Apa Harus Seperti Itu?

DI 23092020

Yesaya 20:2

  • pada waktu itu berfirmanlah TUHAN melalui Yesaya bin Amos. Firman-Nya: “Pergilah dan bukalah kain kabung dari pinggangmu dan tanggalkanlah kasut dari kakimu,” lalu ia pun berbuat demikian, maka berjalanlah ia telanjang dan tidak berkasut.

Tentu rasanya sulit di posisi nabi Yesaya wkt mendengar perintah Tuhan utk berjalan telanjang dan tanpa kasut hanya utk menunjukkan keadaan yg nantinya akan dialami oleh orang Mesir dan Etiopia, bukankah itu sesuatu yg tdk sopan dan memalukan?

Inilah pengabdian seorg nabi yg melayani Tuhan sepenuh hati, apapun dilakukan krna taat dan mengasihi Tuhan. Bukankah kita sering mengobral perkataan: “Apa sih yah nggak buat Tuhan?” Semua yg Tuhan minta utk saya lakukan ya pasti saya lakukan.” Kita bcra spt itu hanya demi sebuah ‘image positif’ dan demi terlihat cinta Tuhan dan ‘full heart’ demi Tuhan. Ketika nanti Tuhan menyuruh sesuatu yg sdkit menyita waktu dan menggeser jadwal kita bersantai, kita mulai mencoba tawar menawar dg Tuhan, kalau bisa apa yg Tuhan suruh dibatalkan atau Tuhan suruh org lain saja. Itulah tong kosong nyaring bunyinya, mengaku cinta Tuhan pdhal masih cinta diri sndri. Munafik.

Jika Tuhan menyuruh kita, bahkan sesuatu yg mengusik ketenangan dan harga diri, apakah kita mau dan siap utk melakukannya? Kalau yg Tuhan suruh justru membuat kita merasa malu dan dihina bnyk org, masih mau melakukannya? Masih mau taat? Sadarlah bhw kita berusaha dekat dg Tuhan bkn krna dasar kasih dan mencintai Tuhan, tp krna takut tdk ditolong saat menghadapi masalah sukar. Ini tipe penyembah berhala, berdoa pd yg dia sembah spya dijauhkan dr yg buruk dan jahat, tp tdk pny hubungan yg intim dg apa yg dia sembah. Hubungan sangat kaku dan tdk ada ‘gregetnya’. Kalau hubungan kita dg Tuhan hanya spt itu, bertobatlah krna sesungguhnya kita tdk mengasihi Tuhan, kita hanya takut Tuhan melakukan yg buruk dlm hidup kita. Ingat, Tuhan kita bukan preman yg jika dikasih sesuatu maka hidup kita jd aman.

Tuhan mau kita mengasihi Dia dg sepenuh hati, Dia tdk butuh uang kita, tp Dia mau hati kita sungguh-sungguh terarah pd Tuhan. Persembahan uang kita bknlah tolak ukur kasih kita pd Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Apa Harus Seperti Itu?

Tetap Bersabar

DI 22092020

Ibrani 6:15

  • Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya.

Sering kita berpikir bhw krna Tuhan itu Mahakuasa maka semua begitu mudah dan serba cepat, tdk butuh waktu lama utk Dia menggenapi apa yg dijanjikan-Nya, namun ternyata pikiran kita ini salah.

Abraham dijanjikan Tuhan pd saat berumur 75 tahun bhw ia akan diberi Tuhan keturunan (Kejadian 12:2) dan barulah 24 tahun kemudian isterinya, Sara hamil dan setahun kemudian melahirkan Ishak (Kejadian 21:5). 25 thn menunggu janji Tuhan dg kondisi mrka yg sdh tua tentu spt menunggu sebuah hal yg blm tentu bs terjd. Knp butuh wkt lama hanya utk membuat Sara hamil pdhal bagi Tuhan hal itu sesuatu yg sangat mudah? Di sinilah kita perlu bljar ttg janji Tuhan: bhw ketika Dia menjanjikan sesuatu, sbnarnya Dia jg sdg mengajar kita sesuatu, tp kadang kita hanya fokus menunggu Dia menggenapi janji-Nya, tanpa menyadari apa yg sbnarnya sdg Tuhan bentuk dlm diri kita.

Jika kita hrs menunggu dlm jangka wkt yg lama, sadarlah bhw Tuhan sdg membentuk level kesabaran kita menjd lebih baik lg. Mgkin kita jika dlm posisi Abraham, tahun ke-10 saja bs jd kita sdh tdk lg memikirkan janji Tuhan, mgkin sdh tdk percaya lg bhw hal itu akan terjd. Tapi mengapa Abraham bs sabar menantikan Tuhan menggenapi janji-Nya? Pdhal di tengah penantiannya, Sara, isterinya berbuat sesuatu yg berusaha ‘menggeser’ iman Abraham dr Tuhan, mengusahakan pny anak dg cara budaya mrka sndri shga lahirlah Ismael dr Hagar, budak mrka. Abraham pernah berhenti bersabar dan ‘jatuh’, tp dia mulai lg utk mulai bersabar shga pd akhirnya dia mengalami sndri janji Tuhan digenapi dlm hidupnya.

Ketika kita pernah berhenti bersabar dan berbuat salah, mulailah kembali utk bersabar hingga janji Tuhan digenapi dlm kehidupan kita, teruslah berharap dan bersabar.

Posted in Renungan | Comments Off on Tetap Bersabar

Lamban Untuk Mendengar Firman

DI 21092020

Ibrani 5:11

  • Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.

Bnyk org menjd Kristen dg tujuan yg keliru: supaya bs masuk surga, tp tdk bs paham mengapa seseorg itu sebenarnya menjd Kristen: untuk punya hubungan yg intim dg Pemilik Surga dan mengikuti semua aturan dan hukum Tuhan.

Krna itulah maka pola pikir sebagian org telah menjd sesat: masuk surga yg penting sdh dibaptis, bnyk berbuat baik dan hidup berkelimpahan. Ini pola pikir yg dianut bnyk kepercayaan di luar Kristen, berbuat bnyk kebaikan spya masuk surga, kalau ditimbang maka timbangannya lebjh berat ke arah kebaikan. Kalau bgtu buat apa jd org Kristen? Ikuti saja yg lain, bs bebas ini itu dan ‘katanya’ nanti bs masuk surga asal bnyk berbuat baik. Akibatnya org spt ini malas utk mendengar firman dan berpikir tdk perlu tahu banyak ttg isi Alkitab, beralasan ‘otaknya gak sampai’ kalau mencoba memahami firman Tuhan. Iblis sangat senang dg org tipe spt ini, tak perlu diserang, pasti mudah dikalahkan dan dipermainkan.

Kata lamban dlm bhsa aslinya adalah ‘nōthros’ yg artinya lamban, malas, bosan, dan bodoh. Respon seseorg terhadap firman Tuhan bs jd tolak ukur bgmna dia mrnghidupi dirinya sbg seorg Kristen, kalau reaksinya malas bc dan dengar firman, bosan kalau topiknya firman Tuhan, susah memahami shga akibatnya menjd bodoh rohani, ini tipe org yg lamban mendengar firman Tuhan. Tipe yg berpikir masuk surga itu gampang, pdhal ada syarat-syarat yg Tuhan tetapkan utk itu. Krna bodoh, tdk tahu syarat-Nya, nanti baru menyesal kalau ditolak Tuhan utk masuk surga, baptisan dan berbuat baik bkn jaminan masuk surga. Bertobat dan kembali pd pengenalan yg benar akan Tuhan dan firman-Nya.

Perlu proses utk menjd org Kristen yg dewasa rohaninya, yg kesukaannya ialah merenungkan firman Tuhan dan melakukannya dlm keseharian hidupnya. Tanpa proses maka tdk akan ada muncul hasilnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Lamban Untuk Mendengar Firman

Pey Aleph 5781

DI 19092020

1 Tesalonika 5:23 KJV
And the very God of peace sanctify you wholly; and I pray God your whole spirit and soul and body be preserved blameless unto the coming of our Lord Jesus Christ.

  • Dan Tuhan Mahadamai menyucikan kita seluruhnya, dan aku berdoa, Tuhan, seluruh roh dan jiwa dan tubuhmu dijaga tanpa cela hingga kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus.

Pergantian tahun baru di Israel yg kita kenal dg Rosh Hashanah terjd hari ini, memasuki tahun 5781 yg biasa disebut dg 2 angka terakhirnya, 80 dan 1, yaitu Pey Aleph. Tahun 5781 ini berlangsung hingga 7 September 2021.

Dlm budaya Israel, angka dan huruf memiliki makna tersendiri, ada hal-hal yg bs kita cermati dr hal tersebut. Dekade 5780 – 5789, Pey yg berkaitan dg mulut menjd perhatian kita, tahun-tahun di mana kita perlu utk menjaga kekudusan dlm hal perkataan, tahun-tahun bagi kita utk dg iman mendeklarasikan firman Tuhan dlm hidup kita. Biarlah kita memiliki hati sbg perbendaharaan yg baik shga apa yg meluap keluar dr hati melalui perkataan itu membw dampak positif baik utk org lain maupun diri kita sndri. Aleph yg berarti satu, esa, mengingatkan kita akan keesaan Tuhan, dan jg roh, jiwa dan tubuh kita hrs ‘satu kata’ dlm hal kita menjaga kekudusan yg Tuhan lakukan bagi kita.

Sblum Tuhan dtg kembali, kita hrs menjaga kekudusan hidup kita, tanpa noda dan cela di hadapan Tuhan. Tentu ini tdk bs kita lakukan sndrian saja, dlm ayat ini rasul Paulus berdoa pd Tuhan agar Dia menjaga dan mengawal kita spya tetap kudus dan berkenan hingga akhirnya Tuhan Yesus dtg kembali. Jd tahun 5781 ini kita diingatkan utk menjaga perkenanan Tuhan atas kita dlm hal perkataan dan kekudusan hidup. Di tahun ini sejak pandemi Covid-19, kita melihat bgmna dampak goncangan terhadap iman kita pd Tuhan, bnyk org yg berkata-kata salah ttg Tuhan krna kesulitan hidup yg besar, ini bs kita katakan sbg sebuah ujian iman yg berlaku utk umum dan tdk semua org bs lulus dr ujian ini.

Terus pahami mengenai Pey Aleph 5781 melalui apa yg disampaikan oleh para gembala grja dan hamba Tuhan, mari kita tetap hidup kudus dan berkenan di hadapan Tuhan hingga kedatangan kembali Tuhan kita Yesus Kristus.

Posted in Renungan | Comments Off on Pey Aleph 5781

Iman Yang Disempurnakan

DI 18092020

Yakobus 2:22

  • Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

Iman yg disempurnakan digambarkan spt 2 org partner kerja yg bisa bekerjasama sehingga menghasilkan sesuatu yg baik bahkan sempurna. Kedua partner kerja ini saling melengkapi dan saling menyempurnakan satu sama lain.

Iman disempurnakan oleh perbuatan-perbuatannya, jd pd hakekatnya iman memiliki perbuatannya sndri, namun jika iman tdk diaktifkan maka iman hanya sekedar sebuah ‘alat’ yg tdk bermanfaat bagi hidup kita. Spt sebuah mesin pembuat minuman kopi, mesin ini pny kemampuan utk membuat minuman kopi, tp tdk akan pernah menghasilkan sebuah minuman jika tombol pembuatnya tdk ditekan, meskipun bahan kopi dan airnya tersedia. Jd iman yg diaktifkan pasti ada perbuatan imannya, perbuatan yg didasari oleh apa yg diimani, salah dlm mengimani sesuatu maka hasil dr iman itu tentu saja menjd tdk spt yg sebenarnya, jd jgn asal mengimani sesuatu saja, iman bukanlah sebuah ‘mantera’.

Iman tdk terpengaruh oleh keadaan yg ada, logika pikiran kitalah yg sangat mudah terpengaruh oleh realita yg ada. Iman hrs berdasarkan kebenaran firman Tuhan dan apa yg menjd janji Tuhan bagi kita. Jd iman bkn mempercayai sesuatu tp menggerakkan diri kita bertindak sesuai dg apa yg kita imani. Pny iman pasti kita bertindak, kalau kita tdk berbuat apa-apa, berarti kita tdk sdg mengimani sesuatu. Maka org yg bertindak bertentangan dg kebenaran firman Tuhan berarti dia tdk memiliki iman krna perbuatannya menjd bukti bhw dia tdk mempercayai firman Tuhan dan kebenaran-Nya. Lihatlah apa yg kita perbuat, sesuai tdk dg apa yg Tuhan firmankan dan ajarkan, bila ternyata beda dan berlawanan, berarti kita tdk beriman pd Tuhan.

Iman bkn sekedar percaya, tp mengaktifkan diri kita utk bertindak sesuai dg kebenaran firman Tuhan dan janji-janji-Nya, sekalipun keadaan dan realita yg ada tdk spt yg kita harapkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Iman Yang Disempurnakan

Menghujat Roh Kudus

DI 17092020

Markus 3:29 KJV
But he that shall blaspheme against the Holy Ghost hath never forgiveness, but is in danger of eternal damnation:

  • Tapi orang yang akan menghujat terhadap Roh Kudus tidak pernah memiliki pengampunan, tapi ada dalam bahaya penghukuman kekal

Dosa yg tdk pernah akan mendpt sebuah pengampunan adalah jika seseorg dg sengaja melakukan penghujatan terhadap Roh Kudus, mengapa demikian? Apa itu menghujat Roh Kudus?

Dlm pasal ini Yesus dianggap oleh para ahli Taurat bhw Dia memiliki ‘roh najis’ shga Dia berkata-kata yg dinilai berlawanan dg ajaran dlm hukum Taurat, Yesus dianggap kerasukan roh Beelzebul, nama yg diberikan utk iblis sbg kepala atau pemimpin roh-roh jahat. Yesus dianggap mempraktekkan pengusiran roh jahat sbg sebuah sandiwara saja krna Dia mengusir roh-roh jahat dg menggunakan kuasa dr pimpinan roh-roh jahat itu. Sederhananya adalah Roh Kudus yg ada dlm diri Yesus disebut sbg iblis, tentu ini sebuah penghujatan yg sangat buruk, dan Yesus berkata bhw penghujatan terhadap Roh Kudus tdk akan pernah terampuni dan akan mengalami penghukuman kekal.

Menilai salah ttg Tuhan merupakan satu hal yg serius, mgkin kitapun pernah melakukannya. Dlm bbrpa peristiwa kita salah dlm memahami sikap dan tindakan Tuhan hingga akhirnya kita mgkin berpikir bhw Tuhan itu jahat, curang, tdk mengasihi kita, dsbnya. Jgn sampai ini menjd sebuah penghujatan terhadap Roh Kudus, krna Roh Kudus itu Tuhan. Kalau Dia melakukan sesuatu yg tdk spt kita duga sblumnya, jgn cepat berkomentar negatif atau bahkan mengeluarkan kata-kata kutukan dan makian terhadap Tuhan. Dia bertindak dg maksud dan tujuan, bkn iseng atau ingin mempermainkan kita, jd kita jgn sampai sembarangan berucap ttg Tuhan, ‘rem’ mulut kita utk cepat mengumpat krna keadaan yg buruk.

Sabarlah dlm penderitaan, seberat apapun itu jgn sampai kita mengucapkan sesuatu yg salah ttg Tuhan, jgn bcra krna didorong oleh emosi yg sdg meledak-ledak, tenangkan diri dan berdoa.

Posted in Renungan | Comments Off on Menghujat Roh Kudus

Menilai Salah Tentang Tuhan

DI 16092020

Markus 3:30

  • Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.

Apa yg Yesus katakan pd zaman itu seringkali bertentangan dg pola pikir yg umumnya berlaku saat itu, shga bnyk org salah menilai ttg Yesus yg dlm anggapan mrka bhw Dia memiliki roh yg tdk tahir/najis dlm diri-Nya.

Menerima kebenaran Tuhan dlm hidup kita tentu tdk selalu mudah, bbrpa bagian dr kebenaran itu ternyata bertentangan dg pola pikir yg selama ini kita gunakan. Bgmna mgkin hrs menunggu jwban Tuhan sementara keadaan sdh semakin memburuk dan wkt yg tersisa hanya tinggal sdkit saja? Kalau tdk melakukan hal biasanya lalu mengikuti cara Tuhan, hasilnya bs jauh berbeda dan kita bs saja mengalami kerugian yg lumayan cukup besar. Mau taat pd firman Tuhan tapi pikiran kita blm sepenuhnya mau mengikuti spt yg Yesus ajarkan, msh ada keraguan bahkan pikiran: kalau boleh, pakai cara yg biasa saja, lain kali baru pakai cara Tuhan.

Jujurlah pd Tuhan dan diri sndri, kita sering blm siap sepenuhnya utk mentaati firman Tuhan secara utuh. Ketika keadaan mendesak biasanya barulah kita berpikir utk melakukan apa yg Tuhan ajarkan pd kita dg harapan bhw ini bs membebaskan kita dr kesulitan yg ada. Perlukah Tuhan membuat kita masuk dlm kesukaran besar dulu barulah kita mau mentaati firman Tuhan? Mulailah dari sekarang, walaupun ada resiko atau kerugian yg mgkin kita alami, percayalah bhw Tuhan akan menolong kita dan tdk akan mempermalukan org yg mau taat pd firman Tuhan. Bnyk kesaksian luar biasa bgmna ketika taat pd firman Tuhan, justru hal yg didpt melebihi drpd perkiraan semula kalau mengikuti cara yg biasanya.

Posted in Renungan | Comments Off on Menilai Salah Tentang Tuhan

Najis Bibir

DI 15092020

Yesaya 6:5

  • Lalu kataku: “Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam.”

Yesaya sblm menerima panggilan Tuhan utk menjd nabi bangsanya ternyata seorg yg najis bibir, artinya apa yg diucapkan melalui bibirnya itu najis, tdk sesuai dg apa yg diajarkan Tuhan melalui kebenaran-Nya.

Yesaya menjd org yg najis bibir krna bangsanyapun ternyata najis bibir jg, jd spt org-org yg sama sakitnya di sebuah wilayah yg sdg terserang wabah penyakit tertentu. Artinya najis bibir pd saat itu sdh menjd sebuah ciri khas, menjd sebuah budaya dan karakter bangsa Israel pd wkt itu. Jd kita hrs sadar bhw apa saja yg buruk dlm sebuah komunitas yg kecil maupun besar, bs ‘menular’ pd org-org yg tinggal dlm komunitas itu. Krna itulah kita perlu menjaga hati kita spya tetap murni dan kudus, menjaga pikiran kita dr pola pikir yg jahat, berkata-kata dg baik dan tdk mengucapkan sesuatu yg salah ttg Tuhan dan kebenaran-Nya. Menjaga diri sndri jgn sampai sama spt org kebanyakan yg tdk menjaga kekudusan hidupnya.

Org yg sehat memiliki imunitas atau sistem kekebalan tubuh yg baik dan kuat, ini spt sebuah benteng pertahanan saat menghadapi serangan dr musuh. Kebenaran firman Tuhan yg tinggal dlm hidup kita itulah ‘imunitas’ bagi kerohanian kita, meskipun ada bnyk hal-hal buruk yg coba masuk dlm hati dan pikiran kita, namun itu bs dihalau keluar, tp jika kerohanian kita lemah, maka apa yg jahat dan najis bs dg mudah masuk dlm hidup kita shga kita hidup spt org fasik, tdk lg menyukai kebenaran firman Tuhan, perlahan tp pasti akan menjd serupa dg dunia ini. Kemurtadan tdk terjd dg tiba-tiba, pasti ada ‘bibitnya’ yg seiring berjalannya wkt, bibit ini tumbuh menjd sebuah ‘pohon’ yg besar, kenajisan bs berujung pd kemurtadan.

Jagalah hati, pikiran dan perkataan kita, Tuhan ingin memakai kita utk menjd alat kemuliaan-Nya, siapkan diri dan jgn menjd najis dlm segala hal, baik tubuh, jiwa dan roh kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Najis Bibir

Bertahan Hidup Kudus

DI 14092020

Yesaya 1:9 KJV
Except the LORD of hosts had left unto us a very small remnant, we should have been as Sodom, and we should have been like unto Gomorrah.

  • Kecuali TUHAN semesta alam telah meninggalkan sisa yang sangat kecil jumlahnya, kita seharusnya sudah sebagaimana Sodom, dan kita seharusnya sudah seperti Gomora

Nabi Yesaya hidup dlm zaman sblum bangsa Israel dihukum Tuhan shga menjd tawanan bangsa Babel, kesalahan yg dibuat bangsa Israel sdh sangat parah, digambarkan sdh spt dosa yg dibuat oleh penduduk Sodom dan Gomora di zaman Abraham dan Lot.

Kata sisa dlm ayat ini dlm bhsa aslinya adalah ‘śârı̂yd’ yg berarti sisa, hidup, tertinggal, bertahan hidup. Gambarannya adalah spt org yg bertahan hidup dlm sebuah situasi yg sangat sulit, misalnya spt seorg pendaki gunung yg terjatuh dan patah kakinya, bertahan hidup hingga tim pencari dtg menemukannya. Para tentarapun dilatih bertahan hidup di tengah keterbatasan pangan yg tersedia. Atau spt org-org yg bertahan hidup di masa bencana. Jd dlm masa sangat berdosanya bangsa Israel di zaman itu, Tuhan masih meninggalkan bbrpa org yg masih hidup benar di hadapan Tuhan shga di masa itu Tuhan blm memberikan hukuman sesuai dosa bangsa Israel.

Tuhan menyelamatkan keluarga Lot bkn hanya krna permohonan Abraham, tp memang Lot hidup beriman pd Tuhan (2 Petrus 2:7). Org-org benar dlm suatu kelompok atau bangsa memiliki peranan sbg sesuatu yg diperhitungkan Tuhan ketika Dia akan menjatuhkan hukuman akibat dosa yg diperbuat, Tuhan itu adil shga akan memisahkan org benar dr org fasik dan jahat, stlah dipisahkan barulah hukuman Tuhan itu turun, dan akibatnya sangat mengerikan tentunya. Ketika kita hidup benar di hadapan Tuhan, Tuhan memperhitungkan kehadiran kita di tengah org-org sekitar kita, doa org benar bs menyurutkan amarah Tuhan namun tugas org benar jg hrs menyadarkan org yg berdosa spya bertobat, keduanya hrs dilakukan bersamaan.

Teruslah hidup benar di hadapan Tuhan sekalipun org-org di sekitar kita masih menyukai hidup dlm dosa, suatu saat dampak hidup benar akan menyelamatkan kita dr murka Tuhan yg turun.

Posted in Renungan | Comments Off on Bertahan Hidup Kudus

Membandingkan Zaman

DI 12092020

Pengkhotbah 7:10 KJV
Say not thou, What is the cause that the former days were better than these? for thou dost not enquire wisely concerning this.

  • Jangan kamu katakan: Apa penyebab bahwa hari-hari sebelumnya itu lebih baik daripada ini? Karena kamu tidak dengan bijaksana menanyakan berkenaan dengan ini.

Bnyk org membandingkan zaman antara sblum dan sesudah mewabahnya pandemi Covid-19, tentu jwbannya jelas lebih enak dan nyaman saat pandemi ini blm muncul, semua bebas beraktivitas tanpa rasa takut.

Dlm ranah hidup pribadi, kitapun pernah ada dlm titik kejenuhan dan keterpurukan dlm hidup ini, hingga pd akhirnya kita mulai berpikir dan mengingat masa-masa dulu di mana hidup kita sangat nyaman, semua tercukupi bahkan berlimpah dlm harta, badan masih sehat bugar, pergi berlibur keluar kota bahkan keluar negeri, dsbnya. Kita menilai hari-hari skrg ini sbg hari penuh penderitaan, air mata dan kelemahan, spt rasanya Tuhan pergi dari hidup kita, org-org terdekat kitapun tdk bs memahami situasi yg sdg kita alami, dulu kita didekati bnyk org, namun skrg org mulai menjauhi kita satu persatu perlahan-lahan. Dulu kita merasa diri kita spt emas, namun skrg spt sampah yg kotor.

Bijakkah kita membandingan hari-hari ini dg wkt-wkt sblumnya? Dlm ayat ini diajarkan pd kita bhw hal itu bknlah satu hal yg bijaksana jika kita bertanya spt itu. Mengapa demikian? Tuhan membentuk hari-hari dlm hidup kita dg tujuan mulia, entah itu berwujud hari-hari yg baik dan menyenangkan, maupun hari-hari yg penuh dg kesusahan dan air mata. Yg kita alami hari-hari ini mgkin buruk mnrut kita, namun stlah kita melewatinya barulah kita paham bhw semuanya itu hrs Tuhan buat spya hidup kita menjd lebih baik. Spt sebuah rumah yg perlu dirobohkan spya bs ditanam sebuah fondasi yg lebih kuat utk dibangun sebuah bangunan baru yg lebih kokoh dan bertambah lantainya. Perlu dirobohkan krna sdh sangat bnyk kerusakannya.

Hari-hari ini memang berat, kita sulit memahami mengapa Tuhan membuatnya spt itu, namun percayalah bhw Dia tdk mgkin merancangkan sesuatu tanpa perencanaan yg baik dan matang, ingat bhw Tuhan tdk pernah gagal.

Posted in Renungan | Comments Off on Membandingkan Zaman