Membawa Perubahan

DI 04082022

Hakim-hakim 5:31
Demikianlah akan binasa segala musuh-Mu, ya TUHAN! Tetapi orang yang mengasihi-Nya bagaikan matahari terbit dalam kemegahannya. Lalu amanlah negeri itu empat puluh tahun lamanya.

Org yg mengasihi Tuhan seperti matahari terbit dlm kemegahannya, di sinilah kita harus pahami terlebih dahulu ada apa dgn matahari terbit dan dampaknya bagi kehidupan manusia.

Matahari terbit menandakan berakhirnya waktu malam di suatu wilayah, kegelapan digantikan dgn terang, dingin digantikan dgn kehangatan. Jadi ada suatu perubahan yg membawa kepada kehidupan, saat matahari terbit, apalg di zaman itu, menjd tanda dimulainya aktivitas harian, itu adalah waktunya untuk bekerja, dari pagi hingga sore hari, tdk spt zaman sekarang yg malampun tetap banyak aktivitas dan pekerjaan. Terangnya sinar matahari perlahan-lahan ‘mengusir’ gelap malam, gelap seringkali bicara ttg ketakutan & ketdk tahuan, org yg mengasihi Tuhan tidak lagi mudah dikuasai oleh ketakutan, karena di dalam dirinya ada Tuhan yg menyertai kehidupannya. Matahari terbit bergerak naik, sebaliknya ketika tenggelam, matahari bergerak turun, jadi orang yg mengasihi Tuhan itu hidupnya bergerak ‘naik’ dan bukan ‘turun’, membuat udara makin terasa hangat hingga panas, membuat org bergairah utk memulai aktifitas hariannya. Kehadiran org yg mengasihi Tuhan itu membuat suasana yang dia ada di sana menjd ‘hangat’, bergairah, aktif dan penuh semangat. Terangnya sinar matahari membuat keadaan sekitar kita menjd jelas, dan ini jg gambaran bhw org yg mengasihi Tuhan jg memiliki terang dlm hidupnya.

Beda dgn bulan yang tidak selalu tampak bulat, maka matahari setiap harinya selalu bulat, tentu kalau tdk sedang terjd gerhana matahari. Ini jg menggambarkan bhw org yg mengasihi Tuhan itu biasanya memiliki integritas, konsisten dlm berkomitmen, setia. Org lain bs mengenali dgn mudah, tdk membingungkan spt mengenali org yang munafik dan bermuka dua. Sinar matahari sangat penting bagi pertumbuhan tanaman dan bbrpa hal yg memerlukan tindakan ‘penjemuran’, bila tidak ada sinar matahari, maka akan terjadi hambatan dlm bbrpa hal tersebut di atas. Orang yang mengasihi Tuhan pasti menjd berkat bagi bnyk org, banyak memberi dampak positif bagi lingkungan di mana dia ada. Matahari terbit utk sebagian org menjd sebuah tontonan keindahan yg ditunggu kehadirannya, apalg dilihat dr lokasi tertentu, misalnya di atas gunung, di tepi pantai, dsbnya. Orang yg mengasihi Tuhan itu hidupnya memiliki ‘keindahan’, punya daya tarik, menjadi inspirasi bagi org banyak. Jadi mengasihi Tuhan bukan sekedar ttg keintiman dgn Tuhan, tapi jg bgmna hidupnya menjd berkat bagi banyak org dan membawa dampak positif bagi lingkungan di mana dia ada.

Matahari terbit dlm kemegahannya, biarlah kita menjd org-org yg memiliki kemuliaan Tuhan dlm hidup kita, terus bergerak ‘naik’ dan memberikan banyak ‘kehangatan’ di lingkungan kita berada.

Posted in Renungan | Comments Off on Membawa Perubahan

Harus Diperangi Sampai Tuntas

DI 03082022

Hakim-hakim 3:10-11
Roh TUHAN menghinggapi dia dan ia menghakimi orang Israel. Ia maju berperang, lalu TUHAN menyerahkan Kusyan-Risyataim, raja Aram, ke dalam tangannya, sehingga ia mengalahkan Kusyan-Risyataim.
Lalu amanlah negeri itu empat puluh tahun lamanya. Kemudian matilah Otniel anak Kenas.

Perang pada zaman itu adalah sebuah cara utk mendapatkan keamanan bagi suatu bangsa, ini tentu saja suatu hal yang berlaku secara umum, jika ingin aman, musuh harus diperangi sampai musuh bs dikalahkan.

Begitu jg dgn masalah yg kita hadapi, sebagian disebabkan krna ada pihak-pihak yg memusuhi kita, ada iblis yg selalu ingin merusak hidup kita, atau ada org-org yg memang sengaja mengusik ketenangan hidup kita, dlm dunia bisnis pun dan jg berdagang, kadang-kadang org lain memakai cara yg mereka anggap bs menghalangi kita utk sukses, misalnya dgn menggunakan okultisme, dan masih banyak lagi cara lainnya. Apa yg hrs kita lakukan? Bertahan? Utk kasus tertentu, cara bertahan mgkin tepat digunakan, tapi ada waktu dan saatnya justru kita hrs memeranginya. Kita juga tdk mgkin sembarangan memerangi tanpa kita tahu sebenarnya siapa atau apa yg menjadi musuh kita. Tentu peperangan ini bukan secara fisik spt perang suatu kelompok melawan yang lain, tp ini yg kita kenal sbg ‘peperangan rohani’, peperangan dgn menggunakan strategi Tuhan dan jg menggunakan kuasa serta otoritas yang Tuhan berikan pd kita. Kita jg perlu melakukan persiapan secara fisik dan rohani utk itu, artinya fisik hrs dlm keadaan yg sehat dan siap, rohani jg dalam keadaan yg ‘sehat’, punya pemahaman yg benar ttg Firman Tuhan dan pengetahuan yg cukup mengenai peperangan rohani.

Kita jg hrs ingat bahwa tidak semua masalah itu solusinya hrs peperangan rohani, ada yg cukup diselesaikan dgn ilmu pengetahuan, komunikasi yg baik utk mencapai perdamaian, dsbnya. Perlu utk bijak menganalisa suatu masalah, apa yg jd sumber masalahnya, apa hanya sekedar sebuah kesalah pahaman saja yang bs diselesaikan dgn menjelaskan hal yg sebenarnya. Namun jika sdh dianalisa bhw ada penyebab dari sesuatu di luar logika manusia, maka lakukanlah peperangan rohani dgn matang. Perlu diingat bhw perlu utk melibatkan Tuhan ketika kita melakukannya, jgn terbiasa dgn metode-metode yg biasa kita pakai karena setiap masalah punya strategi tersendiri utk mengatasinya. Tanya Tuhan, apa yajg harus kita lakukan supaya peperangan rohani ini tepat sasaran dan tidak butuh waktu lama, karena bs menguras tenaga fisik dan jg kejenuhan rohani. Hrs rendah hati dan taat pd apapun yang Tuhan perintahkan untuk kita lakukan. Nanti kita akan lihat hasilnya bhw ketika kita menang, masalah itu akan dgn mudah kita selesaikan dan ‘pergi’ menjauh dr kehidupan kita. Semua yg dilakukan dgn ketepatan, hasilnya selalu maksimal tuntas.

Apa masalah yg sedang kita alami, analusa dgn benar, perlu atau tdk utk melakukan peperangan rohani, atau cukup diselesaikan dgn cara biasa, cara yg masuk dlm logika kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Harus Diperangi Sampai Tuntas

Waktunya Tidak Pas

DI 02082022

Yohanes 5:9-10
Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.
Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: “Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu.”

Peraturan dibuat supaya segala sesuatunya bisa menjd tertib dan sesuai dgn norma yg berlaku di suatu wilayah atau lingkungan, tp apakah Tuhan pun juga harus ‘mengikuti’ peraturan yg dibuat oleh manusia?

Bbrpa kisah Yesus menyembuhkan orang sakit di hari Sabat selalu menimbulkan reaksi negatif bagi org-org yg berpegang pada Taurat dengan pengertian sesuai dgn yg tertulis saja. Esensi dr dibuatnya hukum Taurat ttg hari Sabat adalah supaya bangsa Israel memiliki hari yang khusus utk Tuhan, dgn tidak melakukan aktivitas harian spt di hari lainnya. Hukum Taurat diberikan oleh Tuhan melalui Musa utk bangsa Israel, jadi hrs dipahami bhw pembuat hukum posisinya ada di atas dr hukum yang dibuatnya. Itulah mengapa Yesus berkata bhw Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat (Lukas 6:5). Ini berbeda dengan hukum buatan manusia yang bisa mengikat org atau lembaga yang membuat perarturan hukum tersebut. Tuhan tentu berfirman dan firman itu akan terlaksana, tapi kedaulatan Tuhan tdk bisa dibatasi oleh apapun hukum yg Dia berikan pd manusia. Tuhan bebas bertindak sesuai dengan apa yg Dia kehendaki, tapi pastinya kalau Tuhan bertindak dan terlihat seperti bertentangan dgn hukum yg Dia buat utk hidup manusia, tentu ada alasan di balik semuanya itu, bukan arogan atau sekedar iseng, tidak, tp demi kepentingan yang Tuhan anggap penting utk dilakukan saat itu.

Misalnya ketika Tuhan sepertinya ‘melanggar’ hukum alam semesta ketika Dia menghentikan matahari dan bulan tetap pada posisinya lalu bergerak sangat lambat untuk waktu 1 hari :

Yosua 10:13-14
Maka berhentilah matahari dan bulan pun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh.
Belum pernah ada hari seperti itu, baik dahulu maupun kemudian, bahwa TUHAN mendengarkan permohonan seorang manusia secara demikian, sebab yang berperang untuk orang Israel ialah TUHAN.

Tuhan adalah Pencipta, tidak ada apapun dan jg siapapun yang punya hak melarang Tuhan untuk melakukan apa yg Dia kehendaki. Manusia bisa saja berkomentar bhw waktu-Nya Tuhan itu tdk pas, kenapa hrs di hari Sabat? Masih ada 6 hari lainnya, atau Tuhan kekurangan waktu? Kita jg mgkin pernah berpikir spt itu: kenapa sih Tuhan maunya sekarang? Saya kan sedang sibuk, lagi banyak masalah, eh malah disuruh menolong org lain? Yang menurut kita waktunya tidak pas, justru itulah waktu yg Tuhan sdh tentukan, jika saat itu tidak dilakukan, maka apa yg jd rencana Tuhan, bs saja tidak terwujud dan justru kitalah yg dirugikan. Percayalah bahwa waktu Tuhan itu selalu yg terbaik dan pas, walaupun saat itu kita belum bs memahaminya.

Tuhan punya kedaulatan, Dia bertindak sesuai dengan hikmat-Nya yang tdk terselami, sepakat saja dgn waktu Tuhan, maka kita akan melihat bgmna Dia akan menyatakan kemuliaan-Nya.

Posted in Renungan | Comments Off on Waktunya Tidak Pas

Menyadari Dosa

DI 01082022

Yesaya 6:5
Lalu kataku: “Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam.”

Yesaya sadar bhw dia org yg najis bibir, dan dia juga mengatakan bhw dia tinggal di lingkungan bangsanya yg juga najis bibir, lalu bgmna dia bs meninggalkan najis bibirnya kalau lingkungan di sekitarnyapun melakukan hal yg sama?

Seorg penjahat tinggal di lingkungan penjahat, siapa yg akan memberitahukan dia pertobatan? Sesuatu yg sangat menyedihkan tentunya, siapa yg bs membebaskan dia dr situasi spt itu? Dari kisah dlm pasal ini, akhirnya Tuhan sendirilah yg mengutus malaikat Serafim utk menguduskan najis bibirnya Yesaya (ay 6-7). Tetaplah masalah dosa hanya Tuhan saja yg bs menyelesaikannya secara tuntas utk kita. Teknologi canggih tidak bs menyelesaikan masalah dosa kita, uang juga demikian, tidak bs ditukar atau membeli apa yg jadi solusi bagi masalah dosa kita. Tapi Tuhan dgn kasih-Nya datang ke dunia dlm rupa seorg manusia yaitu Yesus Kristus, mati disalibkan utk menebus dosa seluruh manusia. Hikmat yang dimiliki manusia tdk mgkin bs melakukannya, jd kita hrs sadar bhw Tuhanlah Pemilik Hidup kita, Dia menebus kita dari kutuk dosa dan maut, dan membuat kita ‘kembali’ menjadi kepunyaan-Nya sendiri, iblis tidak lagi berkuasa atas kekekalan hidup kita nantinya, Dia sediakan surga utk kita dan menyertai kita selama kita masih hidup dlm dunia ini, Tuhan berikan semuanya yang terbaik, masihkah kita tdk bersyukur utk hal ini?

Jalan pendamaian dgn Tuhan sekarang dibuat lebih sederhana oleh Tuhan, kita mengakui dosa dan memohon pengampunan dari Tuhan, oleh darah Anak Domba maka dosa kita diampuni & kita diperdamaikan dgn Tuhan. Tapi tentu hal ini hrs kita dasari dgn pengertian yg benar dan hati yg sungguh bertobat, kalau tidak, maka ini ialah suatu perbuatan dosa karena mempermainkan Tuhan dlm hal kasih karunia-Nya. Konseling dgn hamba Tuhan atau mentor hanyalah satu cara utk membawa kita datang pd Tuhan mengakui semua dosa kita di hadapan Tuhan, ingat bahwa bukan manusia yg bisa menyelesaikan masalah dosa, hanya Tuhan saja yg sanggup. Konseling tanpa ditindak lanjuti dgn pertobatan hanyalah sebuah curhat yg kita beri label ‘rohani’, jd cuma menyesal tp belum mau bertobat, karena masih suka dgn dosanya, kalau langsung bertobat kan hrs meninggalkan dosa, tp kalau cm menyesal lalu lakukan lagi, org pasti bisa memakluminya, tdk bs langsung ekstrim meninggalkan dosa spt tuntutan Tuhan pd org yg bertobat: “Jangan lagi berbuat dosa!” Hati-hati! Konseling tanpa suatu pertobatan hanyalah sebuah cara utk bs terrus hidup dlm dosa.

Datang pd Tuhan, akui dosa kita dan bertobat, tinggalkan dosa dan hidup dlm kebenaran, itu yg Tuhan ingin kita lakukan saat ingin berdamai dg Dia.

Posted in Renungan | Comments Off on Menyadari Dosa

Mau Taat atau Tidak?

DI 29072022

Yesaya 1:19-20
Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu.
Tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang.” Sungguh, TUHAN yang mengucapkannya.

Tuhan memberi kehendak bebas pada manusia bukan dlm pengertian bebas dari hukuman jika memilih utk tidak taat pd Tuhan. Jd ingat bahwa pilihan yg salah akan selalu ada resiko dan hrs kita pertanggung jwbkan di hadapan Tuhan.

Kehendak bebas yg Tuhan beri itu bukan seperti terserah kita mau beli jam tangan merk apapun, lalu org yg mau kasih kita hadiah, dia yg ‘bayar’, tdk ada resiko apapun yg hrs kita tanggung. Kita ini hrs ‘waras’, sejak awal penciptaan manusia, Tuhan sdh memberikan perintah, jg disertai apa yg jd resikonya jika tidak taat, dan ternyata kita lihat bahwa manusia pertama memilih tdk taat dan hrs menanggung akibatnya. Kain jg sempat diperingatkan Tuhan sblum akhirnya membunuh adiknya sendiri. Tuhan ingin hidup kita ini penuh dgn kebahagiaan, jauh dr kesusahan, tapi justru pilihan manusia sndrilah yang membuat dirinya masuk dlm kondisi yg buruk, terlibat masalah yg rumit dan akhirnya membuat hidupnya menjadi menderita dan sengsara. Salah siapa? Mengapa Tuhan tidak hentikan sebelum manusia berbuat dosa, Dia kan Mahakuasa? Pola pikir ini justru bisa membuat kita makin sering tdk taat, sedikit keluar batas ah, nanti Tuhan kan tarik saya, kan bs ‘nyicipin’ sedikit rasanya dosa, namanya juga manusia, suka penasaran. Ini namanya kita sdg mempermainkan Tuhan, dan tentu Tuhan tahu isi hati kita yg sebenarnya.

Berdiri di antara dosa dan kekudusan, itulah yg diinginkan oleh kedagingan kita, sementara mau berusaha hidup benar, tapi kalau bs tetap hidup menikmati dosa, spt mau tetap tidak cerai dgn istri tp mau jg punya wanita simpanan. Itulah yg disebut kemunafikan manusia, mau terlihat spt terhormat pdhal menjijikan, kerohanian seperti baju yang bs dipakai dan dilepas kapanpun kita mau, hari Minggu dipakai baju rohaninya, stlah keluar dr gereja, dilepas baju rohaninya, ganti dg baju kedagingannya. Mau nikmati semua jenis dosa di dunia tp nanti kalau mati maunya pasti masuk surga, pikiran yang menyesatkan! Tuhan mau kita jd org yg tegas, menyembah Tuhan kah atau hidup dlm dosa, hanya ada satu ‘tuan’ yang hrs kita ikuti, dan ini jg adalah sebuah pilihan yg hrs kita pilih dgn tepat, krna akan menentukan tempat kita nantinya dalam kekekalan, di neraka atau di surga. Selagi masih Tuhan berikan kita waktu dan kesempatan utk bertobat dan hidup sungguh-sungguh dlm kekudusan, pergunakan dgn baik, setelah kita mati, waktu & kesempatan ini sudah tdk ada lagi, penyesalan yang paling tragis, salah pilih sehingga menderita di neraka utk selama-lamanya.

Taat dan tidak taat, ada akibat yg akan diterima dr Tuhan, jgn salah pilih, ingatlah bhw pilihan yg kita pilih akan menentukan arah tujuan hidup yg kita jalani, dan akan berakhir di surga ataukah di neraka.

Posted in Renungan | Comments Off on Mau Taat atau Tidak?

Berdoa Tanpa Amarah

DI 28072022

1 Timotius 2:8
Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.

Perlu kita pahami konteks ayat ini agak berbeda dlm penerapannya antara zaman itu dgn zaman skrg, zaman itu pria menjd yg diutamakan, tapi di zaman skrg pria dan wanita sama-sama bisa melakukan hal yg sama.

Contohnya, zaman itu wanita dilarang mengajar, tapi di zaman skrg bnyk wanita yg menjd hamba Tuhan dan jg berkhotbah. Jadi tentu memahami ayat ini bisa kita pahami sbg sesuatu yg berlaku bukan hanya utk para pria saja, tp jg bagi wanita yang secara bersama-sama kita kenal sebagai umat Tuhan, imamat yg rajani. Saat berdoa, jgn dlm keadaan marah dan sedang berselisih dgn org lain. Artinya hrs datang berdoa pd Tuhan di dlm keadaan berdamai dgn Tuhan dan sesama. Marah bs timbul oleh bnyk sebab, perselisihan jg bs timbul kpn saja, hal ini harus diselesaikan lebih dahulu sblum dtg berdoa pd Tuhan. Marah bs membuat kita tdk fokus berdoa, apalagi jika marah kepada Tuhan atas apa yang dialami, dtg pd Tuhan bkn dgn ucapan syukur, tapi dgn hati yg protes pd Tuhan, tentu ini sesuatu yang tidak pantas di hadapan Tuhan. Redakan amarah dan pergi berdamai dgn org yang punya perselisihan dg kita, kemudian baru dtg berdoa pd Tuhan. Ini sejalan dgn ayat dalam Matius 25:23-24, beres dulu hubungan dgn sesama barulah datang pd Tuhan utk berdoa dan memberi persembahan. Tuhan ingin kita diberkati, karena itu hrs rukun satu sama lainnya.

Menadahkan tangan yg suci, tangan bicara ttg perbuatan yg kita lakukan, jadi berdoa itu bukan hanya soal memberi waktu utk Tuhan, tp bgmna kita berdiri di hadapan Tuhan dlm keadaan yang kudus. Dalam kitab Wahyu, perbuatan benar org kudus itu digambarkan dgn pakaian lenan putih (Wahyu 19:8). Pentingnya tangan yg suci bs kita temukan dalam ayat Yesaya 1:15, tangan org yg ‘penuh darah’ tidak akan didengar doanya oleh Tuhan. Jadi yang penting dlm hal berdoa adalah bgmna cara kita hidup sehari-hari, yg diperbuat apakah perbuatan sbg org benar atau malah org berdosa? Doa tidak sesederhana tinggal tutup mata, lipat tangan, berulang kali menyebut dlm nama Yesus, claim ayat lalu diaminkan. Doa itu butuh kekudusan kita di hadapan Tuhan, walau kelihatannya mudah utk berdoa, tapi pikirkanlah apa yg kita akan terima dr Tuhan setelah berdoa apakah perkenanan Tuhan atau malah hukuman dr Tuhan krna kita dtg dlm keadaan yg tdk suci. Biasakan utk minta diperdamaikan dgn Tuhan oleh darah Yesus sblum kita berdoa, akui dosa & bertobat, shga doa kita akan didengar Tuhan & menerima jawaban yg sesuai dg kehendak-Nya.

Tangan yg suci, tidak ada kemarahan dan tanpa perselisihan, 3 hal ini hrs kita miliki saat berdoa pd Tuhan. Miliki pendamaian dgn Tuhan dan jg dgn sesama kita, maka doa kita akan didengar oleh Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Berdoa Tanpa Amarah

Kasih Yang Bertumbuh

DI 27072022

1 Tesalonika 3:12
Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu.

Kasih dan kasihan ada perbedaanya, demikian jg halnya dgn perbuatan baik yang kita lakukan, bisa tanpa didasari oleh kasih, hanya berdasar pd rasa kasihan saja. Apa bedanya?

Kasih timbul karena ada hubungan yang intens, sedangkan kasihan bs timbul tanpa adanya satu hubungan yg terjd sebelumnya. Misalnya ketika kita mendengar berita sebuah pesawat jatuh & banyak penumpangnya yg meninggal, kita bisa kasihan pd mereka walaupun kita tidak kenal & tdk punya hubungan apapun dgn mereka. Tetapi beda jika kita mengetahui sesuatu yg buruk sdg terjd pd seseorg yg kita kenal, kita bukan hanya merasa kasihan, tapi hati kita tergerak utk mulai berpikir apa yg bs kita bantu lakukan guna sdkit meringankan bebannya. Jadi kasih itu lebih dari sekedar kasihan. Tapi ada org yang kasihanpun tidak, walaupun melihat org yg dia kenal sedang mengalami sesuatu yg buruk, tentu hal ini tidak boleh sampai terjd pada diri kita, mengasihi org lain pasti berkaitan dgn hati dan perasaan kita, kalau sampai hati nurani kita tertutup melihat org lain yg sedang mengalami sesuatu yg buruk, padahal kita bs membantu, harus dipertanyakan apakah dlm diri kita masih ada kasih? Kasih tdk boleh transaksional, kalau mengasihi seseorang apa yg bs kita dapatkan dr org itu? Ini bkn kasih seorg Kristen, tp kasih manusiawi yg duniawi.

Kasih dlm diri kita hrs makin bertumbuh dan jg makin berlimpah, karena Tuhan mau memakai kita utk menyatakan kasih-Nya pd dunia melalui hidup kita. Bgmna kasih bs trs bertumbuh dan berlimpah? Tdk ada cara lain selain praktekkan kasih itu setiap hari, di manapun dan kapanpun, apapun situasinya. Kalau Tuhan menilai kita bs menjd org yg mengasihi dgn tulus, Dia akan dgn limpahnya membuat kasih dalam diri kita makin bertumbuh dan berlimpah. Tuhan mau memakai org-org yg penuh kasih dan tdk memikirkan apa untung ruginya jika mengasihi orang lain. Ketika kita mengasihi krna Tuhan lebih dulu mengasihi kita, maka kita tidak peduli apakah org lain akan membalas kasih kita pd mereka, standart Tuhan jelas yaitu bahkan kita hrs mengasihi orang yg membenci dan menganiaya kita, artinya hrs siap jika kasih kita tdk terbalaskan, yg penting Tuhan tetap mengasihi kita. Berbuat baik bukan untuk menerima yg lebih besar dan lebih banyak, tapi berbuat baik karena mengasihi Tuhan, yg artinya jg hrs mengasihi sesama, tdk mgkin mengasihi Tuhan tanpa mengasihi sesama, keduanya hrs berjalan beriringan hingga akhir hidup kita.

Biarlah kasih yg kita miliki makin bertumbuh & berlimpah, bnyk org yg butuh kita kasihi, lewat hal ini akan ada bnyk org yg datang pd Tuhan & bertobat karena merasa dikasihi Tuhan melalui hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Kasih Yang Bertumbuh

Pikirkan Hal Yang di Atas

DI 26072022

Kolose 3:2
Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

Apa itu perkara yang di atas? Dari ayat 1 jelas yg dimaksud adalah hal-hal tentang tempat Kristus duduk di sebelah kanan Allah, jadi jelas ini soal surga.

Perbandingannya jelas yaitu bumi dg yg ‘di atas’, jadi bukan soal duniawi atau rohani, surga tentu bicara ttg kehidupan kekal kita bersama Tuhan, dan ternyata itu harus dipikirkan sejak kita hidup dlm dunia ini. Kita belum pernah ke surga, jd yg dipikirkan itu apa? Kristus yang ada di sebelah kanan Allah, ini ttg ‘upah’ dari ketaatan Kristus yg telah menggenapi tugas-Nya selama di bumi lalu mendapatkan kemuliaan-Nya kembali. Ini jg yg akan terjd pd kita nantinya, kita akan terima ‘upah’ dr semua yg kita lakukan di bumi, ada yg berupa jenis-jenis mahkota, dan yg paling utama adalah keselamatan kekal di surga. Hidup kita hanya sementara di dunia ini, apalah artinya jika dibandingkan dgn kekekalan, ini seperti kita sdg berpikir ttg tempat baru yg akan jadi tempat utk kita tinggali dlm jangka waktu panjang, beda dg ketika kita hanya akan tinggal sementara di satu tempat, misalkan kost atau tinggal di hotel. Yg kita persiapkan tdk serumit dibandingkan kalau kita pindah rumah atau pindah keluar negeri. Yg perlu kita ingat bhw urusan kekekalan itu pribadi kita dgn Tuhan saja, tidak bisa keluarga kita ikut campur dlm urusan ini, tdk bisa gembala gereja ikut campur dlm hal ini, semuanya antara kita & Tuhan saja.

Masuk surga itu tidak mudah walaupun Tuhan sudah sediakan jalan utk itu, hrs berjuang, inilah yang dimaksud dgn ‘mengerjakan’ keselamatan, hrs tetap pegang janji Tuhan ttg keselamatan itu seperti kita menjaga baik-baik tiket pesawat yg sudah kita miliki, kalau hilang, penerbangan kita bs tertunda bahkan gagal. Pd waktunya Tuhan akan menjemput kita, apakah saat nanti wkt kita meninggal atau ketika pengangkatan terjd. Sdh siapkah kita? Bgmna persiapan kita? Semuanya ditentukan saat kita masih hidup di dunia ini, itu sebabnya hrs dipikirkan sejak dr sekarang. Ada syarat-syarat supaya bs masuk surga, bkn kalau sdh dibaptis maka pasti masuk surga. Jangan dibodohi oleh pemahaman sesat spt itu. Mulai siapkan diri dgn diawali membaca Alkitab, ada bnyk informasi ttg surga dan bgmna supaya bs masuk ke sana, kalau tdk baca dan hanya tahu dr khotbah, itu berbahaya, iya kalau isi khotbah sesuai dgn Alkitab, tp bgmna kalau ditafsirkan semaunya sendiri? Lalu kita percaya saja, tp lalu kemudian ternyata kita gagal masuk surga, bkn cuma menangis, tp menderita selamanya dalam neraka. Karena itu pikirkanlah perkara yg di atas bukan yg di bumi.

Cari tahu informasi sebanyak-banyaknya dari yg kita baca dr Alkitab ttg surga, belajarlah dr mrka yg memang sudah terbukti menyampaikan yang benar dr Tuhan sesuai dgn isi Alkitab.

Posted in Renungan | Comments Off on Pikirkan Hal Yang di Atas

Melihat Hari Yang Baik

DI 25072022

1 Petrus 3:10
“Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.

Hari-hari baik adalah hari-hari yang tentu saja berisi banyak hal yang baik, membahagiakan, & penuh dengan sukacita, dan ternyata ini sangat dipengaruhi oleh perkataan yg kita ucapkan.

Ada 2 jenis perkataan yg disebutkan dlm ayat ini yaitu perkataan yg jahat dan perkataan yg isinya ucapan-ucapan yg menipu. Kalau boleh sedikit disimpulkan, kita jangan menjadi orang jahat & penipu, kedua hal ini perlu kita hindari, karena apa yg kita ucapkan itu meluap dari hati kita. Di dlm hati bisa timbul niat jahat dan merekayasa sebuah tipuan utk org lain. Kalau hati kita sudah tercemar dan kotor, maka bs dipastikan ucapan kita adalah ucapan yg kotor dan jahat. Ada yang beralasan bhw dia bcra kotor karena sifatnya, tp hatinya sebenarnya baik, tp Alkitab tdk berkata demikian:

Lukas 6:45
Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”

Jadi justru sebuah kebohongan besar kalau ada org yg berkata bhw kebiasaan bicara kotor dan jahat itu hanyalah sebuah sifat dan hatinya tidak jahat dan kotor, ini jenis orang yang tetap ingin diperlakukan baik tp masih ‘doyan’ bicara kotor dan jahat.

Apa itu bicara yg jahat? Bicara ttg apa yg sama dengan yg iblis bicarakan, karena iblis adalah si ‘bapa segala dusta’ (Yohanes 8:44), jadi sesuai dgn tujuan iblis yaitu utk mencuri, membunuh & membinasakan (Yohanes 10:10). Perkataan yg mencuri damai sejahtera org lain, perkataan yg membunuh karakter orang lain, perkataan yang ‘membinasakan’ org lain dgn memanipulasi isi pikiran org lain sehingga melakukan hal-hal yg sifatnya membinasakan. Ucapan yg menipu bs diartikan sbg ucapan yg tujuannya ingin mendpt keuntungan dgn cara yg jahat. Menyebar gosip dan fitnah misalnya, membuat seseorang emosi dan kehilangan kendali diri dan berbuat apa yg di luar kesadarannya, sehingga dari fitnahan itu ada keuntungan yqbg diperoleh. Tuhan tdk ingin kita mendapatkan sesuatu dgn cara demikian, dan akibatnya di hari-hari ke depan, bukan hari baik yg kita lihat tapi hari-hari yg isinya segala hal buruk karena Tuhan menghukum kita akibat ucapan kita yg jahat dan menipu. Biasakan utk berpikir sebelum bicara, pertimbangkan dengan baik dampak yg bs ditimbulkan dr perkataan yg akan kita ucapkan, jgn merugikan orang lain dan membuat suasana menjadi negatif.

Setiap org punya hak utk berbicara apa saja, tp jangan sembarangan berkata-kata, ingatlah bhw semua perkataan nantinya oleh Tuhan dimintai pertanggung jawabannya.

Posted in Renungan | Comments Off on Melihat Hari Yang Baik

Digembalakan Tuhan

DI 23072022

1 Petrus 2:25
Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

Menjadi Kristen itu beda dgn sekedar menganut agama Kristen yg hanya cukup dibaptis lalu jadi beragama Kristen, tapi menjd Kristen itu adalah sebuah perjalanan bersama Tuhan.

Gambaran kehidupan seorg Kristen adalah spt domba yg digembalakan oleh seorg gembala. Dulu kita spt domba yg tersesat, keluar dr batas perlindungan Tuhan, lalu Tuhan dtg mencari dan mendapatkan kita kembali, dibawa-Nya kembali bergabung dgn kumpulan domba-domba yg jg digembalakan oleh Tuhan sendiri. Jadi kita hrs ada dlm penggembalaan Tuhan di wadah yang Dia tetapkan yaitu gereja lokal kita. Kalau tidak bergereja bgmna? Itu spt domba yg mulai keluar dr kumpulannya, makin jauh dr kumpulannya & pengawasan Gembala yaitu Tuhan, maka pasti kita akan tersesat. Kalau di luar wadah gereja, bgmna? Misalkan persekutuan doa, bolehkah? Tentu boleh asalkan tetap aktif sebagai jemaat di gereja lokal kita sebagai jemaat atau sebagai pelayan Tuhan. Kalau tidak bergereja tapi aktif dalam persekutuan doa, tentu tidak disarankan, walaupun sama-sama kumpulan orang percaya, karena Tuhan tidak membangun persekutuan doa di atas para rasul, tapi Tuhan membangun gereja-Nya. Apalagi kalau alasan tidak bergereja karena punya konflik di gereja dulu, trauma dgn gereja dan hamba Tuhan, tentu ini sebuah hal yg hrs dibereskan jika tdk ingin membawa dampak buruk bagi komunitas barunya.

Tuhan sebagai Gembala sekaligus juga sebagai Penilik, gambarannya spt di dalam gereja, selain gembala jemaat, ada jg diaken, majelis, dan yg sejenisnya. Tuhan sbg Gembala, Dia melakukan spt yg digambarkan Daud dlm Mazmur 23, dan Dia sbg Penilik atau Pemelihara jiwa kita, tentu untuk menjamin jiwa kita mendapat ketenangan asalkan tetap ada dalam penggembalaan-Nya. Di saat kita lemah, tak berdaya, lelah, Dia selalu menguatkan dan menghibur kita. Dia mengajar kita utk bgmna bisa hidup berkenan di hadapan Tuhan, bgmna menerapkan apa yg kita pelajari dr Alkitab dlm keseharian hidup kita. Dia bukan hanya mengasihi, tapi jg mendidik kita layaknya seorg bapa mendidik anak-anaknya. Karena itu jangan kita menjauhkan diri dr Tuhan, jgn keluar dr batas perlindungan Tuhan, jgn terpisah dari kumpulan org-org percaya dan ibadah, menjauh dr Tuhan berarti memberi kesempatan pd iblis utk semakin bs mendekati kita, dan kita tahu yg iblis inginkan adalah menggoda kita, menjerat kita sehingga dia bs membinasakan hidup kita. Org-org Kristen lainnya tentu bukan orang yang sempurna, karena di dalam kumpulan org-org percaya, kita semua diproses Tuhan utk menjadi sempurna.

Tetaplah dlm penggembalaan Tuhan setiap hari, setia beribadah dan melakukan firman Tuhan di dlm keseharian kita, aman dalam perlindungan Tuhan dan jiwa kita mendapat ketenangan.

Posted in Renungan | Comments Off on Digembalakan Tuhan