Seperasaan

DI 18092024

Roma 12:15
Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!

Saudara dlm iman, atau biasa disebut dg sdr seiman, seharusnya diwujudkan sbg sebuah hubungan dgn ikatan kekeluargaan, ditandai dgn kemampuan untuk merasakan perasaan yg dirasakan sdr seiman yg lain.

Melihat orang lain bahagia, sukses, diberkati lebih drpd kita, bisakah kita turut bersukacita bersama mereka? Harus bisa! Artinya hal ini bukan sebuah pilihan, tp sebuah keharusan yg kita terapkan dlm keseharian kita. Kalau hati kita gagal turut bersukacita, berarti ada masalah serius di dalamnya. Mgkin ada rasa iri, dengki, tdk puas dgn apa yang Tuhan beri, dsbnya. Kelihatannya mudah, tapi kenyataan yg ada, itu belum tentu semudah yg bisa kita pikirkan. Hati hrs murni dr apa yg jahat, rasa puas hrs ada pd kita, km mampu bersyukur di segala keadaan, barulah kita bisa dengan tulus ikut bersukacita dgn sukacita org lain. Perlu punya kesadaran spt kita sedang antri, org lain bs lebih dulu maju karena mereka ini telah lebih dulu ‘sampai’, tiap org berhak utk mendapatkan upah dr yg mereka lakukan. Di titik inilah kesabaran kita diuji, Tuhan tidak mgkin pilih kasih, Dia adil dan berdaulat utk melakukan apapun sesuai dg kehendak-Nya.

Menangis dgn org yg menangis, inipun suatu hal yg kelihatannya mudah tp belum tentu bs kita lakukan dgn tulus. Bayangan kita mgkin ini dlm hal kedukaan, ada anggota keluarga org lain yg meninggal, org yg kita kenal juga, kita bs mudah ikut menangis, tetapi kalau yg menangis itu org yg sedang kesusahan, yang sedang menghadapi kebuntuan, yg mencari kita utk minta pertolongan, apa reaksi kita? Ada pikiran yg menyuruh kita lebih baik utk menghindar, pasti org itu ingin pinjam uang dr kita misalnya, nanti repot terlibat urusan org lain, dsbnya. Yg kita katakan hanya jgn lupa berdoa dan berharap pd Tuhan, jangan putus asa, tetap kuat dlm Tuhan, tp kita tdk berbuat sesuatu sbg wujud pertolongan. Ini yg seringkali org lain memberi penilaian bhw org Kristen bnyk yg munafik, katanya penuh kasih, tp mana buktinya? Menangis dgn org yg menangis, mampu merasakan situasi yg sedang org itu alami, dan kita bertindak, bkn malah menghindar!

Jangan ada apapun yang jahat dlm hati kita, koreksi setiap hari, buang segala kotoran yg ada dlm hati kita, ingatlah hati itu tempat utk menyimpan semua yg baik, bkn sbg tempat sampah!

Posted in Renungan | Comments Off on Seperasaan

Masalah Waktu Saja

DI 17092024

Roma 12:11-12
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

Semua org punya masalah dlm hidupnya, yg hrs disadari adalah bbrpa masalah baru bisa dilewati setelah bertahan dlm jangka waktu yg tdk singkat.

Nasehat yg rasul Paulus berikan dlm ayat ini adalah bersukacita dlm pengharapan, sabar dalam kesesakan dan bertekun dlm doa. Yg pertama ialah bersukacita dlm pengharapan, artinya kita tahu bhw masalah yg kita hadapi itu ada masa akhirnya, mgkin lama tapi akan berakhir jg. Biasanya waktu suatu masalah itu spt kurva, diawali dgn ketegangan yg kini makin naik hingga memuncak, kemudian dg perlahan mulai turun dan suasana kembali normal. Kita punya Tuhan, berarti kita punya solusi dr masalah yg kita hadapi, itu alasan mengapa kita berharap pd Tuhan, percaya bhw ada solusi dan jg kemenangan, bs lelah tp tdk mundur dan terus maju. Lalu sabar di dlm kesesakan, tanah menjalani semuanya. Ini berarti kita tahu bhw masalah yg dihadapi adalah proses dr Tuhan utk mendewasakan kita, ada tujuan mulia Tuhan yg ingin Tuhan jadikan nyata dlm hidup kita, walau seakan Tuhan hanya diam saja, tapi sesungguhnya Dia jg memperhatikan kita.

Spt memasak suatu makanan, ada waktu di mana kita tinggal menunggu waktu supaya makanan itu matang dan layak disantap. ini yg kadang terlupakan dlm pikiran kita. Yang terlihat adalah keadaan makin buruk, makin sulit spt kurva yg makin memuncak. Tinggal masalah waktu saja, maka kita harus sabar dan tabah menjalaninya. Bukan menyerah tp berserah penuh pd Tuhan, kita lakukan yang kita bisa lakukan, hasilnya bagaimana, kita perlu menunggu waktunya. Kemudian kita hrs bertekun dlm doa, tetap berkomunikasi dgn Tuhan. Banyak orang mempersalahkan Tuhan ketika masalah itu datang, protes dan marah pd Tuhan, namun ini sikap yg keliru & merusak iman kita. Tuhan tidak mempersulit kita tetapi melatih kita utk lebih kuat, makin dewasa dan kualitas diri kita meningkat. Ini hal yang hrs kita pahami, tetap berdoa walau mgkin keadaan belum berubah, tinggal kita menunggu waktu, maka semua bs selesai.

Sabar dan tabah dlm menghadapi semuanya dalam masalah yg kita hadapi, kadang cuma masalah waktu saja, setelah waktunya tiba & terlewati, keadaan menjd normal kembali.

Posted in Renungan | Comments Off on Masalah Waktu Saja

Maunya Ajak Ribut Terus

DI 14082024

Mazmur 140:1-2
Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Luputkanlah aku, ya TUHAN, dari pada manusia jahat, jagalah aku terhadap orang yang melakukan kekerasan,
yang merancang kejahatan di dalam hati, dan setiap hari menghasut-hasut perang!

Pernah mengalami dimusuhi seseorang atau sekelompok org? Tiap hari selalu provokasi utk mengajak ribut atau ‘petang’, sudah tidak ditanggapi tapi masih terus memancing kita supaya emosi tak terkendali.

Apa reaksi terbaik kita? Biasanya khotbah yg kita dengar ttg ini adalah doakan dan berkati mereka yg memusuhi kita, ini memang benar dan ada dasar ayatnya. Tp bgmna dari sudut pandang Tuhan? Hal yg terlupakan dari kita adalah bhw org yg memusuhi kita, mungkin saja itu jg menjd ‘musuh’ bagi Tuhan, dalam hal ini agaknya sikap kita perlu ditambahkan dgn mengikuti sikap Tuhan terhadap ‘musuh’ yg memusuhi kita sekaligus musuh Tuhan jg pd kenyataannya. Musuh di sini bukan hanya org yg mengajak ribut mulut saja, tapi sudah pd level berbahaya: ingin menjatuhkan atau bahkan menghilangkan nyawa kita. Kadang kita tdk tahu seberapa kadar kebencian org lain terhadap kita, bencikah, dendamkah? Yg ada dlm hatinya, kita tdk tahu, apa yg sudah direncanakan terhadap kita, kita jg tdk tahu dan baru tahu setelah rencana itu sdh menjd satu kenyataan yg tdk kita sangka. Waspada itu perlu, apalagi dgn org-org di sekitar kita.

Tetap rancangkan yg baik terhadap org yang memusuhi bahkan dendam terhadap kita, itu firman Tuhan, tunjukkan kasih Kristus lewat perbuatan nyata. Tapi ingat bhw ada firman bhw pembalasan itu adalah hak-Nya Tuhan: “Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang. Saudara- saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan (Roma 12:17-19). Ini yg harus kita lakukan, biarlah bukan tangan kita yang membalas perbuatan mereka, tetapi Tuhan yg Mahaadil, hati kita hrs tetap penuh kasih dan mendoakan mereka supaya bertobat & diluputkan dr murka Tuhan.

Jangan ikut menjd jahat ketika ada orang yg merancangkan kejahatan terhadap kita, jgn kembali spt org duniawi, sadarlah kalau kita punya niat jahat, Tuhan akan berurusan dgn kita!

Posted in Renungan | Comments Off on Maunya Ajak Ribut Terus

Ujilah Aku, Tuhsn

DI 13092024

Mazmur 139:23-24 (TB)
Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;
lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!

Kata ‘ujian’ kadang kita pahami sbg 1 proses yg hrs kita lalui supaya kita lulus pendidikan yg kita jalani, itu karena pola pikir kita yang melekatkan kata ujian dgn sekolah.

Menguji sesuatu biasa dilakukan jg utk bisa menemukan unsur apa yg ada dalam cairan atau benda tertentu. Jadi kalau kata ‘ujian’ kita selalu kaitkan dgn ‘kelulusan’, itu sangat mempengaruhi pemahaman kita ttg doa yg Daud sampaikan pd Tuhan: “Ujilah aku”, ini spt antara ‘kelulusan’ masuk surga ataukah neraka, pdhal bukan itu yg Daud maksudkan. Daud ingin Tuhan menyelidiki hati & pikiran yg ada dlm dirinya, supaya bila ada yg jahat atau tdk berkenan bagi Tuhan, itu terungkap dan ada kesempatan utk bertobat. Lucunya lagi banyak org takut menyanyikan lagu yg kata-katanya diambil dr ayat yg ada dalam pasal ini. Sekali lagi berpikirlah kritis namun dewasa: ini bukan spt ujian kelulusan dalam pendidikan, tapi sebuah evaluasi diri secara dlm yg melibatkan Tuhan di dalamnya, kita hrs sadar kadang kita tdk jujur pd diri sndri dan menganggap diri kita sudah ‘baik’ dan cukup ‘rohani’.

Dlm Tuhan tdk ada dusta, ketika kita dengan kesadaran meminta Tuhan menguji kita dgn metode-Nya yg akurat, kita harus siap terima apa yg muncul dr pengujian yg Tuhan pakai. Spt saat kita datang ke RS atau klinik untuk mengetes darah ataupun lainnya, hasil yang muncul hrs kita sikapi dgn benar. Kadang dg mata jasmani kita melihat diri kita sehat, tapi dgn pengujian lab yg akurat, bibit penyakit & kemungkinan gangguan kesehatan lainnya bs diketahui lebih awal dan kita punya waktu utk mengatasinya. Daud berani meminta utk diuji oleh Tuhan, dia ingin dirinya murni dan tdk ada yg buruk dr dasar hatinya, dr pikiran dan semua yg tersembunyi dr manusia. Ini butuh suatu keberanian karena setelah diuji Tuhan dan hasilnya terlihat semuanya, kita harus jujur apa adanya, bertobat, membuang yg jahat dr diri kita. Diuji oleh Tuhan sangat baik bagi kerohanian kita, org yg takut diuji biasanya malah menjadi org yg munafik.

Masih takut minta diuji oleh Tuhan? Jangan sampai ‘penyakit rohani’ yg sudah ada dalam diri kita berkembang pesat tanpa kita sadari dan akhirnya membawa kita ke jalan menuju kebinasaan kekal.

Posted in Renungan | Comments Off on Ujilah Aku, Tuhsn

Doa Dalam Kepura-Puraan

DI 12092024

Lukas 20:46-47 ILT3
“Waspadalah terhadap para ahli kitab, yang suka berjalan dengan jubah kebesaran dan menyukai penghormatan di pasar-pasar, dan tempat-tempat duduk yang terhormat di sinagoga-sinagoga, serta tempat-tempat terhormat dalam perjamuan,
yang melahap rumah-rumah para janda, dan berdoa panjang-panjang dalam kepura-puraan. Mereka ini akan menerima hukuman yang semakin berat.”

Sedikit banyak, golongan ahli Taurat di saat itu terlibat politik karena sebagian dr mereka menjabat sbg hakim di Mahkamah Agama, dan mereka dihormati rakyat.

Salah satu hal yang disebut Yesus mengenai mereka adalah ttg berdoa panjang-panjang dlm Kepura-puraan. Tujuannya supaya bisa terlihat oleh org banyak dan dihormati. Pada segala zaman, para rohaniwan selalu terima penghormatan yg lebih dr masyarakat umum dan dianggap lebih ‘dekat’ dgn Tuhan. Lalu apa yg dimaksud dgn doa panjang-panjang dlm kepura-puraan? Pertama kita pahami ttg doa panjang-panjang, apa kata Alkitab? Dlm ayat ini, kita dapati: Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN (Mazmur 139:4). Tuhan yg menyelidiki hati, Dia tahu semuanya, karena itulah berdoa dg yg sejujurnya. Ini bukan berarti doa itu cukup sesingkat-singkatnya, bedakan antara doa pribadi dgn doa bersama. Doa pribadi tentu bebas durasinya, namun yg menyangkut doa di depan umum, cukup durasi sewajarnya, yg penting poin atau materi doanya itu sampai ke hadapan Tuhan.

Kemudian doa dlm kepura-puraan, atau lebih mudahnya kita katakan sbg doa yg munafik, ini seperti suami istri yg berkonflik tapi tetap tampil harmonis di depan umum, tiba-tiba di kemudian hari terdengar kabar bhw mereka telah bercerai. Supaya dihormati org, namun berpura-pura, itulah kemunafikan yg masih sering kita jumpai dlm keseharian kita. Mulut berkata-kata pujian pd Tuhan, tp sebenarnya dlm hatinya tdk mengasihi Tuhan. Seorang karyawan tetap berusaha tampil sopan tapi sebenarnya sudah tdk betah bekerja di sana, semua dilakukan demi gaji atau uang. Tetap terlihat rohani supaya masih dijadwal dalam pelayanan, tetap datang ke gereja spya tidak dimarahi mertua, dsbnya. Tuhan tidak ingin kita hidup dlm kepura-puraan, manusia bisa ditipu, tetapi Tuhan tdk bs ditipu. Berdoalah yg tulus, dr dasar hati, tdk perlu berpanjang kata, sampaikan secara singkat tetapi jujur, inilah doa yg Tuhan inginkan.

Jgn miliki kemunafikan dlm diri kita, Tuhan tdk berkenan pd org munafik, Dia menyukai org yg tulus hati dan jujur, bukan orang yang hidup penuh kepura-puraan.

Posted in Renungan | Comments Off on Doa Dalam Kepura-Puraan

Berani Berbeda

DI 11092024

Lukas 20:39
Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata: “Guru, jawab-Mu itu tepat sekali.”

Berani punya sikap dan prinsip sendiri yang memang benar, adalah satu hal yg harusnya dimiliki oleh setiap org, bila sesuatu itu ialah benar, akui hal itu memang benar.

Kehadiran Yesus di zaman itu memang ada pro dan kontranya, yg pro senang karena Dia mengajar dgn cara yg berbeda, melakukan banyak mujizat, kesembuhan, pelepasan roh jahat dari bnyk org bahkan membangkitkan bbrpa org dr kematiannya, yg kontra justru dr kalangan ‘rohaniwan’ zaman itu yaitu orang Farisi, Saduki dan para ahli Taurat, karena dg munculnya Yesus, masyarakat terkagum dgn Yesus dan sedikit bnyk mempengaruhi rasa hormat rakyat terhadap mereka. Tapi tetap ada org-org pribadi yg tetap berpikir jernih & tdk mengikuti pendapat dr golongan mereka, contohnya adalah bbrpa dr ahli Taurat yang mengakui bhw penjelasan yg Yesus berikan itu memang benar, beda dgn sikap yg selalu ditunjukkan oleh yang lainnya, meskipun sdh dijawab dgn benar, mereka tetap membenci Yesus bahkan berusaha utk membunuh Dia. Inilah satu contoh yg baik: bila benar, akuilah itu benar, walaupun sebagian org tetap saja tdk mau menerima yg benar.

Kita hrs punya ketegasan, bukan hanya dlm hal mengambil keputusan yg tepat, tapi juga mengakui itu benar jika memang benar. Ada org yang mendasari sikap dengan suka atau tdk suka, kalau sudah suka, yg dilakukan dia itu salah, bisa dianggap benar, kalau sudah tdk suka, yg dilakukan benar tetap saja akan disalahkan. Dasar ini tentu bukan berasal dr Tuhan, karena kita diajarkan utk mengasihi, kasihi orgnya tp bencilah perbuatan jahat yg dilakukannya. Istilah yg mgkin tepat utk hal ini adalah ‘tetap waras’, otak tetap jernih di saat emosi melonjak-lonjak, kuasai diri, jgn dikuasai oleh luapan emosi yg tdk terkendali lagi. Berbeda golongan itu hal yg biasa, tapi jgn beri label ‘salah’ terhadap apapun, benar katakan benar, salah katakan salah, itulah yg akan membuat kita bs berkembang, maju & semakin dewasa dlm karakter. Pandangan yg dipegang org banyak belum tentu suatu kebenaran, kita hrs punya pertimbangan yg cukup utk mengujinya.

Berani berbeda itu perlu dlm hal menilai apa yg kita dengar dan saksikan, jadilah pribadi yg punya sikap dan prinsip kuat yg teruji, itu yg akan membuat kita selalu di pihak yang benar.

Posted in Renungan | Comments Off on Berani Berbeda

Hidup Kudus

DI 10092024

Roma 6:22
Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.

Lewat ayat ini, rasul Paulus menjelaskan ttg posisi kita setelah pertobatan, hingga nanti kita berada dlm hidup dlm kekekalan, bbrpa tahapan hrs kita lewati sebelumnya.

Setelah bertobat, memberi diri dibaptis, kita masuk dlm tahapan selanjutnya yaitu mulai dibebaskan dr dosa dan menjadi ‘hamba’ dr Tuhan. Dosa tdk lagi menentukan nasib kita termasuk dlm hal keselamatan. Namun pd kenyataannya, setelah bertobat, kita masih berbuat dosa juga. Bgmna penjelasannya? Bedakan antara diperhamba dosa dgn hidup yg kita masih punya kemungkinan berdosa. “Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian” (Roma 6:21). Hidup selalu berbuat dosa, tdk bs menolak ketika keinginan berbuat dosa itu muncul & akhirnya dosa yg mengendalikan hidup kita. Beda dgn hidup dibenarkan oleh Tuhan, kita masih tinggal dlm tubuh jasmani yg di dalam tubuh ini masih ada kedagingan yg nantinya bs menghasilkan benih-benih keinginan utk berbuat dosa. Perjuangan kita melawan ini akan berlangsung seumur hidup, sampai kita meninggalkan tubuh yg fana ini.

Hidup dlm Tuhan akan menghasilkan buah yg arahnya menuju pengudusan. Makin hari makin menjauhi dosa, makin dekat dengan hidup kudus bagi Tuhan. Jadi tanda orang yg bertobat dan dibebaskan dr dosa adalah org itu mulai masuk dlm tahap pengudusan oleh Tuhan. Mulai menyadari pentingnya utk hidup kudus yg ujungnya adalah kekekalan di surga nanti. Jadi tanpa kekudusan, tidak mungkin kita bs memiliki hidup kekal. Jadi bukan setelah dibaptis air lalu otomatis bisa masuk surga, itu pemikiran yg keliru. Harus tinggal dlm tahapan hidup dikuduskan oleh Tuhan, sederhananya dilatih untuk terbiasa nanti tinggal di surga, karena hidup di surga berbeda dgn hidup di dunia: “Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga’ (Markus 12 : 25). Karena itu penting bagi kita untuk ingat bhw jgn kembali diperhamba dosa.

Sudahkah kita masuk dlm tahapan hidup yg dikuduskan Tuhan? Bnyk disiplin yg Tuhan tetapkan, tp itu baik supaya kita bs menang melawan kedagingan dan keinginan dosa.

Posted in Renungan | Comments Off on Hidup Kudus

Mati Dalam Dosa

DI 09092024

Yohanes 8:21 ILT3
Kemudian YESHUA berkata lagi kepada mereka, “Aku pergi dan kamu akan mencari Aku, dan kamu akan mati dalam dosa-dosamu. Ke tempat Aku pergi, kamu tidak bisa datang.”

Hal yg patut kita jadikan perhatian dlm ayat ini adalah bagian dr kalimat: mati dlm dosa, apa maksud dr hal ini? Apakah dosa dapat membuat seseorg sampai mati?

Jawabannya ada dI ayat ini: “Oleh karena itu Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosa-dosamu. Sebab, jika kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia, maka kamu akan mati dalam dosa-dosamu.” (Yohanes 8:24 ILT3). Dalam pasal di mana ayat ini ada, terjd percakapan ttg pribadi Yesus dan Bapa, apa yg Yesus jelaskan tentu saja tidak dapat langsung diterima oleh mereka yang dengar, padahal mereka adalah org golongan Farisi, mereka yang sehari-hari bicara ttg Taurat. Di sinilah poin yg hrs kita perhatikan, kalau tdk percaya pd keberadaan Yesus dan Bapa, itu adalah sebuah dosa. Jika terus menerus tdk percaya, maka akan mati dlm dosa ini, tetap tdk percaya, akibatnya jelas yaitu maut. Dlm Roma 6:23 jelas dikatakan bahwa upah dosa adalah maut, dlm maut ada kematian kekal, jd ttg hal percaya ttg siapa itu Yesus dengan Bapa, ini sesuatu yg sangat penting utk kita pahami dan terima dengan iman.

Di zaman ini sangat gencar usaha beberapa pihak yg berusaha menentang doktrin yang berkaitan dgn pribadi Yesus dan kaitannya dgn Bapa. Yesus yg dianggap hanya seorang utusan dan lebih rendah kedudukan-Nya, ini selalu berusaha dijadikan sesuatu yg patut dipercaya oleh org Kristen yg awam. Doktrin ttg kesetaraan antara Bapa, Yesus, dan Roh Kudus berusaha dibatalkan dgn pemikiran logika yg ‘ngawur’ oleh mereka yg berusaha menggoyahkan iman org Kristen. Kalau kita tdk memiliki dasar kebenaran ttg Yesus dan Bapa, kita mungkin mudah digoyahkan iman dan mengikuti pola pikir orang yg sesat. Kita jgn sampai mati dlm dosa-dosa kita karena tdk percaya hubungan antara Yesus dengan Bapa, karena itu sangat penting mencari yg benar ttg hal ini, bukan dr org di luar Kristen, tetapi carilah kebenarannya melalui Alkitab dan para pemimpin Kristen yg memiliki ilmu teologia yg memadai.

Siapa Yesus menurut kita? Ini berkaitan dgn iman yg akan menyelamatkan kita dari upah dosa, belajarlah ttg pribadi Yesus dan Bapa, temukan kebenarannya yg sejati.

Posted in Renungan | Comments Off on Mati Dalam Dosa

Fokus Yang Benar

DI 07092024

Yohanes 8:6-8
Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”
Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.

Apa pesan yg ingin disampaikan melalui hal yg kita baca dlm ayat ini? Seringkali kita sdh salah fokus dgn menduga-duga apa yg telah Yesus tulis di tanah.

Berpikirlah dgn jernih, jelas hukum Taurat yg di dalamnya berisi banyak aturan, seorang yg kedapatan berzinah maka hukumnya itu dirajam sampai mati. Tdk perlu penjelasan siapapun ttg itu. Maka jelaslah orang Farisi dan para ahli Taurat telah melanggar hukum Taurat dg membiarkan wanita yg kedapatan berzinah tdk mereka rajam, tetapi membawa wanita ini ke hadapan Yesus. Mereka sndri yg melanggar hukum Taurat, apapun alasan di balik itu yg ingin mencobai Yesus, tp jelas bahwa mereka sndri tdk merajam wanita itu dan membawanya ke hadapan Yesus. Maka Yesus jg mengikuti pemikiran mereka, kalau para ahli Taurat dan org Farisi tdk merajam si wanita itu, maka Dia sendiri juga tidak ikut merajam sesuai hukum Taurat. Alasan yang sering dipakai ialah karena Yesus mengasihi wanita berzinah itu dan memberi ampun pd dia dan berpesan utk jgn mengulanginya lagi kelak. Ini alur cerita yg dipahami dg logika.

Adakah hubungannya dg tulisan yang Yesus tuliskan di tanah? Tdk seorangpun mencatat apa isi tulisan Yesus di tanah itu, fokus para pembaca seringkali menduga-duga apa yg Yesus tulis, apakah deretan dosa-dosa dari tiap org Farisi dan ahli Taurat? Ataukah hal lain yg membuat mereka malu? Akibat ingin mengetahui isi tulisan Yesus, kita kehilangan fokus dan gagal mencerna pesan Tuhan via peristiwa ini. Si wanita berzinah ini bebas & tdk dihukum rajam karena para ahli Taurat & org Farisi sendiri yg melanggar pasal hukum Taurat ttg merajam org yg berzinah, mereka tdk menghukum tp membawa kepada Yesus dan hasilnya wanita ini tetap hidup. Hal yang tanpa sadar harusnya dilakukan ketika ada org yg berdosa melanggar firman Tuhan, kita bawa mereka ke hadapan Tuhan, sadarkan mereka utk bertobat, sekalipun ada sanksi & hukuman yg diberikan. Tanpa sadar para ahli Taurat dan org Farisi itu telah memberikan 1 contoh mulia: membawa org berdosa pada Tuhan!

Jgn gagal fokus saat menggali isi dr firman Tuhan yg sedang kita renungkan, hal yg jadi misteri tak terpecahkan biarlah tetap menjd misteri Tuhan, fokus untuk mendapat pesan Tuhan melalui kisah yg ada dlm Alkitab.

Posted in Renungan | Comments Off on Fokus Yang Benar

Penilaian Pro Kontra

DI 06092024

Yohanes 7:12
Dan banyak terdengar bisikan di antara orang banyak tentang Dia. Ada yang berkata: “Ia orang baik.” Ada pula yang berkata: “Tidak, Ia menyesatkan rakyat.”

Kehadiran seseorg yg baru dan berbeda dari yg lain, biasanya timbul penilaian yg positif dan jg negatif, begitulah yg terjd saat Yesus hadir di tengah dunia sbg manusia.

Pengajaran yg Yesus bawa dan ajarkan itu sedikit berbeda dr apa yg selama ini orang dengar dr para pemuka agama Yahudi, ada yg bertentangan dgn adat istiadat, ada yang lebih ‘tajam’ dr hukum Taurat, shga muncul 2 kubu pendapat ttg Yesus: ada yg berkata bhw Dia org baik, tp ada jg yg berkata bhw Yesus itu menyesatkan rakyat. Tanda ajaib dan mujizat yg dilakukan-Nya, semuanya itu menambah kebingungan, apakah kuasa yg dimiliki Yesus berasal dr Tuhan ataukah dr iblis? Seseorg yg muncul dan fenomenal, yg sanggup menarik perhatian karena cara Dia mengajar, cara Dia melakukan mujizat, tidak terjun dlm dunia politik, membangkitkan org mati, dsbnya, ditambah lagi asal usul yg Dia miliki, keadaan keluarga-Nya, mungkinkah Dia itu Mesias? Di tengah beragam pikiran ttg Yesus, mujizat yg dilakukan-Nya menjd bukti yg tdk terbantahkan, Dia Pengajar dan sekaligus Mesias.

Pernahkah kehadiran kita menimbulkan pro kontra di tengah sebuah lingkungan? Mgkin karena keahlian yg kita miliki jauh di atas yg rata+l-rata, cara kita bekerja jauh lebih baik dan beretika, dsbnya. Pro kontra ini dengan sendirinya membuat kita ada dlm situasi yg kurang nyaman, timbul gosip dan hoax ttg diri kita, mulailah asal usul kita dilacak dgn begitu detail, kalau semuanya itu gagal, yg dipermasalahkan adalah jatidiri kita sebagai org Kristen, agama menjd sesuatu yg sudah dianggap sbg senjata utk menjatuhkan org yg jadi target penilaian. Apa yang harus kita lakukan dlm situasi spt ini? Teruskan apa yg baik, tingkatkan kualitas dan buktikan kalau apa yg kita lakukan itu tdk ada maksud yg terselubung dan jahat. Tetaplah jadi pribadi yg berintegritas, mencerminkan karakter & sifat Kristus di depan semua org, penilaian yg semula negatif perlahan akan berubah.

Disukai atau tdk disukai, itulah yg manusia lakukan terhadap sesamanya, masih bnyk org baik di sekitar kita, jgn lelah untuk terus berbuat baik pd semua org.

Posted in Renungan | Comments Off on Penilaian Pro Kontra