Menjaga Jalan Hidup

DI 09122024

Amsal 16:17 ILT3
Jalan orang jujur menyimpang dari yang jahat, siapa yang menjaga jalannya dialah yang memelihara jiwanya.

Menjaga jalan berarti berjalan di jalur yang tepat dan mengendalikan langkah untuk tdk keluar dr jalur hingga akhirnya tersesat dan tdk sampai pd tujuan.

Apa yg membuat langkah seseorg bs keluar dari jalurnya? Menyimpang dr jalan yg benar dlm ayat ini dikarenakan kejujuran seseorg. Selama dia jujur, dia menyimpang dr apa yg jahat, artinya begitu tahu jalan yg ada di dpn itu jahat, dia melangkah menghindarinya dan tetap berjalan di jalan yg benar. Berarti harus punya informasi dan pengetahuan yg cukup utk menilai sesuatu itu jahat atau tdk, dapat membedakan mana yg benar dan mana yg salah. Tetapi sebagian org sudah tahu jalan itu salah dan jahat, memilih untuk berjalan di atasnya, sengaja melakukan dosa karena dia bs menikmatinya, suka akan dosa itu. Orang spt ini sulit berkomitmen utk hidup benar di hadapan Tuhan, mau hidup kudus tp dalam pikirannya, hal itu adalah sebuah hal yang mustahil utk dia lakukan, mencari alasan yg kelihatannya masuk akal dan bs diterima dg logika manusia, mencari pembenaran untuk terus hidup dlm dosa.

Menjaga jalan kehidupan kita berpengaruh pd keselamatan jiwa kita. Sengaja terikat dg judi misalnya, maka nantinya semua bs dia jual demi berjudi hingga akhirnya jiwanya jg terancam karena dikejar hutang. Terikat dgn narkoba, hawa nafsu kedagingan, dsbnya, ini semua pd ujungnya akan mengancam jiwa & nyawanya. Kesehatan fisik pasti terganggu & nantinya masuk neraka dlm kekekalan. Jaga langkah hidup kita, jgn menyimpang ke jalan yg jahat, nilai dgn sebaik-baiknya langkah yg ingin kita jalani dlm kehidupan kita, mengkin kelihatannya jalan itu baik dan indah, namun ternyata ujungnya adalah maut. Jangan kita hanya ‘percaya’ dgn mata jasmani kita, yang kelihatan baik belum tentu baik, karenanya pertimbangkan bukan hanya berdasar pada apa yg kita lihat, tetapi pertimbangkan juga dgn hati nurani, bertanya pd Tuhan haruslah menjd sesuatu yg kita lakukan sebelum mau memutuskan langkah apa yg akan kita ambil dan jalani.

Jaga langkah hidup kita supaya hidup kita ini baik keadaannya di dunia hingga akhirnya kita menikmati kekekalan bersama Tuhan di surga nantinya.

Posted in Renungan | Comments Off on Menjaga Jalan Hidup

Takut Akan Tuhan

DI 07122024

Amsal 15:33
Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan.

Bagaimana org berhikmat itu dididik? Bukan dgn banyak mempelajari pengetahuan saja, tapi jg dididik dgn harus memiliki takut akan Tuhan di sepanjang hidupnya.

Takut akan Tuhan itu harus sepanjang hidup kita, karena Tuhan itu ada di mana-mana, Ia kekal dan suatu saat kita semua akan ada di dlm kondisi di mana pertanggung jawaban dr setiap kita akan diminta oleh Tuhan. Yang bs kita cermati adalah apakah ketika benih dosa mulai menggoda iman, kita takluk atau justru nenang atasnya? Ibarat pencuri yang sudah sadar banyak CCTV di lokasi tp tetap nekad mencuri jg. Mengapa akhirnya orang nekad berbuat dosa walaupun dia sadar bhw mata Tuhan ada di mana-mana dan melihat semua yg diperbuatnya? Rasa takut berdosa telah ditaklukkan oleh sesuatu yg lebih besar artinya ada sesuatu yang lebih ditakuti drpd Tuhan itu sendiri. Apakah itu hukuman dari manusia, mengejar materi dunia, dsbnya. Yg perlu kita tanyakan juga pd diri kita pribadi: masihkah takut akan Tuhan itu ada dlm diri setiap kita? Ataukah ada sesuatu yang lebih kita takuti drpd Tuhan?

Kerendahan hati mendahului kehormatan, ini berarti seseorg yg terhormat pasti dia punya kerendahan hati. Terhormat bukan hanya dia kaya, tp terhormat karna memiliki nama baik dan karakter yg mulia. Perbuatannya terpuji dan banyak org menyukai sikap & tindakan yg diperbuatnya. Rendah hati tentu beda dgn pura-pura merendahkan diri, seumpama bisa dibedakan antara pakaian dgn kulit, pakaian bs diganti tp kulit itu menyatu dg tubuh, tdk pura-pura rendah hati, inilah orang yg selalu bs dirasakan ketulusan & ringan tangannya, peduli dan memberikan manfaat positif bagi lingkungan di mana orang ini berada. Belajar utk selalu rendah hati, ganjarannya nanti kita akan punya kehormatan di mata banyak org, tdk ada celah bagi org lain utk menjelekkan kita, menjd berkat, bukan menjd beban, saat kita hadir orang menyambut kita dgn tangan terbuka, tdk berpikir bhw kita org yang selalu menimbulkan masalah di mana-mana.

Jadilah org yg takut akan Tuhan dan punya kerendahan hati yg murni, mengasihi dengan tulus, tdk berpura-pura, menjd berkat selalu di manapun kita berada.

Posted in Renungan | Comments Off on Takut Akan Tuhan

Memberi Jawab Yang Baik

DI 06122024

Amsal 15:28
Hati orang benar menimbang-nimbang jawabannya, tetapi mulut orang fasik mencurahkan hal-hal yang jahat.

Salah memberi jawaban bisa mempengaruhi situasi yg ada, membuat kita dalam keadaan yg terjepit hingga membuat org lain merasa tdk nyaman bahkan terpojokkan.

Jawaban memang keluar lewat perkataan, tp sebelum itu terjd, pikiran dan hatilah yang berpikir ttg apa yg akan dikatakan. Jadi ada 2 penentu jawaban kita: apa yang dihasilkan dr pikiran kita dan bagaimana hati kita untuk menimbangnya, akan jadi jawaban kita atau tdk. Menimbang jawaban itu spt seorang yg sdg bermeditasi, merenungkan sangat dlm apa yg akan jadi jawaban, dampak apa yang mgkin bs timbul dr jawaban itu. Ibarat seorg yg belajar bgmna menyusun perkataan yang baik dan nyaman di telinga. Namun pastinya jawaban kita haruslah yg jujur sifatnya, bisa dipercayai dan tdk mencemari nama baik yg kita miliki sebelumnya. Akuilah kesalahan.yg memang telah kita lakukan walaupun resiko yg hrs kita tanggung itu berat, kalau bohong demi tdk terkena resiko dan akibatnya, yang kita lakukan adalah membodohi diri sendiri dan nantinya kita menjd terbiasa berbohong di masa depan.

Belajar bgmna memberi jawaban, ini adalah sesuatu yg berkaitan dgn kedewasaan umur dan rohani kita. Kata yg patut diingat dalam ayat ini adalah ‘orang benar’ yg dibandingkan dgn org fasik atau org munafik. Org benar bs buat salah, bs berbuat dosa, tp tidak dengan sengaja berbuat kesalahan dan dosa, punya kesadaran utk memperbaiki diri. Org benar biasanya jg menyukai kebaikan & kebenaran sehingga pola pikirnya selalu ttg semua yg baik dan membawa damai, tdk ingin punya masalah dgn org lain, dan tidak ingin menjd org yg menimbulkan masalah. Berkata jujur memang ada resikonya, tp itulah yang Tuhan inginkan dr kita. Berilah jawaban dg intonasi nada yang menyejukkan, butuh penguasaan diri dan ketenangan pikiran yg jernih. Jangan berkata kasar, jorok bahkan kebohongan di saat kita memberikan jawaban, perkataan yg kita ucapkan menggambarkan apa isi yg ada dalam hati kita: yg baik atau yg jahat.

Org benar memperhatikan ‘kesehatan’ hati & pikirannya, tdk akan membiarkan apapun yg ‘kotor’ dan jahat mempengaruhi dirinya, tidak ingin melukai hati org lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Memberi Jawab Yang Baik

Punya Sahabat

DI 05122024

Amsal 14:20 ILT3
Orang miskin bahkan dibenci oleh sesamanya, tetapi orang kaya memiliki banyak sahabat.

Apa jawaban kita kalau ditanya: lebih enak mana, punya teman miskin atau yang kaya? Logikanya pasti lebih enak punya teman yg kaya, paling tdk ya dia bukan org miskin.

Org miskin bahkan dibenci oleh sesamanya, mengapa? Yg ada dlm pikiran org umum ttg orag miskin biasanya berhubungan dgn hal hutang piutang, sering minta tolong, susah diajak bersosial, dsbnya. Dijauhi supaya jgn mengganggu dgn kesusahan mereka. Mgkin sebagian org malu punya teman org miskin, bangga kalau punya teman yg kaya. Tentu tdk semua org miskin itu bercitra buruk, ada jg org miskin tetapi berusaha utk mengubah hidupnya tanpa menyusahkan org lain. Pada kondisi kita mengenal ada orang yg miskin, bgmna sikap kita? Menjd bebankah? Tidak mendongkrak status sosial kita? Menjauhi atau tetap membiarkan mereka dekat pada kita? Perkataan Yesus yang perlu kita ingat: “Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu (Markus 14:7).

Org miskin menurut Yesus adalah golongan org yg bisa kita tolong, tapi dgn syarat bhw kita berkeinginan utk menolong mereka.Dgn kata lain, Tuhan menghadirkan orang miskin sbg obyek praktek kita dalam hal mengasihi, karena mengasihi itu butuh obyek kasihnya, butuh org yg menerima kasih kita. Jadi jgn menjauhi mereka dgn menganggap mereka itu layaknya barang yg sdh tdk berguna lagi, hanya menyusahkan dan tidak memberikan keuntungan apa-apa bagi kita. Ingatlah pada penjelasan ttg pemisahan kambing & domba dlm Matius 25:31-46, ada saatnya Yesus pd posisi org yg hina dlm pandangan manusia, yg kita lakukan terhadap mereka yg hina, itu diperhitungkan spt kita memperlakukan Dia scra langsung: “Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (ay 40).

Jgn memandang harta dlm bersahabat, jika status sosial kita lebih baik dr org lain, pakai itu utk menjd berkat bagi sesama, karena bs saja Yesus memposisikan diri-Nya di posisi mereka saat ini.

Posted in Renungan | Comments Off on Punya Sahabat

Taurat dan Orang Kristen

DI 04122024

Galatia 5:18
Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.

Hukum Taurat, bagaimana posisinya dalam hidup org Kristen? Apakah perlu melakukan dan mentaati semua aturan di dalamnya? Ini masih menimbulkan perdebatan, namun kita lihat apa yg Alkitab catat ttg ini.

1. Taurat di zaman gereja mula-mula tidak diwajibkan berlaku untuk kalangan orang percaya yg bukan Yahudi setelah adanya ajaran yg memaksa utk bersunat:

Kisah Para Rasul 15:28-29
Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini:
kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat.”

2. Kita hidup di bawah hukum kasih karunia:

Roma 6:14
Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.

Galatia 5:3
Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat.

Hanya org bersunat yg wajib melakukan apa yg ada dlm hukum Taurat, sedangkan gereja mula-mula sudah melarang pemaksaan org non Yahudi yg bertobat utk bersunat

3. Jika kita memilih terikat dengan hukum Taurat, kita lepas dari Kristus:

Galatia 5:4
Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.

Jadi kita harus memahami bahwa posisi dari hukum Taurat bagi org Kristen adalah bahwa hukum Taurat hanya Tuhan berikan pd orang Israel saja di zaman Musa, sewaktu mereka keluar dari Mesir.

Jadi bagaimana kita memandang hukum Taurat di dalam keseharian hidup kita?

Sebagian isi dari hukum Taurat memang ada yg sejalan dgn nilai moral secara umum, dlm hal menghormati orgtua, jgn mencuri, jangan membunuh, dsbnya. Kita sbg ‘Gentiles’ yaitu org bukan Israel atau bukan Yahudi, tentunya tdk terikat oleh hukum Taurat, namun tentu sesuatu yg baik ketika melakukan hal yang sama spt yg ada di hukum Taurat, tapi pasti kita tidak perlu melakukan seluruh isi hukum Taurat yg ada. Kalau ada kalangan tertentu yg memilih melakukan banyak aturan yg ada dlm hukum Tuhan, hargai dogma keyakinan pribadi mereka, jika diperdebatkan tentu ini akan menimbulkan perdebatan sengit yang tdk akan usai. Kita yg tahu ttg kebenaran dr ayat-ayat di atas, jadikanlah itu pedoman yg kita yakini, karena gereja mula-mula hingga gereja zaman ini berdasar pada pengajaran para rasul dan bapa-bapa gereja, bukan dari hukum Taurat.

Posted in Renungan | Comments Off on Taurat dan Orang Kristen

Pola Pikir Daging

DI 03122024

Roma 8:6 ILT3
Sebab pola pikir daging adalah kematian, tetapi pola pikir Roh adalah kehidupan dan damai sejahtera.

Pola pikir kita mempengaruhi tindakan dan perkataan yg keluar dari diri kita, bagaimana sikap kita meresponi sesuatu, menentukan prinsip apa yg akan kita jadikan dasar hidup.

Rasul Paulus menjelaskan ada 2 jenis pola piki yaitu pola pikir daging & pola pikir Roh, keduanya sama sekali berbeda. Pola pikir daging mengarah pd kematian, sedangkan pola pikir Roh mengarah pd kehidupan dan damai sejahtera. Pola pikir ‘daging’ berpikir ttg apapun dilihat dr sudut pandang ‘daging’ yaitu kehidupan manusia hanya selama ada di dunia saja, manusia telah berdosa, semua org juga berdosa, jadi wajar kalau dosa akan terus diperbuat oleh manusia hingga waktu meninggal nantinya. Pola pikir ‘daging’ akan selalu berpihak pd menyenangkan manusia saja, tak peduli apakah menyenangkan atau justru menyakiti hati Tuhan. Tak salah jika ada org yg terus menerus hawa nafsu dosa dlm dirinya ‘dirangsang’ utk pd akhirnya jadi sebuah keinginan berbuat dosa yg kemudian berwujud menjd perbuatan dosa. Dosa yang tdk dibereskan di hadapan Tuhan akan jadi sebuah ketentuan bhw kita akan mengalami kematian kekal: neraka.

Pola pikir Roh adalah kehidupan dan damai sejahtera, pola pikir yg tidak hanya berpikir ttg kehidupan di dunia saja, tetapi bgmana nantinya setelah kematian fisik terjd. Pola pikir Roh tdk hanya berpikir bgmna agar kita bs hidup bahagia di dunia, tetapi bagaimana kita jg berbahagia setelah kematian jasmani kita terjd. Pola pikir Roh selalu memikirkan semua yg mendatangkan damai sejahtera, mengendalikan emosi spya jangan sampai terjd pertengkaran yg bs mengarah nyawa terhalang, berusaha bersikap adil agar tdk ada yg merasa teraniaya atau diperlakukan tdk adil. Intinya adalah pola pikir Roh akan memimpin kita berpikir sebagaimana Tuhan berpikir atas hidup manusia. Tuhan tdk ingin yg buruk terjd atas hidup kita, tapi Dia akan merancang yg indah dan terbaik tanpa ada nasib buruk di dalamnya. Pola pikir Roh ini akan mengutamakan kasih sebagai dasar hidup, bukan hawa nafsu dosa.

Pola pikir mana yg sedang kita pakai dalam kehidupan kita? Mulailah aktifkan pola pikir Roh, yg mengarahkan langkah hidup kita pd kehidupan kekal dan damai sejahtera.

Posted in Renungan | Comments Off on Pola Pikir Daging

Merusak Hidup Sendiri

DI 02122024

Yeremia 25:7 ILT3
Namun kamu tidak mendengarkan Aku,” firman YAHWEH, “Karena itu kamu membangkitkan murka-Ku dengan perbuatan-perbuatan tanganmu, untuk kemalanganmu.”

Mengapa seseorg mengalami nasib buruk? Ayat di atas bisa menjawab pertanyaan ini, dan penyebabnya adalah bukan di Tuhan, tp karna kesalahan manusia itu sendiri.

Kita mengalami nasib buruk: pertama, karna tdk mendengarkan firman Tuhan. Ini terjadi karena kita berpikir bahwa firman Tuhan itu sudah tdk relevan lagi dgn kehidupan nyata kita sehari-hari. Dimulai dr penyesatan pola pikir bhw beribu-ribu kali kita melakukan hal yg salah atau itu adalah dosa, Tuhan selalu akan mengampuni kita. Org yang berpikir spt ini pasti tdk punya takut akan Tuhan, dengan sengaja meremehkan kemurahan dan kasih karunia Tuhan yang berlimpah. Rasul Paulus dgn tegas mengingatkan ini: “Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya? (Roma 6:1-2). Jadi dengarkanlah firman Tuhan, bukan hanya khotbah, tetapi suara Tuhan lewat suara hati nurani, Alkitab banyak mencatat firman Tuhan untuk hidup kita.

Kedua, perbuatan kitalah yg membuat Tuhan menjd murka, perbuatan yg keji, kejam, dan menyulut murka Tuhan turun dlm hidup kita, sengaja memprovokasi supaya Tuhan marah dan bukankah itu suatu sikap menantang yg sengaja ditujukan pd Tuhan? Sikap seorang yg menyukai dosa jelas dia ingin keluar dari kasih karunia Tuhan, memberontak ingin dia lepas dr hukum Tuhan. Spt seorg anak yang dewasa, mulai bs mandiri, kuat finansial, dia mulai berpikir sudah saatnya lepas, bebas dr pengawasan orgtuanya. Mulai merasa punya harga diri dan gengsi yg tinggi, lupa diri bhw dia tdk mgkin ada di dunia tanpa dilahirkan oleh ibunya, tdk mgkin waktu kecil mampu membesarkan dirinya sendiri. Fisik orangtua yg mulai melemah, terasa menjd beban, dan kemudian ‘membuang’ orgtuanya dgn cara halus, perbuatan ini bukankah mirip dengan org yg tdk takut akan Tuhan? Akibatnya dlm hidupnya akan banyak kemalangan yg nanti pasti dialaminya.

Jangan melawan Tuhan! Sekalipun kita bisa menjd org hebat dan terpandang di dunia, itu semua jg ada andil Tuhan di dalamnya, bkn 100% kemampuan diri kita sendiri.

Posted in Renungan | Comments Off on Merusak Hidup Sendiri

Membantu Kebutuhan Orang Kudus

DI 30112024

Roma 12:13 ILT3
dengan berbagi dalam kebutuhan orang-orang kudus, dengan mengupayakan keramahan.

Siapakah orang-orang kudus yg dimaksud di dlm ayat ini? Apakah itu jemaat Tuhan? Atau org yg tanpa dosa? Pemahaman yang benar akan membuat kita memahami ayat ini dgn tepat.

Kita hrs kembali melihat sesuai zaman saat surat Paulus ini ditulis utk jemaat Roma, kita jg perlu memahami bhw salah satu arti kata kudus adalah dipisahkan atau dikhususkan secara sengaja, maka bisa kita pahami yang dimaksud dgn org-org kudus adalah mereka yg hidupnya banyak melibatkan diri melayani kebutuhan jemaat gereja mula-mula. Ada jg istilah ‘org percaya’ yg merujuk secara umum mereka yg beriman pd Kristus. Petobat baru perlu dilayani kebutuhannya dgn baik, pasti mereka datang dr level perekonomian yang beragam, ada yg miskin, menengah maupun yg kaya, yg miskin inilah perlu mendapatkan pelayanan kebutuhan secara finansial, maka kita mengenal ada istilah ‘pelayanan meja’, yg umum dikenal sbg pelayanan diakonia. Di dlm pelayanan inilah terjd saling menolong dlm memenuhi kebutuhan, tentu ada kriteria khusus bagi siapa yg layak dilayani diakonia sesuai dgn keadaan mereka.

Org-org kudus yg melayani untuk memenuhi kebutuhan jemaat yg berkekurangan inilah yg patut mendapat support dari sdr seiman lainnya, karena mereka jg punya kebutuhan. Ayat ini mengajak jemaat di Roma utk turut ambil bagian dlm pelayanan ini, terlibat dan aktif mendukung pelayanan org-org kudus, baik yg ada di Roma maupun di tempat lain. Contohnya: “Dan para murid, masing-masing dari mereka menetapkan sesuatu, sesuai dengan yang ia mampu, utk mengirimkannya sebagai diakonia kepada saudara-saudara yang tinggal di Yudea, yang telah mereka lakukan juga terhadap para tua-tua ketika mengirimkannya melalui tangan Barnabas dan Saulus” (Kisah Para Rasul 11:29-30 ILT3). Ini sesuatu yg sangat mencerminkan bhw pengikut Kristus benar-benar memiliki kasih yg nyata, bukan sekedar ucapan saja. Di zaman sekarangpun, kita bs melakukan ini terhadap para org kudus.

Tdk semua org kudus berasal dr kalangan yg berkelimpahan, ketulusan mereka patut utk kita hargai, berbagilah dgn mereka dgn turut mensupport bahkan terlibat dlm pelayanan diakonia.

Posted in Renungan | Comments Off on Membantu Kebutuhan Orang Kudus

Kasih Jangan Munafik

DI 29112024

Roma 12:9
Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.

Pernah mengalami pura-pura dikasihi? Satu hal yg menyakitkan kalau kita ditipu orang yg kita pikir sangat mengasihi kita, tetapi kasih org itu ternyata kosong, malah kita dirugikan banyak olehnya.

Waspada dgn org-org terdekat kita! Banyak peristiwa kejahatan dilakukan oleh org yang terdekat, bisa menyimpan dendam puluhan tahun demi suatu saat membalas dendam & menghancurkan org yg dibencinya. Perlahan namun pasti org itu berusaha membangun kepercayaan sehingga tdk dicurigai, di saat itulah rencananya mulai berjalan dan tanpa disadari, semuanya sudah terlambat. Mulai dari merampas harta, kedudukan, hingga yg menjd kebahagiaan seseorg. Di ayat ini kita diperingatkan bhw mengasihi itu bisa dalam wujud pura-pura mengasihi. Pelakunya bisa terlihat sangat baik, sering memuji, bermulut manis dan berusaha dekat dgn kita. Istilah ‘dekat karena ada maunya’, pantas untk jadi sebuah peringatan utk org-org yang sedang berusaha utk mendekati kita. Politik saling menjelekkan atau ‘adu domba’, menjd satu strategi yg perlahan namun pasti telah terjd dan akhirnya terungkap.

Mengasihi itu hrs dgn ketulusan, bukan ada maunya. Dlm dunia dagang dan bisnis, yang terjd ialah berusaha membangun hubungan demi bs menjalin suatu kerjasama atau bisa mendapatkan transaksi yg menguntungkan. Ini masih dlm batasan normal tentunya, dlm hal apapun, membangun hubungan itu amat penting utk dilakukan. Namun akan berbeda jika yg sedang terjd adalah kompetisi, perlu kewaspadaan jg dlm hal berbisnis dan juga berdagang. Dlm Alkitab, kisah Absalom dan Amnon, anak-anak Daud, Absalom menahan diri demi bs membunuh Amnon karena dia dendam adiknya, Tamar, telah ditiduri oleh Amnon (2 Samuel 13:32). Kadang niat jahat menyamar sbg sebuah keramahan, dendam menyamar sbg sebuah keintiman, waktulah yg akan membuktikan semuanya, siapa yang mengasihi dgn tulus dan siapa yg pura-pura saja mengasihi kita. Waspada bukan artinya langsung mencurigai, tp mengamati situasi dgn pikiran jernih.

Kasihilah sesama dgn ketulusan, artinya tdk ada niat jahat yg terselubung, mengasihi dan tdk berharap balasan, mengasihi bkn karena ada maunya saja.

Posted in Renungan | Comments Off on Kasih Jangan Munafik

Persembahan Yang Hidup

DI 28112024

Roma 12:1
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Persembahan yang hidup, sesuatu yg menjd sesuatu yg berbeda dg syarat persembahan menurut Taurat, dan ini sesuatu yg perlu utk kita pahami secara benar.

Dlm terjemahan KJV, kata persembahan ini sebenarnya adalah ‘sacrifice’ atau korban. Jadi keduanya berbeda, persembahan ialah sesuatu yg dibawa utk dipersembahkan, dan korban adalah jenis persembahannya yg dlm peruntukkannya utk dikorbankan sbg syarat tertentu. Dalam Taurat kita mengenal bnyk jenis persembahan, dan yg dipersembahkan jg ditentukan oleh Tuhan. Jadi apa makna dr mempersembahkan tubuh? Bukankah lebih dimengerti kalau yg dipersembahkan adalah hidup kita? Tubuh punya bentuk fisik, harus dijaga kesehatannya, kita perlu tubuh sehat supaya bs beraktifitas dgn baik dan lancar. Tapi apa istimewanya tubuh? Bukankah ini mengingatkan kita bhw tubuh ini tempatnya kedagingan dan hawa nafsu tinggal? Kalau utk dipersembahkan pd Tuhan, tdk boleh yg cacat dan hrs sesuai dgn syarat yang Tuhan telah tetapkan, supaya persembahannya itu diterima dan berkenan bagi Tuhan sehingga dampak dr persembahan itu akan dinikmati oleh kita.

Tubuh yg dipersembahkan, artinya dgn amat pentingnya kita ‘menyempurnakan’ tubuh ini menjd ‘sempurna’: menjadi kudus. Ini berarti kedagingan dan hawa nafsu negatif yg ada di dalamnya hrs disingkirkan. Dengan tubuh, kita banyak melakukan perbuatan dosa, dan Tuhan ingin tubuh ini kita gunakan bkn lagi utk terus menerus berbuat dosa, tetapi untuk beribadah pd Tuhan, menaklukkan tubuh kita utk tunduk pd kekudusan yg Tuhan inginkan, bukan hanya merdeka dr dosa, tetapi jg ada dlm kondisi yg sehat. Kekudusan tubuh, ini yg biasa kita kenal dgn ‘tahir’ yg sejalan dgn arti bersih. Tubuh harus tahir, jgn sengaja utk membiarkan penyakit bersarang di tubuh ini. Taklukkan kedagingan dan hawa nafsu yang negatif, spya tubuh ini menjd persembahan yang kudus dan berkenan di hadapan Tuhan. Hal ini Tuhan persamakan dgn ibadah, nilai yg tinggi dlm pengabdian kita pd Tuhan.

Apa yg kita hasilkan dari penggunaan tubuh kita? Harusnya ini jd perenungan kita selama kita hidup di dunia ini, tubuh perlahan pasti merosot kualitasnya, tetapi kita bs gunakan tubuh kita utk kemuliaan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Persembahan Yang Hidup