Antara Tuhan dan Alkitab

DI 15102020

Lukas 17:17

  • Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?

Kisah 10 org kusta yg disembuhkan oleh Yesus sementara mrka dlm perjalanan utk menemui para imam, hanya 1 org saja yg kembali pd Yesus dan bersyukur. 9 org lg apakah tdk bersyukur?

Nah jgn lgsg berpikir negatif ttg 9 org ini, krna memang mnrut hukum Taurat, ketahiran seseorg dr penyakit kustanya itu hrs mendpt pemeriksaan dr para imam (Imamat 13-14), ada sekian aturan yg hrs dijalani hingga akhirnya seseorg dipastikan telah tahir atau sembuh dr penyakit kustanya. Jd 9 org itu sbnarnya jg melakukan apa yg Yesus perintahkan & tentunya mengikuti prosedur hukum Taurat. Jd mrka hrs menemui para imam. Lalu mengapa 1 org ini berbalik dan malah menemui Yesus lagi? Ternyata dia org Samaria, bkn Yahudi, org Samaria adalah hasil pernikahan campuran org Yahudi dg org dr bangsa lain, org Yahudi tdk bergaul dg org Samaria.

Saya tdk terfokus pd ucapan syukurnya, krna mgkin saja 9 org yg lain jg bersyukur pd TUHAN, ingat bhw saat itu Yesus hanya dikenal sbg seorg Rabbi atau guru. Jd di sini sbnarnya ttg hal percaya berdasarkan apa kata Tuhan dibandingkan dg apa yg tertulis dlm Alkitab. 9 org itu mengacu pd hukum Taurat, diperiksa oleh imam dulu baru ‘sah’ disebut tahir, sementara org Samaria ini menggunakan imannya, kalau kustanya sdh sembuh, maka dia sdh tahir, meskipun blm dipastikan ketahirannya oleh para imam. Ini pelajaran yg bs kita ambil: ada saatnya kita percaya pd suara Tuhan tanpa hrs mengikuti sekian aturan yg ada dlm Alkitab lebih dahulu, tentu suara Tuhan ini sdh teruji dan terbukti benar, dan ada saatnya kita hrs melakukan apa yg Tuhan perintahkan dlm Alkitab.

Iman hrs diaktifkan pd saat yg tepat, ketika Tuhan berfirman melalui ‘suara Tuhan’, lakukanlah dg iman dan kemudian lakukan sesuai dg perintah Tuhan yg ada dlm Alkitab.

Posted in Renungan | Comments Off on Antara Tuhan dan Alkitab

Hamba Yang Tidak Berguna

DI 14102020

Lukas 17:10

  • Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”

Mengapa Yesus mengajar kita utk berlaku spt ‘hamba yg tdk berguna’? Bukankah kalau kita mempekerjakan seseorg utk menjd pembantu rumah tangga misalnya, setdknya ada kemampuan dasar masak dan cuci yg dimilikinya?

Hamba yg sbnarnya mampu utk dpt menyelesaikan tugasnya tentu memiliki kemampuan dan keterampilan yg cukup. Dlm ayat ini sbnarnya hamba yg Tuhan inginkan adalah hamba yg melakukan apa yg memang jd tugasnya, jd bkn seorg hamba yg bodoh dan tdk bs apa-apa. Tp mengapa Yesus mengajar spya nantinya di hadapan Tuhan, kita mengaku sbg hamba yg tdk berguna? Di sinilah kita perlu sdkit menggunakan logika dan tentu pendekatan budaya di zaman itu, yaitu bgmna kedudukan seorg hamba di mata tuannya dan masyarakat pd umumnya. Intinya spt ini: apa yg dihasilkan oleh hamba ini nantinya bkn menjd milik pribadinya lg, tapi milik tuannya.

Kita ingat bgmna Sara dan Hagar, Ismael yg adalah anak Hagar dr Abtaham, suami Sara, dianggap sbg milik Sara, walaupun Hagar yg melahirkan Ismael, ini krna Hagar adalah hamba milik Sara. Jd apapun yg dihasilkan oleh seorg hamba, itu menjd milik tuannya. Perumpamaan ttg 3 hamba yg dipercaya mengelola talenta tentu jg menggambarkan hal ini, keuntungan dr uang yg mrka kelola diserahkan pd tuannya, bkn jd milik pribadinya. Di sinilah seorg hamba hrs tetap sadar bhw dia seorg hamba, bkn menjd angkuh dg berkata bhw kekayaan tuannya itu jg krna dirinya yg bekerja keras shga usaha tuannya itu berkembang dan menghasilkan.

Sehebat apapun kita di pandangan bnyk org, ingatlah bhw kita tdk ada apa-apanya dibandingkan dg Tuhan, kalau kita mampu, itu jg krna Tuhan yg memampukan.

Posted in Renungan | Comments Off on Hamba Yang Tidak Berguna

Benarkah Bertobat?

DI 13102020

Lukas 17:4 KJV
And if he trespass against thee seven times in a day, and seven times in a day turn again to thee, saying, I repent; thou shalt forgive him.

  • Dan jika dia berdosa terhadapmu 7x dalam sehari, dan 7x dalam sehari berbalik kepadamu berkata: “Aku bertobat”, kamu harus mengampuni dia.

Bertobat koq 7x dlm sehari? 7x melakukan dosa yg sama dan mengaku sdh bertobat sejak melakukan yg pertama, diulang lagi 6x dan 6x lagi mengaku sdh bertobat, apa benar itu sebuah pertobatan?

Kita memaknai pertobatan sbg sebuah titik tolak sebuah perubahan hidup, artinya kalau sdh bertobat maka meninggalkan dosa dan kejahatan, berbalik pd Tuhan dan kebenaran, serta merubah diri utk hidup sbg org benar. Tentu ini sebuah pertobatan yg benar dan ingin kita lihat ada dlm diri kita maupun org lain. Namun tdk semua org sungguh-sungguh bertobat, ini bs disebabkan krna berbagai alasan, ada yg pura-pura bertobat spya tdk diberi hukuman, spya org lain berbelas kasihan walaupun marah, dsbnya. Tentu kita tdk boleh mempermainkan pengampunan dr Tuhan maupun dr sesama kita, sebuah pengampunan bknlah sesuatu yg murahan dan selalu tersedia, tp bnyk org justru tdk menghargai pengampunan yg dia terima.

Tuhan mengajar kita utk tetap mengampuni setiap org yg bersalah pd kita meskipun dlm sehari dia 7x dtg bolak balik melakukan kesalahan yg sama lalu mengaku bertobat dr kesalahannya. Tentu mnrut pikiran manusia hal ini sebuah kebodohan, membiarkan org lain berbuat jahat terhadap kita 7x lalu masih hrs diberi pengampunan. Sbnarnya Tuhan jg berbuat yg sama terhadap kita, ada dosa-dosa tertentu yg sejak lama kita lakukan berulang-ulang dan kita sesali tp kemudian kita buat lagi dan trs menerus kita meminta pengampunan dr Tuhan. Tuhan tdk bs ditipu, tp Dia tetap mengampuni kita, asalkan memang kita berjuang utk lepas dr ikatan dosa itu walaupun blm berhasil sampai kini. Jd ada 2 kondisi trs menerus berbuat dosa: sedang berjuang melawan dosa tp blm berhasil, kemudia tetap berbuat dosa krna justru menikmatinya.

Bisakah kita melakukan firman yg ini dlm keseharian kita? Kalau Tuhan sdh mengampuni kita, maka kitapun wajib mengampuni sesama yg bersalah terhadap kita. Pertobatan yg benar butuh waktu, proses dan perjuangan sampai benar-benar terjd.

Posted in Renungan | Comments Off on Benarkah Bertobat?

Uangmu dan Hidupmu

DI 12102020

Markus 12:44 KJV
For all they did cast in of their abundance; but she of her want did cast in all that she had, even all her living.

  • Karena mereka semua memasukkannya dari kelimpahan, tapi dia dari keinginannya memasukkan semua yang dia punya, bahkan seluruh kehidupannya.

Kisah ttg Yesus mengomentari persembahan org-org kaya dan persembahan seorg janda miskin ini tentu sering kita baca dan sdh bnyk khotbah yg membahasnya dr berbagai sisi.

Biasanya kita terpaku pd jumlah uang yg dipersembahkan, kadang jg memakai ukuran persentase (%) dlm menilai kedua jenis persembahan ini. Tp saya justru melihat dr sisi yg berbeda. Pertama, Tuhan tdk butuh uang dari kita, perintah utk mempersembahkan harta ditujukan utk membiayai kebutuhan Bait Suci dan kehidupan para imam, baik dr keturunan Harun maupun dr suku Lewi di zaman itu. Zaman skrg persembahan saat ibadah di grja bertujuan utk membiayai kebutuhan grja dan para hamba Tuhan full time, dana misi, dana bantuan kemanusiaan dan jg utk diakonia: menopang kehidupan jemaat yg ekonominya lemah. Memberikan persembahan pd Tuhan adalah bentuk penundukan diri dan penghormatan pd Tuhan.

Kedua, si janda miskin ini memang berniat utk memberikan semua uang yg dia miliki saat itu, setelahnya dia tdk pny uang lagi, lalu bgmna dia akan hidup nantinya, dia berserah pd Tuhan. Kalau org kaya memberi persembahan uang dlm jumlah besar, mrka msh bs makan dan minum serta msh memiliki bnyk harta, tdk pusing ttg kehidupannya. Jd memang sdh niat (but she of her want did), bkn terpaksa krna malu dilihat org tdk memberi persembahan. 2 lepton atau 2 peser, knpa tdk 1 peser saja sehingga dia msh pny 1 peser jg? 2 peser = 1 duit, 2 burung pipit seharga 1 duit. Si janda miskin ini paham bhw Tuhan tdk butuh uangnya, tp yg paling berharga bagi Tuhan adalah persembahan berupa seluruh kehidupan, hidup sbg sebuah persembahan sbg sebuah ibadah yg sejati.

Seberapa kita memberi persembahan, itu lambang seberapa kita memberi hidup kita pd Tuhan, seberapa penghormatan dan penundukan diri kita pd Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Uangmu dan Hidupmu

Tetaplah Berseru Pada Tuhan

DI 10102020

Matius 20:31

  • Tetapi orang banyak itu menegor mereka supaya mereka diam. Namun mereka makin keras berseru, katanya: “Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!”

Kisah ini tercatat dlm 3 kitab Injil yaitu Matius, Markus dan Lukas, dengan 2 versi berbeda, Matius mencatat ada 2 org buta, sementara Markus dan Lukas mencatat hanya 1 org buta saja.

Hal yg bs kita pelajari dr kisah ini adalah bhw tdk selalu org lain peduli dg keadaan yg sdg kita alami. Org bnyk dlm kisah ini justru menegur org buta ini spya mrka jgn berisik, supaya mrka diam. Org bnyk itu tdk berpikir bukankah jika org buta ini bs bertemu Yesus yg sdh sering melakukan mujizat kesembuhan maka dia akan disembuhkan? Yg org bnyk pikirkan hanyalah bgmna mrka bs trs berada dlm jarak yg dekat dg Yesus demi kepentingan mrka sndri. Tetap ingin diutamakan dan didahulukan, namun justru org buta inilah yg didahulukan Tuhan utk mengalami mujizat kesembuhan dr Yesus, ini krna dia tetap berseru pd Yesus meskipun dilarang oleh bnyk org yg ada di sekitarnya.

Si org buta ini paham bhw dia hrs tetap berfokus pd Yesus, Yesus hrs mendengar seruannya, bkn berfokus pd reaksi org bnyk ttg dia. Kita perlu belajar utk tetap berfokus pd Tuhan ketika berharap akan pertolongan dr Dia, apapun reaksi org-org terdekat kita yg kadang tdk peduli apalg mendukung kita utk bs mengalami kuasa Tuhan. Suatu saat pd waktu-Nya Tuhan, Dia akan meresponi seruan kita yg sungguh dan tdk berputus asa, di sinilah kita perlu bertekun berseru pd Tuhan. Jgn dilemahkan oleh keadaan ataupun oleh sikap org lain terhadap kita, berserulah hingga Tuhan mendengar dan menjawab seruan kita, apakah Dia berkenan memenuhi keinginan kita atau tdk, kitapun hrs siap menerima jwban dr Tuhan.

Bertekunlah dlm doa, tetap percaya bhw Tuhan mengasihi kita, sekalipun kita kadang hrs lebih bersabar dlm menantikan jwban Tuhan atas keinginan yg kita ajukan pd Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tetaplah Berseru Pada Tuhan

Biarkan Mereka Datang Pada Tuhan

DI 09102020

Matius 19:14 KJV
But Jesus said, Suffer little children, and forbid them not, to come unto me: for of such is the kingdom of heaven.

  • Tapi Yesus berkata: “Biarkan anak-anak kecil, dan jangan melarang mereka untuk datang pada-Ku, karena yang demikianlah kerajaan surga

Dlm kisah ini para murid menegur org bnyk krna mrka ingin membawa anak-anak kecil pd Yesus supaya diberkati dan didoakan oleh Yesus langsung, tp kemudian Yesus meminta para murid utk jgn mempersulit org bnyk itu.

Ayat ini tentu hrs kita pahami dg benar, bhw Tuhan tdk pernah merasa terlalu ‘sibuk’ atau merasa ‘repot’ dg bnyknya org yg dtg mencari Dia dan meminta sesuatu pd Tuhan. Tuhan jg mengasihi anak-anak kecil yg oleh orgtuanya dibawa mrka utk bertemu langsung dg Dia. Inilah tugas para orgtua yaitu membw anak-anak mrka utk bertemu dg Tuhan. Tentu tdk spt dlm kisah ini, bs bertemu Yesus scra fisik, namun bawalah anak-anak kita pd Tuhan, bertemu dg Tuhan melalui doa, perenungan akan firman Tuhan dan dlm kehidupan keseharian mrka. Para orgtua tdk boleh melepas pengawasan atas kehidupan rohani anak-anaknya, tp hrs tetap membimbing dan memberi contoh yg baik.

Kita jgn menjd org lain utk datang pd Tuhan krna mrka melihat hidup kita yg justru terlihat duniawi walaupun tetap menjalankan scra rutin aktivitas kerohanian. Tdk mudah utk menjd contoh dan teladan utk hal ini tentunya, namun itu wajib utk dilakukan. Layani jika ada org yg ingin dtg pd Tuhan walaupun mgkin kita tdk tahu persis tujuan mrka, apakah murni utk lebih mengenal Tuhan, atau pny tujuan yg lainnya. Biarkan mrka berurusan lgsg dg Tuhan, kita yakin bhw Tuhan akan melakukan sesuatu dlm hidup mrka. Tdk akan pernah sia-sia setiap kali org mengalami perjumpaan dg Tuhan secara pribadi, hidup mrka diubahkan dan Tuhan memberkati hidup mrka.

Sudahkah kita dtg setiap hari pd Tuhan lewat doa? Jgn kendor dlm hal berdoa, sesibuk apapun kita, tetaplah terhuhung dg Tuhan dlm keseharian aktivitas kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Biarkan Mereka Datang Pada Tuhan

Meresponi Panggilan Tuhan

DI 08102020

Matius 18:2-4
Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

  • Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.

Ada 2 pandangan berbeda ketika kita membaca perkataan Yesus ini, pertama bhw kita hrs menjd spt anak kecil yg dijadikan contoh oleh Yesus, kedua bhw kita hrs menjd spt layaknya seorg anak kecil. Mana yg benar?

Ada 2 hal utama yg ingin Tuhan tunjukkan mengenai kualitas org yg besar di dlm Kerajaan Surga, pertama yaitu meresponi ketika Tuhan memanggil. Spt anak kecil ini yg dtg ketika Yesus memanggilnya tanpa tahu apa yg akan Yesus lakukan terhadap dirinya, kitapun hrs meresponi penggilan Tuhan dlm hidup kita dg respon spt yg Tuhan ingin lihat di dlm diri kita. Walau si anak kecil ini mgkin hrs meninggalkan wkt bermainnya dg teman-teman sebayanya, kitapun hrs siap meninggalkan kesenangan kita demi utk memenuhi panggilan Tuhan, walaupun kita blm tahu detailnya spt apa misi yg Tuhan percayakan pd kita utk dilakukan, taat saja dan percayakan diri kita pd Tuhan.

Kedua, si anak kecil ini merendahkan diri di hadapan Tuhan. Berdiri di tengah org-org dewasa tentu sebuah situasi yg mgkin asing bagi anak itu, tahu diri siapa kita di hadapan Tuhan. Kita dipanggil bkn karena kehebatan kita, bkn krna kita merasa pantas utk menerima sesuatu dr Tuhan. Panggilan Tuhan bkn sesuatu yg utk dipamerkan, tp merupakan sebuah hak istimewa yg hrs kita hargai dan dipertanggung jwbkan suatu saat nanti di hadapan Tuhan. Ikut Tuhan itu sebuah hal serius, bkn utk main-main apalg demi berharap utk diberkati Tuhan, jgn bnyk bicara ketika waktunya Tuhan utk bicara. Hrs jd teladan yg baik di manapun kita berada.

Sblum terlambat dan tak ada waktu lg, penuhi panggilan Tuhan atas hidup kita dg hati yg sungguh mengasihi Tuhan, semua bs kita lakukan karena ada kapasitas besar yg Tuhan taruh dlm hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Meresponi Panggilan Tuhan

Saling Melayani

DI 07102020

Matius 11:1

  • Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.

Ayat ini berlatar belakang pengutusan kedua belas murid Yesus utk pergi menginjil dan melakukan mujizat di kota-kota bangsa Israel, dan kemudian Yesus sndri pergi melayani di kota-kota asal para murid-Nya.

Mengapa para murid tdk pergi melayani ke kota-kota asal mrka masing-masing? Tentu kita ingat ketika Yesus sndri pernah tdk dihargai oleh org-org sekampung-Nya sndri ketika Dia mulai mengajar dan mulai melakukan mujizat. Respon negatif org sekampung-Nya ini pd akhirnya menjd sebuah ‘hambatan’ utk Yesus lebih leluasa melayani di kampung-Nya sndri. Tdk bnyk mujizat yg Yesus lakukan di sana, krna tdk ditemui iman yg cukup pd org-org itu, mrka memandang Yesus hanya dr sisi manusia-Nya saja, dilihat silsilah keluarga dan disinggung mengenai pekerjaan ayah-Nya yg hanya seorg tukang kayu. Salah menilai Tuhan bs berakibat sangat fatal, kuasa Tuhan menjd terhambat utk dinyatakan.

Terjd sebuah metode plynan yg efektif dlm kisah ini, saling melayani dan hasilnya luar biasa. Kadang kita tdk ingin saling melayani dg beragam alasan, pdhal Tuhan mengatur semuanya demi kebaikan bersama. Kuasa sdh diberikan tp kita enggan utk menggunakannya, shga bnyk hal yg seharusnya bs tercapai maksimal, namun yg dihasilkan hanyalah porsi kecil dr yg maksimal itu. Tuhan menyertai kita, Dia tahu apa yg kita butuhkan, namun Dia butuh kerjasama kita, ikuti arahan dan rencana-Nya, taat dan setia melayani apapun dan kemanapun Tuhan mengutus kita, buang segala ego dan kemalasan kita, gantikan dg hati yg taat dan sukacita dlm melayani Tuhan.

Kita adalah rekan sekerja Tuhan, bekerjalah bersama dg Tuhan, belajar sehati dan sepikir dg Dia, maka kita akan melihat kemuliaan Tuhan dinyatakan dan nama Tuhan dimuliakan.

Posted in Renungan | Comments Off on Saling Melayani

Jijik Terhadap Dosa

DI 06102020

Yehezkiel 36:31

  • Dan kamu akan teringat-ingat kepada kelakuanmu yang jahat dan perbuatan-perbuatanmu yang tidak baik dan kamu akan merasa mual melihat dirimu sendiri karena kesalahan-kesalahanmu dan perbuatan-perbuatanmu yang keji.

Kita mgkin bingung dg org yg masih saja hidup dlm dosanya yg dilakukan terus menerus, apa tdk bosan hidup spt itu? Lalu bgmna bs terlepas dr ikatan dosa yg bgtu mengikat org yg mencintai dosa?

Sesuatu yg salah tp dianggap benar tentu itu hal yg hrs ditangani dg benar, maka apa yg dianggap benar itu hrs dibuktikan bhw ternyata itu salah bahkan jahat. Ini tentu butuh jamahan kuasa Tuhan sndri, manusia pny kecenderungan menikmati dosanya scra trs menerus, butuh utk dibuat ‘kapok’ terlebih dahulu barulah mulai timbul penyesalan yg kemudian diikuti dg pertobatan yg sungguh. Di saat proses pertobatan inilah manusia mulai menyadari bhw yg dia lakukan selama ini itu dosa, sesuatu yg jahat shga bs melakukan perbuatan yg keji. Rasa jijik dan muak terhadap apa yg pernah dibuat krna pengaruh dosa muncul krna hati nuraninya sdh kembali normal, sdh bs kembali menguasai dirinya sndri sepenuhnya.

Cara lain yg Tuhan lakukan ialah dg nyata melakukan yg baik meskipun seseorg masih hidup dlm dosanya. Manusia tetap pny hati nurani, bs saja suatu saat menjd kotor dan jahat, namun masih bs Tuhan pulihkan. Pertobatan ditunggu Tuhan hingga akhir nafas hidup tiap org shga tdk ada kata terlambat utk bertobat kembali pd Tuhan. Ketika Tuhan masih melakukan apa yg baik terhadap hidup seorg pendosa, maka kekerasan hati dan jalan pikiran yg dikuasai dosa, perlahan-lahan akan mulai diubah Tuhan, spt memanaskan es perlahan-lahan dg api, butuh wkt utk es itu mencair dan kemudian berubah menjd air panas yg mendidih. Tuhan sanggup mengubah hidup seorg pendosa menjd seorg yg membenci dosa.

Bukalah hati utk Tuhan menjamah hidup kita, Dia Pembebas kita, bahkan ikatan kuasa dosapun tunduk pd kuasa Tuhan, asalkan kita pny keinginan utk sungguh-sungguh bertobat.

Posted in Renungan | Comments Off on Jijik Terhadap Dosa

Salahkah Terlalu Berhikmat

DI 05102020

Pengkhotbah 7:16 KJV
Be not righteous over much; neither make thyself over wise: why shouldest thou destroy thyself?

  • Jangan menjadi terlalu benar, juga tidak membuat dirimu sendiri lebih bijak, mengapa kamu harus menghancurkan dirimu sendiri?

Bukankah baik seseorg menjd org benar dan menjd org bijak, tp kalau kita membc ayat ini, mengapa justru semusnya itu malah berdampak buruk terhadap hidup kita sndri?

Dlm dunia ini kita hidup berdampingan dg org lain, maka jika kita ini adalah org benar, di sekitar kita pasti jg ada org fasik, demikian jg jika kita org bijak, di sekitar kita jg ada org yg bodoh. Org-org yg fasik dan bodoh bs saja menjd tdk senang atau timbul rasa iri terhadap org benar dan bijak. Misalkan saja dlm sebuah gedung perbelanjaan, toko org benar dan bijak bs saja tdk disukai kehadirannya di tengah-tengah toko yg lain, krna Tuhan memberkati toko org benar dan krna pemiliknya bijak dlm mengelola tokonya, shga pembeli lbh suka belanja di tokonya, timbul rasa iri dan dengki dr pemilik toko yg lain shga mrka berusaha agar toko itu tutup dg berbagai macam cara.

Jd bgmna yg seharusnya dilakukan org benar dan bijak? Maka jgnlah hanya lebih hidup benar dan menambah hikmat shga menjd lebih bijak, tp mengusahakan mrka yg ada lingkungan di sekitarnya jg ‘tertular’ menjd org benar dan bijak. Kalau dlm dunia bisnis spt ‘berbagi kue atau rezeki’ dg yg lain. Hidup benar bkn sesuatu yg hrs dipamerkan, demikian jg dg hidup bijak, hrs ada dampak positif yg dirasakan org-org di dekatnya shga bkn rasa iri dan dengki yg muncul, tp justru mrka merasa terberkati dg kehadirannya. Jgn justru kita memancing org lain utk pny niat jahat terhadap kita, berbagilah dan tunjukkan bhw hidup benar dan bijak akan mendatangkan berkat Tuhan bagi org yg melakukannya.

Kita wajib hidup benar dan bijak, namun jgn lupa bhw karena hal itu kita perlu utk menjd berkat bagi bnyk org, terutama mrka yg ada di dekat kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Salahkah Terlalu Berhikmat