Berlindung Pada Tuhan

DI 14062024

Mazmur 5:11
Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita, mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya, karena Engkau menaungi mereka; dan karena Engkau akan bersukaria orang-orang yang mengasihi nama-Mu.

Perlindungan adalah salah satu kebutuhan yg diperlukan semua org, apalagi saat dalam menghadapi masalah, berlindung biasanya pada pihak yg lebih besar dan kuat.

Daud menulis mazmur ini pasti setelah dia sendiri mengalaminya, kita jg pasti tahu ttg kisah hidup Daud, sebelum dan sesudah dia menjd raja atas Israel, mengalami ancaman dan nyaris merenggut nyawanya. Sebelum jadi raja, dia dikejar oleh raja Saul dan lawan dari pihak musuh Israel, setelah jadi raja, dia hendak dikudeta oleh anaknya sendiri yaitu Absalom. Dengan kekuatan yg dia miliki, ada waktu di mana dia butuh perlindungan yang sempurna, dan dia memutuskan berlindung pd Tuhan. Ketika berlindung pd Tuhan, Daud tetap bs bersukacita pd akhirnya, bersorak sorai dan bersukaria, namun yg perlu untuk kita perhatikan adalah alasan Daud memilih Tuhan sbg perlindungan-Nya, karena Daud tetap mengasihi nama Tuhan. Di mata Daud, nama Tuhan lebih tinggi drpd nama yg lain, nama Tuhan membuat semua musuhnya jd gentar dan nama Tuhan adalah jaminan utk mengalami kemenangan.

Apa pengaruh nama Tuhan dlm hidup kita? Sekedar Juruselamat? Jadikanlah Dia suatu tempat perlindungan yg sempurna, saat sdg menghadapi situasi yg sulit, banyak tekanan dan ada pihak-pihak yg memusuhi kita, tetap berlindung pd Tuhan. Hasil yg akan kita lihat adalah Tuhan memberi kita sukacita, tetap bersorak sorai senantiasa dan bersukaria di saat yg genting dlm hidup kita. Rancangan musuh akan digagalkan terjd atas kita, yang buruk akan berbalik menimpa mereka sndri. Semua ini terjadi kalau kita mengasihi nama Tuhan. Mengandalkan Tuhan dlm segala hal baik yg besar maupun yg kecil. Dalam hidup Daud kita melihat bbrpa kali Tuhan dengan kuasa-Nya yg ajaib meluputkan dia dr maut dan tangkapan musuh, dan Daud meninggal dlm keadaan yg mulia, karena faktor usia yg sudah lanjut, bukan meninggal krna dibunuh oleh musuh. Kemuliaan Tuhan nyata dalam hidup org yg mengasihi nama Tuhan.

Pada siapa kita berlindung, jangan salah dlm memilihnya, perlindungan Tuhan itulah yang sempurna, kita akan mengalami sukacita & bersorak-sorai karena kita menang.

Posted in Renungan | Comments Off on Berlindung Pada Tuhan

Yesus itu Ciptaan?

DI 13062024

Wahyu 3:14
“Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:

Wahyu 3:14 ILT3
Dan tuliskanlah kepada malaikat gereja Laodikia: Sang Amin –saksi yang setia dan benar, Penguasa dari ciptaan Elohim– mengatakan hal-hal ini,

Polemik akibat penerjemahan yang tdk tepat sebaiknya dikoreksi dengan segera supaya pihak yg meragukan kebenaran Alkitab bisa memahami dgn benar siapa pribadi Tuhan Yesus yg seutuhnya.

Puji Tuhan, LAI melalui terbitan terjemahan Baru yg dikenal dgn terjemahan PBTB2 sdh merevisi terjemahan ayat ini dgn benar dan inilah isi terjemahannya: “Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, sumber dari ciptaan Allah.” Alkitab LAI yang dengan terjemahan terbaru sudah dpt dibeli di toko buku maupun secara online. Tuhan Yesus bukanlah ciptaan tetapi sumber dari semua ciptaan, inilah pahaman yang benar dan menunjukkan bhw Dia tdk diangkat oleh bapa-bapa gereja menjadi ‘Tuhan’ yang lalu disembah. Tuduhan pihak-pihak yg selalu dg sengaja berusaha membodohi orang Kristen dgn pemahaman mereka yg keliru harus dgn bijak ditanggapi dgn fakta dan data akurat yg tdk terbantahkan. Menafsirkan isi Alkitab hrs dgn metode penafsiran yg benar, bukan seenak pikiran sendiri, supaya jgn timbul apa yg disebut dgn penyesatan.

Jadi pakailah metode yg benar saat hendak berusaha menggali kebenaran dr satu ayat atau pasal dlm Alkitab. Pahami budaya yang berlaku di zaman ayat itu muncul, jgn pakai budaya zaman sekarang yg tentu saja amat berbeda. Mengapa penulis ayat itu mencatat apa yg terjd, apa tujuannya yg mau dipahami oleh para pembacanya. Memeriksa bahasa asli dr ayat itu jg perlu dilakukan, terjemahan punya keterbatasan kosa kata. Ayat yg berisi perumpamaan jg perlu diperhatikan kata yg ada dalam sebuah kalimat, gaya bahasa apa yg dipakai dan perlukah itu ditafsir hurufiah atau ada makna yg tersembunyi di dalamnya sehingga perlu pemahaman yg dalam. Tidak semua hal ada makna rohaninya, tdk semua yg berlaku di zaman itu bs diberlakukan juga di zaman sekarang. Kelihatannya jadi ribet, tp ini supaya terhindar dr salah tafsir yg bisa berujung pd salah pengajaran dan doktrin.

Keterbatasan penerjemahan pasti akan kita temukan, itulah gunanya kita mengerti cara atau metode yg benar ketika ingin menggali kebenaran dr isi Alkitab.

Posted in Renungan | Comments Off on Yesus itu Ciptaan?

Secukupnya Saja

DI 12062024

Amsal 30:8-9 (TB)
Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.
Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.

Pada umumnya semua org takut miskin, tapi penulis amsal ini memang menghindari diri dr kemiskinan, namun jg tidak ingin menjadi kaya, jangan diberikan kepadanya kekayaan.

Penjelasan yang diberikan penulis amsal ini adalah baik miskin atau kaya, seseorg dapat murtad, marah pd Tuhan. Kekayaan ditandai dgn perut kenyang, namun bahaya yg dapat muncul adalah kita bs berpikir bhw kita kaya karena kehebatan diri kita dlm mencari uang dan harta, menyangkali firman Tuhan yaitu:
“Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya. (Amsal 10:22). Secara kasat mata, kitalah yg bekerja keras tapi secara pandangan Tuhan, Dialah yg memberikan kekayaan pd orang yg Dia inginkan. Dua pandangan yang memang tdk sejalan dgn logika manusia, banyak org kaya yg tdk percaya pd Tuhan, mereka kaya dan menikmati hidup bahagia, jadi benarkah kekayaan itu adalah pemberian Tuhan? Utk memahaminya, kita perlu memahami ada 2 jenis berkat: berkat yg umum utk semua org dan berkat khusus yg hanya utk umat-Nya.

Kekayaan yg dr Tuhan pastilah dr hasil yang didapat dgn cara yg benar, bukan hasil dari menipu, korupsi, dsbnya. Itulah kenapa tiap org bs menjd kaya, ada yg dgn cara haram & ada yg dgn cara yg diperkenan Tuhan. Ketika seseorg dlm keadaan sangat miskin, mgkin saja dia mencuri demi bs makan, dan tanpa disadari, dia mulai menyalahkan Tuhan atas keadaannya yg miskin. Tentu kalau kaya, tdk ada org yg menyalahkan Tuhan. Org miskin akhirnya bnyk yg mencari cara alternatif utk cepat menjd kaya yg pada akhirnya dituntut iblis dgn mengorbankan nyawa atau nasib anggota keluarganya. Ingin cepat kaya dan punya kehormatan syaratnya itu menyembah iblis, ini ditunjukkan saat Yesus dicobai iblis di padang gurun (Matius 4:9). Jadi 2 pilihan yg hrs kita pilih di dunia ini: menyembah pd Tuhan atau menyembah pd iblis, mana yang kita pilih? Menyembah iblis bisa jadi kaya tp kehilangan keselamatan kekal.

Tetaplah bersyukur apapun keadaan yg kita jalani ketika hidup benar di hadapan Tuhan, jika Dia belum memberi kekayaan, ini hanya masalah waktu yg tepat, tetap setia.

Posted in Renungan | Comments Off on Secukupnya Saja

Supaya Terarah

DI 11062024

Amsal 29:18 ILT3
Bila tidak ada visi, rakyat dibiarkan tak terkendali, tetapi orang yang memelihara torah, berbahagialah dia!

Cukupkah hanya punya visi yg hebat? Impian boleh spektakuler, perencanaan boleh hebat, tapi tanpa aturan yg didisiplinkan, semuanya hanya jadi sia-sia belaka.

Pertanyaannya adalah: visi siapa yg sedang kita hendak wujudkan? Visi dari Tuhan atau visi Tuhan yg kita campurkan dengan ambisi kita pribadi? Sangat mudah memberi ‘label’ suatu visi itu dr Tuhan supaya org lain dapat dgn mudah kita pengaruhi. Kalau sdh pakai kata sakti: “Ini dari Tuhan, Tuhan berkata pd saya …” maka siapa yg berani meragukannya apalagi jika kitalah yg jadi pemimpinnya! Di ayat ini diingatkan ttg visi dan Taurat, suatu kombinasi yg sempurna! Dlm mewujudkan sebuah visi, perlu kita terapkan semua yang ada dlm hukum Tuhan, itu spt pagar yg tdk boleh kita terobos, jika tdk ingin mengalami hal-hal negatif di masa depan. Masalahnya adalah bnyk org yg memakai label ‘visi dari Tuhan’ tp mewujudkannya dgn aturan yang bertentangan dgn firman Tuhan. Inilah ciri visi dr Tuhan yg ‘palsu’, tidak perlu ikut lagi dlm usaha mewujudkannya karena nantinya murka Tuhan yg turun karena pelanggaran yg banyak terjd di dalamnya.

Visi dan hukum Tuhan, keduanya hrs dengan semangat diterapkan, walaupun pasti akan muncul tantangan dan hambatan. Kalau visi itu benar dr Tuhan, maka Dia sendiri ikut dlm menangani masalah yang timbul. Seberapa hebat kemampuan yg dimiliki manusia, tidak akan sanggup menyamai kuasa Tuhan yang dahsyat dan ajaib. Jgn bersandar pd apa yg manusia dapat lakukan, tapi bersandar pada apa yg sanggup Tuhan lakukan bagi kita. Ini yg perlu kita imani bhw Tuhan pasti memberi suatu visi dan menolong kita utk melakukan & mewujudkannya. Tuhan tdk pernah gagal dan pasti menepati janji-Nya. Tapi jika suatu visi bukan dr Tuhan, tdk ada penyertaan-Nya yg nyata di saat berhadapan dgn realita yang mustahil bagi manusia, menemui jajan buntu dan tdk ada harapan lagi. Jgn memanipulasi visi dgn tujuan keuntungan pribadi, ingatlah bhw suatu saat itu akan dimintakan oleh Dia pertanggung jawabannya.

Kerjakan visi dgn berdasarkan hukum Tuhan yg ada, jgn menjadi liar dan tanpa kendali yg benar, jgn ambil keuntungan pribadi dari visi Tuhan yg sedang kita wujudkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Supaya Terarah

Bicara Tanpa Tanggung Jawab

DI 10062024

Amsal 29:20 ILT3
Engkau telah melihat orang yang terburu-buru dalam perkataannya, ada lebih banyak harapan bagi orang bebal daripada dirinya.

Ada bbrpa org yg bermulut manis, terdengar sangat menyenangkan tetapi kemudian baru ketahuan semuanya itu bohong belaka, rasa kecewa timbul dan penilaian terhadap orang itu menjd negatif.

Menjanjikan sesuatu demi mendapatkan yg diinginkan, entah apakah janji itu sesuatu yg bs dipenuhi atau yg penting janji dulu, dapat apa yg diinginkan, masalah janji belakangan saja, kalau tdk sanggup memenuhi, tinggal minta maaf dan ampun saja. Apakah orang spt ini akan baik hidupnya? Dlm pengertian umum, hutang bukan hanya dalam hal uang saja, tetapi janji jg adalah hutang. Dalam hal lainnya, seringkali org berkomentar negatif tanpa memeriksa Informasinya terlebih dulu sehingga yg disebarnya adalah hoax, yang dia katakan biasanya bersumber dr ‘apa kata orang’ yg belum tentu benar infonya. Ada jg org yg terbiasa mengomel dgn hujatan dan kata-kata kotor, sehingga dia menyakiti hati & perasaan org lain tanpa dia sadari. Orang yg sok tahu biasanya dominan dlm bicara & berusaha menggiring pembicaraan sesuai dgn yg dia mau, tp seringkali org ini sedikit tahu tp dominan bicaranya.

Jgn terburu-buru dlm perkataan, artinya ada waktu yg tepat utk kita bicara, ada waktu yg tepat utk kita sedikit bicara atau banyak, ada jg waktu utk kita tdk bicara atau diam. Untuk tahu kpn waktu yang tepat, pikiran kita harus dipakai, jgn dibiarkan ‘nganggur’. Seringkali ungkapan org bijak berkata: ‘otak itu dipakai’ perlu untuk kita renungkan. Bukan bertujuan menghina org lain, tetapi ungkapan itu untuk mengingatkan bhw berhati-hatilah di dalam perkataan, pertimbangkan dampak yg terjadi dari apa yg kita perkataan. Ucapan kita bisa membuat org gembira, bersemangat, tetapi jg bs membuat org tersinggung, marah, dan putus asa. Jangan terburu-buru menjanjikan apa-apa, pertimbangkan bisa atau tidak kita menepatinya, karena dr perkataan kita, org akan menilai tabiat dan karakter kita, orang lain bs menjd lebih percaya atau sebaliknya, menjd kehilangan rasa hormatnya terhadap kita.

Pikirkan dahulu apa yg hendak kita katakan, ucapkanlah apa yg sifatnya membangun, yg memberikan semangat, koreksi yg disertai dgn jalan keluar, dsbnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Bicara Tanpa Tanggung Jawab

Karena Terbiasa

DI 08062024

Hakim-hakim 16:20
Lalu berserulah perempuan itu: “Orang Filistin menyergap engkau, Simson!” Maka terjagalah ia dari tidurnya serta katanya: “Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas dan akan meronta lepas.” Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia.

‘Seperti yang sudah-sudah’, inilah kalimat yg tanpa kita sadari membuat kita lengah, celah terbuka dan pd akhirnya yg terjd penyesalan yg dalam karena kesombongan kita.

Sesuatu yg sudah kita lakukan dalam jangka wkt yg lama, biasanya dgn mudah dilakukan tanpa perlu kewaspadaan yg spt biasanya. Kalau pertama kali dilakukan, biasanya amat berhati-hati dan sangat teliti, durasi wkt utk mengerjakannya lumayan panjang, tp ketika sudah terbiasa mengerjakannya, durasi wkt yg diperlukan biasanya lebih pendek dan jg sedikit ‘menggampangkan’ sehingga tdk lagi begitu teliti mengerjakannya. Begitu jg dgn dunia pelayanan, awal melayani persiapan yang dilakukan sangat baik, mengandalkan Tuhan, tp skrg melayani hanya terasa suatu rutinitas yg sdh biasa dilakukan, tanpa perlu utk dilakukan dgn sepenuh hati. Bisa karena biasa, inilah yg perlu jd perhatian, spt yang terjadi pd kisah Simson, tanpa dia sadari, dia telah membocorkan rahasia kekuatannya & menganggap dirinya memiliki kekuatan yang sama, pdhal Tuhan sudah meninggalkan dia, kekuatannya hilang.

Terbiasa melakukan bukan berarti tidak lagi melakukan persiapan dan pengawasan yang baik, menjaga kualitas itu penting, tetapi itu harus dilakukan dgn tetap mengandalkan & dilakukan penuh tanggung jawab pd Tuhan. Jgn asal-asalan, jgn ceroboh, jgn terlalu kita percaya diri, karena itu semua menunjukkan bhw kita sedang membuka celah bagi iblis utk merusak apa yg kita kerjakan. Pujian dan sanjungan dr org banyak juga berbahaya, itu bs membuat kita lengah dan akhirnya jatuh dlm pemujaan diri sendiri. Merasa diri lebih baik drpd org lain, terlalu santai melakukan semuanya, kurang teliti, semua hal ini harus kita hindari, ingatlah pd prinsip awal bahwa kita bs karena Tuhan yg memampukan kita, sekalipun kita punya keahlian yg tinggi, tapi ketika kita terus mengandalkan Tuhan, yang kita kerjakan akan semakin baik kualitasnya dan hasilnya menjd berkat bagi banyak org.

Jgn terlalu menganggap remeh hal yg sudah biasa kita lakukan, tetap jaga kualitas, tetap teliti, lakukan persiapan dgn baik, andalkan Tuhan dlm segala hal yg kita lakukan.

Posted in Renungan | Comments Off on Karena Terbiasa

Jagalah Hati

DI 07062024

Kisah Para Rasul 8:20-21, 23 ILT3
Namun berkatalah Petrus kepadanya, “Kiranya uang perakmu menjadi kebinasaan bersamamu, karena engkau mengira dengan uang dapat memperoleh karunia Elohim!
Tidak ada bagian ataupun pusaka bagimu dalam perkara ini, karena hatimu tidak lurus di hadapan Elohim.
Sebab, aku memandang engkau berada dalam empedu kepahitan dan belenggu ketidakadilan.”

Hati yg tdk lurus di hadapan Tuhan, inilah yg jadi penyebab Simon mantan penyihir coba utk menyogok para rasul supaya dia juga bs menyimpangkan tangan atas org lain dan jd penuh Roh Kudus.

Berarti hati kita itu hrs lurus ke arah Tuhan & karenanya kita tdk punya pikiran aneh-aneh ttg apapun jg, terutama yg berkaitan dengan dunia pelayanan. Darimana muncul pikiran bhw karunia Tuhan bs dibeli dgn uang? Satu kesesatan pikir yg bs membahayakan hidup Simon apabila Tuhan sudah murka. Untung pd akhirnya Simon takut akan murka Tuhan dan meminta rasul Petrus mendoakannya di hadapan Tuhan supaya murka Tuhan tidak turun atas hidupnya. Jadi apa itu hati yang lurus di hadapan Tuhan? Sederhananya, jika sudah menjd Kristen, hati kita diarahkan pd Tuhan dan bersedia mengikuti tuntunan-Nya lewat Alkitab dan suara Tuhan. Alkitab ialah suara Tuhan yg tertulis, dan ketiga hubungan kita dgn Tuhan semakin dekat, kita bisa utk mendengar suara Tuhan lewat banyak jalur, bs lewat hati nurani, nasehat org lain, dr yg kita dengar saat khotbah dlm ibadah, atau mgkin secara audible di telinga.

Keinginan dosa membuat hati kita tidak lagi lurus ke arah Tuhan, walaupun mgkin hanya ‘bergeser’ sedikit, bagi Tuhan itu sudah tidak lurus lagi hati kita. Keinginan pribadi kita yg begitu mendorong kita utk melakukan suatu hal, inipun bs menjd penggeser hati kita. Jd banyak penyebab mengapa hati kita menjadi tidak lurus, dan kita hrs waspada jgn sampai tanpa disadari hati kita mulai bergeser sdkit dan bila dibiarkan trs maka hati kita menjadi bercabang dan ini berbahaya bagi hidup kita sehari-hari. Pola pikir yg salah lahir dr hati yg tdk lurus, sehingga kita salah dlm berbuat & berkata-kata. Salah memilih pilihan dan juga salah membuat perencanaan. Ini seperti kita dgn sengaja ‘menabrak’ batas perlindungan Tuhan sehingga musuh dgn bebas masuk & merusak hidup kita perlahan-lahan. Ingatlah bhw Hawa termakan omongan ular sehingga pola pikirnya salah dan membuat dia dan jg Adam jatuh dlm dosa.

Jagalah hati tetap lurus di hadapan Tuhan & sesama, tetap kebenaran firman Tuhan jadi pedoman hidup kita, semenjak kita percaya hingga saat tinggal dlm kekekalan nanti.

Posted in Renungan | Comments Off on Jagalah Hati

Belum Meninggalkan Pola Pikir Lama

DI 06062024

Kisah Para Rasul 8:13, 18-19
Simon sendiri juga menjadi percaya, dan sesudah dibaptis, ia senantiasa bersama-sama dengan Filipus, dan takjub ketika ia melihat tanda-tanda dan mujizat-mujizat besar yang terjadi.
Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka,
serta berkata: “Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus.”

Mengetahui seorg tukang sihir bertobat, itu suatu berita yg mgkin menggemparkan, tapi ternyata pola pikirnya belum berubah walau dia selalu ikut dgn hamba Tuhan.

Simon yg punya latar belakang org yg menjd tukang sihir, suka dg hal berbau supranatural memutuskan utk percaya pada pemberitaan Injil dan dibaptis menjd seorg Kristen. Bukan hanya itu, dia jg selalu ikut dgn Filipus, pasti sering mendengarkan pengajaran dan juga melihat banyak tanda ajaib di depan mata & dia menganggap bhw karunia dr Tuhan bisa diperoleh dgn memberi uang pd para rasul. Org Kristen tp punya pola pikir penyembahan berhala, sesuatu yg perlu diwaspadai. Mgkin dulu sewaktu dia jd tukang sihir, orang harus memberinya sejumlah uang utk melakukan praktek sihir yg mereka minta. Pola inilah yg menggerakkan pikirannya sehingga karena ingin bs melakukan hal yg dipraktekkan oleh para rasul, dia menawarkan sejumlah uang, ingat bhw waktu peristiwa ini dia sudah jadi seorg Kristen, tapi pola pikirnya belum juga diganti dgn pola pikir yg bersumber dari apa yg diajarkan oleh para rasul, waktu itu belum ada catatan lengkap spt Alkitab skrg ini.

Ini menjd sebuah perenungan bagi kita juga setelah menjd org Kristen, apakah pola pikir kita masih menggunakan pola pikir sebelum kita menjd org Kristen? Dlm berbisnis, dalam hidup berkeluarga, bahkan dlm hubungan dg Tuhan, masihkah kita berpola pikir yg sangat berlawanan dgn firman Tuhan? Misalnya, org yg mempersembahkan pd berjalanya, ketika masih belum kaya, persembahannya sedikit, makin makmur, persembahannya meningkat karena berpikir kalau mau banyak rezekinya, hrs berani memberikan persembahan pada berhalanya lebih ‘ekstrim’. Renungkan ini dlm pikiran dan hati kita: apakah kita mengasihi Tuhan tergantung seberapa berkat Tuhan yg kita terima? Makin diberkati makin cinta pd Tuhan? Hati-hati dgn pola pikir demikian! Yg benar adalah dlm situasi apapun, mengasihi Tuhan itu hrs tetap dgn segenap hati, jiwa & kekuatan, penuh, tdk ada sisa kasih yg nanti baru diberikan pd Tuhan kalau berkat yg Dia berikan makin besar, itu mengasihi Tuhan dg tdk segenap hati, jiwa & kekuatan!

Jgn pakai pola pikir yg tdk sesuai dgn yang tertulis dlm firman Tuhan, buang yg lama & sesuaikan pola pikir kita dgn kebenaran yg sesuai dgn firman Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Belum Meninggalkan Pola Pikir Lama

Yang Jahat di Antara Orang Benar

DI 05062024

Matius 13:49-50 ILT3
Demikianlah akan terjadi pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan keluar dan memisahkan yang jahat dari tengah-tengah yang benar,
dan mereka akan melemparkannya ke dalam tungku api, di sana akan ada tangis dan kertak gigi.”

Di antara org benar terdapat yg jahat? Suatu hal yg harus kita waspadai bersama, secara logika biasanya org yg sejenis akan kumpul dgn yg sejenis.

Bgmna mgkin ada yg jahat jahat bisa masuk ke tengah-tengah org benar? Kita ingat bhw Tuhan sanggup melihat hati tiap org, namun manusia hanya bs melihat fisik manusia tapi tidak bs melihat hatinya. Di sinilah kita bisa paham bgmna yg jahat itu bs masuk dalam kumpulan org benar, karena secara luarnya, mereka terlihat spt org benar, tetapi di dalam diri mereka ternyata penuh dgn apa yg jahat. Inilah yg dimaksud dgn kefasikan, kelihatan rohani pdhal duniawi, punya identitas Kristen tp tdk hidup menuruti firman Tuhan. Dengan adanya yg jahat di antara yg benar, tentu ini membuat sebuah kemungkinan buruk yang bs terjadi bhw yg jahat dpt merusakkan apa yg baik, memberikan pengaruh buruk yang secara perlahan bs mengubah kebiasaan yg baik. Itulah sebabnya kita diingatkan bahwa utk menguji segala sesuatu, apakah sesuai dgn kebenaran firman Tuhan sekalipun yang terlihat dan terdengar sesuatu yg masuk dlm logika.

Penyesatan itu hanya menghilangkan bagian tertentu dr kebenaran, jd tetap ada yg benar, tapi disusupi dgn apa yg menyesatkan. Yang biasa kita lihat dlm keseharian, misalnya ttg kebohongan, ada golongan org yg berusaha melegalkan kebohongan dgn memberi label ‘bohong putih’, bohong demi kebaikan. Kita tahu bhw standart Tuhan ttg dosa itu sangat jelas dan tegas, tdk mengatakan yang benar, itu artinya berdusta, itu dosa. Dosa yang dgn model pemikiran dan dalil tertentu berusaha utk dianggap bukan sebuah dosa lagi, itulah bukti penyesatan sedang terjadi. Mengubah hukum Tuhan yg tertulis demi bisa menutupi dosa, jelas suatu hal yang melawan Tuhan. Bahkan dlm jemaat yg awal di zaman para rasul, sudah ada antikristus yg berasal dari dalam jemaat sendiri: Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita (1 Yohanes 2:9).

Seleksi dengan siapa kita bergaul, mungkin secara luar terlihat rohani, namun hatinya itu ternyata penuh dgn hal duniawi, jgn sampai kita dicemari dan akhirnya terpengaruh oleh kesesatan mereka.

Posted in Renungan | Comments Off on Yang Jahat di Antara Orang Benar

Memberi Kelegaan

DI 04062024

Matius 11:28
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Melakukan sesuatu secara berulang-ulang & dlm kurun waktu panjang biasanya bs timbul kelelahan dan kejenuhan, dlm situasi spt ini, kita seringkali merasa bosan atau putus asa.

Ditambah lagi dgn hrs memikul beban berat yg membuat kita hrs mengeluarkan banyak energi, pikiran hingga harus mengorbankan kesehatan tubuh kita, apa yg hrs kita lakukan supaya kita sanggup melewati semuanya dg kemenangan ada di tangan kita? Dlm ayat di atas, langkah pertama adalah datang pada Tuhan. Ini beda dgn sekedar berdoa yg bisa kita lakukan dlm ‘jarak’ yang jauh karena Dia mendengar doa kita sekalipun Dia berada di surga. Datang pd Tuhan dlm ayat di atas bs dimaknai sesuai waktunya, di saat itu tentu saja dimaknai dgn berusaha bertemu Yesus secara fisik karena saat itu Yesus masih ada di dunia, tetapi di saat sekarang ini, makna itu tdk lagi relevan karena Yesus sudah ada di surga. Jadi apa makna datang pd Tuhan? Apakah dgn cara beribadah? Kalau seperti itu kita hrs tunggu ada jadwal ibadah gereja kita. Ternyata bukan sekedar berdoa dan jg beribadah, tetapi bertemu Tuhan di hadirat Tuhan yg kudus.

Kita bs bertemu Tuhan dlm hadirat-Nya tidak hanya saat beribadah atau berdoa, tetapi ini bisa kita alami ketika hati sungguh-sungguh membutuhkan Tuhan. Seperti saat haus dan lapar, kita cuma mencari minuman, makanan saja, ini jd prioritas utama, hal lain nanti saja baru dilakukan atau dicari. Inilah yg dikenal dgn berpuasa, sengaja mengisi waktu hanya utk mencari dan bertemu Tuhan dgn sengaja mengabaikan aktivitas lainnya. Berpuasa dg sambil melakukan aktivitas harian tdk akan pernah efektif hasilnya, hanya sekedar tidak makan minum tanpa hatinya fokus pd Tuhan dan masih memikirkan pekerjaan atau hal yg menyita perhatian kita. Tinggalkan aktivitas semuanya dan hanya duduk diam fokus utk mencari dan bertemu dgn Tuhan, inilah yang dimaksud sbg datang pd Tuhan. Kesegaran jiwa sangat penting, supaya kita bs kembali melakukan aktivitas harian dgn sukacita dan bs memikul beban berat hingga garis akhir.

Ketika kita mengalami hal spt ini, datang pd Tuhan, jgn tunda lagi, semakin cepat kita bs bertemu Tuhan dalam hadirat-Nya, semakin cepat pula kita bs melewati semuanya dlm kemenangan.

Posted in Renungan | Comments Off on Memberi Kelegaan