Bahaya Menghakimi Diri Sendiri

DI 15072021

Matius 27:5
Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.

Yudas Iskariot, salah seorg dr murid Yesus yg kemudian mengkhianati Dia dan kemudian mengakhiri hidupnya dg menggantung diri, mungkinkah akan memiliki kisah yg berbeda seandainya dia tdk terlalu cepat menghakimi dirinya sndri?

Utk ini kita coba menggunakan logika tp berdasarkan fakta-fakta yg ada dlm Alkitab: pertama, seandainya Yudas Iskariot bs mengingat apa yg Yesus pernah katakan bhw Dia memang akan mati dan bangkit pd hari yg ketiga (Matius 20:17-19), dan tdk langsung bunuh diri, mgkin ceritanya akan mirip dg kisah saat Yesus mengampuni apa yg Petrus lakukan yaitu menyangkal Yesus. Penyesalannya membuatnya tdk bs mengingat apa yg Yesus pernah katakan ttg kematian dan kebangkitan yg nanti Dia alami. Kita bs belajar dr kisah ini bhw kita bs berbuat dosa yg sangat besar, tp jgn menghakimi diri sndri terlalu cepat dan sadis, kita perlu dtg pd Tuhan, mengakui dosa dan minta pengampunan dr Tuhan, ingat apa yg pernah kita baca dan dengar ttg firman Tuhan, jgn kita melupakannya begitu saja.

Kedua, tdk ada para murid Yesus yg lain di sekitar Yudas, bs dimaklumi ini terjd krna mrka ketakutan sesaat Yesus ditangkap (Matius 26:56). Petrus scra diam-diam mengikuti Yesus dr jauh dan kita tahu jg Yohanes menyaksikan proses penyaliban Yesus. Seandainya Yudas yg menyesal itu dtg menemui para murid yg lain, mgkin kisahnya jg akan berbeda. Yg mgkin terjd adalah para murid yg lain akan memarahinya atau mgkin ‘menghakiminya’ tp tdk sampai membunuhnya. Ini sekedar logika saja. Saat kita jatuh dlm dosa, apalg jenis dosa yg ‘besar’, keberadaan org-org percaya dlm komunitas kita sangatlah penting. Pasti ada yg positif dan negatif reaksinya terhadap kita, tp setdknya kita ada dlm pantauan mrka, kita bs terhindar utk melakukan dosa yg jauh lebih besar lg, dan tentunya kita ingin kembali diterima dlm komunitas awal kita.

Menghakimi diri sndri scra berlebihan tentu jgn kita lakukan, apalg sampai ingin mengakhiri hidup kita, dtg pd Tuhan dan jgn menjauh dr komunitas rohani, masih ada kasih Tuhan dan org-org Kristen yg memiliki kasih Kristus dlm hidup mrka.

Posted in Renungan | Comments Off on Bahaya Menghakimi Diri Sendiri

Kuatkan Diri Kita

DI 14072021

Ibrani 12:12
Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah;

Ada saat di mana kekuatan kita habis dan kita menjd org yg tdk berdaya, dan ini yg sedang terjadi hari-hari ini pada org-org di sekitar kita yg terkena dampak dr pandemi yg kita tdk tahu kpn semua ini akan berakhir.

Tangan yg lemah dan lutut yg goyah, ini gambaran ttg keadaan seseorg yang telah ‘bergumul’ dg sekuat tenaga tapi ‘lawan’ yg dihadapinya blm terkalahkan. Kekalahan sdh di depan mata, sesaat lg kekuatan kita akan habis dan mau tdk mau kita hrs pasrah terhadap apa yg nantinya akan menimpa kita. Ada org yg mengalami ambruknya ekonomi rumah tangganya, ada org yg hampir kehilangan rasa percaya diri, dsbnya. Spt tdk ada titik terang, jalan buntu dan semuanya akan ‘gelap’, namun ayat ini mengingatkan kita utk menguatkan diri kita dg sisa kekuatan yg masih kita miliki. Rasa kuatir dan takut masih lebih dominan, namun kemenangan itu diawali dg berani melawan ketakutan dan kekuatiran yg ada. Kitalah yg hrs memegang kendali penuh atas hidup kita, bkn situasi maupun perkataan org lain.

Mengapa kita hrs menguatkan diri? Ini krna masih ada 1 faktor penentu yg bisa mengubah hidup kita bahkan kita bs menang melawan situasi yg begitu sangat menakutkan, yaitu faktor kuasa Tuhan yg tdk ada seorangpun atau hal apapun yg sanggup menahan kuasa Tuhan bekerja atas hidup org percaya. Tp kuasa Tuhan butuh ‘magnet’ utk bs menariknya mendekat pd kita yaitu iman dan percaya yg teguh pd Tuhan. Iman berdiri di atas dasar firman Tuhan dan percaya yg teguh berdiri di atas keberanian kita utk menaklukkan rasa takut dan kuatir yg masuk dlm hidup kita. Selama kita dikuasai ketakutan dan jg kekuatiran, iman kita akan mulai melemah dan menguras kekuatan roh kita, bila ini terjd maka ujungnya adalah keputus asaan dan ketdk berdayaan, kita menjd semakin lemah dan hidup dg tanpa gairah.

Kita yg mgkin sdg lemah hari-hari ini, ayo dg sisa kekuatan yg masih kita miliki, kuatkan diri kita, berdirilah dg berani utk menghadapi situasi yg ada dan yakinlah bersama Tuhan kita akan lakukan perkara yg besar.

Posted in Renungan | Comments Off on Kuatkan Diri Kita

Malang dan Sengsara

DI 13072021

Yesaya 30:20 KJV
And though the Lord give you the bread of adversity, and the water of affliction, yet shall not thy teachers be removed into a corner any more, but thine eyes shall see thy teachers:

Dan meskipun TUHAN memberimu roti kemalangan dan air penderitaan, namun pengajar-pengajarmu tidak dipindahkan ke dalam sebuah sudut lagi, tapi matamu akan melihat pengajarmu.

Dari ayat ini kita belajar ttg 2 hal bahwa bkn hanya Tuhan memberikan sesuatu dg berlimpah, tp Dia jg memberikan kita kemalangan dan penderitaan sbg suatu pembelajaran bagi kita.

Pertama, kemalangan dan penderitaan itu spt roti dan air minum yg hrs kita konsumsi, jika tidak maka kita akan ‘mati’ krna ‘tdk makan dan tdk minum’, dan itu ternyata pemberian Tuhan. Jadi inilah yg sering tdk diajarkan pd org Kristen shga ketika kemalangan dan jg penderitaan itu tiba-tiba dtg, bnyk org yg tdk siap menghadapinya. Tentu ada alasan mengapa Tuhan memberikan itu pd kita, apakah itu sbg hukuman Tuhan atas dosa yg diperbuat, ataukah sbg sebuah ujian bagi kita, ada yg ingin Tuhan buktikan dr diri kita. Tuhan itu baik, bkn berarti kita dimanjakan dg hal yg baik saja, spt orgtua mendidik anak, kadang ada hajaran, pukulan, tamparan dan yg lainnya, sesuatu yg tdk ingin kita terima dr orgtua kita, spt itu jg kita diberikan Tuhan roti kemalangan dan air minum penderitaan.

Kedua, kemalangan dan penderitaan itu jg adalah materi pembelajaran yg Tuhan ingin kita ada di dlmnya. Tuhan ingin kita menderita? Ya, itu benar, dan Dia lakukan itu demi sebuah tujuan yg mendatangkan kebaikan, kemuliaan dan jg utk mendewasakan kerohanian kita. Dlm keadaan diberkati berlimpah, kita sering lengah bahkan terseret utk berbuat bnyk dosa, lebih mencintai uang drpd mengasihi Tuhan. Tentu ini berlaku kasus per kasus, tp utk tahu apakah benar kita lebih mengasihi Dia drpd yg lain, maka kita Tuhan izinkan utk mengalami kemalangan dan juga penderitaan. Ujian itu ada waktunya, kapan mulai dan kapan selesainya, Tuhan yg tentukan waktu utk itu. Kita hrs ‘pandai’ dlm kerohanian spya tdk terlalu lama mengalami ujian itu dan kita bs mengerjakan ‘soal ujian’ itu dg jwban yg Tuhan inginkan, shga kita tdk terlalu lama mengalami kemalangan dan penderitaan itu.

Kualitas karakter dan rohani kita akan terlihat jelas saat mengalami hal-hal yg buruk dlm hidup kita, biarlah saat kita mengalaminya, kita tdk menambahkan dosa lain shga keadaan kita justru akan semakin terpuruk.

Posted in Renungan | Comments Off on Malang dan Sengsara

Tuhan Juga Mengambil

DI 12072021

Kejadian 22:2
Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”

Mengenal Tuhan itu tdk bs hanya dari 1 sisi saja, tapi ada sisi lain dr Tuhan yg mgkin saja tdk kita harapkan Dia akan perbuat kepada kita. Dari ayat yg kita baca, akan ada 1 sisi dr Tuhan yg hrs kita terima dan pahami.

Tuhan itu Pemberi, Sumber Berkat dan jg Sumber Kehidupan, Dia Pemberi dan jg berarti Dia berhak mengambilnya kembali jika Dia mau. Dia itu Sumber Berkat dan jg berarti Dia berkuasa utk mengubah berkat menjd kutuk (Maleakhi 2:2), Dia Sumber Kehidupan berarti Dia jg berhak utk mengambil kehidupan dr setiap manusia. Abraham diberikan anak oleh Tuhan melalui Sara yg mandul, tp kemudian bbrpa tahun kemudian Tuhan meminta Ishak utk dijadikan korban bakaran, artinya Ishak akan mati dan scra manusiawi mgkin kita berpikir: kalau Tuhan nanti suatu saat mengambil, kenapa dulu Dia berikan? Bukankah lebih baik tdk ada drpd ada tp kemudian itu diambil-Nya dr kita? Kalau kita blm tahu akhir dari kisah ini, apa pikiran kita ttg perintah Tuhan pd Abraham utk menjadikan Ishak sbg korban bakaran?

Ayub ketika mengalami ujian dr Tuhan pd awalnya dia bs menerima semua yg telah terjd: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” (Ayub 1:21). Bisakah kita berkata spt Ayub saat semua yg kita punya bahkan semua yg terbaik itu diambil oleh Tuhan? Kematian org yg dikasihi bagi sebagian org spt sebuah luka yg Tuhan goreskan dlm hati mrka. Di sinilah kita hrs mengerti bhw semua yg kita punya, bukan saja kekayaan dan harta benda, tp semua org yg ada dlm hidup kita, itu milik-Nya Tuhan. Apakah salah Tuhan mengambil apa yg adalah milik-Nya? Kenapa hati kita tdk rela utk melepasnya? Ini krna rasa memiliki kita yg terlalu besar dan terlalu dlm shga membuat kita lupa bhw semua adalah milik Tuhan, suatu saat jika Dia ingin mengambilnya maka kita tdk berhak utk marah dan kecewa.

Kalau hari-hari ini ada yg Tuhan ambil dr hidup kita, apakah itu karier, harta, atau org yg kita kasihi, jgn kita kecewa lalu marah pd Tuhan, tetapi bersyukur krna kita pernah menikmati yg terbaik dari milik Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Juga Mengambil

Krisis Iman

DI 10072021

Yohanes 11:14-15
Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: “Lazarus sudah mati;
tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya.”

Mgkin sebagian dr kita pernah berpikir spt ini: kalau Tuhan itu memang penuh kuasa, knpa Dia membiarkan pandemi Covid-19 ini terjd? Knpa tdk Dia berikan penangkalnya khusus bagi org Kristen?

Knpa Tuhan biarkan? Biasanya karena ada tujuan yg ingin Dia perlihatkan pd kita di wkt yg Dia tentukan sndri. Dari kisah kematian Lazarus, kita tahu bhw ketika Lazarus masih sakit, Yesus sdh diberitahu dan Dia membiarkan sakit itu akhirnya berujung pd kematian. Kita bs memahami betapa ada kekecewaan yg timbul dlm diri Marta, Maria dan jg Lazarus, knpa setidaknya Yesus datang dan mendoakan Lazarus yg sakit, tapi justru tdk dtg hingga akhirnya Lazarus meninggal. Pd akhirnya kita tahu bhw alasan mengapa Lazarus dibiarkan meninggal baru kemudian dibangkitkan adalah Yesus akan dimuliakan melalui peristiwa itu dan menunjukkan pd mrka yg masih ragu agar menjd percaya. Jd melalui pandemi ini, apa sbnarnya yg menjd alasan Tuhan membiarkan hal ini terjd?

Tuhan bs ‘menggunakan’ sesuatu yang negatif, buruk bahkan jahat, untuk Dia gunakan sbg ‘bahan’ utk menyatakan kemuliaan-Nya. Sudah ± 1,5 tahun kita sndri melihat dampak dr pandemi ini, kematian, krisis ekonomi, dsbnya, ini jg menimbulkan krisis Iman bagi bbrpa org yg mengalami dampak dr pandemi ini. Sampai brp lama lagi baru Tuhan akan menyatakan kemuliaan-Nya? Sdh cukup lama kita menantikan hal itu dan sebagian org mulai kehilangan iman yg teguh pd Tuhan. Goncangan hidup yg dialami sdh sangat besar, apakah ada gunanya tetap berdoa dan beribadah? Kita hrs yakin bhw Tuhan memantau dr surga apa yg sdg terjd hari-hari ini, jika sptnya Dia diam, tp sbnarnya Dia juga sdg ‘bekerja’, kita tdk bs melihatnya, tp satu saat nanti kita akan melihat dan memahaminya.

Tetap pelihara iman kita hingga tiba waktunya bagi Tuhan utk menunjukkan kemuliaan-Nya, goncangan memang besar, tp org yg hidupnya berakar kuat dlm Tuhan akan tetap bs bertahan.

Posted in Renungan | Comments Off on Krisis Iman

Tetap Jalani Kehidupan

DI 09072021

Matius 8:22
Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.”

Perkataan Yesus ini sulit utk kita coba utk memahaminya, bgmna mgkin org mati ‘bisa’ mengubur org mati jg? Pasti ada satu pesan yg ingin Dia sampaikan pd org yg mendengarnya.

Sebatas yg bs saya pahami ialah bhw kehidupan setelah kematian itu adalah ‘jatah’ bagi org yg sdh mati, yg masih hidup tdk bs berbuat apa-apa lagi utk dunia org mati, 100% benar-benar itu kedaulatan Tuhan saja. Dunia org hidup tdk terhubung dg dunia org mati, inilah yg menjd dasar bagi org Kristen utk tdk melakukan pemanggilan arwah, tdk berdoa utk org mati, dan bbrpa aturan lain lg diperintahkan Tuhan berkaitan dg org yg masih hidup dan org yg sdh mati. Jd ketika Yesus mengatakan hal ini pd seseorg yg berniat mengikut Dia namun ingin menguburkan dahulu ayahnya yg meninggal, Dia ingin org ini sadar bhw setelah tdk perlu utk terus larut dlm kedukaan, hidup hrs dijalani, dan yg sdh meninggal sdh punya dunia yg berbeda dg org yg masih hidup di dunia ini.

Ada waktunya utk berduka krna ada org terdekat kita yg meninggal, namun kita hrs ingat bhw dunianya sdh berbeda, keduanya tdk terhubung dan kita harus terus menjalani hidup ini dg semangat dan kuat hingga akhirnya suatu saat nanti kita akan tiba pd giliran bertemu dg Tuhan dlm kekekalan. Utk sebagian org bs dg normal keluar dr emosi duka dan kembali menjalani aktivitas normal spt yg telah dijalani sblumnya, tp ada jg yg butuh wkt lebih lama utk kembali pd aktivitas kehidupan normal, kembali bersemangat, tp tetap mengenang mrka yg telah tiada, bs menerima hal itu sbg bagian dr kehidupan yg pasti dialami oleh semua org. Org mati pny dunianya sndri, kita yg masih hidup hrs tetap hidup dan menjalaninya dg penuh tanggung jwb krna setiap dr kita akan mempertanggung jwbkan hidup kita nanti saat kembali pd Tuhan.

Kedukaan itu realita kehidupan, jalani tp jgn larut trs dlm kedukaan yg malah bs menghambat hidup kita utk tetap bersemangat dan menjd berkat bagi bnyk org.

Posted in Renungan | Comments Off on Tetap Jalani Kehidupan

Bahaya Ketakutan

DI 08072021

1 Samuel 17:11, 37
Ketika Saul dan segenap orang Israel mendengar perkataan orang Filistin itu, maka cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan.
Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.”

Hari-hari ini kita pasti merasakan bhw ketakutan itu sangat intens dan makin terasa mencekam sehubungan dg apa yg sdg terjadi di depan mata kita yaitu pandemi Covid-19 dg varian barunya.

Bbrpa dari kita mgkin anggota keluarga atau org yg kita kenal ada yg terkena, dulu kita hanya dengar org-org yg tdk kenal yg meninggal, namun skrg org yg kita kenal dekat ada jg yg meninggal krna pandemi ini. Takut? Pasti ada rasa takut, blm lg bgtu bnyk informasi yg kita terima, apakah info yg benar atau yg hoax, tdk nonton TV, info masuk di grup medsos kita, tdk buka medsos, org-org di sekitar kita ada saja yg bcra atau diskusi ttg pandemi ini. Rasanya tdk ada tempat lg yg bebas dari topik pandemi ini dan sdkit bnyk membuat kita merasa ketakutan. Apa yg hrs kita sikapi dr keadaan ini? Spt Daud saat akan melawan Goliat, dia tdk mengakui realita yg ada namun jg tdk menjadikan realita itu sbg sesuatu yg membuat dia turut menjd takut, tp dia menguatkan hatinya dg kepercayaannya pd Tuhan, dan akhirnya dia bs mengalahkan Goliat.

Dulu kita berpikir bhw ibadah itu cuma dilakukan di gereja sbg tempat ibadah, namun sejak pandemi ini aktivitas di gereja dialihkan melalui medsos, lalu apakah kita tdk lg beribadah krna alasan adanya pandemi? Ibadah jgn kita pandang sbg sesuatu aktivitas yg hanya dilakukan di satu tempat saja yaitu di gereja, tp skrg ini gunakan wkt pribadi kita dg Tuhan sbg ibadah kita pd Tuhan. Dlm Keluaran 23:35 kita dpti bhw Tuhan menjauhkan penyakit dari tengah-tengah org-org yg beribadah pd Tuhan. Ketakutan hrs dilawan dg iman kepada Tuhan yg teguh, bukan berarti kita mengabaikan protokol kesehatan, tp ini utk memproteksi kita dr efek rasa takut yg bs berpengaruh pd tubuh kita, imunitas tubuh hrs tetap terjaga baik, ini bs dipengaruhi kalau kita berhasil mengatasi rasa takut, stress, depresi, dsbnya, yg semuanya itu bs membuat imun kita turun dan akibatnya kita mudah mengalami sakit.

Proteksi tubuh kita dg tetap melakukan protokoler kesehatan, dan jg proteksi jiwa dan roh kita dg tetap beribadah, berdoa dan membangun hubungan yg intim dg Tuhan setiap hari, bijak dlm mengakses medsos dan jgn lupa utk memperkatakan firman Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Bahaya Ketakutan

Perbuatan Yang Memuji

DI 07072021

Amsal 31:31
Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya, biarlah perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang!

Pintu gerbang di zaman itu menjd satu tempat yg strategis dan penting, bukan hanya sebagai jalur keluar masuk, tapi jg bbrpa kasus hukum diselesaikan di dekat pintu gerbang.

Dari ayat yg kita baca, perbuatan yg kita lakukan itu ‘memuji’ diri kita, tentu saja pujian adalah sesuatu yg isinya baik, bukan sindiran atau cemoohan. Memuji di pintu gerbang berarti org bnyk akan tahu apa yg kita lakukan dan bgmna dampaknya terhadap org lain. Perbuatan kita itu menjd sebuah ‘saksi’ bgmna moral, etika dan kualitas yg kita miliki, shga ini bs menepis rumor atau fitnahan yg diarahkan kepada kita. Di zaman ini kita kenal istilah ‘jejak digital’ yaitu catatan ttg apa yg pernah kita lakukan, riwayat hidup kita, shga jika suatu saat kita berkata bohong, maka dari jejak digital itu org lain akan bisa membuktikan kebohongan kita. Apa yg pernah kita posting akan meninggalkan ‘jejak’ yg bs ditelusuri jika diperlukan. Krna itulah kita hrs benar-benar teliti dg apa yg kita lakukan dan podtingkan, itu menjd sebuah jejak digital.

Pujian diberikan sbg sebuah apresiasi atas pencapaian seseorg, apakah itu sebuah prestasi, kebaikan, dsbnya. Tdk selalu yg kita lakukan itu akan dipuji org lain, tp pastinya jika yg kita lakukan itu sesuatu yg baik dan berguna bagi bnyk org, suatu saat org pasti akan mengetahuinya. Tdk mendpt pujianpun, kita hrs terbiasa utk melakukan apa yg terbaik yg bs kita lakukan, Tuhan pasti mencatat semuanya dan Dia memberi ‘reward’ atau upah dr apa yg kita telah perbuat, baik atau yg tdk baik, dan Dia akan membela org-org benar. Kita ingat kisah Mordekhai, di kitab Ester, jasa yg dia lakukan pd raja baru mendptkan balasannya justru bukan saat peristiwa itu baru terjd, namun di saat org Yahudi terancam utk dimusnahkan, Tuhan yg membuat raja menemukan jasanya di dlm catatan sejarah dan pd akhirnya kita tahu bhw apa yg Mordekhai telah lakukan itu ‘memuji’ dirinya di pintu gerbang, artinya akhirnya dia mendpt kemuliaan dr jasa yg telah dilakukannya.

Sudahkah kita mengalaminya? Tdk sia-sia utk trs berbuat baik, itu mgkin tdk mendpt pujian dr org lain tp itu akan menjd ‘saksi’ ttg bgmna karakter dan kualitas diri kita yg sebenarnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Perbuatan Yang Memuji

Tidak Bisa Memahaminya

DI 06072021

Pengkhotbah 11:5 KJV
As thou knowest not what is the way of the spirit, nor how the bones do grow in the womb of her that is with child: even so thou knowest not the works of God who maketh all.

Sebagaimana kita tidak tahu apa itu jalannya roh, juga bagaimana tulang-tulang itu bertumbuh dalam rahim wanita yang sedang mengandung, demikian juga kita tidak tahu pekerjaan-pekerjaan Tuhan yang menjadikan semuanya.

Tentu kita hrs paham bhw zaman itu belum ada teknologi kedokteran yg canggih utk bs melihat perkembangan bayi dlm rahim ibunya, jd kita perlu utk mengambil pesan yg mau disampaikan oleh penulis ayat ini.

Roh tdk terlihat, demikian jg apa yg terjd dlm tulang seorg bayi yg ada dlm rahim ibunya, ini menggambarkan ttg kita tdk melihat sbnarnya Tuhan sdg bekerja dan malah kita beranggapan bhw Tuhan itu diam dan tdk berbuat apa-apa saat kita membutuhkan Dia. Inilah yg sering melumpuhkan iman kita, pikiran kita sndri yg salah ttg Tuhan dan apa yg Dia sedang kerjakan. Kita inginnya langsung mujizat terjd di dpn mata kita setelah selesai berdoa. Tuhan punya cara dan waktu-Nya utk Dia menolong kita, tdk perlu kita utk ‘mengajari’ Tuhan, dan kita hrs ingat bhw kedaulatan ada di tangan Tuhan sepenuhnya. Kita yg hrs mengurusi pikiran kita sndri yg justru seringkali membuat kita gelisah hingga takut yg berlebihan.

Mujizat Tuhan kadang tdk bs dijelaskan dg ilmu pengetahuan manusia, tapi ada jg yg bs dipelajari prosesnya, tp bgmna itu terjd tanpa campur tangan manusia, inilah yg tetap menjd ‘rahasia’ Tuhan. Mencoba utk memahaminya hanya akan membuat kita mengalami bnyk kesulitan dan pd akhirnya kita hanya bs kagum dg semua yg Tuhan kerjakan. Dlm hal ini kita hanya bs menerima hal itu sbg bagian dr krmahakuasaan Tuhan dan kalau kita bs mengalami dan melihatnya sndri, itu kesempatan yg sangat ‘mahal’ dan sangat berharga. Tuhan bukanlah manusia, sulit utk bisa dipahami dan dimengerti, sdgkan ttg hidup manusia saja, tetap masih saja ada hal-hal yg dianggap sbg misteri yg blm terpecahkan. Bnyk pengetahuan yg perlu diuji dan blm bs menjd teori yg ‘pasti’. Betapa Tuhan kita sangat luar biasa dan dahsyat!

Dekatkan diri kita pd Tuhan, suatu saat kita perlu kuasa-Nya bekerja atas kita, kuasa yg sanggup menerobos dan membatalkan kemustahilan yg ada.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Bisa Memahaminya

Tidak Melewatkan Kesempatan

DI 05072021

Lukas 10:39
Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,

Seandainya ada figur seseorg yg kita sukai berkesempatan utk mampir atau bahkan bermalam di rumah kita, apa yg akan kita lakukan? Pastinya kita akan lebih bnyk menghabiskan waktu dan memanfaatkan moment ini sebaik mgkin krna tentunya blm tentu ada lagi kesempatan spt itu.

Yesus dan para murid saat itu mampir ke rumah Marta dan Maria, Marta sibuk dg urusan dapur sementara Maria ada di samping kaki Yesus, duduk diam dan mendengarkan apa yg Yesus katakan. Apa yg Yesus katakan saat itu? Tidak diketahui materi apa yg Yesus dan para murid bicarakan wkt itu. Logika kita bs membayangkan, mgkin saja ada bnyk org yg berkerumun di dpn rumah itu, setelah mrka tahu bhw Yesus ada di sana dan kemudian Yesus mengajar ttg sesuatu, atau mgkin hanya sekedar berbincang dg para murid-Nya, hampir tdk mgkin Yesus hanya bcra berdua dg Maria, krna budaya saat itu tentu sdh mengatur ttg moral dan etika, jd kita jg hrs paham budaya wkt itu spya jgn kita salah mengambil kesimpulan dr apa yg kita baca ttg kisah ini.

Berada di dekat Yesus dan mendengar dg jelas apa yg Yesus katakan tentu hal yg sulit dialami, tp krna sbg tuan rumah maka Maria pny kesempatan utk itu dan dia tdk menyia-yiakannya, sampai dia tdk lagi memperhatikan Marta yg sdg sangat sibuk menyiapkan apa yg nanti akan diberikan pd Yesus dan para murid. Lupa waktu, ini yg terjd saat ada org yg kita kagumi sdg bersama kita, acara lain bs digeser bahkan ditunda, pokoknya kesempatan itu jgn terlewati bgtu saja tanpa ada sesuatu yg spesial dan membahagiakan kita. Hasilnya kita lihat saat peristiwa kematian Lazarus yg kita tahu bhw hati Yesus tersentuh ketika mendengar jawaban Maria, tapi hanya menganggap biasa perkataan Marta walaupun isi perkataan mrka itu pny materi yg sama.

Gunakan kesempatan yg Tuhan berikan pd kita dlm hal apapun, apakah dlm hal bisnis kita, plynan kita, pekerjaan kita, dsbnya, jgn biarkan berlalu bgtu saja dan pd akhirnya kita nanti menyesal dan semuanya sdh terlambat. Wkt tdk bs kita ulang kembali.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Melewatkan Kesempatan