Tidak Mau Berbuat Baik

DI 26102022

Yakobus 4:17
Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Hampir semua org di dunia ini tahu bagaimana hrs berbuat baik, sekalipun org yg atheis, di hati nuraninya ada tuntunan untuk berbuat baik, tapi tidak semua org melakukan yg dia tahu tentang apa yg baik, sehingga dia berbuat apa yg jahat.

Ternyata standart Tuhan ttg dosa itu amat tinggi sekali, kalau manusia standartnya spt ini: tidak berbuat baik dan tdk berbuat jahat, ya bkn dosa karena org lain tdk dirugikan atau diuntungkan, tapi standart Tuhan berbeda: sengaja menahan diri untuk berbuat baik, jelas itu dosa. Walaupun kita tdk berbuat jahat pd org lain, tapi menahan diri utk berbuat baik jelas bagi Tuhan itu adalah sesuatu yg jahat, dinilai sbg sikap utk menolak berbuat kebaikan, dianggap sama dgn berniat utk org lain tdk mengalami apa yg baik. Kenapa menahan diri? Pasti ada alasannya, apakah krna punya dendam atau rasa tdk suka pd seseorang sehingga tdk mau berbuat baik pd org itu, atau kita ini tergolong org yg mau hidup ‘aman’ saja, asalkan tdk saling ganggu, ya itu sudah cukup. Mengasihi itu memberi dan barulah menerima, ada yg ditabur dulu baru kemudian akan menuai hasil dr yg kita tabur. Kasih itu aktif dan peduli, bkn pasif dan cuek, ada dorongan kasih Tuhan dlm hati utk melakukan apa yg baik, kalau kita mengabaikannya, itu sama dgn menolak taat pd kehendak Tuhan, melawan dan memberontak dr perintah Tuhan yg sebenarnya wajib untuk kita lakukan.

Seharusnya kita rindu orang lain mengalami apa yg baik, apakah itu melalui perbuatan kita, atau melalui perbuatan org lain. Ini berarti jg kita jgn melarang org lain utk berbuat baik terhadap kita sekalipun kita dalam keadaan yg baik-baik saja. Kita berkelimpahan, tdk kekurangan apa-apa, bs melakukan apapun dengan bebas, namun bkn berarti kita boleh menolak kebaikan org lain yg mgkin tidak kita butuhkan. Adalah kesempatan bagi org lain itu berbuat baik bagi kita, tp justru kita menutup kesempatan org itu, cobalah nilai dgn suara hati nurani: menutup kesempatan org utk berbuat baik itu, jahat atau baik? Yesus saja tdk melarang siapapun utk berbuat baik pdnya saat ada dlm dunia ini, walaupun Dia itu Tuhan, butuh apapun pasti Dia dilayani oleh penghuni surga. Persembahan seorang janda miskin yg sangat kecil jumlahnya justru dinilai sbg suatu persembahan yg ‘besar’ di mata Tuhan. Jangan larang org lain melaksanakan kewajibannya: utk berbuat baik, justru kalau bs kita membantu utk memfasilitasinya, memudahkan org lain berbuat baik karena nanti dia akan menuai dr perbuatan baik yg dilakukannya, dan itu tentu menjadi satu berkat tersendiri bagi hidupnya.

Jgn menahan diri berbuat baik jika kesempatan utk itu ada, juga jgn melarang org lain berbuat baik terhadap kita, ingatlah bahwa semua orang pasti ingin diberkati Tuhan lewat memberkati org lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Mau Berbuat Baik

Membuat Iblis Lari

DI 25102022

Yakobus 4:7
Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!

Seberapa hebat iblis dalam pikiran seseorg, itu akan menentukan keberaniannya utk melawan iblis, dan ternyata dlm ayat ini, iblis bs dilawan hingga dia yg melarikan diri dr kita.

Bukan berarti kita lebih hebat dari iblis, lalu dgn sembarangan melawannya begitu saja. Syarat yg hrs dipenuhi adalah menundukkan diri kita pd Tuhan, artinya sehebat apapun iblis, kita hanya boleh takut kepada Tuhan saja, taat pd perintah Tuhan dan mengikuti petunjuk yg Tuhan berikan. Tunduk pd Tuhan berarti mengakui bhw Tuhan lebih tinggi dr apapun dan siapapun, bahwa Dia yg berkuasa atas hidup kita, karenanya Dia akan melindungi kita drpd segala yg jahat, termasuk jg melindungi kita dr iblis. Nah di sinilah yg hrs kita pahami, kalau kita keluar dari perlindungan Tuhan krna tdk taat pada Tuhan, sekalipun kita melawan iblis, kita yg akan kalah pada akhirnya. Jadi yg membuat kita menang atas iblis adalah Tuhan yg menyertai kita, Dia berikan otoritas utk menjalankan kuasa-Nya sesuai dgn apa yg Dia percayakan pd kita. Gambarannya spt seorang jendral perang dlm sebuah kerajaan, ketika raja memberinya cincin kerajaan atau lencana yang biasa raja pakai, maka apapun yg diperintahkan jendral ini utk dilakukan, itu akan dianggap sbg raja sendiri yg bertitah, dan itu wajib ditaati oleh semua org, bahkan oleh mereka yg pangkatnya ada di atas si jendral sekalipun.

Hal umum yg ditakuti manusia dari iblis adalah cerita-cerita dr mereka yg pernah melihat wujud dr iblis dan roh jahat yg menyeramkan, apalagi itu muncul dr mereka yang menurut pandangan awam disebut memiliki indera keenam, bs dgn jelas melihat ‘dunia lain’. Tentu iblis & roh jahat itu bs saja mengambil wujud apa saja, baik yang menyeramkan ataupun sebaliknya. Iblis bs saja mengambil wujud spt malaikat, pria tampan dan wanita cantik juga, jd jgn terfokus pd wujudnya yg bs terlihat oleh mata, tp waspada dgn apa yg akan dia lakukan pd kita, jgn sampai terperdaya oleh tipu dayanya. Iblis bs menyerang fisik kita, tp jg bs menyusup lewat pikiran kita yang jahat, lewat luka batin dan ketika kita buka celah dlm hidup kita, krna itu kita hrs tetap taat pd Tuhan supaya kita tetap ada dlm perlindungan Tuhan dan diberi kuasa utk menjalankan otoritas yang Tuhan berikan. Sehebat apapun iblis, dia tidak akan berani utk melawan otoritas Tuhan, karena itulah kita bs melawannya dan membuatnya lari dr hadapan kita. Ingat bhw iblis selalu berusaha mengintai kita, ketika kita lemah, dia akan dgn cepat menggunakan kesempatan utk membuat kita jatuh dan menjauh dr Tuhan.

Iblis bs dilawan, karena itu kita hrs berani untuk melawannya, tetap tunduk pd Tuhan dan tetap ada dlm perlindungan Tuhan, jgn buka celah dan menjd lemah, iblis siap menghantam kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Membuat Iblis Lari

Berdoa dan Bernyanyi

DI 24102022

Yakobus 5:13
Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi!

Baik dlm keadaan yg susah atau gembira, ada hal yg sebaiknya menjd reaksi kita sbg org yang percaya dan memiliki iman, yaitu berdoa di saat susah dan bernyanyi di saat gembira.

Berdoa terkadang menjd sebuah jawaban yang kurang disukai saat kita konseling atau mungkin bertukar pikiran dgn orang lain mengenai situasi sulit yg kita hadapi. Ini krna berdoa itu tdk selalu menghasilkan sesuatu secara cepat, misalnya biasanya org yg berdoa itu ingin cepat ditolong Tuhan, permohonannya pd Tuhan dikabulkan & menemukan solusi yg ‘manjur’ supaya masalah yg ada bs cepat terselesaikan. Tp tentu saja ada alasan yg tepat mengapa rasul Yakobus dengan yakin memberikan nasehat utk kita berdoa saat mengalami penderitaan. Pasti rasul Yakpbus ini sdh mengalami sendiri dampak dr berdoa saat dia mengalami penderitaan. Sama spt kita yang menganjurkan suatu obat, itu karena kira sudah membuktikannya sndri atau minimal ada bnyk kesaksian org yg telah mengkonsumsi obat itu. Kalau doa yg kita naikkan itu tdk efektif, cobalah utk koreksi diri, apakah kita sdh berdoa secara benar spt yg Tuhan inginkan? Atau mungkin kita masih harus bertekun lagi berdoa sampai waktu yg Tuhan tetapkan itu tiba utk kita. Jadi bkn doa itu sia-sia, tp mgkin kita yg belum berdoa secara benar sesuai yg Tuhan inginkan.

Bernyanyi di saat bergembira, apa alasannya? Bernyanyi itu salah satu cara mengungkapkan isi hati, dan nyanyian itu bisa berisi doa, ucapan syukur, dan kesaksian kita. Bernyanyi biasanya bs mempengaruhi suasana hati, dengar lagu yg nadanya serta liriknya sedih, kita bs terbawa utk jg merasa sedih. Dengar lagu yg patriotik, orang yg mendengar bisa terbangkitkan semangatnya. Tentu kita tdk juga sembarangan menyanyikan lagu, hrs tahu apa isi liriknya, maka hrs pandai memilih, sebaiknya menyanyikan lagu pujian utk Tuhan, yg mengagungkan Tuhan, menguatkan iman org yg mendengar nyanyian kita. Jgn krna suara kita tdk terlalu bagus lalu kita malu untuk menyatakan kegembiraan kita melalui bernyanyi atau sekedar bersenandung, krna bnyk orang yg bersaksi dia dijamah Tuhan ketika mendengar sebuah lagu pujian. Dlm bbrpa gereja ada yang masih menyediakan scra khusus persembahan pujian lewat paduan suara misalnya, lagu-lagu yg dinyanyikan bukan sekedar utk menunjukkan kemampuan para penyanyi paduan suara, tapi diharapkan para jemaat yg mendengarnya bisa mendapatkan sesuatu yg positif & membangun iman.

Berdoa dan bernyanyi, ingatlah untuk dilakukan di saat yang tepat, lakukan dgn benar sehingga kita bs menikmati dampak yg luar biasa, dan jg itu bs menjd satu berkat dan kesaksian bagi org banyak.

Posted in Renungan | Comments Off on Berdoa dan Bernyanyi

Tetap Sehati dan Sejalan

DI 22102022

Daniel 3:23
Tetapi ketiga orang itu, yakni Sadrakh, Mesakh dan Abednego, jatuh ke dalam perapian yang menyala-nyala itu dengan terikat.

Walau menghadapi kengerian yg amat sangat, 3 org ini tetap sehati dan sejalan, tdk ada satupun yg merubah pendiriannya demi menyelamatkan dirinya sndri dr kematian yg menanti mereka.

Kita pasti senang kalau punya sahabat atau org yg sehati dan sejalan dgn kita, membuat kita bs lebih bersemangat dan tdk gentar menghadapi masalah apapun. Tp kalau seandainya ada yang berubah pikiran demi menguntungkan diri sndri, dan malah mengkhianati komitmen bersama, ini tentu suatu rasa yg sangat menyakitkan. Takut mati, takut kehilangan posisi, takut ini dan takut itu, dsbnya, membuat seseorang bs mengubah keputusan dan melanggar komitmen yg ada, yg dulunya bilang akan sehidup semati, susah dan senang dirasakan bersama, tdk akan melanggar komitmen, tapi karena ketakutannya, semua itu hanyalah perkataan janji manis dan kosong. Ini tentu bs membuat pro dan kontra bagi beberapa org dan golongan, ada yang berpendapat sedikit cerdiklah dlm menghadapi pilihan yg buruk, jgn terlalu idealis, nyawa itu lebih penting daripada apapun jg. Namun kisah 3 org dlm ayat ini, jelas terbukti bhw ketika mereka tetap berkomitmen dgn pendirian mereka bersama dan ancaman yg dihadapi adalah kematian dgn cara mengerikan, justru nyawa mereka semua diselamatkan dan mereka justru diangkat ke posisi yg lebih tinggi dr yg sebelumnya dlm pemerintahan di Babel.

Ketakutan itu ‘menular’, spt kisah 12 pengintai yg diutus utk melihat tanah Kanaan, 10 org yang mengabarkan kabar yg negatif, bisa membuat 1 bangsa ‘kena mental’, yakin tidak akan sanggup utk mengalahkan musuh mereka. Dalam hukum perang zaman dulu, kita temukan ini: Lagi para pengatur pasukan itu harus berbicara kepada tentara demikian: Siapa takut dan lemah hati? Ia boleh pergi dan pulang ke rumahnya, supaya hati saudara-saudaranya jangan tawar seperti hatinya (Ulangan 20:8). Butuh keberanian untuk tetap berkomitmen sekalipun yg hrs kita hadapi bersama adalah maut. Itu jg yg dikatakan Yesus bhw jgn takut pd manusia yang bs membunuh: Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka (Matius 10:28). Tdk semua org sanggup melakukan ayat ini, tapi Tuhan sudah memberikan firman ini utk diingat dan ditaati. Jadilah org yg menguatkan org lain, bukan justru menularkan ketakutan yg membuat iman dan semangat menjd lemah dan gagal utk meraih apa yg Tuhan janjikan.

Atasi ketakutan kita, karena itu akan menahan langkah kita untuk maju dan mengalami kuasa Tuhan dlm hidup kita, jgn tularkan ketakutan, tp tularkan semangat dan keberanian.

Posted in Renungan | Comments Off on Tetap Sehati dan Sejalan

Beriman Yang Benar

21102022

Daniel 3:17-18
Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”

Kita selalu diajari bhw beriman itu harus berkata yg positif, tdk boleh mengatakan yg negatif, tapi pernyataan iman dari 3 org yg sudah pasti akan mengalami hukuman mati ini justru berbeda.

“Tetapi seandainya tidak (dilepaskan) …” Lho, ini kan perkataan negatif atau putus asa, beriman atau tdk sih sebenarnya 3 org ini? Jangan terlalu cepat menghakimi, justru mereka sedang dalam keadaan beriman yg benar, Tuhan pasti sanggup menolong, tp apakah Dia mau atau tdk, itu tidak bisa dipaksakan oleh siapapun, bahkan oleh org yg ngakunya beriman, berpuasa dan suka klaim mengklaim ayat firman Tuhan. Berbahaya kalau kita beriman bhw Tuhan pasti ‘selalu’ menolong kita dlm setiap situasi. Apa ini pemikiran sesat? Coba renungkan ini: bukankah justru keliru jika kita terlalu yakin bhw Tuhan selalu akan setuju utk menolong kita? Artinya Tuhan bs kita atur & ini justru bertentangan dgn prinsip beriman yg seharusnya. Kalau Tuhan tdk menolong saat ini, pasti ada alasan-Nya, spt dlm kisah 3 org teman Daniel ini, mereka tetap dimasukkan dlm dapur api yg dipanaskan 7x lipat, tp di sinilah mujizat dan kuasa Tuhan dinyatakan, mereka selamat & akhirnya raja Nebukadnezar mengakui jg bahwa Tuhannya orang Israel itu memang dahsyat dan tdk sama dgn tuhan yang lain, bahkan membuat satu peraturan larangan menghina nama Tuhan.

Beriman bukan berarti boleh mengatur Tuhan, tp justru mempersilahkan Tuhan bertindak sesuai dgn cara dan waktu-Nya. Kelihatannya 3 teman Daniel ini sptnya putus asa, ada di istana raja yg tak ada satupun org yg berani melanggar semua yg diperintahkannya, 99,99% pasti mati, kecuali Tuhan sndri yg menolong. Di sinilah kita belajar bhw beriman itu sampai pd level ‘tdk takut mati’ dan kehilangan semuanya. Daud tdk takut untuk kehilangan tahtanya sekalipun anaknya sendiri yg memberontak, karena Daud sadar bhw Tuhan yg memberikan dia tahta itu, kalau Tuhan ingin memberikan tahta itu pd org lain, Daud siap utk menerima hal itu dan tdk melawan. Pd akhirnya kita tahu, Daud tetap duduk di atas tahtanya itu hingga saatnya dia meninggal. Dlm beriman ada unsur berserah pd Tuhan, pasrah pd kehendak Tuhan, bukan pasrah pd keadaan. Kita bedakan antara perkataan iman yg lahir dr berserah pada Tuhan dg perkataan yg lahir dr keputus asaan, walaupun kelihatannya mirip, tapi itu dibuktikan dgn bertindak atau tidaknya Tuhan berdasarkan kehendak-Nya sendiri. Jgn merasa bs mengatur Tuhan utk selalu mengikuti apa yg kita mau, itu bkn iman pd Tuhan.

Beriman bkn berarti boleh mendesak Tuhan, ada saatnya Tuhan mengizinkan kita tawar menawar spt dlm kisah Tuhan dgn Abraham saat hendak menghukum Sodom dan Gomora, tapi ingatlah bhw hormati keputusan Tuhan utk hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Beriman Yang Benar

Ditantang Untuk Membuktikan

DI 20102022

Matius 16:1
Kemudian datanglah orang-orang Farisi dan Saduki hendak mencobai Yesus. Mereka meminta supaya Ia memperlihatkan suatu tanda dari sorga kepada mereka.

Yesus dimintai membuat sesuatu yg menandai bhw Dia seorg nabi, karena orang Farisi dan jg org Saduki meragukan dari mana asal sumber kuasa utk melakukan mujizat dan mengusir roh jahat yg selama ini Yesus praktekkan.

Wajar kalau org lain meragukan diri kita karena kita tampil ‘berbeda’ dgn mereka, misalnya saat kita bicara ttg hrs bicara jujur dalam berbisnis, mereka akan lihat benarkah kalau berkata jujur itu akan berakibat baik pada diri mereka? Kalau keadaan kita memang ada ‘di atas’ mereka, bisa saja mereka mau percaya, tp bgmna jika justru keadaan kita ada ‘di bawah’ mereka? Misalkan jg saat kita berbicara dgn org yg lebih tua, yang mengklaim diri mereka sudah bnyk pengalaman dan membuktikan bhw sesuatu yg ideal itu tdk selalu bs dilakukan 100%? Apalagi kalau apa yg kita sharingkan itu dipertanyakan oleh org yang punya gelar di bidang teologia, padahal yg kita sharingkan itu sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Perlukah kita utk membuktikan siapa diri kita yg sebenarnya? Dlm kisah di atas, saya tahu pasti mudah bagi Yesus utk melakukan sebuah tanda dr sorga, tp sekali lagi, seperti pd saat Dia dicobai oleh iblis di padang gurun sblum mulai masuk dlm pelayanan-Nya, Yesus menolak utk melakukan apa yg disuruhkan kepada-Nya, krna Dia tdk membutuhkan pengakuan dr siapapun bhw Dia adalah Tuhan, apa yg Dia kerjakan sdh cukup utk membuktikan siapa diri-Nya.

Di zaman ini, bnyk org berlomba-lomba mencari pengakuan dr manusia, tanda seseorg populer adalah brpa bnyk fans, followers dan subcribers dr medsos yg dimilikinya. Krna takut kehilangan kepopulerannya, tanpa sadar hidupnya diatur & harus mengikuti kemauan netizen, kalau netizen bilang dia cocoknya begini, kalau dia tidak ingin mengikuti kemauan mereka, yg tadinya fans, bs berubah menjd ‘haters’, akibatnya akun medsos bs diadukan dan hrs lenyap, dan karier bs hilang dlm sekejap. Ingin populer tapi ujungnya hidup diatur oleh org lain. Tentu saja Yesus tidak ingin diri-Nya diatur-atur oleh pihak manapun, Dia tdk perlu mendpt pengakuan dr kalangan apapun di masa itu, karena visi-Nya bukanlah utk terkenal dan disukai semua org, tp Dia melayani hingga mati disalibkan demi dosa-dosa manusia. Kalau kita punya kualitas dan integritas, jadi terkenal itu adalah dampak, bukan tujuan, yg terpenting adalah tetap punya kemurnian hati dan motivasi yg benar di hadapan Tuhan. Kisah raja Saul yg takut kehilangan dukungan rakyat sehingga dia memilih utk melanggar firman Tuhan, ini menjd contoh bhw kepopuleran bukanlah sesuatu yang selalu bertahan lama, dan kadang akhirnya kita mengalami keterpurukan.

Anda ditantang utk membuktikan diri demi bisa mendpt pengakuan dr bnyk org? Itu bisa menjd sebuah jebakan yg akhirnya menjebak kita utk selalu mengikuti tuntutan dan keinginan orang lain demi tetap mendpt dukungan dr mereka, suatu saat kita pasti lelah.

Posted in Renungan | Comments Off on Ditantang Untuk Membuktikan

Jangan Menyesatkan Orang

DI 19102022

Lukas 17:1-2
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.
Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini.

Apa rasanya kalau kita dibuat nyasar oleh orang yg kepadanya kita bertanya ttg suatu lokasi? Dia kelihatannya menjawab dg sangat menyakinkan shga kita jd percaya kalau dia tahu persis lokasi yg kita tanyakan padanya.

Menyesatkan org itu bukan hanya berkaitan dgn ajaran sesat, tp jg bs berarti dgn sengaja menjd batu sandungan dan jg mendorong orang untuk malah berbuat dosa. Tersesat berarti tdk berada di posisi yg seharusnya, bahkan spt org tersesat di tengah hutan misalnya, tdk bisa menemukan jalan keluar dr sana, pdhal di tengah hutan bnyk binatang buas. Nasehat yg salah justru menjadi nasehat yg menyesatkan, bukan membawa org keluar dr masalahnya, tp justru membuat dia itu makin bingung, ruwet dan terbelenggu oleh apa yg sdg dia hadapi itu. Menjd batu sandungan itu berarti membuat org lain ‘jatuh’ tersandung krna mengikuti apa yg kita lakukan. Kalau kita orang yg punya pengaruh besar bagi bnyk org, jangan sembarangan berkata-kata karena opini kita bs menjadi ‘pedoman’ bagi org lain utk berpikir dan akhirnya melahirkan sebuah perbuatan. Ketika kita kompromi dgn dosa dan org lain mengikuti perbuatan yg sama, itu berarti kita membuat dia tersesat, walaupun menurut kita, yg kita lakukan itu hal yg normal. Jadi betapa mudahnya kita bs tanpa sadar membuat org lain tersesat dan kita sendiri merasa bhw yg kita katakan dan lakukan itu sesuatu yg ‘normal’ dan hak kita utk lakukan apa yg kira mau.

Contoh dlm Alkitab adalah ttg makanan yg telah dipersembahkan pd berhala, rasul Paulus sndri membahas ini panjang lebar (1 Kor 10:14-33). Ada yg disebut dgn keberatan hati nurani yaitu sesuatu yg masih belum bs diterima sbg suatu hal yg benar oleh seseorg krna imannya masih lemah dan pengetahuannya ttg firman Tuhan itu masih dangkal. Oleh krna banyaknya doktrin yg berbeda dlm bnyknya denominasi gereja, bbrpa hal masih jd perdebatan yg tanpa ada titik temu dan masih dianggap sbg sebuah ‘dogma’ yaitu ajaran yg diakui dan dipegang teguh oleh gereja tertentu saja, misalnya dlm hal ‘bahasa lidah’ yg oleh kalangan kharismatik dianggap sbg suatu hal yang biasa dilakukan dlm ibadah, sementara bagi kalangan gereja lainnya dinilai bhw jangan sembarangan dalam melakukannya. Akibatnya kita harus tahu persis di kalangan mana kita sdg berada, jgn sampai membuat org lain terganggu oleh hak kita utk melakukan sesuatu. Yg boleh & tdk boleh dilakukan, kadang berbeda di antara berbagai kalangan, kita hrs pandai bersikap dan membawa diri agar perbedaan yg ada jgn menjd satu hal yg membawa dampak buruk.

Waspadalah kalau kita ini termasuk org yg pny pengaruh besar di mata bnyk org, bijaklah dlm bertindak dan berkata-kata, berikan teladan yg benar dan jgn jd batu sandungan.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Menyesatkan Orang

Marah Yang Jahat

DI 18102022

Mazmur 37:7-8
Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya.
Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.

Apakah kita berpikir Tuhan itu tidak adil? Orang yg jahat justru hidupnya secara finansial malah lebih baik drpd org yg hidup takut akan Tuhan, jd apa gunanya kita hidup benar di hadapan Tuhan setiap hari?

Kita diejek karena hidup jujur dan lurus oleh org yg melakukan kecurangan dan tipu daya karena mereka lebih ‘kaya’ dari kita? Apa reaksi yg kita tunjukkan ketika itu terjadi? Ayat di atas menjd satu peringatan bagi kita supaya jgn marah saat melihat org yg curang dan penipu hidupnya itu lebih ‘nyaman’ dr kita. Kalau kita terpancing, yg terlintas dlm pikiran kita adalah Tuhan itu tidak adil dan apa gunanya kita hidup benar kalau yg kita dapatkan itu tdk sebanyak mrka yang justru melakukan kecurangan dan tipu daya. Nantinya kita bs terpancing utk ikut berbuat jahat demi bs ikut merasakan hidup yabg lebih nyaman, lebih kaya dan tdk kuatir lagi akan kekurangan dalam hal finansial. Mulailah kita kompromi dgn dosa dan memang benar, mgkin kita akan dgn cepat lebih mudah mendapatkan banyak uang, namun ingatlah bhw semua perbuatan kita, yg baik dan yg jahat, hrs dipertanggung jwbkan di hadapan Tuhan, sadarkah kita bahwa dosa akan berujung pd maut? Tiap orang pasti akan mati tubuhnya, apakah dia org jahat atau org baik, tapi di dalam kekekalan nanti, akan ada di surga atau neraka? Org yg tdk takut berbuat dosa cenderung punya pikiran bhw Tuhan dan neraka itu tdk ada.

Tuhan itu adil, yg jahat pasti dihukum dan yang baik pasti menerima upah yg baik jg, namun yg hrs kita ingat bhw Tuhan punya perhitungan-Nya sndri ttg waktu penghukuman-Nya. Kita ambil contoh saja: ada 2 jenis cara membayar mknan yg kita makan, pertama, pesan makanannya lalu kita bayar, baru kita memakannya, kedua, pesan makanannya, kita makan, baru nanti kita bayar total semuanya. Hukuman Tuhan itu ada yg hrs diberikan saat seseorg masih hidup di dunia ini, berarti masih ada kesempatan utk bertobat, ada jg yg nanti diberikan saat pengadilan Tuhan, ini yg menakutkan karena terjadi setelah kita mati, dan tdk ada lagi kesempatan utk bertobat. Hal ini bs kita lihat dari apa yang Yesus ceritakan ttg Lazarus dan org kaya (Lukas 16:19-31). Org yg curang dan jahat, hidupnya mewah di dunia, dia berpikir bhw Tuhan itu tdk ada karena tidak ada hukuman yang Tuhan berikan, semuanya lancar saat dia melakukan tipu daya, nanti setelah dia mati, dia akan dihukum dan tdk ada waktu lagi utk bertobat, neraka menantinya. Jd untuk apa kita iri dan menjd marah terhadap org yg nanti akan masuk neraka? Bukankah jauh lbh penting utk menjaga diri kita jgn sampai masuk neraka karena ikut berbuat jahat demi mendapatkan yg kita inginkan yaitu bnyk harta?

Bersyukur dgn apa yg Tuhan berikan pd kita utk kita kelola dan nikmati, ingat bahwa suatu saat kita akan menerima upah dr perbuatan kita, yg baik dan yg jahat.

Posted in Renungan | Comments Off on Marah Yang Jahat

Hidup Dalam 2 Dunia

DI 17102022

Mazmur 33:18-19
Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya,
untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.

Kita hidup di dunia ini terikat dgn 2 sistem yang berbeda, pertama adalah sistem yg dibuat oleh manusia di dunia ini dan kedua adalah sistem yg dikuasai oleh Tuhan.

Tahun 2023 diprediksi menjd tahun yang masih melanjutkan efek buruk dr pandemi dan akibat dr perang antar bangsa, di masa kinipun kita bs melihat bahwa krisis ekonomi sudah melanda bnyk bangsa di dunia, tahun depan diperkirakan akan lebih buruk lagi. Peringatan dari pemimpin bangsa-bangsa di dunia sudah disampaikan, ini tentu membuat kita hrs waspada, menyiapkan diri utk menghadapi situasi yg mgkin lebih buruk drpd yg sdh terjadi. Hidup dlm sistem dunia ini, berarti kita sedang diperhadapkan dgn keadaan yg buruk, tapi ketika kita melihat sistem Tuhan, maka ayat yg kita baca menjd sebuah kekuatan dan penghiburan bagi kita bhw dlm situasi yang mgkin jauh lebih buruk, Tuhan sediakan mujizat dan penyertaan-Nya, akan dipelihara dr bencana kelaparan dan dari maut. Inilah hidup kita yang sebenarnya sbg org percaya, hidup dlm 2 dunia yg pengaruhnya besar dlm hidup kita, hidup dlm dunia jasmani karena kita masih memiliki tubuh yg punya kebutuhannya, dan dunia roh yang erat kaitannya dgn kedaulatan Tuhan atas hidup org percaya, apapun yg terjadi di dunia ini, kita pny Tuhan yg menyertai kita dan sanggup memberi kita keluputan dan keselamatan.

Selain secara jasmani kita hrs mempersiapkan segala sesuatunya dg baik utk menghadapi apa yang sdh diprediksi oleh dunia, maka rohani kita jg hrs dipersiapkan dgn baik. Spt seorg atlet yg akan bertanding, selain latihan yg baik, jg perlu utk menyiapkan mental yg kuat, karena mental yg kuat akan sangat berpengaruh pd semangat utk bertanding. Kerohanian yg baik berpengaruh pd daya tahan iman kita, mempengaruhi apa yg hrs jadi pilihan dan keputusan kita, dan pastinya itu akan tetap menjamin ada penyertaan Tuhan dlm hidup kita. Dlm ayat yg kita baca, hidup yg takut akan Tuhan dan berharap pada kasih setia Tuhanlah yg akan mengalami keluputan dr apa yg buruk di waktu ke depan. Benar bhw kita hrs menyiapkan finansial yg kuat, tp jgn lupa untuk menyiapkan jg iman yg kokoh utk menghadapi semua yg nanti akan terjadi. Takut akan Tuhan kita lakukan dgn tdk melakukan apa yg dilarang oleh Tuhan, yaitu dosa dan segala hal yang bisa mencemari kerohanian kita di hadapan Tuhan. Berharap pada kasih setia Tuhan berarti hanya bersandar dan mengandalkan Tuhan, bukan apa yg kita miliki, bila kita melakukannya, maka apa yg tertulis dlm ayat ini akan terjd dlm hidup kita.

Hidup takut akan Tuhan dan berharap pd kasih setia Tuhan, lakukanlah setiap saat dalam hidup kita, percayalah bhw Tuhan sanggup memberi kita keluputan dan keselamatan di masa sukar ini.

Posted in Renungan | Comments Off on Hidup Dalam 2 Dunia

Hanya Tuhan Yang Menyelamatkan

DI 15102022

Mazmur 33:16-17
Seorang raja tidak akan selamat oleh besarnya kuasa; seorang pahlawan tidak akan tertolong oleh besarnya kekuatan.
Kuda adalah harapan sia-sia untuk mencapai kemenangan, yang sekalipun besar ketangkasannya tidak dapat memberi keluputan.

Kalau yg menulis kalimat itu seseorg yang tidak memiliki kekuasaan, bukan seorg tentara, tentu org yg membacanya bs saja meragukan apakah benar yg dituliskan dlm kalimat itu, namun yang menulisnya adalah Daud, yg punya kekuasaan & juga seorg panglima tentara.

Apa yg kita miliki, punya keterbatasan kegunaan dan manfaatnya bagi kita, sekalipun itu adalah harta kita yg berlimpah, org-org hebat di sekitar kita, dsbnya. Seorg dokter paling hebatpun, dia punya keterbatasan ketika saatnya seseorg itu memang sudah waktunya meninggal, tidak bisa melawan kehendak Tuhan. Sejarah juga menulis bhw ketika terjd sebuah pemberontakan, seorg raja atau pemimpin suatu negara bisa tersingkir dan menjd tawanan. Jadi memang semua yang ada di dunia ini punya keterbatasan manfaat, ini sebabnya seseorg butuh penyertaan Tuhan yg punya kuasa yg tdk terbatas, yg sanggup untuk menyelamatkan sekalipun situasi yg dialami itu sangat mustahil utk bs lolos, namun kuasa-Nya membuat yg mustahil menjd mgkin dan yg sulit menjd mudah. Daud menyadari hal ini, dia tidak bersandar pd apa yg dia miliki, fasilitas yang dia punya, tapi tetap mengandalkan Tuhan. Kisah di saat dia hendak dijatuhkan dr tahtanya, menjadi bukti bhw ketentuan Tuhan itu tdk bs diganggu gugat oleh kehebatan manusia, Absalom sendiri yg akhirnya mati setelah dia merasa yakin bhw dirinyalah yg menang, namun Tuhan membuat keadaan justru berbalik, Daud tetap menduduki tahta kerajaan krna dia dipilih dan diurapi oleh Tuhan.

Apakah kita merasa aman karena kita memiliki semua yg menurut ukuran dunia ini adalah yang terbaik? Kekuasaan, harta, status sosial, dsbnya, mgkin besar manfaatnya di saat kita ada dalam masa jaya kita, tapi sadarlah bhw semua yg kita di dunia ini bs datang dan pergi begitu saja. Dlm dunia entertainment misalnya, kita tahu ada org yg viral suatu saat, meraup bnyk kekayaan, tapi hanya sebentar saja dan kemudian namanya tdk lagi terdengar, hingga suatu saat ada media yg meliput keadaannya yg memprihatinkan. Orang yg menang lotre milyaran, tapi kemudian menjd miskin krna hidup berfoya-foya. Banyak contoh dlm realita hidup kita bahwa menggantungkan rasa aman pd apa yg kita miliki itu sia-sia, tidak ada jaminan bs menyelamatkan kita dari situasi yg sedang dialami, tp orang yg bersandar pada Tuhan tentu memiliki jaminan bhw Tuhan pasti menggenapi janji-janji-Nya, tdk peduli masalah apa yang sedang kita alami, Tuhan sanggup dan tidak lalai menggenapi firman-Nya dalam hidup kita. Tentu hal yg baik punya kekuasaan, harta, dan yg lainnya, tp jgn ganti posisi Tuhan dengan itu semua, tetap andalkan Tuhan dan hidup dgn takut akan Tuhan.

Kelola dg baik semua yg kita punya, Tuhan bisa memakainya sbg alat utk menolong kita, namun sadarlah bhw ada jg hal-hal yg hanya bs Tuhan saja yg melakukannya, kita tetap butuh Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Hanya Tuhan Yang Menyelamatkan