Cukup Kita dan Tuhan Yang Tahu

DI 13122025

Matius 6:3
Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.

Perlukah orang lain tahu ttg perbuatan baik yg kita perbuat? Sebenarnya bukan org lain perlu tahu, tapi orang lain perlu menikmati kebaikan yg kita perbuat.

Secara logika, mengartikan ayat ini sangat sulit, mana mgkin tangan kiri tdk tahu yang tangan kanan perbuat, karena otak & mata kita melihatnya. Pendekatan yg kita dapat tetapkan mgkin ttg ‘kiri dan kanan’, tangan pasti bicara ttg perbuatan, tp apa makna dr kiri dan kanan? Kanan biasanya dipakai utk menjelaskan ttg sesuatu yang mulia, hal ini bs kita temukan dlm pernyataan Yesus ini duduk di sebelah kanan Bapa, tentu ada yg perlu kita pahami ttg ini, mengapa kanan & mengapa bukan kiri? Tangan kanan sering dimaknai org kepercayaan. Tangan kanan seringkali dimaknai suatu kenormalan dlm melakukan apapun, org yg menggunakan tangan kiri disebut kidal, pengecualian yg dimaklumi, tp umumnya org normal lebih banyak drpd org kidal tangannya. Jadi apa makna sebenarnya dr ayat ini?

Lakukan perbuatan baik dgn ‘tersembunyi’, tdk perlu org banyak tahu, cukup kita dan Tuhan saja yg tahu. Ini mgkin berlaku utk perbuatan baik secara pribadi, lain halnya ketika spt membuka donasi utk bencana & yg lainnya, perlu publikasi yg intens. Kalau kita dipuji org karena perbuatan baik yang kita tunjukkan, kita kehilangan balasan dr Tuhan: “…supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya (Matius 6:5). Jd lbh mulia mana: dipuji manusia atau dipuji Tuhan? Tuhan membalas berkali-kali lipat, tp pujian manusia tdk setimpal dg balasan Tuhan, rugi besar sebenarnya jika kita dgn sengaja mencari pujian dr manusia tetapi kehilangan upah dari Tuhan. Tetapi perlu diingat: melakukan kebaikan hrs tulus, bkn ingin dibalas berkali lipat, Tuhan tdk mgkin bs dipermainkan!

Cukup kita dan Tuhan saja yg tahu, pujian dr manusia hanyalah sesaat, mgkin suatu saat mereka berbalik menghujat, manusia cenderung berubah-ubah.

Posted in Renungan | Comments Off on Cukup Kita dan Tuhan Yang Tahu

Sengaja Pamer

DI 12122025

Matius 6:1 ILT3
“Perhatikanlah sedekahmu, supaya jangan melakukannya di hadapan manusia sehingga dilihat oleh mereka, dan jika tidak, kamu tidak memperoleh pahala di hadapan Bapamu yang di surga.

Memberi sedekah diartikan sbg tindakan memberi bagi org miskin yg membutuhkan dan ini jgn dilakukan karena ingin terlihat di hadapan banyak org.

Zaman skrg populer istilah pencitraan, yg dilakukan sengaja diperlihatkan dg tujuan mendapatkan penilaian positif dr org lain, jd ada unsur kesengajaan utk melakukan hal ini. Terlihat org lain seharusnya bukan menjd tujuan perbuatan baik kita, tapi itu adalah ‘efek samping’ saja, tdk ada tujuan utk dipuji bnyk org, semua dilakukan karna dorongan hati oleh kasih. Org yg memberi akan dinilai sbg org yg berkelimpahan, dan bnyk org tergoda utk terlihat sbg org yang berkelimpahan, shga tdk diremehkan orang lain, karena sebagian golongan masih saja menilai org berdasarkan status ekonomi & sosial seseorg. Ingin terlihat sbg org baik & dermawan, menerima bnyk pujian, godaan ini sangat menguji kemurnian motivasi kita dlm berbuat baik, terkait jg dgn kehidupan kita sbg org Kristen.

Menjd populer, terkenal, dikagumi, semua itu hrsnya sekedar sebuah ‘efek samping’ yg kadang tdk terhindarkan. Kemajuan dr teknologi media sosial, mengakibatkan dg mudahnya kita meliput sebuah peristiwa. Tinggal merekam lalu publikasikan, cepat dan praktis, namun kembali pd diri setiap org, mau gunakan media sosial sbg apa? Utk jadi dokumentasi, ini hal yg baik, tetapi kalau utk pencitraan, mencari keuntungan bahkan menipu org, tentu ini sdh tdk murni dan tdk berkenan di hadapan Tuhan. Yang kita perbuat tentu hrs dipahami dan jangan kita modifikasi shga kehilangan kemurnian dasar oleh karena kasih. Pengakuan dari Tuhan lebih mulia drpd pengakuan yg kita terima dr manusia. Jgn gila pujian, hormat atau pencitraan semata, lakukanlah karna memang itu perintah Tuhan yg wajib untuk kita penuhi, tak perlu sengaja pamer.

Menjaga kemurnian motivasi kasih kita ini bukan hal yg mudah, tapi kita hrs menjaga hati kita dr segala hal yg bs mencemarkan kemurnian dan ketulusan hati.

Posted in Renungan | Comments Off on Sengaja Pamer

Sekilas Tentang Perceraian

DI 11122025

Matius 5:32
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

Topik ini tentu sangat sensitif, doktrin yang dipegang oleh gereja dan umat tentu harus dihormati, tulisan ini hanya sekedar sebuah pendapat pribadi yg mungkin berbeda dgn yg lainnya.

Bolehkah pasangan Kristen bercerai? Satu pertanyaan yg pasti jawabannya sama kpn dan di manapun berada: terbagi dlm 2 hal jawaban, pertama, yg berkata tdk boleh, yg dipersatukan Tuhan, tidak boleh diceraikan oleh manusia, Tuhan membenci perceraian dan memang ada ayat-ayat pendukung yg meneguhkan jawaban ini. Kedua, golongan yg berkata bahwa sebaiknya jgn dilakukan apapun alasannya, ini mengacu pd setiap org bertanggung jawab atas perbuatannya masing-masing, kalau memaksa bercerai, berarti sdh tahu resikonya di depan. Tetapi mari lihat ayat ini, tentu saja ada ayat-ayat lain yg bicara ttg perceraian, namun kali ini hanya membahas ayat ini. Ada kata yg kita hrs perhatikan yaitu: ‘kecuali’, berarti tidak boleh, tetapi karena alasan si istri berzinah, maka diperbolehkan.

Tdk disalahkan utk menceraikan istri yg dg yakin terbukti telah berzinah. Namun yang perlu dilihat jg dari sisi kesehatan misalnya yaitu seandainya si istri menderita penyakit kelamin dr perzinahannya, tetapi suami tdk menceraikannya, bisa jd suaminya tertular penyakit itu, karna tak mgkin mengampuni istri tanpa melakukan hubungan suami istri kembali spt semula, mengampuni berarti memulihkan hubungan spt sebelum terjadi sesuatu. Atau pisah tempat tidur, apakah ini sama saja spt telah bercerai? Serumah tp tak saling tegur sapa, pasangan serasa hanya teman biasa, apakah ini diinginkan sbg pasangan Kristen? Menceraikan isteri yg berzinah, dlm ayat ini berarti membuat si istri berzinah, setelah bercerai dan nikah lagi, tetap dianggap zinah karena di mata Tuhan, janji nikah tdk batal karena manusia memilih utk bercerai.

Boleh menceraikan dgn alasan istri terbukti berzinah, tp keputusan tetap ada di tangan kedua pihak pasangan, mau mengampuni dan menerima kembali? Tuhan ingin yang rusak utk dipulihkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Sekilas Tentang Perceraian

Jangan Menyebut Sembarangan

DI 10122025

Keluaran 20:7 (ILT3) Jangan menyebut Nama YAHWEH, Elohimmu, untuk kesia-siaan, karena YAHWEH tidak akan membebaskan orang yang menyebut Nama-Nya untuk kesia-siaan.

Perintah Tuhan ini sangat penting, banyak orang belum memenuhi sepenuhnya ttg hal ini, sehingga terjd banyak pelanggaran yg terjd dan membawa petaka dlm hidup.

Menyebut satu nama, berarti sengaja ingin melibatkan pemilik nama itu, misalnya saat berbincang-bincang, tersebut satu nama yg jadi obyek perbincangan, maka kalau saja ada perkataan yang salah ttg pemilik nama itu, dia berhak menuntut penjelasan, minta klarifikasi, bahkan berhak menuntut secara hukum karena dianggap mencemarkan diri dan nama baiknya. Kalau sebuah nama itu disebut ketika persidangan sebuah kasus, pihak pengadilan berhak memanggil untuk meminta keterangan/menjd saksi di kasus yg sedang disidangkan. Sederhananya itu, menyebut satu nama, berarti melibatkan si pemilik nama itu, jadi sengaja ‘menarik’ si pemilik nama itu masuk sbg obyek obrolan ataupun yg lainnya. Jadi apa yg dimaksud dgn menyebut nama Tuhan? Ada beberapa hal penting yg perlu kita mengerti.

Pertama, menyebut nama Tuhan itu ketika seseorg ingin menguatkan apa yg dia ucap dan katakan, sehingga dibuatlah sumpah yg membawa nama Tuhan di dlmnya. Kita jg diingatkan hal ttg sumpah: “Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan (Matius 5:33). Ada org yang sengaja bersumpah, tp tetap berkata yang dusta, ini suatu kesia-siaan yg akan orang itu pertanggung jawabkan di hadapan Dia. Kedua, mengatas namakan Tuhan ketika ingin mendapatkan keuntungan pribadi, ini bs terlihat dari nabi yg bernubuat palsu, yg sebenarnya tidak diutus Tuhan, tapi hanya demi mendapatkan uang besar saja. Bnyk jg hamba Tuhan yg menjanjikan berkat dg membawa nama Tuhan: “Kiranya Tuhan memberkati berkali-kali lipat dr taburan yg bapak/ibu/sdr telah taburkan”. Manipulasi nama Tuhan, berani menyuruh Tuhan yang membalas ‘taburan’, suatu sikap yg kurang ajar terhadap Tuhan.

Jgn menyebut nama Tuhan dg sembarang, apalagi utk kesia-siaan, hormati nama-Nya, takutlah dan gentar terhadap Dia, hiduplah dgn berkenan dlm setiap ucapan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Menyebut Sembarangan

Jangan Mendua

DI 09122025

Keluaran 20:3 ILT3
Jangan ada padamu ilah-ilah lain di hadapan-Ku.

Ayat ini seringkali kurang diperdalam arti & makna yg sebenarnya Tuhan ingin berikan pd kita, sehingga seringkali memahaminya hanya sebagian kecil saja.

Perhatikan kata ‘di hadapan-Ku’, ini berarti ketika seseorang menyembah ilah-ilah lain, dilakukannya secara terang-terangan tanpa memperdulikan perasaan Tuhan. Mgkin ini bs menggambarkan sedikit maknanya: spt seorg istri yg berselingkuh dan bermesraan di depan suaminya tanpa peduli dg apa yg suaminya rasakan ketika melihat itu. Hidup yg mendua, satu sisi masih berstatus org Kristen, masih ke gereja, tapi di lain waktu, punya tuhan yg lain, yg jg dipercaya, tanpa org itu merasa bhw dia telah mendua hati. Sekali lagi, kata ‘di hadapan-Ku’ inilah titik beratnya, tidak merasa risih apalagi malu menyembah ilah-ilah lain di hadapan Tuhan yg katanya dia kasihi dgn segenap hati. Yg jg penting diperhatikan adalah ‘ilah-ilah’ yg berarti jamak, banyak ilah, bukan cuma 1 saja.

Jadi Tuhan sdh ingatkan, ada banyak ilah di dunia ini yg sanggup membuat manusia utk menyembah mereka. Ada yang karena ingin cepat kaya, dia menyembah ilah yang diyakini sanggup membuatnya kaya dalam waktu singkat. Ada yg menyembah ilah yg dia percaya sanggup menyembuhkan yang sedang dia derita, berdoa pd Tuhan tp tdk ada perkembangan baik, dsbnya. Banyak sisi kehidupan manusia yg mgkin muncul masalah di dalamnya, kadang orang tidak sabar menunggu waktu Tuhan bertindak, ingin cepat-cepat beres, jd memilih untuk mencari tuhan alternatif yg sanggup untuk memenuhi keinginannya. Seringkali inilah celah yg iblis gunakan untuk menyediakan apa yg kita mau, namun ingatlah bhw iblis memberi namun dia mengambil lebih dari yg dia berikan, ada ‘bunga’ yg dia inginkan.

Percayalah pd Tuhan dgn segenap hati, tdk bimbang ataupun ragu, sabar menanti wkt Tuhan utk Dia bertindak, jgn berani untuk membuat Tuhan murka karena banyak ilah lain dlm hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Mendua

Memelihara Perintah Tuhan

DI 08122025

Keluaran 20:6
tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.

Bgmna supaya hidup kita diberkati Tuhan? Dgn terlibat pelayanan? Bnyk doa puasa? Rajin ke gereja? Ini hanya bagian dari yang dimaksud dgn berpegang pd perintah yang Tuhan berikan.

Yg Tuhan inginkan itu bukan melakukan yg hanya kita bs lakukan dari seluruh perintah yg Dia tunjukkan pd kita, bukan sebagian, tp semua atau seluruh perintah Tuhan. Yg ada dlm pikiran manusia pasti ttg ini: tidak ada yg sanggup melakukan seluruhnya, jd bgmna? Benar bhw tdk ada satupun orang yg sanggup melakukan semua perintah yg Tuhan berikan, masalahnya itu kita ini mau atau tidak? Kalau mau, sekalipun kita tidak sanggup, Tuhan yang akan memampukan kita utk melakukannya. Masalahnya justru terletak pd orgnya itu sendiri, bukan tidak sanggup tetapi tdk mau. Mengapa? Karena kecenderungan manusia itu inginnya hidup bebas melakukan keinginannya, tdk boleh ada larangan, tetapi hidup bebas tanpa ada batas justru cenderung membahayakan & merusak hidup manusia itu sendiri.

Pertama, tergantung mau atau tidak kita di dalam mentaati perintah Tuhan, kedua, yg sering dikeluhkan adalah bhw perintah-Nya itu berat, sulit dan banyak hambatan untuk melakukannya. Memang bbrpa perintah dr Tuhan itu memerlukan pengorbanan, harus memilih yg tepat, dan resikonya kehilangan apa yg kita miliki. Namun jgn kuatir, kuasa Tuhan itu tanpa batas, jika membangkitkan org mati saja Dia sanggup, apalagi hal yg lainnya. Kesetiaan kita diuji justru saat kita diperhadapkan resiko besar seandainya yg kita pilih adalah mentaati perintah Tuhan. Bbrpa kisah dlm Alkitab menggambarkan ttg ini, kadang nyawa jadi taruhannya, pilih taat pd Tuhan atau pd manusia. Tuhan tdk menutup mata terhadap kesetiaan kita, Dia akan menunjukkan pembelaan-Nya ketika kita memilih utk setia.

Kita hrs punya keinginan mentaati seluruh perintah Tuhan, Dia akan beri kesanggupan utk itu, Dia membela kita ketika pilihan yg kita ambil adalah memilih taat pd Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Memelihara Perintah Tuhan

Tidak Terwakili

DI 06122025

Yesaya 42:8 ILT3
Akulah YAHWEH, itulah Nama-Ku, dan Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain, dan pujian-Ku kepada patung.

Karena keterbatasan penglihatan manusia, maka tuhan yg disembah diwujudkan dlm wujud patung, lukisan, ukiran, dsbnya, tapi di dlm kekristenan, jelas semua itu dilarang dan tdk boleh diwujudkan.

Mgkin kita punya salib di rumah, ditaruh di dinding atau atas pintu rumah, mgkin kita punya lukisan sosok Yesus, mgkin kita pny ukiran rohani, itu semua hanyalah benda yg biasa, tdk boleh disembah. Apa alasannya? Jelas dlm ayat ini, Tuhan tidak mewakilkan diri-Nya dlm wujud apapun, kemuliaan-Nya hanya ada pd diri-Nya sendiri, karena itulah kalau kita menyembah Tuhan, sembahlah pribadi Tuhan, bukan benda yang ‘mewakili’ Tuhan menurut anggapan manusia. Dalam Alkitab ada kisah Tuhan murka karena Dia diwujudkan sbg patung anak lembu emas, ini ada di: Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: “Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!” (Keluaran 32:4).

Ini jelas pelanggaran berat, sudah ada satu perintah larangan membuat wujud apapun yg menyerupai Tuhan: Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi (Keluaran 20:4). Sekalipun manusia menganggap patung sbg bagian dr kesenian, tp tetap perintah Tuhan di atas semuanya. Lalu bgmna dgn salib, patung & ukiran yg kita punya? Tdk boleh dianggap sbg perwakilan Tuhan, artinya tidak boleh utk disembah, hanya sbg aksesoris rohani saja. Jgn menganggap ada kuasa Tuhan di dalamnya, jgn dikeramatkan, ingat ayat itu, kemuliaan Tuhan tdk ada dlm apapun, tapi hanya ada dlm pribadi Tuhan. Tidak boleh dijadikan perantara, menyembah patung yg katanya sosok Tuhan, berarti sama dengan menyembah Tuhan, jelas pikiran Ini sangat bertentangan dgn ayat di atas.

Sembahlah Tuhan, ada baiknya kita hanya memiliki aksesoris rohani, jgn sampai kita jatuh dlm penyembahan yg keliru, sembah dan pujilah pribadi Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Terwakili

Diumpamakan Tuhan

DI 05122025

Yesaya 41:14 (ILT3)
Jangan takut, hai cacing Yakub, hai orang-orang Israel, Aku akan menolongmu,” firman YAHWEH, dan Penebusmu, adalah Yang Mahakudus Israel.

Yakub yaitu nenek moyang bangsa Israel di dlm ayat ini disebut sbg ‘cacing’, tentu dlm hal ini ada suatu pesan yg ingin dimengerti oleh bangsa Israel.

Secara ukuran, cacing itu berukuran kecil, mudah ditangkap dan dibunuh, ini sesuatu gambaran ttg keadaaan bangsa Israel pd zaman itu, bukan dlm zaman keemasan, tp dlm keadaan kerajaan sudah terpecah dan mengalami serangan dr bangsa lain. Ayat ini adalah ucapan nabi Yesaya, yg hidup pd zaman 4 raja yaitu raja Uzia, Yotam, Ahas & Hizkia. Israel digambarkan sbg ‘cacing’, ini tentu mengingatkan supaya bangsa Israel menyadari keadaan mereka, bkn spt singa atau harimau yg perkasa. Tuhan tetap pd sikap-Nya, bhw keturunan Yakub tetaplah menjd bangsa pilihan Tuhan, melalui ke-12 suku bangsa Israel, akan ada keselamatan yg Tuhan tunjukkan. Namun nabi Yesaya jg mengungkit keburukan yg dimiliki Israel pd zaman itu, bhw segala dosa yg dilakukan telah mendatangkan hukuman dr Tuhan.

Apa keadaan kita hari-hari ini jika dipakai gambaran hewan, apakah sedang perkasa singa, atau sangat memprihatinkan seperti hewan lain yg tidak berdaya? Keselamatan dr Tuhan tetap ada di tengah murka Tuhan yg mendatangkan hukuman. Dlm situasi ini yg penting adalah pertobatan, bukan suatu sikap arogan menentang keputusan Tuhan pd kita. Kadang merasa diri baik-baik saja adalah tipuan mematikan terhadap kondisi kita yg sebenarnya. Merasa sudah lakukan semua kegiatan rohani, kewajiban rohani, dan merasa diri lebih baik dr org lain, ialah satu lobang yang kita gali sendiri di depan mata kita. Kriteria Tuhan sangat berbeda & Tuhan lebih melihat hati dan motivasi yang sebenarnya, ketika Dia jujur, kenyataan yg sebenarnya Dia ungkapkan, barulah rasa malu itu datang dan mengejutkan kita.

Di tengah kesesakan, ada keselamatan yg Tuhan tetap sediakan supaya kita lolos dr situasi buruk, ingatlah utk bertobat dan jg perbaiki kekurangan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Diumpamakan Tuhan

Ketika Tuhan Datang

DI 04122025

Yesaya 40:10 ILT3
Lihatlah, Tuhan YAHWEH akan datang dengan kekuatan, dan lengan-Nya memerintah bagi-Nya. Lihatlah upah-Nya ada bersama-Nya, dan pahala-Nya di hadapan-Nya.

Tuhan datang, bukan ketika nanti Dia akan datang ke dunia utk kedua kalinya, tapi ini jg bicara ttg kedatangan Tuhan sbg Tuhan yg hadir dlm persekutuan umat-Nya.

Pastinya, Dia datang utk ‘membalas’, baik perbuatan yg baik maupun yg jahat. Dalam hal ini kita perlu memahami bhw balasan Tuhan itu ada 2 jenis, balasan untuk jangka waktu tertentu, artinya bukan yg final atau yg terakhir, kemudian biasanya yg final, ini ttg surga atau neraka bagi setiap manusia. Dlm ayat ini kedatangan Tuhan bukan yang final, tapi Dia datang membawa bbrpa hal yaitu: Dia datang dgn kekuatan, lengan-Nya memerintah bagi Dia, membawa upah, dan juga pahala. Jadi jelas kedatangan Tuhan dlm ayat ini utk membela, menyelamatkan umat-Nya, tetapi jg menghukum dosa yang dilakukan bangsa Israel pd waktu itu. Dia datang utk membalas serta menunjukkan kedaulatan-Nya, memberi upah sesuai dgn perbuatan tiap-tiap org, yg baik maupun yg jahat, Dia memutuskan sesuai keadilan yg Dia punya.

Dlm zaman kini, Tuhan datang jg saat kita berdoa, memuji, dan menyembah Tuhan. Di dlm hadirat Tuhan, inilah dimensi roh saat kita di bumi bertemu dgn Tuhan di surga. Fisik kita tetap di bumi, namun roh kita bs terhubung dgn Roh Tuhan, saat kemuliaan Tuhan dinyatakan ketika umat-Nya bersatu dlm penyembahan. Kita belum bisa datang menemui Tuhan yg berdiam di surga, tapi Dia sediakan dimensi hadirat Tuhan spya kita bs bertemu dgn Tuhan. Kita bs dengan yakin merasakan kehadiran Tuhan, diberi pewahyuan, menerima pesan Tuhan, serta diberi kekuatan tambahan supaya roh kita tetap kuat dan iman kita tetap teguh. Tapi ingat bhw utk bs masuk dlm hadirat Tuhan ini, kita hrs dlm keadaan kudus, tidak boleh ada dosa pd kita, karena itulah Dia berikan solusi utk ini yaitu darah-Nya menyucikan kita dr segala dosa, sehingga dilayakkan masuk dlm hadirat-Nya.

Tuhan jg datang utk menjemput org yang dikasihi-Nya, artinya pulang ke rumah Bapa di surga, Dia sediakan tempat bagi kita utk tetap ada bersama Dia.

Posted in Renungan | Comments Off on Ketika Tuhan Datang

Tuhan Gembala Kita

DI 03122025

Yesaya 40:11 ILT3
Dia akan memberi makan kawanan domba-Nya seperti seorang gembala, Dia akan mengumpulkan anak-anak domba dengan lengan-Nya, dan dalam pelukan-Nya Dia membawa mereka, Dia merawat, memimpinnya.”

Mazmur yg Daud tulis menggambarkan dia itu spt domba yg digembalakan seorg yang adalah gembala, yaitu Tuhan. Demikian jg nabi Yesaya menggambarkannya dlm ayat ini.

Bangsa Israel spt kawanan domba yg sdg Tuhan gembalakan, diberi makan, dengan penuh perhatian mengumpulkan anak-anak domba dg lengan-Nya, sambil memeluk, Ia membawa mereka, merawat & memimpin. Intinya adalah kita sbg kawanan domba yg digembalakan-Nya itu tdk dibiarkan berada jauh, Dia memberi kita perlindungan, rasa aman dan kita terpelihara, terawat. Berarti kita bukan domba yg liar, yg tdk terawat & tdk punya pimpinan. Dari ayat ini kita dapat menemukan bbrpa peran Tuhan sbg seorg ‘Gembala Agung’ yaitu spt Orangtua yang menyediakan makanan bagi anak-anaknya, spt seorg guru yang mengumpulkan murid utk diajar, spt seorg Sahabat yg mengerti & memahami isi hati kita, dan juga Pemimpin yg memimpin kita ke jalan yg benar. Tuhan mengasihi kita karena kita ialah kepunyaan Tuhan.

Di luar sana, iblis spt pemangsa yg selalu mengamati hidup kita, salah satu strategi yg dia lakukan adalah mencerai beraikan kita, layaknya seekor pemangsa membuat gaduh di tengah kawanan domba. Ini bisa kita lihat dgn bgmna dia merusak pikiran kita dgn memakai oknum-oknum yg telah jatuh dlm dosa, kepahitan karena perilaku oknum hamba Tuhan, pelayan gereja, para rohaniawan, dsbnya. Dlm keluarga, dia juga merusak melalui oknum orgtua yg gagal di dlm mengasihi keluarganya, image bapak dan ibu sbg orgtua dirusak oleh dosa-dosa yg mereka lakukan. Dlm masyarakat umum jg kita diperhadapkan dg oknum-oknum yg rusak moralnya dlm memimpin bangsa ini. Semuanya itu strategi iblis supaya kita tdk ingin berhimpun, karena melihat contoh yg negatif, tetapi Tuhan menghimpun kita, Dia contoh yg patut diteladani.

Kita ini kepunyaan Tuhan sendiri, Dia akan tetap merawat dan menjaga kita, jgn jauh dari Tuhan, tetap bersekutu walaupun kita melihat banyak contoh yg buruk.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Gembala Kita