Tidak Berguna

DI 24102024

Matius 25:30
Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”

Hamba yg tak berguna ini awalnya dipercaya tuannya utk mengelola 1 talenta uangnya, tp hamba ini justru mengecewakan tuannya & nasibnya berakhir tragis.

Perumpamaan ttg 3 org hamba yg diberikan kepercayaan oleh tuannya untuk mengelola uang sesuai dgn kemampuan mereka, punya pesan khusus bagi kita yang membacanya. Pada dasarnya kita punya kesanggupan dlm beberapa hal sesuai dgn yang Tuhan berikan bagi setiap kita, tp dalam perumpamaan ini, ada 1 hamba yg tdk memakai kesanggupan yg dia miliki utk menyenangkan tuannya, yg pada akhirnya, dia disebutkan oleh tuannya sbg hamba yg ‘tidak berguna’. Mengapa bisa menjd seorg yg ‘tidak berguna’? Dlm kisah ini disebutkan ini: “Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jd kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dr tempat di mana aku tdk menanam? (Matius 25:26). Menjd org tdk berguna karena orang itu jahat dan malas. Mari kita coba lebih dlm lagi utk memahaminya.

Punya kesanggupan, tapi jahat dan malas, ini yg perlu kita hindari dari hidup kita. Orang ini jahat karena tidak mau membuat tuannya senang dan makin berlimpah, dia sengaja & tdk merasa bersalah dgn kejahatan pikiran & hatinya terhadap tuannya. Sbg seorg hamba yg bekerja pd seorg tuan, harusnya dia tidak boleh malas, dia hrs menunjukkan dirinya itu punya kinerja yg baik, karena dia diupah dan bukan malah berdiam diri saja. Pelajaran yg bs kita ambil adalah kita jgn punya hati yang jahat, maunya diberkati Tuhan saja tapi tidak mau memakai kesanggupan kita utk banyak berbuat hal-hal yg menyenangkan hati Tuhan dan memberikan pengabdian diri yg tinggi. Jgn hanya berdiam diri, tp usahakan untuk meningkatkan kualitas kemampuan yg kita miliki. Upgrade yg sudah baik menjd makin baik, yg belum bs, menjd bisa, dsbnya. Kita jgn terpaku oleh kelemahan atau kekurangan yg kita miliki, tp perbaiki semuanya itu.

Hidup kita adalah milik Tuhan, pergunakan utk menyenangkan hati Tuhan dgn apapun yg bs kita lakukan utk Dia, jgn jadi hamba yg jahat dan malas, nasib kita akan berakhir dg tragis dan buruk.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Berguna

Berkat Menyeluruh

DI 23102024

Kejadian 39:5
Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang.

Seringkali kita punya pemahaman yg kurang tepat ttg berkat Tuhan, akibatnya kita sering salah meresponi situasi yg kita hadapi, inilah yg justru membuat berkat Tuhan menjauh dr kita.

Tuhan memberkati aset Potifar sejak Yusuf dia percayai utk mengurus semuanya. Ingat bhw yg diberkati bukan cuma yg ada dalam rumah, tp juga yg di ladang. Ini berarti berkat yang Tuhan berikan itu sifatnya menyeluruh, bukan cuma yg dalam rumah diberkati, tapi jg di ladang. Jadi kalau Tuhan memberkati, semua yg kita miliki terberkati oleh Tuhan, tidak ada yg tertinggal satupun, menyeluruh sifatnya. Lalu ada bbrpa faktor penentu yang perlu kita perhatikan bhw berkat Tuhan akan kita terima karena: pertama, Tuhan yg sudah menentukannya bagi kita, itu porsi kita, tidak akan menjd milik org lain. Kedua, faktor dari pengelola berkat Tuhan, Potifar, dia diberkati karena Yusuf yg mengelola semuanya. Beda jika bukan Yusuf yg mengelolanya, jadi ada peranan dr kitanya, bgmna cara mengelola apa yg Tuhan percayakan pd kita utk dimiliki dan bila pengelolaannya benar, berkat-Nya akan berkali lipat hasilnya bagi kita.

Jadi perhatikan pelajaran di atas, cara kita mengelola aset dan harta milik kita, hal itu akan berpengaruh pd berkat Tuhan yg kita terima. Sederhananya, perhatikan kualitas dr ibadah kita pd Tuhan. Ini bukan hanya ketika kita beribadah di gereja, tetapi di keseharian hidup kita, apakah kita ini benar-benar hidup sesuai dgn kebenaran firman Tuhan? Pantau jg kualitas ketaatan kita pd Tuhan, kualitas kasih kita pd Tuhan. Yusuf punya hubungan yg intim dgn Tuhan, apa yg sedang dia alami tdk dia nilai sbg sebuah nasib buruk, tetapi itulah kedaulatan Tuhan dlm hidupnya.Satu kesadaran bhw kita ini hanya hamba, hanya org yg Tuhan percayakan, bukan pemilik yg sebenarnya. Kita hanya diberi hak mengelola dan hak pakai saja, ini yg seringkali tdk bnyk org memahaminya, semua dianggap sebuah hasil dr kerja kerasnya sekian wkt lamanya & 100% adalah milik pribadinya. Betul menurut sistem dunia, nama kitalah yabg tercatat sbg pemiliknya, tp secara iman, Tuhan yg punya semuanya.

Teruslah hidup diberkati Tuhan, kelola dgn penuh takut dan gentar pd Tuhan, jadilah org yg bs dipercaya oleh Tuhan, maka berkat itu akan selalu mengalir dlm hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Berkat Menyeluruh

Perkataan Yang Menyembuhkan

DI 22102024

Amsal 12:18 KJV
There is that speaketh like the piercings of a sword: but the tongue of the wise is health.

Ada yang berbicara seperti tajamnya sebuah pedang, tapi lidah orang bijak adalah kesembuhan.

Efek sebuah perkataan ternyata bisa sangat berpengaruh pd keadaan tubuh seseorang, bahkan dampaknya bs menyembuhkan, jadi bagaimana kita memahaminya?

Di sini diperbandingkan 2 jenis perkataan yg saling bertolak belakang, yg pertama adalah perkataan seseorg yg digambarkan seperti tajamnya sebuah pedang, jika menusuk, yg tertusuk pasti akan terluka atau bahkan bisa mati kalau tertusuk amat dalam di daerah yg vital bagi seorg manusia. Sederhananya, org ini dgn perkataannya yg tajam, bisa melukai bahkan membunuh org lain. Membunuh ini tentu punya arti: membunuh sesuatu yang vital bagi seseorg, misalnya: semangat, daya hidup, membuat putus asa dan tertekan, dan sebagainya, sehingga org itu kehilangan yg dia perlukan utk bertahan hidup. Gambaran keadaannya spt kalimat: mati selagi hidup, artinya secara fisik memang masih hidup, tp secara mental dan psikologi, org ini layaknya spt org yg sudah mati. Perkataan yang tajam spt pedang, bs merupakan suatu perkataan negatif yg sangat kejam, tp juga bisa berupa perkataan jujur yg menyingkapkan sesuatu hal buruk yg berusaha disembunyikan.

Perkataan org bijak adalah kesembuhan, yg perlu kita perhatikan adalah ada keterangan ttg org yg bijak. Jadi perkataan yg tajam spt pedang, bs dimaknai sbg perkataan orang yg kurang atau bahkan tdk bijak. Org bijak pasti berpikir dulu sblum berkata-kata, tidak hanya berkata-kata mengikuti emosi yg dirasakan. Itulah sebabnya banyak org tdk sadar bahwa perkataannya telah merusak org lain karena didorong oleh emosi dan kejahatan yang ada dlm hatinya. Marah yg tak terkendali, kata yg sifatnya menghina atau mem-bully, dsbnya, inilah yg hrs dihindari dilakukan oleh setiap dr kita. Pilihlah kata-kata yg sifatnya positif dan membangun org lain, sekalipun berupa teguran atas kesalahan yg dilakukan orang lain. Perkataan org bijak harusnya berefek menyembuhkan, artinya dari situasi negatif bergerak ke situasi yg positif, spt orang sakit yang makin sehat karena dirawat dan diobati dengan benar.

Hati-hati gunakan mulutmu, pilihlah kalimat dan kata-kata yg membangun dan memberi ‘kesembuhan’ bagi org yang mendengarnya, jadilah bijak dlm berkata-kata.

Posted in Renungan | Comments Off on Perkataan Yang Menyembuhkan

Mengeluarkan Yang Tidak Berurusan

DI 21102024

Kisah Para Rasul 9:40
Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: “Tabita, bangkitlah!” Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk.

Mengapa semua org disuruh utk keluar oleh rasul Petrus sblum dia berdoa utk mayat dari Tabita yg akhirnya dia bangkitkan lalu hidup kembali?

Jawabannya mgkin bs kita lihat di ayat yang sebelumnya, mereka menangis berduka dan menunjukkan pakaian yg dibuat Tabita wkt dia masih hidup. Inilah pelajaran penting yg kita perlu ingat: berdoa itu bukan supaya kita dilihat org, tetapi sesuatu yg pribadi dengan Tuhan. Setelah semua org keluar dr ruangan itu, rasul Petrus bersujud lalu berdoa. Selesai berdoa, dia berkata pd mayat Tabita, yg terjd kemudian adalah Tabita bangkit dr kematian dan hidup kembali. Satu pelajaran penting dr kisah ini adalah: pisahkan org-org yang tidak berurusan dgn urusan yg sedang kita alami. Kadang org hanya berkomentar tanpa dasar dan melemahkan iman kita, kadang mereka hanya tambah meruwetkan pikiran kita dan tdk membantu mencari solusi utk masalah yg sedang kita gumulkan. Intinya: yang tidak berkepentingan, dilarang masuk dlm situasi yg sedang kita hadapi. Mereka kita pisahkan di luar hidup kita, karena tidak ada manfaat dr mereka.

Kelihatannya kita jadi sombong dan arogan, tp inilah yg perlu kita lakukan, org-org yang hanya merecoki pikiran kita dgn ketakutan, kekuatiran, penghakiman, dsbnya, sebaiknya mereka ada ‘di luar’, dan utk hal ini kita harus tegas. Doa perlu ketenangan dan iman yang teguh, kesendirian dgn Tuhan. Makin banyak org yg ikut campur dlm urusan kita, suara yg kita dengar makin banyak, terkadang itu yg membuat kita sulit membedakan, mana yg adalah suara Tuhan dan mana yg suara dari pikiran manusia. Pilihlah org-org yang punya kompetensi dan kemampuan utk menopang kita, menguatkan kita dan menolong kita utk menemukan jalan keluar dan solusi dari apa yg sedang kita alami. Peristiwa Yesus yang
hanya membawa 3 murid-Nya ketika berdoa di Taman Getsemani, menjd contoh bgmna seharusnya memilih org-org yg tepat tetap ada dlm lingkaran hidup kita, bersama-sama berdoa dan saling menopang.

Apakah kita sedang menghadapi situasi yg sulit? Bersujud dan berdoalah pd Tuhan, yg tdk menguatkan iman hrs kita singkirkan & tetap percaya pd Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengeluarkan Yang Tidak Berurusan

Penghiburan Roh Kudus

DI 19102024

Kisah Para Rasul 9:31
Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.

Penghiburan seringkali dikaitkan dgn situasi kedukaan, dlm ayat ini, penghiburan yg Roh Kudus kerjakan membawa dampak positif yaitu bertambahnya jumlah jemaat yg besar.

Mnrut logika, bertambahnya jumlah jemaat terjd karena penginjilan yg sukses, cara dan metode yg digunakan tepat sehingga hasil & target penambatan jumlah petobat baru jadi bertambah. Namun dalam ayat ini dikatakan bhw ada peranan Roh Kudus yang membuat jumlah jemaat makin bertambah atau berkali lipat dr sebelumnya. Ada 2 hal yg Roh Kudus kerjakan yaitu menolong dan menghibur. Jd ketika penginjilan dilakukan, pastikan bahwa Roh Kudus bekerja melalui penginjilan itu, ini yg kadang terlupakan karena kita sibuk dgn pikiran kita sendiri ttg apa dan bgmna cara serta metode penginjilan yg tepat. Sehebat apapun metode penginjilan yg dipakai, tanpa Roh Kudus bekerja dlm hati org yg diinjili, itu hanya menjadi sebuah kegiatan biasa tanpa hasil. Jadi Roh Kudus jg bekerja dan dengan kuasa-Nya, Dia membuat org yg diinjili dapat sadar lalu bertobat, melunakkan hati yg telah lama keras, menolak pertobatan, hingga bs dgn kesadaran penuh utk bertobat.

Kemudian ttg penghiburan Roh Kudus, yang mgkin bs kita pahami adalah suasana yang terjd saat itu, jemaat Tuhan yg baru ada, dgn keberadaannya telah membuat masyarakat umum saat itu bergejolak, ada yg kontra dan ada yg pro, mgkin ada ancaman tapi dengan penghiburan Roh Kudus, mereka kuat dalam iman percaya pd Kristus. Bgmna mereka jadi makin disukai, ini terlihat dari penambahan jumlah org percaya yg besar, Tidak dikuasai rasa cemas dan takut untuk menjalani hidup sbg pengikut Kristus, ada damai sejahtera & keamanan yg Tuhan berikan. Kesaksian ttg hidup sbg pengikut Kristus menjd kekuatan yg menarik perhatian banyak org utk dapat melihat bhw perubahan gaya hidup pengikut Kristus ini sangat positif, ada keselamatan yg kekal dlm iman percaya pd Tuhan. Hidup di dlm kasih Kristus, bukan sekedar teori yg bagus, tetapi menjd sebuah gaya hidup yang nyata dan berdampak positif bagi bnyk org.

Bgmna suasana dlm hidup kita? Di tengah tekanan hidup yg ada, milikilah damai yang dari Tuhan, Roh Kudus menolong dan terus menghibur kita dlm setiap musim hidup yg kita lewati.

Posted in Renungan | Comments Off on Penghiburan Roh Kudus

Butuh Perantara

DI 18102024

Kisah Para Rasul 9:26-27
Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid.
Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus.

Tdk semudah itu org bs percaya bahwa yang dikenal sbg org yg menganiaya jemaat dapat bertobat dlm waktu singkat, itulah yg dialami oleh Saulus pd awal-awal dia berusaha utk bergabung dgn jemaat Tuhan.

Kita mgkin berpikir curiga jg bila saat itu ada dlm kisah ini, org yg memenjarakan dan juga menganiaya jemaat Tuhan tiba-tiba bertobat dan mau bergabung dgn para murid, ini satu strategikah utk gampang masuk dlm jemaat Tuhan lalu menangkap para rasul? Barnabas yang yakin dg pertobatan Saulus, menerima kehadiran Saulus dan menceritakan apa yg dialaminya bersama Tuhan. Bukan sekedar bertobat saja, tapi berani bersaksi tentang Yesus dan apa yg dialaminya. Kita belajar dr peristiwa ini bhw bagi petobat baru sangat membutuhkan pendampingan untuk dapat menggabungkan diri dlm lingkungan jemaat Tuhan, apalagi kalau latar belakangnya itu spt Saulus, org yg sangat benci keKristenan dan seringkali menganiaya gereja Tuhan. Ini satu hal yg penting, karena wajar bagi orang lain utk curiga dan waspada, benarkah orang ini bertobat atau ada maksud lain.

Biasanya pendampingan jg diperlukan saat seseorg ingin bergabung di sebuah komsel, minimal ada yg mengajak atau dikenal dari antara jemaat komsel. Tdk mudah untuk bs akrab dgn anggota komsel yg lama jika tdk ada yg mendampingi atau menjd perantara. Hal ini agaknya kurang diperhatikan karena konsep kita berpikir bhw semuanya terjadi seiring berjalannya waktu, nanti jg bs akrab dgn sendirinya. Tdk semua org itu supel dlm cara bergaulnya dlm suatu lingkungan, ada yg pendiam atau minder karena kondisinya yg berbeda dgn org kebanyakan. Perbedaan status sosial bs menjd satu tembok pemisah antara anggota komsel, sehingga terjadilah grup-grup kecil di dalam komsel itu. Menang adalah hak tiap org untuk mau berteman dg siapa dia mau berteman, tapi semua orang Kristen, adalah satu keluarga Tuhan, harus dikasihi dan didampingi utk bertumbuh dlm kerohaniannya.

Adakah petobat baru yang perlu didampingi supaya dia mudah menyatu dalam jemaat? Atau adakah org yg butuh didampingi untuk bs lebih aktif dlm komsel? Kita bisa menjadi pendamping yg penuh kasih.

Posted in Renungan | Comments Off on Butuh Perantara

Bukan Karena Perbuatan Benar Kita

DI 17102024

Titus 3:5 ILT3
bukan atas dasar perbuatan-perbuatan yang ada dalam kebenaran yang telah kita lakukan, melainkan berdasarkan rahmat-Nya, Dia telah menyelamatkan kita melalui permandian kelahiran kembali dan pembaruan Roh Kudus,

Dalam bbrpa hal memang sulit bagi kita utk membedakan antara sesuatu itu ialah sebab ataukah akibat, perlu suatu ketelitian supaya kita dapatkan ttg kebenarannya.

Kita diselamatkan karena rahmat/karunia dr Tuhan, karena kita sbg manusia berdosa tdk dapat menyelamatkan diri kita sendiri walau dgn kita berbuat banyak kebaikan sekalipun. Kalau ada kalangan lain yg pemahamannya berbeda dgn pemahaman Kristen, itu adalah kebenaran versi mereka sendiri, dosa dapat ditutup oleh perbuatan baik? Bau bangkai bs ditutupi oleh bau parfum wangi? Dlm Kristen dijelaskan dlm ayat ini bhw kita berbuat yg benar itu bukan penyebab kita diselamatkan, tapi akibat dr kita menerima keselamatan dr Tuhan. Sederhananya spt ini: kita memakai seragam suatu sekolah karena memang kita ini terdaftar sbg murid di sekolah itu. Akibat kita sdh terdaftar sbg murid, maka kita pakai seragam sekolah di mana kita terdaftar. Jadi bukan karena kita pakai seragamnya lalu bs jadi murid di sekolah itu. Jadi karena sudah menerima keselamatan dr Tuhan, kita harus berbuat yg benar dan yg baik.

Cukupkah hanya dibaptis air saja untuk kita diselamatkan? Ternyata tidak, dr ayat ini ada satu proses lagi yg perlu kita lalui yaitu kita harus diperbaharui oleh Roh Kudus. Yg lama dr hidup kita yaitu kehidupan dlm dosa, hrs diubah menjd hidup dlm kebenaran. Sesuatu yg baru biasanya lebih baik kualitasnya drpd yg lama, ada update yg dikerjakan sehingga yg baru ini lebih baik drpd yg lama. Bgmna cara Roh Kudus membaharui kita? Pertama, yg dibaharui adalah level kekudusan kita, ini yg disebut dgn proses pengudusan, jika dulu diperhamba dosa, skrg menjd hamba Tuhan dan hamba kebenaran, menanggalkan yang lama dan mengenakan manusia baru. Kedua yaitu pikiran atau akal budi kita diperbarui dg terus menerus sehingga kita memiliki pikiran yg ada dlm Kristus Yesus. Yg kita buat lahir dr apa yg kita pikirkan. Pertobatan kita harus disertai dgn pembaharuan cara berpikir kita yg menyesuaikan dgn pikiran Kristus.

Kita berbuat yg benar dan baik sbg akibat dr kita menerima keselamatan, karena kita tdk mgkin diselamatkan karena perbuatan baik yg kita lakukan.

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Karena Perbuatan Benar Kita

Kejujuran Lebih Mulia

DI 16102024

Pengkhotbah 12:10 ILT3
Pengkhotbah mencari untuk menemukan kata-kata kesenangan, namun kata-kata kebenaran itulah kejujuran yang tertulis.

Kata-kata manis, sesuatu yg menyenangkan utk didengar, namun tdk semua kata manis itu berisi kejujuran, sebagian justru berisi hal atau kata yang tdk jujur dan hanya bertujuan supaya org lain senang.

Penulis kitab pengkhotbah berusaha supaya tulisannya berisi kata-kata kesenangan, tapi pada akhirnya dia justru menulis ttg kata yg isinya kebenaran, dan menurut dia, kejujuran yg dia miliki adalah ketika dia lebih memilih menulis ttg yang benar atau kebenaran, drpd kata-kata yg menyenangkan saja. Kebenaran blm tentu menyenangkan bagi org lain, ada kebenaran yg membela kita, tapi sebaliknya, ada kebenaran yg mengungkap keburukan, kelemahan kita. Sebagian org mengabaikan kebenaran karena ingin tetap hidup di dalam apa yg dia anggap bs menyenangkan hati & pikirannya. Karena kebenaran itu membuat jelas sebuah tindakan, apakah itu termasuk dosa atau tdk, jadi sebagian org memilih utk tdk usah tahu ttg kebenaran supaya apa yg dia sukai bisa terus dilakukan karena dalam pikirannya yang dia perbuat itu bukan dosa.

Hampir semua org berkata sulit utk berkata dan bertindak secara jujur, banyak alasan yg dikemukakan, misalnya: tekanan situasi, dlm budaya itu dianggap normal, kalau jujur nanti malah merugi, bahkan ada sebagian org yg memberi label ‘bohong putih, bohong untuk kebaikan’, dsbnya. Arus dunia memang dgn derasnya menarik org itu berpikir bhw kalau nanti jujur, justru bs terjd banyak hal buruk di dlm kehidupan. Mana yg kita pegang dengan teguh sbg pedoman: apa kata dunia ataukah apa kata Tuhan? Pemahaman duniawi akan membuat hal berdosa menjd hal yg normal utk dilakukan. Yg dilarang Tuhan justru akan dibolehkan oleh pemikiran duniawi. Pikiran bhw Alkitab itu ‘kuno’ dan kurang sesuai dgn peradaban yg makin modern, akan berusaha utk terus ditanamkan dalam pikiran generasi ke generasi, sehingga org akan hidup sesuai dgn apa yg dia anggap benar, bukan apa yg adalah kebenaran Tuhan.

Siapa yg mau kita senangkan, diri kita atau Tuhan? Lebih memilih kata-kata kesenangan ataukah kebenaran Tuhan? Level kejujuran kitalah yg akan menjawabnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Kejujuran Lebih Mulia

Tuhan Yang Mengizinkan

DI 15102024

Yohanes 1:51
Lalu kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.”

Karunia penglihatan, bagi sebagian org yang ‘tergila-gila’ mengejar karunia, adalah suatu karunia yg spektakuler, bila memilikinya, dia akan menjd org yg paling dicari-cari, karena tdk semua org memilikinya.

Mana yg lebih Anda sukai: hamba Tuhan yg khotbahnya sesuai firman Tuhan, atau yang berkarunia bernubuat, mengusir roh jahat, & sejenisnya? Sebagian org berpikir yg penting bs tahu masa depan, jadi bs dipikirkan cara utk menyikapinya, yg penting sembuh total, yg penting ini dan itu … Khotbah yg bagus itu banyak hamba Tuhan yg bisa melakukannya, tp yg melakukan mujizat, itu jarang ada. Apa yg hrs kita cermati ttg hal ini? Dalam ayat yg kita baca, Yesus mengatakan bhw Natanael, salah satu murid-Nya, dia akan bisa melihat ‘alam roh’, sesuatu yg tdk terlihat oleh mata jasmani biasa. Jadi di sini kita pelajari bhw Tuhanlah yg menentukan siapa yg Dia beri kemampuan utk bs melihat ‘alam roh’, hal ini jg bs kita lihat pd peristiwa Tuhan membuka mata Gehazi utk bs melihat ‘dunia roh’ ketika saat itu mereka akan berperang (2 Raja-Raja 6:17). Jadi jelas bhw org yang punya karunia penglihatan, dia dipilih Tuhan dan diberikan kemampuan utk melihat dunia roh.

Kedaulatan Tuhanlah yg membuat seseorg bisa memiliki karunia tertentu, ini kita lihat di dalam ayat berikut ini: “Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yg sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap org secara khusus, spt yg dikehendaki-Nya. (1 Korintus 12:11). Adalah sesat pikir kalau menganggap semua org bs memilki karunia penglihatan dgn cara-cara tertentu, puasa & berdoa sekian hari, tumpang tangan hamba Tuhan supaya karunia mereka bs ikut turun dlm diri kita, dsbnya. Hati-hati! Karunia dari Tuhan tdk bs ‘dibeli’, contoh yg bisa kita lihat adalah dari kisah ini: “Tetapi Petrus berkata kepadanya: “Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. Tdk ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tdk lurus di hadapan Allah. (Kisah Para Rasul 8:20-21). Kalau Tuhan tdk memilih, seseorg tdk mungkin bs memiliki karunia itu.

Hati-hati dengan pengajaran yg terlihat bisa masuk logika tp ternyata bukan berdasar pd kebenaran firman Tuhan, bentengi diri kita & miliki pengetahuan kebenaran yg sumbernya dari firman Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Yang Mengizinkan

Mengapa Yesus Dibaptis?

DI 14102024

Matius 3:13, 15
Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanes pun menuruti-Nya.

Sebagian kalangan mempertanyakan: kalau Yesus itu Tuhan, kenapa Dia dibaptis? Untuk mencari jawaban ttg ini, ada bbrpa hal yang perlu kita ketahui terlebih dahulu.

Pertama, baptisan Yohanes Pembaptis pny tujuan khusus yaitu: “Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api”.
(Matius 3:11). Jd tujuan baptisan Yohanes Pembaptis ini sbg tanda pertobatan dr dosa, tapi Yesus kan tdk berdosa, knpa Dia minta utk dibaptis? Saat itu Yesus dlm wujud seorg manusia biasa, dlm tubuh jasmani-Nya, kita kenal ada yg disebut ‘dosa asali’ yang secara umum dimiliki oleh semua manusia karena dosa Adam: “Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang karena semua orang telah berbuat dosa”. (Roma 5:12). Dosa asal atau asali inilah yg perlu ‘dibereskan’, dan ini terjd melalui satu baptisan.

Jadi, sblum dibaptis, apakah Yesus berdosa dan karena itu perlu dibaptis? Tubuh jasmani Yesus berasal dr kandungan Maria, di dalam tubuh jasmani ini memang ada ‘dosa asali’, tp Yesus sendiri tidak berbuat dosa apapun sepanjang hidup-Nya. Jadi memang ada dua jenis asal dosa, yaitu dosa asali krena Adam berdosa, dan dosa yg dilakukan oleh orang itu sendiri. Jadi sejak dilahirkan, Yesus tetap sbg manusia pd umumnya, bukan bayi atau anak yg ‘sakti’, Dia mengungsi ke Mesir saat Herodes ingin membunuh Dia (Matius 2:13). Di sinilah kita hrs memahami bhw yg Yesus alami sebelum dibaptis Yohanes Pembaptis adalah Dia tdk melakukan dosa apapun, tapi di dlm tubuh jasmani-Nya ada ‘dosa asali’ yg berasal dr Adam secara turun temurun. Dia dilahirkan sama spt manusia pd umumnya, tp sejak Dia lahir hingga terangkat ke surga, Dia tdk pernah berbuat dosa. Hal ini sedikit sulit dipahami, tp inilah kebenaran yg perlu utk kita ketahui.

Mungkin saja ada doktrin yang berbeda dari apa yang dijabarkan ini, peganglah apa yang benar dan berdasar pd kebenaran Alkitab, ini hanyalah sebuah perenungan.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengapa Yesus Dibaptis?