Jauhi Pembuat Perpecahan

DI 09072024

Titus 3:10 (TB)
Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi.

Alkitab sekarang bebas diakses oleh semua orang karena perkembangan zaman, dahulu hanya kalangan tertentu yang diperbolehkan utk mempelajarinya.

Akibatnya adalah tiap org kemungkinan bisa memiliki pemahaman yg berbeda ketika dia menafsirkan makna yg terkandung dlm ayat atau pasal tertentu, maka kita kenal ada yg disebut dgn doktrin yaitu pemahaman yang umumnya sama-sama diakui oleh kalangan apapun, bahasa zaman sekarangnya adalah dianut oleh hampir semua denominasi yang ada, contohnya ttg doktrin Ketuhanan Yesus. Tapi kemudian timbul golongan & kumpulan yg lebih kecil dlm kalangan jemaat yg dalam menafsirkan makna ayat dlm Alkitab, pd sisi tertentu ‘bertabrakan’ dgn doktrin yang ada, ini disebut dgn dogma, sekelompok org yang menganut dan setuju dgn dogma ini disebut sebagai bidat. Maka jgn heran jika ada yang sukanya memperdebatkan suatu paham dan berusaha utk merekrut org-org sbg pengikut, hingga menyebabkan kerusuhan dlm jemaat dan ujungnya adalah perpecahan karena dg sengaja memisahkan diri dr jemaat dan dgn yakin menyebut kalangan yg tidak sepaham dgn mereka sbg yg ‘sesat’.

Rasul Paulus dlm ayat ini mengingatkan utk memberi peringatan hingga dua kali, apabila tdk bs menerima peringatan yang diberikan, maka mereka hrs dijauhi. Tujuannya supaya ajaran bidat ini jgn menular di kalangan yang lebih luas dlm jemaat. Tentunya untuk valid menentukan suatu paham itu sesat, sangat perlu kajian yg cermat. Selama suatu paham itu dianut oleh perorangan saja, ini masih di dalam batas yg bs ditolelir, tp ketika paham ini berusaha disebar luaskan di kalangan yg lebih luas, ini yg perlu diwaspadai oleh kita. Ciri khusus suatu pengajaran sesat biasanya bs dilihat bukan hanya ‘bertabrakan’ dengan doktrin yg dianut gereja atau denominasi, tp juga mengklaim bahwa doktrin yg dianut itu adalah sebuah kesesatan. Dlm bagian lain, rasul Paulus menyebut ajaran bidat itu sbg suatu ‘Injil yg berbeda’ :

Galatia 1:9
Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.

Berhati-hatilah ketika kita berusaha utk bisa menafsirkan makna dr sebuah ayat, diskusi dan belajarlah pada para mentor dan hamba Tuhan yg memang memahami Alkitab scra benar.

Posted in Renungan | Comments Off on Jauhi Pembuat Perpecahan

Mengatur Dengan Baik

DI 08072024

Titus 3:14 ILT3
Dan biarlah orang-orang kita pun belajar untuk mengatur pekerjaan-pekerjaan yang baik, sebagai kebutuhan yang mendesak, supaya jangan sampai mereka tidak berbuah.

Mengatur sesuatu dgn baik merupakan satu kunci keberhasilan dlm hidup, kalau tdk bisa melakukannya, maka banyak hal tak terduga yg bs mengganggu perjalanan hidup kita.

Mengatur pekerjaan-pekerjaan yg baik, suatu hal yg dianggap sbg kebutuhan mendesak di dlm ayat ini, mengapa demikian? Sesuatu yg mendesak bermakna bhw hal itu perlu untuk segera dilakukan dlm waktu dekat, penting, dan tdk boleh ditunda lagi. Hal ini berkaitan dgn kehidupan kita sbg org Kristen yg harus menghasilkan buah. Yg hrs kita pahami ialah bhw ada fase dlm kehidupan yg berbeda, hal ini bs kita lihat dlm kehidupan sebuah pohon yg mulai nampak tanda-tanda akan berbuah. Kalau biasanya kita hanya perlu menyiram & memberi pupuk, maka selanjutnya kita harus mengantisipasi supaya buah yg mulai keluar dr pohon itu bs terus menjd matang dan siap utk diambil. Banyak penyebab gagal panen & pencurian buah yg terjd, karena itu kita perlu mempersiapkan semuanya dgn baik. Semua hidup org Kristen hrs berbuah, perlu sebuah pengaturan yg baik, dlm ayat ini disinggung ttg mengatur pekerjaan-pekerjaan yang baik, bukan asal dilakukan saja, tetapi diatur juga.

Tdk cukup hanya punya niat utk melakukan hal yg baik, tp perlu direncanakan dan diatur waktu maupun keperluan yg berkaitan. Hal ini dianggap sbg kebutuhan yang mendesak. Ini bs jg dikaitkan dgn pembenahan diri dlm menjalani kehidupan. Bs juga ttg menolong lancarnya sebuah pelayanan yang dilakukan oleh para hamba Tuhan. Dlm pasal ini, sdkit disinggung ttg Zenas dan Apolos, yg diminta Paulus utk dikirim kepadanya agar mereka jgn sampai kekurangan. Hidup yang berbuah adalah hidup yg bs menjd berkat bagi orang lain, baik dlm hal perbuatan baik maupun di dalam keteladanan. Menjd inspirasi positif bagi banyak org, bkn malah batu sandungan yg membuat orang lain jatuh. Selama Tuhan beri kesempatan dan waktu, aturlah dengan baik semua hal yg bs kita kerjakan sehingga hidup kita bs berbuah dan menjd berkat. Tdk cukup hanya niat, tetapi butuh diatur.

Sudahkah kita berbuah? Mungkin ini dinilai dr seberapa manfaat yg kita berikan di dlm masyarakat dan komunitas di mana biasa kita beraktivitas.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengatur Dengan Baik

Menguji Diri Sendiri

DI 06072024

1 Korintus 11:31-32
Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita.
Tetapi kalau kita menerima hukuman dari Tuhan, kita dididik, supaya kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia.

Menguji diri sendiri, atau mgkin menghakimi diri sendiri, akan membuat kita sadar bahwa masih bnyk yg hrs dibenahi dlm diri kita dan waktu utk berbenah itu tdk kita tahu apakah masih lama atau malah singkat.

Tdk ada orang yg tahu berapa sisa umur yg masih tersedia untuk dirinya, belum lagi jika terjd sesuatu yg di luar kendali dirinya, bisa terjd bencana alam, kecelakaan, atau suatu tindakan kriminal yg berujung kematian. Utk menghadap Tuhan dan masuk pengadilan setelah kita meninggal, itu perlu persiapan semenjak kita masih hidup di dunia. Bgmna kita tahu kita sudah siap atau tidak? Salah satunya dgn menguji diri kita sendiri, adakah yg masih hrs dibenahi dan masih ada waktu utk memperbaikinya? Umumnya setiap org akan berjuang melawan tabiat buruk yang dibawa sejak lahir, karakter buruk yg masih melekat pd diri kita, kelemahan kedagingan yg melekat pd tubuh kita, serta masih bnyk hal yg lainnya. Masih adakah dosa yg belum dibereskan? Masihkah ada org-org yg belum berdamai dgn kita? Belum lagi hal-hal yang berkaitan dgn hidup kita sbg manusia di dlm dunia ini (keluarga, pekerjaan, dsbnya).

Menguji, meng-etes, menghakimi, biasanya kita takut melakukannya terhadap diri sndri karena hati kita tahu keadaan kita sbnarnya dan kita sudah tahu apa hasilnya nanti. Ada org yg justru sibuk mengurusi hidup orang lain seolah-olah dirinya sdh benar dan siap jika sebentar lagi dirinya dipanggil Tuhan. Ini yg kadang disebut ‘pengalihan isu’, takut utk menguji diri sndri, malah ‘menyerang’ hidup org lain dgn penghakiman yg dahsyat. Yang untung justru org yg dihakimi karena menjd tahu apa yg masih hrs dibenahi selama ada waktu dan kesempatan yg diberikan Tuhan. Walau terasa menyakitkan ketika dihakimi, namun itu baik bagi diri kita, ini berbeda dgn fitnahan yg biasanya tdk benar ttg kita, tapi penghakiman atau pengujian itu berdampak positif bagi kita kalau saja pikiran kita jernih utk menilainya. Spt kita butuh org lain untuk melihat keadaan punggung kita, ini perlunya kita mendapat penilaian dr org lain yg bisa melihat sisi yg tdk bs kita lihat.

Kapan terakhir kita menguji diri kita sendiri? Atau malah sibuk menguji hidup orang lain? Selama Tuhan masih berikan kesempatan & umur panjang, persiapkan diri kita dgn baik sebelum nantinya menghadap pengadilan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Menguji Diri Sendiri

Hati dan Mulut

DI 05072024

Roma 10:9-10 ILT3
Sebab jika kamu mengakui Tuhan YESHUA dengan mulutmu dan percaya dalam hatimu bahwa Elohim telah membangkitkan Dia dari antara yang mati, maka kamu akan diselamatkan.
Sebab untuk pembenaran, dipercayai dengan hati, dan untuk keselamatan, diakui dengan mulut.

2 unsur diri kita disebutkan rasul Paulus dlm ayat ini yaitu hati dan mulut, keduanya amat penting dlm hal pembenaran & keselamatan kita nantinya dlm kekekalan.

Pertama, utk hal pembenaran yaitu bhw kita dibenarkan karena iman, hati kita harus dgn segenap hati mempercayainya. Kristus yang telah mati menebus dosa umat manusia, yg dilakukan-Nya ini haruslah kita yakini penuh dgn iman kita sehingga hati kita percaya dan hal itu akan terjd atas diri kita. Pembenaran yg dimaksud adalah kita dibenarkan bukan krna perbuatan, tetapi karena darah Yesus yang tercurah utk menebus dosa. Perbuatan baik tdk dapat menghapus dosa kita. Contoh yg mudah misalnya seseorg yg membunuh, tetap akan dituntut secara hukum meskipun kemudian dia banyak berbuat baik, tindakan kriminal yg melawan hukum tetap ada, tidak akan dihapus walaupun dia kemudian bnyk berbuat baik di masyarakat. Hati kita harus percaya bhw kita memperoleh pembenaran melalui darah Yesus dan itu yg kita imani dg teguh hingga akhir hidup kita di dunia ini. Ini alasan mengapa kita jgn mau diragukan dgn argumen dan opini pihak lain yg berlawanan dgn apa yg kita yakini di dlm Kristus.

Kedua, mulut kita hrs mengakui bhw Yesus Kristus adalah Tuhan. Kita renungkan ayat ini: “Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorang pun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorang pun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus (1 Korintus 12:3). Org yg mengaku dgn mulutnya bahwa Yesus adalah Tuhan, dia memiliki Roh Kudus dlm dirinya, oleh Roh Kudus maka seseorang bs dgn yakin mengakui dgn mulutnya bahwa Yesus adalah Tuhan. Jadi 2 unsur yaitu hati dan mulut berkaitan dg iman dan Roh Kudus, keduanya hrs menetap dlm hati kita. Orang yg meragukan bhw Yesus adalah Tuhan, dia telah kehilangan Roh Kudus dlm dirinya dan memilih utk mencukur ketuhanan Yesus itu dgn logikanya yg dia pikir itu valid, jika logika tdk bs menerima Yesus adalah Tuhan, maka dia akan mulai meninggalkan Yesus.

Keselamatan org percaya berkaitan dgn dua hal yaitu pembenaran oleh darah Yesus dan tinggalnya Roh Kudus dlm diri setiap orang percaya, jgn menyangkali ketuhanan Yesus.

Posted in Renungan | Comments Off on Hati dan Mulut

Demi Kebaikan

DI 04072024

Roma 8:28 KJV
And we know that all things work together for good to them that love God, to them who are the called according to his purpose.

Dan kita tahu bahwa segala sesuatu berkerja secara bersamaan untuk kebaikan untuk mereka yang mengasihi Tuhan, untuk mereka yang terpanggil sesuai dengan tujuan-Nya.

Ayat ini tentu sudah sering kita dengar dan memang kalau dilihat dr terjemahan bahasa Inggris agak berbeda dgn yg diterjemahkan oleh LAI, jadi mari kita renungkan.

Merenungkan ayat ini, kita gunakan metode dari belakang ke depan, supaya bisa paham dgn benar, dimulai dgn Tuhan ciptakan kita dgn tujuan-Nya. Kelahiran seseorg ke dunia ini bukan karena kebetulan, karena ada dua orang berbeda kelamin berhubungan badan, maka terjadilah kehamilan yg 9 bulan lebih akan dilahirkan dr rahim seorg wanita. Dari sudut pandang Tuhan, Dia hadirkan kita ke dunia ini dgn satu tujuan yg berbeda antara kita dgn org lain. Supaya tujuan-Nya menjd suatu hasil yg tepat, maka diperlukan bnyk proses sebelum tujuan Tuhan atas diri kita menjd kenyataan. Lebih khusus lagi, ini utk mereka yg terpanggil sesuai tujuan Tuhan. Jadi ada panggilan dr Tuhan ketika dalam usia tertentu seseorg sudah hidup di dunia ini. Panggilan yg umum adalah menjd umat Tuhan dan berdampak positif di komunitas di mana seseorg berada. Syarat seseorg yg terpanggil sesuai tujuan Tuhan dlm ayat ini adalah mereka yg mengasihi Tuhan.

Inilah pusat dr ayat ini: mengasihi Tuhan. Ini hal yg perlu kita pahami bhw orang-orang yg mengasihi Tuhan akan menerima panggilan dr Tuhan sesuai dgn tujuan-Nya. Di satu titik semua org mengalami hal yg sama: jd balita lalu bersekolah, masuk fase remaja-dewasa, bekerja lalu menikah, dstnya. Tapi di fase yg disebut dewasa, Tuhan akan mulai lakukan proses demi proses supaya fungsi kita bisa bekerja dgn baik sesuai tujuan Tuhan. Ingat bhw ada 4 faktor yang mempengaruhi hidup seseorg di dunia ini: Tuhan, iblis, org lain dan dirinya sendiri. Jadi bukan hanya proses dari Tuhan yg akan dialami, hal buruk yg sengaja dilakukan iblis dan org lain jg bisa menimpa diri kita: serangan yg supranatural, kelicikan, dendam org lain, iri hati, dsbnya. Semua yg negatif dan buruk ini akan Tuhan pakai untuk mendatangkan kebaikan bagi kita! Iblis dan org lain bs melakukan yg jahat pd kita, tetapi semua itu akan ‘bekerja bersama’ dg proses Tuhan utk kebaikan kita.

Yang baik dr Tuhan dan yg buruk dr iblis dan org lain, keduanya bekerja bersamaan untuk menyiapkan kita berfungsi maksimal sesuai dgn tujuan Tuhan yg Dia tetapkan bagi tiap org.

Posted in Renungan | Comments Off on Demi Kebaikan

Muncul Bersamaan

DI 03072024

Roma 7:21 KJV
I find then a law, that, when I would do good, evil is present with me.

Kemudian aku temukan sebuah hukum, bahwa ketika aku ingin berbuat yang baik, yang jahat itu hadir bersama aku.

Ketika yg baik dan yg jahat muncul bersama dlm pikiran kita, ini sesuatu yg menyulitkan hati kita utk tegas memilih, mau lakukan yg baik atau tidak?

Mungkin spt yg digambarkan dlm cerita atau film, ada ‘malaikat putih’ di sisi kanan dan jg ‘iblis’ di sisi kiri, keduanya berbicara sesuai dgn karakter mereka. Yg satu melarang utk berbuat jahat, yg lainnya malah mendukung utk berbuat jahat, siapa yg menang, semua itu bergantung pd apa isi di dlm hati kita. Di situasi spt ini, pikiran kita sudah sulit untuk berpikir jernih, semuanya bergantung pada hati kita yg menimbang mana yg akan jadi pilihan utk kita lakukan, mengikuti yg jahat atau yg baik. Orang yg menyimpan dendam cenderung lebih mengikuti pikiran yg jahat, emosi jadi mudah ‘meledak’ dan pikiran jadi ‘sumbu pendek’. Apakah ini karena akibat dr Adam dan Hawa yg makan buah dari pohon pengetahuan baik dan jahat? Pastinya ketika manusia jatuh dlm dosa, kedagingan pemicu utk berbuat dosa mulai tinggal di dlm daging atau tubuh jasmani manusia, tapi tentu saja di mana letak kedagingan itu tdk dpt dicari menggunakan teknologi secanggih apapun.

Contoh nyata yg mgkin kita pernah alami di saat ingin berbuat yg baik adalah pikiran yg mengajak kita menilai ‘untung ruginya’ kalau kita melakukan yg baik, apalagi terhadap org yg jelas-jelas berbuat jahat pd kita: Percuma berbuat baik untuk dia, memangnya dia bisa bertobat kalau kita berbuat baik? Nanti yang ada dia makin jahat sama kamu, mendingan berbuat baik ke org lain saja. Perbuatan yg curang, licik, menipu, dsbnya, muncul karena iblis ikut campur dlm pikiran kita saat ingin berbuat baik. Lho koq bisa iblis bicara dalam pikiran kita? Kan kita tdk kesurupan roh jahat atau menyembah iblis? Lewat kedagingan di dlm diri kita, iblis bisa bicara dlm pikiran kita dan mempengaruhinya. Itulah mengapa saat kita ingin berbuat yg baik, yg jahat itu hadir & muncul bersamaan, iblis ingin kita berbuat yg jahat dan terkena murka Tuhan, hidup kita ingin dia buat terpisah dgn Tuhan, sehingga dgn bebas dia merusak hidup kita.

Kalahkanlah yg jahat dgn kemurnian hati kita dan jgn terpengaruh oleh cara berpikir yang hanya memuaskan kedagingan kita, ingatlah bahwa Tuhan melihat semua yg kita perbuat seumur hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Muncul Bersamaan

Menyerahkan Diri

DI 02072024

Roma 6:19 ILT3
Aku berkata secara manusiawi karena kelemahan dagingmu. Sebab sama seperti kamu menyerahkan anggota tubuhmu sebagai hamba kepada kecemaran dan kepada kedurhakaan demi kedurhakaan, demikianlah sekarang, serahkanlah anggota tubuhmu kepada kebenaran bagi pengudusan.

Perbuatan dosa yg dilakukan ternyata tidak hanya faktor kuat dan besarnya godaan itu yg mempengaruhi kita, tetapi juga krna kita menyerah pada dosa sehingga menyerahkan diri pd kecemaran dan kedurhakaan.

Tdk jujur mengakui kekalahan biasanya dgn melakukan pembelaan diri, berusaha untuk menutupi kelemahan dan menyalahkan apa saja yg bs jadi ‘kambing hitam’. Kita mungkin berdalih ketika realita menyatakan bhw dosa telah kita perbuat, godaannya terlalu kuat, ini melebihi pengendalian diri yg kita miliki, atau situasi yg ‘memaksa’ kita utk melakukannya. Kendali sepenuhnya utk melakukan sesuatu atau menahan diri utk melakukannya, berada pd otoritas kita, jadi bs dipahami apa yg kita baca dr perkataan Paulus utk jemaat Roma, kita berbuat dosa karena kita menyerahkan diri pd kuasa dosa itu, menyerah dan tunduk tanpa bs melawan. Bolehlah kita simpulkan bhw melawan godaan dosa itu seperti suatu peperangan, yg menang akan menaklukkan, yg kalah akan ditaklukkan. Perang itu perlu suatu strategi, tapi kadang kita hanya biasa berpikir sederhana: perang itu tentang siapa yg lebih kuat dan lebih banyak.

Apa strategi yg perlu kita miliki ketika suatu saat godaan dosa itu datang? Contoh yang ada dlm Alkitab misalnya, menjauhi godaan itu spt Yusuf melarikan diri dari istri Potifar, berpikir waras spt Daud, 2x berkesempatan membunuh Saul tetapi tdk dilakukannya. Jd kita hrs punya strategi khusus utk berbagai jenis dosa yg berusaha menguasai diri kita, begitu keinginan berbuat dosa itu muncul, reaksi apa yg hrs dilakukan, hrs sudah mulai kita pikirkan. Kenali kelemahan apa yg ada pd diri kita, area hidup yg mana, yang sering jadi sasaran godaan dosa dan itu masih kita sering kalah melawannya. Perkuat iman dgn tekun merenungkan firman Tuhan, perkuat pengendalian diri dgn berpuasa, pelajari dgn teliti bgmna cara dosa itu bekerja, kapan dan dlm situasi apa biasanya godaan dosa mulai muncul dlm pikiran kita, emosi yg mana yg sering dipancing sehingga kita kehilangan kendali diri dan menyerah pd godaan dosa.

Serahkan diri kita pd kebenaran yg tujuannya pd kekurusan spt yg Tuhan inginkan. Selalu waspada karena godaan dosa bs muncul di waktu kapan saja, terutama saat kita mulai merasa nyaman atau lemah.

Posted in Renungan | Comments Off on Menyerahkan Diri

Hidup Bagi Tuhan

DI 01072024

Roma 6:11-12
Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.

Mati bagi dosa, tentu hal ini perlu dipahami secara benar, supaya kita memahami untuk menerapkan cara hidup yg benar sbg orang Kristen yg sejati.

Sederhananya, hidup bagi Tuhan itu bukan sekedar menambahi waktu aktivitas kita yg diisi dgn kegiatan rohani, tp bagaimana kita hidup bukan lagi dikuasai oleh keinginan utk berbuat dosa. Org yg hidup duniawi dengan sengaja ‘membuka pintu masuk’ bagi segala jenis dosa utk menguasai hidupnya. Sudah seperti org yg kecanduan sesuatu, sulit utk bs lepas dr yg dia sukai dan menyenangkan hatinya. Org duniawi menyukai dosa, kalau tdk berbuat dosa sehati saja rasanya spt ada yg kurang, dosa spt sebuah hal yang normal dan malah menjadi sebuah kebutuhan hidup yg hrs tercukupi. Hidup org Kristen tentu hrs bebas dari penguasaan dosa atas hidupnya. Mungkin saja bs berbuat dosa, tetapi sadar bhw hal itu tdk patut dilakukan, mengganggu hubungan dgn Tuhan, dan berusaha dengan sungguh-sungguh utk tdk mengulangi dosa yang sama lagi di kemudian hari. Mati bagi dosa berarti hidup bukan utk berbuat dosa trs menerus.

Mati bagi dosa lalu hidup bagi Tuhan, hal ini sebuah dampak dr org yg menerima Kristus dlm hidupnya. Hidup bagi Tuhan berarti kita punya respon positif ketika Tuhan berfirman baik lewat yg tertulis maupun lewat cara yg lainnya. Org mati tdk merespon apapun yang org lain lakukan terhadapnya, tdk punya lagi emosi dan tubuhnya sdh tdk punya kekuatan utk melakukan apapun. Ketika godaan untuk berbuat dosa itu muncul, ada perlawanan yg kuat utk menolaknya, walaupun pd realita yg ada tdk selalu org menang atas godaan utk berbuat dosa, tetapi ada suatu kesadaran yg kuat dlm dirinya bhw dosa itu penghalang yg perlu disingkirkan dlm hubungan dgn Tuhan dan sesama. Jgn menuruti kedagingan kita yg selalu ada dan harus kita lawan seumur hidup kita. Berjuanglah melawannya bukan mengandalkan kekuatan sendiri, tapi dengan kekuatan yg Tuhan berikan pada kita melalui Roh Kudus yg ada dlm diri kita.

Mati bagi dosa dan hidup bagi Tuhan, suatu cara kehidupan yg berkenan pd Tuhan, suatu cara hidup yg memberi dampak baik untuk masa depan kita nantinya

Posted in Renungan | Comments Off on Hidup Bagi Tuhan

Tidak Melemahkan Iman

DI 29062024

Roma 4:19-21 ILT3
Dan dengan tidak menjadi lemah dalam iman, dia tidak memedulikan tubuhnya sendiri yang hampir mati –kira-kira berumur seratus tahun– dan matinya rahim Sara,
sebaliknya dia tidak dibimbangkan oleh ketidakpercayaan terhadap janji Elohim, malah dia diteguhkan oleh iman dengan memberikan kemuliaan kepada Elohim,
dan dengan diyakinkan sepenuhnya, bahwa apa yang telah Dia janjikan, Dia juga sanggup melaksanakannya.

Ketika diperhadapkan dgn realita yg berbeda dgn apa yg Tuhan janjikan pd kita, reaksi apa yg muncul dr sikap hati kita? Tetap percaya atau mulai meragukan janji Tuhan?

Kisah Abraham yg sudah sangat tua, terima janji Tuhan bhw dia akan punya anak, tetapi isterinya mandul dan jg sudah tua, tapi dgn sabar dia menunggu hal itu digenapi, dapat menjadi sebuah kesaksian bagi kita bgmna kita bs terima pembuktian janji Tuhan tepat pd waktu-Nya Tuhan. Walaupun tdk ‘mulus’ dlm beriman karena Sara, isterinya berpikir dgn logika bgmna mereka bs punya anak tp bukan dilahirkan langsung dr rahim Sara, tp dgn cara ‘budaya’, menyodorkan hambanya yaitu Hagar, yg kemudian melahirkan Ismael. Kelihatannya benar bhw akhirnya Abraham itu bs punya anak, tp itu berbeda dgn apa yg Tuhan maksudkan yaitu Dia berjanji tentang keturunan yg dilahirkan dr rahim Sara, bukan dr rahim perempuan lain. Pelajaran yg dapat kita ambil adalah jgn berusaha mewujudkan janji Tuhan dgn cara kita sendiri, akibat yang bs terjadi akan sangat merugikan masa dpn kita, resikonya terlalu besar.

Sabar menantikan janji Tuhan digenapi, itu yg membuat iman kita yg sempat goyah bisa tegak dan kokoh kembali. Realita bs sangat menggoncang iman kita, benarkah Tuhan yg berjanji itu akan menepati janji-Nya? Waktu sudah terlalu lama, keadaan makin buruk & rumit, di depan seakan jalan buntu dan kita diperhadapkan pd logika yg berkata bahwa yg Tuhan janjikan itu mustahil dapat terjadi. Satu kata dlm ayat yg kita renungkan adalah ‘tidak peduli’, tidak peduli realitanya semakin mustahil, iman yg teguh tetap percaya Tuhan pasti menggenapi apa yg Dia janjikan. Suatu kemustahilan bagi manusia, itu tdk mustahil bagi Tuhan utk melakukannya. Buang semua keraguan dan omong kosong org kain yang hanya melemahkan iman kita saja, kuatkan hati utk menghadapi realita apapun, karena suatu saat penantian kita akan berbuahkan hasil yg luar biasa, karena perbuatan Tuhan yg membuktikan bhw Dia mampu & sanggup menepati apa yg Dia janjikan.

Jangan menjadi lemah dlm iman, kuatkan & teguhkan hati, Tuhan sanggup dan pasti utk menepati yg Dia janjikan sekalipun menurut manusia, hal itu mustahil utk bs terjd.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Melemahkan Iman

Dibenarkan Karena Iman

DI 28062024

Roma 3:28
Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.

Dibenarkan karena iman, hal ini memang tdk mudah utk dipahami, rasul Paulus yg dahulu seorang yg sangat paham ttg Taurat berkata bahwa dibenarkan bukan karena melakukan hukum Taurat.

Hukum Taurat dari semula Tuhan berikan itu hanya utk bangsa Israel saja, berlaku jg utk org asing yg mau bergabung dlm golongan penyembah YHWH, lalu bgmna dgn kita yg menjd pengikut Kristus? Hukum Taurat tidak menjd pedoman org Kristen yg ‘gentile’ yaitu yg berasal dari non Yahudi, tetapi bagi mrka yg percaya Kristus dari kalangan org Yahudi, masih berpedoman pd hukum Taurat karena sebagian dari hukum Taurat, dikembangkan hukum yg berlaku di negara Israel. Yang kita coba renungkan bersama adalah apa beda antara melakukan hukum yg tertulis dengan beriman. Kita gambarkan spt ini: orang yang melakukan hukum, bisa saja karena alasan yg beragam, tp yg pasti adalah belum tentu org ini memiliki hubungan khusus dgn yang membuat dan memberlakukan hukum, tapi kalau org yg beriman, pasti memiliki suatu hubungan yg khusus dgn pembuat hukum & melakukannya karena rasa hormat &,kasih.

Mustahil beriman tanpa ada pribadi yg jadi obyek yg diimani, dlm konteks hidup orang percaya, jelas bhw Tuhanlah yg menjd obyek iman kita, iman tdk akan muncul tanpa rasa percaya terlebih dulu. Rasa percaya timbul karena adanya hubungan yg terjalin dekat & baik dlm kurun waktu tertentu. Dibenarkan karena iman, karena Tuhan membenarkan org-org yg memiliki hubungan khusus dan yg taat melakukan hukum Tuhan. Abraham itu contoh nyata, dia taat pd perintah Tuhan dan Tuhan memperhitungkannya sbg kebenaran, Abraham taat karena dia punya hubungan yg dekat dgn Tuhan, percaya apapun yg Tuhan perintahkan, itu hrs ditaati apapun situasi yg sedang terjadi. Kita yg berdosa dibenarkan oleh Tuhan karena kita percaya pada Yesus dan beriman kepada-Nya, percaya bhw yang Yesus lakukan utk menebus dosa manusia berhak kita terima karena kita ini umat yang percaya kepada Dia, berhak diampuni dosa dan kesalahan kita.

Selalu bangun hubungan yg benar dg Tuhan setiap saat, percayalah sepenuhnya pd Dia yg menciptakan dan memelihara hidup kita, maka kita akan dibenarkan karena iman.

Posted in Renungan | Comments Off on Dibenarkan Karena Iman