Iblis Menawarkan Kemewahan

DI 15012024

Matius 4:8-9
Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,
dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.”

Siapa yg paling kaya di dunia? Apakah orang yg disebut sbg org terkaya di dunia? Jangan terlalu yakin, dlm ayat yg kita baca, iblis juga tergolong paling kaya di dunia.

Dlm ayat yg kita baca, iblis menawarkan yg paling ‘wow’ di dunia pd Yesus asalkan Dia mau menyembahnya. Itu jg yg iblis tawarkan pd manusia yg gila harta, kekuasaan, hormat dan semuanya yg ada di dunia. Itu sebabnya kita banyak dengar tawaran jika ingin cepat kaya, sembuh dr penyakit, ingin tahu tentang masa depan, dsbnya, datang ke paranormal, pesugihan di tempat tertentu, intinya dengan memakai cara alternatif yaitu okultisme. Ini sesuatu yang banyak disukai karena caranya itu instant, tdk perlu ikuti aturan yg ada, bisa cepat dapat semuanya. Ikuti proses yg harus dijalani pasti memakan waktu yg lama, nanti keburu tua, kalau bisa kaya di usia muda, ya buat apa tunggu sudah tua baru sukses dan kaya raya? Begitulah pemikiran sebagian dr org-org yg tidak begitu sabar mengikuti cara dan proses yg hrs dijalani. Menang terlihat lebih cepat, tapi amankah utk jiwa kita?

Kita tahu dlm Alkitab, ditunjukkan tempat yg terakhir bagi iblis, tentunya bukan di surga. Jadi kalau kita menyembah dia, walaupun di dunia ini kita diberi semua kemewahan dan kekuasaan, apalah artinya itu dibandingkan dgn kekekalan di surga. Di dunia kita hanya hidup puluhan tahun saja, dibandingkan dg kekekalan itu terlalu singkat. Jadi kalau mau masuk surga, jgn menyembah iblis, sembah Tuhan Yesus Kristus yg empunya surga, yg berhak menentukan apakah seseorg dapat masuk surga atau tidak. Alasan terdesak & tdk ada cara lain, membuat org memilih utk memakai ‘jalan pintas’ yg bs membahayakan jiwa dan keselamatan kekalnya. Kesaksian dr mereka yg pernah melakukan okultisme, itu bs menjd petunjuk bhw jgn sampai kita ikut melakukan hal serupa. Kalau ada orang yg jatuh karena ada lobang di depan, jangan kita ikut jatuh juga, itu bodoh namanya. Kita hrs hidup benar dan jauhi yg jahat.

Cara instant memang lebih cepat utk dapat mewujudkan impian kita, tp kalau justru dgn itu kita kehilangan keselamatan kekal, kita melakukan sebuah kebodohan.

Posted in Renungan | Comments Off on Iblis Menawarkan Kemewahan

Karunia Tetap Berjaian

DI 13012024

1 Samuel 2:20-21
Lalu Eli memberkati Elkana dan isterinya, katanya: “TUHAN kiranya memberikan keturunan kepadamu dari perempuan ini pengganti yang telah diserahkannya kepada TUHAN.” Sesudah itu pulanglah mereka ke tempat kediamannya.
Dan TUHAN mengindahkan Hana, sehingga dia mengandung dan melahirkan tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan lagi. Sementara itu makin besarlah Samuel yang muda itu di hadapan TUHAN.

Karunia seseorang itu sangat berguna bagi jemaat, misalnya karunia kesembuhan, doa, dsbnya, namun bgmna kerohanian si pemilik karunia itu, hanya Tuhan dan org itu yg tahu.

Dosa imam Eli adalah tdk berdaya mendidik kedua anaknya yg saat itu melayani dan dgn sengaja berbuat dosa di hadapan Tuhan, tp dlm kisah ayat di atas, dia tetap memberkati kedua orgtua Samuel dan dibuat Tuhan terjd sesuai dgn apa yg dikatakan imam Eli. Kalau zaman skrg disebut nubuatan imam Eli itu ‘akurat’, karunia ini cenderung disukai orang banyak karena bs sedikit mendpt rahasia ttg apa yg akan terjd di masa depan. Karunia yg dimiliki seseorg itu tetap berjalan walaupun si pemilik karunia itu berdosa dan tdk kudus di hadapan Tuhan. Org banyak tak sadar dan mengira org ini dipakai Tuhan luar biasa, dia hidupnya pasti kudus, jam doanya panjang, dsbnya. Kemudian ketika dosanya terkuak & ‘aib dosanya ditelanjangi’ Tuhan, org terkejut dan berbalik dr awalnya mengagumi, hormat dan menyanjung, berubah menjd menghujat dan memberi label negatif terhadapnya. Ini realita yg bs kita temukan di sekitar kita.

Kesimpulan ini didukung oleh ayat ini: Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:22-23). Kurang hebat apa org-org yg disebutkan dlm ayat ini, tapi ternyata mereka ditolak Tuhan meskipun dg karunia yg mengagumkan, melakukan yang juga Yesus lakukan. Jadi memang penting utk mengejar karunia, tapi kejarlah kasih, itu yg paling utama: Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat (1 Korintus 14:1). Kejarlah kasih berarti punya tekad kuat utk bisa mengasihi secara benar kepada Tuhan dan sesama.

Jangan jadi ‘fans’ hamba Tuhan, contohlah apa yg baik dari hidup mereka, manfaatkan kegunaan dr karunia yg mereka miliki, yang paling penting adalah doakan mereka spya tidak ‘jatuh’ dan masuk neraka.

Posted in Renungan | Comments Off on Karunia Tetap Berjaian

Tidak Mencontoh Yang Jahat

DI 12012024

1 Samuel 2:17-18
Dengan demikian sangat besarlah dosa kedua orang muda itu di hadapan TUHAN, sebab mereka memandang rendah korban untuk TUHAN.
Adapun Samuel menjadi pelayan di hadapan TUHAN; ia masih anak-anak, yang tubuhnya berlilitkan baju efod dari kain lenan.

Samuel tinggal di Rumah Tuhan bersama dg keluarga Imam Eli, dan ternyata kedua anak Imam Eli hidup dengan berdosa di hadapan Tuhan, tetapi Samuel berhasil menjaga diri tetap berkenan di hadapan Tuhan.

Dlm dunia ‘parenting’, usia anak-anak adalah usia yg sangat penting utk ditanamkan apa yg baik dan benar, karena anak-anak disebut sbg peniru yg baik, apa yg dia lihat, apalagi org-org terdekatnya, bisa ditirukan tanpa dia sadar baik atau buruk suatu perbuatan itu. Yg Samuel lihat dr hidup kedua Imam Eli itu ternyata contoh yg buruk, bgmna mereka dg sengaja melakukan pelanggaran saat mrka menjalani tugasnya, belum lagi melihat juga gagalnya Imam Eli dlm menegur kedua anak muda itu, ini bs saja membuat Samuel untuk ikut dgn perbuatan berdosa dari kedua anak Imam Eli. Kita tahu bhw Samuel itu anak dari Hana, anak yg dinazarkan utk melayani jika Tuhan memberikannya seorg anak. Setiap tahun orgtua Samuel datang, dan pasti saat itu ada nasehat-nasehat yg diberikan untuk Samuel, dan ternyata Samuel adalah anak yg baik, yg mendengarkan nasehat orgtuanya.

Kebanyakan dari kita baru menasehati anak setelah mereka melakukan kesalahan, tentu hal ini kurang tepat, seharusnya setiap saat kita sbg orgtua mendidik serta menasehati anak-anak kita sehingga mereka terhindar dr melakukan kesalahan yg fatal dan besar. Ini sesuai dgn peribahasa: lebih baik mencegah drpd mengobati, anak-anak jangan dibiarkan bebas meniru apa saja, tetapi kita harus dgn telaten menjelaskan knpa sesuatu itu boleh ditiru dan mengapa tdk boleh ditiru, jangan hanya sekedar melarang tetapi anak tetap bingung karenanya. Memantau pergaulan dr anak-anak kita itu wajib kita lakukan, jangan kita tdk peduli dgn siapa mereka bergaul, ini hal yg serius. Mereka mulai mencoba suatu hal karena melihat teman-teman mrka sudah melakukannya. Kalau yg ditiru itu yang baik, itu suatu keuntungan, tp kalau yg ditiru itu yg buruk, itu bs menjd bencana di waktu ke dpn dan nantinya akan timbul penyesalan yg dlm bagi orgtuanya.

Didiklah anak mulai dr kecil, jgn tunggu ada masalah baru diberi nasehat dan hukuman. Berikan contoh yg baik, perluas pengetahuan yg kita miliki dan bimbing mereka utk hidup penuh tanggung jawab.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Mencontoh Yang Jahat

Dipengaruhi Kekayaan

DI 11012024

Amsal 18:23
Orang miskin berbicara dengan memohon-mohon, tetapi orang kaya menjawab dengan kasar.

Penulis amsal meyakini bhw cara berbicara seseorg dipengaruhi oleh status sosialnya, dlm hal ini dipengaruhi oleh miskinnya atau kayanya seseorg itu.

Tentu kita harus jujur melihat realita, ayat ini bs saja berbeda dgn realita yg kira temukan dlm kehidupan keseharian kita. Tidak semua org kaya menjawab dgn kasar, ada jg orang kaya yg tetap beradab, sopan dan ramah. Jg tidak semua org miskin itu berbicara spt org yg memohon-mohon, ada jg yg berbicara dg kasar. Jadi bgmna kita menyikapi ayat yang kita renungkan hari ini. Pesan yg ingin coba disampaikan adalah bhw kekayaan itu bisa merubah karakter dan sifat baik seseorg. Ini yg hrs kita pahami bersama, misalnya dulu ada seorg yg miskin, membuat dia minder & kurang pergaulan, ketika suatu saat dia jadi kaya, mulailah terjadi perubahan, mulai dari gaya hidupnya, termasuk cara dia berbicara, sekarang spt mudah marah kalau keinginan dia tdk dituruti, menuntut semua orang hrs menghormati dia, dsbnya. Kebalikannya bisa terjd dulu seorg yg kaya, skrg berubah jd org miskin, malu bertemu org dan jadi memiliki sifat menutup diri.

Harta yang adalah benda mati, tapi mampu untuk mengubah karakter dan sifat seseorg. Jgn sampai itu terjd pd diri kita, apakah kita dalam keadaan miskin, kalangan menengah, ataukah kaya raya, biarlah karakter dan sifat baik yg sejak lama kita miliki, tidak berubah karena pengaruh harta. Kita tetap hrs fokus pd bgmna kita bs memiliki karakter Kristus dlm hidup kita, apapun kondisi keuangan yg sedang kita alami. Ingat bhw harta bs pergi tiba-tiba, hilang begitu saja dlm sekejap. Jgn sombong dan gila hormat ketika kita kaya, jgn menghina org lain karena mereka bukan org yg kaya raya. Keadaan bs berbalik karna Tuhan punya kuasa utk melakukannya pada siapapun juga: TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga (1 Samuel 2:7). Harta hrs digunakan bukan hanya utk membiayai yang menjd kebutuhan hidup kita, tetapi hrs juga digunakan utk kepentingan Tuhan.

Jgn jadi kasar ketika kita diberkati dalam hal materi harta, ingatlah bhw itu semua Tuhan yg mengizinkan kita utk mengelolanya, suatu saat kita dituntut pertanggung jawaban oleh Tuhan mengenai pengelolaan harta kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Dipengaruhi Kekayaan

Dengar Dulu

DI 10012024

Amsal 18:13
Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya.

Terkadang dlm sebuah pembicaraan, orang terkesan tdk ingin diremehkan, ingin dinilai sbg org yg berpendidikan, bnyk tahu tentang banyak hal, namun berakhir dgn kekonyolan.

Sebuah pertanyaan seharusnya disimak dulu hingga selesai, barulah kemudian dijawab & pasti menjawabnya dgn tepat. Orang yg sok tahu biasanya saat baru mendengar sedikit seolah-olah sudah tahu, dan ketika jawaban yg dia berikan ternyata salah, org banyak dg serempak menertawakannya. Sok tahu ialah salah
wujud dr kesombongan seseorg, seakan dialah yg paling hebat, paling tahu & paling pintar. Mendengar sampai tuntas, ini sesuatu yg kedengarannya mudah, tapi perlu kerendahan hati utk melakukannya. Yg perlu kita cermati adalah bhw kesediaan kita utk mendengar perkataan org lain adalah wujud dr kita menghargai dan menghormati lawan bicara kita. Walaupun kita mgkin sudah tahu arah pembicaraan yang ada, sebaiknya tetap tunjukkan minat kita terhadap topiknya, saat sudah selesai diungkapkan, barulah kita dgn tenang memberikan jawaban, berkomentar sesuai dgn apa yg dibicarakan.

Cara kita menanggapi isi pembicaraan, akan menunjukkan seberapa kita menghargai org lain. Kesediaan utk mendengar hingga akhir menunjukkan rasa hormat kita pd orang lain. Bgmna jika topiknya itu bukan kesukaan kita, apakah hrs tetap mendengarkan? Sebaiknya demikian, nanti carilah alasan yg tepat untuk pergi atau menghindari terus terlibat di dlm pembicaraan itu. Bila menyangkut ttg hidup org lain, berhati-hatilah dlm menjawab, jika kita tdk tahu, jawablah dgn jujur, tapi jangan menjawab ‘lebih’, artinya yg tdk perlu orang lain tahu, biarkan hanya kita sendiri yg tahu. Jujur bukan berarti menceritakan semuanya, tp mengatakan dgn sebenar-benarnya, tapi jg tetap berhikmat, jgn menceritakan lebih dr yg ditanyakan, ini menjd wujud kita dlm hal menghargai privacy orang lain, ikut menjaga nama baiknya, hal ini akan membuat orang lain menilai kita sbg org yg sopan dan dapat dipercaya sepenuhnya.

Jgn terlihat bodoh dg terlalu cepat memberi jawaban atau komentar yang ternyata salah, dengarkan hingga tuntas dan jawablah dgn tenang serta menghargai privacy org lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Dengar Dulu

Jangan Teruskan Bertengkar

DI 09012024

Amsal 17:14 ILT3
Permulaan pertengkaran adalah seperti membuka air, oleh karena itu tinggalkanlah perkelahian sebelum ia meletus.

Pertengkaran bs timbul kapan saja di dalam hubungan kita dgn org lain ataupun di dalam sebuah komunitas, mgkin karena terjd beda pendapat, ada salah bicara, dsbnya.

Awal dr sebuah pertengkaran digambarkan spt membuka jalan air, begitu terbuka, akan mengalir air dlm jumlah yg lebih besar. Kran air menjd contohnya, air akan terus mengalir keluar ketika kran terbuka, kadang jika lupa ditutup maka bs terjd luapan air yg terbuang percuma. Tanggul yg jebol mengakibatkan air dlm jumlah yang besar bebas mengalir ke area pemukiman warga, terjadi banjir cukup tinggi dan tentu ini hal yg tdk diinginkan. Jd kita diingatkan utk jgn membuat masalah yg ada jadi lebih rumit, pertengkaran jadi makin tidak terkendali dan itu sangat berbahaya & bisa sampai menimbulkan korban jiwa. Kita tahu ada istilah ‘gelap mata’, org melakukan hal buruk yg di luar kendali dirinya, didorong oleh luapan emosi dan kebencian. Kita hrs bisa membaca situasi, kalau tensi suasana menjurus ke arah pertengkaran sengit, mulai untuk mencoba menghentikannya, jika tidak bisa, tinggalkanlah perkelahian itu.

Ketika masih kecil, kita mungkin pernah ada pertengkaran dgn kakak atau adik kota, yang orgtua lakukan biasanya memisahkan kita & mereka lalu menunggu waktu yg tepat untuk didamaikan. Bahkan mgkin sampai ada yang ditarik menjauh bahkan mgkin ditampar krna tidak mau mendengarkan perkataan orgtua. Pihak yg benar koq ditampar, mgkin pikiran kita di masa kecil spt itu. Ini gambaran dari ayat yg kita baca, kalau dibiarkan terus, bisa terjd hal-hal yg tdk diinginkan. Nasehat yang diberikan adalah tinggalkan perkelahian, ini sdh bukan bertengkar mulut saja, tapi sudah melibatkan adu fisik, bs mengambil nyawa kita atau org lain. Kabur dr perkelahian tentu akan dianggap kita yg salah atau pengecut, tapi ini lebih baik drpd kita mengalami satu kerugian yg lebih besar. Pilihan ada di pihak kita, mau terus bertengkar atau menyudahi utk sementara waktu lalu berusaha sebisa mgkin utk berdamai di waktu yg tepat.

Jadilah org yg membawa damai, tapi tetap waspada dgn mereka yg tidak suka damai, jgn terpancing rencana jahat mereka, tetap kuasai diri dan emosi kita dgn baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Teruskan Bertengkar

Sahabat dan Saudara

DI 08012024

Amsal 17:17 ILT3
Seorang sahabat mengasihi setiap saat, dan seorang saudara dilahirkan untuk masa kesukaran.

Membaca ayat ini memang perlu suasana hati yg baik, supaya apa yg sebenarnya ingin disampaikan oleh penulis amsal ini bisa dgn benar kita memahaminya.

Apa bedanya sahabat dgn saudara? Jelas ini ada di bagian satu rahim atau tidak, saudara itu satu rahim karena lahir dr ibu yang sama, baik karena kembar atau karena kakak-adik, lahir dr rahim yg sama. Sahabat itu bukan dr satu rahim, anak org lain, tetapi punya suatu hubungan yg dalam, bahkan sahabat itu bisa menjadi ‘sahabat rasa saudara’, kita anggap sudah spt saudara kandung kita sendiri. Ciri seorg sahabat dlm ayat ini disebutkan bhw mereka mengasihi di setiap saat, punya hal yg membedakan dgn teman biasa yaitu bhw kita dikasihi mereka setiap saat walaupun dlm perjalanan persahabatan itu pernah ada perselisihan maupun gesekan, tp kasih bisa mengatasi segalanya. Jadi ketika kita ingin memilih teman mana yg ingin dijadikan sbg sahabat, pertimbangkanlah apakah mereka ini mengasihi kita setiap waktu, atau hanya jika ada keperluan tertentu barulah mereka mendekati kita dgn sikap manisnya.

Yg ini sukar dipahami maksudnya: seorang saudara dilahirkan utk masa kesukaran, bisa banyak ditafsirkan. Misalnya: seorg saudara lebih menyakinkan utk menolong kita di saat menghadapi kesukaran dibandingkan para sahabat kita. Harusnya memang seperti itu, keluarga sendirilah yg saling menolong saat menghadapi kesukaran, walau pd realitanya kadang tdk spt itu. Atau ada jg yg menafsir bhw artinya penyebab kesukaran yg terjadi itu disebabkan oleh saudara kita. Sekali lagi dlm realita kehidupan, bs terjd spt itu. Yang ingin disampaikan adalah bhw baik saudara maupun sahabat, keduanya hrs diperlakukan dgn baik sehingga punya hubungan yg baik dan membawa ketenteraman dlm hidup kita. Realita kadang berbicara yg berbeda, seorg sahabat justru lebih peduli dibandingkan dg saudara kita sndri. Ini tergantung pd bgmna kita memandang keduanya: saudara itu hrs tetap dpt prioritas, sahabat itu jg hrs tetap berada di prioritas yg baik.

Bgmna kualitas hubungan kita dgn saudara dan para sahabat kita? Keduanya kita amat butuhkan dlm hidup kita, perlu perhatian & usaha utk mempertahankan hubungan yang baik kualitasnya dgn mereka.

Posted in Renungan | Comments Off on Sahabat dan Saudara

Dunia Roh itu Nyata?

DI 06012024

Kejadian 21:19
Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum.

Bagi sebagian kalangan, dunia roh itu hanya sebuah karangan dr mereka yg percaya akan hal-hal yg supranatural. Bgmna Alkitab bisa menjelaskan ttg dunia roh?

Dlm ayat yg kita baca misalnya, mata Hagar dibuka Tuhan shga dia bisa melihat sesuatu yg awalnya tdk terlihat: ternyata ada sebuah sumur! Kalau sumur yg normal pasti terlihat oleh mata biasa, tapi ini perlu Tuhan sendiri yg menyingkapkannya. Sumur gaib, mungkin itu istilah zaman sekarangnya. Di bagian lain dr Alkitab, juga diungkapkan bgmna ternyata ada yg tdk terlihat oleh mata biasa: Lalu berdoalah Elisa: “Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.” Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa (2 Raja-Raja 6:17). Dlm PB, peristiwa Yesus berubah rupa dan berbicara dg Musa dan Elia (Matius 17:2-3). Kita tahu bhw Musa telah mati, dan Elia terangkat ke surga, mrka bukan lagi penghuni bumi, berarti mereka itu ada di sebuah dunia yang lain, dunia di mana ada Tuhan dan para malaikat.

Berarti apakah dunia roh itu nyata? Jawaban yg bs kita dapatkan dr sumber Alkitab ialah bhw dunia roh itu ada dan nyata. Bbrpa ayat dlm Alkitab menyinggung ttg dunia org mati. Ada jg iblis dan struktur kerajaannya. Rasul Paulus menyinggung ttg peperangan rohani: karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara (Efesus 6:12). Di udara hanya ada burung-burung & pesawat terbang yg bs kita lihat, tp dengan mata yg Tuhan izinkan bs melihat dunia yg lain, maka akan terlihat bhw ada yang nyata selain dr yg dapat terlihat nata maupun alat teknologi canggih. Bukankah Tuhan sendiri adalah Roh? (Yohanes 4:24). Jadi apakah yg disebut setan, jin, dsbnya, itu nyata? Di dlm Injil, Yesus bnyk mengusir roh jahat, artinya yg dikenal sbg ‘makhluk halus’ itu nyata dan ada.

Sebagai anak-anak Tuhan, ada malaikat yg diutus Tuhan utk menjagai kita: Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan? (Ibrani 1:14). Jangan takut & tetap kuat di dalam Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Dunia Roh itu Nyata?

Kasih Tanpa Syarat?

DI 05012024

Yohanes 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Kita sering hanya menerima doktrin yg telah dipakai turun temurun, ibarat warisan yang tdk boleh diubah-ubah, nanti ‘kualat’, padahal kebanyakan yg zaman dulu dilarang ternyata hanya mitos belaka.

Kasih Tuhan itu kasih yg tanpa syarat? Ingat bhw segala sesuatu itu perlu diuji, kita uji dg ayat ttg kasih Tuhan dlm Yohanes 3:16. Yg kita temukan berupa fakta adalah : Tuhan itu mengasihi dunia ini, mengasihi semua orang yg tinggal di bumi serta semua ciptaan-Nya yg lain. Karena dosa masuk dlm dunia, maka bumi terkena imbasnya yaitu dikutuki Tuhan sehingga manusia perlu bersusah payah utk bs menikmati hasil bumi (Kejadian 3:17). Yg jadi penyebab Tuhan mengaruniakan Yesus, Anak-Nya yg tunggal utk menebus dosa dgn darah-Nya sendiri. Jadi karena Bapa sangat mengasihi ciptaan-Nya, maka penebusan itu direncanakan dan diwujudkan melalui hidup Yesus selama di dunia hingga mati disalib. Apa tujuannya? Spya setiap org yg percaya kepada Yesus, tdk binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Jadi di sini berupa kalimat bersyaratnya: yg percaya akan beroleh hidup kekal.

Tuhan mau setiap org beroleh hidup yg kekal dan ternyata ada 2 golongan org yg berbeda dlm merespon kasih Tuhan: pertama, orang yg mau percaya pd Yesus, org yg memenuhi persyaratan untuk terima hidup kekal, kedua, org yg tdk mau diselamatkan, tdk mau untuk percaya pd Yesus, maka org ini tdk bs untuk menerima hidup kekal, tdk memenuhi syarat yg Tuhan ajukan. Kasih Tuhan menginginkan semua org diselamatkan, tetapi tidak semua org mau percaya pd Yesus. Kasih Tuhan itu ada 2 jenis, pertama, kasih yg umum: Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar (Matius 5:45). Kedua, kasih yg hanya Dia berikan khusus bagi bangsa Israel dan org-org yg percaya pada-Nya. Kasih ini tentu dgn syarat, kita bs baca dalam PL dan PB.

Masuk surga itu bukan otomatis, ada syarat yg perlu kita penuhi, dimulai dr ayat ini, kita mau percaya pd Tuhan, dan kemudian dgn setia menantikan keselamatan yg utuh saat Yesus datang kedua kalinya.

Ibrani 9:28
demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.

1 Petrus 1:5
Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.

Posted in Renungan | Comments Off on Kasih Tanpa Syarat?

Memberi Hidup Pada Tuhan

DI 04012024

Lukas 21:4 ILT3
sebab semua orang itu memberi persembahan kepada Elohim dari kelimpahannya, tetapi dia memberi dari kekurangannya, yaitu seluruh kehidupan yang ia miliki.”

Kisah seorg janda miskin yg memberi semua uang yg ia punya utk dipersembahkan, dapat menjd sebuah pelajaran bagi kita ttg bgmna kita mengasihi Tuhan.

Kalau kita ini org yg teliti, darimana Yesus bs tahu bahwa si janda miskin ini hanya punya uang yg sedikit dan itu yg terakhir dia miliki? Itulah bukti bahwa Dia itu Tuhan, bs tahu isi hati dan pikiran org, jg bs tahu berapa harta yg dimiliki tiap org! Maka jgn bangga ketika bisa memberi 10 juta utk kegiatan sosial, tp harta yg dimilikinya lebih dari 50 milyar, itu masih dlm kategori org pelit walaupun dlm pandangan manusia, 10 juta yg dia berikan itu cukup besar jumlahnya. Org tdk tahu brp jumlah harta yg sebenarnya dia miliki, yang dia berikan dianggap sbg pemberian yang cukup besar, punya sifat dermawan, dsbnya. Di bnyk kisah dlm 4 kitab Injil, bbrpa kali ada disinggung ttg memberi pd org miskin, yang cukup fenomenal adalah Zakheus yg dengan rela hati memberi setengah dr seluruh harta miliknya utk dibagikan pd org miskin (Lukas 19:8), juga ttg seorg anak muda kaya yang sedih ketika Yesus menantangnya utk harta yg dimilikinya dijual lalu dibagikan pd orang miskin (Matius 19:21).

Apakah dlm hal harta hrs ‘ekstrim’ menurut Yesus? Jgn terkecoh dgn pemikiran bahwa Yesus ingin kita semua ini hrs memberikan semua harta kita sbg tanda mengasihi Dia! Bukan ttg jumlah besar atau kecilnya, tetapi yg Dia inginkan adalah jgn mengasihi harta yg kita miliki, tetapi kasihilah Tuhan jg dalam hal harta kita. Di dalam Amsal 3:9 dikatakan: Hormatilah YAHWEH dengan hartamu dan dengan buah sulung dari segala penghasilanmu (ILT3). Jadi bgmna kita dlm menghormati Tuhan, itu jg dinilai dr bgmna kita menggunakan harta kita dan jg dlm hal persembahan yg kita berikan pd Tuhan. Kita tahu bhw Tuhan tdk butuh uang kita, tetapi Rumah Tuhan membutuhkannya! Sejak dari zaman PL, persembahan harta pd Tuhan sdh diatur, diberikan saat datang beribadah, dan diberikan saat berada di Rumah Tuhan, jika zaman dahulu diberikan di Bait Suci, maka zaman sekarang diberikan melalui gereja di saat kita beribadah.

Apakah kita sudah menghormati Tuhan dgn menggunakan harta yg kita miliki? Bukan ttg jumlah besaran uang yg kita berikan, tetapi apakah kita memberikan persembahan dgn penuh hormat pd Tuhan dan mengasihi Dia?

Posted in Renungan | Comments Off on Memberi Hidup Pada Tuhan