Peranan Malaikat

DI 30102025

Kisah Para Rasul 5:18-20
Mereka menangkap rasul-rasul itu, lalu memasukkan mereka ke dalam penjara kota.
Tetapi waktu malam seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka ke luar, katanya:
“Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak.”

Mengapa zaman skrg hanya sedikit saja yg bersaksi pernah ditolong oleh malaikat? Di zaman PL dan PB, terlihat peranan penting dr malaikat dlm kehidupan org percaya.

Mgkin penyebabnya adalah zaman ini yang lebih berperan adalah teknologi dan logika berpikir, hal yg berkaitan dgn supranatural dianggap sesuatu yg ‘kelas dua’, dipercaya boleh, tdk dipercaya jg tak masalah. Dalam kita menjalani hidup seorg Kristen, peranan dr malaikat itu bagian dr apa yg kita imani bhw Tuhan yg kita sembah itu luar biasa & dahsyat, malaikat adalah utusan Tuhan utk melayani kita, yang menerima keselamatan dr Tuhan: Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan? (Ibrani 1:14). Jd kita punya pertolongan Tuhan melalui malaikat yang diutus utk melayani kepentingan kita. Jadi seharusnya jgn ‘alergi’ dgn hal supranatural karena Tuhan kita itu Roh, demikian jg dgn para malaikat utusan Tuhan.

Perkembangan zaman kadang menggerus iman kita, segala sesuatu hrs bs dijelaskan secara logika, hrs masuk akal. Kurangnya pengalaman ttg hal supranatural, seringkali membuat iman seseorg mudah goyah, yg diharapkan hanya pertolongan dr manusia: dr para hamba Tuhan, pendoa, koneksi yg dimiliki spt pejabat, penguasa, dsbnya. Tdk salah membangun jaringan dgn manusia lain, tetapi ada hal-hal tertentu yg hanya bs diselesaikan oleh Tuhan. Pengusiran roh jahat sulit diselesaikan dgn ilmu psikologi, penyakit kronis bahkan sulit diobati dgn ilmu medis, bahkan kebangkitan org mati blm ada teknologi yang bs melakukannya. Sekali lagi jgn bodoh apalagi alergi dg hal yg berkaitan dgn supranatural, kisah dalam Alkitab menjd saksi bgmna Tuhan bekerja secara supranatural dlm menolong semua org percaya.

Iman tdk boleh diletakkan atas teknologi & ilmu pengetahuan, tapi kita menggunakan keduanya utk sebagian kepentingan hidup kita, bahkan seringkali keduanya dipakai Tuhan utk mengkonfirmasi kebenaran dari Alkitab.

Posted in Renungan | Comments Off on Peranan Malaikat

4 Disiplin Rohani

DI 29102025

Kisah Para Rasul 2:42
Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

4 disiplin rohani menjd gaya hidup gereja mula-mula, bukan sekedar hal yg dilakukan dlm tempat ibadah, tetapi jg yg dilakukan di luar tempat ibadah.

Mari kita lihat yg pertama, bertekun dalam pengajaran para rasul, tentunya para rasul yg hidup sezaman dgn Yesus, yang selama 3,5 tahun belajar dan diajar oleh Yesus, yg menjd pengajaran mereka tentunya valid & layak dipercaya. Para rasul itu saksi hidup ttg apa yg Yesus ajarkan. Zaman ini tentu kita bersyukur sdh memiliki Alkitab secara utuh, bs kita pelajari semuanya, bs diakses dgn mudah dan banyak referensi yg punya nilai teologi yg baik. Yg kedua, persekutuan bersama, bukan sekedar di gereja, tapi jg dlm keseharian hidup, bersekutu di rumah secara bergantian. Dlm persekutuan akan membuat kita bisa mempraktekkan kasih, mendiskusikan firman Tuhan dgn minimum salah penafsiran. Zaman ini komsel menjd salah satu wujud persekutuan yg bisa kita temui di sebagian besar gereja. Tentu jgn mengabaikan persekutuan dlm ibadah di hari Minggu.

Ketiga, memecahkan roti, kebiasaan dalam budaya Yahudi, seorg pemimpin mengucap berkat atas roti kemudian dipecah-pecah & dibagikan pd semua yg hadir. Ini berkaitan juga dgn pesan Yesus saat malam Paskah, memecahkan roti utk mengingat kematian Yesus. Jadi intinya mengingat bhw hanya oleh anugerah melalui kematian Yesus, kita diselamatkan, dan hidup seorg Kristen hrs berbagi dgn sesama, menjadi berkat. Yang ke-4, berdoa, tentu ini bukan doa pribadi yg dilakukan di masing-masing ruang doa, tp berdoa secara bersama, berdampak amat luar biasa: “Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani (Kisah Para Rasul 4:31). Dlm kesatuan yg kuat, doa bersama sangat ‘powerful’ dan memanifestasikan kuasa Tuhan.

4 disiplin rohani ini bukan sebuah pilihan utk kita mau melakukannya atau tdk, tapi sebuah gaya hidup mengasihi Tuhan: taat pd perintah dan ajaran-Nya.

Posted in Renungan | Comments Off on 4 Disiplin Rohani

Berhak Tapi Ada Batasannya

DI 28102025

Filipi 2:4
dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

Setiap org memiliki hak utk melakukan apa yg dia inginkan, menggunakan miliknya yg diperoleh dgn benar, tapi tentu ada sesuatu yg jadi batasannya.

Berhak melakukan tp lihat kepentingan org lain juga, ini batasan yg harusnya disadari oleh setiap org. Pertimbangkan dampak yg ditimbulkan dr perbuatan, sikap, keputusan atau yg lainnya, meskipun kita berhak utk melakukannya, tapi apakah itu merugikan org lain? Misalnya, rumah kita kebanjiran, ada hak kita utk meninggikan halaman dr rumah kita, jgn sampai kita terbebas banjir tp tetangga kita justru mengalami sesuatu yg merugikan dirinya, rumahnya justru bisa mengalami banjir yg lebih parah karena tdk ditinggikan halamannya. Seharusnya dapat dicari solusi mengatasi kebanjiran yg tepat tanpa merugikan org lain. Inilah yang ingin ayat ini sampaikan, kita punya hak tapi org lain jg punya kepentingan, jgn sampai hal itu justru menjd bumerang bagi kita, tidak boleh egois dan arogan.

Mendengar lagu di rumah itu hak kita, tapi volumenya jg hrs diperhatikan, jgn arogan dgn menyetel volumenya terlalu keras, ini akan sangat mengganggu ketenangan dari para tetangga kita, tak jarang bisa memicu suatu pertengkaran. Banyak contoh lain yg bs kita dapati, intinya adalah tdk boleh jadi batu sandungan bagi org lain, memancing emosi hingga org lain jatuh dlm dosa. Kita harusnya hadir menjd berkat, bukan menjd sebuah ‘kutukan’ bagi mereka. Jemaat yg mula-mula terkenal punya gaya hidup yang baik, disukai semua org hingga jumlah org percaya bertambah signifikan (Kisah Para Rasul 2:47). Perhatikan kepentingan orang lain jg karena kita bukan hidup sendirian tp hidup bersama, bermasyarakat, perlu untuk menunjukkan toleransi, memberi dampak yg positif, serta menjd teladan.

Hak bukan utk membenarkan kita boleh dg bebas melakukan apapun, ada batasan yg hrs kita perhatikan jg yaitu kepentingan org lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Berhak Tapi Ada Batasannya

Menjamin Keamanannya

DI 27102025

Yohanes 18:8
Jawab Yesus: “Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi.”

Yesus tahu Dia akan segera ditangkap, hal yg Dia lakukan ialah menjamin keamanan para murid-Nya, tdk turut ditangkap serta turut mengalami penganiayaan.

Kalau kita menyimak cerita fiksi atau film misalnya, tak jarang anak buah, murid, atau bahkan anggota keluarga dijadikan tameng ketika seseorg mengalami ancaman yang membahayakan dirinya. Tentu ini tindakan yabg tergolong pengecut dan memalukan, harusnya melindungi tp justru menjadikan org lain sbg tameng. Kita bangga dengan tindakan Yesus ini, dibandingkan versi lain yg mengatakan ada org yg diserupakan dg Yesus sehingga yg disalibkan itu bukanlah Yesus. Bapa tdk pengecut spt oknum versi lain itu, kalau bs bangkit dr kematian, knpa takut mati? Bukankah lucu kalau demikian yg terjd? Tetapi bersyukur bhw Yesus yang disembah org Kristen memiliki keberanian dan tdk mengorbankan org lain demi bisa menyelamatkan diri-Nya. Knpa takut mati kalau bisa bangkit dr kematian?

Mengamankan para murid, ini yang Yesus tunjukkan pd kita, sbg pemimpin tdk boleh dan tdk pantas mengorbankan bawahan & murid atau sejenisnya, demi selamat dari ancaman. Yesus dgn berani menghadapi yg hrs terjd demi menggenapi apa yg telah Bapa rencanakan. Ini pelajaran bagi kita yg hrs diingat: jgn jadi oknum yg justru dapat ‘merusak’ apa yg Tuhan telah rencanakan, bagian kita adalah taat spt Yesus, dalam keadaan-Nya yg bergumul dlm doa namun Bapa tdk memenuhi permohonan-Nya, tapi apa yg jd keputusan Bapa, itu yg hrs ditaati dan dijalani. Tuhan tahu kapasitas yg kita miliki, pasti kita sanggup utk menjalaninya walaupun dgn penuh pengorbanan serta air mata, tetapi sesuai janji-Nya, kemuliaan yg besar akan jadi milik kita setelah semua berakhir.

Hadapi semuanya dgn berani, jgn jadikan org-org di sekitar kita sbg tameng, tetapi justru kita yg hrs melindungi mereka, inilah salah satu karakter ilahi yg sejati.

Posted in Renungan | Comments Off on Menjamin Keamanannya

Kenapa Jadi Hanya Teman?

DI 25102025

Matius 26:49-50
Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: “Salam Rabi,” lalu mencium Dia.
Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Hai teman, untuk itukah engkau datang?” Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya.

Peristiwa malam saat Yesus ditangkap ini, ada suatu perkataan yg menarik, mengapa Yesus menyebut Yudas Iskariot sbg seorg teman, padahal dia itu murid-Nya?

Hampir 3,5 tahun Yudas Iskariot pergi dlm rombongan para murid Yesus, namun yang terjd adalah bukan pengakuan Yesus bhw dia adalah murid-Nya, tetapi sekedar seorg ‘teman’, apakah ada makna di baliknya? Ini sesuatu yang menarik, Yesus menyebutnya sbg teman, org yang bukan di pihak lawan atau musuh seharusnya, tetapi sindiran ini utk menyadarkan keberadaan Yudas yang sekelompok dgn org-org yg ingin berbuat jahat yaitu menangkap Dia. Berada di sisi yg salah, itulah mengapa Yesus menyebut dia sbg ‘teman’, suatu sindiran tajam yang menusuk hati Yudas Iskariot, dia harusnya ada dlm kelompok para murid, tapi justru membelot ke pihak lawan. Bgmna dengan kita? Di mana posisi kita dengan Tuhan, di posisi sekutu kah atau justru seteru Tuhan, Tuhan yg akan menilainya.

Dari murid berubah jd teman, kedekatan yg jauh berbeda, ibarat seorg suami menyebut istrinya hanya sbg teman biasa di hadapan banyak org. Apakah ini berarti bhw Yudas tdk diakui lagi sbg murid Yesus? Jika kita melihat kisah selanjutnya, tdk ada catatan bhw Yudas berkumpul lagi dgn para murid, justru dia mengambil keputusan gantung diri lalu mati. Dia lupa bahwa Yesus pernah berkata Dia akan bangkit di hari ke-3, jadi kalaupun dia menyesal, kesempatan untuk dia bertobat sbnarnya masih ada, tapi juga para murid yg lain tdk mengingat ini. Ini jg suatu hal yang perlu jd pelajaran bagi kita, jgn melupakan firman Tuhan, yg Dia telah katakan pasti digenapi, meskipun hal itu tdk masuk akal dan logika. Penyesalan yg terlalu dalam kadang menuntun org untuk melakukan hal yg sia-sia, hingga bunuh diri atau yg lainnya.

Apakah kita pengikut Yesus atau sekedar fans belaka? Kita beriman Dia berkuasa, tp tdk yakin Dia menyatakan kuasa-Nya atas kita? Tetap jaga keintiman bersama Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Kenapa Jadi Hanya Teman?

Penyaliban Yesus, Rencana Siapa?

DI 24102025

Yohanes 14:30-31
Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku.
Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini.”

Meskipun sudah terjadi hampir 2000 tahun lalu, ada saja org-org yg mendebatkan ttg siapa yg merencanakan penyaliban Yesus, apakah rencana Tuhan?

Sedikit kita mundur saat peristiwa padang gurun di mana Yesus dicobai iblis, yg kita tahu informasinya adalah itu atas rencana atau kehendak Roh: “Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis” (Matius 4:1). Jadi jelas, Roh yg telah berencana utk menguji Yesus setelah 40 hari 40 malam berpuasa, iblis ada di sana dan mencobai Yesus. Entah apa ada suatu komunikasi antara Roh dgn iblis, tdk dapat kita temukan dlm Alkitab, tp yg pasti kisah ini yg kelihatan adalah Yesus dicobai iblis sbg bentuk pengujian Roh terhadap Yesus. Metode ini mirip dgn kisah pengujian Ayub oleh Tuhan, iblis diizinkan untuk mencobai. Jadi siapa inisiator dr penyaliban Yesus di Golgota? Ada baiknya perhatikan ayat yang di atas, kita akan temukan suatu jawaban yg jelas.

Yesus berkata bhw penguasa dunia datang tapi tdk berkuasa atas Yesus. Artinya tidak ada pihak manapun bs merencanakan hal sesuatu terhadap Yesus. Jadi kalau ada yg berpendapat bhw penyaliban Yesus itu hal yabg iblis rencanakan, pertanyaannya: iblis berkuasa atas Yesus sehingga bs dengan bebasnya menggiring Yesus menuju suatu penyaliban? Jelas iblis tdk berkuasa atas Yesus. Ingat bhw peristiwa Yesus berdoa di Taman Getsemani malam sebelum Dia ditangkap, Yesus memohon 3x supaya jika mungkin ‘cawan’ itu berlalu (Matius 26:44). Yesus tahu bhw Dia akan ditangkap serta dihukum oleh pemerintah Romawi yg saat itu berkuasa di wilayah Israel, hukuman yg berlaku adalah penyaliban, bukan dirajam spt dlm Taurat. Yesus tahu Dia akan mati & kemudian bangkit, pasti Dia tahu jg dengan cara apa Dia akan mati, iblis tdk berkuasa atas diri-Nya.

Yang terpenting adalah bgmna kita hidup dalam kuasa kebangkitan Yesus, gunakan utk memuliakan Tuhan dan membawa jiwa utk bertobat dan menerima keselamatan.

Posted in Renungan | Comments Off on Penyaliban Yesus, Rencana Siapa?

Kekudusan Yang Sebenarnya

DI 23102025

Yohanes 17:17
Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

Kudus seringkali dimaknai sbg kondisi yg bersih, suci, tanpa dosa. Padahal itu hanya sebagian dr makna kudus, apa kata Yesus ttg kekudusan?

Dlm doa Yesus untuk para murid-Nya serta org-org yg nantinya percaya pd Injil, Yesus memohon pd Bapa utk menguduskan kita dlm kebenaran-Nya yaitu firman Tuhan. Jd makna kata kudus ini harus sesuai dengan apa yg firman Tuhan katakan, bkn asalnya dr pengertian manusia. Tidak ada satupun manusia yg tdk berdosa, maka kalau yang dipakai pengertian kudus itu tanpa dosa & suci, maka tak ada satupun manusia yang dapat sampai pd kondisi menjd kudus. Yg perlu kita perhatikan adalah kata pertama dlm ayat ini yaitu ‘kuduskanlah’, Tuhan lah yg menguduskan kita, melakukan prosesi pengurusan terhadap semua manusia yg berdosa. Pemberian pengampunan atas dosa manusia membuat dosa terampuni & kita disucikan oleh darah Yesus yg dengan darah-Nya telah menebus kita.

Mgkin ilustrasi ini sedikit menggambarkan hal pengurusan: seorg anak kecil dilarang bermain di luar karena sedang hujan, tetapi si anak mengabaikan larangan itu dan dia bermain hujan-hujanan, tubuhnya jadi kotor dan ini memicu kemarahan orgtuanya. Yg harusnya dilarang masuk karena kotor, si anak ini menyesal, minta ampun dan dgn penuh kasih orgtuanya mengizinkan anak ini masuk rumah. Yg dilakukan tentu satu pembersihan, tubuh anaknya dibersihkan dan barulah keadaan anak itu kembali jadi bersih spt tidak pernah kotor sebelumnya. Kudus bkn berarti tdk pernah berdosa, tapi ada pertobatan yang membuat Tuhan beri pengampunan. Dikuduskan dalam firman Tuhan, artinya mulai dr pertobatan, proses pengudusan, hingga dimuliakan, semua ini hrs sesuai dg apa yg telah Tuhan tetapkan, bukan memakai akal manusia.

Pentingnya kita dikuduskan oleh Tuhan di dlm firman Tuhan, bukan pengertian akal kita sendiri, jgn bohongi pikiran kita dengan pemikiran sesat ttg pertobatan.

Posted in Renungan | Comments Off on Kekudusan Yang Sebenarnya

Damai Sejahtera Memerintah

DI 22102025

Kolose 3:15
Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.

Kita dipanggil Tuhan utk menjadi 1 tubuh di dlm Kristus, dalam hal ini butuh sesuatu yg bs membuat ini langgeng: damai sejahtera Kristus memerintah dalam hati kita.

Dlm hidup bergaul dlm komunitas apapun, tak bs dipungkiri bs terjd pergesekan atau perselisihan karena banyak sebab, hal ini biasanya membuat emosi meledak-ledak hingga tak jarang timbul perpecahan atau adu fisik yg tentu saja sangat merugikan. Kepentingan siapa yg ‘menang’, biasanya inilah yg jadi tujuan utama semua pihak yg bertikai. Tuhan tdk ingin tubuh-Nya menjd terpecah-pecah, harus unity atau ada dlm kesatuan: “Nyanyian pendakian. Dari Daud. Lihatlah alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara hidup bersama dalam kesatuan!” (Mazmur 133:1 ILT3). Dr ayat yg lain, kita lihat ini: “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi jg untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku (Yohanes 17: 20-21). Jadi Yesus ingin semua org yang percaya utk hidup bersama dan bersatu.

Suasana hati hrs penuh damai sejahtera, supaya kita bs mengendalikan pikiran dan emosi kita dg baik, bukan damai sejahtera karena situasi, tp damai sejahtera berasal dr Kristus, saat Tuhan ada dlm hidup kita, maka Dia menaruh damai sejahtera-Nya di dlm hati setiap kita. Emosi bisa terpancing, tp pikiran tetap hrs berdasar pd kebenaran firman Tuhan. Inilah maksud dari ayat yang kita baca yaitu damai sejahtera Kristus itu memerintah dlm hati kita, mengendalikan hati dan pikiran kita serta mampu utk bisa menahan luapan emosi. Pikirkanlah yang baik, utk kepentingan bersama, bukan utk ambisi pribadi atau kelompok. Terkadang kita tergoda menentukan siapa yg ‘lebih’ di dalam komunitas kita, siapa yg terbesar, yg paling diandalkan, yg paling berperan, dan sebagainya. Godaan pikiran spt itu jangan sampai menimbulkan bibit perpecahan.

Apakah damai sejahtera Tuhan itu ada dan memerintah dlm hati kita? Jgn tergoda dg pikiran yg mengarah pd perpecahan, tetapi hiduplah dlm damai sejahtera satu dengan yg lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Damai Sejahtera Memerintah

Menghormati Pemimpin Gereja

DI 21102025

1 Timotius 5:17
Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar.

Mungkin ada sedikit perbedaan mengenai para pengkhotbah di zaman Timotius dgn pengkhotbah zaman sekarang. Zaman itu Injil dan pengajaran para rasul baru mulai menyebar, tdk banyak referensi membuat bahan khotbah yg spt sekarang, zaman itu Alkitab blm dikanonkan. Jd seorg penatua gereja yg mahir berkhotbah pastilah orang yg istimewa, karena hrs berjerih payah utk menyusun sebuah khotbah yg baik. Harus diingat pula bhw di zaman itu sdh ada juga pengajaran palsu dan sesat, belum lagi yg masih ingin memasukkan tradisi Taurat ke dlm pengajaran Kristen, terutama bagi yg non Yahudi (Gentile), seorg penatua yang mampu berkhotbah, pastilah seorg yg tdk kompromi dgn pengajaran yg di luar dari pengajaran para rasul, berkhotbah apa yg benar serta membangun jemaat.

Bukan hanya mampu berkhotbah, tapi juga mampu utk mengajar, ini suatu kombinasi yg patutnya dimiliki. Zaman ini ada saja yg berkhotbah tp tdk jelas mau bahas apa, jd para pendengarnya bingung dan ‘ngantuk’ ketika mendengarnya. Tdk semua org yang berkhotbah mampu utk mengajar, karena dlm hal mengajar ini, perlu kemampuan utk membuat org yg diajar memahami sesuai dgn apa yg para pengajar pahami. Murid yg tdk mengerti bs punya 2 kemungkinan: si murid memang bodoh atau si guru yang tdk bisa mengajar dgn baik. Jgn heran jika ada jemaat yg menilai pengkhotbah A itu mudah dipahami khotbahnya, sementara pengkhotbah B justru membingungkan dg khotbahnya. Pengkhotbah yg mampu juga utk mengajar, suatu hal yg sangat baik dan seharusnya semua pengkhotbah memiliki 2 kemampuan ini.

Hormatilah para pemimpin gereja yg punya kemampuan berkhotbah dan mengajar, ini akan sangat membangun iman jemaat dan menangkis pengajaran sesat yg ada.

Posted in Renungan | Comments Off on Menghormati Pemimpin Gereja

Jangan Membebani

DI 20102025

1 Timotius 5:16
Jika seorang laki-laki atau perempuan yang percaya mempunyai anggota keluarga yang janda, hendaklah ia membantu mereka sehingga mereka jangan menjadi beban bagi jemaat. Dengan demikian jemaat dapat membantu mereka yang benar-benar janda.

Salah satu pelayanan gereja adalah dalam hal memelihara kehidupan para janda, tapi kemudian dibuatlah kriteria yg jelas, siapa saja yg layak utk menerima pelayanan dari gereja.

Melihat kondisi zaman itu, kebanyakan yg menjanda adalah istri yg ditinggal mati sbg ibu rumah tangga biasa, beda dg zaman ini yg ada para janda sbg pebisnis, guru, serta profesi lainnya yg bebas dr masalah uang atau finansial. Jd kita perlu jg memahami ini dan melihat konteks di zamannya. Dlm hal ini, keluarga yg memiliki seorg janda di dlm keluarganya, kalau kondisi keuangan mampu, maka punya kewajiban utk dapat memelihara sanak saudaranya yang janda. Berarti ada sebuah tanggung jawab bagi para keluarga yg secara keuangannya itu mampu atau berkecukupan, tdk boleh dgn sengaja mengabaikan anggota keluarga yg menjd janda. Konteks zaman itu janda yg dimaksud adalah yg ditinggal mati suami, bukan spt zaman skrg yg menjd janda bisa karena perceraian.

Tanggung jawab dlm memelihara anggota keluarga ini menjd sebuah ukuran apakah seseorg itu tidak beriman: “Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman” (1 Timotius 5:8). Mengasihi Tuhan berarti wajib jg mengasihi sesama, tdk boleh hanya Tuhan saja yg dikasihi. Di dlm keluarga pasti pernah terjd hal-hal yg kurang mengenakkan, tetapi itu tdk bs jadi alasan utk mengabaikan kondisi keluarga yg sedang kurang baik. Org beriman bukan soal bgmna menerima mujizat kuasa dari Tuhan, tetapi bgmna mengamalkan hidup sbg pengikut Kristus, mengikuti pola hidup Yesus sewaktu di dunia, meskipun dalam melayani, Yesus ttg peduli dg keluarga-Nya di saat ada kesempatan bertemu.

Apakah ada dr sanak saudara kita yg dlm keadaan kurang baik? Peliharalah mereka sesuai dgn perintah Tuhan, tunjukkan bhw kita adalah org yg beriman pd Kristus.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Membebani