Si Pemalas

DI 19062025

Amsal 22:13
Si pemalas berkata: “Ada singa di luar, aku akan dibunuh di tengah jalan.”

Menyusun sebuah rencana pasti butuh satu pola pikir yang benar, dlm menjalankannya pasti ada tantangan, hambatan, dan sesuatu yang tidak terduga bs saja terjadi.

Penulis amsal ini menggambarkan org yang malas sbg org yang terlalu banyak bengong dan takut oleh pikiran bodohnya sendiri. Ada singa di jalan? Belum juga melihat atau jalan keluar, sudah bilang ada singa di jalan. Bnyk cari alasan yg aneh-aneh, mungkin ini tepat ditujukan utk org yg malas. Belum berusaha atau mencoba tp sudah berpikir pasti gagal atau banyak hambatan. Ketakutan memang he’s disingkirkan dari pikiran jika ingin nanti berhasil pd akhirnya. Kadang ada org yang tdk lagi sanggup membedakan antara yang khayalan atau kenyataan. Org yg malas pasti banyak melewati waktu dgn percuma, tidur terus menerus, jadinya bermimpi yang tanpa makna. Biasanya jd malas karena masih ada org tempat dia bergantung, misalnya orgtua yang kaya, pasangan hidup yg mudah dirayu, atau punya kebiasaan berhutang tp tdk mau bayar hutangnya.

Kemalasan hrs dilawan dengan kerajinan, ini awalnya hrs sengaja memaksa diri utk cepat bertindak, tdk diam saja, mgkin harus alami satu peristiwa yg membuatnya tersentak yg membuatnya sadar bhw kemalasan itu tidak baik utk masa depannya. Hidup di zaman ini yg sedang mengalami krisis ekonomi global tentunya kita hrs menyesuaikan diri bekerja atau berbisnis lebih cerdik dan tekun. Yang tetap malas nantinya akan mengalami satu keadaan buruk ke depannya. Untuk jangan sampai itu terjadi, kemalasan hrs dibuang & mulailah rajin dlm mengerjakan apa yg bisa dikerjakan dgn otak dan tangan kita. Hidup jgn jadi beban utk org lain, tetapi jadi berkat bagi sesama, karena itulah hrs juga memiliki finansial yg bebas dari batasan, artinya akan selalu ada pemasukan yg trs menerus, shga kita bs bertahan di tengah krisis dan banyak menolong org lain yg kesulitan.

Jangan sampai kemalasan menguasai diri kita, betsemangatlah mengerjakan apa yang masih Tuhan percayakan utk kita kelola dan nikmati saat ini.

Posted in Renungan | Comments Off on Si Pemalas

Jadilah Bijak

DI 18062025

Amsal 22:3 ILT3
Orang bijak melihat kejahatan dan menyembunyikan diri, tetapi orang yang tak berpengalaman melintas dan terkena hukuman.

Bersembunyi seringkali dimaknai sbg suatu wujud ketakutan, tapi dlm ayat ini org bijak justru menyembunyikan diri ketika melihat kejahatan, mengapa?

Menyembunyikan diri biasanya bertujuan utk menyelamatkan atau menghindari sesuatu yg tdk ingin terjd. Dlm ayat ini dikatakan saat melihat kejahatan, dan jawabannya ada pd lanjutan kalimatnya, kalau tdk bersembunyi, lalu melintas, nanti terkena hukuman. Di sini ada terkena hukuman, artinya pelanggaran yg dilakukan. Intinya adalah sesuatu yg jahat itu memancing kita nantinya utk melakukan pelanggaran kalau kita melintasinya. Mgkin ini berupa sebuah jebakan atau perangkap dari si jahat. Nasehat orgtua kita juga mgkin berkaitan dgn hal ini: jgn ikut campur urusan org lain, nanti terkena akibatnya. Jadi kita ini hrs tahu batasannya, kapan kita bs terlibat & kapan hrs menghindar, karna di satu sisi hrs memberikan pertolongan jika mampu, tetapi di sisi lain jgn sampai kita justru melakukan pelanggaran karenanya. Misalnya larangan utk menyentuh barang bukti, karena bs saja kita dianggap terlibat dlm kejahatan.

Dlm ayat ini org bijak dibandingkan dgn org tak berpengalaman, jadi bijaksana itu dapat juga diperoleh dr banyaknya pengalaman yg telah dilalui. Belajar dr pengalaman sangat menolong kita menghindar dr masalah yang sebenarnya tdk perlu ada, namun keadaan atau situasi tdklah selalu sama atau serupa, jadi pengalaman ada gunanya, tapi tdk bisa jadi metode berpikir. Ada waktunya kita utk bersembunyi, tdk melibatkan diri karena di depan kita ada kejahatan, jgn melibatkan diri dgn kejahatan yg dilakukan org lain. Contoh yg sering kita dengar ialah saat berpergian, jgn mau dititipkan sesuatu oleh org yang tdk kita pernah kenal, karena mgkin saja barang itu barang terlarang, lebih baik menolak drpd kita nanti diperiksa dan kedapatan telah dgn sengaja menyimpan atau membawa barang terlarang. Bijaklah dlm bertindak, berbuat yg baik bukan berarti menolong org yg salah.

Bijaklah dlm melibatkan diri dlm satu situasi yg ada di depan kita, apakah tepat terlibat ataukah hrs menahan diri atau bersembunyi, jgn nantinya kita kena hukuman.

Posted in Renungan | Comments Off on Jadilah Bijak

Jangan Hanya Mendoakan

DI 17062025

Yakobus 2:15-16
Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari,
dan seorang dari antara kamu berkata: “Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!”, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?

Kenapa org Kristen ada yg miskin? Jawaban dr pertanyaan ini memang sulit, karna hanya Tuhan yg tahu. Bukankah hidup org Kristen harusnya diberkati?

Memang mengiris hati melihat ada org yang hidupnya susah dan menderita, apalagi dia adalah sdr seiman kita, mgkin kita bertanya knpa mereka itu miskin, dgn berbagai cara pandang dan berpikir, tapi semua itu hanya sia-sia saja selama kita tdk bertindak untuk menyediakan yg mereka perlukan. Pikiran yg berkata bhw mereka miskin karena banyak dosa yg dilakukan, mgkin ada benarnya, tapi apakah penyebabnya pasti karena dosa? Di sisi lain, utk berbuat kebaikan, bukankah hrs ada obyek yg menerima kebaikan kita? Jadi kalau kesempatan utk berbuat baik itu dari Tuhan, apakah mgkin ada org Kristen yang miskin itu memang ‘dibuat’ keadaannya oleh Tuhan itu sendiri? “Orang kaya dan orang miskin bertemu; yang membuat mereka semua ialah TUHAN (Amsal 22:2). Daripada memikirkan penyebab seseorg jadi miskin, lebih baik berpikir bagaimana menolong dan membuat keadaan mereka jadi lebih baik.

Mendoakan itu berguna, tapi kebutuhan fisik kadang tdk bs menunggu, hrs cepat dipenuhi dan diberikan. Mengasihi bukan cuma lewat perkataan, tp perbuatan nyata. Urusan knpa seseorg itu miskin adalah urusannya pribadi dgn Tuhan, kita tdk punya hak sedikitpun utk menghakiminya. Penghakiman justru datang pd kita saat melihat org butuh pertolongan, kita sanggup untuk menolongnya, tapi hanya diam saja. Org beriman harusnya punya satu kualitas gaya hidup memberi, karna beriman bhw org yg suka memberi tdk akan pernah berkekurangan, tp kalau masih berhitung di dalam untung atau ruginya berbuat baik, ini bukti bhw tidak ada iman dlm dirinya. Yang dia lakukan adalah ‘transaksi’ kenaikan, yg diberikan hrs lebih kecil drpd yg diterima. Itu prinsip ekonomi, lakukan sesuatu hrs dapat untung, apakah ajaran Kristen spt itu? Tentu saja itu pola pikir duniawi semata, jgn menjd suatu landasan berpikir kita.

Tak ada org yg sempurna, termasuk dalam hal perekonomian seseorg, jika kita dlm satu keadaan perekonomian yg lebih baik, jangan gunakan itu utk menghakimi org miskin.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Hanya Mendoakan

Menipu Diri Sendiri

DI 16062025

Yakobus 1:22
Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

Penipuan itu satu tindak kejahatan, tdk ada satu orgpun mau ditipu, tetapi apa yg ayat ini katakan adalah kita menipu diri sendiri kalau hanya mendengar firman tp tdk melakukan.

Firman Tuhan itu untuk dilakukan, bukan utk dikoleksi saja, karena sebagian org Kristen ada yg gemar mengkoleksi khotbah dr para pengkhotbah yg menurutnya sanggup untuk berkhotbah dgn sangat bagus, menarik, dan ‘katanya’ mudah dimengerti. Masalahnya itu spt resep masakan, kalau tdk dieksekusi dg praktek memasak, bgmna mgkin menjd satu makanan atau kue yg bs disantap? Jika satu resep obat tdk dibawa ke apotek utk dibuat sesuai resepnya, mgkinkah penyakitnya bs disembuhkan? Mustahil! Mendengar firman memang mudah, tp utk melakukannya dgn tepat sesuai yg difirmankan itu butuh bnyk perjuangan. Misalnya utk menjd sabar, tidak mudah karena pasti diperhadapkan dengan banyak org atau peristiwa yg membuat kita tidak menjd sabar, membuat kita jengkel dan mungkin menjd marah. Tidak mudah bukan berarti mustahil utk diwujudkan, perlu suatu tekad kuat di dalamnya.

Menipu berarti memberikan yang bukan asli atau yg seharusnya, mungkin diberikan yang palsu, jumlahnya kurang, tdk sesuai dengan janji yg diberikan. Menipu diri sendiri artinya kita tdk mengasihi diri sendiri, memberikan satu informasi yg palsu pd diri sendiri. Yang bs jadi contoh misalnya kita berkata kepada diri sendiri bhw kita pasti masuk surga nanti apapun kondisi hidup kita, berdosa ataukah kudus, yg penting percaya Yesus itu Tuhan & Juruselamat kita. Cukup percaya saja, tentu ini bukan hal yg benar sesuai Alkitab. Jadi pelaku firman itu dimulai dari mendengarkan lalu melakukannya. Kadang tdk perlu tunggu bs mengerti dahulu, ada yg harus dilakukan dulu baru nanti kita mengerti. Tapi ada yang harus kita mengerti dulu supaya tidak terjadi kesalahan saat mempraktekkannya. Dua hal ini kadang berjalan beriringan, lakukan dgn kesungguhan hati, taat karna mengasihi Dia dan firman-Nya.

Hiduplah dlm kejujuran pd diri sendiri, menjd pelaku firman, bukan hanya pendengar saja, lakukanlah dgn segenap hati, berjuang jika dibutuhkan pengorbanan ketika melakukan firman itu.

Posted in Renungan | Comments Off on Menipu Diri Sendiri

Tuhan Tidak Mencobai

DI 14062025

Yakobus 1:13
Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun.

Seringkali org mudah mengatakan sesuatu itu dr Tuhan asalnya, pdhal itu terjd karena akibat dr perbuatannya sendiri, sifat dasar yg selalu menyalahkan org lain sdh dimulai sejak manusia pertama jatuh dlm dosa.

Jawaban yg diberikan ayat ini karena Tuhan tidak dpt dicobai, artinya si jahat tdk pernah akan berani mencobai Tuhan. Lalu apa yang terjd sewaktu Yesus dicobai? Ingat bahwa di saat itu Yesus ada dlm rupa manusia, itulah mengapa Dia dicobai iblis di padang gurun. Karena ada unsur manusia, tubuh-Nya saat itu adalah tubuh manusia, sm seperti yang lainnya, yg membedakannya adalah bahwa yang ada dlm tubuh manusia-Nya itu adalah Roh Tuhan, karena itulah Dia tidak berbuat dosa. Iblis hanya bisa mencobai manusia, lalu apa yang diperbuat Tuhan? Dia menguji yg ada dlm diri manusia itu. Dia menguji ttg iman seseorg, kesetiaan, dsbnya. Terkadang Tuhan menggunakan iblis sebagai penguji, ini terlihat saat peristiwa Ayub, iblis dengan sengaja diberi izin mencobai Ayub, tapi bagi Tuhan itulah ujian iman bagi Ayub. Karena itulah ujian dr Tuhan dpt berupa pencobaan dr iblis.

Mencobai supaya jatuh dlm dosa, itu bukan sifat-Nya Tuhan, dlm diri Tuhan tidak mgkin ada sesuatu yg jahat, tetapi iblis penuh dgn kejahatan, karena itulah dia selalu mencobai manusia, baik secara halus hingga frontal & kasar. Secara halus dgn menawarkan semua kenikmatan hidup dunia spt yg dia tawarkan pd Yesus. Secara kasar dgn menyerang fisik hingga merasuki tubuh manusia. Ketika saat Yesus ada di dunia, kita melihat banyak dari peristiwa yang tercatat itu ttg pengusiran roh jahat yg dilakukan Yesus. Bgmna tubuh org itu layaknya mainan bagi iblis, ini tentu satu hal yg perlu kita waspadai, jgn pernah sekali pun terlibat dlm praktek okultisme, sesuatu yg awalnya menarik hati dan membuat kita merasa kuat dan aman, namun pd akhirnya jiwa kitalah yg dikuasai iblis dan dia dengan mudahnya menghancurkan hidup org yang menerima tawaran jahatnya, dia memberi yg sedikit tp mengambil bnyk dr hidup org itu.

Ketika diuji Tuhan, janganlah kita melakukan kesalahan yg tdk perlu terjd sebenarnya, yg hrs kita lakukan adalah banyaklah berdoa & bersyukur, tetap setia dan taat.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Tidak Mencobai

Pergumulan Berbuat Baik

DI 13062025

Roma 7:21 ILT3
Jadi, aku menemukan sebuah hukum, bahwa ketika aku hendak melakukan yang baik, yang jahat itu muncul di dalam diriku.

Kita mengenal istilah ‘kedagingan’, sesuatu yg berasal dr akibat dosa asal, yg membuat kita selalu berjuang utk melawan godaannya serta rangsangan utk berbuat dosa.

Hal inilah yg menjd perjuangan kita seumur hidup, kedagingan atau yg jahat itu muncul di saat kita ingin melakukan apa yang baik. Apa yg baik tentu saja bs diartikan beragam, bs berupa melakukan perbuatan baik, atau taat pd firman Tuhan, jadi merujuk pd yang baik menurut penilaian manusia dan Tuhan. Mau taat pd Tuhan, tp muncul rasa ingin utk melakukannya lain waktu dan melanggarnya sekarang. Sama spt org yg ingin mengurangi berat badan yg sdh berlebihan, amat berat & godaannya terlalu kuat, sehingga hanya dgn kedisiplinan yg tinggi, seseorg mampu untuk menahan nafsu makan berlebihannya, mulai rutin berolahraga dan menerapkan sebuah metode pola hidup sehat. Mengapa yg jahat itu muncul ketika ingin berbuat yg baik? Itu karena kita masih hidup dlm tubuh jasmani kita, ada kelemahan dan kenikmatan khusus yg ingin dirasakan oleh tubuh sehingga hal itu mengganggu pikiran kita.

Pikiran merupakan area peperangan antara kedagingan dan kekudusan hidup, keduanya saling bertentangan, mana yg kita turuti, itu tergantung pd rasa takut dan gentar kita pd Tuhan. Sejauh mana kemurnian pertobatan yg kita miliki, ini jg sangat menentukan yang jd pilihan kita. Jgn beri banyak waktu untuk kedagingan, jika dibiarkan maka nantinya ini akan menjadi perbuatan jahat yang berujung pd dosa: “Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut (Yakobus 1:14-15). Dengan membiarkan diri kita terus menerus berdosa karna mengikuti kedagingan kita pd akhirnya itu akan menghasilkan maut, kebinasaan yg kekal. Jgn bermain-main dg dosa, walau itu memberi kenikmatan, namun membuat kita akan hilang keselamatan pd akhirnya.

Butuh kedisiplinan dan pengendalian diri yg kuat utk melawan kedagingan yg muncul dr diri kita, jgn biarkan yg jahat itu melahirkan perbuatan dosa pd akhirnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Pergumulan Berbuat Baik

Pengudusan

DI 12062025

Roma 6:22
Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.

Bagaimana caranya supaya tujuan hidup kita yaitu hidup kekal itu bs tercapai? Ada bbrpa tahapan yg harus kita lalui berdasarkan dari ayat ini.

Pertama, kita telah dimerdekakan dari dosa dan menjd hamba dari Tuhan. Ini bicara ttg penebusan dosa kita, jadi melalui apa yang Yesus lakukan yaitu Dia mati utk menebus dosa kita, maut tdk lagi menguasai, artinya kita tdk akan mengalami kematian yg kekal, hanya kematian tubuh jasmani saja, setelah itu akan mengalami hidup kekal bersama dg Tuhan. Tapi pada kenyataannya, kita selama hidup di dunia ini, masih berbuat dosa, hal ini memang benar, tetapi kita bukan org seperti sewaktu menjd hamba dosa yg tidak punya kekuatan utk melawan keinginan utk berbuat dosa. Ketika kita lemah, kita mgkin berbuat dosa, tetapi kita tidak lagi merasa ‘aman’ jika berbuat dosa, ada penyesalan yg kemudian dilanjutkan dgn pertobatan. Dulu saat hidup dlm dosa, berbuat dosa itu tdk ada takut, tp setelah menjd hamba dr Tuhan, ada sebuah ketakutan setelah berbuat dosa, penyesalan dan keinginan utk bertobat.

Kedua, setelah hidup dimerdekakan dr dosa, kita memperoleh buah yg membawa kita pd kekudusan, artinya terjd perubahan arah yg drastis, sebelumnya ke arah kebinasaan, tapi skrg ke arah hidup kekal, selama masih ada hidup di dunia ini, Tuhan menginginkan kita utk hidup kudus, menyucikan diri dari dosa & mengkhususkan diri utk taat kepada Tuhan dgn rasa takut dan gentar. Nanti kita hidup kekal, tapi sebelum itu, kita hrs hidup kudus bagi Tuhan. Ini spt ketika seseorg berubah kewarga negaraannya, baru bs menikmati semua fasilitas yg disediakan negara ketika secara resmi melepas kewarga negaraannya yg lama, tdk terikat lagi dgn semua aturan & kewajiban yg dituntut negara yg lama, tetapi terikat dgn semua peraturan dan kewajiban di negara yg baru. Demikianlah juga dengan hidup kita, memiliki kewarga negaraan yang baru dalam Tuhan, tdk terikat lagi spt waktu kita diperhamba oleh dosa.

Hidup kudus dalam dunia ini memang tidak mudah, banyak tantangan dan godaan yang menerpa kita, tetapi ingatlah bhw hidup yang kudus itu bukan sesuatu yg mustahil terjadi.

Posted in Renungan | Comments Off on Pengudusan

Tuhan Penyayang

DI 11062024

Mikha 7:18-19
Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia?
Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut.

Tubir laut adalah bagian terdalam spt jurang di bagian bawah laut, jadi ini digunakan utk menggambarkan bgmna dosa kita ‘dibuang sangat dalam’ hingga tak terlihat mata lagi.

Di dlm ayat ini disebutkan jenis-jenis hal yg jahat dilakukan manusia: dosa, pelanggaran, dan kesalahan. Dosa tentu sesuatu yg tidak sesuai hukum Tuhan, tidak tepat sasaran spt yang Tuhan inginkan atas hidup manusia, yg jelas adalah berani melawan Tuhan dengan sengaja berbuat kebalikan dr hukum Tuhan. Pelanggaran berarti melakukan sesuatu itu kurang dr yg diperintahkan atau tindakan yg melebihi batas yg telah ditetapkan. Sesuatu yg disebut kesalahan tentu saja berlawanan dgn kebenaran Tuhan. 3 hal ini tentu sangat mengganggu keharmonisan hubungan kita dgn Tuhan secara pribadi, penghalang yang hrs disingkirkan supaya doa-doa kita dapat dipedulikan oleh Tuhan. Tuhan tahu bahwa manusia tdk mampu mengatasi masalah yg diakibatkan oleh 3 hal ini, karena itulah Dia berinisiatif memberikan pengampunan bagi kita, membuang semuanya ke dlm tubir laut artinya tdk mau terlihat oleh mata.

Ada orang yg bertanya, jika Dia mengampuni cukup dgn kehendak-Nya, lalu mengapa Dia mengutus Yesus utk disalibkan, mati untuk menebus dosa manusia? Kita harus paham bhw akibat dosa adalah maut: “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 6:23). Maut inilah menjd sesuatu yg dikalahkan sehingga manusia bs menikmati hidup kekal di surga. Spt sembuh dr sakit, tetapi efek penyakitnya masih ada, dan ini hrs dibereskan jg. Manusia selalu bs trs berbuat dosa sepanjang hidupnya, harus brp kali Tuhan murka? Karena itulah Yesus diutus utk menebus dosa manusia, satu utk semua, sehingga murka Tuhan tdk lagi turun dgn sangat dahsyatnya karena dosa yg kita lakukan, walau masih ada saat di mana Dia murka namun tdk berkelanjutan trs menerus, ada kasih sayang Tuhan setelah murks-Nya surut.

Tuhan memikirkan cara mengalahkan maut supaya walaupun dosa kita diampuni, tidak lagi mengerut kita dlm kematian kekal, asal kita bertobat dan hidup sesuai hukum-Nya.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Penyayang

Mengapa Bukan Aku Duluan?

DI 10062025

Kejadian 30:17, 22
Lalu Allah mendengarkan permohonan Lea. Lea mengandung dan melahirkan anak laki-laki yang kelima bagi Yakub.
Lalu ingatlah Allah akan Rahel; Allah mendengarkan permohonannya serta membuka kandungannya.

Mengapa Lea dahulu yg mengandung pdhal Rahel jg berdoa yg sama pd Tuhan? Kadang ini yang jadi pertanyaan kita: mengapa orang lain dahulu yg dikabulkan doanya, mengapa bukan saya?

Jawabannya hanya Tuhan yg tahu, kita cuma bs menganalisa dr ceritanya, tp memang ini hal yg menarik, 2 org punya masalah, kenapa yg didahulukan si A bukan si B? Pdhal kedua org ini masalahnya sama. Apakah Tuhan itu lebih sayang Lea daripada Rahel? Teori yang ini mgkin bs berbahaya: apakah Tuhan cuma mengabulkan doa org yg dia kasihi saja? Jd Tuhan tdk sayang pd Rahel? Pada kenyataan yg ada, Rahelpun Tuhan buka kandungannya dan kemudian melahirkan 2 anak. Apakah ini hanya masalah waktu? Makin kita mencoba utk menganalisa, kita mgkin pny kesimpulan yg salah ttg Tuhan, dan ini jelas berbahaya! Yg mgkin bs jadi jawabannya yaitu Tuhan itu bekerja sesuai kedaulatan-Nya. Mgkin saja ada hubungannya dgn urutan anak-anak dari Yakub, tp agaknya jawaban ini sulit untuk bs menjelaskannya dari sudut pandang Tuhan, kita manusia, bukan Tuhan.

Jadi sebaiknya tdk perlu bertanya mengapa doa org lain yg lebih dahulu dikabulkan dan bukan doa kita? Bukan berarti kita tidak lagi disayang Tuhan, jgn berpikir demikian! Yang hrs diingat bhw Tuhan punya kedaulatan dlm hal bertindak, termasuk dlm hal menolong & menyelamatkan. Siapa yang duluan ditolong, itu kedaulatan mutlak Tuhan, Dia punya satu pertimbangan yg sempurna, ingat Dialah yg menciptakan kita, berhak menentukan nasib kita di masa depan. Milikilah kesabaran yg ekstra dlm menantikan pertolongan Tuhan, jgn berhenti berharap hingga tiba gilirannya kita ditolong Tuhan. Kadang hanya masalah waktunya saja, bukan karena kita berkenan atau tidaknya, ada alasan khusus mengapa bukan kita yg duluan ditolong Tuhan. Waktu Tuhan bukan waktu kita, kadang kita merasa Dia terlambat, tp menurut waktu Tuhan, tdk ada kata terlambat, kitalah yg menilai Tuhan dgn pola pikir manusia kita.

Ada hal yg belum dijawab Tuhan? Ini tentang menanti pertolongan Tuhan, waktu yg tepat bagi Tuhan utk bertindak, selama kita hidup benar, Dia tetap mengasihi kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengapa Bukan Aku Duluan?

Yesus Bangkit atau Dibangkitkan?

DI 09062025

Efesus 1:19-20
dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,
yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga,

Yesus itu bangkit dg kuasa-Nya sendiri atau dibangkitkan? Pertanyaan ini sering menjadi sebuah perdebatan yg perlu mendapat satu jawaban pasti yg Alkitabiah.

Manusia pd umumnya akan mengalami yang disebut kematian ‘pertama’ yaitu meninggal atau kematian tubuh, lalu kematian kedua itu adalah kematian kekal sbg hukuman Tuhan. Yg terjd pada Yesus saat itu tentu saja yang kematian pertama yaitu tubuh manusia yang dilahirkan dr rahim ibu-Nya yaitu Maria istri Yusuf, tubuh manusia yg mati. Beda dengan kebangkitan Lazarus, yg hidup kembali dgn tubuh manusia yg sama, Yesus bangkit dgn tubuh kemuliaan, ingat bhw tubuh Yesus di saat penyaliban tentu sdh sangat rusak, dan sdh diawetkan sesuai dg tradisi penguburan yg berlaku di zaman itu. Ketika Yesus mulai menampakkan diri setelah bangkit, dia tidak menggunakan tubuh-Nya yang rusak disalib, tapi tubuh kemuliaan yg akan terangkat naik ke surga kemudian. Lalu di mana tubuh-Nya yg telah mati dan rusak itu? Ini suatu misteri yg hanya Tuhan sendiri yg tahu jawabannya, yg pasti, kubur itu telah kosong.

Lalu dlm ayat di atas, disebut bhw kuasa dr Tuhan yg membangkitkan Yesus. Jadi yang benar apakah Yesus dibangkitkan? Tunggu dulu, ingat beda tubuh Yesus dan Lazarus di saat keduanya bangkit dr kematian. Dr sukur pandang manusia, jika ada manusia bangkit dr kematian, itu bukan kuasa manusia yang melakukannya, tetapi kuasa Tuhan. Dari hal ini maka disebut bhw Yesus yg mati di dlm tubuh manusia-Nya, jika bangkit maka pasti kuasa Tuhanlah yg membangkitkan. Jd ayat di atas memang tepat, Yesus dibangkitkan. Ingat bhw Yesus sanggup membangkitkan org mati dan ini tercatat di 4 Injil. Artinya di dlm diri Yesus ada kuasa membangkitkan, tp apakah itu berarti Yesus bangkit atas kuasa yg Dia miliki sendiri? Masalahnya terletak pd tubuh Yesus setelah kebangkitan, bukan yg rusak akibat penyaliban, bs tembus tembok, dsbnya. Yg terjd adalah Yesus bangkit dan menggunakan tubuh kemuliaan setelahnya, tubuh yg rusak menjd tubuh kemuliaan dgn 2 bukti penyaliban berupa tangan berlubang akibat dipaku dan bagian lambung.

Perdebatan ttg hal ini tujuannya utk apa? Yg penting adalah Yesus bangkit sesuai dengan yg Dia perkataan sebelumnya, artinya Tuhan Yesus bukan seorg pendusta.

Posted in Renungan | Comments Off on Yesus Bangkit atau Dibangkitkan?