Tidak Disesali

DI 22092017 
Roma 11:29 KJV 

For the gifts and calling of God are without repentance. 

  • Karena karunia-karunia dan panggilan Tuhan adalah tanpa penyesalan. 

Apa yg kita rasakan saat mengetahui sesuatu yg kita berikan tdk digunakan sesuai tujuan pemberian kita? Pasti ada minimal sedikit penyesalan telah memberikannya pd org itu. 
Lalu bgmna dg Tuhan, menyesalkah Dia setelah memberikan bnyk pemberian Ilahi dan memanggil org bnyk utk menerima keselamatan yg utuh, namun kemudian org-org itu kemudian menjd org terhilang bahkan murtad? Ayat ini memberi kita jwbannya: Tuhan tdk menyesalinya. 
Sulit memahami alasan mengapa Tuhan tdk menyesalinya hingga kita menemukan 1 kata dg 2 makna yg berbeda dr ayat ini yaitu penyesalan dan pertobatan. 
Org yg skrg baik bs saja suatu saat berubah menjd jahat, demikian jg sebaliknya, yg skrg jahat nantinya bs berubah menjd baik. Tuhan menunggu hingga nafas terakhir tiap org, apakah dia mau bertobat atau tdk. Kalaupun ada yg tdk bertobat, setdknya Tuhan sdh berlaku adil dg memberikan pemberian Ilahi dan panggilan Tuhan pd setiap org. 
Tuhan tdk menyesal bkn berarti pasrah, Tuhan tdk pernah lelah utk membuat tiap org yg berdosa utk sadar dan bertobat. Segala cara akan Dia gunakan, bahkan Dia sndri menciptakan kesempatan demi kesempatan spya org yg berdosa menjd bertobat. Inilah yg membedakan kita dg Tuhan, manusia bisa ‘kapok’ tp Tuhan tdk pernah kapok utk menyentuh kehidupan org berdosa. Hati yg keras bs Dia lunakkan, penolakan bs diubah menjd penerimaan. Tiada yg mustahil bagi Tuhan. Jika Dia sdh memberikan sesuatu, Dia tdk akan menyesalinya sekalipun yg Dia berikan tdk diresponi dg benar. Bkn berarti boleh mempermainkan Tuhan, tp Dia hanya menunggu pertobatan dr semua org berdosa, Tuhan punya cukup kesabaran utk itu. 
Bgmna dg respon kita terhadap pemberian dan panggilan Tuhan dlm hidup kita? Jgn mendukakan Tuhan, tp buatlah Tuhan bersukacita krna kita menghargai semua pemberian-Nya 

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Disesali

Bergaul Dengan Siapa?

DI 20092017 
Amsal 13:20 NKJV 

He who walks with wise men will be wise, But the companion of fools will be destroyed. 

  • Dia yang berjalan bersama orang-orang bijaksana akan menjadi bijaksana, tapi pasangan orang-orang bodoh akan dihancurkan. 

Dlm sebuah perjalanan sangat mengasyikkan jika terlibat dlm sebuah perbincangan yg bnyk menambah pengetahuan dan belajar dr pengalaman partner bcra kita. 
Dengan siapa kita bergaul akan bnyk mempengaruhi kualitas hidup kita. Bnyk kisah sdh membuktikan, misalnya seseorg yg pernah bekerja pd org lain, di kemudian hari bs memiliki usaha sndri sama spt yg dimiliki oleh org yg menjd ‘boss’nya. Dlm bergaul atau berinteraksi, bs terjd saling mempengaruhi, entah pengaruh yg positif atau negatif. Cara berpikirnya bs mirip, bahkan mgkin cara bcrapun bs mirip dg sahabatnya. Jd kita hrs memilih teman bergaul yg tepat jika kita ingin meningkatkan kualitas hidup kita, salah pilih teman bergaul malah bs merusak hidup kita. 
Dlm fase pergaulan jangka panjang, sdh tercipta sebuah identitas kelompok yg ada, org bijak akan senang bergaul dg org bijak jg, org yg bodoh senang bergaul dg org yg bodoh jg. Mgkin sblumnya ada org bodoh yg berteman dg org bijak, namun krna tdk mau meninggalkan kebodohannya, atau tdk merasa nyaman, dia akhirnya berpartner dg sesama org bodoh, sama-sama bodoh shga merasa nyaman, tak ada yg pintar apalg bijak. 
Kelompok org-org bodoh akan mengalami kehancuran. Bgtu ada masalah yg terjd, gagal utk menyelesaikannya, kemudian pecah, tp kumpulan org bijaksana akan berusaha mencari solusi utk masalah yg terjd, tdk menginginkan perpecahan, tp persahabatan jangka panjang. Yg bodoh membiarkan hancur, yg bijak berusaha semakin kokoh. 
Dg org yg spt apa kita bergaul hari-hari ini, lihatlah dr perubahan hidup kita, lebih positif atau justru negatif? Kalau negatif, berarti salah memilih teman bergaul. Carilah teman yg bijaksana, rendahkan hati utk mau belajar dr org yg bijak 

Posted in Renungan | Comments Off on Bergaul Dengan Siapa?

Ekspresi Wajah

DI 19092017 
Pengkhotbah 7:3 KJV 

Sorrow is better than laughter: for by the sadness of the countenance the heart is made better. 

  • Kedukaan itu lebih baik dari pada gelak tawa: karena oleh raut wajah kesedihan, hati dibuat lebih baik. 

Benarkah raut wajah sedih membuat hati menjd lebih baik? Bukankah kita dgr bnyk nasehat utk membuang kesedihan dan kembali bersukacita? 
Kesedihan atau berduka itu bagian dr warna warni kehidupan, artinya suatu saat akan dialami setiap org, penyebabnya beragam, tp efeknya membuat sedih hati dan hati terasa hancur remuk, tak bs lg tersenyum atau bersukacita. 
Penulis kitab Pengkhotbah malah berkata bhw kedukaan atau kepedihan itu lebih baik drpd gelak tawa. Apanya yg lebih baik, bknkah kesedihan membuat seseorg tdk bergairah melakukan apapun, tdk ingin makan, hatinya tersiksa, dsbnya? 
Saat bersedih, kita bs mengingat Tuhan lebih sering drpd saat bersukacita. Misalnya, saat hidup susah, sepiring nasi dg 1 daging ayam goreng di atasnya bs bgtu kita syukuri, tp saat kaya, 1 daging ayam di atas sepiring nasi kadang tdk kita habiskan, menganggap kita bs mkn krna kita punya uang. Rasa syukurnya beda. 
Biarkanlah kepedihan hati seseorg keluar melalui ekspresi wajahnya, bkn membiarkan dia larut dlm kesedihan, tp biarkan dia mengungkapkan isi hatinya melalui raut wajah, spya beban dlm hatinya sedikit dikeluarkan. Kadang tdk tepat memberi nasehat saat seseorg ada dlm puncak kesedihan. Biarkan dia menangis, berwajah sedih utk sementara waktu hingga hatinya mulai bs sedikit lega dan tenang. 
Nikmatilah saat kita bs tertawa bebas krna bersukacita dan gembira, namun kuasai diri saat kesedihan dtg, tdk boleh terlalu lama bersedih, hapus air mata dan kembalilah hidup dg penuh semangat, ada sukacita setelah dukacita, tak akan selamanya Tuhan membiarkan kita menangis, bahkan di surga nanti tdk ada lg air mata, semua penderitaan telah hilang, yg ada hanya kebahagiaan dan kekekalan bersama Tuhan 

Posted in Renungan | Comments Off on Ekspresi Wajah

Rumah Duka

DI 18092017 
Pengkhotbah 7:2 KJV 

It is better to go to the house of mourning, than to go to the house of feasting: for that is the end of all men; and the living will lay it to his heart. 

  • Adalah lebih baik untuk pergi ke rumah duka, daripada untuk pergi ke rumah pesta: karena itulah akhir dari semua manusia; dan yang hidup akan menempatkannya ke hatinya. 

Rumah duka bisa berarti tempat kedukaan umum atau rumah pribadi dari almarhum(ah), namun keduanya bs disebut rumah perkabungan di mana anggota keluarga sdg berkabung/berduka atas meninggalnya salah satu anggota keluarganya. 
Mengapa ke rumah duka lebih baik? Krna kita melihat fakta tak terbantahkan bhw akhir dr hidup manusia scra fisik adalah terpisahnya roh dg tubuh jasmaninya. Rohnya kembali pd Tuhan, tubuhnya kembali menjd tanah/debu. Setelah kematian scra fisik ini, seseorg tdk dpt berbuat apa-apa lg, semua perbuatannya akan menjd bukti di pengadilan Tuhan. Kalau mau mengubah sesuatu, ubahlah selagi masih hidup, setelah itu tak ada kesempatan lagi. 
Dari hidup seseorg kita bs belajar bnyk ttg kehidupan, apakah dr kegagalan dan kesuksesannya, dr teladan maupun kesalahannya, dr kenangan baik ttg org itu, dsbnya. Misalkan bgmna seseorg tetap kuat imannya saat menjelang dia meninggal, itu bs menjd contoh bagi yg masih hidup. Bgmna org itu tetap mengucap syukur walau menanggung penderitaan yg amat sangat, bgmna menyiapkan diri saat akan menghadap Sang Pencipta, bgmna msh sempat berbuat sesuatu yg baik sblum saatnya meninggal. 
Di rumah duka ada tangis dan air mata, rasa kehilangan yg amat sangat besar, di sinilah kita diingatkan agar sepenjang hidup kita, tinggalkanlah kenangan yg baik, manis, indah serta bermanfaat bagi org-org yg kita temui dlm hidup kita. Tentu tiap org pny kesalahan, tp itu bkn sebuah alasan utk mengurangi rasa kehilangan yg ada. Di rumah duka kita diingatkan kembali bgmna cara kita hidup, jgn sia-siakan kehidupan yg kita hidupi, waktu yg ada tdk bnyk 

Posted in Renungan | Comments Off on Rumah Duka

Akan Jadi Baik

DI 16092017 
2 Raja-Raja 4:23 KJV 

And he said, Wherefore wilt thou go to him to day? it is neither new moon, nor sabbath. And she said, It shall be well. 

  • Dan dia berkata: “Oleh sebab apa kamu akan pergi menemui dia hari ini? Ini juga bukan bulan baru atau Sabat.” Dan dia berkata: “Ini akan menjadi baik.” 

Seorang perempuan Sunem, agaknya bkn cuma sekedar kaya, tp jg mgkin tergolong ‘orang besar’ di lingkungannya, mengalami mujizat Tuhan krna Tuhan memberinya seorg anak laki-laki, sementara suaminya sdh tua. 
Suatu saat anaknya sakit kemudian meninggal, sementara suaminya hanya tahu bhw anaknya sakit, reaksi perempuan Sunem ini luar biasa, tdk putus asa, namun mengembalikan perkara ini pd Tuhan lewat nabi Elisa. Kemudian kita tahu akhirnya anaknya hidup kembali. 
Pelajaran yg kita dpt adalah bawalah setiap perkara kita pd Tuhan sbg reaksi pertama kita. Perempuan Sunem ini scra manusia berhak berduka dan protes pd Tuhan, dia melayani nabi Elisa tanpa pamrih, tdk minta apa-apa, namun Tuhan memberinya seorg anak, tp kemudian anaknya mati. Utk apa diberi anak kalau nantinya anak itu mati di usia muda? Mgkin ini jd pola pikir sebagian org, buat apa mengalami mujizat jika nantinya kita kecewa? 
Keadaan yg tdk diharapkan terjd seringkali menjd alat bagi Tuhan utk menunjukkan kuasa dan kedaulatan-Nya. Suami istri di Sunem ini mengalami mujizat anaknya mati dr kematian, ini tdk dialami oleh bnyk org. Utk bangkit hrs alami kematian dulu, utk mati hrs lahir dulu. Jgn kita marah pd Tuhan, sepahit apapun kenyataan yg ada, terimalah dg lapang hati, ujungnya pasti kemuliaan Tuhan. Dia memberi, Dia jg berhak mengambil dan berhak mengembalikannya pd kita. 
Reaksi pertama kita adalah bertemu dg Tuhan, bkn curhat pd manusia. Suami dr perempuan Sunem ini blm tahu anaknya sdh mati, krna istrinya memilih utk menyerahkan semuanya pd Tuhan. Curhat bknlah selalu cara terbaik utk menyelesaikan masalah, mgkin bs membuat hati kita sdkit lega 

Posted in Renungan | Comments Off on Akan Jadi Baik

Melayani Pemerintah

DI 15092017 
2 Raja-raja 4:13 

  • Elisa telah berkata kepada Gehazi: “Cobalah katakan kepadanya: Sesungguhnya engkau telah sangat bersusah-susah seperti ini untuk kami. Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Adakah yang dapat kubicarakan tentang engkau kepada raja atau kepala tentara?” Jawab perempuan itu: “Aku ini tinggal di tengah-tengah kaumku!” 

Tdk diceritakan bgmna nabi Elisa bs punya hubungan dg raja Israel dan kepala tentara, namun dr perkataannya di ayat ini jelas bhw raja dan kepala tentara sangat menghormati Elisa sbg nabi bagi bangsanya shga Elisa bs membawa sebuah perkara ke hadapan raja dan kepala tentara. 
Pemerintah juga memerlukan bimbingan rohani, di Indonesia dilakukan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Aparat pemerintah jg manusia biasa yg butuh bimbingan rohani dlm menjalankan tugasnya, di sinilah peran para rohaniwan sangat penting. 
Tentunya kalau hanya sekedar mendengar khotbah dlm persekutuan di lingkungan para aparat pemerintah yg beragama Kristen tentu saja tdk cukup berpengaruh. Khotbah tdk bs mengubah hidup org yg mendengarnya kecuali disertai dg bimbingan yg trs menerus. Bisa melalui pemimpin rohani di mana aparat pemerintah itu berjemaat, atau di persekutuan mrka sndri. Manfaat yg diperoleh adalah para anak Tuhan yg duduk dlm pemerintahan mempunyai kerohanian yg baik, dewasa dan memiliki hidup takut akan Tuhan. Ketika menjalankan perannya sbg aparat pemerintahan, mrka bs menerapkan nilai dan ajaran Kristus, shga tahan terhadap godaan dan menang atas ujian saat menjalankan tugasnya. 
Tugas kita sbg masyarakat adalah mendoakan pemerintah kita agar tetap di jalur yg benar, memikirkan kesejahteraan rakyat, tdk serakah, dan boleh memiliki kesaksian hidup yg baik shga nama Tuhan dimuliakan. Bnyk godaan yg mrka hadapi, itulah sebabnya mrka butuh doa kita, agar Tuhan mengingatkan mrka akan firman-Nya saat mrka menghadapi godaan dan ujian. 
Semua org butuh dibimbing rohaninya, saya dan Anda jg 

Posted in Renungan | Comments Off on Melayani Pemerintah

Orang Kedua 

DI 14092017 
Ester 10:3 

  • Karena Mordekhai, orang Yahudi itu, menjadi orang kedua di bawah raja Ahasyweros, dan ia dihormati oleh orang Yahudi serta disukai oleh banyak sanak saudaranya, sebab ia mengikhtiarkan yang baik bagi bangsanya dan berbicara untuk keselamatan bagi semua orang sebangsanya. 

Dlm sebuah pertandingan atau kompetisi, menjd nomor 1 itulah segalanya, menjd no 2, 3 dstnya, tdklah bgtu membanggakan. Itulah penilaian bnyk org. 
Namun dlm kisah Alkitab, seringkali Tuhan hanya menempatkan seseorg di posisi nomor 2 atau 3 saja, spt Yusuf di Mesir, Daniel di Babel, Mordekhai di Media dan Persia, tetapi pengaruh mrka sangat luar biasa. Menjd nomor 2 pun pny pengaruh yg kuat. 
Mengapa tdk menjd nomor 1? Bisa saja Tuhan membuatnya jd kenyataan, tp seandainya terjd, bukankah justru nasib bangsa Israel bs menjd buruk krna dinilai sbg penjajah? Jd selalu ada alasan mengapa bukan menjd nomor 1. 
Ada baiknya menjd org nomor 2 spya tetap sadar bhw masih ada yg di atas        kita, masih ada org yg lebih berkuasa, lebih pintar, lebih pantas drpd kita, kalau tdk, kbnykan org akan lupa akan Tuhan, menyombongkan diri, menggunakan kekuasaan semena-mena hingga akhirnya justru menghancurkan hidupnya sndri di masa depan. Kekuasaan bs menjd alat bisa jg menjd penguasa atas hidup seseorg. Kekayaan bs berguna utk kehidupan, bs jg membuat kita diperbudak oleh uang. Semua bergantung pd bgmna kita menjalankan peran yg Tuhan percayakan dg segala fasilitas yg menyertainya. Kalau disalah gunakan justru bs menyeret kita dlm berbagai bnyk godaan, pencobaan dan dosa. 
Berambisi boleh saja tp jgn dikendalikan oleh ambisi yg liar. Berusaha dg keras itu baik tp bila sdh berhasil bkn utk disombongkan atau membalas dendam, tp gunakanlah utk hal-hal yg membangun, positif dan menjd berkat bagi bnyk org. Jika memang hanya menjd org nomor 2, bersyukurlah dan selalu rendah hati, ingatlah bhw Tuhanlah yg memberikan posisi itu pd kita, ada tanggung jawabnya 

Posted in Renungan | Comments Off on Orang Kedua 

Kemajuan Rohani

DI 13092017 
Roma 15:2 KJV 

Let every one of us please his neighbour for his good to edification. 

  • Biarlah setiap orang dari kita menyenangkan sesamanya demi kebaikannya untuk kemajuan rohani 

Kita seringkali melihat kemajuan rohani dr satu sisi saja, penderitaan, tekanan ataupun masalah yg mempercepat rohani seseorg semakin dewasa dan bertumbuh. Namun ayat ini bcra dr sisi yg lain yaitu senangkanlah sesamamu demi kebaikannya utk kemajuan rohaninya. Ada penderitaan, ada jg kesenangan, seimbang. 
Proses kehidupan membentuk karakter seseorg, kesenangan memelihara semangat utk hidup dan melakukan hal baik. Bnyk org yg gagal menuntaskan proses hidupnya krna kehabisan semangat, sukacita dan pengharapan. Sebaliknya kalau hanya bersenang-senang saja maka karakter tdk terbentuk, tp menjd org yg ‘manja’ rohani alias kanak-kanak rohani. 
Menyenangkan sesama bkn berarti selalu menuruti permintaannya, tentu tdk semua permintaan itu baik utk dipenuhi, hrs diseleksi dg benar. Menyenangkan sesama berarti selalu membuat dia bersemangat, membantu memahami sesuatu, ada dlm suka dan duka bersama-sama, memberi perhatian khusus dan ada saat dia membutuhkan kita. 
Setiap org butuh bimbingan dlm hidupnya, mulai dr bimbingan orgtua, bimbingan pemimpin rohani, mentor, dsbnya. Spt didikan itu dilengkapi dg kasih dan disiplin, bimbingan dilakukan dg disiplin yg disertai dg kasih. Saat seseorg terluka hatinya, kasihlah yg lebih dibutuhkan saat itu dibandingkan disiplin. Saat seseorg mulai kendor rohaninya, disiplinlah yg lebih dibutuhkan. Hrs berhikmat saat kita membimbing org lain agar rohaninya mengalami kemajuan. 
Menyenangkan sesama kadang hrs berkorban, apakah kita menyadarinya? Kita sering berpikir memberi yg ‘sisa’: sisa waktu, sisa berkat, sisa perhatian, dsbnya. Ada waktunya kita hrs memberikan yg terbaik yg kita miliki utk seseorg, itu sebuah pengorbanan. Mengasihi sesama hrs sama spt mengasihi diri sndri, itu tdk mudah dilakukan 

Posted in Renungan | Comments Off on Kemajuan Rohani

Keluarga Yang Baik 

DI 12092017 
Roma 16:13 

  • Salam kepada Rufus, orang pilihan dalam Tuhan, dan salam kepada ibunya, yang bagiku adalah juga ibu. 

Siapa itu Rufus? Hampir bisa dipastikan bhw dia adalah anak Simon dari Kinere yg membantu Yesus memikul salib (Markus 15:21), dan ternyata rasul Paulus punya hubungan baik dg keluarga ini. 
Ibu dr Rufus ternyata menjd ‘ibu rohani’ bagi Paulus, tdk disebutkan bgmna kisahnya, namun pertumbuhan rohani Paulus bnyk yg dipengaruhi oleh ibu dr Rufus. Selain itu, Rufus sndri jg punya hubungan yg baik dg Paulus. 
Satu keluarga menjd berkat bagi bnyk org, tentu ini sangat luar biasa. Bnyk org hanya bersikap egois hanya berpikir bgmna membuat keluarga mrka hidup berkelimpahan, menikmati kebahagiaan sndri tanpa mau berbagi dg sesama. Kita sbg org Kristen dikenal sbg pengikut Kristus yg memiliki kasih Kristus dlm hidupnya. Sama spt Kristus yg mengorbankan diri-Nya utk semua manusia, teladan inilah yg patut kita terapkan dlm hidup kita yaitu berdampak baik terhadap lingkungan di mana kita berada. Utk mewujudkannya kita perlu berbagi dg sesama. 
Berbagi dg sesama bkn hanya mengenai menolong org kesusahan, berbuat baik, tp jg berbagi pengetahuan, berbagi bimbingan, berbagi nasehat, dsbnya. Utk berbagi tentu hrs punya sesuatu utk dibagikan. Meningkatkan kualitas diri adalah wujud dr keinginan utk berbagi. Selain itu diperlukan hati yg tulus, tdk hitung untung rugi dan tentunya sukacita saat berbagi. 
Jgn pernah takut akan kekurangan, Tuhan yg mencukupkan semuanya, jika kita menjd org yg dipercaya Tuhan, Dia turut bekerja melalui kita. Jd ada campur tgn Tuhan di dlmnya, bkn krna kemampuan atau kehebatan kita. Siapapun yg Tuhan atur bs mengenal kita, mgkin ada hal baik yg bs kita lakukan utk org itu. Ikuti dorongan Roh Kudus apa yg hrs kita kerjakan, biasanya akan ada kesempatan yg Dia tunjukkan bagi kita. Asalkan kita mau dengar dan taat, kita akan mengerti mengapa Tuhan menyuruh kita melakukannya 

Posted in Renungan | Comments Off on Keluarga Yang Baik 

Tuhan Tahu Segalanya

DI 11092017 
Mazmur 139:4 NKJV 

For there is not a word on my tongue, But behold, O Lord, You know it altogether. 

  • Karena tidak ada sebuah kata di atas lidahku, tapi perhatikan, Oh Tuhan, Engkau mengetahui semuanya. 

Salah satu kemahakuasaan Tuhan adalah Mahatahu, bkn saja tahu yg telah ada, yg blm adapun Dia tahu. 
Kalau Dia sdh tahu, mengapa masih menyuruh kita berdoa? Krna Tuhan ingin berkomunikasi dg kita, komunikasi itulah perekat sebuah hubungan, bgtu komunikasi putus, hubungan pasti terganggu. Doa yg disampaikan hrs 2 arah, ada waktunya kita bicara, ada waktunya kita dengar saat Tuhan bcra pd kita. Kalau berdoa itu kita masih anggap sebuah keharusan, mgkin saja kita blm paham benar ttg bgmna memelihara baik hubungan kita dg Tuhan. 
Si iblis tahu bila konunikasi kita dg Tuhan itu terganggu, maka bnyk kesempatan dan keuntungan yg dia dapat. Si iblis bisa dg leluasa menanamkan pikiran yg salah ttg Tuhan. Misalnya ttg penderitaan, kedukaan, hal-hal buruk yg terjd, mengapa Tuhan biarkan? Kemudian mulai meragukan apakah Tuhan benar-benar ada dan mengasihi kita? Dari mulai ragu kemudian berubah menjd yakin bhw Tuhan itu kejam dan tdk peduli dg apa yg terjd. 
Berdoalah sekalipun memang Tuhan sdh mengetahui apa yg akan kita katakan. Dia mendengar doa kita dan selalu ingin dekat dg umat-Nya. Dia Tuhan yg peduli terhadap apa yg sdg kita alami, bertanyalah pd Tuhan mengenai apapun jg yg tdk kita pahami. Sekalipun Tuhan tdk menjawab saat kita bertanya, Dia pasti jwb suatu saat lewat apa yg akan terjd nantinya. Kita hrs tekun dan sabar menantikan jwban Tuhan, jgn curiga sedikitpun ttg Tuhan, dlm diri-Nya tdk ada yg jahat sedikitpun. 
Kerinduan utk berkomunikasi dg Tuhan sangat mendorong kita utk membangun hubungan dg Tuhan setiap saat. Bnyk hambatan yg menghalangi kita utk berdoa pd Tuhan, mintalah hikmat dan pengertian dr Tuhan mengatasi hambatan ini. Kalau kita menganggap berdoa itu penting, maka kita akan tetap berdoa 

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Tahu Segalanya