DI 28042022
Amsal 20:6 KJV
Most men will proclaim every one his own goodness: but a faithful man who can find?
Kebanyakan orang akan menyatakan pada setiap orang tentang kebaikannya sendiri, tapi seorang yang setia, siapa yang dapat menemukannya?
Tdk jarang org berbuat kebaikan bukan krna ketulusan hati, ada yg alasannya pencitraan, demi mengangkat nama baiknya, ada yg krna tdk enak hati, org lain sudah tp dia belum, & masih ada bbrpa alasan lainnya.
Apakah sesuatu yg baik kalau ada org yg dgn sengaja memamerkan perbuatan baiknya? Di dlm ayat ini, kebanyakan orang justru sengaja utk ‘memproklamasikan’ atau mengumumkan scra luas ttg perbuatan baik yg dilakukannya. Mungkin zaman skrg hal ini tdk bisa dihindari, di medsos ttg postingan kegiatan sosial spt kunjungan ke panti asuhan, panti jompo, dan yg sejenisnya dgn mudah kita temui. Alasan yg wajar dan bs diterima dgn akal sehat ialah utk ‘laporan’ pd pihak-pihak tertentu, misalnya ada kegiatan penggalangan dana utk seseorg yg sdg sakit, org yg terkena musibah, dsbnya. Tp pertanyaannya: haruskah org lain yg tidak ikut dlm kegiatan itu juga perlu tahu? Kita hrs pahami dgn benar terlebih dahulu, utk sebuah organisasi yg bergerak di bidang sosial, tentu saja mengumumkan kegiatan yang dilakukan bs membuat masyarakat percaya bhw semua sumbangan masyarakat sdhh tersalurkan utk mereka yg membutuhkan. Yg dimaksud dlm ayat ini adalah kesengajaan utk pamer, jd ada tujuan spya org lain tahu kita sudah berbuat baik, ini yg bertentangan dgn firman Tuhan.
Kalaupun terekspose, asalkan bkn kita yang sengaja mengeksposenya, ini sesuatu yang tdk melanggar firman Tuhan tentunya. Apa yg dilanggar?
Matius 6:2
Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
Ayat di atas memang ttg memberi sedekah, tp jgn lupa jg ayat ttg hal berdoa ini:
Matius 6:5
“Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
Jd tindakan yg dengan sengaja memamerkan perbuatan baik spya namanya dipuji-puji bnyk org, bs dikategorikan sbg suatu kemunafikan, dan Tuhan tdk suka dgn org yg munafik. Jadi, batasan apa yg masih boleh kita lakukan? Ini yg hrs kita pahami. Memposting di medsos, tujuannya apa? Sekedar utk dokumentasi, ini tentu tdk salah, tapi akan melampaui batas kalau sudah ke arah ‘sengaja pamer’. Yg tahu kita mau sengaja pamer atau tdk, adalah diri kita sendiri dan Tuhan. Org lain mungkin bisa menilai kita sengaja pamer, tapi Tuhan tahu apakah kita tulus atau munafik.
Berbuat baik bukan utk dipamerkan bhw diri kita ini hebat, baik hati atau kaya, tp berbuat baik utk menyatakan kasih Tuhan pd mereka yg butuh pertolongan Tuhan melalui kita.