk kita. Bersabar utk memahami maksud dr semua yg Tuhan izinkan terjd, jgn menyalahkan Tuhan tp bersyukurlah dan bersukacita. Jangan mencoba utk menafsirkan sendiri menurut apa yg jd pemahaman kita, sadarlah bhw hikmat yg kita miliki jauh lebih rendah dibandingkan dgn hikmat Tuhan, malah nanti kita ‘ditipu’ oleh yang kita tafsirkan sndri.

Jalani hidup dgn sebuah keyakinan bhw Tuhan selalu punya maksud dan tujuan yg baik untuk hidup kita, sekalipun yang Dia lakukan belum bs kita pahami maksud dan tujuannya skrg ini.

Posted in Renungan | Comments Off on Nanti Akan Mengerti

Akibat Iri dan Tidak Mampu

DI 03112022

Yohanes 12:10-11
Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga,
sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.

Bagi sebagian org, popularitas dan kekuasaan adalah segala-galanya, tanpa keduanya maka mereka merasa layaknya org yang tdk berguna dan kehilangan masa depan.

Kalau menggunakan istilah zaman skrg, Yesus itu menjd sosok yg ‘viral’ di zaman itu, apa yang Dia lakukan sangat jauh berbeda dgn para ahli Taurat, imam-imam kepala, org Farisi & Saduki, serta org-org lain yg merasa terganggu dengan kemunculan Yesus di tengah masyarakat. Yang ada dlm pikiran mereka adalah bgmna caranya supaya orang banyak kembali menjadi pengikut setia mereka sehingga mereka dihormati serta bs mendapatkan keuntungan pribadi. Belum lagi secara politik, dgn banyaknya org yg mengikuti Yesus, dikhawatirkan ini bs menjd satu gerakan massa yg berbahaya, padahal yg Yesus lakukan adalah sesuatu yg harusnya seorg nabi utusan Tuhan lakukan. Efeknya tentu merembet kepada org-org di sekitar Yesus, termasuk Lazarus yang dibangkitkan Yesus setelah 4 hari dikubur, apa yg disaksikan Lazarus menjd suatu kecemasan bagi para imam-imam, pengikut mereka mulai berkurang dan org yg mengikuti Yesus semakin bertambah. Iri tapi tidak mampu melakukan spt yg Yesus lakukan, maka cara yg dipakai adalah dgn berusaha menghalangi saksi dr mujizat itu, dgn merencanakan membunuh Lazarus.

Dlm realita kehidupan kita, kemajuan yang kita alami blm tentu bs diterima org lain dgn senang hati, ada yg iri dan tdk suka, lalu menyebarkan cerita hoax ttg kita, tujuannya supaya orang lain percaya bhw kesuksesan kita ini diperoleh dgn cara yg licik, menipu, dsbnya. Kalau dgn cara ini jg tdk berhasil, maka cara lain mulai digunakan, misalnya menggunakan okultisme, menteror dg hal-hal yang menakutkan, hingga secara frontal dgn usaha mencelakakan hingga pembunuhan. Tdk semua org atau pihak, bs berkompetisi dgn ‘jantan’ dan ‘bersih’, karena itu kita hrs dgn bijak menyikapi hal ini, tdk perlu ikut membenci mrka tp tetap tunjukkan sikap baik kita sbg org yang percaya pd Tuhan. Ada malaikat yg diutus untuk melindungi kita, ada perlindungan darah Yesus atas hidup kita dan semua yg kita miliki. Jangan sampai kita membuat celah akibat terpancing emosi krna apa yg mereka perbuat dan katakan tentang kita. Begitu emosi terpancing, iblis dgn cepat akan ikut merusak suasana semakin lama semakin mencekam sehingga kita pd akhirnya keluar dr batas pagar perlindungan Tuhan. Yang terpenting adalah setiap org akan ‘makan buah’ dr semua perbuatannya, menuai dr apa yang dia tabur sendiri.

Tetaplah tenang ketika ada yg iri pd kita dan yg tdk mampu melakukan spt yg kita lakukan, ada pembelaan Tuhan atas hidup org benar, jangan keluar dr batas pagar perlindungan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Akibat Iri dan Tidak Mampu

Menerima Kenyataan

DI 02112022

Yohanes 11:21, 32
Maka kata Marta kepada Yesus: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.
Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.”

Marta dan Maria mengatakan hal yg sama, tapi perhatikanlah bgmna perbedaan sikap mereka ketika mengatakannya, Maria berkata dg sikap tersungkur di kaki Yesus.

Kalau kita baca kisah ini secara lengkap, ketika Yesus lebih dahulu ditemui Marta, Dia memberi tahu bhw Lazarus akan bangkit, sedangkan pd Maria, Dia tdk mengatakannya tetapi langsung bertindak dgn membangkitkan Lazarus. Kenapa respon Yesus itu berbeda terhadap kedua kakak beradik ini? Tuhan merespon sesuai sikap kita terhadap Dia, apakah dgn merendahkan diri dan bs menerima keadaan walaupun sudah tdk bisa diubah dgn kemampuan yg manusia miliki, atau justru kita kehilangan kepercayaan terhadap Dia dan pasrah dgn keadaan. Marta meresponi apa yg dikatakan Yesus sbg sesuatu yang nantinya akan terjd pd akhir zaman bhw org-org percaya akan dibangkitkan, pdhal maksud Yesus adalah Dia akan membangkitkan Lazarus dari kematian di hari itu jg. Marta belum yakin bhw Yesus akan membangkitkan Lazarus di hari itu. Sikap kedua kakak beradik ini bisa menjd gambaran bgmna sikap kita berdoa pd Tuhan, apakah berdoa dgn merendahkan diri dan mempercayakan segala sesuatunya pd Tuhan, atau menyalahkan Tuhan atas semua yabg telah terjd, kalau Tuhan tolong, pasti keadaannya berbeda, tp sayangnya Tuhan tdk menolong, jadinya spt ini ..

Perkataan yg sama disampaikan oleh Maria dan Marta, tp dgn sikap yg berbeda, Yesus memberi reaksi yg berbeda. Dlm doa yg kita naikkan, jgn pernah menyalahkan Tuhan atas apa yg sudah terjd, Marta ‘menyalahkan’ Yesus, kalau saja Dia segera datang setelah menerima kabar Lazarus sdg sakit, pasti Lazarus tdk akan mati, ini masuk logika, tp terkadang manusia tdk tahu mengenai rencana Tuhan, memang Yesus membiarkan utk Lazarus mati dahulu karena Dia akan membuat Lazarus nanti bangkit dr kematian. Di mata kita sepertinya sdh terlambat, tp bagi Tuhan justru itulah waktunya bagi Dia utk menyatakan kuasa dan kemuliaan-Nya. Maria bs menerima semua yg sudah terjd walaupun dia juga berharap bhw Yesus segera datang dan menyembuhkan sakit Lazarus, tp pd akhirnya itu tdk terjd, Dia terima semuanya dgn sikap tersungkur di kaki Yesus. Doa org yg tdk menyalahkan Tuhan, menerima semuanya sbg ketentuan Tuhan, maka doa ini akan diresponi Tuhan dgn tindakan nyata sesuai dgn apa yg sudah menjd rencana Tuhan. Walau kelihatannya sdh terlambat menurut ukuran wkt manusia, percayalah bhw Dia selalu tepat waktu dan melakukan kehendak-Nya demi kebaikan.

Datang pd Tuhan dgn merendahkan diri, jangan menyalahkan Tuhan atas apa yg sudah terjadi, percayalah bhw Dia punya rencana yang terbaik utk hidup kita, sekalipun sepertinya sudah amat terlambat waktunya.

Posted in Renungan | Comments Off on Menerima Kenyataan

Tidak Selalu Sama Pemahamannya

DI 01112022

Yohanes 11:11, 13
Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: “Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya.”
Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa.

Yesus bilang Lazarus itu tidur, pdhal faktanya ia sudah mati, para murid yg mendengarnya tentu saja mengira bahwa Lazarus memang sdg tidur, dan hal itu dianggap biasa, orang sakit memang banyak tidur.

Bagi kita sesuatu itu sulit, mustahil, bagi Tuhan itu mudah dan tdk mustahil, kedua pandangan yg berbeda inilah kadang yang menjadi masalah ketika kita mencoba utk memahami pesan yang kita terima dr Tuhan. Umumnya kita biasa untuk langsung mengartikannya sesuai dg pengertian bahasa kita, tp terkadang Tuhan menggunakan pemahaman-Nya dan menyampaikan pd kita dg bahasa yg kita pahami, akibatnya bs terjd salah pengertian ttg apa yg Tuhan maksudkan. Orang yg mati bagi Tuhan bs dianggap hanya sdg tidur, yg nantinya setelah tidur akan bangun & kembali beraktivitas spt biasanya. Apakah Yesus salah bicara ttg Lazarus? Kita tahu pd akhirnya bahwa Lazarus yg mati itu dibangkitkan dan hidup lagi spt biasa, bs kembali beraktivitas secara normal dan bukankah itu sama pengertiannya dgn yang Yesus maksudkan bhw Lazarus akan bs kembali beraktivitas spt biasanya layaknya org yg baru bangun dr tidurnya? Di sinilah pentingnya untuk kita belajar memahami maksud dr perkataan yg Tuhan ucapkan, apakah pengertiannya sama dg bahasa yg kita pahami, atau Dia sedang bicara sesuai dg pemahaman yg Dia miliki.

Itulah sebabnya Tuhan sering berkata: Jangan takut!, itu karena memang tidak perlu ditakutkan karena pd akhirnya kita bs mengatasinya. Tapi pesan di baliknya juga harus kita pahami bahwa akan ada hal-hal yg bs membuat kita takut, jadi yg Tuhan maksudkan adalah supaya mental kita disiapkan untuk menghadapi apa yg nanti akan datang utk menghalangi kita. Tp kebanyakan dr kita berpikir ketika Tuhan berkata: Jangan takut! itu diartikan bahwa tidak akan ada hal-hal yang bs membuat kita takut, semuanya aman. Salah memahami maksud Tuhan justru membuat kita lengah dan menganggap remeh segala sesuatu dgn berpikir bhw Tuhan menyertai kita, Dia yang berperang bagi kita, dan kita tinggal diam saja melihat Tuhan bekerja. Pikiran yg menyesatkan! Tuhan menyertai kita bukan berarti kita tinggal diam dan menonton Tuhan bertindak, tapi justru kita yg hrs banyak bertindak dan Tuhan yg pada saatnya akan menyatakan kuasa-Nya lewat apa yg kita kerjakan. Jgn jadi org Kristen yg ‘manja’, apalagi yg ‘idiot’, yg berpikir bhw beriman itu ya Tuhan semua yg mengerjakannya untuk kita, ya tinggal nonton Tuhan saja, kita santai dan nanti tinggal lihat hasilnya, astaga!

Kalau belum bisa memahami perkataan Tuhan, lebih baik bertanya lagi pd Tuhan ttg maksud dr perkataan-Nya itu, drpd kita salah memahami & akibatnya tidak seperti yg kita harapkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Selalu Sama Pemahamannya

Tuhan itu Tepat Waktu

DI 31102022

2 Petrus 3:8
Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.

Berapa banyak org yg membaca ayat ini berpikir bhw 1 harinya Tuhan itu = 1000 tahunnya waktu manusia? Itu berarti ‘cocokologi’ yg tidak ingin bnyk berpikir dan ambil kesimpulan sembarang saja.

Pertama, Tuhan itu kekal, tdk terikat oleh waktu, karena itulah kalau seandainya ada yg bertanya: berapa umurnya Tuhan? Maka jawabannya tidak ada, bahkan Tuhanlah yang menciptakan waktu. Kedua, di surga tidak ada pagi, siang sore atau malam, karena memang kekal, itulah sebabnya bersaat teduh tidak harus selalu waktu pagi hari, bisa dilakukan kapan saja. Knpa ada yg berkata hrs pagi hari? Karena ‘cocokologi’ menurut apa yg jadi kebiasaan hidup manusia, malam tidur lalu pagi bangun, memulai aktivitas, bgmna dgn nelayan yg bekerja malam hari misalnya? Kalau sudah lewat pagi berarti tidak usah saat teduh? Pemikiran aneh yg membodohi saja. Jd bgmna memahami ayat di atas? Pahami bkn dgn cara Matematika, itu sebenarnya mengingatkan kita bahwa waktu hidup manusia itu singkat di mata Tuhan, berjalannya waktu di dunia ini ibarat spt sebuah titik kecil dibandingkan dg kekekalan yg Tuhan miliki. Inilah sebabnya kenapa Tuhan itu tdk pernah terlalu cepat atau terlambat, Dia itu Tuhan yang tepat waktu, hanya manusia saja yg menilai Tuhan itu tidak tepat waktu dan sering justru membuat manusia kecewa pd Tuhan krna bertindak di luar waktu yg manusia inginkan.

Renungkan ini: Yesus dlm kitab Wahyu pasal yg terakhir berkata bhw Dia datang segera! Itu sdh 2000an tahun yg lalu, apakah Yesus berbohong atau menunda kedatangan-Nya? Pahami bahwa kekekalan yg Tuhan miliki itu berbeda dg waktu yg berjalan dlm kehidupan manusia. Segeranya Tuhan itu bs berarti ribuan tahun manusia, kita sering gagal paham. Ketika kita berdoa dan dpt jawaban doa bhw Tuhan akan menolong kita, yg ada dalam pikiran kita pasti waktu pertolongan itu tidak lama lagi, tapi ketika pertolongan-Nya tiba melampaui waktu yg kita perkirakan, dinilai bhw Tuhan ‘terlambat’, dan kadang kita kecewa karenanya. Ketika Dia berkata hingga perkataan itu menjd kenyataan, butuh ‘perjalanan waktu’ yg hrs kita tunggu. Dlm hal mujizat, biasanya terjd seketika, tdk butuh lama menunggu mujizat-Nya terjd, tp utk hal lainnya, bs terjd lebih cepat dari perkiraan kita atau justru lebih lambat. Sebagian org percaya adanya ‘percepatan’ yg Tuhan buat, tapi renungkan: Tuhan itu hikmat-Nya sempurna, kalau Dia ‘mempercepat’ sesuatu, artinya waktu yg Dia tentukan sblumnya itu bukan yang tepat, harus dimajukan. Tp Tuhan memang punya hak untuk menunda dgn alasan tertentu, sehingga di mata manusia, itu dianggap terlambat.

Kekekalan Tuhan dgn berjalannya waktu di dlm hidup manusia itu berbeda, jgn ukur kekekalan dgn batasan waktu manusia, ingat bhw waktu Tuhan pasti yg terbaik dan tepat.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan itu Tepat Waktu

Tahu Akhirnya

DI 29102022

Filipi 1:17, 19 (TB)
tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara.
karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus.

Kalau kita sdh tahu akhir dr sesuatu yg sedang terjd, kita bs bertahan dan tetap tegar utk tetap dlm kesabaran mengikuti rencana Tuhan di dlm hidup kita yg tampaknya tdk mudah utk dijalani.

Rasul Paulus sengaja dibuat semakin ditekan oleh pihak yg menahannya karena ada org yang sengaja memberitakan Injil, sangkanya dengan demikian akan membuat rasul Paulus dianggap sbg ‘dalang’ dr semua kegiatan penginjilan yang dilakukan di Filipi. Keadaan ini mgkin jg pernah kita alami, ada pihak lain dgn sengaja berbuat spt yg biasa kita lakukan tp dgn cara yg berbeda dgn yg biasa kita praktekkan, shga org melihat adanya dampak buruk oleh perbuatan itu, krna itulah kita yg dianggap sbg pihak yg ada di balik semuanya itu dan semua pihak menekan kita, meminta pertanggung jwban kita. Kasus yg sdg heboh misalnya, org yang pernah menjabat sbg pendeta muda dr sebuah gereja melakukan satu pembunuhan terhadap temannya, ini bs menjadi satu penilaian buruk ttg profesi pendeta di mata umum, pdhal tdk semua pendeta melakukan yg jahat, hanya oknum perorangan. Dlm hidup kita, ada pihak-pihak tertentu yg tdk senang dengan apa yg kita lakukan sekalipun yg kita lakukan itu sesuatu yg baik dan membawa dampak positif bagi bnyk org, dan kita sengaja ingin dibuat utk berhenti dgn cara pihak itu berbuat seolah-olah kitalah yg menyuruhnya.

Rasul Paulus tetap bs bersukacita walaupun di dlm penjara dia semakin ditekan oleh pihak yg menahannya, krna rasul Paulus tahu bhw akhir dari semuanya itu akan mendapatkan upah dari Tuhan. Rasul Paulus tdk takut menghadapi apa yg akan terjd, karena dia sudah bnyk mengalami penderitaan dan masalah kehidupan, sekalipun dia hrs mati demi Injil, dia siap. Dlm keadaan yg sdg kita alami, apakah kita tahu akhirnya seperti apa? Apa yg akan kita terima dr Tuhan sebagai upah dr semua yg kita kerjakan selama ini? Jika kita sudah tahu, kita bisa bertahan, sabar, tidak takut sekalipun bnyk tekanan yg datang dalam hidup kita, walaupun org lain sengaja berusaha membuat kita disalahkan dan semakin ditekan. Bisa tetap bersukacita bahkan bersyukur bahwa Tuhan mengizinkan semuanya terjadi. Bs dalam pemikiran spt ini memang tdk mudah, hrs bisa mengendalikan emosi, melawan pikiran negatif serta berserah pd kehendak Tuhan. Penderitaan dianggap sbg sebuah ‘harga’ yg hrs dibayar utk menerima kemuliaan yg Tuhan sdh sediakan utk kita. Tahu akhir dr semuanya, membuat kita tdk menyalahkan Tuhan atau org lain atas apa yang terjd atas kita saat ini.

Sabarlah dlm menanggung penderitaan, tubuh mgkin terbatas daya tahannya, tp iman yg teguh memampukan kita melewati semuanya dan pd akhirnya kita menerima upah dr Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tahu Akhirnya

Bukan Program Manusia

DI 28102022

Kisah Para Rasul 4:31
Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

Membaca kisah kuasa Tuhan bekerja pd zaman jemaat mula-mula pastinya sangat menguatkan iman, agak berbeda dgn apa yg terjadi di gereja pada hari-hari ini.

Misalnya saja, pemilihan seseorang atau untuk mengambil sebuah keputusan di zaman skrg ini dgn metode ‘voting’, zaman dulu dgn memakai cara berdoa dan berpuasa hingga Tuhan sendiri yg memberi jawaban. Dlm kisah yg kita baca di atas, kita melihat bhw pd zaman itu penginjilan adalah programnya Tuhan, artinya Tuhanlah yg melengkapi mereka dgn kepenuhan Roh Kudus, shga mereka dgn berani memberitakan firman Tuhan, kalau zaman skrg, penginjilan sebagian dilakukan sbg sebuah program, lebih perhatian kepada metode bgmna menginjil. Pengetahuan memang penting, tapi jgn terjebak pada metode yg kadang justru membuat gerakan penginjilan menjadi tdk tepat arah. Pengetahuan sebaiknya diimbangi jg dgn persiapan rohani yg cukup, ini artinya bukan sekedar tahu ttg firman Tuhan lalu dianggap cukup sdh bs menginjil, namun hidup yg penuh dgn Roh Kudus, hidup yg dipimpin oleh Tuhan, ini yg hrs ada dlm setiap pribadi yg rindu utk melakukan penginjilan. Kalau sekedar hanya punya pengetahuan, penginjilan berubah menjd perdebatan antar doktrin dan agama, yg justru dampaknya kadang terasa kurang baik, yg lebih menonjol bukan Tuhannya, tp pribadi si orang yg awalnya katanya ingin menginjil.

Dlm kehidupan keseharian, kita pasti jg pernah mengalami bedanya kita menjalankan program manusia dgn menjalankan programnya Tuhan. Mengandalkan kekuatan diri sndri & organisasi tdk selalu menghasilkan spt yg seharusnya. Ini bs kita lihat dlm realita, kadang penginjilan yang dilakukan menjd salah arah, bukan mendpt jiwa baru yg sblumnya tdk mengenal Tuhan, tp yang terjadi justru ‘perebutan’ jemaat dari gereja lain, sehingga gereja yg satu merasa sengaja diajak bersaing oleh gereja lain, sehingga antar gereja menjd sulit utk unity. Dlm hidup pribadi, apa yg bkn programnya Tuhan hasilnya tdk maksimal & malah bisa merugikan bahkan membahayakan diri kita: mencoba bisnis baru lalu gagal, modal hilang begitu saja dan kita terlibat bnyk hutang, menikah dgn org yg bukan pilihan Tuhan, hidup serasa spt di neraka setiap hari. Bawalah setiap rencana kita ke hadapan Tuhan, kalaupun nanti dikoreksi oleh Tuhan atau dilarang utk dilakukan maka taat saja, Dia pasti tahu hasil akhirnya spt apa, jgn paksakan diri kita dgn mengabaikan yg sudah Tuhan peringatkan utk kita, nanti timbul masalah yg seharusnya tdk perlu kita alami, jgn nekad dan hanya mengikuti ambisi saja.

Hidup yg dipimpin oleh Tuhan akan membawa kita kepada hidup yg akan dan berkemenangan, jauh dr resiko yang merugikan dan dampaknya akan baik utk masa depan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Program Manusia

Berbuat Baik dan Bersekutu

DI 27102022

Ibrani 13:16 YLT
and of doing good, and of fellowship, be not forgetful, for with such sacrifices God is well-pleased.

Dan berbuat baik, dan persekutuan, jangan terlupakan, karena dengan korban-korban itu, Tuhan disenangkan/berkenan

Sebagian org Kristen menilai bhw persekutuan dgn sesama itu cukup dilakukan saat bersama beribadah di gereja hari Minggu, utk hari-hari yg lain hanya sekedar tambahan saja.

Penulis kitab Ibrani yang paham betul mengenai detail-detail ttg tata cara ibadah dan peraturan di Bait Suci menjelaskan bhw berbuat baik dan bersekutu itu digolongkan sbg korban yg Tuhan berkenan menerimanya. Kalau zaman dulu yang digolongkan korban adalah persembahan yang berupa hewan-hewan yg ditentukan sesuai dgn Hukum Taurat, maka setelah adanya kematian Kristus sbg korban penebusan bagi kita, tdk lagi memberi korban pd Tuhan dlm wujud binatang, tp salah satunya berupa perbuatan baik disertai dgn persekutuan: perkumpulan dgn sesama org percaya. Dlm bhsa aslinya adalah koinónia yang berarti kemitraan, kontribusi, bantuan, berbagi, partisipasi, komuni, persekutuan dlm roh. Ketika kita berbuat baik dan bersekutu dgn sesama sdr seiman yg lain, itu dipersamakan seperti sedang memberi korban di hadapan Tuhan yg berkenan pada Tuhan. Itulah sebabnya keKristenan lebih mengutamakan kasih drpd lainnya, krna tanpa kasih, kita spt gong yg berkumandang dan kita menjd org yg tidak berguna (1 Korintus 13:1-2).

Mengapa kita hrs bersekutu dgn sdr seiman yg lain? Tdk cukupkah hanya bersekutu wkt ibadah di hari Minggu? Tanyakan pada diri kita sendiri: bisakah kita mengasihi tanpa adanya org yang menerima kasih kita? Bisakah kita berbuat baik tanpa ada org yg mengalami kebaikan kita? Utk menolong org maka hrs ada org yg hrs ditolong. Jadi dalam keKristenan, kita diingatkan bhw kita saling membutuhkan sdr seiman satu sama lain, karena mengasihi itu satu interaksi. Jgn sampai kita terlalu baik pd org lain yang bkn sdr seiman sementara ada sdr seiman yg ada dekat dengan kita menderita kekurangan dan tidak kita tolong: “Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman” (Galatia 6:10). Bukankah kalau kita mengabaikan keadaan buruk yang dialami oleh sdr seiman kita itu membuat nama Tuhan diejek oleh mereka yg tdk percaya pd Tuhan? Di dalam kasih itu ada penerimaan tanpa syarat, jgn kita batasi diri hanya ingin membuat hidup kita sndri menjadi nyaman sementara sdr seiman kita dlm keadaan susah. Perhatikan bgmna cara hidup dr jemaat mula-mula, tdk ada yg kekurangan krna semua saling berbagi (Kisah Para Rasul 4:34).

Kalau korban yg kita persembahkan berkenan di hadapan Tuhan, berkat dan penyertaan Tuhan itu turun dlm kehidupan kita, karena itulah tetap berbuat baik dan ada dlm persekutuan dengan sdr seiman.

Posted in Renungan | Comments Off on Berbuat Baik dan Bersekutu