3 Keburukan Manusia

DI 07062018

Wahyu 3:18 KJV
I counsel thee to buy of me gold tried in the fire, that thou mayest be rich; and white raiment, that thou mayest be clothed, and that the shame of thy nakedness do not appear; and anoint thine eyes with eyesalve, that thou mayest see.

  • Aku menasehati kamu untuk membeli dari-Ku emas dimurnikan dalam api, supaya kamu bisa menjadi kaya; dan pakaian/jubah putih supaya kamu bisa berpakaian, dan rasa malu akibat ketelanjanganmu tidak muncul; dan berikan matamu dengan salep mata, supaya kamu bisa melihat

7 surat pada 7 malaikat jemaat di zaman rasul Yohanes hidup merupakan bagian awal dr kitab Wahyu, berisi pesan dan teguran Tuhan sesuai dg keadaan jemaat masing-masing. Ayat ini peringatan Tuhan utk jemaat di Laodikia.

Dari teguran Tuhan terhadap jemaat di Laodikia, bs kita lihat bhw mrka lebih fokus terhadap hal-hal yg duniawi, fokusnya mencari harta, menjd kaya, tdk terlihat kegairahan pd Tuhan, suam-suam kuku artinya tdk bs dibilang panas atau dingin, tdk jelas penilaiannya. Namun Tuhan tegas bagi yg suam-suam kuku akan ‘dimuntahkan’, muntah artinya ditolak oleh tubuh utk masuk ke dlm karena bs mengganggu pencernaan.

3 masalah yg Tuhan ungkit adalah pertama: merasa kaya padahal sbnarnya miskin, malang, tdk bermutu. Tuhan ingin kita menjd kaya dengan cara-Nya, artinya kaya tp tdk melupakan kerohanian. 24 jam sehari apakah sama sekali tdk ada bagian waktu utk Tuhan? Tuhan memberikan solusi utk kita membeli emas yg dimurnikan dr api yaitu proses pemurnian hati dan karakter spya kita serupa dg Dia.

Kedua, merasa berpakaian pdhal telanjang. Pakaian putih melambangkan perbuatan org kudus. Pakaian menutupi ketelanjangan, dosa mengakibatkan Adam dan Hawa terlihat ketelanjangannya. Sdh mengejar harta, ditambah bnyk berbuat dosa, hrs ditutupi dg kekudusan dr Tuhan.

Ketiga, merasa melihat pdhal buta. Sok tahu pdhal tdk tahu apa-apa. Sok bijaksana pdhal hidup dlm kefasikan, munafik. Koreksi diri kita

Posted in Renungan | Comments Off on 3 Keburukan Manusia

Kasih Sahabat

DI 06062018

2 Samuel 1:26 KJV
I am distressed for thee, my brother Jonathan: very pleasant hast thou been unto me: thy love to me was wonderful, passing the love of women.

  • Aku berduka untukmu, saudaraku Yonathan: sangat ramah apa yang telah kau perbuat padaku: kasihmu padaku itu ajaib, melampaui cinta para wanita.

Yonathan dan Daud, punya hubungan yg sangat kompleks, dimulai dr saat keduanya mengikat sebuah perjanjian bhw mrka saling mengasihi krna jiwa mrka telah berpadu (1 Samuel 18:1-4), Yonathan adalah sdr ipar Daud jg, anak laki-laki dr mertuanya yaitu raja Saul yg menjadikan dirinya buronan kerajaan Israel.

Yonathan berani menentang ayahnya dan menyelamatkan Daud dr rencana jahat raja Saul, namun rasa hormat dan pengabdiannya terhadap ayahnya raja Saul tdk berkurang sedikitpun, pd akhirnya keduanya mati dlm peperangan. Daud mengatakan kasih Yonathan itu melebihi cinta perempuan. Apa makna dr perkataan ini sbnarnya?

Daud memiliki bbrpa istri, di antaranya Mikhal, anak raja Saul. Sepanjang kisah rumah tangga mrka, kisah cinta keduanya tdklah baik, Mikhallah yg suka pd Daud, kemudian menikah namun kemudian Mikhal diberikan pd Palti bin Lais oleh raja Saul, pdhal masih sbg istri sah Daud, kemudian Daud mengambilnya kembali, sejarah mencatat Mikhal tdk punya anak hingga matinya, artinya tdk ada hubungan intim antara keduanya. Mikhal pernah menolong Daud, tp dia tdk setia.

Hilangnya kesetiaan dlm jenis hubungan apapun akan membuat hubungan itu rusak. Sahabat yg selalu ada di pihak kita selagi kita di pihak yg benar adalah sahabat setia, sekalipun hrs melawan argumen org-org terdekatnya, spt Yonathan tdk sepaham dg ayahnya, Saul, sahabat setia tetap setia hingga akhir hidupnya. Sahabat itu menyelamatkan nyawa kita, artinya berusaha sebisa mgkin kita tetap bertahan hidup, tdk meninggalkan kita di masa sulit, bahkan rela memberikan apapun bahkan nyawanya jg rela diberikan utk sahabatnya. Inipun dikatakan Yesus dlm Yohanes 15:13

Posted in Renungan | Comments Off on Kasih Sahabat

Proses Tuhan

DI 05062018

Ulangan 4:20

  • sedangkan TUHAN telah mengambil kamu dan membawa kamu keluar dari dapur peleburan besi, dari Mesir, untuk menjadi umat milik-Nya sendiri, seperti yang terjadi sekarang ini.

Mengutip dari Ensiklopedia Alkitab, dapur pelaburan besi dlm bahasa Ibrani ‘kur’. Tempat melebur logam, dipakai sebagai kiasan hukuman atau ‘pemurnian’ manusia oleh Tuhan. Dalam Yeh 22:18, 20,22 diterjemahkan ‘peleburan’, dalam Yes 48:10, ‘dapur’, di tempat lain (mis Ul 4:20) ‘dapur peleburan’.

Ternyata kualitas bangsa Israel saat berada di Mesir baru sebatas ‘besi’ jika diumpamakan sbg logam. Kualitas emas dan perak berbeda dg besi, misalnya dlm pengartian mimpi raja Nebukadnezar di zaman Daniel, patung yg dilihatnya menunjukkan bhw besi adalah jenis logam yg kualitasnya di bawah emas, perak dan tembaga. Tuhan memang ‘sengaja’ membuat bangsa Israel tertindas di Mesir spt besi dlm dapur peleburan selama 400 tahun, tepat spt yg Tuhan katakan pd Abraham spya bangsa Israel dimurnikan.

Dapur peleburan jg bcra ttg hukuman. Keadaan mrka di Mesir zaman itu ada kemungkinan budaya Mesir sdh mempengaruhi mrka shga ada kemungkinan mrka jg menyembah berhala. Tak heran jika ketika Musa diutus Tuhan utk memimpin bangsa Israel keluar dr Mesir, dia bertanya apa yg hrs dia katakan ttg Tuhan. Perbudakan biasa menjd hukuman Tuhan bagi bangsa Israel ketika mrka menyembah berhala.

Inilah jwban bagi mgkin sebagian dr kita yg dulunya menyembah berhala, setelah percaya pd Tuhan Yesus, mengapa justru mengalami hal-hal yg tdk mengenakkan. Tuhan hrs murnikan kita dr dampak penyembahan berhala yg pernah kita lakukan, Dia proses kita lewat bnyk pemurnian, spya ketika yg kudus dr Tuhan masuk dlm hidup kita, tdk terjd pertentangan antara kedagingan dan kekudusan Tuhan. Ibarat bak air yg kotor, hrs dikuras bersih spya ketika diisi air bersih, airnya tetap bersih, tdk kotor.

400 tahun dlm perbudakan Mesir, 40 tahun di padang gurun, Israel diproses Tuhan

Posted in Renungan | Comments Off on Proses Tuhan

Harus Memiliki

DI 04062018

Kejadian 23:18

  • diserahkan kepada Abraham menjadi tanah belian, di depan mata bani Het itu, di depan semua orang yang datang di pintu gerbang kota.

Sara, isteri Abraham meninggal di usia 127 tahun, kemudian Abraham ingin membeli sebuah ladang di tanah milik bani Het utk menguburkan Sara isterinya di gua yg ada disana.

Mengapa Abraham ‘ngotot’ atau bersikeras utk membeli ladang, pdhal bani Het dg suka hati membiarkan seandainya Abraham menggunakan ladang mrka tanpa perlu membelinya? Mgkin ada yg berpikir: “Jangan tolak berkat dr org yg ingin memberkati kita.” Hrsnya Abraham terima saja niat baik bani Het.

Abraham berpikir panjang jauh ke masa dpn, bani Het yg ada skrg memang hidup berdamai dg Abraham, tp blm tentu keturunan mrka jg hidup berdamai, jika terjd sesuatu, bgmna nasib kuburan Sara? Jika hak milik ttg ladang di mana Sara dikubur tetap pd bani Het, tentu bs terjd hal yg tdk diinginkan.

Berpikir jauh ke masa depan, itu yg hrs kita lakukan, sebagian org menyiapkan harta kekayaan utk ‘7 turunan’ krna ingin keturunan mrka tdk hidup susah. Ada jg yg berfokus pd pembentukan karakter anak selagi dini, spya sewaktu dewasa nanti si anak memiliki karakter yg baik. Apa yg sdg kita siapkan utk masa dpn kita? Spt Abraham, ada bbrpa hal yg hrs secara legal kita miliki, jg dlm hal kerohanian kita.

Keselamatan dr Tuhan itu sebuah anugerah, pemberian yg diberikan krna kita bertobat. Tp keselamatan di awal pertobatan hanyalah sebuah awal dr keselamatan seutuhnya, krna keselamatan yg utuh memastikan nama kita tertulis dlm Buku Kehidupan dan pasti masuk surga. Tdk semua org Kristen masuk surga, artinya org yg menerima keselamatan yg awal blm tentu masuk surga.

Baptisan itu bukti pertobatan, bkn sesuatu yg membuat kita pasti masuk surga. Ini yg hrs kita pahami betul, shga setelah dibaptis, kita tdk main-main dlm hidup ini, justru hrs semakin giat mengerjakan keselamatan awal yg kita miliki. Hrs miliki keselamatan utuh

Posted in Renungan | Comments Off on Harus Memiliki

Tidak Sombong

DI 02062018

2 Tawarikh 2:1 KJV
And Solomon determined to build an house for the name of the LORD, and an house for his kingdom.

  • Dan Salomo menetapkan untuk membangun sebuah rumah bagi nama Tuhan, dan sebuah istana bagi kerajaannya.

Membaca ayat ini ada kalimat yg menarik dr perkataan raja Salomo, yaitu istana bagi kerajaannya. Mengapa tdk dia katakan sbg istana bagi dirinya sndri?

Di sinilah raja Salomo menunjukkan sikap tdk sombongnya. Bisa saja dia berkata: “Aku ini anak Daud yg terhebat, semua warisan Daud, ayahku semuanya aku miliki, aku ingin membangun sebuah istana utk diriku sendiri.” Walaupun tentu saja istana adalah tempat tinggal keluarga raja, namun Salomo memperhitungkan kemuliaan istana sbg kebanggaan seluruh rakyat kerajaan Israel.

Bgmna dg kita? Apakah kita masih berfokus pd kebanggaan diri sndri?

Kita mgkin berkesempatan bs sekolah tinggi, tp apakah itu hanya utk kebanggaan keluarga? Sepantasnya dg ilmu pengetahuan dan keahlian yg kita miliki itu digunakan utk bnyk manfaat bagi bnyk org bahkan utk kesejahteraan bangsa kita. Kita mgkin dipercaya Tuhan menjd sangat kaya, tp apakah hanya utk dinikmati diri sndri? Bknkah dg kekayaan kita bs melakukan bnyk hal mulia yg dinikmati bnyk org? Berfokus pd diri sndri hanya menghasilkan kebanggaan, keegoisan dan kesombongan jika tdk diimbangi dg kerendahan hati dan kerinduan utk menjd berkat. Bnyk contoh dlm realita yg ada, misalnya seorg dokter yg tdk memungut bayaran utk jasa medisnya, para atlet yg berjuang mengharumkan nama bangsa, dsbnya.

Kita yg mengalami promosi dr Tuhan dan dipercayakan sebuah profesi yg mulia, hrslah menyadari bhw Tuhan pny tujuan yg mulia melalui apa yg bs kita lakukan. Tentu memang utk meraih semuanya kita berjuang dg segenap hati dan kekuatan kita, namun itu semua bkn utk memperkaya diri kita sndri, bkn utk mengambil bnyk keuntungan dr situ. Tuhan pasti percayakan lebih ketika kita didapati setia dan bs dipercaya. Jgn sombong dan egois

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Sombong

Upah Kesetiaan

DI 31052018

Yeremia 39:11-12
Mengenai Yeremia, Nebukadnezar, raja Babel, telah memberi perintah dengan perantaraan Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal, bunyinya:

  • “Bawalah dan perhatikanlah dia, janganlah apa-apakan dia, melainkan haruslah kaulakukan kepadanya sesuai dengan permintaannya kepadamu!”

Menjd nabi Tuhan pd zaman itu memang besar resikonya, terutama dlm hal pesan Tuhan yg disampaikan, bila pesan-Nya yg bagus-bagus pasti diaminkan, tp bila pesan-Nya ttg hukuman Tuhan dan kehancuran, kalau raja saat itu tdk suka mendengarnya, nabi itu bs dipenjarakan bahkan dihukum mati. Itulah sebabnya ada saja nabi palsu yg muncul, selalu membw ‘pesan’ yg baik yg sebenarnya karangannya sndri.

Tuhan sdh memberitahukan bhw Yerusalem akan runtuh oleh Babel, sbg nabi Tuhan tentunya pesan Tuhan yg disampaikan hrs apa adanya, tdk ditambahi atau dikurangi. Kemudian karena hasutan bbrpa pihak, Yeremia dihukum dg dimasukkan ke dlm sumur berlumpur, namun pd akhirnya dia dibebaskan. Pembelaan Tuhan atas Yeremia adalah upah dr kesetiaan Yeremia menjalankan tugasnya sbg seorg nabi.

Bgmna dg kita? Apakah kita masih menyampaikan ‘pesan’ Tuhan dg apa adanya? Ini bs berupa pesan Tuhan yg diberitakan para pengkhotbah, pesan Tuhan yg Dia berikan pd kita utk menegur kesalahan seseorg, dsbnya. Resikonya mgkin kita tdk disukai org, ditolak atau mgkin diancam, apakah kita masih setia?

Yeremia tdk ikut dlm pembuangan ke Babel, dia tinggal bersama org-org yg sengaja ditinggalkan, dia tdk mengalami perbudakan, bahkan raja Babel berpesan spya apa yg dikatakan oleh Yeremia agar dilakukan (Yeremia 39:12). Walaupun dia melihat kotanya hancur, tp nyawanya selamat. Pembelaan Tuhan itu adil, siapa yg setia layak menerima upah dr kesetiaannya. Demikian jg berlaku pd kita, jika kita tetap setia hidup sesuai dg Firman Tuhan maka kitapun akan menerima upah kesetiaan kita. Mgkin itu berupa terobosan, berkat, kesembuhan, kebahagiaan, kekayaan, kehormatan, dsbnya

Posted in Renungan | Comments Off on Upah Kesetiaan

Penyebab Marah

DI 30052018

Yunus 4:1 KJV
But it displeased Jonah exceedingly, and he was very angry

  • Tetapi itu terlalu menjengkelkan Yunus, dan dia sangat marah.

Seseorg menjd sangat marah tentu punya alasan dan penyebabnya, yg pasti bkn sesuatu yg biasa, pastinya di luar batas kesabaran atau yg terjd sangat tdk menyenangkan hati.

Yunus diperintah Tuhan utk memperingatkan bangsa Niniwe akan dtgnya hukuman Tuhan krna perbuatan mrka, namun respon mrka tdk sesuai dg harapan Yunus, Niniwe bertobat. Niniwe saat itu adalah salah satu musuh bangsa Israel, Yunus berpikir Niniwe tdk pantas dikasihani Tuhan.

Dlm hidup kitapun mgkin pernah ada dlm situasi spt Yunus, sptnya Tuhan mengasihi org yg berbuat jahat pd kita, kemudian malah Tuhan menyuruh kita utk menyampaikan pesan-Nya. Bertemu saja mgkin kita sdh hindari, malah disuruh memberi peringatan. Terjd pergumulan antara ketaatan dan logika. Yunus berpikir lebih baik Niniwe hancur krna berarti musuh bangsa Israel akan berkurang satu lg.

Memberkati org yg menyakiti kita tentu tdk mudah, mengampuni saja sdh butuh pengorbanan, apalg melakukan sesuatu yg baik terhadap org itu. Mengapa saya, bkn org lain saja?

Arti nama Yunus adalah merpati, ketulusan dilambangkan dg merpati (Matius 10:16). Ketulusan kita diuji ketika berhadapan dg musuh kita, bisakah kita jg mengasihi mrka spt Tuhan mengasihi mrka? Tuhan ingin mrka bertobat, apakah kita jg? Apakah kasih kita bs mengalahkan kepahitan dan dendam dlm hati kita? Apakah kita bisa taat dan tdk menuruti logika manusia kita? Kalau kasih Tuhan ada dlm kita, pasti pikiran dan hati kita akan mengikuti kehendak Tuhan walaupun sbnarnya kita tdk berpikir spt yg Tuhan inginkan.

Tuhan pasti menghukum tp Dia beri peringatan terlebih dahulu dan menawarkan pertobatan. Kita hrs mengerti keadilan Tuhan dlm hal menghukum seseorg atau sekelompok org. Kitapun hrs melakukan yg sama, tawarkan pertobatan sblum menghukum. Sekalipun kita sangat marah, jgn padamkan kasih

Posted in Renungan | Comments Off on Penyebab Marah

Peperangan Hidup

DI 28052018

2 Korintus 10:3 KJV
For though we walk in the flesh, we do not war after the flesh:

  • Karena meskipun kami berjalan di dalam daging, kami tidak berperang mengikuti daging

Rasul Paulus menanggapi situasi yg sdg terjd saat itu, bbrpa pemimpin dituduh hidup tdk benar, rasul Paulus memperingatkan keras org-org itu lewat surat dan dianggap tdk berani keras ketika berhadapan muka.

Dunia ini memiliki sistem, tiap negara punya hukum dan Undang Undang sendiri bahkan dlm masyarakatpun ada hukum adat dan budaya. Tdk semuanya sesuai dg Firman Tuhan, dan inilah tantangan hidup bagi org percaya: tetap hidup sesuai Firman Tuhan.

Rasul Paulus menanggapi tuduhan itu sbg sebuah ‘peperangan’, dlm ayat ini dia berkata bhw dia berperang tdk menuruti cara ‘daging’. Tentu saja rasul Paulus mengerti bhw peperangan ini bkn manusia melawan manusia, krnanya rasul Paulus bersikap tenang saat bertemu dg mrka. Cara yg digunakan bkn dg membalas dan bersikap keras, tp bkn berarti tdk tegas.

Setiap dr kita lahir dilengkapi dg sekian % kemiripan dg orgtua kita, baik mirip fisiknya hingga sifat, jg ada kelebihan dan kelemahan. Di sinilah kita hrs memilih antara kita mengikuti sifat bawaan dan sistem dunia yg berlawanan dg Firman Tuhan (tentu ada jg yg tdk berlawanan) atau tetap menjadikan Firman Tuhan sbg pedoman. Ada saatnya kita ‘berperang’ melawan kedagingan dan kelemahan kita, dan ini tdk mudah dimenangkan, krna kita masih hidup di dunia dan tinggal dlm tubuh, masih bs tergoda utk melakukan dosa. Emosi tdk setiap saat bs kita kendalikan sempurna, jalan pikiran yg salah, dsbnya.

Bgmna menjaga diri kita bebas dr cara hidup duniawi? Kita hrs tahu cara hidup sbg org percaya, bkn sekedar belajar tp mempraktekkannya dlm hidup keseharian. Bnyk org senang belajar, senang tahu banyak ttg Firman Tuhan, tp tdk mempraktekkannya, atau melakukannya tp setengah-setengah. Hasilnya tentu sebuah kemunafikan, ini bahayanya. Hrs semuanya, bkn sebagian

Posted in Renungan | Comments Off on Peperangan Hidup

Mengenal Nama Tuhan

DI 26052018

Mazmur 91:14 KJV
Because he hath set his love upon me, therefore will I deliver him: I will set him on high, because he hath known my name.

  • Karena dia telah menaruh kasihnya di atas-Ku, karenanya akan Aku selamatkan dia: Aku akan meninggikan dia, karena dia telah mengetahui nama-Ku.

Dlm dunia ini bnyk hal yg dpt membahayakan kita, mulai dr kesialan, sakit penyakit, musibah hingga jebakan yg dibuat musuh kita, tak heran mazmur ini menjd doa bnyk org, namun jgn sampai dibuat menjd ‘mantera’, itu sdh keliru.

Kalimat dlm ayat ini mengandung sebab akibat, janji Tuhan yg ada syaratnya, tdk cuma-cuma. Pertama, Tuhan ingin kita menaruh kasih kita di atas Dia, jd bukan ‘ hati yg melekat’.

Ini digambarkan spt sepasang suami isteri yg saling mencintai dan mengikat diri dlm sebuah pernikahan. Jd bkn cm mencintai, tp berani membuat sebuah perjanjian seumur hidup. Kita dg Tuhan ada ikatan perjanjian, dlm hal keselamatan saja, tdk cukup dg pertobatan, tp jg hrs mengerjakan keselamatan itu hingga kita mengalami keselamatan yg sempurna. Ada janji dan syaratnya, dilandasi oleh kasih. Jd bukan sekedar ‘main cinta-cintaan’ dg Tuhan.

Kedua, kita hrs mengetahui nama Tuhan krna kita akan ditinggikan-Nya.

Tentu saja hasil ciptaan yg diberikan nama, bkn penciptanya. Siapakah nama Tuhan? ‘Aku adalah Aku’, artinya sbg Pencipta, Dialah yg memberi nama utk segala sesuatu yg Dia ciptakan, tp Tuhan sndri tdk diberi nama oleh apapun dan siapapun. Bgmna dg ‘YHWH, Adonai, Elohim’? Ini adalah kerendah hatian Tuhan utk mau diberikan nama oleh manusia. Spt seorg ayah, dia yg menamai anaknya, anak tdk mgkin memberi nama pd ayahnya. Mgkin sang ayah dipanggil ‘cute daddy’ oleh anaknya, itu kerendahan hati si ayah mau dipanggil spt itu.

Ditinggikan atau ditempatkan di tempat yg tinggi, pny bnyk makna. Tempat yg tinggi bcra ttg keamanan, kuasa, otoritas dan surga. Ditinggikan Tuhan berarti jg diproses lebih hebat lg dr yg sblumnya

Posted in Renungan | Comments Off on Mengenal Nama Tuhan

Memaksa Keinginan Sendiri

DI 25052018

1 Raja-raja 1:5

  • Lalu Adonia, anak Hagit, meninggikan diri dengan berkata: “Aku ini mau menjadi raja.” Ia melengkapi dirinya dengan kereta-kereta dan orang-orang berkuda serta lima puluh orang yang berlari di depannya

Adonia adalah anak ke-4 raja Daud, seorg pangeran yg scra struktur berhak menjd raja setelah Absalom gagal dlm pemberontakan dan mati. Tetapi Daud telah menentukan Salomo sbg pengganti dirinya menjabat sbg raja.

Kemudian Adonia membuat versi sndri ttg pengukuhannya sbg raja Israel, kisah yg kita baca kemudian berakhir dg ketakutan Adonia pd Salomo dan meminta perlindungan. Namun bbrpa waktu kemudian dia kembali berusaha ingin menjd raja, namun akhirnya dia mati dibunuh atas perintah raja Salomo.

Adonia melawan ketentuan Tuhan, ini hal yg perlu kita pelajari utk kita waspadai jgn sampai kitapun melakukan hal serupa. Jgn punya jiwa yg memberontak terhadap Tuhan.

Dlm hal mendoakan org sakit misalnya, kebiasaan yg salah adalah selalu mengatakan: “Dalam nama Tuhan Yesus, pasti sembuh.” Bkn meragukan kuasa kesembuhan dr Tuhan, tp masalahnya terletak pd apa maksud Tuhan dg mengizinkan dia mengalami sakit. Ada bbrpa org memang sakit dan pd akhirnya meninggal tanpa mengalami kesembuhan dr Tuhan. Versi kita sndri mengatakan pasti sembuh, tp ‘versi’ Tuhan blm tentu sama dg punya kita.

Memaksa mewujudkan keinginan sndri walaupun sdh tahu bhw Tuhan tdk setuju dg keinginan kita, itulah pemberontakan pd Tuhan. Sdh tahu Tuhan larang menikah dg org yg tdk percaya pd Tuhan, tp tetap jg menikah. Sdh diperingatkan jgn bikin bisnis itu, tp tetap jg terjun ke bisnis itu dan akhirnya justru bangkrut. Hati-hati ketika kita sdg memegang kuasa dan otoritas, ditambah dg harta berlimpah, kita bs melakukan sesuatu yg Tuhan larang dan tdk menyetujuinya.

Merasa diri pantas, inilah yg memicu seseorg mulai mewujudkan ambisi pribadinya. Scra struktur kerajaan, Adonia memang pantas menjd raja, tp tdk mnrut Tuhan

Posted in Renungan | Comments Off on Memaksa Keinginan Sendiri