Apa Yang Kita Sukai

DI 03072021

Amsal 21:17 KJV
He that loveth pleasure shall be a poor man: he that loveth wine and oil shall not be rich.

Dia yang mencintai kesenangan akan menjadi seorang yang miskin, orang yang mencintai anggur dan minyak tidak akan menjadi kaya

Dari ayat ini ada kesimpulan yg bs kita tarik yaitu apa yg kita cintai atau sukai ternyata bs membuat kita menjd kaya atau miskin, bgmna kita bs memahami kesimpulan ini?

Sesuatu yg kita cintai atau sukai pasti akan sangat menarik perhatian kita, spt seorg yg sangat mencintai bermain games, biasanya bs menghabiskan wkt berjam-jam hingga lupa waktu dan tdk melakukan aktivitas lainnya, merasa lapar tp malas utk istirahat lalu makan. Sesuatu yg kita sukai itu mengikat kita dlm bnyk hal, bs berupa kecanduan, rutinitas bahkan tujuan hidupnya hanya utk melakukan yg dia sukai itu. Tentu kita tdk boleh mengikat diri dg sesuatu yg bs menghambat dan merusak masa depan kita nantinya. Hal yg positif jika seseorg terikat dg disiplin yg baik, atau terikat dg komitmen yg dibuat sejak awal, tentu ini bs membw dampak baik dan positif utk masa dpn. Yg kita sukai pasti jg akan berefek pd pengeluaran keuangan kita, bs menghabiskan bnyk uang demi tetap melakukan apa yg kita sukai.

3 hal yg disebut dlm ayat ini yaitu kesenangan, anggur dan minyak, tentu hrs kita pahami menurut budaya pada zaman itu. Menyukai kesenangan tentu ini dilakukan oleh org-org kaya, tentu tdk salah utk menikmati hasil kerja kita namun bila lebih bnyk wkt utk berpesta pora dg menghabiskan bnyk uang, ini bs membuat org menjd miskin. Kita pasti pernah dengar kisah org yg menang lotere dan pd akhirnya kembali menjd miskin. Anggur bs membuat org menjd mabuk dan hilang kendali diri, tdk bekerja krna selalu mabuk dan tdk peduli dg apapun dan siapapun yg ada di sekitarnya. Menyukai minyak yg dlm bhsa aslinya adalah shemen yg berarti lemak, minyak zaitun, dan kekayaan, berarti kita ‘menggemukkan’ diri dg sesuatu yg justru membahayakan kita, kelebihan lemak dlm tubuh bs membuat kita menderita obesitas yg justru memicu munculnya penyakit lain spt jantung, kolesterol tinggi, dsbnya, shga pd akhirnya justru kekayaan habis digunakan menyembuhkan semua penyakit itu.

Hati-hati dg apa yg kita sukai, kalau sampai terikat dan kecanduan, dampak positif atau negatifnya bs berpengaruh pd kondisi keuangan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Apa Yang Kita Sukai

Karma vs Tabur Tuai

DI 02072021

Roma 12:21
Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

Secara umum hampir semua org yg ada di dunia ini percaya akan adanya ‘karma’ yaitu sesuatu yg kita perbuat pd org lain akhirnya terjd jg atas diri kita, apakah baik atau buruk, ada ‘karma’nya, hukum sebab-akibat.

Bgmna dlm ke-Kristenan ttg karma ini? Kita mengenal ada hukum tabur-tuai, kita menerima hasil dr apa yg kita telah perbuat, apakah berbuat baik atau tdk baik, tp apakah itu sama dg karma? Pd pandangan secara umum mgkin kedua hal ini terlihat mirip, namun jika kita perhatikan lebih dlm, ada bbrpa hal yg terlihat beda. Karma kalau memakai ukuran perbandingan, maka 1:1, tapi tabur tuai perbandingannya jauh lebih besar, bs 1:2, 1:10 bahkan bs saja 1:50 misalnya. Kesamaannya terletak pd bhw setiap perbuatan ada dampaknya utk diri kita, baik dibalas baik, jahat dibalas jahat, tp selanjutnya akan bisa terlihat perbedaannya dan bs saja dlm ke-Kristenan kita tdk bs terlalu yakin bhw karma itu pasti terjd. Mgkin kita terkejut, tp mari kita lihat ayat yg kita baca di atas.

Kalahkan kejahatan dg kebaikan, jd ada ‘peperangan’ antara kejahatan melawan kebaikan, dan sbg org Kristen kita bisa mengalahkan kejahatan dg melakukan kebaikan terhadap org yg berbuat jahat terhadap kita. Lho, berarti org itu jahat tp justru yg dia terima justru kebaikan? Bukankah ini bertentangan dg apa yg dimaksud dg hukum karma dan juga hukum tabur-tuai? Karma itu jahat ya dibalas jahat, baik dibalas baik, sebab akibat, tp hukum kasih justru berbuat baik terhadap org yg berbuat jahat. Lalu apakah org jahat itu bebas dr kejahatannya? Tentu tdk, krna kita tahu bhw pembalasan adalah hak Tuhan, jd Tuhan pasti membalaskannya, tp Dia jg mencegah kita spya jgn turut menjd jahat dg trs membalasnya dg kebaikan. Jd di titik ini karma tdk sepenuhnya sesuai dg iman Kristen.

Kalau kita berkata: “Syukurin lu, terima deh tuh karma dr perbuatan lu!”, tentu ini bukan perkataan seseorg yg penuh kasih dan beriman pd Kristus, balaslah kejahatan dg kebaikan, jgn justru kita ‘tertular’ menjd org jahat jg yg tdk mau utk berbuat apa yg baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Karma vs Tabur Tuai

Tidak Bisa Sendiri

DI 01072021

Amsal 20:9
Siapakah dapat berkata: “Aku telah membersihkan hatiku, aku tahir dari pada dosaku?”

Masalah dlm hidup manusia sebagian bs diatasi dg teknologi dan juga ilmu pengetahuan yg makin berkembang dg pesat, namun masalah hati yg kotor dan jg dosa, manusia tdk bs mengatasi dg kemampuannya sndri.

Hati yg telah kotor, bgmna cara utk bs menjd bersih kembali? Sejak manusia jatuh dlm dosa maka hati dan pikiran manusia pny kecenderungan utk mulai berbuat dosa trs menerus, bahkan ada yg mulai tdk peduli lg dg pertobatan dan menganggap bhw berbuat dosa itu hal yg biasa, semua org melakukannya jg. Dosa bs timbul krna digerakkan oleh keinginan dr hati yg telah dikotori oleh bnyk hal, misalkan iri hati, amarah yg tdk terkendali, dendam, dsbnya. Kalau sdh masuk ke dlm hati, perlu usaha yg sangat keras utk mengeluarkannya, tp tetap saja itu mustahil tanpa kita dg rendah hati mengakui ketdk berdayaan kita di hadapan Tuhan, kadang kita membiarkan begitu saja dan akibatnya kita terjerumus dan diperhamba oleh dosa.

Kasih manusia sangat terbatas dan tdk lg murni, pdhal kasih inilah yg Tuhan pakai utk membersihkan hati kita dr kotoran-kotoran duniawi yg ada di dlm hati manusia. Kasih itu spt air yg punya daya menghanyutkan kotoran-kotoran yg ada, apa yg hrs dibuang dr hati kita itu perlu ‘dorongan’ dari kasih kita, tapi ini belum cukup, perlu ‘dorongan’ yg lebih kuat yaitu yg berasal dr kasih Tuhan itu sndri. Membersihkan apa yg kotor tdk bs dg sesuatu yg kotor jg, maka penyerahan diri sepenuhnya pd Tuhan menjd awal dr pemurnian hati kita, mintalah Tuhan menyalurkan kasih-Nya pd kita, bangun hubungan yg intim dg Tuhan setiap hari, menjaga hati dan pikiran dr semua hal-hal yg bs mencemarinya dan tentu saja kita hrs tetap mengasihi Tuhan dan sesama lebih lagi.

Jgn tunda utk membersihkan hati kita, makin cepat dibersihkan maka hidup kita akan terasa penuh damai dan jg kebahagiaan, mintalah kasih Tuhan yg murni itu utk memenuhi hati kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Bisa Sendiri

Belajar Dari Masa Lalu

DI 30062021

Kejadian 25:5-6
Abraham memberikan segala harta miliknya kepada Ishak,
tetapi kepada anak-anaknya yang diperolehnya dari gundik-gundiknya ia memberikan pemberian; kemudian ia menyuruh mereka — masih pada waktu ia hidup — meninggalkan Ishak, anaknya, dan pergi ke sebelah timur, ke Tanah Timur.

Mgkin dlm budaya kita zaman skrg, apa yg dilakukan Abraham dg menyuruh pergi anak-anak kandungnya sndri yg berasal dr gundik-gundiknya bs dikategorikan sbg pelanggaran HAM serius, dan dia akan dinilai sbg ayah yg tdk bertanggung jawab.

Namun Abraham ingat akan firman Tuhan yg berkata bhw hanya keturunan dr Ishak saja yg akan disebut keturunan Abraham (Kejadian 21:12), maka anak-anaknya yg lain hrs dipisahkan dr Ishak. Abraham agaknya belajar dr masa lalu berkaitan dg Hagar dan Ismael, dan ini jg diterapkan ketika setelah Sara, isterinya meninggal, Abraham mengambil bbrpa wanita menjd istrinya dan melahirkan anak-anak bagi dia. Ini bukti keseriusan Abraham utk dg setia memelihara perjanjiannya dg Tuhan, namun di sisi lain tentu ada perasaan yg tdk nyaman hrs berpisah dg anak-anak kandungnya sndri. Adalah hak Abraham utk mengambil perempuan utk menjd istrinya, namun dia paham bhw Tuhan pny batasan-batasan yg hrs ditaati tanpa kompromi.

Belajar dr masa lalu, ini hal yg penting, spya apa yg telah terjd di masa lalu jgn sampai terulang kembali yg tentunya bs menimbulkan hal-hal yg tdk diinginkan. Biasanya ada kemiripan dlm kasusnya dan sebenarnya kita bs mendeteksinya lebih awal, namun seringkali kita lengah dan mengabaikan peringatan dr Tuhan dan org-org di sekitar kita. Tuhan bicara lewat bnyk hal dan cara, termasuk saat kita diingatkan akan peristiwa di masa lalu yg mirip dg apa yg sdg terjd skrg ini. Kita pikir itu hanya kebetulan, dan kita akhirnya tdk waspada dan ketika hal itu terulang kembali, kita br menyesalinya dan kadang itu sdh sangat terlambat. Waktu tdk bs diulang, krna itu sadarlah dan berjaga-jaga spya jgn terulang lagi kesalahan yg sama.

Org berhikmat belajar dr masa lalunya dan jg sejarah, ditambah belajar dr apa yg org lain alami, tdk bertindak sembarangan dan lebih berhati-hati agar tdk salah langkah.  

Posted in Renungan | Comments Off on Belajar Dari Masa Lalu

Berpikir Jauh ke Depan

DI 29062021

Kejadian 23:15-16
“Tuanku, dengarkanlah aku: sebidang tanah dengan harga empat ratus syikal perak, apa artinya itu bagi kita? Kuburkan sajalah isterimu yang mati itu.”
Lalu Abraham menerima usul Efron, maka ditimbangnyalah perak untuk Efron, sebanyak yang dimintanya dengan didengar oleh bani Het itu, empat ratus syikal perak, seperti yang berlaku di antara para saudagar.

Mengapa Abraham bersikeras utk tetap memiliki tanah ladang di Makhpela dan akan digunakan utk mengubur Sara, istri yg dicintainya yg baru saja meninggal? Ada alasan jangka panjangnya.

Hubungan Abraham org-org dr bani Het itu sangat baik, shga sewaktu Abraham ingin membeli tanah ladang Makhpela yg ada di wilayah bani Het, mrka berpikir utk memberikannya secara cuma-cuma utk Abraham, namun Abraham menolak niat baik mrka. Ternyata Abraham berpikir jauh ke depan, dia sadar bhw keturunan bani Het bbrpa generasi ke depan mgkin saja berubah pikiran mengenai legalitas ladang itu, bs saja nantinya mrka akan meminta kuburan Sara dipindahkan, maka spya Abraham pny legalitas hak milik atas tanah ladang itu, maka diapun meminta ada transaksi jual beli yg juga disahkan oleh saksi-saksi menurut apa yg berlaku zaman itu. Berpikir jauh ke depan, itu sangat penting.

Sebagian kalangan menganggap apa yg Abraham lakukan sbg sebuah tindakan ‘profetik’ yg bermakna bhw keturunan dr Abraham yaitu bangsa Israel nantinya dg legal bs memiliki tanah Kanaan yg Tuhan janjikan. Apapun itu, kuburan menjd satu hal yg penting dlm budaya zaman itu dan Abraham ingin nantinya tdk ada masalah yg timbul di masa dpn ttg tanah itu. Ini yg bs kita pelajari bhw apa yg tidak legal ataupun tdk ada kepastian secara hukum di hari-hari ini, akan bs menimbulkan masalah di masa depan. Jalan pikiran kita yg salah bs menjerumuskan kita dlm masalah demi masalah yg sebenarnya tdk perlu terjd. Jgn terbiasa malas utk kita berpikir jauh ke depan, krna hari dpn ada dg segala keadaannya sbg hasil dr apa yg kita lakukan hari ini. Jgn biarkan ada ‘celah’ sedikitpun yg bs merusak masa dpn kita.

Legalitas kepemilikan itu penting, bkn utk kita saja tp jg utk keturunan kita beberapa generasi di dpn kita, persiapkan masa depan mulai hari ini, jgn malas berpikir dan ingin mudahnya saja.

Posted in Renungan | Comments Off on Berpikir Jauh ke Depan

Bukan Pemberiannya

DI 28062021

Amsal 15:8 
Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.

Persembahan atau korban persembahan, keduanya merupakan bagian yg diatur di dlm hukum Taurat utk bangsa Israel, tapi dlm pengertian yg lebih dlm, ternyata ada hal yg menjd perhatian Tuhan utk setiap korban yg diberikan pd Tuhan.

Tuhan tdk butuh harta kekayaan kita, uang atau korban hewan hanyalah menjd sebuah ‘lambang’ bagi kita utk belajar selalu memberikan yg terbaik utk Tuhan. Hewan utk persembahan korban tdk boleh ada cacatnya sedikitpun, bila tetap dikorbankan maka itu menjd sebuah hal yg ‘menghina’ Tuhan. Kitapun dlm hidup keseharian diajar utk memberi sesuatu sesuai dg ‘kelas atau level’ seseorg. Jika memberi utk org terhormat atau kaya, tdk bs kita asal memberi tanpa meneliti kualitas barang yg kita beri, ada cacatnya bs dianggap kita tdk menghormati mrka, tp utk kalangan ‘cin chai’ atau org yg bs dikatakan golongan menengah ke bawah, kita beri barang yg tdk mahalpun, mrka dg senang menerimanya meskipun ada sdkit cacat pd barang itu. Tp pd siapapun jg seharusnya kita tetap memberi yg terbaik.

Org fasik seringkali dipersamakan dg org jahat di zaman itu. Persembahan korban utk Tuhan hrs dilihat dlm 2 sisi: tdk boleh ada cacatnya dan si pemberi hrslah bkn org fasik. Beda dg persembahan utk para berhala: yg penting persembahannya, tdk peduli org yg mempersembahkannya itu org benar atau org jahat/fasik, asal ada persembahannya, pasti nanti terima bnyk ‘rezeki’ dr berhala yg disembahnya. Beri yg terbaik utk Tuhan, apakah dlm bentuk persembahan uang, tenaga, pelayanan, dsbnya, hrs disertai dg cara hidup kudus dan berkenan di hadapan Tuhan. Dlm ayat ini org fasik diperbandingkan dg org jujur, maka kita hrs menjd org yg jujur agar apa yg kita persembahkan pd Tuhan itu Dia terima dan menyenangkan hati Tuhan. Sekali lagi, yg Tuhan inginkan adalah cara hidup kita yg berkenan di hadapan-Nya.

Semua dimulai dr cara hidup kita sbg org Kristen, bkn seberapa bnyk harta yg kita miliki, bkn seberapa tinggi derajat sosial kita di masyarakat, tp bgmna penilaian Tuhan terhadap kualitas hidup kita sbg seorg Kristen di tengah dunia ini. 

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Pemberiannya

Tidak Menemukan Hikmat

DI 26062021

Amsal 14:6 KJV
A scorner seeketh wisdom, and findeth it not: but knowledge is easy unto him that understandeth.

Seorang pencemooh mencari hikmat, dan tidak menemukannya, tapi pengetahuan itu mudah bagi orang yang mengerti

Pencemooh itu org yg suka merendahkan dan menghina sesuatu atau seseorg, tdk bs melihat sisi positif seseorg, semua di matanya adalah hina dan rendah, selalu ekspresinya berisi hinaan dan tdk mau utk menghargai org lain.

Seorg pencemooh tdk akan mudah utk bs menemukan hikmat, bahkan dlm ayat ini dikatakan tdk menemukan hikmat. Spt org yg memiliki ‘buta warna’, semua yg dia lihat hanya memiliki ‘satu warna’, shga tdk mampu membedakan jenis-jenis warna. Biasanya utk tahu seseorg itu buta warna atau tdk, salah satu tes yg dijalani adalah bisakah dia menemukan angka di dlm sebuah gambar yg berwarna. Mata yg normal akan bs melihatnya, namun bagi penderita buta warna, dia tdk bisa membedakannya. Spt itulah pencemooh yg tdk bs menemukan ‘warna’ lain dlm hidup seseorg selain kejelekan, kegagalan ataupun kelemahan org lain. Sulit utk bs menemukan hikmat jika seseorg tdk bs merendahkan diri terhadap org lain yg mgkin level hidupnya lebih rendah dr dirinya.

Supaya bs menemukan hikmat, seorg pencemooh hrs mengalami proses Tuhan dlm bentuk direndahkan oleh Tuhan. Kita ingat kisah raja Nebukadnezar yg pd saat itu direndahkan oleh Tuhan krna sengaja menunjukkan kesombongan di hadapan Tuhan dan manusia. Org sombong pasti suka mencemooh org, dan ketika sudah direndahkan oleh Tuhan barulah pikiran dan hatinya terbuka, bhw segala sesuatu yg dia punya itu diberikan oleh Tuhan. Kita jgn sampai mengalami proses spt itu, buang kebiasaan merendahkan dan menghina org lain. Jgn melihat hanya ‘satu warna’ dlm hidup org lain, mgkin dia tdk sekaya kita tp suka memberi dan menolong org miskin sedangkan kita hanya bs mengomentari negatif dan pelit utk menolong org lain.

Dg menghina org lain, kita tdk akan mendpt penghormatan dr org lain, bnyk org yg mgkin hatinya terluka krna kita, buang kebiasaan buruk ini dr hidup kita, krna hidup saling menghormati itu ialah hidup org yg beradab dan terhormat.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Menemukan Hikmat

Kenangan Indah

DI 25062021

Amsal 10:7 KJV
The memory of the just is blessed: but the name of the wicked shall rot.

Kenangan orang benar itu diberkati, tapi nama orang fasik akan membusuk

Kita pasti pny kenangan terhadap bbrpa org yg ada dlm hati kita, org-org yg scra khusus punya hubungan yg istimewa dg kita, apakah mrka masih hidup atau yg sdh meninggal dunia.

Kenangan org benar itu diberkati, ini pny 2 hal yg perlu kita ketahui, pertama, si org benar itu sndri akan diberkati Tuhan krna sdh memberikan bnyk hal baik dan positif yg bs jd inspirasi dan memberkati bnyk org, setiap org pasti menerima upah dari Tuhan sesuai dg perbuatannya. Memang tdk ada org yg sempurna, ada hal baik tp jg dlm bbrpa hal mrka punya kelemahan dan mgkin saja membuat org lain merasa tdk nyaman, namun kenangan baik yg diberikan atau ditinggalkan itu membuat org-org merasa bangga dan terberkati dg kehadirannya. Beda dg kelakuan org fasik yg ketika org mengingatnya justru malah menimbulkan kekesalan dan kebencian, tdk ada hal baik yg bs jd inspirasi atau jg yg bs diteladani.

Kedua, kita yg mengingat dan mengenang mrka itu tentunya merasa senang dan jg bersyukur bs mengenal mrka. Bangga pny orgtua yg bnyk memberi teladan, bangga pny anak yg berbakti, bangga pny teman yg setia dan menolong saat masa sukar, dsbnya. Biasanya stlah org itu meninggal maka kita mengenang mrka dg sangat mendalam, memori atau ingatan yg ada dlm memori otak kita otomatis muncul dan menimbulkan rasa haru, satu sisi kita merasa kehilangan, di sisi lain kita tdk menyesal mengenal mrka, bersyukur bisa mengenal dan menjalani bnyk peristiwa bersama mrka. Tp ttg org fasik, kita tdk merasakan rasa haru, bahkan mgkin ada sebagian org yg ‘senang’ kalau mrka pd akhirnya menerima upah dr kefasikan yg mrka lakukan, jika meninggalpun, tdk begitu menimbulkan kesedihan.

Kenangan apa yg ingin kita berikan dan tinggalkan PD org-org yg ada dlm hidup kita? Berikan dan tinggalkan hal-hal baik dan positif yg tentunya bs sangat menjd berkat dan menginspirasi bagi bnyk org.

Posted in Renungan | Comments Off on Kenangan Indah

Cuma Di Mulut Saja

DI 24062021

Yeremia 42:6; 43:4
Maupun baik ataupun buruk, kami akan mendengarkan suara TUHAN, yang kepada-Nya kami mengutus engkau, supaya keadaan kami baik, oleh karena kami mendengarkan suara TUHAN

Demikianlah Yohanan bin Kareah dan semua perwira tentara serta seluruh rakyat tidak mau mendengarkan suara TUHAN untuk tinggal di tanah Yehuda.

Ketika hendak mengambil satu keputusan yg penting, biasanya kita diingatkan dan dinasehatkan utk bertanya pd Tuhan, dg harapan apa yg menjd jwban Tuhan itu jg ‘sama’ dg apa yg kita pikirkan.

Kalau ternyata sama, mgkin kita akan dg mudah utk segera bertindak, namun jika ternyata jwban Tuhan itu beda dg apa yg kita pikirkan, masihkah kita tetap tunduk dan menjadikan jawaban Tuhan sebagai keputusan kita nantinya? Sebagian org bs dg rendah hati tunduk dan melakukan apa yg menjd jwban Tuhan, tp sebagian org lainnya justru menolak jwban Tuhan dan tetap memilih memutuskan berdasarkan pd apa yg dipikirnya baik. Spt dlm kisah di ayat yg kita baca, awalnya meminta pd Tuhan utk memberi petunjuk dan mau utk taat pd jwban Tuhan, namun setelah tahu jwban Tuhan, justru mrka menolak suara Tuhan dan bertindak menurut apa yg mrka pikir baik. Kalau bgtu utk apa mrka bertanya pd Tuhan jika tdk siap dg apa yg menjd jwban Tuhan?

Inilah kebebalan manusia yg lebih yakin dg jalan pemikirannya sndri drpd apa yg Tuhan katakan, pdhal Tuhan itu Mahatahu dan hikmat-Nya melebihi hikmat manusia tentunya. Seandainya kita ditanya org utk dimintai pertimbangan dan org itu bilang akan menjadikan pertimbangan kita sbg keputusannya, tp justru jwban kita ditolak org itu, kita mgkin merasa dipermainkan, sudah berpikir keras, berusaha memberi sudut pandang yg benar, tp justru tdk dipakai dan diabaikan. Bukankah ada org yg spt itu terhadap Tuhan, kelihatannya rohani dan religius, tapi mengandalkan  kekuatannya sndri, tdk begitu percaya dg apa yg firman Tuhan ajarkan atau mgkin malah meragukan kuasa Tuhan? Jgnlah kita termasuk golongan org spt itu.

Sehebat-hebatnya otak kita, hanya Tuhan yg tahu persis apa yg akan terjd di depan kita, Dia pasti ingin masa depan kita penuh dg kebahagiaan dan sukacita, bkn diisi dg bnyk penyesalan dan air mata. 

Posted in Renungan | Comments Off on Cuma Di Mulut Saja

Sekarang Sudah Berbeda

DI 23062021

Ratapan 1:1
Ah, betapa terpencilnya kota itu, yang dahulu ramai! Laksana seorang jandalah ia, yang dahulu agung di antara bangsa-bangsa. Yang dahulu ratu di antara kota-kota, sekarang menjadi jajahan.

Kita hrs memahami ayat ini dg konteks yg berlaku pd zaman itu, spt ttg gambaran seorg janda, maka kita hrs paham zaman itu seorg wanita tdk bs menceraikan suaminya lalu menjd janda (cerai), tp jika dia menjd janda, maka itu pasti krna sang suami meninggal dunia.

Spt seorg janda, spt kota yg skrg terpencil pdhal dulu sangat ramai, yg dulu dikenal dan dikagumi namun skrg terlupakan, yg dulunya berkuasa skrg justru tdk lagi dihormati, gambaran ini mgkin jg dialami oleh bbrpa org di saat-saat skrg, keadaan spt diputar balik dan bertolak belakang dg bbrpa tahun lalu, apalg sejak pandemi Covid-19 ini mulai muncul. Kita melihat bgmna bbrpa perusahaan besar terpaksa menghentikan operasionalnya krna ada masalah dlm hal pendanaan, bahkan ada bbrpa ritel yg hrs ditutup. Bbrpa org yg mgkin kita kenal mengalami kehilangan pekerjaan dan terpaksa melakukan usaha yg biasanya dilakukan org dlm level ekonomi menengah ke bawah. Ada jg yg putus asa dan mengakhiri hidup dg bunuh diri.

Siapkah kita jika suatu saat hal itu terjd pd diri kita? Tentu saya tdk ingin semua dr kita mengalami hal itu, namun bila tdk dr skrg kita antisipasi, maka mgkin saja hal ini bs kita alami. Dulu kita mudah ini dan itu, skrg sudah mulai jarang bahkan sulit. Dulu org-org mencari kita krna butuh jasa kita, namun skrg kita tdk lg begitu dibutuhkan. Perubahan pasti terjd selama kita hidup di dunia ini, apakah berubah ke arah yg lebih baik atau justru buruk, tetap dekat dg Tuhan. Org lain bs saja tidak lg menghargai kita, bahkan melupakan kita, tp Tuhan tdk meninggalkan kita, Dia ingin kita menang atas keadaan yg ada, di dlm Tuhan selalu tersedia pemulihan asalkan kita tetap setia pd Tuhan. Tuhan pny kuasa utk menyelamatkan kita dr situasi sulit yg kita alami.

Tetaplah kuat menghadapi apa yg akan terjd di depan kita, mgkin keadaan tdk menuju arah yg lebih baik, tp sadarlah bhw ada Tuhan yg menyertai kita, kuasa Tuhan melampaui apapun jg yg ada di dunia ini.

Posted in Renungan | Comments Off on Sekarang Sudah Berbeda