Ketaatan dan Persaudaraan

DI 26122025

1 Petrus 1:22 ILT3
Setelah memurnikan jiwamu dalam ketaatan akan kebenaran melalui Roh di dalam kasih persaudaraan yang tulus dari hati yang murni, hendaklah kamu sungguh-sungguh saling mengasihi,

Bgmna cara utk memurnikan hati? Di ayat ini disebutkan dgn cara taat pd kebenaran melalui Roh dan jg kasih persaudaraan yg tulus dr hati yg murni.

Ketaatan pd kebenaran melalui Roh Tuhan, ini sebenarnya yg hrs terjd pada diri setiap kita, sebab masih banyak org yg berusaha utk taat dgn kekuatannya sendiri, akibatnya jelas, kadang berhasil dan biasanya lebih banyak gagalnya. Keagungan dan godaan dosa lebih memukau drpd ketaatan, hal ini yg membuat kita sulit memilih utk taat pd Tuhan. Di satu sisi ingin taat, tp di sisi lain godaan begitu dahsyatnya. Kadang situasi yg menekan kita memilih utk menyimpang dr ketaatan, atau hanya melakukan sedikit atau sebagian saja, inipun tdk bisa menjadi sebuah ketaatan, karena yg dianggap taat itu bukan taat sebagian, tp taat seluruhnya tanpa kurang sedikitpun. Tapi ketika Tuhan hidup dlm kita, ada kemampuan utk dapat taat sepenuhnya, tetap berjuang melawan godaan dosa, tapi bisa menang darinya.

Hidup dlm persaudaraan, tepatnya saudara seiman, org-org yg diselamatkan, tentu ini tdk sesederhana yg kita bayangkan. Bnyk perbedaan status yg kadang jadi masalah dlm hidup bersama sdr seiman. Belum lagi karakter yg berbeda, latar belakang budaya serta pendidikan, perbedaan kepentingan dan yg lainnya. Bukan berarti mengabaikan semuanya itu, tapi menyikapinya dgn tepat sehingga bs berdampingan dgn harmonis, saling menghargai dan menghormati, bisa saling membangun dan berjalan bersama sesuai visi misi yg Tuhan berikan. Banyak hal yg perlu ditoleransi, mungkin ada bbrpa yg dikompromikan, tp pastinya kebenaran firman Tuhan tdk boleh diubah sedikitpun. Kasihilah sdr seiman kita dgn tulus hati, jg jgn punya niat jahat terhadap sesama, jgn mendendam, tp saling mengampuni.

Ketaatan dan hidup persaudaraan dengan sdr seiman, keduanya memproses dengan tepat kemurnian hati kita, jangan andalkan kemampuan diri sndri.

Posted in Renungan | Comments Off on Ketaatan dan Persaudaraan

Bukan Karena Perbuatan Kita

DI 24122025

2 Timotius 1:9
Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman

Ada urutan dlm kehidupan kita sbg seorg Kristen dlm ayat ini: diselamatkan, lanjut pd memanggil kita dgn panggilan kudus, hal ini perlu kita dalami lebih lanjut.

Apa alasan Tuhan menyelamatkan setiap dari kita? Banyak alasan yg mgkin orang akan berikan ttg hal ini, tp yg pasti adalah bhw kita perlu diselamatkan, tdk bisa untuk menyelamatkan diri sendiri. Diselamatkan utk apa? Inilah pertanyaan yg harusnya dr setiap kita tahu jawabannya. Dlm ayat ini, kita lihat kelanjutan setelah diselamatkan maka ada panggilan kudus yg perlu setiap dr kita patuhi, pastinya kita masuk dalam sebuah proses yaitu pengudusan atau dgn kata lain dimurnikan. Berarti kita terpisah hidup dgn cara yg dahulu, yg duniawi, lalu melangkah maju pd hidup dlm kekudusan sesuai dgn apa yg Tuhan tentukan untuk kita lakukan. Mengapa perlu dikuduskan? Karena Tuhan itu kudus: sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus (1 Petrus 1:16).

Jadi setelah diselamatkan, kita masuk dlm kehidupan yg baru, kehidupan dikuduskan supaya sama spt Tuhan yg adalah kudus, ini berarti kita sedang dibentuk utk menjadi serupa dgn Kristus. Manusia jatuh dalam dosa, kehilangan kemuliaan Tuhan, itulah mengapa kita diselamatkan & dikuduskan, supaya kembali menjd gambaran Tuhan yg sempurna. Hal yg merusak kekudusan itu adalah dosa, membuat kita menjadi cemar dan menghalangi hubungan kita dg Tuhan, jadi dikuduskan itu berarti juga memerangi keinginan berbuat dosa dan menjaga diri kita tetap dlm perlindungan Tuhan. Hal ini berlangsung seumur hidup kita, dalam hal ini, kita perlu berjuang dan menang, tidak boleh kompromi apalagi memelihara dosa membesar dlm hidup kita. Kadang kita bs menguasai diri, kadang kita lengah, itulah sebabnya kita hrs selalu berjaga-jaga dan bertekun dlm doa.

Jangan keluar dr proses pengudusan yang sedang kita jalani, iblis selalu berusaha utk menarik kita kembali dibelenggu oleh dosa dan maut, waspadalah senantiasa.

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Karena Perbuatan Kita

Firman dan Tanda

DI 23122025

Markus 16:20
Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Memberitakan Injil bukan hanya memakai firman, tp perlu disertai dgn tanda-tanda yg menyertai org percaya, di dalamnya ada yg berupa mujizat, kesembuhan, dsbnya.

Ayat ini menjelaskan bhw Tuhan bekerja di dalam pemberitaan Injil melalui firman-Nya dgn meneguhkan firman itu dg tanda-tanda yg menyertai org percaya. Jadi pemberita Injil itu harus ‘sakti’, tp ingat bhw ‘kesaktian’ itu Tuhan yg mengerjakannya melalui para org percaya yg memberitakan Injil. Ayat ini menjadi jawaban bagi para penentang Injil yang selalu menantang org Kristen minum racun tapi tdk mati. Kondisi minum racun ini konteksnya ialah saat pemberitaan Injil sdg dilakukan, bukan dlm kondisi normal, karena Tuhan yg melakukannya utk orang percaya. Kadang mereka susah dijelaskan karena pikiran mereka hanyalah ingin dgn tantangan minum racun, dlm kondisi yang normal, siapapun yg keracunan mgkin bisa mati, mereka memang ingin banyak orang Kristen terjebak dlm hal ini.

Contoh dlm Alkitab bgmna Tuhan bekerja meneguhkan pemberitaan Injil dg firman, misalnya saat Filipus tiba-tiba berpindah lokasi setelah membaptis sida-sida Etiopia (Kisah Para Rasul 8:39-40). Yohanes dan Petrus menyembuhkan pengemis lumpuh (Kisah Para Rasul 3:6-7). Dorkas yg sudah meninggal akhirnya dibangkitkan Paulus (Kisah Para Rasul 9:40-41). Yesus sendiri sbg pelopor pemberita Injil bkn hanya dgn mengajar tetapi melakukan kesembuhan & pengusiran roh jahat, karena itulah jangan kita mengingkari pentingnya mujizat dan tanda ajaib dlm pemberitaan Injil. Lalu knp ada para martir? Ini karena memang bbrpa org ditentukan mati sbg martir: “Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki (Wahyu 6:9).

Pemberitaan firman mgkin bs didebatkan oleh mereka yg menentang Injil, tapi bukti dr tanda-tanda ajaib yg Tuhan kerjakan dlm diri org percaya tdk bs didebat apalagi bisa dipungkiri.

Posted in Renungan | Comments Off on Firman dan Tanda

Hamba Tuhan Harus Sakti

DI 22122025

2 Raja-raja 13:21
Pada suatu kali orang sedang menguburkan mayat. Ketika mereka melihat gerombolan datang, dicampakkan merekalah mayat itu ke dalam kubur Elisa, lalu pergi. Dan demi mayat itu kena kepada tulang-tulang Elisa, maka hiduplah ia kembali dan bangun berdiri.

Nabi Elisa adalah salah satu contoh seorg hamba Tuhan yg komplit, bukan hanya dia sbg pembawa pesan Tuhan, tp juga punya ‘kesaktian’, bahkan hingga ke tulang tubuh saat telah mati.

Benarkah hamba Tuhan itu harus ‘sakti’? Di sini kita perlu melihat ayat-ayat yg merujuk pd hal itu tentunya. Bahkan dlm satu ayat, kalangan jemaatpun harusnya ‘sakti’ juga, baca ini: “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh. (Matius 16:17-18). Tapi kenapa masih tdk banyak kita temukan jemaat dan hamba Tuhan yg ‘sakti’? Agaknya terjd pergeseran ttg figur seorg hamba Tuhan, orang lebih suka hamba Tuhan yg ‘jago khotbah’, lebih akademis sifatnya.

Membuat khotbah itu bs dipelajari, tapi isi khotbah yg bersumber dr pesan Tuhan itu tdk semua hamba Tuhan bs melakukannya dgn tepat. Cari referensi ayat, gali bahasa aslinya, tambahkan sedikit ilustrasi media, jadilah sebuah khotbah yg bagus. Tapi utk bs dipercaya membawa pesan Tuhan, dia itu haruslah Tuhan sendiri yg memilihnya. Jabatan kependetaan bisa diperoleh dari sinode gereja, utk membantu pelayanan & penggembalaan, secara organisasi, sinode yg melantik dan mentahbiskan. Tapi belum tentu disertai dgn karunia dr Tuhan, belum layak diberi ‘kesaktian’ oleh Tuhan. Dalam Alkitab, kita lihat bgmna ‘hamba Tuhan’ itu disertai kesaktian dr Tuhan: Musa, Yosua, Elia, Elisa, bahkan para rasul pertama dan jg Paulus, mereka melakukan mujizat dan tanda ajaib, sementara mereka tetap pada pelayanan firman, pembawa pesan Tuhan.

Hamba Tuhan harus ‘sakti’, karena dalam pelayanannya pd jemaat, banyak masalah dan kasus yg supranatural, berkaitan dgn roh jahat, okultisme, hrs diselesaikan dgn kesaktian dr Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Hamba Tuhan Harus Sakti

Dipersempit Tuhan

DI 20122025

2 Raja-Raja 10:31-32 ILT3
Dan Yehu tidak memerhatikan untuk berjalan dalam hukum YAHWEH, Elohim Israel, dengan segenap hatinya. Dia tidak berpaling dari dosa-dosa Yerobeam yang mengakibatkan orang Israel berdosa.
Pada masa itu mulailah YAHWEH mempersempit daerah Israel, dan Hazael memukul mereka di seluruh perbatasan Israel,

Seringkali kita diajar layaknya sales, kalau berhasil melakukan deal, penjualan, maka ada bonus yg menanti, kalau taat perintah Tuhan maka akan terima berkat, sisi ini yg ditekankan trs menerus sehingga yang ada dlm otak kita hanya berkat, berkat & berkat saja. Tapi kita kurang diajar ttg bgmna jika kita tdk taat? Jangan-jangan yg ada di otak kita spt ini: tidak taat ya tdk dapat apa-apa. Padahal yg sebenarnya tdk spt itu, contoh dlm ayat ini, ketidak taatan raja Yehu pada hukum Tuhan, mengakibatkan Tuhan dgn tegas bertindak dg mempersempit daerah Israel. Jadi tdk taat itu bukan cuma tidak dapat apa-apa, tapi justru ‘dipersempit’ apa yg kita miliki, wujudnya bs beragam, mulai dari kehilangan kecil, hingga kehilangan yg besar, bahkan sampai dibuat minus (-). Hal ini bs terlihat dlm perumpamaan talenta yg sering dikhotbahkan.

Hamba yg jahat pd akhirnya dihukum serta talentanya diberikan pd hamba yg lain. Hal ini yg perlu ditekankan dlm otak pikiran kita yaitu: jgn coba-coba berani tdk taat, berani melawan Tuhan, akibatnya sangat buruk & kita akan menderita karenanya. Benar bhw Tuhan mengasihi kita, tp apakah kita juga mengasihi Tuhan? Kalau mengasihi Tuhan berarti taat pd perintah-Nya, bukan dengan memberi persembahan besar, bukan juga dgn melayani Tuhan! Kita melayani Tuhan sbg akibat kita meresponi kasih Tuhan yg besar dlm hidup kita. Pelayanan kita tidak akan pernah sebanding dgn kasih yg kita nikmati dr Tuhan, pelayanan adalah suatu pengabdian diri, bukti kira telah menerima keselamatan dr Tuhan. Karenanya jangan membanggakan pelayanan, itu bukan utk dipamerkan, tp utk dilihat Tuhan.

Taatlah pd Tuhan, maka kita semakin akan diperbesar kapasitas, tapi kalau tidak taat, kita akan dipersempit bahkan dibuat jadi minus di hadapan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Dipersempit Tuhan

Strategi Yang Tidak Biasa

DI 19122025

2 Raja-raja 6:22
Tetapi jawabnya: “Jangan! Biasakah kaubunuh yang kautawan dengan pedangmu dan dengan panahmu? Tetapi hidangkanlah makanan dan minuman di depan mereka, supaya mereka makan dan minum, lalu pulang kepada tuan mereka.”

Setiap masalah pny cara penyelesaiannya masing-masing, namun terkadang cara yg ingin dipakai haruslah tepat, jika salah, yg terjd justru berbeda dgn hasil yg menjadi tujuan yg ingin dicapai.

Memperlakukan tawanan dgn manusiawi, termasuk strategi yg unik dan tak lazim. Ini yg hrs jadi pemikiran kita pula, kadang saat kita dalam posisi hampir kalah, perlawanan fisik jd pilihan utama yg dilakukan. Sesuatu yg sesuai teori, kadang bkn cara yg tepat di dlm menyelesaikan sebuah masalah yang sedang dihadapi. Misalkan saja apa yg sdg terjd di dunia bisnis skrg ini, penjualan dgn membuka toko fisik mulai bukan jd pilihan yg tepat, membuka toko online jd alternatif pilihan yg masuk logika, walaupun ini juga butuh strategi bisnis lebih lanjut, realitanya terjd banyak toko online yg hanya bertahan sebentar lalu hilang. Memperlakukan yang jadi tawanan dgn manusiawi, justru itulah strategi yg tepat menghadapi gerombolan Aram yg sering menyerang.

‘Out of the box’, ini yg hrs kita usahakan di dalam jalan pemikiran kita. Teori lama tdk menjamin menjd cara yg tepat menjd satu solusi utk sebuah masalah. Mengikuti yang sedang terjd di sekitar kita, menjd satu hal yg perlu kita lakukan, perkembangan arus teknologi, trend serta yg sedang viral, bisa kita jadikan informasi utk menentukan apa strategi yg akan kita tentukan. Di atas yang disebutkan tadi, jgn lupa berkomunikasi dg Tuhan, bertanya pd Tuhan seringkali menjd pilihan terakhir, kalau sdh kepepet, mentok, buntu, jgn sampai kita babak belur duluan baru mencari Tuhan. Libatkan Tuhan mulai dr awal hingga akhir, Dia tahu proses dan ujung dr semua peristiwa, Dia tahu strategi yg paling tepat utk setiap situasi yg sedang kita hadapi, dan kadang cara yg Dia pakai itu di luar logika manusia.

Jadilah pandai dlm pengetahuan dan bijak dalam menentukan strategi, cara yg lama belum tentu cocok digunakan utk keadaan yg baru, temukan strategi yg tepat.

Posted in Renungan | Comments Off on Strategi Yang Tidak Biasa

Binatangpun Dibungkam

DI 18122025

Keluaran 11:7 ILT3
Dan tidak seekor anjing pun berani menajamkan lidahnya atas segenap bani Israel, mulai dari manusia dan sampai pada hewan, sehingga kamu mengetahui bahwa YAHWEH membuat perbedaan di antara orang Mesir dan orang Israel.

Ketika org Israel nantinya keluar dr tanah Mesir, diberitahukan Tuhan pd Musa bhw perjalanan mereka akan aman karena TDK ada anjing yg berani mengganggu mereka.

Mitos bhw anjing punya indera khusus yg bs merasakan hal yg gaib, mgkin saja hal itu sebagian benar. Dlm Alkitab ada kisah hewan yg bs melihat yg tdk bs mata biasa lihat: Dan keledai itu melihat Malaikat YAHWEH berdiri di jalan dan sebilah pedang terhunus di tangannya. Dan keledai itu menyimpang dari jalan itu dan masuk ke sebuah ladang. Dan Bileam memukul keledai itu untuk kembali ke jalan itu (Bilangan 22:23 ILT3). Dlm ayat ini anjing jg bs membedakan mana org Israel dan yang bukan, ada perbedaan yg Tuhan buat, jadi ada kemungkinan anjing itu akan melihat manusia tp dlm dunia rohnya, atau mgkin anjing itu bs melihat ada malaikat Tuhan yg berjalan bersama org Israel. Binatang jg taat pd Tuhan, inilah bukti bhw Pencipta itu benar-benar menguasai ciptaan-Nya.

Kita tdk sedang membahas ttg anjing yang mgkin bs melihat hal gaib, tp dlm ayat yang kita baca ini, mata apapun yg Tuhan buka utk melihat hal gaib, itu bs terjd. Abdi Elisa yaitu Gehazi, pernah dibuka matanya untuk bs melihat dunia roh: Lalu berdoalah Elisa: “Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.” Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa (2 Raja-Raja 6:17). Bisakah ini terjadi pd diri kita? Mgkin saja kalau Tuhan yang melakukannya demi tujuan tertentu, jd kita jgn ‘alergi’ kalau seseorg berkata bhw dia diizinkan Tuhan melihat dunia roh, tp tentu perkataannya itu hrs tetap diuji, benar atau sekedar ingin mencari sensasi shga yang dikatakannya itu tdk benar.

Tuhan sanggup membuka mata kita untuk melihat hal gaib atau dunia roh, tp itu tidak utk dipamerkan, jgn ambil keuntungan dari karunia yg Tuhan berikan.

Posted in Renungan | Comments Off on Binatangpun Dibungkam

Jangan Menghakimi

DI 17122025

Matius 7:2
Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

Makna jangan menghakimi ini perlu diteliti lebih dalam supaya kita jgn punya pikiran yg keliru ttg ini, apalagi membiarkan hal yg salah tetap dibiarkan.

Kita perhatikan dulu kata ‘hakim’, siapa dan apa peran seorg hakim dlm kehidupan org Yahudi yg berdasar pd hukum Taurat. Pada zaman itu seorang hakim adalah pemimpin bangsa Israel setelah zaman Yosua hingga zaman raja pertama yaitu Saul. Kata Ibrani syofet berarti seorang yang menegakkan keadilan dan kebenaran, menghukum org yg bersalah dan membenarkan orang yang benar. Jadi perlu suatu pengakuan dr para pemimpin suku Israel terhadap seseorg yg dipilih Tuhan menjabat sbg seorg hakim. Di dlm kehidupan sehari-hari, menghakimi bs dimaknai sbg tindakan memberi keadilan & membela yg benar, tdk membiarkan orang bersalah bebas dr hukuman. Seorg hakim punya wewenang menentukan nasib orang yg berperkara, karena itu tidak sembarang org bisa menduduki jabatan hakim.

Jangan menghakimi dlm ayat ini pny bnyk peringatan bagi tiap org: pertama, apakah Tuhan yg memberi wewenang menghakimi dan memberi keputusan? Kedua, apa kita punya kompetensi atau memenuhi syarat utk menghakimi? Apakah kita pny hikmat utk menentukan yg benar dan yang salah? Kadang orang menghakimi cuma berdasar pd apa kata org, malas mengecek ulang & mendengar dr 2 pihak, tdk cukup jeli dalam menilai situasi dan peristiwa yg ada, hanya karena merasa diri lebih benar drpd orang lain, bukan berarti otomatis punya hak utk menentukan yg benar dan yg salah, punya wewenang menentukan nasib org. Dalam kenyataannya km mereka yg merasa diri pantas menghakimi justru mereka juga yg melakukan hal yg sama, melemparkan yg salah ke org lain, menyelamatkan diri sndri demi tdk dihakimi dan dihukum.

Penghakiman adalah hak Tuhan, yg Tuhan serahkan sebagian wewenang pd org-org yg Dia pilih, jika kita tdk diberi wewenang dr Tuhan, jgn sok utk menghakimi.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Menghakimi

Jangan Salah Memprioritaskan

DI 16122025

Matius 6:31-32
Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Memenuhi kebutuhan hidup itu sesuatu yg dilakukan semua org, bgmna bs supaya itu terpenuhi, manusia mengusahakannya dgn berbagai cara.

Apa maksud Yesus dgn mengatakan ayat di atas? Tentu kita jgn keliru memahami dr perkataan Yesus ini, bukan berarti secara otomatis Tuhan sediakan makanan, rumah serta pakaian, intinya kebutuhan primer dr hidup manusia. Tuhan tahu dalam hidup ini kita membutuhkan semuanya itu, dan pasti Dia sediakan, namun kata kunci dr ayat ini adalah: ‘dicari’, ini yg perlu kita cermati lbh dalam. Mencari sesuatu itu perlu waktu & juga tenaga, apalagi mencari bgmna dapat memenuhi kebutuhan primer hidup kita, jd maksud dr ayat ini adalah gunakan waktu dan daya kita bukan hanya utk mencari jln memenuhi kebutuhan hidup kita ini, tubuh memerlukannya, tp roh kita jg punya suatu kebutuhannya sendiri. Karena itulah dalam ayat selanjutnya dikatakan supaya mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, jd ini ttg prioritas menggunakan waktu serta daya yg kita miliki.

Mengejar kebutuhan primer hidup ini scra berlebihan akan membuat kita tidak akan mudah puas dgn yg kita miliki. Mengejar kekayaan utk memenuhi kebutuhan primer hidup kita berubah menjd menimbun harta tanpa batas, akibatnya kadang kehilangan damai sejahtera karena kuatir memikirkan nasib harta kita. Menilai org lain berlebihan karena kita berpikir jangan-jangan harta yg kita miliki mau diincar, orang baik terhadap kita karena ada maunya, dsbnya. Memiliki batas rasa cukup menjd suatu yg penting utk kita miliki. Makan dan minum dengan berlebihan justru membuat kehilangan wkt utk menikmatinya, kenyang berlebihan itu menyebabkan perut sakit. Org menjd ‘sakit’ karena mengejar harta dgn rakusnya, tapi kebutuhan rohnya tdk terpenuhi, kaya tapi binasa, apa gunanya?

Gunakan waktu hidup kita utk memenuhi kebutuhan hidup kita: jasmani, jiwa, rohani, sehingga hidup kita seimbang dan punya damai sejahtera dlm hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Salah Memprioritaskan

Menimbun Kekayaan

DI 15122025

Matius 6:19 ILT3
“Janganlah menimbun bagimu harta di bumi, tempat ngengat dan karat merusak dan tempat pencuri membobol dan mencuri.

Konteks ayat ini tentunya hrs mengikuti yg berlaku di saat itu, uang masih dlm wujud fisik, belum ada bank ataupun uang dalam wujud digital.

2 ‘musuh’ besar dlm menimbun harta yang Yesus sebut di sini, yaitu ngengat merusak serta karat, kemudian pencuri membobol dan mencurinya. Jadi kita ambil makna dr ayat ini, pertama, kemungkinan harta kita dirusak ngengat dan karat sudah mengecil karena perkembangan teknologi, harta bs dipelihara dan terhindar dr kerusakan. Dlm bbrpa kasus, masih ada peristiwa uang yg disimpan di tempat tertentu dlm rumah itu ternyata rusak oleh ngengat dan karat. Di lain hal, uang ada masa berlakunya karena biasanya dikeluarkan uang baru, jadi harus mengikuti perkembangan informasi spya jgn sampai uang yg dikumpulkan ternyata sdh tdk berlaku lagi sbg pembayaran yang sah. Menimbun harta tdk salah, tapi harus jg ‘memelihara’ harta dgn baik, supaya dpt dimanfaatkan jika diperlukan.

Kedua, ada pencuri yang membobol harta dan mencurinya. Ada saja orang-orang yg menginginkan harta kita, iri dan berniat yg jahat terhadap harta kita. Misalnya orang dg sengaja memohon utk meminjam uang dlm jumlah besar, sengaja tdk berniat utk mengembalikannya, ada jg org yg dengan akal liciknya ingin merampas harta dengan cara tipu daya, istilahnya ‘dimakan orang’. Sampai pencuri dlm makna aslinya, seperti perampok, preman, dsbnya. Menggunakan harta utk bersahabat dgn org lain, ini suatu seni berteman, dgn sengaja membagikan sedikit harta supaya lingkungan kita aman, org-org tdk mengganggu kita, menolong & ikut memelihara lingkungan di mana rumah kita tinggali, ini perlu dilakukan. Walau kita jg hrs pahami bahwa walaupun terkadang kita sdh berbuat baik, tetap saja bkn suatu jaminan org tdk berniat jahat terhadap kita.

Jaga dan pelihara harta kita dgn bijak dan baik, gunakan harta kita bkn hanya sebagai milik pribadi, tapi bagilah sebagian kecil jg utk memberkati org dan lingkungan sekitar kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Menimbun Kekayaan