Injil Yang Palsu

DI 02072025

Galatia 1:6-7
Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,
yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.

Ternyata pd zaman gereja mula-mula, ada satu hal yg merusak pemberitaan Injil yg sejati, ada Injil yg ‘berbeda’ dan berusaha menjauhkan bnyk jemaat Galatia dari kasih karunia Kristus.

Seberharganya Injil itu sampai ada pihak yang berusaha utk memalsukannya dan menjauhkan org yg percaya pd Injil Kristus dari kebenaran yg para rasul ajarkan. Di zaman skrg juga banyak pihak non Kristen yang memberitakan Injil palsu, ayat-ayat dlm 4 kitab Injil ditafsirkan dgn brutal dan fatal kesalahannya, berusaha membuat org Kristen meragukan kebenaran Injil. Org Kristen hrs berhati-hati dlm hal ini, tdk kompeten orang non Kristen utk menjelaskan kebenaran Injil yg sekalipun mereka mempelajarinya namun tidak mempercayainya, berusaha mencari kata-kata yg bs dimulti tafsirkan seenak otaknya. Pastinya kita belajar Injil hanya dari pihak-pihak resmi yg diakui oleh gereja maupun sekolah Alkitab yang ada, karena utk mengajarkan ttg kebenaran dari firman Tuhan, perlu suatu pendidikan khusus yg tujuannya menjaga kemurnian dr firman Tuhan yg diberitakan itu. Pihak lain berusaha membuat kekacauan dgn penafsirannya yg aneh dan tidak Alkitabiah, mereka tdk percaya Alkitab, tp terus berusaha memakai ayat-ayat Alkitab utk banyak membuat jemaat yg umum menjd bingung. Hal ini tentu hrs ditangani dgn baik.

Mengapa Yesus perlu ‘diserang’ habis-habisan dgn pemberitaan Injil yg palsu? Tentu pihak yg berpengaruh besar pd keselamatan manusia di seluruh dunia ini menjd sebuah penghalang bagi pihak yg menginginkan tidak ada satupun orang di dunia ini mengalami keselamatan. Semuanya bertujuan untuk menyerongkan atau menggeser iman org Kristen keluar dr Yesus Kristus, apakah berganti iman, menjd atheist, atau menjd Kristen tetapi ‘mendua hati’. Spt tujuan ular menggoda Hawa supaya manusia mengalami kematian jika memakan buah pengetahuan baik dan jahat yg dilarang Tuhan utk dimakan, maka tujuan untuk membuat manusia binasa dlm kekekalan itu jg masih berlangsung hingga hari ini, membuat org tdk percaya bhw hanya Yesus lah Juruselamat & pemilik surga itu sendiri, memakai logika bahwa ada banyak jalan menuju ‘keselamatan’, intinya adalah berusaha membuat org tdk lagi tertarik menjd org Kristen dan yakin akan masuk surga selain dgn cara yg disebutkan dlm Injil yg benar. Segalanya dilakukan utk menjegal Injil trs akan diberitakan dan menciptakan Injil versi palsu yg lebih mengutamakan logika manusia.

Tuhan sulit dipahami dgn logika karena Tuhan lebih tinggi derajat-Nya drpd manusia, kalau ada tuhan yg bs diterima logika, berarti manusia itu lebih hebat drpd tuhan itu, bukan?

Posted in Renungan | Comments Off on Injil Yang Palsu

Kebersamaan Jemaat

DI 01072025

2 Korintus 13:11 ILT3
Akhirnya, hai saudara-saudara, bersukacitalah, hendaklah kamu disempurnakan, hendaklah kamu terhibur, pikirkanlah hal yang sama, hiduplah dalam damai sejahtera, dan Elohim kasih dan damai sejahtera akan ada bersama kamu!

Beberapa pesan rasul Paulus kepada jemaat di Korintus patut utk kita renungkan sbg pedoman bgmna kita hidup berjemaat dgn jemaat lainnya di gereja lokal kita.

Pertama, bersukacitalah, berarti menerima dgn rasa syukur semua jemaat yg ada di gereja kita, apapun latar belakang mereka. Bersukacita dlm hidup berjemaat, percaya bhw Tuhan telah atur kita dan mereka untuk diproses bersama-sama hingga menjd sempurna. Kedua, hendaklah kita disempurnakan, artinya ada suatu peningkatan kualitas diri kita akibat dr hidup berjemaat yang ‘sehat’. Tuhan memakai kita utk memproses org lain, demikian jg sebaliknya. Proses ini hrs kita sikapi dgn benar, sehingga yg terjadi adalah kita makin disempurnakan, tdk membenci org yang dipakai Tuhan sbg alat memproses kita. Pasti ada hal-hal yg di luar dugaan kita itu terjadi, tapi semuanya itu Tuhan pakai utk kebaikan kita yg dikasihi Tuhan. Penyempurnaan ini hrs terjadi, supaya kualitas diri kita dan jemaat lainnya bisa meningkat dan membuat gereja lokal kita dapat menjd gereja yg kuat dan menjd ‘rumah yg amat nyaman’ bagi jemaatnya. Gereja harusnya menjd ‘rumah rohani’ yang nyaman bagi semua jemaat, sehingga jemaat bisa bertumbuh dan gereja jd kuat dan bertumbuh jg dlm kuantitas dan jg dlm kualitasnya.

Ketiga, hendaklah kamu terhibur, bhw berjemaat di gereja lokal adalah keputusan yg tepat, Tuhan menaruh org-org yg nantinya bs menolong kita, menasehati, dan bertumbuh bersama. Apa yang kita alami, jg org lain alami, artinya kita sedang berjalan di jalur yg tepat, yg Tuhan inginkan utk kita melintasinya. Keempat, pikirkanlah hal yang sama, artinya punya sudut pandang yg berdasar dr Alkitab. Jika menilai suatu dr sudut pandang yang sama, maka tidak akan banyak perbedaan pendapat di dalamnya, justru akan saling dapat melengkapi sehingga bs melihatnya secara utuh dan lebih mendetail. Kelima, hidup dalam damai sejahtera, jgn bertengkar atau saling menyakiti, hindari perdebatan yg sia-sia, jgn mencari satu keuntungan pribadi sehingga merugikan org lain dan itu bs memicu terjadinya perpecahan. Jika terjadi perselisihan, carilah jalan damai, supaya perselisihan tdk berlanjut menjadi permusuhan dan dgn begitu membuka celah bagi iblis untuk melakukan provokasi yg dampaknya merusak apa yg sudah baik. Hidup damai dgn memberi pengampunan satu sama lainnya, dan tinggal di dlm keharmonisan.

Hidup berjemaat mirip dgn hidup bertetangga dlm lingkungan tempat tinggal kita, lakukan hal yg disebutkan di atas, supaya hidup berjemaat kita membawa atmosfer surgawi di dlm gereja.

Posted in Renungan | Comments Off on Kebersamaan Jemaat

Merasa Hebat

DI 30062023

2 Korintus 12:7, 9
Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Karunia roh dan juga bakat dalam pelayanan, ini bukan utk disombongkan atau dimegahkan, jadi pelayanan itu bukan mengejar prestasi siapa yg terhebat, tp sebuah tanggung jawab pd Tuhan.

Apa posisi kita dlm pelayanan, jangan itu menjd suatu dasar utk bermegah atau membanggakan diri secara berlebihan. Memiliki teknik bernyanyi yg lebih baik dr org lain? Punya karunia roh yang dahsyat? Lebih disukai dibandingkan Pdt lain? Kalau itu tujuannya, berarti pelayanan dianggap sbg sebuah kompetisi siapa yg terhebat. Hal ini pernah ditegur Yesus ketika para murid sengaja membahas siapa yg terbesar di antara mereka. Tak sedikit pelayan Tuhan menganggap suatu pelayanan spt sebuah pekerjaan, jangan sampai direbut org lain, nanti kehilangan PK yg jumlah nominalnya lumayan besar. Lupa prinsip sebuah pelayanan itu apa, lupa bhw ada tanggung jwb yg akan Tuhan tuntut dr sebuah pelayanan. Jadi pelayanan, karunia roh, bakat, bukanlah sesuatu utk dipamerkan dan mendapat pujian manusia, tetapi itu hrs digunakan dgn ketulusan hati dlm hal melayani. Tulus menyembuhkan org, tulus dlm menolong menggunakan harta, tulus dalam melayani di bidang apapun, artinya semuanya itu dilakukan sbg satu bentuk rasa syukur krna Tuhan sudah menyelamatkan kita dan banyak melakukan kebaikan dlm hidup kita.

Rasul Paulus memiliki karunia roh yg dahsyat, pengalaman supranatural yg spektakuler, tapi dia menyadari bhw semua itu bukan dasar bagi dia utk bermegah, karena lewat karunia roh, yg tampak biasanya kebanggaan manusia, tetapi dlm kelemahan, kuasa Tuhan menjd sempurna bekerjanya. Kesombongan menonjolkan dirinya sendiri, tetapi kuasa Tuhan menonjolkan betapa mulianya Tuhan itu. Bukankah lewat pelayanan yg kita lakukan, seharusnya membuat org bnyk datang mengenal Tuhan? Jgn sampai nantinya lewat pelayanan kita, org banyak datang ingin menikmati karunia roh kita. Mereka harusnya jd pengikut Tuhan, bukan fans kita sbg pelayan dr Tuhan! Itu namanya mencuri kemuliaan Tuhan. Bangga dgn pelayanan yg kita lakukan itu harus dilakukan dgn wajar, dgn dasar bhw bersyukur Tuhan masih mau memakai kita sbg alat Tuhan yg berguna, masih dilibatkan dlm rencana-Nya atas gereja-Nya. Jgn bermegah karena karunia roh yg Tuhan berikan pd kita, tetapi bermegah karena dlm kelemahan kita, kuasa-Nya bekerja dgn sempurna dalam kita. Kita mampu karena Dia yg memberi kita kemampuan melakukannya dgn baik.

Pelayanan jgn menjd sebuah kompetisi, berubah jadi sebuah pekerjaan, ingatlah bhw Tuhan akan meminta pertanggung jawaban dr pelayanan yg kita lakukan.

Posted in Renungan | Comments Off on Merasa Hebat

Bijak dan Sabar

DI 28062025

2 Korintus 11:19
Sebab kamu suka sabar terhadap orang bodoh, karena kamu begitu bijaksana:

Menghadapi org bodoh memang perlu satu kesabaran khusus, biasanya ketika org tua mengajar anaknya tentang pelajaran sekolah kadang sampai geregetan karna anaknya itu susah diajarkan.

Org bodoh bukan hanya minim pengetahuan dan daya tangkap mengerti pelajarannya yg agak rendah, tapi juga org yg sdh dinasehati dan diperingatkan, masih juga nekad untuk melakukan hal yg bodoh dan salah itu. Satu ungkapan yg sering dipakai adalah ‘otak ada di dengkul’, gambaran bhw isi kepalanya itu bukan otak, kosong belaka. Itulah yg menjd fokus perenungan kita hari ini, apakah kita termasuk org bodoh? Seberapa banyak dari pengetahuan yg kita miliki? Seberapa pandai kita menilai situasi yg sedang terjadi? Sudah belajar dr pengalaman yg buruk? Jgn ulangi kebodohan di masa lalu, jadilah bijak dalam hal apapun. Dlm ayat ini diajarkan org bijak itu sabar terhadap org bodoh. Karena bijak jadinya bs sabar dgn gembira. Kadang ada org yg bertemu org bodoh justru berniat yg buruk, mempermainkan org bodoh itu menjd bahan tertawaan dan membuatnya jadi spt org suruhan tanpa dibayar.

Sikap kita terhadap org bodoh memang hrs sabar, tapi jgn jg mempermainkannya. Biar kehadiran kita jd berkat buat mereka, bantu mereka untuk meninggalkan kebodohannya supaya mereka punya masa depan yg lebih baik nantinya. Tiap org berhak utk memiliki suatu kehidupan yg lebih layak di masa dpn, karenanya kita yg bijak hrs menolong agar mereka ikut menjd bijak jg. Mgkin spt seorg majikan yg memperkerjakan pembantu dari kampung yg tdk paham teknologi, hrs dgn sabar mengajarkan si pembantu bagaimana cara menggunakan alat-alat dapur yg sudah canggih. Ada yg cepat paham, ada yang sulit utk paham caranya, majikannya harus sabar karena si pembantu ini memang kampungan tp orgnya rajin. Jd alangkah baiknya jika dia akhirnya bs diajari dan tekun saat bekerja di rumah, satu keuntungan yg tentunya sangat diinginkan oleh setiap majikan.

Jangan kita mempermainkan org bodoh, tapi bantulah mereka untuk melepas kebodohan, supaya hidup mereka lebih baik dan pantas, dihormati serta bisa jd berkat.

Posted in Renungan | Comments Off on Bijak dan Sabar

Kurang Cakap Berkomunikasi

DI 26062025

2 Korintus 11:6
Jikalau aku kurang paham dalam hal berkata-kata, tidaklah demikian dalam hal pengetahuan; sebab kami telah menyatakannya kepada kamu pada segala waktu dan di dalam segala hal.

Secara pengetahuan, rasul Paulus memiliki kelebihan di sana, tetapi dlm berkomunikasi, dia sendiri mengakui bahwa dia kurang dlm hal itu, ini sesuatu kejujuran yg baik.

Cara kita berkomunikasi akan menentukan apakah yg ingin kita sampaikan itu bs dgn baik diterima oleh lawan bicara kita. Kadang yg jadi masalah adalah intonasi dlm berkata serta mimik wajah yg kurang tepat. Logat yg dipengaruhi oleh tempat tinggalnya kadang berpengaruh jg, misalnya org yg tinggal dkt lautan, cenderung agak berteriak dlm bicara satu sama lainnya, akibatnya ketika bicara dgn org yg berbeda lokasinya, dia dianggap spt sedang marah-marah. Jadi komunikasi itu perlu dipelajari caranya, bgmna bicara dg sopan santun, bicara kepada yang lebih tua, bicara dlm forum resmi, dsbnya. Orang yang pandai berkomunikasi dianggap punya adab yg baik, punya moral yg baik dan tahu cara menghormati org lain. Rasul Paulus tahu di dlm hal berkomunikasi itu dia punya suatu kelemahan di sana, sehingga dia perlu untuk memberitahukannya pada jemaat Korintus supaya dimaklumi.

Kita jg perlu membenahi dalam komunikasi dgn pihak lain, jgn sampai kita dianggap tdk menghargai lawan bicara kita. Perbaiki dlm hal nada bicara, ini sangat penting utk ada dlm list evaluasi diri kita. Kalau kita orang yg cepat emosian, ada baiknya memperlambat nada bicara supaya bs berpikir dulu barulah berkata-kata, jgn cepat berkata-kata, tanpa menyadari perkataan itu bs menyakiti orang lain. Ketika marah, perlu tetap menguasai emosi dan mengendalikan perkataan yang ingin kita ucapkan. Bicara jg jangan dengan nada yg datar, org lain bs berpikir yg berbeda drpd pesan yg ingin kita sampaikan. Dengan nada bicara yg baik, mimik wajah yang tepat, tdk bertele-tele, ini bs merupakan suatu cara berkomunikasi yg baik sehingga org lain bs merasa nyaman berkomunikasi dgn kita. Di dlm pembicaraan yg baik, banyak hal baik yg bs terjadi dan mempengaruhi suasana yang ada.

Jadilah pribadi yg ramah dan dihormati, jgn asal saja berkata-kata, pertimbangkan juga perasaan org lain yg mendengarkan apa yg kita katakan.

Posted in Renungan | Comments Off on Kurang Cakap Berkomunikasi

Jangan Memuji Diri Sendiri

DI 25062025

2 Korintus 10:18
Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan.

Kesombongan membuat kita menilai diri dg terlalu positif, terlalu baik, dan sempurna, tp pd kenyataannya, apalagi dalam pandangan Tuhan ternyata kita bukan apa-apa.

Apa yg hebat menurut penilaian manusia, itu belum tentu sama dgn penilaian Tuhan, hal ini karena standart penilaiannya berbeda, jd karena manusia tdk bs melihat isi hati orang lain, maka yg dinilai adalah tampilan luarnya saja. Dan terkadang kita terkecoh karena tdk sebaik yg kita perkirakan. Setiap manusia itu punya kelemahan, punya celah negatif yang bisa terlihat, dsbnya. Jadi pantaskah orang itu menilai dirinya sendiri? Penilaian paling adil tentunya penilaian Tuhan, bahkan bagi bbrpa org yg dinilai baik oleh Tuhan, mendpt pujian secara umum. Misalnya Daud, selalu jadi acuan penilaian yang Tuhan pakai untuk menilai seseorg. Dibandingkan dengan org tertentu, sebenarnya Tuhan ini menunjukkan bahwa ada yg lebih drpd yg ada. Ini jg terjd pd peristiwa Kain dan Habel yg dinilai Tuhan ttg persembahan yg diberikan, persembahan Habel dinilai lebih baik drpd yg Kain berikan.

Setinggi level apapun diri kita, jangan pernah merasa sombong dan lebih baik drpd orang lain. Kita hanya menilai org yg kita kenal dan lihat saja, tp ternyata bnyk jg org lain punya kelebihan dan kehebatan yg lebih drpd yang kita kira sudah hebat. Rendah hati itulah yg hrs kita tunjukkan selaku di depan siapapun, memuji diri sendiri itu sesuatu yg tidak bijak, dan mungkin org jg berpikir kita melakukan hal itu karena kurang mendapat pujian dari org lain sehingga memuji diri sndri. Sesuatu yg sangat tdk patut ditiru dan cenderung jd bahan tertawaan org banyak pada akhirnya. Biarlah org lain yg memuji diri kita walaupun kita sebenarnya tdk sedang mencari pujian dr org lain. Paling bangga ketika Tuhan yang memuji kita, itu suatu kehormatan dan satu pujian yg bs dipertanggung jawabkan mutu dan kualitasnya. Namun tetaplah rendah hati dan tetap merendah di hadapan Tuhan.

Jangan sengaja mencari pujian, biarlah kita terus selalu berusaha melakukan yg terbaik dan jangan lupa pujilah org yg layak dipuji & biarlah itu menyemangati mereka berbuat yg lebih baik lagi.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Memuji Diri Sendiri

Perlu Diuji Dulu

DI 24062025

2 Korintus 8:22
Bersama-sama dengan mereka kami utus seorang lain lagi, yakni saudara kita, yang telah beberapa kali kami uji dan ternyata selalu berusaha untuk membantu. Dan sekarang ia makin berusaha karena besarnya kepercayaannya kepada kamu.

Dalam ayat ini, nama org yg diceritakan oleh rasul Paulus tdk disebut, namun keterangan yg didapatkan, org ini telah diuji berkali-kali dan kemudian banyak dilibatkan melayani bersama.

Utk melayani bukan hanya bermodal hasrat yg besar, keinginan utk melayani itu sesuatu yg baik, tapi perlu adanya suatu pembuktian keseriusan kita dlm melayani. Rasul Paulus berkata bhw org itu telah terbukti serius dan berkali-kali telah diuji. Sesuatu diuji krna ada hasil yg ingin dinilai. Dlm melayani ternyata seseorg perlu diuji oleh pemimpinnya, tidak asal diizinkan ikut melayani, tetapi hrs tahu kemurnian hatinya dlm ikut melayani. Hasil dr pengujian rasul Paulus ternyata orang ini sangat berguna dan didapati setia. Pd saat itu kekristenan baru berkembang, masalah dlm jemaat jg banyak, apakah seorg yakin ingin melayani, ataukah ada motif lainnya, ini yg nanti akan ketahuan saat berhadapan dg situasi yg terjadi. Org yg bermotivasi benar dlm melayani tentunya tetap setia mengikuti gerak pelayanan yg dilakukan pemimpinnya, dan hrs menunjukkan hasil yg baik.

Sesuatu yg menarik adalah mengapa nama org ini tdk disebut rasul Paulus? Di sini kita belajar bhw melayani itu bkn utk cari nama atau jadi terkenal. Zaman ini banyak hamba Tuhan yg ingin viral supaya banyak mendpt perhatian dr org banyak. Sengaja membuat konten mengomentari khotbah atau doktrin org lain, hingga lebih menonjolkan tentang kehebatan dirinya. Yg penting viral dulu, baru nanti bicara kualitas. Ada jg yg sengaja dgn menaruh nomor rekening dlm konten, siapa tahu ada dana yg masuk. Jika tulus hendak melayani di medsos, persiapkan dana dulu sebaik mungkin, jgn berharap pada kiriman uang transfer ke rekening. Itu jualan khotbah namanya. Ketulusan hati itu penting supaya apapun situasinya dlm pelayanan, kesetiaan itu tetap ditunjukkan dan tdk membuat celah org lain menemukan kesalahan hingga nanti nama baik menjd tercemar.

Melayani butuh pengujian supaya kita tetap setia dlm melayani, menghasilkan sesuatu yg berguna bagi jemaat, dan nana Tuhan yg dimuliakan.

Posted in Renungan | Comments Off on Perlu Diuji Dulu

Perlu Ada Eksekusinya

DI 23062025

2 Korintus 8:21 ILT3
dengan mempersiapkan hal-hal yang baik, bukan hanya di hadapan Tuhan, tetapi juga di hadapan manusia.

Suatu rencana baik akan lebih berguna kalau rencana itu dieksekusi, dibuat jadi nyata, tdk ada gunanya hanya berupa rencana, hanya buang-buang waktu saja.

Pembual, kurang lebih sebutan utk org yang merencanakan sesuatu yg luar biasa, namun tdk pernah mewujudkannya. Hanya pandai membuat rencana tp lemah dalam mencoba mewujudkannya. Demikian jg halnya dengan doa kepada Tuhan, berjanji mau lakukan ini dan itu, tp tdk pernah ada tindak lanjutannya. Cuma doa yg kedengarannya sangat hebat tapi tdk ada manfaatnya terhadap orang lain dan hanya bualan semata. Perlunya dengan perencanaan yg baik disertai dengan punya dana yg memadai. Segala sesuatu akan jadi lebih cepat terwujud bila dananya tersedia. Jadi bila ingin memberkati, pastikan punya cadangan dana yg cukup, karena dana akan sangat berguna di tangan org yg tepat, dana akan sangat berguna bila diserahkan kepada yg memang benar-benar membutuhkannya. Selain dana, kita perlu dikelilingi oleh orang yg pandai, berpengalaman, serta berhikmat.

Pikir dulu sebelum berkata-kata, matangkan dulu rencana sebelum mempublikasikannya. Ini yg harus kita pahami supaya rencana yg isinya hal yg baik itu bs terwujud dgn sesuai perencanaannya. Tiap hal membutuhkan 3D yaitu: doa, dana dan daya. Kurang satu dari ketiganya, tentu perwujudan rencana akan mengalami banyak kendala. Kadang faktor iklim jg berpengaruh terhadap rencana yang sedang dijalankan, itu di luar kekuasaan kita sbg manusia. Misalnya ketika mau KKR, ada peluang hujan turun, maka biasanya pendoa berdoa minta cuaca cerah. Demikian jg dgn proyek perbaikan jalan, hujan dan genangan air bs memperlambat proses perbaikan. Jd sehebat apapun team yg kita miliki, tetaplah kita butuh campur tangan Tuhan. Ada suatu hal yg mustahil, maka kita perlu kuasa-Nya utk membuatnya menjadi mungkin. Tangan Tuhan sangat kita perlukan.

Jangan kita menjadi terlalu percaya diri, kita harus tetap mengandalkan Tuhan, rencana harus disusun dgn matang, perlu komunikasi yg baik dgn team yg ada.

Posted in Renungan | Comments Off on Perlu Ada Eksekusinya

Anak Yang Menyukakan Hati

DI 21062025

Amsal 23:24-25
Ayah seorang yang benar akan bersorak-sorak; yang memperanakkan orang-orang yang bijak akan bersukacita karena dia.
Biarlah ayahmu dan ibumu bersukacita, biarlah beria-ria dia yang melahirkan engkau.

Dalam ayat ini disebutkan 2 kriteria anak yg membuat kedua orgtuanya berbahagia yaitu anak yg adalah org benar dan anak yg bijak, kita akan pelajari bersama.

Org benar dgn sederhana diartikan org yang hidupnya benar, sesuai aturan firman Tuhan. Kalau bagi org Israel tentu saja anak yg taat pd hukum Taurat. Karena kita tdk berdasar pd hukum Taurat, maka dasar kita hidup itu adalah firman Tuhan, sebagian diinspirasi dari PL dan sebagian bersumber pd apa yg jadi pengajaran para rasul sbg pendiri dari gereja. Hukum Taurat kita jadikan sbg suatu gambaran ttg apa yang Tuhan inginkan atas umat-Nya. Org benar banyak dijelaskan dlm PL maupun PB, sederhananya adalah orang yg mendengar didikan orgtua, taat pd hukum dan menjauhi kejahatan. Masa depan orang benar tentu lebih terjamin karna menghindar dr apa yg jahat sehingga tdk muncul banyak masalah yg sebenarnya tdk perlu ada. Tahu mana yg benar dan yg salah, sehingga tidak lagi bertindak ceroboh mengikuti emosi dan nafsu jasmani belaka.

Org yg bijak, sederhananya diartikan orang yg sdh bs memilih mana yg tepat dan benar utk dirinya maupun keluarganya. Punya satu nilai moral dan tdk hidup sekedar ‘mengalir’ mengikuti arus dunia. Dpt memberikan satu solusi utk masalah yg rumit. Contoh orang yg bijak adalah raja Salomo, yg bs memberi solusi pd perkara perebutan bayi oleh dua org wanita yg sama-sama melahirkan. Bijak itu melampaui logika, artinya bergerak tidak sekedar berdasar pd perasaan, insting, dan perkiraan yg tanpa perhitungan matang. Jadi org bijak punya kemampuan beradaptasi dg perkembangan zaman, tahu merawat diri & org-org sekitarnya. Jadi gabungan 2 kriteria ini menjadi sebuah idaman bagi orgtua pada anak-anaknya. Itulah mengapa penting utk mendidik anak sejak dini, punya masa depan yg gemilang dan tdk membuat orgtua kuatir di masa tua mereka.

Jadilah org benar dan bijak, bukan sekedar pintar dan berpengalaman, masa kini tentu berbeda dgn masa lalu, harus beradaptasi dgn tepat supaya hidup berbahagia.

Posted in Renungan | Comments Off on Anak Yang Menyukakan Hati

Isi Hati Yang Berbeda

DI 20062025

Amsal 23:7 ILT3
Sebab seperti orang berpikir dalam jiwanya, demikianlah dia. Dia akan mengatakan kepadamu: “Makanlah dan minumlah,” tetapi hatinya tidak bersamamu.

Kadang keramahan itu sebatas satu sopan santun saja, bukan sebuah kejujuran, mulut manis tapi hati pahit, semua demi terlihat jd baik dan seharusnya.

Atau lebih parah lagi, keramahan itu ternyata hanya sebuah kedok dari keinginan jahat yg terselubung. Misalnya ada org ingin menipu, biasanya dia mengatakan bhw barang yang dijual itu kualitasnya paling oke, tapi itu demi supaya org mau membelinya, kenyataannya kualitas barang itu biasa saja. Atau ada yang sengaja mengajak kita makan tetapi dengan tujuan nanti kita yg bayar, dsbnya. Intinya ini adalah sebuah ‘transaksi’, bukan ketulusan dari hati. Penampilan luarnya terlihat baik & ramah, namun hatinya bisa saja memusuhi, ada dendam, dsbnya. Di sinilah kita harus dengan bijak menilai sebuah situasi, apakah ini bentuk ketulusan seseorg ataukah justru ini sekedar sopan santun yg ada terselubung baik niat ataupun tujuannya. Isi hati seseorg tdk mgkin bs kira ketahui, raut wajah mgkin saja bs dibuat-buat, hanya waktu nanti yang akan mengungkapkan kebenarannya.

Sopan santun itu sesuatu yg penting & baik, tp sbg org Kristen, kita harus melakukannya dgn tulus, dgn hati yang murni, apa yg ada di mulut sama dgn yg ada dlm hati. Namun di sisi lain, kita jg hrs waspada menyikapi yang org lain perbuat terhadap kita, benarkah itu sebuah ketulusan, jangan-jangan itu sebuah jebakan untuk kita, ada niat jahat dibaliknya. Jgn sampai kita terjebak dan dirugikan. Hal spt ini memang butuh hikmat utk menilainya, terkadang kita salah menilai sikap seseorg, dan itu terkadang memalukan sekali. Yang bisa kita lakukan adalah hargai kebaikan yg org perbuat terhadap kita, jika mampu untuk membalas, balaslah kebaikannya, tetapi jika kemudian terbongkar niat jahat di balik apa yang dia lakukan, usahakan jgn terlibat lebih dlm dgn apa yg dia buat, segeralah menjauh dan tetap bersikap sbg orang yg membawa damai.

Miliki nilai moral yang sesuai firman Tuhan, jadilah org yg tulus dlm berbuat baik, tetap bersikap sopan dan ramah. Berikan sebuah kesaksian hidup yg baik di hadapan semua org.

Posted in Renungan | Comments Off on Isi Hati Yang Berbeda