Hari Malang Tuhan Yang Atur

DI 03102020

Pengkhotbah 7:14 KJV
In the day of prosperity be joyful, but in the day of adversity consider: God also hath set the one over against the other, to the end that man should find nothing after him.

  • Di dalam hari-hari yang menyenangkan jadilah penuh sukacita, tapi di dalam hari ketidak beruntungan, berpikirlah hati-hati, Tuhan juga telah mengatur satu di atas terhadap yang lain, pada akhirnya supaya manusia tidak akan menemukan apa-apa sesudahnya.

Tuhan men-setting hari-hari yg penuh keberhasilan dan kebaikan, tp jg Dia mengatur hari-hari yg malang atau tdk beruntung, spt sesuatu yg ditumpuk sehingga kita tdk menemukan suatu kesimpulan mengenai hari-hari yg kita telah lalui.

Kita hrs paham bhw ada hr di mana semuanya terlihat baik dan ada dlm batas kendali kita, dlm keberhasilan bahkan kemakmuran, di saat spt ini kita hrs selalu bersukacita, diniknati penuh hari-hari itu, krna akan ada saatnya hari-hari yg nantinya kita alami adalah hari-hari yg penuh kesulitan, kemalangan, sial dan kita menjd org yg jauh dr keberuntungan. Akan ada kerugian, kehilangan bahkan semua itu di luar batas kendali kita, di hari-hari spt ini, kita hrs berpikir dg hati-hati, walau mgkin kita kehilangan damai sejahtera dan sukacita, jgn sampai keputusan yg kita ambil justru sesuatu yg lebih akan memperburuk situasi yg memang sdh tdk baik.

Mengapa Tuhan mengatur hari-hari malang atau ketdk beruntungan dlm hidup manusia? Dlm ayat ini dikatakan spya manusia tdk menemukan apa-apa sesudahnya, artinya kita hanya akan bisa menyadari semua yg terjd dlm hidup kita ada dlm kedaulatan penuh yg Tuhan miliki, terserah Dia mau menjadikan hari-hari hidup kita spt apa, tak ada kuasa yg sanggup menahan-Nya. Kita alami yg baik, itu karena Tuhan, demikian jg saat mengalami yg tdk baik, kita tahu bhw Tuhan ada dibalik semuanya. Spt dlm hidup Ayub, Tuhan memakai iblis utk menguji Ayub, akibatnya Ayub mengalami hari-hari penuh penderitaan, kehilangan semua yg terbaik bahkan kerabatnyapun menjauhi dan para sahabatnya tdk dlm posisi memberi support, namun malah menyalahkannya.

Bersukacita ataupun berdukacita, tetaplah mengucap syukur krna Tuhan yg tetap pegang kendali di atas semuanya, tdk selalu hari-hari kita baik, jg tdk selalu akan buruk.

Posted in Renungan | Comments Off on Hari Malang Tuhan Yang Atur

Isteri Yang Dari Tuhan

DI 02102020

Amsal 19:14 KJV
House and riches are the inheritance of fathers: and a prudent wife is from the LORD.

  • Rumah dan kekayaan adalah warisan nenek moyang, dan seorang istri bijaksana adalah dari TUHAN.

Apakah kita percaya bhw jodoh itu ada di tangan Tuhan? Lalu mengapa bnyk terjd perceraian krna berbagai macam alasan? Di sinilah kita pahami bhw setiap pasangan yg menikah belum tentu mrka itu memang ‘dijodohkan’ oleh Tuhan.

Pasangan kita tentu bnyk perbedaannya dibandingkan kita, mulai krna beda gender, beda karakter, beda pola pikir, beda latar belakang hidup, dsbnya, namun tentunya jika memang dia itu dari Tuhan, dg perbedaan yg ada bs tercipta hubungan yg harmonis dan saling melengkapi. Ibarat tangan kanan dan kiri, ibarat sepasang sepatu yg keduanya berbeda tp jg memiliki bnyk kesamaannya. Yg pasti pd akhirnya yg terasa adalah kenyamanan, meskipun di awal-awal pernikahan tetap terjd konflik dan keributan level ringan hingga sedang krna sdg sama-sama menyesuaikan diri. Menyatukan 2 pribadi yg berbeda tentu butuh proses, waktu dan kesabaran dr kedua pihak pasangan.

Istri yg bijaksana, atau ‘prudent’ adalah istri yg bertindak ‘care’ dan berpikir ttg masa depan. Intinya istri yg bs mengurus dg baik rumah tangga dan keluarganya sndri. Istri bs saja kecewa dg tabiat buruk dan gaya hidup suami yg bertolak blkg dg dirinya, namun tetap berusaha utk ada dlm pernikahan yg diberkati Tuhan, bkn malah selingkuh dan menginginkan terjd perceraian. Istri yg tdk hanya bs menuntut suami utk menyediakan harta berlimpah, tp jg menjd istri yg mensupport suami utk lebih lg bersemangat dlm hal memenuhi kebutuhan hidup yg layak, bahkan sebagian jg ada yg bs menambah penghasilan dg kemampuan yg dia miliki (Amsal 31).

Ketdk cocokan bkn alasan utk bercerai, bkn soal cocok atau tdknya, tp bgmna suami dan istri mau mencocokkan diri satu sama lain shga tercipta kenyamanan bersama.

Posted in Renungan | Comments Off on Isteri Yang Dari Tuhan

Kalau Bukan Tuhan, Ya Kita

DI 01102020

Kisah Para Rasul 3:2

  • Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Suci, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Suci.

Org yg lumpuh ini setiap hr meminta sedekah di pintu Gerbang Indah, artinya pasti Yesus pernah bertemu dengan org ini dan memberinya sedekah, namun mengapa Yesus tdk mengadakan mujizat serta menyenbuhkan dia, mengapa justru Petrus dan Yohanes?

Sering kita berpikir bhw kita ini terbatas dan tak bs memberi bantuan pd org lain. Inilah pikiran yg membuat kita bnyk kehilangan kesempatan dr Tuhan utk Dia menyatakan kuasa-Nya melalui kita. Org lumpuh ini meminta sedekah, bkn mujizat, Petrus dan Yohanes tdk memberinya sedekah, walau mgkin uang sekedar utk sedekah itu mrka punya, namun mrka justru melakukan mujizat kesembuhan, sesuatu yg membuat org lumpuh ini pd akhirnya bs berjalan kembali lalu bekerja dan memiliki penghasilan sndri. Ini yg disebut dg melayani dg hikmat, tahu persis kebutuhan org yg akan dilayani dg tepat, tahu kapasitas yg dimiliki dan tdk selalu hrs ‘bertanya’ pd Tuhan terlebih dahulu.

Mengapa Yesus tdk menyembuhkan org lumpuh ini? Hanya Dia yg tahu, kita hanya bs sekedar menganalisa saja. Ada bagian yg Tuhan kerjakan sndri, ada bagian yg para pengikut-Nya hrs lakukan. Spt lari estafet, 4 tahapan hanya boleh dilakukan oleh 1 org pelari saja. Justru kita ini sering berpikir salah: melihat ada org susah, kita berpikir bhw pasti Tuhan yg tolong, kita bergerak kalau Tuhan suruh, atau Tuhan pakai org lain utk melakukannya. Sesungguhnya kita malas, pelit, tdk mau repot dan segala macam alasan ‘berbau’ rohani lainnya kita gunakan utk menutupi semuanya itu. Kalau bkn Tuhan, ya kitalah yg bergerak kalau memang kemampuan itu ada pd kita. Jgn sampai org yg butuh bantuan kita semakin terpuruk dan bs saja kehilangan iman.

Berbuat baik itu bkn pilihan tp kewajiban kita sbg org Kristen, krna Tuhan memberi kita kapasitas di bidang kita masing-masing, sesuai dg kebutuhan org-org yg akan kita layani nantinya.

Posted in Renungan | Comments Off on Kalau Bukan Tuhan, Ya Kita

Dampak Sebuah Pertobatan

DI 30092020

Kisah Para Rasul 2:46 KJV
And they, continuing daily with one accord in the temple, and breaking bread from house to house, did eat their meat with gladness and singleness of heart,

  • Dan mereka, setiap hari senantiasa dengan kesepakatan ada di dalam Bait Suci, dan memecahkan roti dari rumah ke rumah, memakan makanan mereka dengan kegembiraan dan kesatuan hati.

Setelah Roh Kudus dicurahkan pd hari Pentakosta, kemudian para rasul berbicara ttg pertobatan shga lebih dr 3000 menyerahkan diri utk dibaptis, terjd sebuah ‘budaya’ baru sbg dampak dr pertobatan yg sungguh.

Setiap hr ada pertemuan di Bait Suci, tentunya mrka belajar ttg apa yg rasul-rasul ajarkan sbg pelengkap dr ajaran hukum Taurat yg telah ada. Kemudian tradisi memecah-mecah roti dan mkn bersama dg sukacita dan kesatuan hati. Kesatuan hati di ayat ini lebih tepatnya adalah ‘keesaan’ spt kita memahami keesaan Bapa, Yesus dan Roh Kudus, jd tdk ada yg merasa berbeda walaupun scra status sosial mrka berbeda. Mgkin gambarannya spt sesama narapidana yg bebas murni di hari yg sama, terlepas dr status sosial dan ekonomi yg berbeda-beda, di hari itu mrka merasakan kebebasan yg sama, hukuman telah dijalani dam mrka boleh kembali ke kehidupan bermasyarakat spt sebelumnya, tdk lg tinggal dlm penjara.

Bila kita bandingkan dg keadaan dlm kehidupan nyata bahkan mgkin dlm grja lokal, rasa ‘keesaan’ ini mgkin tdk lagi bs ditemukan di dlmnya. Perbedaan status sosial dan ekonomi membuat masing-masing memiliki komunitasnya sndri. Ini tentu bkn buah dr pertobatan yg sejati, krna ketika kita bertobat maka kita memandang org lain bkn dr harta dan status sosialnya, kita dg mrka sama-sama org berdosa yg menerima pengampunan dr Tuhan, sama-sama adalah anak Tuhan dlm keluarga besar Kerajaan Surga. Ada kesepakatan yg sama utk membangun kerohanian di tengah perbedaan yg ada, tanpa ada yg merasa lebih atau kurang, inilah yg dimaksud dg keharmonisan dlm kehidupan keKristenan.

Tak ada yg lebih dan tak ada yg kurang, kita semua diselamatkan dan ditebus oleh darah yg sama yaitu darah Yesus, kita semua org berdosa yg meberima pengampunan dr Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Dampak Sebuah Pertobatan

Kewajiban Orang Yang Kuat

DI 29092020

Roma 15:1 KJV
We then that are strong ought to bear the infirmities of the weak, and not to please ourselves.

  • Kemudian kita yang kuat wajib menanggung kelemahan-kelemahan orang yang lemah, dan tidak untuk menyenangkan diri kita sendiri

Ayat ini mengajar bhw org yg kuat itu pny kewajiban utk menanggung kelemahan org lain yg lemah atau tdk kuat. Jd bkn sukarela atau sebuah pilihan, mau atau tdk utk dilakukan.

Kelemahan ini dlm bhsa aslinya adalah ‘asthenēma’ yg berarti keraguan hati nurani, kelemahan scra fisik dan mental. Jd ada 3 hal kelemahan yg wajib ditanggung oleh org yg kuat, pertama adalah keraguan atau keberatan hati nurani, sesuatu yg tdk sesuai dg hati nurani seseorg tp mnrut org lain itu hal yg biasa saja. Misalkan dlm hal budaya lokal, kita sbg pendatang tentu jgn sampai melukai hati penduduk setempat krna telah melakukan yg tdk baik mnrut budaya setempat walaupun di tempat kita sndri bebas utk dilakukan dan bkn sebuah masalah. Org yg kurang pemahaman ttg kebenaran firman Tuhan biasanya msh bingung utk membedakan mana yg boleh dan tdk boleh utk dilakukan, kita yg sdh lebih paham jgn sampai membuat mrka tambah bingung, tp bimbing mrka utk menemukan kebenaran.

Kedua, kelemahan fisik, bkn ttg tenaga saja, tp bcra ttg fisik yg lemah krna ketdk berdayaan mrka sndri. Misalnya org miskin yg sakit parah, tdk pny biaya utk berobat, maka org yg kaya pny kewajiban membantu dlm hal biayanya. Atau org yg sdg kelaparan krna tdk pny uang, maka yg msh kuat bertahan di masa pandemi ini wajib menolong mrka. Ketiga, lemah scra mental, org-org yg putus pengharapan, mengalami kehancuran dlm hidupnya, pesimis akan masa dpn, perlu utk ditolong dan dibangkitkan mental dan semangat mrka spya pd akhirnya mampu utk tetap bertahan di masa yg sukar ini. Ketiga jenis kelemahan ini wajib ditanggung oleh org yg kuat dlm bidang masing-masing, bkn cuma semuanya dinikmati hanya utk kesenangan diri sndri saja. Kasih tdk mementingkan diri sndri.

Kalau kita tahu ada yg sdg lemah dan kita masih kuat, tanggunglah kelemahan mrka dan praktekkan kasih yg tulus, bkn utk tabur tuai apalg ingin dipuji oleh bnyk org.

Posted in Renungan | Comments Off on Kewajiban Orang Yang Kuat

Duniawi atau Rohani di Masa Pandemi Covid-19

Kisah Para Rasul 2:44-45, 47

Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,
dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.

  • sambil memuji Tuhan. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Pandemi Covid-19 ibarat sebuah seleksi alam: yang kuat ekonominya tetap bertahan hidup, sementara yang lemah ekonominya tinggal menunggu waktu untuk hilang dari dunia ini. Orang hanya mencari selamat dan enaknya sendiri-sendiri, tak peduli dengan orang lain.

Lebih dari 3000 orang bertobat di hari Pentakosta setelah Yesus terangkat ke surga, satu peristiwa yang terjadi adalah ‘pemerataan kesejahteraan’ di kalangan sesama orang percaya. Yang kaya rela menjual hartanya dan menolong mereka yang kekurangan, dan akibatnya semua bersemangat beribadah dan belajar tentang firman Tuhan: orang kaya dan miskin berada di tempat yang sama tanpa adanya batasan emosi ataupun asumsi negatif terhadap satu sama lain.

Dampaknya bahwa Tuhan menambah jumlah orang yang percaya setiap harinya, jadi ada hubungan antara saling berbagi dalam hal keuangan dengan penambahan jumlah orang yang percaya.

Orang tentu berpikir: “Sudah gilakah orang kaya zaman itu menjual hartanya?” Sementara kita diajar untuk banyak berinvestasi di masa sukar ini akibat pandemi, berhemat, putar otak cari uang tambahan. Dapat uang lalu berbagi dengan orang miskin?

Berapa harga sebuah nyawa? Orang lapar bisa dengan mudah menerima tawaran dari pihak lain, sementara orang Kristen hanya mau menolong kalau satu sinode dan satu gereja. Kalau ada orang Kristen mati kelaparan, sementara ada orang Kristen bertambah kaya, bagaimana orang non Kristen menilai Tuhan kita? Tuhannya orang Kristen tidak adil. Tapi ketika kita yang kaya berbagi kesejahteraan dengan yang miskin, orang non Kristen akan melihat keadilan Tuhan yang nyata.

Lihatlah diri kita: kita mau enak dan selamat sendiri di masa pandemi ini? Itu berarti kita duniawi. Tapi ketika kita berbagi dengan yang miskin, barulah kita disebut manusia rohani.

Amen.

Posted in Rhema Wisdom | Comments Off on Duniawi atau Rohani di Masa Pandemi Covid-19

Iman dan Persembahan

DI 28092020

Ibrani 11:4 KJV
By faith Abel offered unto God a more excellent sacrifice than Cain, by which he obtained witness that he was righteous, God testifying of his gifts: and by it he being dead yet speaketh.

  • Oleh iman Habel mempersembahkan pada Tuhan sebuah persembahan yang lebih unggul daripada Kain, yang mana melaluinya dia memperoleh kesaksian bahwa dia itu benar, Tuhan bersaksi mengenai pemberiannya, dan melalui itu dia masih berbicara setelah menjadi mati.

Bnyk teori yg membahas ttg persembahan Kain dan Habel, ada yg berkata krna Habel mempersembahkan korban binatang sementara Kain mempersembahkan dr hasil tanah yg mnrut teori ini sdh terkutuk krna dosa Adam dan Hawa. Benarkah demikian?

Kita kembali pd apa yg Alkitab katakan ttg ini, bkn pd teori para teolog ataupun hamba-hamba Tuhan. Ayat ini berkata krna Habel mempersembahkan sesuatu yg ‘more excellent’, yg dlm bhsa aslinya adalah ‘: pleiōn pleion pleon’ yg artinya lebih besar dlm jumlahnya, lebih besar scra kualitas, lebih unggul. Jd keliru kalau melihat jenis persembahannya, tp mengenai persiapan mrka sblum memulai mempersembahkan sesuatu pd Tuhan. Pertama, krna Habel melakukannya krna iman. Org bs percaya Yesus itu hebat dan luar biasa, tp blm tentu org itu mau beriman pd Tuhan. Untuk percaya tdk butuh komunikasi dan hubungan, cukup melihat bukti maka kita percaya, tp utk masuk tahapan beriman, kita butuh hubungan yg intim dg Tuhan.

Hal inilah yg menjelaskan mengapa Habel mempersembahkan pd Tuhan sesuatu yg lebih unggul scra kualitas dan kuantitas. Habel tdk ‘pelit’ pd Tuhan krna dia mengenal Tuhan itu siapa, kalau memberi sesuatu pd Tuhan tdk boleh yg jelek, terlalu sdkit apalg yg ‘cacat’. Ayat ini berkata bhw persembahan Kain jg bagus, tp dia tdk melakukannya krna iman. Zaman itu blm ada hukum Taurat yg mengatur bhw hrs mempersembahkan hewan, tp jgn lupa bhw dlm Tauratpun ada jenis persembahan yg bkn berupa hewan. Jd bkn soal hewan atau hasil bumi yg dipersembahkan, tp Habel mempersembahkannya didasari iman, sementara Kain tdk demikian. Tuhan menilai Habel benar dlm tindakan ini dan Tuhan bersaksi ttg hal ini. Pengakuan Tuhan itu yg benar drpd penilaian manusia.

Apapun yg dilakukan tanpa iman adalah dosa:

Roma 14:23
… Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.

Posted in Renungan | Comments Off on Iman dan Persembahan

Pengakuan Iman

DI 26092020

Ibrani 10:23
Let us hold fast the profession of our faith without wavering; (for he is faithful that promised;)

  • Marilah kita memegang erat-erat pengakuan iman kita tanpa keraguan, karena Dia setia pada janji-janji-Nya

Bnyk org percaya pd Tuhan Yesus, seiring berjalannya wkt mulai tumbuh iman dlm dirinya, namun dlm proses ini ternyata tdk semudah yg dipikirkan utk tetap bs dg teguh tetap memiliki iman dalam dirinya.

Iman digambarkan spt sesuatu yg hrs kita pegang erat-erat, kalau tdk maka iman kita bs jatuh dan artinya kita akan kehilangan iman kita. Hidup tanpa iman berarti hidup dlm keadaan terombang ambing spt kapal yg diombang ambingkan oleh ombak besar di saat terjd sebuah badai yg dahsyat. Kita ada dlm keadaan bahaya dan kematian bs terjd kapan saja. Bisakah kita hidup tanpa iman? Kita hanya bs sebentar saja bertahan lalu kemudian ambruk dan kehilangan keseimbangan hidup. Wujudnya adalah mengalami depresi dan tekanan hidup yg membuat kita mengalami gangguan jiwa, dikuasai ketakutan dan kekuatiran yg berlebihan yg pd akhirnya membuat kita spt ‘mati selagi hidup’.

Memegang sesuatu erat-erat perlu tenaga dan konsentrasi penuh. Perlu berjuang utk tetap memiliki iman dlm diri kita. Jgn mudah dikacaukan dg pikiran yg blm tebtu benar akan terjd nantinya. Kita tdk tahu apa yg akan terjd di dpn kita, tp Tuhan tahu semuanya, tdk ada yg tersembunyi dr pandangan mata Tuhan. Jd tetaplah percaya dan beriman, Tuhan lebih berkuasa dr apapun jg yg ada di dunia ini bahkan iblispun tunduk pd Tuhan. Proses yg Tuhan izinkan terjd berguna utk melatih iman kita spya semakin kuat, membuat hubungan kita dg Tuhan menjd lebih erat dan bermakna. Jgn menghakimi diri sndri scra berlebihan, ingatlah bhw hanya Tuhan saja yg layak menghakimi kita dg adil.

Pegang iman kita erat-erat dan jgn sampai melepaskannya, kehilangan iman adalah awal dr kehilangan Tuhan dlm hidup kita, awal dr kehancuran hidup dan kebinasaan kekal.

Posted in Renungan | Comments Off on Pengakuan Iman

Mati Untuk Dihakimi

DI 25092020

Ibrani 9:27

  • Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,

Ada ungkapan bhw manusia lahir untuk mati, artinya sejak dilahirkan dan menjalani kehidupannya, manusia pd akhirnya tetap akan berhadapan dg kematian (kecuali Henokh dan Elia).

Apa yg terjd setelah kematian seseorg? Mnrut ayat ini maka tiap org yang telah mengalami kematian fisiknya, akan menjalani penghakiman Tuhan, spt sebuah kasus yg masuk ke sebuah pengadilan utk dicari kebenarannya dan kemudian memberikan putusan yg adil bagi semua pihak. Tentu krna Tuhan yg menjd Hakimnya, pastilah adil keputusan yg Dia tentukan dan tdk ada yg bisa kita sembunyikan dr Tuhan. Semua perbuatan kita akan diungkap dan diberikan upahnya sesuai jenis perbuatan kita. Masalahnya apakah kita telah siap utk menghadapi penghakiman Tuhan sementara wkt ttg kematian setiap kita saja tdk bs kita ketahui wkt pastinya. Artinya setiap saat kita hrs sdh siap.

Apa yg hrs kita siapkan utk itu? Jika ingin hasilnya baik maka apapun yg kita lakukan sepanjang hidup kita di dunia ini jg hrslah baik, bkn melakukan sesuatu yg tdk benar, jahat, apalg dosa. Di sinilah kita sadar bhw hidup adalah sebuah arena pertandingan, kita melawan kedagingan, godaan iblis dan pola hidup duniawi yg selalu berusaha menguasai hidup kita setiap saat. Kalau kita tdk menjaga diri dg penuh kewaspadaan, maka kitalah yg akan kalah dan dikuasai oleh belenggu dosa. Butuh perjuangan yg penuh dg tantangan dan hambatan yg berusaha utk melemahkan kita. Jd hidup ini bkn sekedar asal dijalani, ada bnyk babak demi babak pertandingan yg hrs kita menangkan hingga akhirnya kita berhasil mencapai garis akhir.

Jgn dikuasai oleh dosa, tp justru kita hrs menang melawan godaan dosa yg trs menerus berusaha utk membuat kita merasa kotor, tdk layak bagi Tuhan dan akhirnya menjauh dr Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Mati Untuk Dihakimi

3 Keburukan Manusia

DI 24092020

Ibrani 8:12 KJV
For I will be merciful to their unrighteousness, and their sins and their iniquities will I remember no more.

  • Karena Aku akan berbelas kasihan terhadap ketidak benaran mereka, dan dosa-dosa mereka, dan kesalahan-kesalahan mereka akan Aku tidak ingat lagi.

Ada 3 hal buruk manusia yg membuat Tuhan murka: ketdk benaran, dosa dan kesalahan yg dibuat. Tentu ini bkn sekedar membuat Tuhan murka, tp jg membw manusia ke dlm kuasa maut yg berakhir pd kebinasaan kekal.

Akan ada satu hari di mana Tuhan menunjukkan belas kasihan-Nya shga 3 hal tersebut mendpt pengampunan dan kita mengalami pendamaian dengan Tuhan. Diampuni dan tdk diingat lg oleh Tuhan, tentu ini sesuatu yg sangat-sangat berharga, dan kita akan masuk ke dlm hidup yg kekal. Jgn kita meremehkan belas kasihan yg Dia tunjukkan pd kita, tp haruslah kita berusaha utk melakukan apa yg benar, menjauhi dosa dan tdk menyakiti hati Tuhan. Tentu ini tdk mudah namun perlu kita lakukan dg segenap hati dan menghargai belas kasihan Tuhan. Semua bs dilakukan jika kita sungguh mengasihi Tuhan, bkn suatu hidup yg penuh dg kemunafikan.

Dosa membuat manusia tdk menyukai aturan Tuhan, kita lihat sejak Adam dan Hawa jatuh dlm dosa, anak mrka yaitu Kain mulai menunjukkan sifat-sifat yg tdk menyukai aturan Tuhan shga dia membunuh adiknya sndri krna alasan iri dan diperlakukan berbeda oleh orgtuanya. Bangsa Israelpun dlm beberapa generasi justru menolak hidup sesuai dg hukum Taurat, malah jatuh dlm penyenbahan berhala dan melawan Tuhan. Dosa menjauhkan kita dr Tuhan, membuat kita tdk menyukai hidup kudus, dan menbuat aturan hidup sndri yg pastinya lebih berpihak pd keegoisan dan kenikmatan hidup duniawi. Jgn kita bergaul dg dosa krna nanti pasti kita melakukan dosa scra trs menerus.

Hiduplah sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, maka kita bs menjauhi dosa, menjauhi Tuhan berarti mendekati dosa, pilihan utk hidup yg spt apa itu kita yg menentukan, jgn salah arah dan mendekatlah pd Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on 3 Keburukan Manusia