Kendalikan Amarah

DI 07032025

Mazmur 37:8 KJV
Cease from anger, and forsake wrath: fret not thyself in any wise to do evil.

Berhentilah dari marah, dan tinggalkanlah kemarahan, jangan gelisahkan dirimu sendiri dalam cara apapun untuk melakukan yang jahat

Ternyata kemarahan bisa membuat seseorg dgn tanpa sadar dirangsang utk berbuat jahat, yang tak jarang berujung pd tindakan kriminal hingga merenggut korban nyawa.

Marah menunjukkan ketidak sesuaian realita dg harapan, seharusnya ini tp kenyataannya beda, bahkan berlawanan dgn yg seharusnya. Marah itu salah satu jenis dr beragam emosi yg setiap org miliki, jadi setiap org bs menjd marah, tetapi ada yg membedakannya, ada yg bs kendalikan emosi marahnya, marah tp tdk sampai bablas, tp ada org yg larut hanyut dibawa kemarahan yg amat sangat. Perbuatan org lain atau perkataan yg diucapkan, bs menjd pemicu seseorg marah, ini terjadi baik dr ruang lingkup keluarga, dunia kerja dan bisnis, bahkan hingga dlm pelayanan di gereja. Bahkan dlm pertemanan antara 2 org saja bs terjd kemarahan di dalamnya. Ada org yg bebas menunjukkan kemarahannya, namun ada jg yg hrs menyembunyikan kemarahannya karena posisinya yg rendah. Pegawai bawahan biasanya demikian, tdk lazim menunjukkan rasa marahnya, dipendam, demi tetap bisa bekerja di tempatnya bekerja. Kemarahan yg dipendam trs menerus, suatu saat bs sekaligus meledak dlm balas dendam yg kejam, inilah yg kita lihat dlm keseharian hidup, pegawai atau seseorg yang direndahkan membalas dgn berbuat jahat pada org yg berkuasa atas dirinya.

Jgn hanya meredakan amarah saja, tetapi juga tinggalkan kemarahan itu, pisahkan dr diri kita, sederhananya marah ya boleh marah, tapi tidak terus menerus marah. Bahayanya adalah terus menerus diri kita menjd gelisah dan pd akhirnya timbul niat utk membalas dgn berbuat yg jahat. Tdk nyaman di-bully, dihina, dipermainkan, terus menerus disalahkan, dsbnya, membuat seseorg menyimpan kemarahan karena tdk mampu utk membalas saat itu, setelah keadaan berbalik & ada kesempatan utk membalas, maka orang itu dgn sengaja berbuat yg kejam. Kemarahan dlm batas tertentu itu memang hrs ditunjukkan, tapi kalau kemarahan mulai mengendalikan diri kita, ini yg hrs kita hentikan. Stop utk trs marah yang tdk terkendali, marah hrs tahu tujuannya kenapa kita marah, jgn marah tanpa alasan yg jelas, org lain yg tdk salah menjd korban kemurkaan kita, tentu kita jg tdk ingin hal itu terjd pd kita, bukan? Kemarahan tak terkendali hanya membuat diri kita gelisah, tdk tenang berpikir, tubuh capek & antibodi melemah, mulai sakit, ini semua tentu sangat merugikan buat hidup kita. Tinggalkan kemarahan supaya jgn kita berbuat yg jahat.

Mudah marah? Belajar utk mengendalikan diri lebih lagi, jgn hanyut oleh arus emosi marah yg makin meningkat levelnya, jgn sampai kita jadi menyesal nantinya karena gagal kendalikan diri dari luapan emosi kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Kendalikan Amarah

Karunia Untuk Mengetahui Rahasia

DI 06032025

Matius 13:10-11
Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: “Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?”
Jawab Yesus: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.

Apa yg kita ketahui ttg Kerajaan Surga? Hanya sebatas surga itu di mana Tuhan ada? Ternyata lewat ayat ini, Yesus mengungkapkan ada yang merupakan rahasia ttg Kerajaan Surga.

Yang paling tahu ttg Kerajaan Surga pastinya itu adalah Pemilik Surga itu sendiri. Kedatangan yg pertama Yesus ke dunia, selain untuk menebus dosa manusia, Dia jg mengajar ttg hal-hal yang berhubungan dgn Kerajaan Surga. Uniknya ialah bahwa para murid punya kesempatan lebih tahu karna diberikan karunia utk mengetahui rahasia Kerajaan Surga. Kerajaan Surga tentu tidak ada di bumi, jd kalau memahaminya sbg kerajaan yg punya wujud di bumi ini, ini suatu kesalahan yg fatal. Tdk akan pernah ditemukan dlm peta yang dibuat manusia karena tdk seorangpun yg tahu di mana kerajaan surga itu berada. Yang Yesus ajarkan ttg Kerajaan Surga itu bukan spt sejarah di sekolah, tp apa yg terjadi di surga, bagaimana hubungannya dgn keselamatan manusia, siapa saja yg layak utk memasukinya, dsbnya. Itulah sebabnya menang tdk mudah mengerti dengan logika pikiran manusia, kecanggihan teknologi tdk mampu utk menemukan di mana surga itu berada. Jadi bagian kita adalah berusaha untuk mengerti cara utk bs layak masuk ke dalamnya, barulah nanti apa yg kita lihat akan sesuai dgn apa yg Yesus ajarkan, semua akan jelas, tidak ada yg tersembunyi, bukan rahasia lagi.

Mengapa Kerajaan Surga itu punya rahasia? Ini tentu karena Kerajaan Surga bukan ttg manusia yg hidup di dunia, tetapi bgmna manusia nanti hidup kekal setelah kematian tubuhnya yg fana. Bagi mereka yg tdk mau menerima keselamatan dr Tuhan, akan tetap tdk mengerti ttg rahasia itu selamanya. Para murid diberi karunia untuk bisa mengerti kerajaan surga, artinya Yesus bicara tanpa menggunakan perumpamaan. Akan bnyk tafsiran jika sesuatu itu sebuah rahasia, mgkin bs benar, mgkin jg bs salah, tidak bs dipastikan. Ini spt seseorg yg diundang datang ke negeri yg lain, pihak pengundang akan memberikan info persiapan yg harus disiapkan supaya kunjungan ke sana akan lancar dan tdk ada masalah. Tapi pd mereka yg tdk diundang, tdk perlu diberitahu secara detail, percuma, karena tdk ada gunanya sama sekali. Org yg percaya Yesus Juruselamat perlu banyak mengetahui ttg Kerajaan surga, ini pastinya akan banyak diberitahu hal detail apa yg perlu dipersiapkan. Seberapa rahasia ini sdh kita diberitahukan oleh Tuhan? Pahami dengan benar ttg keselamatan di dlm Tuhan Yesus, jgn malas apalagi menyerah utk mengetahuinya.

Karunia utk mengetahui rahasia Kerajaan Surga, sudahkah kita memilikinya? Tuhan akan bicara tanpa perumpamaan, tetapi dgn jelas gamblang semuanya akan diberitahukan pd kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Karunia Untuk Mengetahui Rahasia

Menyingkir Saja

DI 05032025

Matius 12:14-15
Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia.
Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya.

Siapa yang sanggup membunuh Yesus? Bahkan ketika Dia mati disalibkan Dia yg menyerahkan nyawa-Nya pd Bapa, lalu kenapa Dia pergi untuk menyingkir?

Sengaja pergi menjauh, inilah yg perlu jadi suatu pertimbangan bagi kita dlm menghadapi situasi yg ada. Tetap fokus pd tugas yg ada, inilah yang Yesus lakukan, Dia menyingkir dan tetap untuk terus menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh jahat. Menyingkir utk fokus pd tugas, suatu pertimbangan yg tepat. Kita percaya bhw Yesus sanggup mengalahkan siapapun, seberapa org banyaknya, tapi Dia menunjukkan sikap seorg yg dewasa, tdk berhadapan dengan para pembenci diri-Nya, lebih mengutamakan tugas dan belas kasihan drpd berurusan dgn mereka. Ada waktu di mana sebaiknya kita menyingkir, tidak perlu melakukan pembelaan diri, tak ada gunanya. Ini secara logika bs dijelaskan alasan lainnya yaitu melindungi semua rombongan Yesus, walaupun Yesus pasti bisa mengatasi mereka, tapi semua yg jadi rombongan-Nya jgn sampai ikut menjadi korban. Ini bs sedikit kita pahami ketika sesaat setelah Yesus ditangkap, Petrus kemudian jadi menyangkal bhw dirinya biasa bersama Yesus, ada resiko menjd bagian dr rombongan Yesus, dikenali dan kemungkinan bs ikut dipersulit dan mungkin ikut ditangkap, Petrus belum siap utk itu hingga akhirnya dia menyangkal.

Menyingkir sptnya terlihat sbg sikap pengecut & pecundang, kalau memang berani ya hadapi, ini pandangan umum yg berlaku. Tetapi Yesus tdk mengikuti pandangan manusia ini, pilihan-Nya utk menyingkir tentu telah dipertimbangkan dgn baik. Apa yg akan jadi pilihan kita, keputusan yg akan kita ambil, pertimbangkan dari bnyk sudut pandang, apa dampaknya utk diri kita maupun org-org di dekat kita. Kita memang jadi incaran, tetapi org-org di dekat kita kemungkinan akan dijadikan sbg ‘sandera’ utk melemahkan kita & memaksa kita utk tdk melawan. Keputusan yg kita ambil pastinya bs ada resikonya, apakah resikonya besar atau kecil, pikirkan baik-baik & siapkan antisipasi dgn baik. Ada org yg pantas utk kita hadapi, ada yg tdk pantas utk dihadapi, jgn membuat situasi semakin mencekam, jadi itulah mengapa kita kadang menyingkir saja, ini demi keamanan bersama. Ada saatnya utk kita melakukan pembelaan, tetapi jgn memancing shga suasana jadi mencekam. Kita mgkin siap menghadapinya, tp org-org di dekat kita belum tentu siap, mereka juga butuh kenyamanan utk beraktivitas secara normal.

Ambillah keputusan yg bermanfaat bagi kita & kepentingan bersama, pertimbangkan dengan seksama, supaya semua mengalami situasi yg baik dan beraktifitas secara normal.

Posted in Renungan | Comments Off on Menyingkir Saja

Mudah dan Ringan

DI 04032025

Matius 11:30 KJV
For my yoke is easy, and my burden is light.

Karena kuk-Ku itu mudah, dan beban-Ku ringan

Ikut Tuhan, menjd seorg Kristen, bukan berarti semuanya Tuhan yg kerjakan dan kita tunggu hasilnya saja, itu pemikiran anak-anak, di dalam Tuhan ada kuk dan beban yg harus kita pikul.

Kuk Tuhan itu mudah, dari kata khrase-tos yang punya arti berguna (useful) dalam tata krama, baik hati, lebih baik. Jadi org yg ‘dipasangkan’ kuk Tuhan itu nantinya akan memiliki tata krama atau sikap moral yg baik, punya hati yang baik & dirinya menjd lebih baik dr sisi kualitas. Masalah yg sedang kita hadapi, bila itu seizin Tuhan, ada tujuan yg ingin Dia capai, utk mencapai tujuan itu, kita akan ‘dipasangkan kuk’ dari Tuhan, yaitu gambaran ttg berjalan bersama Tuhan supaya bs belajar dan diajar oleh Tuhan. Bukan berarti masalah yg kita hadapi akan ditangani Tuhan & kita hanya diam saja, tetapi kita diajar utk punya sikap tata krama moral yg baik, hati baik, menjd pribadi dgn kualitas yg meningkat. Dengan tiga modal ini, bisa kita praktekkan untuk menolong kita mengatasi masalah yg sedang kita hadapi. Gambarannya mudah, spt guru yang mengajar ttg rumus matematika, jawaban dari soal ujian itu akan benar kalau kita memakai rumus yang telah diajarkan, tetapi kitalah yg mengerjakan soalnya, bukan sang guru matematika.

Banyak org berpikir bhw ditolong Tuhan itu hrs dgn tangan Tuhan sendiri yang bekerja, mujizat dinyatakan, Tuhan yg ‘berperang’ ganti kita, jadi kita cuma duduk menyaksikan Tuhan yg kerja, prinsip ini jelas tdk mendewasakan kita. Setiap kejadian di mana Tuhan yg aktif melakukan, hrs dilihat konteksnya, kalau Yesus menyembuhkan org buta dgn ludah yg bercampur tanah, bukan berarti selalu itulah cara Tuhan menyembuhkan mata yg buta. Kadang Tuhan menyuruh orang lumpuh itu sendiri yg bangun dan berdiri, tetapi Dia yg bekerja menyembuhkan kelumpuhannya. Iman tanpa perbuatan itu mati, mau jadi pintar berhikmat tapi menolak diajar Tuhan, itu suatu kemustahilan. Utk memahami pelajaran di SMP, hrs paham dulu pelajaran yg sama di SD, hikmat Tuhan bukan spt hasil semedi, puasa, tapi hasil dr sukses mengatasi masalah yg terdahulu, ada peningkatan kualitas diri sehingga ketika suatu saat dihadapkan pd masalah yg lebih besar dan rumit, hikmat Tuhan yg ada pada kita itulah yg jadi ‘rumus’ utk menjawab persoalan dgn tepat. Utk bbrpa kasus, mujizat memang dibutuhkan, tetapi utk kasus yg berbeda, hikmat Tuhan yang memegang peranan penting, dilengkapi dengan seberapa kualitas diri yg kita miliki.

Kuk Tuhan itu mudah, beban Tuhan juga ringan, keduanya kita pikul utk belajar dr Tuhan, bukan planga plongo menantikan mujizat Tuhan, kalau memang kasusnya butuh mujizat Tuhan, Tuhan pasti berikan utk kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Mudah dan Ringan

Harusnya Bertobat

DI 03032025

Matius 11:21
“Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.

Sudah melihat dan mengalami mujizat Tuhan, tp itu ternyata blm cukup membuat kesadaran utk bertobat, itu menjd sebuah penilaian buruk yang Tuhan sampaikan.

Ternyata tujuan Tuhan melakukan mujizat yaitu supaya ada pertobatan dan kesadaran supaya murka Tuhan jangan turun. Masih berdosa tapi Tuhan menunjukkan kemurahan-Nya dgn semua mujizat yg Dia lakukan, supaya semua org dapat menyadari bhw Tuhan sanggup melakukan yang manusia tdk dapat lakukan, supaya sadar bhw Tuhan itu sudah memperhatikan dan ingin agar ada pertobatan dan memohon pengampunan dr Tuhan. Parahnya kalau tidak peka ketika Tuhan sedang menginginkan pertobatan, malah tidak merasa punya dosa sama sekali. Mujizat Tuhan itu tdk selalu pertanda bhw Dia mengasihi karna punya hubungan yg dekat dgn Tuhan, tapi suatu pertanda bhw Tuhan merindukan pertobatan yg sejati, sudah berdosa tapi masih mengalami yg luar biasa dr Tuhan. Tuhan beri kesempatan utk bertobat dan murka-Nya tdk turun, berusaha utk Tuhan mempertimbangkan pertobatan yg nyata dan menunjukkan belas kasihan, supaya murka Tuhan surut dan kembali mengasihi. Takut akan Tuhan, inilah yg harusnya dimiliki ketika banyak mujizat Tuhan yg Dia tunjukkan, mengabaikan semua itu berarti meremehkan Tuhan, tdk ingin mendengar teguran Tuhan.

Mujizat belum tentu membuat seseorg bertobat dan memohon pengampunan Tuhan atas dosa yg telah diperbuat. Banyak org sekedar takjub & kagum saja, tetapi hatinya tdk tersentuh karena masih menutup ‘pintu hati’nya ketika ‘diketuk’ dg lembutnya oleh Tuhan. Tuhan masih beri suatu kesempatan, tp justru dianggap ‘murahan’, satu pikiran keliru ketika berpikir bhw Tuhan hanya marah sesaat, nanti juga tak marah lagi, Tuhan dianggap layaknya spt orangtua, marah tetapi nanti juga tak marah lagi. Org spt ini perlu untuk merasakan langsung murka Tuhan, barulah dgn terpaksa mau bertobat. Tunggu bonyok dulu, br minta ampun, ini persis spt maling tertangkap basah, kalau tdk ketahuan, masih maling terus, menjd seorang pembuat kriminal terasa sangat membanggakan dan hebat. Itulah sifat manusia yg biasanya tunggu kepepet baru bertobat. Tak jarang pertobatan hrs dikarenakan hal yg tidak menyenangkan dulu, bangkrut, sakit tak dapat diobati, terpuruk, dsbnya. Tuhan mengejar untuk kita bertobat, Dia lebih ingin mengasihi kita drpd menghukum kita, tapi kadang kita lebih suka utk bonyok dulu baru bertobat. Kita mirip maling yg tertangkap basah.

Segeralah bertobat ketika Tuhan menunjukkan mujizat-Nya, jangan keraskan hati, jgn merasa disayang Tuhan, jangan permainkan Tuhan dgn pikiran kekanak-kanakan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Harusnya Bertobat

Satu Roh Dengan Tuhan

DI 01032025

1 Korintus 6:17 ILT3
Namun orang yang terikat kepada Tuhan, dia menjadi satu Roh.

Sulit utk memahami ayat ini, menjadi satu Roh itu apa maksudnya? Bukankah manusia dengan Tuhan itu berbeda? Bgmna mgkin bs menyatu dan menjadi satu Roh?

Terikat dengan Tuhan, kata terikat bila kita lihat dlm bahasa Yunani adalah kollaƍ yg bermakna merekatkan diri, tetap bergabung dengan Tuhan, tetap berpartner dgn Tuhan. Supaya kita mudah utk mengerti, ingat bhw Yesus berkata: “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.” (Matius 11:29-30). Hewan yang dipakai utk membajak biasanya lebih dr satu, hewan yg baru dipakai membajak biasanya dipasangkan dgn yg sudah sering membajak, dia mengikuti arah ke mana si ‘senior’ membajak. Menjd satu kuk inilah yg mgkin bs menggambarkan apa itu menjd satu Roh, Tuhan yg bergerak, langkah kita mengikuti Dia. Tentunya bukan berarti roh kita & Roh Tuhan bergabung jadi satu, tapi spt 2 jenis perusahaan yg bekerja sama dlm 1 produk baru, inilah alasan mengapa kita hrs mengakui andil & karya Tuhan di dlm setiap kesuksesan yang kita capai, bukan karena kehebatan kita, tetapi ada peran Tuhan yg nyata di dalamnya, apresiasi yg adil tetap hrs kita berikan pd Tuhan.

Tuhan itu Roh, sementara kita manusia masih tinggal di dalam tubuh daging, maka yang harus kita pahami adalah bgmna kita mengurusi roh supaya bisa terkoneksi dgn Roh Tuhan. Tentu tdk mgkin tubuh jasmani kita bs datang ke dlm surga, tetapi doa-doa kita bs sampai ke telinga Tuhan yg ada di surga. Roh manusia kita harus dlm keadaan kudus dan berkenan di hadapan Tuhan supaya bs terus terhubung dgn Dia. Dosa menjd penghalang kita dgn Tuhan, karena dosa membuat kita tidak kudus dan terpisah dari Dia, segera bereskan urusan dosa kita supaya tidak ada penghalang antara kita dgn Tuhan. Apapun yg bs menjd penghalang antara kita dgn Tuhan, semua itu harus kita singkirkan secepatnya, jgn ditunda, penundaan hanya akan mempersulit yg sedang kita atasi, masalah akan bertambah jadi semakin rumit, tekanan makin besar, kekuatan kita akan terkuras, emosi menjd labil, maka kita akan mungkin melakukan kecerobohan dan tdk berpikir panjang, nekad dan terbawa emosi. Ini yg hrs kita jaga, Tuhan itu sempurna, tetapi kita tdk sempurna, banyak kelemahan dan kadang membuka celah tanpa kita sadari, iblis masuk dgn bebasnya merusak hubungan kita dengan Tuhan.

Tetaplah punya keintiman dgn Tuhan, dekat dan tdk menjauh, terikat dgn Tuhan, sehingga dapat terus terhubung dgn Dia dan mengalami banyak keberhasilan bersama Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Satu Roh Dengan Tuhan

Terserah Tuhan

DI 28022025

Yeremia 18:4 ILT3
Ketika bejana yang ada di tangan panjunan, yang sedang ia buat dari tanah liat itu rusak, maka dia mengembalikan dan dia membentuk hal itu menjadi bejana yang lain, menurut apa yang baik di mata panjunan untuk menjadikannya.

Tuhan memperlakukan kita digambarkan dg bejana di tangan penjunan, dibentuk dan jika terjd suatu yg salah, bejana itu kemungkinan bs dibentuk ulang dlm bentuk yg berbeda.

Terserah Tuhan, inilah yg hrs kita ingat, kita hanyalah ciptaan-Nya, Dia membentuk kita utk menjd seseorang dgn peran tertentu, tapi ada kalanya karena bbrpa alasan, yg semula jadi tujuan pembentukan, diubah kembali ke awal dan dimulailah proses pembentukan yg baru. Yg menilai itu Tuhan, bukan kita, faktor penyebabnya biasanya ialah apa yg manusia sikapi dan lakukan. Pembatalan terjadi krna manusia ingin menjadi apa yg dia inginkan sndri, dan itu bs saja berlawanan dgn tujuan Tuhan bagi hidup kita. Perjalanan bersama seharusnya hanya 1 tujuan, dan karna Tuhan yg punya kedaulatan, Dia berhak mengubah tujuan kita dan memproses ulang kita untuk sesuatu yg baru. Memang terlihat ada suatu yg kelihatan spt ‘pemaksaan’ yg Tuhan buat, tetapi percayalah bhw Dia lakukan itu semua utk kebaikan kita, supaya apa yg dirancang oleh Tuhan itu terwujud nyata, jadi ingatlah kata ini: terserah Tuhan.

Kita tak punya hak utk melawan, karena kita sudah dibeli lunas oleh Tuhan: “Sebab, kamu telah dibeli dengan sebuah harga, karena itu, muliakanlah Elohim dengan tubuhmu dan dengan rohmu yang adalah milik Elohim” (1 Korintus 6:20, ILT3). Tugas kita adalah untuk memuliakan Tuhan dgn tubuh kita, dan juga muliakan Tuhan dengan roh kita, tubuh yang dikendalikan oleh roh, itulah hidup manusia, artinya biarlah hidup kita memuliakan Tuhan karena kita adalah milik Tuhan yg ditebus & lunas dibayar. Prinsip yg berkata bhw setiap org punya kehendak bebas, sebaiknya coba dikoreksi & diuji oleh ayat-ayat Alkitab yang ada, contohnya spt ayat 1 Korintus 6:20 ini. Kita ini ‘dibeli’, spt budak di zaman dahulu, mati hidupnya bergantung pd belas kasihan majikan atau tuannya. Mau dibuat apapun oleh tuannya itu hanya bs pasrah, bukankah ini sama spt gambaran bejana yg di tangan seorg penjunan?

Apakah kita dlm proses pembentukan yang Tuhan kerjakan? Ingat bhw: terserah Tuhan, percaya saja bhw semua akan indah pada waktu-Nya Tuhan, tunduk saja.

Posted in Renungan | Comments Off on Terserah Tuhan

Bisa Tidak Jadi

DI 27022025

Yeremia 18:9-10 ILT3
Ada kalanya Aku berbicara mengenai suatu bangsa dan suatu kerajaan, bahwa Aku akan membangun dan menanamnya,
tetapi jika bangsa itu melakukan kejahatan di mata-Ku, tidak mendengarkan suara-Ku, maka Aku akan menyesali kebaikan yang Aku katakan akan Kuperbuat kepada mereka

Tuhan pasti rancangan selalu yg terbaik utk kita, namun dgn alasan tertentu, rancangan itu bs Dia batalkan, dan justru pd akhirnya yg Dia berikan adalah hukuman.

Jangan hanya melihat Tuhan dr sisi berkat & kebaikan yg Dia miliki, tapi lihat juga Tuhan dr sisi yg lain, keadilan Tuhan dan bahwa Dia tdk bs dipermainkan spt manusia. Dlm ayat ini kita diperlihatkan bhw faktor utama knpa apa yg baik dr Tuhan itu gagal kita terima & alami, semua disebabkan karena melakukan yg jahat di mata Tuhan. Bukan Tuhan itu tdk konsisten, Dia berjanji tentu dgn persyaratan dan kondisi yg sesuai dgn standart yang Dia tetapkan. Misalnya ketika Dia berjanji bahwa keturunan Daud tdk akan putus dr tahta raja atas Israel, Dia kondisikan ini terjadi apabila keturunan Daud tetap mengikuti perintah & hukum Tuhan: dan supaya TUHAN menepati janji yang diucapkan-Nya tentang aku, yakni: Jika anak-anakmu laki-laki tetap hidup di hadapan-Ku dengan setia, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa, maka keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel (1 Raja-Raja 2:4). Tentu Dia mengasihi tanpa syarat, tetapi Dia memberi janji dgn syarat!

Jadi ingatlah, kalau Tuhan membatalkan utk mewujudkan rancangan-Nya, itu bukan salah Tuhan, tetapi salah manusianya. Janji Tuhan disertai syarat tertentu, artinya bukan suatu pemberian yg cuma-cuma spt kasih karunia, ini 2 hal yg berbeda. Knpa janji Tuhan tidak terjadi dlm hidup kita? Koreksi diri, apakah ada sesuatu yg jahat telah kita lakukan? Jgn selalu menganggap diri kita benar, standart apakah sesuatu itu dosa dan jahat, berbeda dgn kriteria kita tentang itu. Misalnya orang bs menganggap punya dendam itu hak yang dia miliki, tetapi bagi Tuhan, menyimpannya itu sesuatu yg jahat karena kita menolak utk mengampuni. Intropeksi diri itu selalu harus kita lakukan setiap saat, apalagi kalau Tuhan sdh beri ‘alarm’ di hati nurani kita, diabaikan berarti kita bs gagal menikmati janji Tuhan yg semula Dia ingin berikan utk kita. Jadilah pribadi yg ‘peka’ dgn suara hati nurani, di situ biasanya Tuhan bicara pada kita.

Tuhan bs membatalkan rancangan dan janji yg semula Dia berikan, bukan faktor Tuhan, tp diri kitalah yg melakukan kejahatan, terus lakukan koreksi diri, temukan apa yg menjd penghalang kita menikmati janji Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Bisa Tidak Jadi

Tuhan Sang Pembalas

DI 26022025

Yeremia 17:10
Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.”

Yang biasanya selalu kita ingat ttg Tuhan itu berkaitan dgn kasih-Nya, kuasa-Nya, mujizat dan hal-hal lainnya. Tapi yg sering luput ialah bhw Tuhan adalah Tuhan Pembalas.

Hidup kita bukan hanya dijagai saja, tetapi jg diperhatikan, ada 2 hal yg Dia perhatikan di dlm ayat ini yaitu tingkah langkah dan hasil perbuatannya. Tingkah langkah berkaitan dg apa yang kita ambil sebagai keputusan, apa yg jadi sikap kita, apa yg kita pilih, karakter & hal lain yg berkaitan dg moral dan integritas yg kita miliki. Apakah kita ini org yg ceroboh atau bijak? Apakah kita org yg terburu nafsu atau sabar menantikan waktu Tuhan? Di dlm kita bersikap terhadap situasi yang dialami, seberapa kita menggunakan iman atau kita mengandalkan kemampuan manusia? Yang terutama apakah Tuhan atau diri kita sendiri yg diprioritaskan? Ingat dlm ayat ini, Tuhan menyelidiki hati dan menguji batin manusia, tdk bs kita menutupi apapun dr Tuhan, Dia tahu semuanya, Dia menilai hati kita supaya kita tahu apa saja yg ada dlm hati kita, bisa saja yg sudah kita tahu, atau sesuatu yg tdk pernah kita tahu sebelumnya itu tinggal dlm hati kita.

Tuhan membalas setimpal hasil perbuatan yg kita lakukan. Inilah bagian dari keadilan Tuhan, membalas dgn adil dan tdk kurang atau lebih, pas sekali. Semua yg kita perbuat diingat oleh Tuhan, suatu saat akan dibalas ketika Dia mengadili kita, perbuatan baik ada balasannya sendiri, demikian juga perbuatan yg tdk baik, buruk, dosa, dsbnya, sudah Dis siapkan balasannya. Jadi kita hrs mengingat ttg hukum ‘tabur tuai’, apakah langsung dan cepat terima balasan dr Tuhan, atau tunggu waktu yg Dia tentukan, dibalaskan sekaligus. Itu kedaulatan Tuhan, bagian kita jgn sampai kita menerima yang buruk karena perbuatan kita yg jahat dan adalah dosa. Pikirkan dgn matang apa resiko dan dampak yang timbul dr perbuatan yg kita lakukan, jgn sampai yg turun adalah murka Tuhan, hidup kita akan spt dlm kegelapan pekat, ketika kita berani melawan Tuhan, di situlah awal kehancuran hidup kita.

Tuhan Sang Pembalas, mari kita selalu ingat akan hal ini, jgn bertingkah langkah yg salah, jgn berbuat sesuatu yg buruk atau dosa, jgn sampai murka Tuhan menimpa hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Sang Pembalas

Mengandalkan Manusia

DI 25022025

Yeremia 17:5-6
Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.

Apakah kita sama sekali tidak boleh dengan mudah menggunakan kemampuan manusia, misalnya teknologi, ilmu pengetahuan, harta, dsbnya? Apa yg hrs jadi sikap kita?

Mengandalkan di sini mengandung makna yaitu menjadi berani karena percaya diri sbg hasil memiliki sesuatu yang dihasilkan dari kekuatan manusia. Kita hrs ingat bahwa yg ada dlm dunia ini adalah fana dan terbatas sifatnya. Sehebat-hebatnya teknologi tetap tdk bs menyamai mujizat yg Tuhan lakukan, bahkan teknologi tdk mampu menjelaskan bgmna mujizat Tuhan itu terjadi. Tetapi bkn berarti apa yg dihasilkan dr kemampuan yg manusia miliki itu tdk berguna, boleh untuk dimanfaatkan, tetapi tdk diandalkan. Ingat bhw manusia terdiri dr roh, jiwa dan tubuh, artinya masalah yg manusia hadapi terdiri dr masalah yg menyangkut tubuh, jiwa dan roh. Masalah yg berkaitan dgn roh inilah yg tidak dpt diselesaikan dg mengandalkan kekuatan yg manusia miliki, bila dipaksakan maka yg akan manusia cari adalah kekuatan di luar dirinya, ini yg dikenal dgn cara alternatif yg kuasanya bukan berasal dr Tuhan.

Terlibat dg okultisme inilah yg mengundang kutuk masuk dlm kehidupan seseorg. Sakit tubuh bisa berobat ke RS, jiwa terganggu bs memakai jasa psikiater, tp masalah yg kena dgn roh manusia, hanya ada 2 pilihan, kuasa Tuhan atau kuasa iblis. Mengandalkan iblis dan kuasanya akan mendatangkan kutuk di dalam hidup seseorg, tetapi mengandalkan Tuhan akan mendatangkan berkat dlm hidup manusia. Kuasa Tuhan mengandung sebuah kepastian dan tanpa resiko, tetapi okultisme hanya bisa menjanjikan dan beresiko tinggi, memberi sedikit tetapi mengambil banyak dr hidup kita. Dlm ayat di atas, betapa sulitnya hidup orang yang mengandalkan kekuatan manusia dan dirinya sendiri. Menolak untuk digembalakan oleh Tuhan tentu beresiko utk hidup kita, kita merendahkan kuasa Tuhan di saat kita memilih utk percaya pd kuasa yang di luar Tuhan, tdk yakin Tuhan bs menolong dan menyelesaikan masalah yg kita hadapi.

Jangan mengundang kutuk masuk ke dalam hidup kita, andalkan Tuhan dan percaya dgn sepenuhnya pd kuasa Tuhan, kita akan alami berkat dan kemenangan dr Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengandalkan Manusia