Berani Mengatakan Firman 

DI 04102017 
Yeremia 26:24 

  • Tetapi Yeremia dilindungi oleh Ahikam bin Safan, sehingga ia tidak diserahkan ke dalam tangan rakyat untuk dibunuh. 

Yeremia sbg seorg nabi yg tugasnya menyampaikan pesan Firman Tuhan hrs mengatakan sesuai yg Tuhan pesankan, bisa saja isi pesannya ttg hal yg baik atau sebaliknya, isinya ttg hal yg buruk, tak boleh dikurangi atau dilebihkan. Tentu saja ada resiko yg hrs dia sadari, salah satunya org akan membunuhnya krna menganggap dia bernubuat palsu krna isi pesan Tuhan yg tdk berpihak pd penerimanya. 
Bgmna dg kita? Misalnya saja sewaktu berdoa, Tuhan bcra ttg seseorg dan menyuruh kita menyampaikan teguran dan peringatan Tuhan, apakah kita melakukannya? Mgkin kita berpikir hrs berhikmat menunggu wkt dan cara menyampaikannya, tp bgmna jika justru krna kita ragu-ragu, sblum kita menyampaikannya malah sdh terjd? Berhikmat tentu tdk boleh mengurangi atau menambahi pesan Tuhan, memperhalus kata-kata bs jd termasuk kategori mengurangi makna sbnarnya dr pesan Tuhan. Tak ada cara lain, hrs menyampaikan persis spt yg Tuhan firmankan, dan ini berisiko. 
Mgkin persahabatan kita bs terganggu karenanya, kita dituduh bernubuat palsu, bisa dihakimi tanpa menunggu benar atau tdknya terjd sesuai yg kita katakan, dsbnya. Mengapa tdk bnyk org yg spt Yeremia di zaman ini? Krna terlalu bnyk org yg tdk mengerti menghakimi org spt Yeremia sbg ‘paranormal’ atau terlalu ‘ngeroh’ shga org yg sbnarnya Tuhan percayakan tugas seorg nabi menjd takut dan memilih utk ‘cari aman’, jd jemaat biasa-biasa saja, akibatnya karunia yg dimilikinya menjd lumpuh bahkan mati. 
Kasus ttg nubuatan palsu inilah yg merusak pemikiran org bnyk ttg peran seorg nabi yg dipilih Tuhan. Semua dicurigai, memang segala sesuatu hrs diuji, tp kalau yg menguji bkn ahli di bidangnya, akuratkah hasil pengujiannya? Menguji mknan ini mengandung racun atau tdk, hrs diuji ke laboratorium, bkn diuji oleh seorg guru. 
Jgn takut menyampaikan pesan Tuhan 

Posted in Renungan | Comments Off on Berani Mengatakan Firman 

Dipenuhi Damai Sejahtera

DI 03102017 
Yesaya 26:3 NKJV 

You will keep him in perfect peace, Whose mind is stayed on You, Because he trusts in You. 

  • Kau akan memeliharanya dalam damai sempurna, yang pikirannya tetap di Engkau, karena dia percaya di dalam Engkau. 

Hidup ini penuh masalah, kita bs menjd kuatir, gelisah, takut, dsbnya. Keadaan ini membuat kita kehilangan damai sejahtera, bgmna mengatasinya? 
Ayat ini berkata bhw org yg tetap percaya pd Tuhan, pikirannya tetap memikirkan ttg Tuhan, dan Tuhan akan menjaganya dg damai yg sempurna. Damai yg sempurna menyingkirkan kekuatiran dan ketakutan, apapun boleh terjd, tetap percaya Tuhan yg pegang kendali. 
Berfokus pd masalah bknlah solusi yg baik, hanya memperbesar masalah dan mengecilkan iman kita. Yg hrs kita pikirkan adalah silusinya, kita dpt saat kita tetap percaya pd Tuhan. Tetap berdoa, beribadah, melatih iman, terus belajar mengenal Tuhan dan kuasa-Nya. Bnyk org lebih memilih kuatir drpd percaya pd Tuhan, krna sdh berpikir tak ada jln keluar lg, Tuhan tdk menolong, pasrah pd kenyataan dan tdk mengaktifkan iman. Terlalu percaya pd perasaan dan pikirannya sndri dan menganggapnya sesuatu yg benar dan menentukan apa yg akan terjd nantinya, pdhal blm tentu benar dan terjd. 
Dijagai oleh damai sempurna membuat kita bs berpikir jernih, mengalahkan kekuatiran dan ketakutan, tetap terhubung dg Tuhan dan mengalami kehebatan-Nya. Jgn asal percaya pendapat org lain, hrs dicerna dg hikmat Tuhan. Tdk semua nasehat itu benar, kita hrs menilai dan mengujinya dg kebenaran Firman Tuhan. Sesuai atau tdk dg kehendak Tuhan, jgn sampai terjerumus dlm masalah yg baru dan lebih besar. Percaya pd Tuhan tanpa keraguan sedikitpun. 
Tetaplah memikirkan Tuhan, Dia akan memberi kita pengertian yg benar shga kita bs mengerti apa yg hrs dilakukan terhadap masalah yg sdg terjd. Jgn ikuti hawa nafsu dan kedagingan kita, jadilah manusia yg rohani, bkn duniawi, shga kita bs memperoleh kemenangan di dlm Tuhan 

Posted in Renungan | Comments Off on Dipenuhi Damai Sejahtera

Perlindungan Tuhan 

DI 02102017 
Yesaya 31:5 KJV 

As birds flying, so will the LORD of hosts defend Jerusalem; defending also he will deliver it; and passing over he will preserve it. 

  • Sebagaimana burung-burung terbang, demikian juga Tuhan semesta alam mempertahankan Yerusalem, mempertahan juga Dia akan menyelamatkannya; dan melewatinya; Dia akan mengamankannya. 

Cara Tuhan melindungi kita digambarkan spt burung-burung yg terbang mengawasi dr atas apa yg ingin dipantau. Kalau istilah lainnya disebut ‘patroli udara’. 
Mengapa lewat jalur udara? Kalau lewat darat, pandangan sangat terbatas, bnyk halangan utk kita melihat sesuatu yg jauh. Bila dilihat dr udara atau dr atas, semua jelas terpampang di dpn mata. Dlm peperangan, strategi akan lebih jitu jika kita tahu persis keadaan di medan peperangan, dan ini perlu melihat dari ‘atas’. 
Tuhan bkn sekedar memantau, tp jg berusaha mempertahankan dan melindungi yg Dia jaga. Tuhan bkn hanya peduli, tp jg Dia bertindak menyelamatkan. Hidup setiap kita sangat berharga bagi Tuhan, sebab itulah Dia akan dg cara apapun mempertahankan dan melindungi kita. Kita ada dlm pantauan-Nya setiap detik. Walau sptnya Tuhan itu tdk berkata apa-apa, namun Dia membela kita, memperhatikan dan melindungi kita. 
Lihatlah spt Tuhan melihat kita, sering-seringlah ‘naik ke gunung Tuhan’ artinya bertemu Tuhan saat kita berkomunikasi dg Tuhan, lewat doa, ibadah, perenungan firman, bahkan saat mempraktekkan Firman Tuhan. Ketakutan dan kekuatiran hanyalah menguras kekuatan yg kita miliki. Sadarlah bhw Tuhan selalu mengawasi kita dr segala yg jahat, jgn dikuasai oleh takut dan kuatir, jgn biarkan kita putus asa dan berpikir pasti gagal ataupun kalah. Firman Tuhan itulah pedoman hidup kita, percaya apa yg ada dlm Alkitab itu ya dan amin, perintah Tuhan itu hrs dilakukan dan ditaati. 
Perlindungan Tuhan akan selalu nyata dlm hidup setiap org yg percaya, sekalipun dg mata jasmani kita tdk bs melihatnya, Perlindungan-Nya sempurna 

Posted in Renungan | Comments Off on Perlindungan Tuhan 

Kembali Pada Tuhan

DI 30092017 
Yesaya 31:6 KJV 

Turn ye unto him from whom the children of Israel have deeply revolted. 

  • Kembalilah kamu pada Dia dari mereka yang adalah pemberontak dalam anak-anak Israel. 

Saat itu di antara bangsa Israel ada yg menyembah berhala, ini dianggap Tuhan sbg sebuah pemberontakan, ingin memisahkan diri dr Tuhan serta ‘merdeka’ dr segala yg Tuhan perintahkan. 
Peraturan yg Tuhan buat memang punya nilai kekudusan yg sangat tinggi, shga timbul larangan jgn melakukan ini dan itu, bertentangan dg keinginan daging manusia, pdhal aturan yg Tuhan buat itu demi kebaikan kita, spya hidup kita sehat, sejahtera, aman, dan tdk tinggal di dlm kutuk Tuhan. Namun manusia merasa dikekang, menilai peraturan yg Tuhan buat itu sulit dilakukan, bahkan ada yg dianggap mustahil bs dilakukan. Merasa tdk bebas utk melakukan yg diinginkan hati dan pikiran, iri dg org lain yg bebas melakukan apa saja tp hidupnya enak-enak saja, mengapa hrs susah kalau ternyata bisa enak? 
Kebebasan justru bs menghancurkan, merusak apa yg baik, dan akhirnya tdk ada hal baik lg yg tersisa. Mau taat pd Tuhan akan ada jaminan yg kita terima dr Tuhan, namun kita jg dituntut utk menundukkan diri sepenuhnya pd Tuhan. Sekalipun daging kita menuntut berbuat dosa, kita hrs bs menaklukkannya, jgn ada kompromi sedikitpun. Awalnya kompromi sedikit, lama kelamaan menjd kompromi hal-hal yg besar hingga akhirnya kedagingan menguasai hidup kita. Siapa yg menguasai hidup kita, dialah yg menentukan masa depan kita. Mau punya masa depan yg baik atau buruk, kita yg tentukan. Jadilah umat Tuhan yg taat pd aturan dan hukum Tuhan, pembelaan Tuhan akan nyata bagi mrka yg setia. Yg sdh jauh dr Tuhan, kembalilah krna Tuhan pasti menerima kembali org-org yg bertobat dr pemberontakannya pd Tuhan. Selama masih hidup di dunia, kesempatan utk bertobat dan hidup benar dlm Tuhan masih ada. Setelah meninggal, tak ada lg kesempatan utk mengubahnya. 
Kenikmatan dunia hanya sesaat saja 

Posted in Renungan | Comments Off on Kembali Pada Tuhan

Tuhan Dimuliakan

DI 29092017 
Galatia 1:24 KJV 

And they glorified God in me. 

  • Dan mereka memuliakan Tuhan di dalam aku. 

Kalau seseorg berprestasi, menang dlm sebuah ajang kompetisi, mengharumkan nama kelompok hingga bangsa, dia dipuji itu hal yg biasa. Tapi dr ayat yg kita baca, Tuhan yg dimuliakan atas apa yg rasul Paulus alami dan kerjakan, bkn Paulus yg dipuji. 
Utk sampai di level spt itu tdk mudah krna ingin dipuji, dihargai adalah kebutuhan setiap manusia, utk bilang jgn puji saya tp pujilah Tuhan, ini saja kadang org cuma di mulut saja, dlm hati tetap senang dipuji. Butuh kesadaran yg tinggi dan berani melepaskan hak kita pd Tuhan. 
Di sinilah posisi kita sbg ‘hamba’ dari Tuhan itu akan terbukti sungguhan atau tdk. Spt seseorg yg punya rumah besar, rapi, bersih, semua barang ada pd tempatnya, ketika tamu dtg, yg dipuji biasanya si tuan rumah, bkn pembantu atau asisten rumah tangganya yg dipuji. Tamu akan memuji si tuan rumah sbg org yg mampu mengurus rumah dan keluarganya. Kalau si tuan rumah sadar dan rendah hati, dia akan memuji pembantunya di hadapan para tamu yg dtg, yg pantas dipuji ya dipuji. 
Kalau kita sukses itu krna siapa? Mulut bs berkata itu krna Tuhan, tp dlm hati berkata itu hasil kerja keras saya. Seandainyapun kita benar bekerja keras, tp kalau Tuhan tdk melindungi kita, bs saja kita mengalami kecelakaan lalu lintas, ditipu org, mengalami bnyk kemalangan bahkan nafas kita jika diambil oleh Tuhan, kita bs buat apa? Sebenarnya kita ini tdklah hebat, Tuhanlah yg hebat, Dia bekerja melalui hidup kita. 
Jgn pernah sombong, sekalipun kita merasa lebih dr org lain, tetap org lain punya kelebihan yg tdk kita miliki. Itulah hebatnya Tuhan, tak ada manusia yg sempurna, tp masing-masing saling melengkapi dg kelebihan masing-masing. Yg pantas dimuliakan itu nama Tuhan, bkn nama kita. 
Kalaupun ada yg memuji kita, hrslah kita mengingatkan spya Tuhan dipuji jg. Terimalah pujian dg sewajarnya, kitapun jgn lupa memuliakan Tuhan 

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Dimuliakan

Sejak Dari Kandungan

DI 28092017 
Galatia 1:15 KJV 

But when it pleased God, who separated me from my mother’s womb, and called me by his grace, 

  • Tapi ketika itu menyukakan Tuhan, yang memisahkan aku dari kandungan ibuku, dan memanggil aku oleh anugerah-Nya. 

Kalimat ini sulit dipahami oleh pikiran manusia, kalau sejak dr dlm kandungan ibunya, rasul Paulus nantinya akan dipanggil Tuhan, mengapa sblumnya Paulus bertindak memusuhi umat Tuhan? 
Sulit memahami ada org yg justru dipakai Tuhan setelah org itu mengalami sesuatu, misalnya cacat krna kecelakaan, dulu kaya skrg miskin, sakit parah, menganiaya org Kristen, dsbnya, barulah Tuhan bertindak dan memakai hidup org itu. Mengapa tdk dr masa kecil atau masa mudanya? 
Hati manusialah jwbannya, sama spt ada org yg mendengar Injil dan langsung percaya, tp ada jg yg menolak keras, ada org yg meresponi panggilan Tuhan saat dia tahu apa arti panggilan Tuhan, ada jg org yg menolak krna kekerasan hatinya. Hatinya terbuka atau tdk utk Tuhan, ini yg jd penyebabnya. 
Apa panggilan Tuhan atas hidup kita masing-masing? Sudahkah kita meresponinya dg benar? Atau kita mengeraskan hati kita sampai suatu saat Tuhan memaksa kita utk taat? Tuhan tdk mau rencana-Nya gagal krna faktor manusiawi seseorg, krna Tuhan tak pernah gagal, tak ada tak mungkin bagi Tuhan. 
Berjalanlah dlm jalur panggilan Tuhan yg Dia telah tetapkan utk kita jalani, profesi hanyalah sebuah cara yg diberikan Tuhan utk kita menjalankan panggilan-Nya. Bukan prestasi yg Tuhan cari, namun bgmna kita  menjalaninya dan menyelesaikannya, ini yg Tuhan perhatikan setiap hari. Apakah org lain meragukannya dan menganggap kita ‘bermimpi’? Manusia hanya bs melihat yg kelihatan, tetapi Tuhan melihat semua potensi yg kita miliki krna Dialah yg memberikannya sejak dlm kandungan ibu kita. Komentar tdkah mengubah karakter dan kebiasaan seseorg, tapi nasehat yg tepat mampu membuat seseorg sadar dan melunak hatinya. Tetaplah setia dan memuliakan Tuhan. 

Posted in Renungan | Comments Off on Sejak Dari Kandungan

Bergembira Dahulu

DI 27092017 
Mazmur 37:4 KJV 

Delight thyself also in the LORD; and he shall give thee the desires of thine heart.

  • Gembirakan dirimu juga di dalam Tuhan; dan Dia akan memberikanmu hasrat hatimu. 

Biasanya org bergembira setelah keinginannya terkabul, namun ayat ini berkata sebaliknya, gembirakan dirimu maka nanti akan mendptkan yg hati kita inginkan. 
Mengapa prosesnya terbalik? 
Ada bbrpa alasan mengapa kita hrs menggembirakan diri kita: 
Tuhan kita tdk pernah ingkar janji atau melupakan perjanjian-Nya, jd ada jaminan yg kuat bhw Tuhan pasti memberikan apa yg Dia janjikan sesuai dg permohonan kita yg disetujui Tuhan. Pasti menerima sesuai waktu yg Tuhan tetapkan. 
Bergembira itu bukti bhw iman kita berhasil menyingkirkan segala kekuatiran dan keraguan akan menerima dr Tuhan. Kuatir dan keraguan membuat kita sulit mempercayai Tuhan, krna itu hrs disingkirkan dr dlm hati dan pikiran kita. 
Bergembira krna tahu bhw nanti kita menerima yg terbaik dr Tuhan, bisa saja melebihi dr yg kita pinta, tdk ada yg buruk atau ‘cacat’ dr semua pemberian Tuhan. Dia akan berikan dengan jalan dan cara-Nya yg ajaib dan melebihi yg dpt kita pikirkan. Tak ada yg bs menghalangi Tuhan memberi yg sesuai kehendak-Nya spt yg hati kita inginkan. 
Bgmna caranya membuat diri kita gembira? 
Ini bkn semata-mata kita sengaja berlibur atau melakukan sesuatu yg membawa kegembiraan, tp kita mengaktifkan iman dan tdk membiarkan diri kita dipengaruhi oleh stress, kemustahilan, kekuatiran, keraguan bahkan intimidasi iblis. Spt org yg merdeka dr perbudakan dan penjajahan, kegembiraan spt itulah yg hrs kita miliki ketika menunggu Tuhan memberikan keinginan hati kita. Ini perlu perjuangan krna tdk semua org sanggup melakukannya, sebagian org mulai kendor imannya, ragu apakah Tuhan jadi memberikan atau tdk. Pilihlah utk tetap bergembira sekalipun situasi terjd tdk spt yg kita harapkan. Yakinlah bhw Tuhan ada bersama kita melewati semuanya, memberi kita kemenangan 

Posted in Renungan | Comments Off on Bergembira Dahulu

Beritakan Firman Tuhan 

DI 26092017 
2 Timotius 4:2 KJV 

Preach the word; be instant in season, out of season; reprove, rebuke, exhort with all longsuffering and doctrine. 

  • Khotbahkan firman; bersegeralah di dalam musim, di luar musim; tegurlah, marahi, nasehatilah dengan segala kesabaran dan ajaran. 

Khotbah seringkali diartikan secara sempit yaitu Firman Tuhan yg disampaikan di dlm ibadah oleh pendeta atau seorg pembicara. Akibatnya bnyk org Kristen merasa tdk perlu mendalami Alkitab krna tdk tertarik menjd pengkhotbah. 
Berkhotbah atau memberitakan Firman Tuhan bkn bergantung sdkit atau bnyknya org yg mendengarnya. Meskipun hanya pd 1 org saja, Firman hrs tetap disampaikan, krna dr 1 org yg menerima firman itu, dia bs memberitakannya lg pd org lain dlm jumlah yg lebih besar. Bkn soal bagus atau tdk cara menyampaikannya, tp bgmna Firman yg kita sampaikan pny dampak yg spt Tuhan inginkan. 
Selain berkhotbah, menegur dan menasehati bs menjd cara utk memberitakan Firman Tuhan. Org yg ingin memberi nasehat yg tepat, dia hrs memiliki pemahaman yg benar ttg Firman Tuhan, kalau ingin menegur, hrs tahu apa yg benar dan salah menurut kebenaran Firman Tuhan. Jd memang bkn asal bicara saja, nanti bs menjd pertengkaran dan perpecahan. Inilah mengapa setiap org Kristen wajib memiliki pengetahuan dan pengertian yg benar ttg Firman Tuhan. Sekalipun nantinya tdk menjd pengkhotbah, tetap bs dilakukan melalui memberi nasehat dan menegur. 
Semua hrs dilakukan dlm kesabaran, level tiap org berbeda dlm menanggapi Firman yg dia dengar, kadang hrs diulang-ulang barulah mendpt pengertian yg utuh. Sabar berarti mau trs menerus memberitakan Firman yg sama hingga org yg mendengarnya menjd mengerti apa yg Firman Tuhan katakan. Sabar saat dicurigai pny maksud tersembunyi, sabar ketika justru dimarahi dan ditolak. Bagian kita hanya memberitakan, Tuhanlah yg menjamah hidup org yg mendengarnya. Sabar menunggu laporan dan hasil yg baik, sekalipun wkt yg dibutuhkan cukup lama.

Posted in Renungan | Comments Off on Beritakan Firman Tuhan 

Sudah Siap

DI 25092017 
2 Timotius 4:6 KJV 

For I am now ready to be offered, and the time of my departure is at hand. 

  • Karena aku telah siap sekarang untuk dipersembahkan, dan saat kepergianku sudah dekat. 

Sulit memahami bgmna bs seseorg meninggalkan yg dia punya utk sesuatu yg belum tentu memberi keuntungan bagi dirinya, namun berani melakukanhya. Elisa dg tegasnya meninggalkan keluarga dan hartanya utk mengikuti Elia, demikian jg Saulus yg akhirnya meninggalkan kariernya demi memenuhi panggilan Tuhan. 
Dlm ayat ini rasul Paulus menggambarkan dirinya spt sebuah persembahan yg isinya akan dicurahkan/ditumpahkan, sdh sekian bnyk pengorbanan yg dia berikan, namun sampai mendekati akhir hidupnya, dia tetap mau menjadikan hidupnya sbg korban persembahan bagi Tuhan. Org mgkin berpikir panjang jika tahu hrs mengalami penderitaan lg setelah bebas dr penderitaan sblumnya. Dlm hati mgkin protes pd Tuhan, knpa saya lagi, tak adakah org lain yg menggantikan saya? 
Mengapa bs seseorg bgtu rela menjd korban demi terealisasinya rencana Tuhan. Hanya kasihlah yg memampukan melakukan semuanya. Pengabdian lahir dr kasih yg murni, sanggup menanggung penderitaan jg krna kasih, sekalipun Tuhan membiarkan semuanya, tdk ada protes sedikitpun, ini jg krna kasih pd Tuhan. 
Bgmna kasih kita pd Tuhan? Jgn sampai kita tawar hati, tdk bs lg merasakan kasih Tuhan dlm hidup kita. Jgn biarkan kepahitan hati membuat hati kita ‘mati rasa’ akan jamahan Tuhan. Kalau hati sdh tertutup, keras, hanya Tuhanlah yg sanggup mengatasinya. Tanpa sadar kita diperbudak oleh kebenaran diri sndri yg lahir dr kekecewaan dan kepahitan hidup. Jujurlah pd Tuhan, jgn pura-pura pdhal hati kita marah, Dia bkn Tuhan yg kejam, Dia tegas tp penuh kasih. Mencurahkan isi hati pd Tuhan itu jauh lebih baik drpd menjd munafik di hadapan Tuhan. Dia tdk bs dibohongi, Dia tahu semua bahkan yg tdk kita sadari. Belajar utk bijaksana memahami apa yg Tuhan inginkan dr hidup kita 

Posted in Renungan | Comments Off on Sudah Siap

Jangan Takut

DI 23092017 
Yesaya 35:4 KJV 

Say to them that are of a fearful heart, Be strong, fear not: behold, your God will come with vengeance, even God with a recompence; he will come and save you. 

  • Katakan pada mereka yang hatinya penuh ketakutan: “Jadilah kuat, jangan takut: lihatlah, Tuhanmu akan datang dengan pembalasan, bahkan Tuhan dengan pengganti rugi; Dia akan datang dan menyelamatkanmu.” 

Seberapa dlm ketakutan menguasai hidup seseorg bergantung pd seberapa kekuatan hati yg dimilikinya, sangat ketakutan menunjukkan hatinya sangat lemah. 
Saat kita dlm ketakutan, justru Tuhan ingin kita jangan takut, dan logika kita akan berkata mana mgkin tdk takut, namun jika kita terlalu percaya pd logika kita, justru ketakutan akan semakin menguasai kita. Bknkah lebih baik menuruti perintah Tuhan, krna apa yg Dia katakan pasti benar dan hasilnya luar biasa. 
Jadilah kuat dan jgn takut, ini tdk mudah, krna pastinya kekuatan kita tinggal sdkit dan pikiran kita berkata bhw kita tdk mgkin bs melawan. Di sinilah kekuatan iman kita hrs diaktifkan, iman tdk memperdulikan apa yg sdg terjd, tp iman mempercayai perkataan Tuhan dan yakin bhw Dia bekerja dg cara-Nya yg ajaib. Iman tdk bergantung pd suasana hati ataupun kemampuan yg kita miliki. Lebih baik mengaktifkan iman drpd pasrah dg keadaan yg sdg terjd. 
Tuhan kita akan memberi kita kemenangan. Namun kita hrs mempercayai hal ini, kalau ragu maka sulit utk bertindak. Tuhan dtg dg pembalasan dan ganti rugi, artinya Dia membalas tp jg mengembalikan yg diambil dr kita oleh musuh. Keadaan kita dipulihkan spt semula, yg merugikan kita akan menerima pembalasan dr Tuhan, itulah bukti penyertaan Tuhan dlm hidup setiap umat-Nya, Dia bertindak dg adil dan tegas. Dia akan menyelamatkan kita dr cengkeraman ketakutan yg dilakukan oleh musuh kita, ada pemulihan, kemenangan dan sukacita saat pembalasan Tuhan terjd. Semua dimulai ketika iman mengalahkan rasa takut kita. Selama kita takut, kita menjd semakin lemah

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Takut