Memelihara Firman

DI 01102024

Yohanes 14:23-24 ILT3
YESHUA menjawab dan berkata kepadanya, “Jika seseorang mengasihi Aku, ia akan memelihara firman-Ku, dan Bapa-Ku akan mengasihinya, dan Kami akan datang kepadanya, dan akan membuat tempat tinggal bersamanya.
Siapa yang tidak mengasihi Aku, ia tidak memelihara firman-Ku; dan firman yang kamu dengarkan bukanlah milik-Ku, melainkan milik Bapa yang telah mengutus Aku.

Mengasihi Tuhan berarti memelihara firman Tuhan, artinya firman itu tidak didiamkan, tp dibuat menjadi berbuah dlm kehidupan kita sehari-hari.

Apa akibatnya kalau firman Tuhan itu tidak dipelihara? Mgkin spt hewan atau tanaman yg tdk dipelihara, akan mati pd akhirnya dan tidak memberi kita manfaat dan keuntungan apapun. Firman Tuhan yg kita baca melalui Alkitab, khotbah yg kita dengar saat ibadah, cenderung mudah dilupakan jika hanya asal dibaca dan didengar saja. Itulah alasan knpa harus merenungkan firman Tuhan siang dan malam, sekalipun kita beraktivitas. Caranya bagaimana? Jgn berpikir spt sedang dalam kelas belajar teologia, atau membayangkan harus sengaja berdoa puasa utk bs mengerti firman Tuhan. Kalau Tuhan memang dengan jelas menyuruh kita utk itu, lakukan dengan setia, tapi jika tidak, jangan bebani pikiran dg banyak pikiran ‘iseng’ yg mencocokkan yang sudah kita tahu dgn firman Tuhan yang kita sedang renungkan, bukannya pencerahan dr Tuhan yg kita dapat, tapi hikmat manusia yg kelihatannya teologis. Hati-hati!

Renungkan firman Tuhan cukup sederhana utk dilakukan, berdoalah minta pimpinan dr Roh Kudus utk dimampukan mengerti firman Tuhan lewat situasi yg kita alami. Biasanya setelah kita berhasil melewati satu peristiwa, kita baru paham ttg makna dr ayat renungan kita, ternyata Tuhan bekerja dgn cara-Nya yg begini, ternyata menunggu waktu Tuhan itu harusnya begini, dsbnya. Memang butuh wkt dan kesabaran, kadang Tuhan dengan cepat memberikan pencerahan, tapi mgkin perlu waktu sekian lama barulah Dia mencerahkan makna firman Tuhan yg kita renungkan. Jgn sering mencoba mengerti firman Tuhan dgn logika berpikir manusiawi kita, nantinya kita justru bs terseret dlm jalur pikiran yg sesat & memiliki dogma yg salah. Dogma itu suatu kebenaran yang kita pegang secara pribadi, tp doktrin itu suatu kebenaran yg dipegang oleh banyak org atau kelompok. Dogma dan doktrin seharusnya bersumber pd kebenaran yg ada dlm firman Tuhan.

Kasihi Tuhan dgn bukti kita merenungkan dg serius firman Tuhan, jangan hanya mengejar tangan Tuhan, tapi kasihi jg kebenaran yang ada di dalam firman-Nya.

Posted in Renungan | Comments Off on Memelihara Firman

Tuhan Ada di Masa Sulit

DI 30092024

Kisah Para Rasul 4:3, 8
Mereka ditangkap dan diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya, karena hari telah malam.
Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: “Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua,

Di masa yg normal, mudah kita utk percaya bhw Tuhan menyertai kita, namun saat kita ada dlm masa sulit bahkan nyawa terancam, masihkah iman kita kuat percaya pd Tuhan?

Kisah di ayat ini meneguhkan bhw Tuhan itu menyertai kita bahkan di masa-masa sukar bahkan sangat tertekan. Roh Kudus dengan kuasa-Nya mengendalikan pikiran Petrus di hadapan sidang yang dihadiri para petinggi agama Yahudi saat itu. Hal ini sesuai seperti yg Yesus pernah katakan saat Dia masih ada dalam dunia: “Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan.” (Lukas 12:11-12). Ayat yang kita baca ini menjadi bukti perkataan Yesus ini benar dan bukan dongeng. Karenanya kita jg jgn ragu akan firman Tuhan, penyertaan-Nya itu nyata, di masa yg sukar dan mustahil utk bs dilalui dgn baik, janji-janji-Nya layak untuk tetap dipercaya dan terjd dlm hidup kita.

Bgmna kita bs tetap percaya pd semua janji Tuhan? Bila Roh Kudus ada di dalam kita. Ini yg memampukan kita utk bs tetap percaya & mengalami penyertaan Tuhan yang dahsyat. Bgmna Roh Kudus itu ada dalam kita? Kita lihat ayat ini: Dia pula yg telah memeteraikan kita dan yg telah memberikan jaminan Roh di dalam hati kita (2 Korintus 1:22 ILT3). Jadi percaya pd Injil Kristus, terima keselamatan, di dalamnya ada jaminan dr Roh Kudus yaitu Dia ada dalam hati kita. Hidup dipimpin oleh Roh, itulah bukti bhw di dlm diri org Kristen itu ada Roh Kudus di dalamnya. Saat iman kita lemah, Roh Kudus yg kembali membuat kita ingat akan firman-Nya: tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dia yg akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu (Yohanes 14:26). Jadi Roh Kudus bicara lewat suara hati nurani yg paling murni utk kita.

Di masa sulit, takut, bahkan gentar, ingatlah bhw Roh Kudus ada dlm hati kita, Dia akan berbicara dan memberikan kita hikmat spya kita mengatasi keadaan yg sdg kita alami.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Ada di Masa Sulit

Saling Menasehati

DI 28092024

Ibrani 3:13
Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan “hari ini”, supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.

Nasehat apa yg dimaksud dlm ayat ini? Jika kita melihat konteks ayat ini berada, ternyata ada hubungannya dgn keselamatan, berikan nasehat supaya jgn jadi murtad dan tertipu oleh tipu daya dosa.

Dan kapan waktu yg tepat utk menasehati? Ayat ini berkata bhw selama masih disebut ‘hari ini’, artinya tidak banyak pertimbangan, segera nasehati org yg punya gejala menuju kemurtadan. Murtad dlm ayat di atasnya dgn jelas dikategorikan sbg org yg berhati jahat dan tdk lagi percaya pd Kristus (Ibrani 3:12). Awalnya hidupnya rohani, mgkin karena satu pergaulan dgn komunitas yg buruk, hati dan pikirannya mulai berubah menjadi jahat, lalu mulai timbul ketahuan bhw dia selamat dlm Kristus, hingga akhirnya memilih utk murtad. Dlm ayat di atas, disinggung mengenai satu hal yaitu ‘tipu daya dosa’, apa itu? Kita lihat kembali bgmna ular berhasil memperdaya Hawa sehingga dia melanggar larangan yg Tuhan telah berikan: “Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tdk akan mati (Kejadian 3:4). Inilah tipu daya dr dosa: berdosa itu biasa, tdk akan membawa ke neraka!

Semua org bs berdosa, tp tdk semua org pd akhirnya terus hidup dlm dosa, ini pembeda antara org yg mau bertobat dan org yg sdh terkena tipu daya dosa. Pemikiran jika Tuhan itu ada, kenapa Dia tidak menahan kita saat akan berbuat dosa, ini menjd landasan bagi mereka utk membenarkan pikiran sesat yg mereka percayai sbg sebuah kebenaran. Hal yg memang hingga kini jd perdebatan sengit adakah mengenai jika Tuhan sudah tahu dg pasti bahwa Adam dan Hawa akan berdosa, knpa Dia membiarkannya? Knpa justru saat Kain punya kebencian pd Habel, Tuhan dgn sengaja memberi peringatan? Mengapa Dia sengaja menaruh pohon pengetahuan baik dan jahat di Taman Eden? Kalau tidak ada pohon itu, manusia tdk akan berdosa. Satu hal ini menjd misteri yg hingga kini belum jg terpecahkan, hanya Tuhan yg tahu. Berikan nasehat ketika kita melihat ada di antara kita yg punya gejala menuju kemurtadan, jangan tunda karena kita tdk tahu apakah besok itu masih ada kesempatan dia utk dinasehati.

Jgn tertipu oleh tipu daya dosa, upah dosa adalah maut, binasa, sekalipun di dunia tdk ada larangan utk itu, tapi ingatlah bhw kita semua hrs mempertanggung jawabkannya di hadapan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Saling Menasehati

Iman di Akhir Kehidupan

DI 27092024

Ibrani 11:32
Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu, apabila aku hendak menceriterakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi,

Menurut Anda, Simson itu apakah seorang hamba Tuhan yg baik? Dia itu salah satu dari para hakim Israel sblum adanya raja, tapi dr hidupnya kita sepertinya akan menilai bnyk hal negatif yg dilakukannya.

Mengapa penulis kitab Ibrani memasukkan Simson dlm golongan tokoh-tokoh iman yg bersama dgn para nabi dan tokoh lain yang mungkin kehidupannya lebih ‘bersih’ kalau dibandingkan dgn Simson? Sebuah hal yang mungkin bs kita jadikan kesimpulan, Simson akhirnya sadar bahwa hidupnya melakukan bnyk dosa dan dia ingin ‘membayar’ semua itu dgn nyawanya. Ingatlah bhw Tuhan akan menunggu pertobatan seseorg itu bahkan di nafas-nafas terakhir hidupnya. Kita mungkin pernah mendengar bgmna seorg yang sakit parah akhirnya percaya pada Tuhan Yesus di saat menjelang menit-menit kematiannya. Di saat dia tdk berdaya lagi, bahkan contoh yg nyata dlm Alkitab adalah seorg penjahat yg turut disalibkan bersama Yesus, pd akhirnya dia diselamatkan. Begitu pentingnya waktu yg ‘terakhir’ dlm hidup seseorang utk punya kesempatan bertobat dan diselamatkan.

Tapi realita yg sebaliknya, ada org Kristen yg justru murtad, bgmna ttg keselamatannya? Apa itu murtad? Lihat ayat ini: “Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yg tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup (Ibrani 3:12). Murtad dimulai dari hati yg berubah jahat lalu tidak lagi percaya pd Tuhan. Apakah murtad itu pasti berganti agama? Bisa begitu, tp bnyk jg yg atheis, tdk beragama, yg lebih seram lagi adalah mereka tetap Kristen dalam identitas kependudukan, tp hidupnya sudah tidak lagi mengikuti cara hidup seorg Kristen, tdk lagi percaya pd Tuhan Yesus. Mereka inilah yang tetap harus kita doakan dan injili, supaya di saat mereka masih hidup, mereka mau utk kembali percaya pada Kristus. Memang hak tiap org utk memilih agamanya, tapi kita hrs tetap peduli dgn keselamatan mereka yang sifatnya kekal, keselamatan hanya di dalam Yesus Kristus.

Kalau kita punya keraguan pd Tuhan, segera bereskan hati dan pikiran kita. Jgn sampai kita memiliki hati yg jahat dan pada akhirnya menjd murtad, kehilangan keselamatan yang kekal selama-lamanya.

Posted in Renungan | Comments Off on Iman di Akhir Kehidupan

Perlu Kesabaran

DI 26092024

Ibrani 6:15
Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya.

Kesabaran itu tidak ada ilmunya, tapi bs kita pelajari melalui peristiwa demi peristiwa yg kita alami sehari-hari, misalnya dlm hal antri utk mendapatkan sesuatu.

Abraham memperoleh apa yg Tuhan janjikan kepadanya karena dia mau utk bersabar dan tetap percaya pd janji Tuhan. Tdk cukup dgn beriman saja, tetapi juga sabar. Abraham hrs bersabar 14-15 tahun demi melihat Tuhan yg menepati janji-Nya dengan membuka rahim Sara dan kemudian melahirkan anak. Bgmna dgn kita? Sanggupkah bertahan 15 tahun utk akhirnya mengalami janji Tuhan? 3 tahun bs saja kita masih bertahan, setelahnya mgkin kita mulai ragu atau bahkan melupakan janji Tuhan, diberi ya syukur, tdk diberi ya terima saja, mungkin sudah ‘takdir’. Kenapa Tuhan dlm kasus tertentu memberikan bukti janji yg Dia janjikan dlm jangka waktu panjang? Misalnya dlm kasus Abraham, kenapa tidak langsung saja setahun kemudian sejak janji ttg anak diberikan itu langsung terwujud? Ini suatu misteri dan rahasia yang hanya Tuhan saja yg tahu, kalau kita berusaha untuk bisa mengerti pun, itu sangat sulit.

Sabar menantikan janji Tuhan itu digenapi, tapi masalahnya, jika Tuhan tdk menjelaskan waktunya, sabarkah kita? Janji yg pertama mengenai anak utk Abraham, tdk diberitahu kapan jangka waktunya, barulah 13-14 tahun kemudian, Tuhan dgn jelas berkata bahwa di tahun depan, Sara akan melahirkan seorang anak. Banyak org ingin semuanya jelas saat Tuhan berbicara, termasuk dalam hal jangka waktu, itu akan mempermudah kita utk bisa sabar, bukan? Tapi ingat bhw yg Dia berikan itu selalu yg terbaik, bernilai, dan yg spesial, maka Dia ingin melihat iman dan keseriusan kita utk sabar menantikan janji-Mya digenapi dan terjadi. Iman harus ditambahi dgn sabar, karena itulah yg bs membuat iman kita tetap teguh, pikiran yg meragukan Tuhan itu dapat kita singkirkan. Sabar memang terasa amat menjemukan, tapi inilah syarat utk akhirnya kita mengalami janji Tuhan & membuktikan bhw Dia tdk berdusta.

Berusahalah utk sabar, walaupun komentar org di sekitar kita sepertinya meragukan apa yg Tuhan janjikan pd kita, tetap beriman dan percaya bhw Tuhan tdk berdusta mengenai janji-Nya.

Posted in Renungan | Comments Off on Perlu Kesabaran

Memperkuat Iman

DI 25092024

Roma 4:19-21
Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup.
Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah,
dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.

Abraham seringkali dijadikan contoh dalam hal iman, dan memang dia disebut bapa org beriman, oleh imannya, dia mengalami dan menerima apa yg Tuhan janjikan kepadanya.

Bgmna Abraham mengalami dan menerima janji Tuhan? Pertama, realita tidak membuat dia lemah imannya. Walaupun kondisi fisik dia dan istrinya sudah mustahil utk memiliki keturunan, dia tetap berusaha percaya untuk apa yg Tuhan janjikan itu akan terjadi dalam hidupnya. Ini yg jarang org lakukan saat dgn mata kepala sendiri melihat kenyataan yang ada, biasanya org yg lemah imannya cepat utk menyerah dan lebih memilih utk realita yg ada menguasai hidupnya. Mentalnya itu mental seorg yg berpikir dia ditakdirkan utk selalu mengalami yg buruk. Realita jangan sampai membuat iman kita lemah, percaya bhw Tuhan sanggup bekerja dlm realita yang sedang terjd, apapun level kesulitannya, Dia selalu sanggup utk mengatasinya, tidak ada yg mustahil bagi Tuhan dan bagi orang yang percaya! Perkuat iman kita di semua situasi yg sedang kita hadapi.

Kedua, meskipun yg Tuhan janjikan itu yang mustahil terjd, jangan bimbang dan teruslah memuliakan Tuhan. Bersyukurlah untuk janji Tuhan yg luar biasa utk kita, walaupun bagi logika manusia, itu spt janji manis belaka. Yg Abraham lakukan adalah tetap memuliakan Tuhan, tak perlu pikirkan bagaimana hal itu bs terjd, itu urusan Tuhan, di luar batas yang dapat mampu kita lakukan. Biarkan Tuhan bekerja dgn kuasa-Nya yg tak terbatas, yang perlu kita persiapkan adalah siap sedia saat Dia mulai menggenapi janji-Nya. Ketiga, jgn ragu bhw Tuhan sanggup mewujudkan apa yg Dia janjikan utk kita. Dia bukan manusia yg terbatas kemampuannya, yg mustahil pun bisa terjadi. Jgn pikirkan bagaimana Tuhan akan bekerja dlm hidup kita, jgn stress dan memikirkan pikiran yg ‘sampah’, kuatkan dan teguhkan iman kita, siap berjalan bersama Tuhan dan mengalami banyak kesaksian ttg betapa hebatnya kuasa Tuhan atas hidup yg kita jalani.

Jgn biarkan iman kita lemah, realita mungkin terlalu buruk, tp ketika kita memuliakan Dia dan tetap percaya, yg mustahil pun akan dpt terjadi di luar logika berpikir kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Memperkuat Iman

Tujuan Iman: Keselamatan

DI 24092024

1 Petrus 1:9
karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.

Kita berpergian atau berjalan, pasti dari satu tempat asal menuju ke tempat lainnya, itulah yg dimaksud dgn tujuan, suatu perpindahan tempat karena melakukan kegiatan berjalan atau berkendara.

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa tujuan iman adalah keselamatan jiwa, berarti iman setiap org itu akan membawanya pd tujuan terakhir yaitu keselamatan. Beriman seringkali hanya dikaitkan dgn bgmna cara mendapatkan yg diinginkan dr Tuhan, bgmna tetap menjd org Kristen yg setia. Keduanya tentu benar, tapi bukan hanya itu, beriman berarti kita sedang menuju pd keselamatan. Jika diumpamakan maka iman itu spt ‘kendaraan’ utk menuju pd keselamatan kita. Tak heran jika Yesus sndri yg berkata di dlm Lukas 18:8: “Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” Yang nanti Yesus Kristus cari saat datang yg kedua kalinya ternyata adalah iman, supaya yg memiliki iman akan terima keselamatan secara utuh: “demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia” (Ibrani 9:28).

Tak heran jika ada org yg hanya mengimani bisa mendapatkan apa yang Dia minta pada Tuhan tapi gagal masuk surga! Iman hanya dipakai utk kebutuhan jasmani selama hidup di dunia: tercukupi kebutuhan, kesembuhan, mujizat, minta tanda dr Tuhan, dsbnya. Yang jadi fokusnya cuma ‘aman’ di dunia, tapi yg terlupakan adalah: apakah setelah nantinya meninggalkan dunia ini, dia ‘aman’? Artinya masuk surga, bukan binasa di neraka. Maka tak heran rasul Paulus menggambarkan dgn jelas bhw iman itu spt sebuah pertandingan yg hrs dimenangkan: “Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi” (1 Tim 6:12). Beriman itu supaya nantinya kita dgn anugerah Tuhan menerima keselamatan yg utuh setelah kita mengakhiri pertandingan iman kita.

Bgmna dgn kondisi iman kita? Masih dipakai hanya utk mendapatkan permintaan kita pd Tuhan? Jgn salah beriman: ‘aman’ di dunia, tapi ‘tidak aman’ dlm kekekalan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tujuan Iman: Keselamatan

Bertobat Karena Menderita

DI 23092024

Lukas 15:16-17
Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya.
Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.

Banyak pertanyaan mengapa penderitaan itu banyak kita lihat di sekeliling kita, dan Tuhan seolah membiarkan semua itu berlangsung. Perumpamaan ini mgkin bs menjawab yang jadi pertanyaan banyak org ini.

Penyebab penderitaan itu kebanyakan karna ulah manusia itu sendiri, dosa mengundang masalah datang, sifat buruk manusia menjd pemicu munculnya hal-hal yang sebenarnya tdk perlu terjd. Ada jg penderitaan yg bukan akibat kesalahan diri sendiri, tp kejahatan yg org lain lakukan demi mewujudkan niat jahat dlm hatinya. Ada jg penderitaan karena ulah si jahat, misalnya sakit yg dialami Ayub, dan lain sebagainya. Dalam kisah perumpamaan anak yg hilang, penderitaan yg dialami anak bungsu ini membawanya pd kesadaran bhw dia telah bersalah, menderita, dan lebih baik berada dlm rumah bapanya. Penderitaan yg membawanya pd pertobatan dan pemulihan keadaan seperti sebelum dia melakukan yg salah. Ada rasa takut mati, takut kelaparan, dan banyak bayangan peristiwa buruk yang mungkin saja terjadi atas dirinya. Kesusahan dan penderitaan, membuat dia bertobat dan pulang ke rumah bapanya kembali.

Kenapa Tuhan ‘biarkan’ penderitaan itu ada? Salah satu alasannya ialah supaya manusia mau sadar dan bertobat dari kesalahannya. Jangan tunggu susah, menderita, kelaparan, baru mau bertobat. Sadar kalau yg dilakukan itu salah, segera berhenti, jgn dilanjutkan, tp kembalilah pd Tuhan, Dia menantikan orang berdosa utk bertobat. Lambat bertobat akan mengakibatkan penderitaan makin trs akan bertambah. Bertobat setelah tua, sakit parah dan hampir mati, itu sebuah kerugian besar walaupun hal itu tetap ditunggu pertobatan org itu oleh Tuhan. Kita pasti pernah khilaf & berbuat dosa atau kesalahan, tapi ingatlah bhw Bapa kita itu penuh kasih, ada jalan utk pengampunan dosa, ada kasih Tuhan yang sanggup memulihkan kita dr penderitaan yg disebabkan karena kejahatan yg kita perbuat sebelumnya. Kenapa hrs tunda pertobatan? Jgn bodohi diri kita sendiri, jgn membuat org lain ikut menderita karena kesalahan yg kita perbuat.

Tuhan izinkan penderitaan itu muncul, kita alami supaya kita bertobat dr kesalahan yg kita lakukan, Jgn tunda pertobatan itu, akui kesalahan dan bertobat maka pemulihan yg sempurna akan terjd atas kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Bertobat Karena Menderita

Ada Rohnya

DI 21092024

Kisah Para Rasul 16:16-18 ILT3
Dan terjadilah, ketika kami melanjutkan untuk suatu doa, ada seorang hamba perempuan yang memiliki roh ramal yang membawa keuntungan besar bagi tuan-tuannya, menemui kami.
Dia ini, sambil mengikuti Paulus dan kami, berteriak dengan berkata, “Orang-orang ini adalah hamba-hamba Elohim Yang Mahatinggi, yang memberitakan kepada kita jalan keselamatan.”
Dan dia terus melakukan hal itu selama berhari-hari, dan Paulus, karena merasa sangat terganggu, maka sambil berpaling kepada roh itu, ia berkata, “Dalam Nama YESHUA HaMashiakh, aku memerintahkan engkau keluar dari padanya!” Dan dalam sesaat, keluarlah dia dari padanya.

Ramalan terkadang terjd sesuai yg diramal dan inilah daya tarik bagi org-org yang ingin mengetahui apa yang akan terjadi nantinya, tetapi ramalan bukanlah ilmu pengetahuan.

Walau ada pihak yg menyatakan bhw orang bisa mempelajari bgmna cara utk meramal, dan terlihat spt sebuah ilmu pengetahuan, namun dr ayat yg kita baca, seorg peramal itu ternyata ‘mengisi’ dirinya sendiri dgn roh yg di luar dirinya. Roh inilah yg membuat org ini bs meramalkan apa yg akan terjd. Modus yg digunakan biasanya adalah menebak dgn tepat masa lalu seseorg, dgn pikiran simple bhw bs tahu ttg masa lalu dgn tepat, berarti bs memberitahu jg apa yg akan terjadi pada masa depan juga. Mengapa bisa tahu masa lalu dgn tepat? Karena roh itu sudah ada dan hidup sebelum kita lahir, jadi dia tahu semua dr sejak kita dlm kandungan hingga saat ini, tak heran roh itu menceritakan masa lalu dg tepat. Lalu bgmna bs menebak ttg apa yang akan terjadi di masa depan dan terkadang yg diramalkan itu benar terjd? Hal ini perlu satu penjelasan yg tdk sederhana namun bs kita pahami secara logika.

Apa yg membuat kita bs tertipu oleh seseorg yg kelihatannya tdk mgkin menipu kita? Ini yang biasanya terjadi: awalnya dia berusaha semaksimal mungkin utk menyakinkan kita bhw yang dia katakan itu benar, membawa keuntungan bagi kita, dsbnya. Setelah dapat menyakinkan kita, mulailah dia memberikan janji-janji yg kelihatannya masuk akal, bisa cepat keuntungan itu datang, maka dia akan menjebak kita utk berpikir cepat, supaya tdk banyak pertimbangan dan menyetujui untuk mengikuti yg dia sodorkan. Ramalan di awal berusaha menyakinkan kita dgn bercerita ttg masa lalu kita, setelah itu berusaha utk spya kita tunduk pd jalan ramalan ttg masa depan itu, karena kita mempercayai ramalan, tanpa sadar kita meng’amin’kan ramalan itu dapat terjadi pd kita di masa depan. Itulah caranya ramalan bs terjd tepat sesuai isinya, karena kita meng’imani’nya tanpa sadar, padahal yg tahu ttg apa yg akan terjd hanyalah Tuhan.

Tunduklah pd kedaulatan Tuhan atas hidup kita, percayakan masa depan ke dlm tangan Tuhan yang menciptakan kita, Dia selalu beri yg terbaik dan penuh damai sejahtera.

Posted in Renungan | Comments Off on Ada Rohnya

Tuhan Membuka Hati

DI 20092024

Kisah Para Rasul 16:14
Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.

Rasul Paulus penginjil, Tuhan membuka hati Lidia, dan Lidia mendengarkan yang Paulus sampaikan, maka kemudian terjadilah suatu keselamatan bagi seisi rumahnya.

Inilah gambaran ttg bgmna sesuatu yg baik bs terjd dlm hidup kita sbg org percaya, ada bbrpa peran penting yang dijalani sehingga sesuatu yang baik itu terjadi tanpa dihalangi oleh apapun. Yang pertama, peran manusia itu sendiri, dlm kisah di atas, peran manusia terlihat dr bgmna rasul Paulus menjalankan tugasnya utk penginjil dgn sangat baik, dgn segala pengetahuannya ttg Taurat dan yang dia alami sendiri dr Tuhan, keduanya mampu dia kombinasikan dgn sangat baik sehingga penginjilan yg dia lakukan itu menjd sangat efektif dan membuahkan hasil yaitu semua isi keluarga Lidia yg ada di rumahnya menjd percaya dan memberi diri dibaptis. Peran dr manusia jg diperlihatkan oleh Lidia, dg tekun dia mendengarkan apa yg rasul Paulus telah katakan, dia merespon dgn baik kesempatan tawaran keselamatan yg Tuhan berikan, jadi respon akan panggilan keselamatan itu PNY peranan penting.

Yang kedua, peranan Tuhan, dlm kisah yang kita baca ini, Tuhan bertindak dg membuka hati Lidia sehingga dia mau mendengar apa yg rasul Paulus sampaikan. Di sini bisa kita lihat bgmna Injil diterima oleh seseorg, hati org itu dibuka oleh Tuhan sehingga orang itu mau mendengarkan isi Injil yang diberitakan. Hal ini jg banyak terjd di dlm kasus lainnya, ada peran Tuhan yg membuka hati sehingga sesuatu yg baik akhirnya bs terjd. Pikiran bs saja menolak, itu yg membuat hati seseorg menjd tertutup utk sesuatu hal, namun saat hatinya terbuka, kesadaran itu mulai masuk dan mengubah kekerasan hati menjd lembut dan mau mengikuti apa yang dia dengarkan. Jgn kita merasa hebat ketika berhasil dalam melakukan sesuatu, tampak mata sepertinya semua itu hasil dr kemampuan kita, padahal ada peran Tuhan di dalamnya, bukankah tdk akan terjd sesuatu kalau Tuhan tdk izinkan utk kita alami dan terima?

Jgn lupakan utk sertakan Tuhan dlm apapun yg akan kita kerjakan, peran Tuhan menjadi penentu keberhasilan kita, walaupun kadang kita lupa menyadarinya.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Membuka Hati