Hidup Setelah Kematian

DI 18042022

Matius 28:6-7
Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.
Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu.”

Kita terbiasa mendengar firman Tuhan saat mengikuti ibadah penghiburan bahwa hidup tdk berhenti saat tubuh jasmani kita mati, tp kematian adalah sebuah awal hidup yg baru.

Peristiwa kebangkitan Yesus, yg skrg dikenal sbg hari Paskah yg dirayakan oleh gereja dan org Kristen, memang beda dg Paskah orang Yahudi, membuat kita kembali ingat bhw ada kehidupan setelah kematian, tubuh jasmani memang suatu saat akan mati, tp roh kita itu sifatnya kekal, krna itulah nantinya manusia pasti hidup dlm kekekalan, apakah kekal dlm surga atau justru kekal di neraka. Jd kita juga perlu mempersiapkan diri untuk nanti ketika tiba waktunya kita meninggal, kita sudah tahu apa yg nantinya hrs kita lakukan. Apa yg akan kita katakan saat berhadapan dlm pengadilan Tuhan, di surga akan bagaimana, dsbnya. Ini spt kita ingin tinggal di luar negeri, wajib kita pelajari semua yang berhubungan dg negara yg kita akan tinggali di sana, belajar bahasa & budayanya, mulai belajar ttg aturan-aturan yg berlaku di sana, dsbnya. Seberapa bnyk kita mengetahui perihal ttg surga? Tdk bs hanya berpikir semua berjalan otomatis, saat mati dijemput malaikat, jalan menuju pintu surga, terus pasti masuk ke dalamnya, ini pikiran yg sangat naif.

Hal yg bs kita temukan dlm Alkitab ttg surga memang blm lengkap, tp dari situ kita punya sedikit gambaran ttg apa yg nantinya akan jd aktivitas kita di sana. Jadi apa yang hrs mulai kita persiapkan dr skrg ini? Pastinya hrs pny hubungan yg intim dgn Tuhan, mau masuk ke surga yg adalah ‘Rumah Bapa’, tentu hrs dpt izin dr sang pemilik surga, tdk bs kita berkata bhw krna kita ini sering berbuat baik selama hidup di dunia, otomatis pintu surga terbuka utk kita. Kebaikan kita tidak dapat membuat dosa-dosa kita diampuni Tuhan, hanya oleh darah Anak Domba, ada pengampunan yang Tuhan sediakan bagi org berdosa, itupun hrs didahului dgn pengakuan dan pertobatan yg sungguh-sungguh. Mau masuk mall saja hrs diperiksa dulu, apalg mau masuk pintu surga, tdk boleh masih membawa dosa. Roh kita ini tdk boleh ‘najis dan kotor’, hrs disucikan oleh darah Yesus. Kpn kita masih bs menyucikan diri kita? Jwbannya adalah selama kita masih hidup di dunia, setelah mati, tdk ada lagi wkt utk itu.

Pelajari ttg surga dan dunia roh, ini bukan ttg dunia spiritual okultisme, yg kita pelajari itu ttg surga dan apa yg terjd setelah roh kita ini terpisah dr tubuh jasmani kita, di surga tidak ada org yg ‘bodoh rohani’.

Posted in Renungan | Comments Off on Hidup Setelah Kematian

Perlu Proses dan Waktu

DI 16042022

Matius 17:22-23
Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia
dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.” Maka hati murid-murid-Nya itu pun sedih sekali.

Bagi Tuhan tdk ada yg sukar, tapi knpa Yesus baru bangkit pd hari ke-3? Apakah Tuhan itu kurang Mahakuasa? Bisa kan sekian menit setelah Yesus mati lalu Dia hidup kembali?

Bukan Tuhan kurang Mahakuasa, tapi Tuhan bergerak sesuai dgn perencanaan dan waktu yg sdh dirancang, ada hal-hal yg perlu untuk Roh Yesus lakukan setelah Dia mati dan nanti bangkit dgn menggunakan tubuh kemuliaan, bukan tubuh yg mati krna menanggung dosa dan kutuk seluruh manusia. Logikanya, 3 hari di bumi itu berapa sekian ‘detik’ dibandingkan dgn kekekalan? Menurut manusia memang 3 hari hitungannya, tp dlm kekekalan, itu hanya sekejap saja rasanya. Jadi bukan karena Dia kurang Mahakuasa, tp utk segala sesuatu di dunia ada ‘season’nya, ada musim dan juga ada waktunya (Pengkhotbah 3:1). Ini yg harus kita pahami, butuh waktu proses dan waktu utk sesuatu yg Tuhan rancangkan itu menjadi nyata dan sempurna. Tdk ada yg instant utk segala sesuatunya (kecuali mujizat yg Tuhan lakukan), proses dibutuhkan supaya manusia bs menyelami betapa Tuhan itu luar biasa & hasilnya pasti bukan ‘kaleng-kaleng’, pastinya mendatangkan kebaikan utk hidup kita.

Hari-hari ini proses apa yg sedang kita alami? Mgkin kita bertanya kpn semuanya berakhir, rasanya sdh tdk kuat, bebannya terlalu berat utk ditanggung, sampai skrg tidak kelihatan ada solusi dan jalan keluar, kalau masih lama prosesnya, apa masih bisa kuat dan bertahan menjalaninya? Ingatlah bhw segala sesuatu ada musim dan waktunya masing-masing, ada awal dan ada akhir, tdk seterusnya Tuhan biarkan kita dlm kondisi yg tdk baik, Dia tahu persis batas yg kita miliki, tahu kekuatan kita seberapa kuat, tahu daya tahan kita, semua sdh diukurkan sesuai dgn kapasitas diri kita, Dia tahu sebenarnya kita sanggup menjalani dan mengakhiri proses-Nya, namun Dia ingin kita setia dan tetap berjuang sampai akhir dr semuanya itu tiba sesuai waktu yg telah Dia atur utk itu. Sekalipun mgkin kita hampir saja kehilangan segala sesuatu bahkan nyawapun ikut terancam, jgn hilang pengharapan di dlm percaya kita akan janji-janji Tuhan dan firman Tuhan, bertahan sampai garis akhir dan kita didapati sbg hamba yg setia.

Perlu waktu utk proses Tuhan itu berakhir dg baik, apakah itu sebentar lagi atau mungkin masih agak lama, jalani dgn penuh iman dan percaya pd kuasa Tuhan yg sempurna.

Posted in Renungan | Comments Off on Perlu Proses dan Waktu

Menyangkali Hubungan

DI 14042022

Matius 26:75
Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: “Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

Apa yg Petrus sangkal ttg Tuhan Yesus? Dia menyangkal punya hubungan dgn Yesus, ini tentu saja sesuatu yg dia lakukan demi untuk menyelamatkan dirinya dr kemungkinan akan ikut ditangkap jika mengakui dirinya kenal dg Yesus.

Menyangkal punya hubungan dgn Yesus, ini beda dgn menyangkal Yesus sbg Tuhan, ini banyak yg org lupakan, khotbah terlalu ‘lebay’ dgn mendefinisikan penyangkalan Petrus spt dia menyangkali bahwa Yesus adalah Tuhan. Beda konteks dan definisi antara keduanya, dan ini bisa membuat jemaat hanya berpikir bhw menyangkal itu kalau mengakui Yesus itu bukan Tuhan spt yg diakui sebelumnya. Ini pentingnya membaca ayat secara mendetail, menempatkan ayat ini sesuai dgn kisahnya. Tentu saja kalau kita mengalami hal seperti Yesus, org yg begitu dekat dgn kita sekarang malah tdk mengakui punya hubungan khusus dgn kita, tentu ini sangat menyakitkan. Apalg kalau kita sdh ‘all out’, sdh lakukan semua yg terbaik untuk dia, namun yg kita dapat adalah sebuah pengakuan bahwa dia bukan teman. Bnyk alasan yg mgkin dia utarakan nantinya, tp pastinya spt Petrus, menyangkal demi utk menyelamatkan dirinya dr kemungkinan ikut ditangkap bersama Yesus, dijadikan saksi yg memberatkan, krna Petrus tahu semua yang Yesus katakan selama menjd murid-Nya.

Di masa pandemi ini mgkin ada di antara kita yg mengalami penyangkalan oleh org-org yg punya hubungan dgn kita. Saat kita sulit dan butuh bantuan, mereka seolah-olah ‘buta dan tuli’, spt tdk mau kenal dgn kita. Tentu saja ini sesuatu yg menyakitkan, dulu waktu mereka susah, kita tolong dgn maksimal, giliran kita yg susah, mereka bersembunyi dan tdk mau utk menolong kita, pdhal mrka mampu untuk itu. Mereka hanya ingin menyelamatkan diri sendiri dlm keadaan situasi ini, tentu saja itu adalah hak tiap org mau melakukan apa saja, mau diam, pura-pura tdk tahu, org lain tidak bs melarangnya, namun ingatlah bahwa ada firman Tuhan yg akan menghakimi apa yang kita perbuat:

Yohanes 12:48
Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.

Firman Tuhan jelas mengingatkan kita untuk saling menanggung beban:

Galatia 6:2
Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.

Jadi kalau kita tahu ada ayat ini dan hanya diam saja melihat org yg punya hubungan dg kita mengalami kesusahan, ingatlah bhw kita akan dihakimi dgn firman Tuhan ini.

Buat apa kita cari aman sendiri tanpa peduli dgn keadaan org lain? Kalau kita mampu dan punya kelebihan, tolonglah mrka yg sedang susah, bukankah itu seperti kita memiutangi Tuhan? Dia akan ‘melunasinya’ untuk kita:

Amsal 19:17
Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.

Posted in Renungan | Comments Off on Menyangkali Hubungan

Tetap Teman

DI 13042022

Matius 26:50
Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Hai teman, untuk itukah engkau datang?” Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya.

Yesus tahu bhw Yudas Iskariot, salah satu dr para murid-Nya, akan menyerahkan Dia pada para ahli Taurat dan berakhir dgn penyaliban, namun Yesus tetap menyapa dia sbg seorang ‘teman’.

Kalau kita dlm posisi dikhianati seseorg, bisa hampir dipastikan kita akan menganggap org itu bukan lagi sbg org baik, teman, dsbnya. Di tengah kekecewaan kita, tak jarang sumpah serapah dan makianlah yg terucap. Itulah jika manusia menjd kecewa, tp Yesus tahu bahwa memang hrs ada org yg menyerahkan Dia dr kalangan para murid-Nya sendiri, walaupun secara manusia ini, Yudas Iskariot dianggap sbg seorg pengkhianat, namun dr pandangan Yesus sendiri, Yudas Iskariot adalah ‘alat’ yg Bapa pakai utk menggenapi apa yg tertulis di dlm nubuatan para nabi mengenai Yesus. Ini serupa dgn apa yg Yusuf, anak Yakub alami ketika dia akhirnya bertemu kembali dengan saudara-saudaranya yg dulu berbuat jahat pd dirinya, Yusuf menganggap bahwa mereka itu ‘alat’ yg Tuhan pakai supaya pd akhirnya dia bs sampai di Mesir. Keluarga tetap keluarga, teman tetaplah teman, apapun yg terjd, tidak akan merubah perasaan org yg dlm hidupnya memiliki kasih Tuhan, sama spt Tuhan benci perbuatan dosa tapi mengasihi org berdosa spya mrka diselamatkan.

Tidak mudah bagi kita utk memiliki kualitas diri spt itu, apalg sampai nyawa kita hampir saja melayang sia-sia, memang butuh waktu panjang utk bisa memahami ‘skenario’ Tuhan bagi hidup kita, sebelum kita bs melihat hasil akhirnya, segala macam pikiran negatif bisa saja muncul dan kita percayai itu sbg sebuah kebenaran. Kita mgkin terkejut saat Tuhan dg ‘sengaja’ memakai org-org terdekat dlm hidup kita utk maksud tertentu, apa yg mereka buat sungguh menyakitkan tubuh, jiwa dan jg hati. Sekali lagi butuh waktu panjang utk mampu memahami sesuai dgn sudut pandang Tuhan, dan perlu penundukan diri sepenuhnya pada otoritas dan kedaulatan Tuhan. Sadari bahwa kita ini hamba dr Tuhan, nasib kita ditentukan oleh Tuhan, baik atau buruk keadaan kita, ini semua demi kebaikan kita di masa depan. Ini yg hrs kita pahami supaya bs melewati tahap demi tahap dr rencana Tuhan hingga sampai penggenapannya, hasil akhir akan selalu baik utk kita, tapi memang sepanjang proses yang kita jalani, tdk selalu baik dan nyaman.

Manusia hanyalah ‘alat’ yg Tuhan pakai untuk mewujudkan rencana Tuhan dlm hidup setiap org, kecewa itu wajar, tp jangan sampai benci apalagi dendam seumur hidup.

Posted in Renungan | Comments Off on Tetap Teman

Pencobaan Terberat

DI 12042022

Matius 26:41
Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.”

Merenungkan perkataan Yesus ini haruslah tdk boleh dipisahkan dr konteks kejadiannya saat itu, ingat ini bukan Yesus sdg mengajar tp sedang menasehati 3 murid-Nya saat Dia berdoa di Taman Getsemani.

Jadi perkataan Yesus ini hanya ditujukan utk 3 murid-Nya yg saat itu tertidur ketika Yesus sdg berdoa, bukan utk umum, apalagi untuk kita. Barulah nanti dari keseluruhan kisah ini, kita bs mengambil bbrpa pelajaran penting dan mengaplikasikannya dlm kehidupan kita sehari-hari. Kalau yg pertama, Yesus dicobai oleh iblis setelah berpuasa 40 hari 40 malam sblum Dia memulai pelayanan-Nya, maka yg kedua, Yesus dicobai oleh tubuh jasmani-Nya yg saat itu Dia dlm rupa seorg manusia, ingat bhw ada unsur tubuh Maria yg mengandung Yesus dan melahirkan Dia sbg manusia. Rasa pedih, nyeri, tersiksa, penganiayaan selama proses pengadilan dan menuju tempat nanti Dia akan disalibkan, sudah terbayang di mata Yesus, krna Roh-Nya adalah Roh Tuhan. Spt kita membayangkan sesuatu yg sadis, kejam, tanpa sadar darah kita spt berdesir, bisa spt merasakan bgmna rasanya mengalami hal yg mengerikan itu. Tubuh jasmani Yesus pasti merasakannya, itulah sebabnya timbul reaksi fisik di mana peluh Yesus seperti tetes-tetes darah.

Pencobaan terberat adalah pencobaan oleh tubuh jasmani kita sndri. Dlm tubuh kita ada ‘bibit’ keinginan utk berbuat dosa, yang kalau tdk kita lawan, itu akan menjd dosa yg punya wujud berupa perbuatan dosa. Hal ini pasti pernah kita alami, sebagian org berpendapat bhw itu hal yg manusiawi, manusia memang punya nafsu, keinginan, hobby, dsbnya, jadi kalau nantinya berbuat dosa ya wajar saja. Ini bs terlihat jelas dr contoh berikut: seorg yang kelaparan akhirnya mencuri sesuatu, ketika ditanya kenapa mencuri, jwban org itu adalah krna perutnya lapar, maka org cenderung utk bisa memaafkannya dan malah memberinya bnyk makanan atau uang, proses hukumnya dihentikan. Ini dr sudut pandang manusia, tp bukankah ada perintah: jangan mencuri? Tdk diberi keterangan tambahan: kecuali kepepet atau terpaksa, tdk ada. Mencuri ya mencuri, apapun alasannya, itu dosa dan melanggar perintah Tuhan. Yesus melawan pencobaan dr tubuh jasmani-Nya dan berketetapan untuk kehendak Bapa yg hrs terjadi atas diri-Nya. Ini membawa kemenangan pd kita juga, menang atas dosa dan maut.

Saat tubuh jasmani kita mencobai diri kita, yg hrs kita lakukan adalah berjaga-jaga dan juga berdoa, jgn biarkan kedagingan menguasai diri kita, tapi kita hrs melawan dan berusaha utk mengalahkannya.

Posted in Renungan | Comments Off on Pencobaan Terberat

Tahu itu Yang Terakhir

DI 11042022

Lukas 22:15
Kata-Nya kepada mereka: “Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita.

Kisah Yesus makan Paskah dgn para murid nantinya kita kenal sbg Perjamuan Malam & dari sinilah kita mengenal Perjamuan Kudus krna Yesus memecah roti dan memberi para murid minum anggur.

Hal yang menarik adalah Yesus sangat rindu menunggu waktu utk Perjamuan Malam itu, sesuatu yg terakhir dilakukan dgn para murid krna esok harinya Yesus akan menderita dan mati disalibkan. Sesuatu yg terakhir, pasti jadi hal yg sangat berharga. Misalnya dlm hal kita makan dgn ada makanan khusus di dlmnya, telur rebus atau telur ceplok, biasanya kita dg sengaja menghabiskan nasi dan yg lain dulu lalu barulah telurnya terakhir yg kita habiskan apalagi kalau restonya itu jarang sekali untuk kita datangi, entah krna harga menunya atau krna letak restonya. Yang terakhir itulah yang paling berharga, tentu saja Yesus sdh bbrpa kali makan Paskah bersama dgn para murid, tp utk hari itu, itulah makan Paskah yg paling berkesan, paling terakhir, krna tdk lama lagi Yesus akan mati dan bangkit, naik ke surga, tdk lagi menggunakan tubuh yg dapat binasa, dan Dia ingin makan bersama lagi dgn para murid di dlm kerajaan-Nya. Di surga apakah ada kegiatan makan? Bbrpa ayat dlm Alkitab menulis ttg itu:

Lukas 22:30
bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

Apa yg menjd keinginan terakhir kita jika sdh tahu bhw waktu kita hidup di dunia ini tidak akan lama lagi? Jgn selalu berpikir Tuhan dtg lalu memberitahu kita kapan akan meninggal, bisa saja org yg sakit kronis atau parah, umur bs diperkirakan tinggal bbrpa minggu ke dpn. Ada baiknya kita menyatakan keinginan yang terakhir itu pd orang yg bersangkutan. Yesus saja menyatakan kerinduan makan Paskah yg terakhir pd para murid, ini berguna spya kita nantinya tdk punya ganjalan saat nanti kita ini meninggal, sudah puas, wajah tersenyum spt org yg sedang tidur biasa, shga keluarga yang ditinggalkan sdkit terhibur saat melihat wajah kita di peti mati, inilah yang dinamakan hidup dan mati dgn bahagia. Namun tdk semua org bs mewujudkan apa yg jd keinginannya yang terakhir krna bbrpa sebab, paling tdk itu bisa dibuat dlm bentuk tulisan maupun video, bkn saja memberi pesan terakhir soal warisan, tp juga apa harapan kita untuk mereka perbuat setelah kita sudah tdk ada lagi nantinya, tapi ini tetap tergantung pilihan masing-masing.

Ada bnyk kesaksian bhw Tuhan beri waktu & kesempatan utk seseorg mewujudkan hal yg menjd keinginan akhirnya, ingatlah utk tidak menyesal nantinya.

Posted in Renungan | Comments Off on Tahu itu Yang Terakhir

Masih Ada Yang Ragu

DI 09042022

Matius 28:16-17
Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.

Kalau saja kita hidup di zaman Yesus mati & bangkit, apakah kita bs yakin bhw Yesus itu benar-benar bangkit? Walaupun Yesus bbrpa kali membangkitkan org mati, tapi benarkah Dia bs bangkit sendiri dr kematian?

Bbrpa org masih ragu bhw Yesus sdh bangkit dr kematian, itu sebabnya dlm ayat yang kita baca, ada sebagian org yg ragu untuk percaya dan belum mau utk menyembah Dia, bkn lagi sbg manusia, tp Dia sbg Tuhan. Ini gambaran ttg pikiran manusia saat berhadapan dgn hal yg baru dan blm pernah terjd sblumnya. Saat kita melihat ada satu produk yg baru, kita blm bs langsung yakin dgn kualitasnya sblum kita melihat dan membuktikan sndri sebagus apa produk baru tersebut. Seorg atlet bertanding dgn lawan yg baru, tentu belum bs dgn yakin berkata bhw dia akan menang dari lawannya, beda ketika bertanding dgn lawan yg pernah dikalahkan sblumnya, ada pikiran yg optimis bahwa kesempatan untuk menang akan lebih besar drpd peluang utk kalah. Sesuatu yang baru bisa membuat kita ragu, spt sepasang pengantin yg baru menikah, akankah mereka bs tetap langgeng pernikahannya sampai tua atau justru kandas bbrpa tahun kemudian, ini tentu suatu kekuatiran yg sifatnya manusiawi dan berdasar pd logika semata.

Ketika masalah yg baru datang dlm hidup ini, tentu respon org-org akan beragam, ada yang yakin dan percaya Tuhan tetap menyertai dan pasti akan menolong, sementara sebagian yg lain berpikir apakah kali ini Tuhan sanggup & mau menolong? Ini kembali pd kualitas dari hubungan pribadi kita dgn Tuhan, tergantung kualitas iman kita saat itu. Hal yg membuat kita ragu biasanya krna rasa takut yg ada itu lebih besar dan menguasai diri kita. Kasih yg sempurna akan sanggup meniadakan kuatir dan rasa takut yg sempat masuk ke dlm hati dan pikiran kita. Yg hrs kita lakukan adalah secepatnya membuang kuatir dan rasa takut itu dan gantikan segera dengan menguatkan iman kita, perkatakan firman Tuhan terhadap diri kita dan lebih percaya pada kuasa Tuhan drpd besarnya tekanan dan kesulitan yg sdg kita hadapi. Hanya ada dua pilihan: dikuasai oleh ketakutan lalu kalah, atau menguatkan iman dan menjadi pemenang pd akhirnya, itu tergantung pd apa yg kita pilih utk diri kita.

Perkuat dasar iman kita di atas dasar firman Tuhan, supaya saat masalah berat dtg, kita mampu tetap tegak berdiri dan menang dari godaan dan pencobaan.

Posted in Renungan | Comments Off on Masih Ada Yang Ragu

Kekuatan Uang

DI 08042022

Matius 28:12-13
Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu
dan berkata: “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.

Kebangkitan Yesus tentunya akan menjd hal yg sangat ‘viral’ saat itu jika diketahui orang banyak, lalu akhirnya diambil keputusan utk membuat cerita versi lain bhw Yesus tidak bangkit tapi mayat-Nya dicuri oleh para murid Tuhan Yesus.

Sebenarnya cukup dgn memerintahkan saja, maka serdadu-serdadu itu akan mematuhi apa yg diperintahkan pd mereka, tp perintah ini disertai dgn pemberian uang. Kita kenal ada istilah ini: ‘uang tutup mulut’, ‘uang suap’, ‘uang pelicin’, dsbnya, uang yg digunakan utk mempermudah apa yg kita inginkan segera bs terlaksana dan kita ‘aman’ karenanya, jadi lebih ke arah yang diberikan utk kepentingan dan keuntungan kita pribadi. Semua org suka dan butuh uang, ada yang sampai diperbudak oleh uang, apapun dilakukan demi mendapat sejumlah besar uang, melakukan sesuatu yg melanggar hukum pun dilakukan asalkan bs dpt bnyk uang dlm waktu singkat. Mulai bisa berhitung: kalau pakai cara biasa pasti lama, kapan kaya kalau hanya kerja keras dan jadi karyawan trs menerus? Kasus ttg kerugian yg diderita oleh org-org yg ingin cepat kaya dgn ikut suatu bisnis tertentu belakangan ini bnyk bermunculan, bukan untung tp ‘buntung’, itu krna ingin cepat punya bnyk uang.

Dlm kisah ayat ini, uang dipakai utk membuat sebuah cerita palsu utk menutupi fakta yang sebenarnya, itulah kekuatan uang, kebenaran bs ditutupi dgn kebohongan dan kepalsuan, karena situasi yg mendesak, org bs berdusta demi menyelamatkan dirinya, dan tentunya ini berlawanan dgn suara hati nurani, to lama kelamaan pikiran dan emosi lebih dominan menguasai diri kita sehingga kita pd akhirnya melakukan sesuatu yg salah. Uang tentu saja mempermudah hidup kita, namun kalau uang mulai mengubah kemurnian hati dan pikiran kita, ini tentu sudah membahayakan diri kita di masa depan, skrg blm ketahuan, tapi nanti suatu saat pasti terbongkar. Hati nurani hrs tetap murni saat kita menjalani hari-hari kita, bnyk cobaan, godaan dan tekanan yg harus kita hadapi dlm soal keuangan, tentu ini tidak mudah, dan org yang bisa menang dari hal ini pastilah org yg sungguh-sungguh mengasihi Tuhan dan punya pengendalian diri yang kuat, org yg memegang teguh prinsip hidup yang benar.

Jgn sampai diperhamba oleh uang, ingatlah bhw kemurnian hati nurani akan berdampak luar biasa bagi masa depan kita, pikirkan bkn hanya utk jangka pendek, tp utk jangka yang panjang: masa depan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Kekuatan Uang

Penginjilan dan Pemuridan

DI 07042022

Kisah Para Rasul 14:21-22
Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia.
Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.

Penginjilan dan pengajaran, 2 hal ini adalah 1 paket dlm misi memberitakan keselamatan yg Tuhan sediakan bagi bangsa-bangsa. Jadi bukan hanya memberitakan Injil, tapi juga utk mendapatkan org-org yg akan dimuridkan.

Amanat Agung dalam Matius 28:19-20 jelas menekankan utk menjadikan semua bangsa sebagai murid Tuhan Yesus, mengajar mrka dgn ajaran yg Tuhan Yesus telah ajarkan pd para rasul. Jadi tidak cukup hanya membuat org yg mendengar pemberitaan Injil menjadi percaya dan memberi diri utk dibaptis, tetapi juga mengajar mrka ttg firman Tuhan dan jg bgmna caranya utk memberitakan Injil. Tentu saja penginjilan bukan hanya dilakukan oleh para penginjil maupun gereja dan organisasi yg bergerak di bidang misi, tp memberitakan Injil adalah sbg respon kita setelah menerima anugerah keselamatan dan untuk memenuhi apa yg Tuhan Yesus sampaikan melalui yang kita kenal dgn Amanat Agung, kalau kita telah diselamatkan melalui pemberitaan Injil, maka org lainpun jg perlu menerima keselamatan itu, harus ada org-org yg memberitakan Injil spya bnyk org tahu bahwa keselamatan sejati hanya ada di dalam nama Tuhan Yesus, tidak melalui nama yg lain.

Kesedihan paling tragis adalah saat org-org yg kita kenal ternyata mereka tidak selamat dan masuk dlm kematian yg kekal. Terpisah di dunia itu memang menyedihkan, tapi ini hanya utk sementara saja, suatu saat masih bisa berkumpul bersama asalkan semuanya menerima keselamatan di dlm nama Tuhan Yesus. Jadi jgn sampai keluarga kita, teman kita, kerabat kita, dan siapapun yg kita kenal, mereka nantinya berakhir dlm kematian yang kekal, terpisah utk selama-lamanya. Karena itu kita hrs giat memberitakan Injil, apakah dg cara yg sederhana maupun melalui program misi yg terencana matang, selama masih ada waktu kita hidup, sebelum Tuhan Yesus dtg kembali kedua kali, tentu ini dilakukan harus dgn penyertaan Tuhan dan kuasa Roh Kudus, bukan mengandalkan kekuatan manusia kita. Kalaupun kita ditolak memberitakan Injil, yg terpenting adalah kita sdh memberitakannya dan apapun hasilnya, Tuhan yg bekerja lebih lanjut untuk membuat org yg mendengar Injil menjd percaya dan mau dimuridkan.

Jangan hanya menikmati sndri keselamatan yg Tuhan sediakan, bagikan itu jg pada mrka yg membutuhkannya, beritakan Injil dan juga lakukan pemuridan sesudahnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Penginjilan dan Pemuridan

Kalau Tuhan Mau

DI 06042022

Markus 1:40-41
Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.”
Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir.”

Org yg sakit kusta ini tahu persis bhw Yesus sanggup utk menyembuhkan penyakit kusta yg dideritanya, dan dia sadar bhw itu semua bs terjadi kalau Yesus mau melakukannya.

Ternyata tdk cukup hanya beriman & percaya saja, tapi butuh penundukan diri seutuhnya terhadap Tuhan, jika Tuhan tdk berkehendak maka Dia tdk akan lakukan apapun terhadap seseorg atau untuk seluruh dunia sekalipun. Jd mujizat terjd bukan hanya krna ada iman, tp krna Tuhan berkehendak untuk melakukan mujizat-Nya. Itulah sebabnya berdoa itu tdk boleh memaksa Tuhan utk mengabulkan apa yg jd keinginan kita, tunduk pada otoritas dan kedaulatan yg Tuhan miliki. Lalu bgmna dgn pengajaran ‘pray until something happened?’ Perlu lihat konteksnya dulu, apa kasusnya, ini spya kita jg dididik utk tekun berdoa, jangan berhenti berdoa dan percaya. Yang perlu kita tahu adalah sebatas mana dia kita itu masih perlu kita naikkan pd Tuhan. Tentu ini hanya berkaitan dgn doa yg isinya permohonan pd Tuhan supaya Dia memberi atau melakukan sesuatu utk kita. Berdoa hrs dgn kerendahan hati, sadar siapa kita ini dibandingkan dengan Tuhan, ini akan membuat kita tdk memaksa utk Tuhan mengabulkan permintaan kita dan jg nantinya tidak menjd kecewa jika ternyata permintaan kita ditolak oleh Tuhan.

Apa yg membuat Tuhan ‘mau’ utk melakukan apa yg kita minta? Dari ayat yg kita baca, dpt kita lihat bhw itu terjadi krna Yesus berbelas kasihan terhadap org yg sakit kusta ini. Doa yang bs ‘menggerakkan’ Tuhan utk bertindak, inilah doa yg dilandasi oleh hati yg murni dan tunduk sepenuhnya pd Tuhan. Si org kusta ini berdoa ‘to the point’, tdk basa basi, langsung meminta apa yg dia inginkan. Keinginan yang sesuai dgn keinginan Tuhan, sejalan dan tdk bertentangan, kemungkinan besar utk akan bs kita terima jawaban-Nya sesuai dgn apa yg kita harapkan. Keinginan si orang kusta ini utk bs sembuh ternyata selaras dgn apa yang Tuhan inginkan jg. Jadi ‘pray until something happened’ dilakukan utk sesuatu yg selaras dgn kehendak Tuhan, tdk mgkin PUSH untuk minta Tuhan kita menang judi, berbuat dosa, dsbnya. Hrs tahu batasannya, contohlah spt Daud yg berhenti puasa minta belas krasihan Tuhan utk anaknya yg sakit disembuhkan, tp bgtu anaknya sdh meninggal, dia stop puasa dan menerima keputusan Tuhan dgn lapang dada, puasa boleh-boleh saja, tp tdk pantas bagi kita utk memaksa Tuhan dgn puasa yg kita lakukan.

Jgn ragu akan kuasa Tuhan, tp sadari bahwa keputusan ada di tangan Tuhan sepenuhnya, bersyukurlah jika permintaan kita dikabulkan tapi jg terima dgn kerendahan hati kalau apa yg jd permintaan kita di tolak oleh Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Kalau Tuhan Mau