Tegur Bila Salah

DI 11052022

Galatia 2:11
Tetapi waktu Kefas (Petrus) datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah.

Hal yg sulit utk dilakukan dlm pelayanan ialah bgmna kalau pemimpin berbuat kesalahan, ada yg berani menegurnya atau tidak? Dalam ayat ini Paulus dgn secara terbuka menegur Petrus yg berlaku munafik saat itu.

Kisahnya ttg saat Petrus yg saat itu menjadi pemimpin dr para rasul, makan bersama dgn org-org yg tdk bersunat, namun saat Yakobus dan rombongannya datang, Petrus perlahan mengundurkan diri spya tdk ketahuan makan bersama dgn mrka yg tdk bersunat. Mungkin kita berpikir memang karakter rasul Paulus ya spt itu, terlalu frontal dan mungkin terlihat emosional, namun kita harus melihatnya dari sudut pandang firman Tuhan, yg bersalah itu tetaplah hrs ditegur supaya tahu dia bersalah dan mau utk bertobat. Boleh dikatakan saat itu rasul Petrus adalah orang ‘no.1’, pemimpin dr para rasul, sementara Paulus saat itu baru saja diakui kerasulannya oleh mereka. Kalau zaman skrg mungkin kita berpikir itu tindakan yg tdk sopan, hrsnya ditegur 4 mata dulu, jgn diumbar aib pemimpin yg berbuat salah, dan mgkin ada banyak alasan lainnya. Takut nanti gereja bs bubar kalo zaman skrg kejadiannya. Apakah Paulus terlalu berlebihan? Pansos dg memanfaatkan kesalahan Petrus demi bisa dipuji-puji oleh jemaat krna dia rasul yg baru?

Pendeta atau rohaniwan selalu dianggap spt malaikat, pdhal malaikat saja ada yg berdosa dan dibuang dr hadapan Tuhan. Pendeta hrs sempurna, tdk boleh salah sedikitpun, harus jd model yg sempurna bagi mereka yg ingin menjadi Kristen yg baik. Tak jarang akhirnya para hamba Tuhan berusaha menutup ‘aib’ yg mrka lakukan dan ada jg yg baru menjelang akhir hidupnya, aibnya itu terkuak, jemaat dan pengerja jadi shock, tak jarang sampai terjadi perpecahan dlm grja, bahkan ada jemaat yg akhirnya tersandung dan murtad. Jadi pilih yg mana: ditegur kalau salah atau suatu saat baru terungkap dan efeknya sangat besar? Tindakan Paulus bisa menimbulkan banyak pendapat positif atau negatif, firman Tuhan hrslah tetap jd pedomannya. Rasul menegur rasul lainnya tentu ini hal yg pantas, ditegur bukan dgn 4 mata supaya ada efek jera, tidak mengulanginya lagi dan menjadi contoh bagi org lain. Paulus tdk sedang ‘pansos’, dia tetap menghormati Petrus sbg pemimpin dari para rasul dan jemaat Tuhan saat itu.

Menegur dgn motivasi yg murni, ini tentu hal yg baik, bukan utk menjatuhkan tp justru utk membangun kerohanian org yg berbuat dosa atau kesalahan, supaya bertobat dan kembali berkomitmen penuh melakukan firman Tuhan dgn konsisten.

Posted in Renungan | Comments Off on Tegur Bila Salah

Hati Yang Tertutup

DI 10052022

2 Korintus 3:15-16
Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka.
Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya.

Sebagian org merasa sulit untuk memahami apa yg dibacanya dr isi Alkitab, memang hal ini sesuatu yg butuh bnyk kelengkapan untuk bs mengatasinya, ada metode-metode yang bs digunakan, namun perlu jg menyingkirkan penghalangnya.

Dlm ayat ini, rasul Paulus menyebut tentang salah satu penghalangnya yaitu ‘selubung’, apa itu selubung? Dlm bhsa aslinya ‘kalumna’ yg artinya ‘a veil’ atau kerudung. Kepala yang berkerudung berarti kerudungnya menutupi kepala dan wajah. Hati yg berselubung ialah gambaran dr hati yg tertutup, tertutup untuk Tuhan. Tapi bagaimana mungkin orang yang mau membaca Alkitab tapi hatinya tertutup untuk Tuhan? Kalau sekedar utk membaca & mempelajari Alkitab, org yg non Kristen pun ada yg melakukannya dgn alasan akademis, dlm pengertian dalam materi perbandingan ajaran-ajaran agama yg ada, ada juga karena utk berdebat, mencari-cari kesalahan Alkitab, dsbnya. Dalam ayat ini rasul Paulus berusaha utk mengingatkan bhw ketika berusaha untuk memahami Kitab Musa (Kejadian -Ulangan), perlu utk punya hati yg berbalik pada Tuhan, dlm hal ini bs diartikan sbg rekonsiliasi dgn Tuhan melalui pertobatan dan penundukan diri untuk taat pd perintah dan hukum Tuhan, dan tentu saja mengasihi Tuhan dg sepenuh hati.

Selubung yang menutupi hati, bagi tiap orang mungkin berbeda-beda jenisnya. Masalah yg berat bs membuat hati kita berpaling dari Dia, lebih fokus pd masalah shga mengalami yg disebut dgn krisis iman, tdk lagi sepenuhnya percaya pd firman dan janji-janji Tuhan. Rasa kecewa karena permintaannya ditolak Tuhan, bs jg membuat hati seseorg menjd ‘gelap’ spt tertutup oleh sesuatu. Jadi ada kaitan antara hati dgn kemampuan utk bs memahami apa yg dibaca dlm Alkitab, tentu ini salah satu dr sekian penghalang yg ada. Keengganan utk trs berusaha menggali kebenaran firman dlm Alkitab itu spt org yg berhenti menggali saat mencari harta karun yg ada dlm kedalaman tertentu, pdhal mgkin tinggal menggali sdkit lagi maka harta karun itu bs ditemukan. Jadi perlu jg ketekunan utk itu, namun hati harus ‘beres’ dgn Tuhan, hubungan dgn Tuhan hrs dlm keadaan harmonis dan intim, jangan ada dosa dan sesuatu yg jahat dlm hati kita, krna Tuhan jg berbicara lewat suara hati nurani yg paling dalam, yg paling murni.

Apa yg jadi selubung yg menutupi hati kita? Itu hrs kita singkirkan, supaya saat berusaha utk memahami kebenaran firman Tuhan, kita bisa mendapatkannya tanpa halangan yang berarti.

Posted in Renungan | Comments Off on Hati Yang Tertutup

Tiap Orang Berbeda

DI 09052022

1 Korintus 7:7
Namun demikian alangkah baiknya, kalau semua orang seperti aku; tetapi setiap orang menerima dari Tuhan karunianya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu.

Sebagai rasul, memang Paulus berbeda dgn keadaan para rasul lainnya, salah satunya di dlm hal status dirinya yg menjalankan tugas kerasulannya seorang diri, berbeda dgn rasul lainnya yg membawa serta keluarga mrka.

Bagi Paulus, statusnya yg demikian mungkin sesuatu yg baik bagi dirinya ketika menjalani pelayanan kerasulannya, namun diapun juga menyadari bahwa tiap orang diberikan Tuhan karunia-Nya yg berbeda. Maksudnya adalah ttg status dirinya berkaitan dgn konteks ayat yg kita baca, pasal ini berbicara ttg keadaan rumah tangga dalam pernikahan suami istri, sedikit banyak berpengaruh ketika seseorang mulai masuk dlm dunia pelayanan. Seorg yg ‘single’ mgkin lebih bs bersiap diri lebih baik ketika melayani krna hanya perlu mengurusi dirinya sendiri saja, namun bagi nereka yang sudah berkeluarga, hrs mengurus keperluan keluarganya dulu dgn baik, barulah bs pergi melayani. Ada saatnya suami dan istri beda dlm berpendapat, sehingga keputusan yang hrs diambil berkaitan dgn pelayanan kadang hrs ‘kompromi’, beda dgn mrka yang ‘single’, mgkin durasi utk mengambil keputusan lebih singkat dan lebih sedikit mempertimbangkan hal-hal tertentu, jd memang ada kelebihan & kekurangannya berkaitan dgn status ini.

Seorg pendeta atau gembala jemaat, mgkin tertarik dgn salah seorg pengerja yang dinilai punya potensi utk membantu pelayanannya di bidang pastoral, lalu mulailah ditawarkan peluang utk naik posisi sbg seorang Pdp atau Pendeta Pembantu di gerejanya (struktur tiap sinode gereja pasti berbeda-beda, ini sekedar contoh saja). Scra struktur dlm gereja tentu ada jalur menjadi Pdp, tapi apakah panggilan Tuhan dlm hidup si pengerja ini adalah menjd seorg pendeta? Hal ini hrs dipertimbangkan baik-baik oleh gembala jemaat tentunya. Jgn sampai ke depannya justru terjd hal-hal yang tdk baik kena si pengerja ternyata panggilan pelayanannya bukan di bidang pastoral. Hal inilah yang dipahami oleh Paulus, dia punya satu pandangan, tapi dia tdk menaksakan hal itu pd org lain, dia paham bhw Tuhan sudah menentukan dan memberi karunia berbeda pd masing-masing org. Membiarkan org utk menjalankan tujuan hidupnya sesuai dengan keadaan dirinya yg ditentukan oleh Tuhan, ini akan membuat org itu akan maksimal dalam menjalaninya dan dia bersukacita.

Tuhan memberi karunia dan keadaan diri dlm diri tiap org yg berbeda satu sama lainnya, ini perlu kita hormati, punya keinginan terhadap seseorg itu baik, to jgn kita paksakan pd org lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Tiap Orang Berbeda

Karena Terganggu Oleh Tuhan

DI 07052022

Lukas 8:33-34, 37
Lalu keluarlah setan-setan itu dari orang itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau lalu mati lemas.
Setelah penjaga-penjaga babi itu melihat apa yang telah terjadi, mereka lari lalu menceritakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya.
Lalu seluruh penduduk daerah Gerasa meminta kepada Yesus, supaya Ia meninggalkan mereka, sebab mereka sangat ketakutan. Maka naiklah Ia ke dalam perahu, lalu berlayar kembali.

Menurut Kamus Alkitab, Gerasa atau Gadara ialah sebuah kota yg terletak di sebelah timur sungai Yordan, penduduknya adalah orang yg bukan Yahudi, dan merupakan pusat filsafat spekulasi.

Kedatangan Yesus di kota itu justru disambut dgn tidak baik, bahkan mereka meminta utk Yesus segera meninggalkan kota itu. Di lain tempat justru kedatangan Yesus diterima dgn baik krna pelayanan yg Yesus lakukan sangat dibutuhkan, bnyk org yg butuh disembuhkan dan jg dibebaskan dr roh-roh jahat. Mgkin ada bbrpa alasan mengapa mereka tdk menerima kedatangan Yesus dgn baik, pertama, karena kota itu pusat filsafat dan penduduknya bkn org Yahudi, maka bs dipahami bhw mrka tdk ingin filsafat mrka diganggu oleh pengajaran lain dr Yesus, kalau zaman sekarang, seperti dicurigai akan melakukan ‘Kristenisasi’. Lalu mgkin saja org yg kerasukan ‘legion’ itu mrka biarkan kena dianggap bhw ada ‘roh dewa’ di dlm tubuh org yg kerasukan itu. Ketika roh itu diusir, mrka takut akan terjd sesuatu di dalam kota mrka, ibaratnya roh itu akan membalas dendam pd penduduk kota. Kemungkinan yg ketiga, pihak para pemilik dan penjaga ternak babi berpikir jika Yesus melakukan hal itu lagi maka ternak mereka akan mati semuanya, ini mempengaruhi mata pencaharian mrka.

Terganggu oleh kedatangan Yesus, ini seperti ada org yg terganggu oleh kebenaran firman Tuhan dan hukum-hukum Tuhan di zaman ini. Yg dulu boleh, skrg tidak boleh krna dilarang dlm Alkitab, yang dulunya bebas mau lakukan apa saja, skrg harus menyesuaikan dg hukum Tuhan, boleh tp jgn melanggar firman Tuhan. Semua hrs ikuti aturan Tuhan, hrs begini, hrs begitu, tdk boleh begini, tdk boleh begitu. Ah, knpa justru merepotkan? Sebagian org justru menolak Tuhan dan tetap ‘kekeh’ dgn ‘hukum’ buatannya sendiri. Tetap agamanya Kristen, tapi hukum yg ditaatinya ya hukumnya sndri. Tuhan urusannya cuma soal surga, memberi berkat, melakukan mujizat, selebihnya adalah diatur oleh dirinya sndri. Itulah knpa banyak org yg kita temui adalah yg munafik, Kristen tp koq begitu amat? Bahkan ada pepatah yg cukup seram: lebih setan daripada setan. Ini jgn sampai terjd pd diri kita, memang terlihat seperti tdk begitu bebas, tp itu baik efeknya utk diri kita sekarang dan masa depan, nanti di waktu depan, kita baru menyadarinya.

Tunduk sepenuhnya pd hukum Tuhan, maka hukum Tuhan itu akan menjaga hak-hak kita sebagai warga negara surga, kita tidak akan kehilangan yg terbaik dr Tuhan dalam hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Karena Terganggu Oleh Tuhan

Percuma Berbuat Baik Kalau …

DI 06052022

Matius 25:44-45
Lalu mereka pun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.

Berbuat baik itu dalam Kristen bukan pilihan, bukan terserah kita mau atau tdk melakukan, tapi adalah suatu kewajiban, namanya suatu kewajiban, kalau dilanggar berarti ada sanksi yg akan diterima.

Apa yg Yesus katakan dalam pasal ini sangat penting utk kita perhatikan dgn cermat, ingat bhw golongan ‘kambing’ ini ternyata adalah mereka yg rajin berbuat baik, suka memberi makan org lapar, memberi pakaian orang yg telanjang, mengunjungi org-org yg di penjara, membesuk org sakit, memberi tumpangan pd org asing. Tp ternyata ada satu hal yg menjd keberatan di mata Tuhan, ternyata mrka telah mengabaikan org-org yg ‘hina’. Lho, bukankah yg jd target mereka jg org-org yg hina jg? Knp justru Tuhan keberatan? Ternyata yang Tuhan maksudkan ialah ‘saudara-Ku yg paling hina’. Jd kita perhatikan 2 kata ini: saudara-Ku dan paling hina’. Siapa yg dimaksud ‘saudara-Ku’ oleh Yesus ini? Kita perhatikan ayat ini:

Lukas 8:21
Tetapi Ia menjawab mereka: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.”

Jadi yg dimaksud Yesus dg ‘saudara-Ku’ ialah mrka yg menjd pelaku firman. Tp koq pelaku firman hidupnya justru dalam keadaan hina? Bukankah hrsnya pelaku firman itu diberkati dan hidup layak? Knpa justru kelaparan, sakit, telanjang, ada dlm penjara, dsbnya? Biasanya kita berpikir bhw pasti mrka alami itu semua krna dosa yg mrka lakukan, dosa merekalah yg membuat mrka tdk diberkati Tuhan. Nanti dulu, itu teori yg tdk salah, tp pd realita hidup ini, tdk selalu seseorg dlm keadaan mulia, tdk kelaparan, tdk kurang pakaian, sehat, dsbnya. Ada yg spt ‘org asing’, mrka yg tdk punya hal yg baik dlm hidupnya. Kalau teori itu yg kita pegang maka semua org kaya itu bs dibilang sbg pelaku firman, sementara org miskin itu org-org yg bukan pelaku firman, awas sesat! Kaya atau miskin bukanlah ukuran seseorg itu pelaku firman atau bukan. Kesalahan yang dilakukan golongan ‘kambing’ adalah mereka memperhatikan org-org yg ‘jauh’ sementara saudara seiman mrka sendiri justru diabaikan bahkan dihakimi krna keadaan mrka yg hina itu. Beda dg golongan ‘domba’ yg bukan saja berbuat baik pd mrka yg ‘jauh’, tp juga mereka peduli dg kebutuhan saudara seiman, pelaku firman Tuhan yg adalah ‘saudara-Ku’ itu.

Mau menghakimi atau jadi berkat? Ini baru 1 pilihan, to adalah kewajiban utk memberikan apa yg saudara seiman kita butuhkan di saat mereka sdg dlm keadaan ‘hina’, apalg kalau mrka adalah pelaku firman Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Percuma Berbuat Baik Kalau …

Pengaruh Depresi

DI 05052022

Mazmur 6:7
Mataku mengidap karena sakit hati, rabun karena semua lawanku.

Stress yg berlebihan, bs timbul krna masalah dab beban hidup yg terlalu berat, bkn hanya mempengaruhi pikiran dan emosi, tapi juga membuat daya kerja organ tubuh kita menjd melemah.

Apa yg Daud alami memang sangat berat, dia yg hanya menjalani tujuan hidup yg sbnarnya bukan keinginannya pribadi, tp Tuhanlah yang menentukan tujuan hidupnya utk menjadi raja atas Israel akibat Saul yg ditolak Tuhan karna bnyk melakukan pelanggaran di mata Tuhan. Akibatnya dia hrs memiliki bnyk musuh, baik dr luar bangsanya maupun dr dalam keluarga sendiri, ingat Daud adalah menantu raja Saul, jd yg ingin membunuhnya adalah mertuanya sndri. Tdk bs nyaman tinggal di rumah sndri dan hrs berpindah-pindah tempat akibat dari pengejaran raja Saul dan anak buahnya. Dari pasal yg kita baca, bisa terlihat apa yang dia alami saat itu, salah satunya fungsi matanya jd menurun. Pasti tekanan yg dia alami tidak ringan krna sdh berpengaruh ke fisik & organ tubuh vital. Semua krna pilihan Tuhan sndri atas dirinya, krna Tuhan yg memilih dia untuk menjd raja kedua di Israel, hidupnya berubah drastis dan ada dlm zona bahaya. Bukankah kita jg pernah mengalami situasi di mana kita menjd pny bnyk masalah karena Tuhan telah menetapkan sesuatu atas hidup kita.

Mgkin kita berpikir bukankah ada penyertaan Tuhan dlm hidup Daud? Benar itu ada, tp bkn berarti Daud bebas dr keadaan yg buruk dan jg tidak nyaman. Bayangan kita kalau disertai Tuhan itu berarti semuanya jd mudah, menjd ‘superhero’, mujizat tersedia, dsbnya. Tapi pd kenyataannya tdklah seindah itu, ada saatnya kita dibiarkan sndrian menghadapi semuanya dan seakan Tuhan membiarkan masalah dan situasi ‘menang’ atas kita. Daud pernah untuk pura-pura menjd orgg gila di hadapan musuh dan dia ditertawakan (1 Samuel 21:13). Tentu ini hal yg memalukan, seorg tentara hebat yg pernah mengalahkan Goliat, terpaksa harus tampil pura-pura gila di hadapan musuhnya. Ketika kita diperhadapkan dgn situasi buruk, ada saatnya kita tdk lg bs berpikir jernih dan terpaksa menggunakan cara-cara yang di luar kewajaran dan memalukan, semua org malah menertawakan kita, termasuk mrka yg adalah ‘saudara seiman’ kita sndri. Mrka ingin selalu melihat kita tampil sempurna dan kuat, tidak bs menerima kalau kita bs menjd lemah dan kehilangan akal sehat, bukan menunjukkan kasih tp justru menghakimi.

Stress dan depresi kadang tdk terhindarkan dr hidup kita, namun jgn sampai kehilangan akal sehat dan percaya kita akan janji Tuhan, tetap percaya ada penyertaan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Pengaruh Depresi

Pergi ke Tempat Yang Sunyi

DI 04052022

Markus 6:31
Lalu Ia berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat.

Berlibur memang menjd salah satu hal yang menjd kebutuhan sekunder bagi semua org, tentunya bagi mrka yg punya uang, yang tidak punya uang mgkin ‘berlibur’ dgn cara mereka masing-masing.

Ada org yg senang berlibur ke tempat ramai, tp ada jg yg suka kalau berlibur ke tempat yg suasananya tenang, tergantung kebutuhan yg dinginkan masing-masing. Dlm ayat di atas, Yesus dan para murid sengaja ‘berliburan’ dr aktivitas harian mereka, Yesus tahu bhw dlm hal pelayananpun, berlibur itu sangat penting, tujuannya supaya bs menyendiri dan istirahat sejenak. Itu zaman dulu, zaman skrg rasanya sulit benar-benar utk menyendiri, kena harus tetap mengaktifkan ponsel, jadi bs dihibungi kpn saja dan di mana saja. Tdk semua orang berani berlibur dgn benar-benar tanpa ponsel, tp esensinya adalah Tuhanpun ingin kita pny waktu utk berlibur dan istirahat dari aktivitas harian yg menyita pikiran dan tenaga. Walau ada bnyk org yg membutuhkan pelayanan dr mereka, Yesus tetap berkeputusan ‘berlibur’ sementara dgn para murid-Nya, krna untuk bs makan saja, mrka kesulitan krna terlalu bnyk org yg mengikuti mereka, jd bs dibayangkan bgmna ruwetnya situasi saat itu.

Kita jg perlu ‘berlibur’ setiap hari, bukan scra fisik pergi ke suatu tempat yg jauh, tapi perlu utk pergi ke tempat yg ‘sunyi’, di mana hanya ada Tuhan dan kita saja. Ini yg kita kenal dgn ‘kamar doa’, ‘saat teduh’, doa pribadi, ataupun istilah lainnya yg serupa. Selain kita memang perlu utk membangun hubungan dg sesama manusia, kita jg perlu utk membangun suatu hubungan yg berkualitas dg Tuhan. Sengaja utk menyediakan waktu hanya utk berduaan dgn Tuhan saja, ini sangat penting. Jd sangat disarankan bagi yang sdh berkeluarga, selain ada waktu utk mezbah doa atau doa bersama pasangan hidup, tetap punya waktu berdoa pribadi dgn Tuhan. Knpa demikian? Karena dr awal hidup kita, Tuhan punya sesuatu yang sifatnya pribadi antara Dia dgn diri kita seorg. Bukankah urusan masuk surga itu juga tidak rombongan, tp masing-masing pribadi? Jadi jgn dihilangkan punya waktu doa pribadi krna alasan apapun, apalg beralasan krna sudah pny jam mezbah keluarga atau berdoa bersm pasangan hidup. Yesus jg tercatat bbrpa kali berdoa sendirian tanpa bersama dgn semua murid-Nya, krna Dia ingin hanya dgn Bapa.

Hidup memang berat, menguras bnyk tenaga dan pikiran, perlu waktu untuk berlibur secara fisik, dan jg perlu wkt khusus dgn Tuhan saja setiap harinya, jgn abaikan jam doa kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Pergi ke Tempat Yang Sunyi

Masih Mau Percaya?

DI 03052022

Matius 9:18
Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.”

Sudah mati, mau diapakan lagi? Ini pikiran yg sangat wajar krna semua orang memahami kematian sbg akhir dr kehidupannya di dunia ini, utk dihidupkan kembalipun itu butuh satu mujizat yg besar.

Lalu knpa kepala rumah ibadat ini tetap mau beriman jika Yesus mau datang dan berdoa untuk anaknya, maka anaknya akan hidup? Ini bs dijelaskan scra logika: mungkin dia pernah mendengar ttg Yesus membangkitkan org yg sudah mati, dan Yesus scra fisik saat itu ada dlm rupa seorg manusia, selama ada di satu tempat, masih bs dicari. Anaknya sudah mati, tapi dia belum mau menerima kenyataan itu, dan spt ayat yg kita baca, dia meminta Yesus datang dan meletakkan tangan di atas tubuh anak perempuannya. Satu hal yg bisa jd satu pelajaran bagi kita: sekalipun kondisi yg sdg kita alami sudah sangat parah, terlambat, dan scra manusia itu dikatakan sdh ‘final’, namun masih maukah kita tetap percaya pada kuasa Tuhan? Org lain mgkin sudah pasrah, bahkan ada yg menyerah pd keadaan, kehilangan apa yg dia yakini ttg Tuhan, bahkan iman mereka jg sudah ‘lumpuh’, apakah kita masih bisa utk percaya akan kuasa Tuhan? Tentu ada sebab mengapa si kepala rumah ibadat ini meminta Yesus utk datang dan membangkitkan anak perempuannya yg sudah mati.

Kita berani meminta sesuatu dan yakin yang kita minta itu akan dikabulkan, tentu saja ada alasannya, pertama, krna kita yakin yang kita minta itu hal yg baik dan bisa dilakukan, yang kedua, ada keyakinan besar orang itu mau utk mengabulkan permintaan kita, apakah karena dia itu teman dekat, atau krna dia orang yang murah hati dan baik. Hal yg kedua ini sering kali tdk dimiliki seseorg ketika memohon pd Tuhan utk sesuatu yg dia inginkan. Relasi yg baik tentu saja memudahkan kita dlm banyak hal, bs mempermudah dan jg membuat kita yakin bhw org itu akan memperhatikan yang kita minta utk dia lakukan. Org yg beriman itu kelihatannya spt ‘sok akrab’ dgn Tuhan, bisa berkata dengan yakin bhw Tuhan ‘pasti’ akan memberikan apa yg dia minta. Tapi kita hrs melihatnya dr sisi yg berbeda, iman yg hidup dan bertumbuh di atas hubungan yg baik dgn Tuhan tentu saja harus kita hargai, justru itu satu hal yg bs kita teladani yaitu berusaha dg penuh gairah utk memiliki kualitas hubungan yg baik dgn Tuhan.

Mintalah, maka kamu akan diberi, tentu harus kita pahami dgn seutuhnya, jgn asal beriman tp tanpa ada dasarnya, beriman itu beda dgn sok yakin.

Posted in Renungan | Comments Off on Masih Mau Percaya?

Doa dan Pengampunan

DI 30042022

Matius 6:15
Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

Setelah mengajarkan para murid-Nya ttg cara utk berdoa, pasal ini ditutup dg firman Tuhan ttg hal pengampunan, karena dlm materi Doa Bapa Kami ada hal ttg minta pengampunan atas dosa kita.

Yesus memberikan syaratnya yaitu bhw kalau kita tdk mengampuni kesalahan org lain, kita jg tdk akan diampuni oleh Bapa. Jadi bgmna ttg ayat yang berkata bhw jika kita mengakui dosa maka Tuhan akan mengampuni dosa yg kita perbuat (1 Yohanes 1:9)? Di sini hrs kita pahami bhw ternyata ada kondisi yg dituntut oleh Tuhan ketika kita minta pengampunan dr Tuhan, pastinya harus sadar dan bertobat, dan ditambah dgn syarat dlm ayat ini: sudah mengampuni dosa org lain terhadap kita. Ini yg hrs kita pahami, bkn kedua ayat itu saling bertentangan satu sama lain, tp justru saling melengkapi informasi ttg syarat bagi kita utk meminta pengampunan dr Tuhan. Tidak mau mengampuni berarti ada masalah dgn hati si org tersebut, ada dendam dan pastinya tidak ada kasih Tuhan dlm hatinya. Sekalipun hati tersakiti, tapi kalau ada kasih Tuhan di dalam hatinya, maka masih ada kekuatan untuk bisa memberikan pengampunan utk org lain.

Lalu bgmna jika sdh terima pengampunan dr Tuhan lalu hati kita disakiti lagi dan belum bs utk mengampuni, apa yg terjadi dgn dosa yg sebelumnya? Ada satu perumpamaan ttg hal ini yakni seorg bawahan raja yg berhutang pd raja namun dibebaskan dr hutangnya karena tdk sanggup utk membayarnya, tapi org yang berhutang padanya justru dipenjarakan dan dituntut untuk membayar semua hutangnya (Matius 18:21-35). Si hamba ini akhirnya dia dibatalkan pengampunannya dan tetap harus membayar hutang sampai lunas. Memang bs ada bnyk penafsiran ttg perumpamaan ini, tp pastinya kita harus selalu siap utk memberi pengampunan pada siapapun jg. Hak penuh Tuhanlah utk mengampuni dosa kita atau tdk sesuai dgn apa yg sdh Doa firmankan dalam Alkitab, kita hrs ikuti semua persyaratannya & tetap menjaga kasih Tuhan tetap tinggal dlm hati kita. Kita jg tahu dampak kalau kita tidak mau mengampuni, krna itulah taat pd firman Tuhan dan selalu menjaga hati kita tetap dlm kondisi yg baik dan bersih.

Sediakan banyak ‘stok’ pengampunan dalam hati kita, krna kitapun banyak berbuat dosa & jg butuh bnyk pengampunan, ampunilah dan kita akan diampuni.

Posted in Renungan | Comments Off on Doa dan Pengampunan

Berdoa Dalam Kerahasiaan

DI 29042022

Matius 6:6
Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Berdoa adalah bagian dr aktivitas rohani kita, menyatakan isi hati dan pikiran pd Tuhan, ini tentu semua dr kita menyadarinya, tapi tentu ada aturan khusus yg Tuhan tetapkan dalam hal berdoa ini.

Dari ayat yg kita baca, ada bbrpa hal yg patut utk kita perhatikan dlm hal berdoa, ini bukan berdoa saat ibadah bersama-sama, tapi saat kita berdoa secara pribadi dgn Tuhan. Hal yg pertama adalah: masuk ke dlm kamar, kamar adalah ruangan yg rahasia, tdk semua org bs kita perbolehkan masuk ke dlmnya. Jadi doa pribadi kita pada Tuhan adalah sesuatu yang sifatnya ‘private’ hanya dgn Tuhan. Bedakan dgn berdoa dlm mezbah keluarga. Spt kita dg sengaja bicara dgn seseorg secara personal spya ada keterbukaan, ada pembicaraan dari hati ke hati, yg tdk bs diungkapkan dlm ruang yang ada bnyk org di dlmnya. Tuhan ingin kita punya ‘privacy’ dgn kita dalam hal berdoa. Hal yg kedua adalah: tutuplah pintu, artinya apa yg sdg terjd di luar kamar kita, utk sementara waktu kita tinggalkan dan hanya fokus pada Tuhan saja. Ini bcra ttg apapun situasi yg sdg kita alami dalam hidup kita, ketika kita berdoa pd Tuhan, kita ‘menutup mata’ dr masalah, dr badai hidup ini, bahkan dr hal-hal yg baik dan menyenangkan sekalipun, waktunya utk kita berdoa, maka kita harus berdoa dgn fokus.

Hal ketiga adalah berdoa pada Bapa yg ada di tempat tersembunyi, artinya kita hrs respon pada Tuhan bhw Dia ‘sengaja’ menyediakan waktu-Nya khusus utk kita, hanya untuk kita, ingat bhw Tuhan itu Mahahadir, Dia ada saat kita berdoa dan jg Dia ada di tempat lain saat orang lain berdoa. Spt kita menghargai waktu org terhormat yg sengaja mau bertemu kita, inilah yg hrs kita lakukan pada Tuhan. Berdoa itu 2 arah, itulah mengapa butuh ‘privacy’ dlm hal berdoa scra pribadi dgn Tuhan. Org yang terbiasa berdoa scra private dgn Tuhan, pasti punya jam doa yg panjang, krna dia sdh tahu betapa ‘nikmatnya’ berdoa dgn hanya berdua dgn Tuhan, tidak ingin melewatkan seharipun tanpa doa. Selanjutnya Bapa akan membalas doa kita dari tempat-Nya yg tersembunyi, ini tentu idaman setiap orang bhw ingin doanya didengar Tuhan dan dibalas Tuhan. Kalau kita mengikuti apa yg Tuhan katakan melalui ayat ini, maka doa pribadi kita dgn Tuhan menjadi sesuatu yg menyenangkan, bahkan membuat kita ‘ketagihan’ utk trs melakukannya.

Doa pribadi bukan urk dipamerkan, ada saat kita berdoa scra bersama-sama, ada saat kita jg berdoa scra pribadi, lakukanlah dgn penuh gairah dan sukacita.

Posted in Renungan | Comments Off on Berdoa Dalam Kerahasiaan