Karena Latar Belakangnya

DI 12102024

Markus 6:6
Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.

Kalau Yesus sampai heran, berarti tingkat ketidak percayaan org-org di daerah asal itu sangat parah, dan itulah mengapa tdk bnyk mujizat terjadi di daerah itu.

Yesus lahir di keluarga yg sederhana, itu yg dilihat mata org-org di daerah asal-Nya, tapi jangan lupa hal ini: Yesus itu punya banyak emas! Ingat peristiwa org-org Majus datang menemui bayi Yesus? Mereka membawa 3 macam pemberian yaitu: emas, kemenyan & mur. Jadi bs kita simpulkan bhw Maria dan Yusuf bukanlah org yg suka pamer harta, tp mereka hidup bukan mengandalkan apa yg org lain berikan, tp hasil dr kerja mereka. Ini sesuatu yg patut kita renungkan, bagaimana kita menyikapi harta yg Tuhan percayakan pd kita, tetap menunjukkan kesederhanaan dan mungkin itulah penyebab org-org daerah asal Yesus tdk menghormati Dia, karena Dia dan keluarga-Nya hanyalah org sederhana & mgkinkah Yesus itu menjd seorg yg terlihat spt saat itu? Dari mana kuasa utk mujizat yg Dia lakukan? Semua karena kehidupan-Nya sblum melayani hanyalah layaknya org biasa lainnya.

Kadang kita mungkin spt mereka, sulit untuk percaya jika ada org yg kita kenal dekat dgn tiba-tiba Tuhan pakai secara luar biasa. Yg ada kita mgkin lebih ke arah curiga: mungkin dia belajar ‘ilmu’ alternatif? Atau semuanya itu hanya ‘settingan’, hanya drama yg terlihat bagus dan menarik. Ataukah kira bersyukur jika dia dipakai Tuhan secara luar biasa dan menikmati hasil dr karunia yg dia miliki? Ini bergantung bgmna cara kita berpikir tentang Tuhan, karena Dia sanggup untuk melakukan segalanya, berarti kita hrs bs menerima jika org-org yg kita kenal itu dipakai Tuhan scra luar biasa, apapun latar belakang hidup yang mereka miliki, itu bukanlah penghambat bagi Tuhan utk melakukan kuasa-Nya melalui dia. Jernihkan pikiran dan jgn berpikir yang aneh dan ‘jahat’, dan yakinlah kalau Tuhan pakai org lain, kita pun jg bs dipakai Tuhan dengan syarat kita bs memenuhi kriteria yang Tuhan inginkan.

Latar belakang hidup seseorg bukanlah satu penghambat bagi Tuhan untuk memakai dan memilih seseorg utk menjd alat-Nya, org lain bs dipakai Tuhan, kita jg bs dipakai Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Karena Latar Belakangnya

Tidak Menghormati Tuhan

DI 11102024

Markus 6:4-5
Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.”
Ia tidak dapat mengadakan satu mujizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.

Ternyata ada hubungan antara menghormati Yesus dgn banyak atau sedikit mujizat yang Dia lakukan di suatu tempat, ini terjadi ketika Dia berada di tempat asal-Nya.

Jadi mgkin kita sempat berpikir: kenapa koq hidupku jarang sekali mengalami mujizat yg dari Tuhan? Salah satu jawabannya ada dlm ayat ini, mgkin kita kurang atau bahkan tidak menghormati Tuhan dalam hidup kita. Knpa bs begitu? Ada org yg hanya percaya Yesus melakukan mujizat di gereja atau tempat yg khusus, ada yg percaya Tuhan lakukan dgn perantara hamba Tuhan tertentu yang punya karunia kesembuhan dan mujizat, didoakan oleh pendoa syafaat dulu, dsbnya. Pikiran yg spt itu sesungguhnya yg membatasi diri kita utk percaya bhw Tuhan sanggup melakukan mujizat di segala tempat, termasuk di ruang pribadi kita, bahkan Dia bs pakai diri kita utk melakukan mujizat-Nya. Kembalikan bgmna kita menghormati Tuhan ke level yang layak dan sesuai standard Tuhan, maka krna kita hormat dgn selayaknya pd Tuhan, pintu utk mujizat terjd akan terbuka bagi kita dengan selebar-lebarnya.

Bgmna menghormati Tuhan dg selayaknya? Maka perlakukanlah Tuhan bukan seperti yg kita lakukan terhadap sesama manusia, ya, Tuhan bukan manusia! Kesalahan yg banyak org Kristen pikir itu wajar: kalau datang utk beribadah di gereja, pakaiannya keren, tetapi saat berdoa di rumah, pakaian yg dipakainya masih pakaian tidur, masalahnya Tuhan itu yg kita sembah di gereja, bukankah sama dg yg kita sembah di rumah kita? Kita pikir bhw kita intim dgn Tuhan, jadi spt kita intim dgn org lain, kalau di rumah ya seadanya saja yg kita pakai, org lain jg paham kalau kita baru bangun tidur. Nah, kita perlakukan Tuhan itu sama dgn kita perlakukan sesama kita, yang terjd adalah turunnya level hormat kita pada Tuhan, jadi bgmna kita akan mengalami dan menerima mujizat dr Tuhan? Perbaiki dahulu rasa hormat kita pd Tuhan, jgn sembarangan dan memperlakukan Tuhan sbg manusia! Itu sebuah penghinaan!

Hormati Tuhan di manapun kita berada dgn rasa hormat yg sama, Dia tdk terikat dengan tempat dan waktu, jgn sampai keintiman yg ‘bablas’ merusak rasa hormat kita pd Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Menghormati Tuhan

Tidak Perlu Tahu Proses-Nya

DI 10102024

Yohanes 9:11 ILT3
Orang itu menjawab dan berkata, “seorang yang dipanggil YESHUA membuat lempung dan mengolesi kedua mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke kolam Siloam dan basuhlah. Dan setelah pergi serta membasuhnya, aku dapat melihat.”

Kisah org yg buta sejak lahirnya dan dengan mujizat yg Tuhan lakukan, dia bs melihat dg jelas dan bersaksi pd banyak org, ada suatu hal menarik yg bs kita pelajari.

Mengapa Yesus menyuruh org buta itu pergi ke kolam Siloam dan membasuh matanya? Secara logika jawabannya mudah: matanya tadi diolesi ludah Yesus yg bercampur tanah, kotor dan hrs dibasuh. Tapi kalau kita coba untuk memahami makna di balik perintah ini, kita akan mendapati bhw yg Yesus ingin org buta itu sadari bhw: tdk perlu tahu proses yg tadinya terjadi sehingga matanya bs melihat kembali, apa yang diolesi Yesus ke matanya, itu bukan hal yg penting. Matanya telah bisa melihat kembali, itu poinnya, bgmna cara yg Yesus pakai utk membuat dia melihat, bukan hal yg penting. Sebagian org sibuk ingin tahu bgmna prosesnya Tuhan melakukan sesuatu dan bs dgn detail menjabarkannya, apa yang jadi tujuannya? Benarkah untuk memuliakan Tuhan ataukah memanipulasi semuanya itu demi keuntungan pribadi? Laris manis akan terima banyak jadwal kesaksian & khotbah?

Kita tdk perlu mencerna bgmna cara Tuhan bekerja melakukan mujizat dan hal mustahil lainnya, itu rahasia ilahi. Ada yg bisa dengan detail dijelaskan dgn ilmu kedokteran & ilmu pengetahuan lainnya, ada jg yg tidak, itulah kemahakuasaan Tuhan, logika manusia bisa sedikit saja memahami Tuhan, itupun kalau Tuhan menyingkapkan rahasia-Nya, jangan kita terlalu ingin tahu, nanti kita malah sesat pikir, memahami Tuhan dgn logika adalah 1 hal yg sia-sia, jika Tuhan bs dipahami secara logika dgn seutuhnya, berarti Dia tidak lebih berkuasa dr kita. Manusia mgkin bs dengan logikanya memahami sesamanya, itupun dg catatan masih ada hal-hal yg mustahil untuk dipahami karena logika tdk mampu untuk bs mengetahui isi hati org lain secara utuh, yg bs dilakukan hanya memprediksi ekspresi yg terlihat dr wajah seseorg. Tidak perlu terlalu memaksa diri untuk memahami cara Tuhan bekerja, tetapi saksikanlah hasil dari karya Tuhan.

Tuhan tak mungkin bs dipahami seutuhnya dgn logika manusia, tetapi kita bs lebih bnyk memahami Tuhan dgn bantuan iman, itupun hanya bs memahami sedikit saja.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Perlu Tahu Proses-Nya

Hanya Diuji Saja Dengan Pertanyaan

DI 09102024

Yohanes 6:5-6 ILT3
Kemudian, sambil mengangkat mata-Nya dan melihat bahwa kerumunan orang banyak datang kepada-Nya, YESHUA berkata kepada Filipus, “Dari mana kita akan membeli roti supaya mereka itu dapat makan?”
Dan Dia mengatakan hal itu untuk mengujinya, karena Dia sendiri mengetahui apa yang akan segera Dia lakukan.

Kelihatannya pertanyaan Yesus pada Filipus sebenarnya tdk perlu, karena membuat rasa camas dan bingung timbul, logika pun sudah pasti tdk mungkin memberikan jawabannya.

Memberi makan lebih dr 5000 org dgn dana kas rombongan Yesus yg terbatas, mana bs? Jadi Yesus pasti tahu tdk mgkin membelikan makanan sebanyak itu dgn dana kas, tetapi mengapa Dia bertanya jg? Dlm ayat tersebut dikatakan alasannya bhw Yesus hanya ingin menguji Filipus. Mungkin saja tugas Filipus dlm rombongan Yesus adalah mengurusi hal atau bagian konsumsi, karena itulah dia yg ditanya oleh Yesus ttg memberi makan lebih dr 5000 org. Ditanya Tuhan, memang suatu hal yg mendebarkan, beda ketika Tuhan yg mengutus malaikat utk mengabarkan berita sukacita, hati tentu sangat gembira. Yesus seolah mau ‘lepas tangan’ dari hal memberi makan org banyak, menunjuk Filipus untuk menanganinya, tapi ternyata itu salah, Yesus hanya ingin menguji Filipus. Apanya yg diuji? Logikanya! Kalau secara logika sdh ‘buntu’, serahkanlah semuanya pd kuasa Tuhan yg sanggup melakukan yg mustahil sekalipun.

Menghitung dgn logika, akan banyak hal yg terbatas, tak sanggup lagi pakai logika untuk menyelesaikan masalah. Itulah terkadang yg Tuhan lakukan pd kita, Dia sudah tahu yang jadi solusi atas masalah yg kita hadapi, tapi Dia bertanya pd kita: bgmna menyelesaikan masalahnya? Dia ingin kita sepenuh hati utk bergantung pd Tuhan karena logika sdh tdk sanggup lagi utk menyelesaikannya. Banyak org katanya beriman tapi masih bergantung pd logikanya, ini ibarat berdiri dengan 2 kaki di perahu yg berbeda. Hati masih bercabang dan pikiran mendua. Kalau Tuhan tdk tolong ya cari jalan alternatif lain, apakah itu cara beriman yg benar? Kita berkata percaya tapi sebenarnya hanya sedikit percaya, keraguan yg ada lebih banyak, dan itu membuat rasa takut kita meningkat dan kita stress hingga pengaruhnya sampai ke kesehatan jasmani kita. Serahkan pd Tuhan jika logika kita sdh mentok dan tdk sanggup lagi berpikir jernih.

Kalau percaya itu hrs penuh, buang keraguan dan ketakutan yg ada, besarnya masalah yg kita hadapi, lebih besar kesanggupan Tuhan utk mengatasi semuanya.

Posted in Renungan | Comments Off on Hanya Diuji Saja Dengan Pertanyaan

Tempat Keramat?

DI 08102024

Yohanes 5:2, 4
Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya
Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apa pun juga penyakitnya.

Kolam Betesda, sebuah kolam yg diketahui tempat terjadinya mujizat kesembuhan oleh semua org karena seringkali malaikat Tuhan datang ke kolam itu dan menggoncang air di kolam tersebut.

Masyarakat pd umumnya kadang menandai suatu tempat dgn istilah ‘keramat’, tempat yg katanya ada penghuni/penunggunya dr alam gaib, sehingga tdk boleh sembarangan untuk berkata-kata maupun berbuat sesuatu, nanti penunggunya murka dan sesuatu yg sangat buruk bs terjd pd org yg melanggar larangan dan pantangan yg berlaku. Apakah kolam yg disebut Betesda ini bs digolongkan juga sbg tempat ‘keramat’? Tdk ada larangan maupun pantangan yg berlaku di sana, namun yg ada adalah sebuah kesempatan bagi orang yang sakit utk mengalami kesembuhan ketika yg datang adalah malaikat Tuhan. Jadi kurang tepat kalau kolam Betesda disebut ‘keramat’, karena tdk ada roh jahat yg bereaksi di sana. Tapi inilah sebuah karya Tuhan, satu tempat khusus disediakan Tuhan utk menyediakan mujizat kesembuhan bagi mereka yg sakit.

Lalu bgmna sikap kita sbg org Kristen ketika berada di sebuah tempat yg keramat? Yang pertama, tentu kita tdk perlu takut, kita yang disebut anak-anak Tuhan itu dilindungi dan dijagai, jadi bersikaplah layaknya di tempat lain spt biasanya, kedua, setiap kita memiliki malaikat yg Tuhan berikan utk melayani kita, jadi ada pengawalan yg kuat tersedia untuk setiap org percaya. Ketiga, jangan sengaja utk mencobai Tuhan dgn sengaja melakukan yg dilarang di tempat keramat. “Kan kita pny Tuhan, kenapa takut sama yg beginian?” Ini disebut cari-cari masalah, kalau kita hanya mampir atau lewat saja, tdk perlu bnyk gaya kecuali memang Tuhan menyuruh kita untuk peperangan rohani, inipun perlu persiapan yg matang dan butuh penyertaan Tuhan, bkn asal ‘berperang’ tanpa penyertaan Tuhan. Jd kita perlu bijaksana, tahu apa yg diperbuat & yg tdk perlu diperbuat, kpn hrs peperangan rohani, kpn hanya perlu diam saja.

Jangan takut karena Tuhan menyertai kita & menjaga kita, tetapi kita jg jgn melewati apa yg dibatasi Tuhan, jgn cari masalah yg tidak perlu ada karena kebodohan rohani kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tempat Keramat?

Nurut Saja

DI 07102024

Yohanes 4:50
Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, anakmu hidup!” Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.

Biasanya kalau kita meminta mujizat, orang yang bisa membuat mujizat itu kita berharap dia ikut serta dengan kita dan melakukan yg seharusnya, paling tidak menyentuh supaya kita lebih percaya mujizat itu akan terjadi.

Yesus ingin menyembuhkan dan menyuruh org yang memohonnya utk pulang ke rumah, dan orang itu nurut saja. Secara logika, bukti bhw anak org ini sudah hidup kembali tidak ada, baru bs dibuktikan saat nantinya tiba di rumah dan melihat yg sesungguhnya terjadi. Di sinilah kita belajar ttg bgmna kuasa yang Tuhan miliki itu tdk sebatas jamahan tangan, tetapi jg lewat perkataan-Nya, tidak dibatasi oleh jarak dan waktu, asalkan iman kita bisa tetap percaya, yg dikatakan Tuhan itu adalah bukti dr janji-Nya, yg Dia katakan bkn omong kosong belaka, tapi mujizat terjd bahkan di saat Dia berkata-kata. Mampukah kita tetap percaya sekalipun Tuhan hanya memberikan kita sebuah perkataan? Atau masihkah kita memaksa Tuhan utk Dia bekerja sesuai dgn logika kita? Kenapa kita yang jadi mengatur Tuhan? Kita ini pemohon, jgn tdk sopan pada Tuhan!

Saat situasi mendesak, mgkin tinggal hanya menghitung menit, jika Tuhan tdk bertindak, maka kita dlm masalah yg lebih besar, yang ada dalam pikiran kita apakah tetap percaya ataukah pasrah pd keadaan? Tdk mudah utk menjawabnya, semua akan terbukti saat kita sdg ada dlm situasi itu. Jgn menghakimi org yg sedang mengalaminya, tetapi bantu untuk menguatkan iman percayanya, karena siapa saja bs menjd lemah, tetapi kalau ada orang yang mau ikut menopang imannya, hasil yg dia dapati akan menyegarkan jiwanya. Tetap hormati kedaulatan Tuhan, sekalipun Dia tdk memenuhi permohonan kita, jgn kecewa dan tawar hati. Pasti ada alasan mengapa Tuhan memilih utk itu, percayalah bhw Dia yg tahu apa yg nanti akan terjd, Dia selalu memberi yg terbaik, Dia bekerja sesuai dgn waktu dan cara-Nya yg ajaib, bagian kita adalah dengan hati bersyukur dan percaya, menantikan Dia dgn sabar utk melakukan mujizat-Nya.

Tuhan punya hikmat utk segala hal termasuk ttg bgmna menolong kita di situasi sulit, kita hrs tetap dekat pd Tuhan, setia melakukan firman-Nya dan nurut saja.

Posted in Renungan | Comments Off on Nurut Saja

Jangan Lupa Bersyukur

DI 05102024

Matius 8:4
Lalu Yesus berkata kepadanya: “Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”

Org sakit kusta dlm kisah ini disembuhkan dan kembali menjd tahir, artinya dia boleh & berhak utk kembali hidup bermasyarakat dg sewajarnya layaknya org sehat.

Ada 2 hal yg Yesus perintahkan utk orang itu lakukan setelah disembuhkan, pertama, dia hrs menghadap imam utk membuktikan bhw dia telah tahir. Dalam Imamat 14:2 perintah ini yg hrs dilakukan: “Inilah yg harus menjadi hukum tentang orang yang sakit kusta pada hari pentahirannya: ia harus dibawa kepada imam.” Menghadap imam supaya diperiksa dgn teliti seluruh tubuhnya dan setelah yakin dgn pemeriksaan itu, dia akan dinyatakan dg sah bhw kustanya sudah sembuh. Tapi kalau saat diperiksa ternyata masih ada kusta pd bagian tertentu, dia belum bs dikatakan tahir dan masih hrs tetap tdk boleh masuk dalam pergaulan masyarakat pd umumnya. Di sini kita bs belajar bbrpa hal: kesembuhan yang Tuhan lakukan itu sempurna, sembuh total, kemudian hrs dibuktikan dgn data medis, ini supaya menguatkan bhw seseorg sembuh & kesaksiannya tdklah diragukan. Sembuh lalu periksakan diri ke rumah sakit atau dokter.

Kedua, memberi persembahan layaknya org sakit kusta yg telah tahir. Di sini kita belajar bhw bersyukur itu sebenarnya perintah, BKN pilihan, apalagi setelah mengalami mujizat & kesembuhan dr Tuhan. Biasanya org terlalu gembira dgn kesembuhannya, lebih senang utk bersaksi (biasanya karena dapat PK), jd viral dan mengambil keuntungan dari situasi itu. Pertama-tama, ingatlah siapa yang telah menyembuhkan kita, menolong kita keluar dr situasi yg menekan, jadi utamakan utk harus bersyukur, dibuktikan dg memberi pd Tuhan dlm wujud persembahan. Zaman sekarang persembahan berupa uang. Bandingkan jika kita tdk sembuh dan ditolong Tuhan, berapa jumlah uang yg hrs kita habiskan, belum lagi itu pasti bs menyembuhkan atau menolong kita keluar dr situasi itu. Jgn cinta uang, tapi muliakan Tuhan dgn harta kita, bersyukur dg mulut kita dan wujudkan dgn persembahan pd Tuhan.

Jgn lupa diri saat mengalami mujizat Tuhan, bersyukurlah dan muliakan Dia dgn harta yg kita miliki, saksikan apa yg kita alami untuk kemuliaan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Lupa Bersyukur

Kalau Tuhan Mau

DI 04102024

Matius 8:2
Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”

Perkataan org kusta ini sangat menarik, jika biasanya org sakit yang minta disembuhkan mencoba menarik perhatian Yesus, tapi org kusta ini merendahkan dirinya dgn berdialog secara sangat sopan.

Org kusta ini tahu persis bhw Yesus sanggup utk menyembuhkan sakitnya, tapi dia sadar, ini tergantung keinginan Yesus sendiri untuk mau menyembuhkan dia atau tdk. Jadi org kusta ini cukup imannya, tapi imannya yang kuat itu dibalut dgn kesopanan dlm meminta pd Tuhan. Inilah yg jarang dimiliki orang yg mengajukan permohonan pd Tuhan. Sisi yg dilihat hanya Tuhan mampu, tapi tdk sadar bhw Tuhan punya kedaulatan, mau atau tdk utk melakukan sesuatu. Kita sering temukan bahwa Yesus melakukan sesuatu atas dasar didorong oleh belas kasihan sekalipun orang itu tdk mengadu atau meminta sesuatu pada Yesus. Jika Tuhan mau, inilah yg harus juga kita pertimbangkan, tidak usah lagi berpikir apakah Tuhan sanggup atau tdk, karna bagi Tuhan, tdk ada sesuatupun yg mustahil, jadi tinggal apakah Dia mau atau tidak, dan yang jadi keputusan Tuhan hrs kita terima dengan kebesaran hati dan tetap mengucap syukur.

Ajaran yg hanya melihat sisi bhw Tuhan itu pasti menggenapi firman-Nya, lalu pantas bagi kita utk ‘meng-claim’ apapun yg tertulis dlm Alkitab, ayat-ayat bagus di-claim tanpa dasar iman yg jelas, akibatnya org seperti ini akan mudah kecewa dan disesatkan karena ternyata claim yg katanya dilakukan dengan iman, tdk terjadi dlm realita hidup. Hal yang memalukan jika kita tdk sopan dlm bergaul dgn org lain, apalagi terhadap mereka yang usianya lebih tua drpd kita, bukankah semua dr kita jg hrs sopan terhadap Tuhan? Terlalu naif dan tdk bermoral jika kita berpikir bhw hubungan kita dgn Tuhan disamakan seperti hubungan anak dgn orgtua secara manusia. Anak boleh manja-manjaan dgn orgtuanya, jadi dengan Tuhan kita jg boleh bernanja ria. Astaga! Tuhan bukan manusia, tak ada kisah dlm Alkitab di mana org yg intim dgn Tuhan sekalipun berani bermanja ria, tp malah org itu semakin intim dgn Tuhan, dia makin tahu hrs makin hormat pd Tuhan.

Jika Tuhan mau, inilah yg hrs selalu diingat saat mohon sesuatu pd Tuhan, tetap sopan dan hormat pd Tuhan! Bila Dia tdk mau, jgn kecewa tp tetap bersyukur.

Posted in Renungan | Comments Off on Kalau Tuhan Mau

Tidak Melakukan Firman

DI 03102024

Matius 7:26-27
Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

Bisa membangun sebuah rumah, pasti orang yg cukup punya dana utk membangunnya, tp tanpa bantuan ahli dlm membangun rumah, maka pasti rumah yg dibangun biasanya bs banyak memiliki kemungkinan cepat rusak.

Hidup kita diumpamakan spt sebuah rumah, mau dibangun spt apa? Kedua org dlm ayat ini pasti ingin rumah mereka nantinya adalah rumah yang nyaman ditempati, sesuai fungsi
sebuah rumah selain utk ditinggali, juga utk melindungi penghuninya dr dahsyatnya alam yg salah satunya adalah hujan yg deras. Jika rumahnya megah tapi banjir terus, tentu hal ini bisa membuat tidak betah dan perabotan rumah bs rusak karenanya, pengeluaran bisa bertambah utk membeli perabotan yg baru. Rumah yang pondasinya salah, jika bencana terjadi, maka yg terjadi adalah rumah dapat rubuh bahkan hancur. Org yg salah strategi dlm membangun ‘rumah’ kehidupannya akan mungkin mengalami kehancuran hidup yang lebih besar. Pondasi yang benar dan kokoh, akan membuat sebuah rumah bertahan dlm keadaan cuaca buruk sekalipun, melindungi penghuni rumah dr keadaan bencana, ada rasa tenang tinggal di dalamnya.

Firman Tuhan memang seringkali tidak dpt sejalan dgn logika dan realita hidup yg ada. Sering kita dengar para pebisnis atau para pedagang yg berkata bhw sulit utk maju dan berkembang bila mereka jujur dlm berbisnis dan berdagang. Segala hal harus diakali dan dimodifikasi sedemikian rupa demi semua bisa berjalan lancar dan menguntungkan. Ini baru 1 hal saja yaitu kejujuran, belum hal lain yg juga hrs kita terapkan sesuai dgn firman Tuhan. Dlm situasi inilah timbul dilema, jika mengikuti sistem yg ada di dunia, semua bs berjalan lancar dan menguntungkan, tapi jika mengikuti firman Tuhan, hasilnya tdk sebaik dan selancar itu. Tapi bukankah nantinya yg kita perbuat hrs dipertanggung jawabkan di hadapan Tuhan? Kebanyakan org bersikap utk kompromi, berusaha melakukan kedua pedoman ini, sebagian firman Tuhan mgkin dilakukan bila sesuai logika, sebagian lagi tetap ikut sistem dunia, main dua kaki. Tapi ini bukan sesuatu yg berkenan bagi Tuhan.

Suatu saat ‘rumah’ hidup kita akan diuji oleh Tuhan dgn ‘badai’ kehidupan yg dahsyat, jd jgn salah membangunnya, taat firman Tuhan dan hidup kita akan punya pondasi yg benar dan kokoh.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Melakukan Firman

Isi Hati Yang Terungkap

DI 02102024

1 Korintus 14:24-25 ILT3
Namun, jika semua orang dapat bernubuat dan masuklah seseorang yang tak beriman atau orang tak berkarunia, maka dia ditempelak oleh semuanya, dia diselidik oleh semuanya;
dan dengan demikian, hal-hal yang tersembunyi di hatinya menjadi nyata, dengan demikian pula dia akan menyembah sambil tersungkur di hadirat Elohim, seraya mengaku bahwa Elohim sungguh-sungguh ada di antara kamu.

Org yg memiliki karunia bernubuat biasanya akan terhubung dgn pelayanan konseling & dlm hatinya hrs punya belas kasihan, kalau tdk naka karunianya itu bs dimanipulasi utk mendapatkan keuntungan terutama uang.

Dlm ayat ini, rasul Paulus menjelaskan bhw karunia bernubuat ini berguna utk membuat org yg belum percaya dapat menyadari jika Tuhan itu benar-benar ada dan nyata. Siapa yg tahu isi hati org? Tapi kalau Tuhan yang menyingkapkannya melalui orang berkarunia bernubuat, yg rahasia menjd tdk rahasia lagi. Jadi selain utk menyampaikan apa yg nanti akan terjd di masa depan, karunia bernubuat punya kegunaan lainnya yaitu menyingkap yg menjd rahasia seseorg yg sifatnya buruk dan berusaha ditutup-tutupi, karena berhasil disingkapkan, org itu mau tak mau cepat utk bertobat dan percaya pd Tuhan. Tentunya ini tetap menjaga nama baik seseorg, tapi saat Tuhan bicara melalui nubuatan, semua org hrs siap utk menerima kejujuran Tuhan, siap utk dikoreksi dan cepat utk bertobat. Namun ada saja org yg tetap mengeraskan hatinya dan menunda pertobatan, bahkan sengaja utk menjauh dr Tuhan.

Karunia bernubuat memang terlihat menarik, kadang org menganggapnya mirip spt seorg paranormal, bs tahu yg akan terjd ke depan, dan akibatnya, org yg memiliki karunia ini bs jatuh dlm kejahatan, hal ini terlihat dari ayat berikut: “Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:22-23). Mengenaskan sekali, sudah melayani tp ditolak Tuhan dan tdk masuk surga. Karunia rohani bukan utk mencari uang, tp digunakan utk membangun kerohanian jemaat, salah satunya dgn dapat menyingkapkan rahasia ‘dosa’ org yg belum mau bertobat.

Yesus sendiri bernubuat saat berbicara dgn perempuan Samaria di dekat sumur, Yesus ungkapkan rahasia yg perempuan itu coba tutupi, dan akhirnya perempuan ini menjadi ‘penginjil’ di kampungnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Isi Hati Yang Terungkap