Merdeka Dari Tuhan?

DI 16082022

Kejadian 3:24
Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

Bebas melakukan apa saja, itu sedikit makna dr kemerdekaan, punya hak dan kedaulatan penuh utk menjadikan diri sendiri spt yg diinginkan, tp apakah yg terjd kalau kita ‘memerdekakan’ diri dr Tuhan?

Akibat dosa, Adam dan Hawa terpisah dr Tuhan dan tdk lg diperbolehkan tinggal di Taman Eden, dan kehidupan manusia selanjutnya mulai bisa terlihat adanya kekacauan, pembunuhan Habel oleh Kain, keduanya adalah anak Adam & Hawa, terjd sbg pembunuhan pertama di dunia. Makin kita membaca Alkitab hingga selesai, kehidupan manusia semakin penuh dgn dosa. Jadi tdk baik hidup ‘merdeka’ dr Tuhan, walaupun manusia itu diberikan ‘kehendak bebas’ utk melakukan apa yg mereka pikir baik dan benar. Perumpamaan kisah ttg anak yg hilang (Lukas 15:11-32) juga menggambarkan bhw hidup ‘merdeka’ dr orgtua justru berujung kepada hidup yg mengenaskan dan akhirnya anak bungsu ini memutuskan utk pulang kembali ke rumah drpd hidup sengsara & menderita. Jadi jelas, hidup merdeka dari Tuhan itu tidak baik, jgn kita mencoba utk melakukan apalagi menjadikannya sebagai tujuan hidup. Yg perlu kita sadari adalah semua peraturan yang Tuhan berikan utk hidup kita sesungguhnya pny tujuan yg justru baik bagi hidup kita, bukan utk membatasi ruang gerak kita, tp melindungi kita dr kehancuran hidup akibat kebodohan diri kita sndri.

Yg benar adalah bukan merdeka dr Tuhan, tapi hidup merdeka di dlm Tuhan, apa bedanya? Dulu kita adalah hamba dosa, hidup kita dikendalikan oleh dosa dan berujung pd maut (Yohanes 8:34, Roma 6:17). Hidup dlm Tuhan adalah hidup yg kita sebut sbg ‘kemerdekaan yg terkendali’, bkn kemerdekaan yg ‘liar’, spt sebuah negara yang memerdekakan diri dr penjajah dan memulai utk membangun negaranya ke arah yg lebih baik. Yg hrs kita perhatikan adalah bhw sekalipun Tuhan memberi kita kehendak bebas, tp apa yang akan kita lakukan hrs bertujuan baik dan benar, dan jg tdk melanggar firman Tuhan. Pertimbangkan dg matang sebelum kita melakukan sesuatu. Itulah kenapa kelihatannya Tuhan ‘tdk mencegah’ jika seseorg berbuat dosa, spt saat Tuhan diam saja saat Hawa tergoda makan dr pohon buah yang Dia larang utk mereka makan. Ketika kita hidup dgn ‘liar’, melakukan apa yang kita pikir itu baik, maka kita sdg menyalah gunakan kemerdekaan yg Tuhan berikan dgn justru kita keluar dr pagar perlindungan Tuhan dan membiarkan iblis mulai memperhamba diri kita. Lebih baik kita menjadi hamba dr Tuhan drpd menjd hamba dosa.

1 Petrus 2:16
Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.

Posted in Renungan | Comments Off on Merdeka Dari Tuhan?

Sungai Yang Berair

DI 15082022

Mazmur 42:1
Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah. (42-2) Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.

Kalau kita teliti dlm membaca ayat ini, kalimat ‘sungai yang berair’ tentu menjadi sesuatu yang kita berikan perhatian khusus, karena bisa saja sungai itu kering, tidak ada airnya ketika musim kemarau panjang terjd.

Rusa yg rindu sungai yang berair, bisa dimaknai bhw gambaran ini terjd saat sungai yg berair itu sedang dlm keadaan kering. Banyak org fokus pada hubungan antara rusa dengan sungai, tapi tentu kita jangan terpaku ke sana, karena kalau kita membaca ayat-ayat selanjutnya, penulis ini ada dlm situasi yg buruk, musuh mengejek dia & menghina keberadaan Tuhan. Jadi tepat jika yg jadi fokusnya bukan rusa, tapi sungainya, rusa yg rindu sungai berair berarti sungainya sedang kering, krna itulah rusa merindukan sungai yang ada airnya. Sungai yg kering adalah gambaran ttg situasi yg tidak biasa, harusnya penuh air, tp ternyata kering, tdk ada airnya. Harusnya penuh semangat meraih kemenangan, tapi kehilangan semangat, musuh mengejek, org-org di sekitar malah menghakimi, komentar negatif muncul & menekan jiwa. Rasanya ‘mau mati’, spt rusa yg perlahan akan mati kehausan kalau sungainya masih kering, mau bertahan berapa lama lagi? Keadaan yg terhimpit dan membuat tdk berdaya serta putus asa, hingga hati kita menjerit pada Tuhan spt org yg tdk lagi mampu menahan rasa rindunya yg sdh sangat mendalam, berbuat yg di luar kewajaran.

Merindukan Tuhan berarti sdh lama tdk bertemu dgn Tuhan, berdoa tp tdk merasakan kehadiran Tuhan, baca Alkitab tapi hati tidak ada sukacita spt dulu waktu pertama kali bertobat, melayani di gereja atau persekutuan doa sdh terasa mulai bosan karena sdh seperti rutinitas saja. Dengar org lain bersaksi rasanya iri, kenapa dia ditolong tp saya tdk? Lihat org diberkati Tuhan rasanya hati teriris, kapan giliran saya dipulihkan Tuhan? Merasa tdk disayang Tuhan lagi, spt orang yang sedang dihukum Tuhan, najis, kotor, dsbnya. Di mana Tuhan? Org yg menyembah berhala mulai mengejek kita: “Mana berkat yg Tuhanmu akan berikan kalau taat dan hidup benar? Tuhanmu tdk mahakuasa tuh, lebih hebat tuhan saya, tdk perlu lama berdoa, cukup rajin kasih sesajen, ini lihat, hidup saya enak dan happy.” Iman mulai goyah dan berpikir bhw Tuhan itu tdk adil, tidak sayang kita lagi, hingga akhirnya kita menjauh dr Tuhan. Tapi kalau kita punya iman yg teguh & dasarnya kuat, kita tetap berharap pd Tuhan dan percaya bhw Dia pasti akan bertindak demi kita dan membungkam semua mulut orang-orang yg menghina Dia dan umat-Nya.

Masihkah kita mau datang pada Tuhan di dalam keadaan terpuruk dan tdk menentu? Berharap suatu saat ‘sungai’ itu akan kembali penuh dgn air, pemulihan dr Tuhan terjd dlm hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Sungai Yang Berair

Termakan Perbuatan Sendiri

DI 13082022

Pengkhotbah 10:8 KJV
He that diggeth a pit shall fall into it; and whoso breaketh an hedge, a serpent shall bite him.

Orang yang menggali sebuah lobang akan terjatuh ke dalamnya, dan orang yang merusak pagar tanaman, seekor ular akan mengigit dia

Karena ini adalah hasil perenungan penulisnya, maka pasti ada bukti kuat atau dasar yang kuat sehingga kesimpulan yg dia dapatkan kemudian dituangkan dlm ayat yg kita baca ini.

Orang yg menggali sebuah lubang akan jatuh ke dalamnya, benarkah? Tentu ini benar jika orang itu adalah org yg bodoh, hanya menggali terus menerus tanpa menyiapkan apa yg dia perlukan utk bs naik setelah dia selesai menggali lubang. Ini gambaran ttg org yg terlalu ‘asyik’ dgn hal yg dia sukai dan ketika dia semakin asyik, dia lupa utk menyiapkan apa yg dia butuhkan utk supaya bisa naik kembali ke atas. Melakukan sesuatu hanya mengikuti nafsu saja tanpa memikirkan segala sesuatunya dgn matang, persiapannya jg minim, ingin cepat, tdk memperhatikan nasehat org lain dan jg terlalu percaya diri berlebihan. Ini kita sebut saja ‘sok jago’ padahal ‘tolol’, menang semangat tapi tidak ‘pakai otak’. Kalimat ini juga menggambarkan org yg membuat jebakan utk org lain dan pd akhirnya dirinya sndri yg terjebak dan menderita akibatnya, ‘senjata makan tuan’, karena org yang ingin dijebak ternyata jauh lebih pintar dan ‘licik’ dari dia, atau juga karena Tuhan melindungi orang itu sehingga pemutar balikan perbuatan jahat itu kembali kepada si pembuat kejahatannya. Hindari terlalu asyik dgn sesuatu yg tanpa sadar membuat kita terperosok ke dlm lubang yg ‘dalam’, situasi yg tdk baik url kita.

Org yang merusak pagar tanaman, seekor ular akan menggigit dia, ular biasanya merayap di tanah dan tidak terlihat oleh mata, apalagi jika kulitnya mirip debgan warna daun atau batang pohon. Ketika pagar dirusak, tiba-tiba ular akan menyerang dan menggigit kita hingga akhirnya kita keracunan bisa ular, kalau bisanya sangat beracun, kita bs mati seketika. Ini gambaran ttg hal-hal yg kita lakukan dan efeknya justru buruk bagi hidup kita, bahkan bs mengakibatkan kita sampai mengalami kematian. Ngebut di jalanan demi sok-sok an, itu merusak ‘pagar aturan dlm berlalu lintas’ yg justru bs membuat dia sendiri mengalami kecelakaan fatal hingga meninggal di lokasi kejadian. Merusak pagar berarti tidak patuh pada aturan yg ada dan meniadakannya demi kepuasan mau melakukan apa saja tanpa ada yang menghalangi. Pokoknya lakukan saja, bagaimana nanti urusannya, masa bodoh, kalau ada yg menghalangi, lawan saja. Orang jenis ini tentu saja akan mengalami bnyk kejadian yang merugikan bukan hanya utk dirinya sendiri, tapi juga merugikan org lain, tdk menyadari ada ular di balik pagar, ada bencana di balik sikap nekat dan selebornya.

Pikirkan baik-baik sebelum melakukan apapun juga, pertimbangkan akibat yg ditimbulkan, jgn sekedar mengikuti insting dan memuaskan ego kita sendiri, jgn jadi org yg bodoh.

Posted in Renungan | Comments Off on Termakan Perbuatan Sendiri

Perhatikan Pengajaranmu

DI 12082022

1 Timotius 4:16 KJV
Take heed unto thyself, and unto the doctrine; continue in them: for in doing this thou shalt both save thyself, and them that hear thee.

Perhatikanlah dirimu sendiri dan pada doktrin, lakukan terus menerus di dalamnya, karena dengan berbuat ini kamu akan menyelamatkan baik dirimu sendiri dan mereka yang mendengarkan kamu

Nasehat Rasul Paulus utk Timotius ini agaknya perlu kita cermati juga utk diri kita sendiri, ada hal-hal penting yg perlu kita perhatikan, apalagi jika kita adalah org yg berpengaruh besar di dlm lingkungan atau komunitas kita.

Perhatikan diri sendiri dan doktrin/pengajaran, artinya ada kaitan antara doktrin yg kita yakini dgn hidup kualitas diri kita. Ada 2 pengaruh yg mungkin terjd ketika kita mengajarkan sesuatu pd org lain: membuat org itu menjadi orang baik atau sebaliknya justru membuat org itu menjadi jahat, kalau yg diajarkan ttg doktrin, maka hanya ada 2 kemungkinan: membuat org makin dekat dan mengenal Tuhan atau justru menyesatkan bnyk org. Apa yg diajarkan orgtua pd anak, itu akan berpengaruh besar bagi masa depan dan kedewasaan pribadinya, salah mengajar maka anak akan menjd pribadi yg mengarah pd orang jahat, pemberontak dan pembuat masalah. Jika salah mengajar ttg membuat sesuatu, pasti yg terjd adalah hasil yg jauh dr yg seharusnya. Jadi sangat penting bagi kita utk memperhatikan diri sendiri dan apa yg kita anggap sbg sesuatu yg benar, memperhatikan diri sndri berarti siap utk menjd teladan dan apa yg kita ajarkan itu patut utk diikuti dan dilakukan, sesuatu yg benar dan tdk merugikan siapapun. Jgn menjd contoh yg buruk dan salah bagi org lain, apalg jika kita pny kemampuan utk ‘menularkan’ sesuatu pada org lain di sekitar kita.

Org yg punya pengaruh besar bs terwujud dlm berbagai profesi, bukan saja mrka yg memang tugasnya sebagai pengajar seperti guru, dosen, instruktur, atau yg lainnya, tp jg org yg kaya raya biasanya perkataannya lebih didengarkan drpd org yg miskin: “Kataku: “Hikmat lebih baik dari pada keperkasaan, tetapi hikmat orang miskin dihina dan perkataannya tidak didengar orang”
(Pengkhotbah 9:16) karena sebagian org masih menilai kalau org yg pandai itu terbukti dari bisa mencari uang yg banyak dan menjd kaya. Kalau apa yg dikatakan org kaya ini adalah sesuatu yg baik dan inspiratif, maka tentu dampaknya amat positif bagi org yg mendengarnya, tapi kalau yg dia katakan itu sesuatu yg berlawanan dg moral dan etika, maka apabila org yg mendengarnya lalu percaya dan mempraktekkannya, pastinya org itu akan rusak hidupnya. Para pemimpin jg ada peran mengajar hal-hal yg berhubungan dg kepemimpinannya, org yg dipimpinnya akan ikut dengan apa yg dikatakan pemimpinnya. Org yg lanjut usia jg menjd org yg bs mengajarkan apa yg diyakininya benar berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yg dimilikinya.

Siapapun kita, kalau kita adalah org yg memiliki pengaruh besar di sebuah lingkungan, pastikan utk terus memperhatikan diri kita dan apa yang kita ajarkan pada org lain, jgn mengajarkan apa yg salah sehingga menyesatkan bnyk org.

Posted in Renungan | Comments Off on Perhatikan Pengajaranmu

Cepat Perdamaikan

DI 11022022

Filipi 4:2-3
Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan.
Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.

Nasehat Rasul Paulus pada Eoudia dan Sinthike ini menandakan adanya perselisihan yang sempat terjadi di antara mereka berdua, dan hal ini sampai juga ke telinga Rasul Paulus yang saat itu ada di dalam penjara.

Dari kedua nama orang ini bisa kita ketahui bahwa mereka keduanya adalah perempuan, mereka terlibat juga dalam pekabaran Injil bersama Rasul Paulus dan beberapa orang lainnya di jemaat Filipi. Tidak dijelaskan dalam surat Rasul Paulus mengenai topik perselisihan di antara mereka, tapi agaknya masalah ini sudah sedikit banyak ‘mengganggu’ kehidupan jemaat gereja di Filipi. Nasehat Rasul Paulus supaya mereka berdamai dengan meminta pertolongan Sunsugos, bisa kita lihat dari penjabaran dari ayat 2-9, antara lain :

  • nasehat supaya sehati dan sepikir dalam Tuhan
  • mengejar sukacita, bukan hal yang membuat dukacita
  • menonjolkan kebaikan hati daripada pertengkaran
  • mengutamakan doa dan ucapan syukur sebagai bagian dari solusi atas masalah yang ada
  • jangan sampai kehilangan damai sejahtera Allah sehingga hati dan pikiran tidak terjaga dengan baik
  • pikirkan apa yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap di dengar, kebajikan dan hal yang patut dipuji
  • mempraktekkan apa yang telah Rasul Paulus ajarkan dan berikan sebagai teladan bagi mereka, dan Tuhan akan menyertai mereka

Dari kisah ini, kita diajar untuk menyerahkan solusi permasalahan kepada pemimpin rohani yang memiliki otoritas dari Tuhan. Untuk menyelesaikan perselisihan di antara Euodia dan Sinthike akhirnya meminta penyelesaian pada Rasul Paulus, karena agaknya kedua wanita ini memiliki posisi yang cukup penting di dalam jemaat gereja di Filipi. Rasul Paulus tidak memihak pada salah satu pihak, tetapi menasehati kedua belah pihak. Mengutamakan ayat-ayat Firman Tuhan sebagai dasar nasehat yang diberikan tetap harus menjadi yang utama, supaya akhir dari semuanya adalah kesehatian dan sepikiran dalam melayani Tuhan dan jemaat. Perdamaian perlu segera dilakukan supaya tidak terjadi perpecahan dalam jemaat yang pada akhirnya akan merugikan banyak pihak dan menghambat aktivitas pekabaran Injil di daerah sekitar Filipi. Ini bukan tentang siapa yang benar dan siapa yang salah, tetapi bagaimana mengutamakan kepentingan Tuhan dan kepentingan jemaat di atas ego pribadi dan perselisihan yang sebenarnya tidak perlu terjadi seandainya semua pihak bisa sehari dan sepikiran dalam Kristus Yesus.

Jangan sampai kesatuan atau unity dalam jemaat terganggu hanya karena perbedaan ide dan sudut pandang beberapa pelayan Tuhan, utamakan kepentingan Tuhan dan jemaat di atas ego pribadi.

Posted in Renungan | Comments Off on Cepat Perdamaikan

Bahaya Menolak Firman

DI 10082022

1 Samuel 15:26
Tetapi jawab Samuel kepada Saul: “Aku tidak akan kembali bersama-sama dengan engkau, sebab engkau telah menolak firman TUHAN; sebab itu TUHAN telah menolak engkau, sebagai raja atas Israel.”

Taat pada Firman Tuhan bukan sebuah pilihan, tapi sebuah keharusan karena ada hukuman & sanksi dr Tuhan jika tidak mau taat, apalagi jika kita menolaknya, fatal akibatnya bagi masa dpn kita.

Kenapa tdk mau taat pd firman Tuhan? Karena kita menggunakan pikiran kita sbg pengujinya, itulah sebabnya kalau firman Tuhan itu dinilai tdk lebih baik dan mantap dibandingkan apa yg kita pikirkan, maka kita akan memilih memakai hasil pikiran kita sndri, firman Tuhan kita tolak & bahkan dianggap ‘sampah’, utk apa ditaati? Tdk sejalan dgn logika, kenapa ada kesempatan yg bagus tp justru Tuhan bilang abaikan saja? Itu sebuah kebodohan, ada kesempatan malah tdk digunakan. Raja Saul lebih memilih pikirannya drpd firman Tuhan, menurut dia apa yg disuruh Tuhan utk dia lakukan itu sebagian tdk sejalan dgn jalan pikirannya, sehingga dia menolak utk melakukan sesuai dgn yg Tuhan perintahkan. Ini sesuatu yg perlu kita waspadai, apalagi jika kita org yg memiliki logika yg kuat, tdk semua hal itu bs diukur hanya oleh logika manusia, krna kita tdk pernah tahu apa dampak dr tdk melakukan apa yg Tuhan perintahkan utk kita lakukan, kita pikir justru yg Tuhan suruh itu suatu yg ‘bodoh’ dan tdk perlu ditaati sepenuhnya, nanti kita bisa jelaskan jika Tuhan bertanya mengapa kita tidak melakukan tepat spt yg Dia firmankan, membela argumen di hadapan Tuhan, artinya kita dengan sengaja mensejajarkan diri dgn Tuhan.

Hanya melakukan sebagian dr firman Tuhan itu sama saja dgn menolak firman Tuhan. Yang Dia inginkan adalah melakukan semuanya, tanpa ada yg terlewatkan sedikitpun. Kelihatannya sih taat, tp ternyata hanya melakukan sebagiannya saja, kita masih menimbang bbrpa hal dan kita berpikir apa yang kita pikirkan itu lebih baik drpd yg Tuhan perintahkan. Akibat dari penolakan ini adalah kita sendiri akhirnya ditolak Tuhan, yang Dia pernah berikan pd kita nantinya Dia ambil & Dia berikan pd org lain yg menurut penilaian-Nya adalah org yg lebih baik drpd kita. Saul akhirnya ditolak Tuhan dan jabatan sbg raja akhirnya Dia berikan pd Daud. Memang tdk langsung terjadi secara cepat, tapi lama kelamaan kekuatan raja Saul makin melemah dan kekuatan Daud makin kuat. Jika keadaan kita makin ‘melemah’, mgkin itu krna kita pernah menolak firman Tuhan. Apa yg kita kerjakan tdk lagi maksimal, berjalannya waktu justru keadaan kita makin memburuk, ini adalah waktu yg tepat untuk kita koreksi diri dan bertobat, jgn biarkan kita sengaja membuat diri kita makin ‘melemah’ dan akhirnya berakhir dgn tragis dan kehilangan semua yg pernah Tuhan berikan pd kita spt yg terjd pada akhir hidup raja Saul.

Otak dan logika kita punya keterbatasan, jangan mengukur firman Tuhan dgn logika, taat saja & kita akan lihat buktinya bhw firman Tuhan tidak pernah salah dan hasilnya justru ialah kebaikan utk masa depan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Bahaya Menolak Firman

Saling Menerima

DI 09082022

Roma 15:7
Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.

Dalam keKristenan kita diajar bahwa mengasihi Tuhan berarti juga mengasihi sesama manusia, dan di dalamnya tentu ada ‘penerimaan’ di dlm hidup berjemaat maupun dalam komunitas lain.

Mudahkan utk saling menerima satu sama lain? Jawabannya tergantung bgmna sikap org-org yg ada dlm komunitas tersebut. Adanya banyak perbedaan dari masing-masing individu, mulai dari latar belakang keluarga, status sosial, level ekonomi, jenjang pendidikan, suku, ras, karakter dan yg lainnya, tentu menjd hal yg bisa menjadi masalah di dalam saling menerima ini. Misalkan ttg mitos org suka A misalnya, biasanya menjadi acuan bagi org bnyk utk menyama ratakan bhw semua org dr suku A itu memiliki karakter atau kebiasaan yg sama, belum lagi soal level status sosial dan ekonomi, biasanya menjd hambatan bagi bbrpa pihak utk bs bergaul dgn baik. Jelas bhw Tuhan ingin kita saling menerima satu dgn lainnya berdasarkan kasih persaudaraan, bukan untung atau ruginya, karena kalau dasarnya bkn kasih, maka akan timbul penolakan, diasingkan atau justru penghinaan. Kehidupan jemaat yang mula-mula menjadi sebuah contoh di mana tiap org bs saling menerima dan berbagi, apapun yg menjd perbedaan di antara mereka, tetap kasih persaudaraan itu menjadi tali pengikat yg justru membuat jumlah org percaya makin bertambah karena mereka disukai oleh banyak org dengan cara hidup yg demikian.

Hubungan yg sifatnya ‘transaksional’ tdk pernah bs bertahan lama dan pastinya perpecahan dlm komunitas itu akan terjd cepat atau lambat. Jika ada org yg mau bergabung dlm komunitas yang isinya pebisnis dgn tujuan hanya mencari ruang utk mendapatkan peluang bisnis saja, maka tdk lama kemudian komunitas yg isinya pebisnis ini akan terjd perpecahan, timbul masalah di luar dr komunitasnya, artinya gara-gara urusan bisnis, membuat rusak suasana dlm komunitas itu, ada anggota yg menipu, berhutang, membuat orang dlm komunitas itu tdk nyaman. Karenanya, kita hrs sadar, dlm berkomunitas dasarnya hrs kasih dan bukan transaksional sifatnya, apalagi yang komunitas ada label ‘rohani’nya, hrs saling jaga perasaan dan toleransi, melihat kelemahan dan kekurangan org lain bukan sebagai beban, tapi justru sebuah kesempatan bagi kita utk praktek firman Tuhan, menjadi teladan dan membangun, ini yg dimaksud dgn menjadi berkat dari Tuhan bagi org lain. Kedewasaan karakter dan rohani akan memegang peranan penting dlm menjaga agar sebuah komunitas tetap memiliki suasana damai sejahtera walaupun ada bnyk perbedaan yg dimiliki org-org dlm komunitas tersebut.

Ciptakan saling menerima satu sama lain dalam komunitas di mana kita ada di dalamnya, jangan membuat pengelompokan dlm komunitas yang justru memicu terjadinya perpecahan.

Posted in Renungan | Comments Off on Saling Menerima

Tindakan Iman

DI 08082022

Yakobus 2:26
Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Tubuh tanpa roh adalah orang mati, tidak bisa lg bergerak dan berbuat apapun jg, tetapi roh juga butuh tubuh supaya bs hidup di dunia, keduanya saling berkaitan satu sama lain.

Mana yg lebih penting, punya iman atau punya tindakan iman? Karena iman dan perbuatan itu digambarkan spt roh dan tubuh, maka iman itu sifatnya ‘kekal’, spt roh manusia yg tetap hidup walaupun tubuhnya sudah terpisah, tapi tubuh sudah ‘berakhir’ karena tidak ada lagi roh di dlm tubuh, maka tubuh disebut ‘fana’ atau tdk kekal. Jadi iman itu lebih penting drpd tindakan iman, artinya selama kita masih punya iman yang kecil sekalipun spt biji sesawi, tetap ada kesempatan iman itu utk tumbuh kembali dan menjd iman yg kuat. Perbuatan atau tindakan iman adalah satu bukti bhw seseorg punya iman yg hidup di dlm dirinya, kalau seseorg tdk punya iman lagi, maka perbuatannya tentulah bukan didasari oleh iman tapi oleh emosi, perasaan atau faktor luar dr diri seorg manusia. Perbuatan yg tanpa dilakukan dgn dasar iman adalah dosa:

Roma 14:23
Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.

Itulah sebabnya mengapa iman dan perbuatan yang didasari oleh iman adalah satu kesatuan, bukan perbuatan yg ‘asal’ saja, jd kita hrs paham bhw ketika seseorg berkata bhw ia punya iman dlm dirinya, ia hrs mampu menyatakan imannya lewat perbuatan yg didasari oleh iman itu, tanpa didasari oleh iman, maka justru perbuatan yang kita lakukan menjd sebuah dosa. Org hidup bisa bergerak, jd bergerak adalah bukti seseorang itu masih hidup. Perbuatan yang didasari oleh iman menjd bukti bhw org itu punya iman dlm dirinya. Tapi, tahukah kita apa itu tindakan/perbuatan yg didasari oleh iman? Iman di sini jgn diartikan dg secara sempit: mewujudkan harapan jd sebuah kenyataan, tp iman di sini adalah hidup yg arah dan tujuannya hanya pada Tuhan yg kemudian diwujudkan dgn perbuatan kasih pd sesamanya. Iman bukan sekedar beriman akan mujizat dan pertolongan Tuhan terjadi, tp beriman itu yakin kalau kita mempraktekkan firman Tuhan, maka kita akan melihat bhw firman Tuhan itu benar & amin, Tuhan tdk berdusta krna yang difirmankan oleh Tuhan itu mengerjakan sesuatu yang nyata sesuai dgn isi firman-Nya. Tindakan iman bukan sekedar tindakan profetik, tp keseharian hidup kita sebagai pelaku firman Tuhan.

Ada saatnya iman bs menjd lemah, jgn sampai kita kehilangan iman, tetap praktekkan firman Tuhan, maka iman kita akan mulai bertumbuh lagi dan kita bs kembali melakukan tindakan yg didasari oleh iman.

Posted in Renungan | Comments Off on Tindakan Iman

Manusia itu Cepat Lupa

DI 06082022

Yakobus 1:23-24
Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.
Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.

Kita pasti pernah bercermin, melihat diri kita spt apa keadaannya, biasanya bagian wajah kita yg mendapat perhatian khusus, dan bercermin ini kita lakukan setiap hari.

Membaca dan mendengar firman Tuhan itu kita spt sedang bercermin, tahu bagaimana diri kita, firman Tuhan itu ‘memantulkan’ keadaan kita yg sebenarnya, apakah kita sedang dlm kondisi yg baik rohaninya, ataukah justru ada dosa yg kita perbuat dan Tuhan perlihatkan itu lewat firman yg kita baca dan dengar. Tak jarang org merasa sangat diberkati dgn membaca dan mendengar firman Tuhan, tapi masalahnya adalah sifat kita sbg manusia itu cepat lupa. Daya ingat manusia misalnya, ketika mendengar khotbah di gereja, hanya sekitar 15-20% saja yg masuk dlm pikiran kita, apalagi kalau mendengarnya sambil main HP misalnya, persentasenya bisa semakin kecil, demikian juga dgn membaca Alkitab setiap hari, jika targetnya hanya menyelesaikan baca untuk sekian waktu tertentu hrs selesai, maka sedikit sekali ‘rhema’ yg kita dapat saat membacanya. Utk meningkatkan pengetahuan Alkitab kita, tdk disarankan untuk sekedar mencapai target baca saja, tapi mulai utk masuk dlm level perenungan yg mendalam, menyediakan waktu yg lebih utk banyak merenungkan, tidak dikejar-kejar waktu dan bs menikmati perenungan itu dg maksimal.

Bercermin sebentar membuat kita cepat lupa dg apa yg tadinya kita lihat di cermin, beda ketika kita menghabiskan lebih banyak waktu, kita bisa memaksimalkan penampilan kita, apakah riasan wajah atau kerapihan dlm kita berpakaian. Yang perlu kita perhatikan utk menjadi pelaku firman Tuhan adalah tahu persis apa makna dr firman Tuhan yg ingin kita praktekkan, penafsiran yang benar tentunya sangat diperlukan, salah tafsir tentu fatal akibatnya. Penyesatan timbul karena adanya penafsiran yg salah dr firman Tuhan, ini yg perlu kita hindari, butuh org lain yang terlebih dahulu sering melakukan perenungan untuk bs mengajar kita sesuai dgn level kemampuan yg mereka miliki, bukan bertukar pikiran, tapi saling menolong utk mengerti firman Tuhan dgn benar. Jadi firman Tuhan yg kita praktekkan bukan asal bertindak saja, ada dasarnya, ada tujuannya dan ada hasil yang sesuai dgn yg dikatakan dlm ayat firman Tuhan itu. Intinya spt kalau kita dg benar mengikuti resep sebuah masakan, tentunya yg dihasilkan adalah mknan yg enak. Jgn bertindak semaunya kita sendiri, menurut pengertian kita sndri, tp ingatlah utk ikuti sesuai dgn tuntunan firman Tuhan yg kita baca dan dengar.

Tetap semangat dlm mendalami firman Tuhan, awalnya memang terlihat sulit, namun kalau kita sudah sering melatih diri kita merenungkan, yg sulit menjd sebuah kesukaan yg kita nikmati.

Posted in Renungan | Comments Off on Manusia itu Cepat Lupa

Menanggung Hukuman Tuhan

DI 05082022

Mikha 7:8-9
Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku.
Aku akan memikul kemarahan TUHAN, sebab aku telah berdosa kepada-Nya, sampai Ia memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku, membawa aku ke dalam terang, sehingga aku mengalami keadilan-Nya.

Kejatuhan dlm hidup yg kita alami tentunya tdk membuat diri kita nyaman dan berada di posisi ‘atas’, hina bahkan menjd olok-olokan bagi org lain, apa yg hrs jadi sikap kita pada saat kita sdg mengalaminya?

Salah satu penyebab kita ‘jatuh’ adalah karena murka Tuhan krna dosa yg pernah kita perbuat. Dosa yg mana? Ini yg sulit utk kita pahami krna ada 2 kemungkinan yaitu ada satu dosa yg Dia nilai dosa itu terlalu ‘besar’ dan pantas mendpt hukuman-Nya langsung, atau berupa kumpulan dosa yang suatu saat di depan baru Tuhan akan memberikan penghukuman, dikumpulkan dulu, barulah nanti dihukum, spt apa yg Dia lakukan terhadap Sodom dan Gomora. Apa yang pernah Tuhan percayakan pd kita, Dia tarik kembali dan membuat kita kehilangan segalanya, apa yang pernah dulu sangat kita banggakan, skrg hanya menjd sebuah sejarah. Harus memulai dari ‘nol’ lagi. Kita sedang menikmati keadilan Tuhan: yg adalah kesalahan dan dosa kita akan menerima hukuman-Nya, namun kebaikan dan hal baik yg pernah kita miliki sebelumnya juga berhak untuk mendapatkan ‘reward’ atau upah dr Tuhan. Ada waktunya kita menjalani hukuman Tuhan, juga ada waktunya ketika itu sudah selesai, keadilan Tuhan membuat kita mengalami pemulihan dan diberikan kesempatan lagi utk hidup benar lagi, maka kesempatan ini jgn kita sia-siakan, tetapi gunakan utk bangkit dr kejatuhan kita.

Tuhan murka, di sisi lain Dia tetap mengasihi & menyiapkan apa yang baik setelah kita selesai menjalani hukuman kita. Itulah sebabnya dalam ayat ini, nabi Mikha menulis bhw akan bangun dr kejatuhannya, Tuhan tetap akan menjd terang dlm hidupnya. Bangkit dr kejatuhan, ini adalah pemulihan yg dr Tuhan, sebuah kesempatan utk kembali meraih semua yg pernah kita miliki, apa yg hina akan kita buat menjd sebuah bahan utk kemuliaan Tuhan dinyatakan dlm hidup kita. Ini jg yg hrs JD perhatian kita saat melihat org lain sedang jatuh krna dihukum Tuhan, jgn memberi penghakiman ‘tambahan’, cukuplah dia terima penghukuman dari Tuhan, justru kita harusnya memberikan semangat utk dia bangkit lagi, beri nasehat yg baik serta mengasihinya dgn kasih yg tulus. Hanya iblis saja yg senang melihat ada anak-anak Tuhan yg jatuh dan dihukum Tuhan, kalau kita jg ikut senang, berarti ada sesuatu yg sama dgn yg iblis miliki dlm diri kita. Suatu saat setelah dia dipulihkan, bs saja keadaannya jauh lebih tinggi dari kita, di saat itulah kita ‘menuai’ dr sikap kita terhadap dia, menuai kasih kalau kita menabur kasih.

Apakah ada di antara kita yg sedang mengalami penghukuman Tuhan atas dosa yg kita perbuat? Jalani dgn ketaatan pd Tuhan, bangkit dan juga gunakan kesempatan yg Tuhan berikan sekali lg untuk kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Menanggung Hukuman Tuhan