Didakwa Oleh Musa

DI 26012024

Yohanes 5:45
Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu.

Yesus sedang menjelaskan ttg diri-Nya yang saat itu menimbulkan bnyk pertanyaan serta pertentangan di kalangan org Israel, dalam 1 bagiannya, Ia menyebut pendakwaan Musa.

Musa adalah pemimpin bangsa Israel yang pertama, dialah yg memimpin bangsa Israel keluar dr Mesir hingga hampir masuk dalam tanah perjanjian. Lalu apa maksud Yesus dg berkata bhw Musa yg akan mendakwa orang Israel nantinya? Zaman Musa hidup berjarak jauh dgn zaman saat itu, apakah maksudnya ini yg nanti akan terjd di ujung akhir zaman? Ataukah ini ttg pengadilan khusus yang akan terjadi saat ada dlm alam roh, khusus orang Israel yg tidak percaya Yesus, akan didakwa oleh Musa? Ini suatu misteri yang tdk boleh secara sembarangan ditafsirkan. Pendakwa itu punya wewenang utk mendakwa org dgn sebuah kesalahan yg diperbuatnya. Di dalam dunia modern, inilah tugas seorg jaksa, yang mendakwa seseorg berdasarkan bukti awal yg telah diteliti kebenarannya, dan kemudian hakimlah yg akan menentukan nasib orang yg jadi terdakwa, dihukum atau dibebaskan.

Pengertian yg dpt kita mengerti adalah bhw kita diperhadapkan pd 2 pilihan: mau hidup secara penuh mengikuti hukum Taurat Musa atau secara penuh mengikuti hukum yg ada dlm keKristenan? Isi dari Perjanjian Lama itu sama dgn yg dimiliki oleh orang Yahudi, tapi mereka ada yg tdk beriman pd Yesus, mrka ini disebut penganut Yudaism, sedangkan yg percaya pd Yesus disebut Kristen. Beberapa dr aliran dlm Kristen, ada yang mendasarkan ibadah atau acuan cara hidupnya mengikuti hukum Taurat secara tekstual, tentu dalam batas tertentu masih bisa dimaklumi, tetapi jika sudah tdk lagi peduli dgn hukum kasih karunia dan ajaran para rasul, mereka dapat terjebak berubah menjd penganut Yudaism. Kalau didakwa dgn hukum Taurat Musa, tapi tdk ada yg membela iman kita, maka adakah yg bisa melakukan secara sempurna semua yg tertulis dlm hukum Taurat Musa? Bagi org Kristen, kita memiliki Pembela yg menebus kita dan memberikan keselamatan kekal.

Suatu saat kita hrs bertanggung jawab atas semua perbuatan kita selama hidup di dunia ini, pastikan kita memiliki Pembela yg akan menyelamatkan kita secara sempurna.

Posted in Renungan | Comments Off on Didakwa Oleh Musa

Umur di Tangan Tuhan

DI 25012024

Mazmur 102:24
Aku berkata: “Ya Allahku, janganlah mengambil aku pada pertengahan umurku! Tahun-tahun-Mu tetap turun-temurun!”

Banyak hal yg bs menyebabkan seseorg itu meninggal muda: kecelakaan, bencana alam dan sebagainya. Tapi ada 1 pihak yg punya otoritas penuh atas umur kita yaitu Tuhan.

Agaknya mazmur ini ditulis saat Daud masih muda, kalau dia berkata ttg pertengahan dr umurnya, mgkin dia saat itu dlm usia sekitar 35-40 tahun. Usia yg masih relatif muda, tapi sudah terpikir bahwa kematian hampir dekat pd dirinya. Wajar kalau seorg prajurit petang berpikir demikian, suatu saat bs mati dalam peperangan, ini ditambah dgn Daud yg saat itu menjadi buronan kerajaan, dibenci oleh raja Saul, mertuanya sendiri. Ada musuh dari kerajaan lain yg membenci dirinya, ada dari keluarga sendiri yg mengincarnya, terjepit di antara 2 pihak yg sama-sama menginginkan nyawanya, maka Daud berseru pd Tuhan dlm ayat ini supaya dia jangan mati di usianya yg masih dlm pertengahan. Doa Daud mengajar kita ttg 2 hal: umur manusia bisa Tuhan buat diperpanjang atau sebaliknya, diperpendek, lalu sekalipun manusia mengincar nyawanya tapi kalau Tuhan belum tentukan untuk mati, Dia akan menolong Daud.

Ketentuan Tuhan atas jatah umur hidup tiap org itu berbeda, tapi semua org berharap hal yg sama: meninggal dlm usia yg seharusnya, usia yg memang dijatahkan Tuhan, dgn cara yg normal tentunya. Tapi dlm realita yg kita lihat, ada org-org tertentu yg meninggal dgn cara yg tidak normal: bunuh diri, kecelakaan, bencana alam, dibunuh, dsbnya. Lalu apa yg jadi peranan Tuhan ketika nyawa kita nyaris terancam? Kalau belum waktunya kita mati, apapun yang terjadi, kita akan diselamatkan Tuhan dr semua itu. Sakit disembuhkan, yg harusnya kecelakaan, diluputkan, org yang mengincar nyawa kita, Tuhan berurusan dgn dia. Tapi semua ini ada dlm kondisi kalau di dalam hidup ini, kita hidup benar di hadapan Tuhan, sedang menggenapi kehendak Tuhan dlm hidup kita. Beda kalau kita dgn sengaja merusak hidup kita sendiri, melakukan yang jahat dan menghujat Tuhan, perlindungan yg Tuhan janjikan tdk Dia berikan pd kondisi spt itu.

Berdoalah minta diluputkan Tuhan dr semua yg mengincar nyawa kita, tetap hidup benar di hadapan Tuhan, jgn merusak hidup sndri dgn sengaja.

Posted in Renungan | Comments Off on Umur di Tangan Tuhan

Tetap Berdoa

DI 24012024

Mazmur 88:3-4, 13
sebab jiwaku kenyang dengan malapetaka, dan hidupku sudah dekat dunia orang mati. Aku telah dianggap termasuk orang-orang yang turun ke liang kubur; aku seperti orang yang tidak berkekuatan.
Tetapi aku ini, ya TUHAN, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan pada waktu pagi doaku datang ke hadapan-Mu.

Penulis mazmur ini ialah Herman org Ezrahi, yg dinyanyikan oleh bani Korah, ditulis dalam keadaan sakit yg parah hingga digambarkan spt hampir meninggal.

Yang dilakukan adalah tetap berdoa dan jg berharap pd Tuhan. Tdk mudah melakukan hal ini terus menerus apalagi dgn kondisi yg fisiknya sangat lemah. Kadang dlm kondisi mengantuk atau beraktivitas terlalu lelah, bs membuat kita berat sekali utk berdoa spt yg biasa kita lakukan sehari-hari. Tentu sangat membuat bergairah utk trs berdoa jika doa kita sebelumnya dijawab dan dikabulkan, tp bgmna jika sekian lama kita berdoa dengan tekun, tetapi kita tetap sakit, masalah tidak terselesaikan, keadaan ekonomi makin sulit, dsbnya. Masihkah mau berharap pd Tuhan dgn kondisi yg serba tidak baik dan nyaman ini? Sebagian org sudah letih berdoa, mulai melirik cara alternatif yg mgkin bs memberi kesembuhan dan memberikan solusi atas situasi yg kita alami. Ada jg yg nekad untuk terlibat dlm okultisme karena sudah buntu & ingin cepat keluar dr situasi ini. Bagaimana dgn kita?

Mengapa kadang Tuhan membiarkan sakit itu hrs diderita sekian lama? Ini hanya Tuhan saja yg tahu alasannya, setiap kasus pasti punya alasannya sendiri jika Tuhan biarkan itu terjd dlm jangka waktu yg panjang. Yang satu disembuhkan, tp yg lain meninggal, ini jg misteri Tuhan. Kalau begitu, apakah masih ada gunanya berdoa dan berharap Tuhan utk memberi kesembuhan? Tuhan sanggup utk menyembuhkan, bahkan membangkitkan yg sudah matipun sanggup, tetapi yg harus kita sadari adalah apa kehendak Tuhan atas yg sedang kita alami ini? Kalau kehendak-Nya utk menyembuhkan kita, Dia akan memberi kesembuhan. Hal yg sering kita lakukan itu hanya sekedar minta kesembuhan, to tidak berusaha mencari kehendak Tuhan untuk sakit yg sedang kita derita. Apakah kita siap utk menerima jawaban Tuhan? Ini bukan utk melemahkan iman kita, tp ketika kita dapat berserah pd Tuhan, justru mujizat itu terjadi, Dia ingin melihat sikap kita yg benar.

Tetaplah berdoa, cari kehendak Tuhan atas situasi yg sedang kita alami, terimalah apa yg menjd kehendak Tuhan sekalipun itu tdk sama dgn yg kita harapkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tetap Berdoa

Untuk Kemuliaan Tuhan

DI 23012024

Mazmur 86:17
Lakukanlah kepadaku suatu tanda kebaikan, supaya orang-orang yang membenci aku melihat dengan malu, bahwa Engkau, ya TUHAN, telah menolong dan menghiburkan aku.

Daud seringkali menuliskan doanya di dalam wujud sebuah mazmur, dan ayat di atas dgn sangat jelas menunjukkan bahwa ia sedang mengalami tekanan berat dari org-org yang membencinya.

Kalau kita teliti memperhatikan isi doanya di dlm ayat ini, ada satu kesan positif yg Daud hendak sampaikan pd mereka yg membaca dan menyanyikan mazmur ini: Daud dengan penuh rendah hati meminta pertolongan dari Tuhan, bukan hanya supaya dia selamat dari situasi berat itu, tetapi supaya org-org yang membencinya melihat dengan malu karena Tuhan menunjukkan kuasa-Nya atas hidup Daud. Intinya: untuk kemuliaan Tuhan, bukan supaya nama Daud semakin masyur. Nama Tuhan yg harus ditinggikan dan dimuliakan, bukan nama pribadi kita. Ketika kita bersaksi maka cobalah renungkan, lebih banyak kita menceritakan kedahsyatan Tuhan, atau kita mengumbar jumlah harta milik kita, keahlian dan kemampuan kita, menonjolkan sifat baik kita, dsbnya. Sebagian org bersaksi dengan tanpa disadari, dia lebih mengedepankan yg hebat dari dirinya drpd menyaksikan tentang kedahsyatan karya Tuhan dlm hidupnya.

Daud pasti pernah diolok-olok oleh musuh & pasti meremehkan Tuhan yg dia sembah. Di dlm situasi seperti itu, Daud berdoa supaya Tuhan menyatakan kuasa-Nya, dan doa spt ini hrs lahir dari hati yang tulus. Kadang kita tergoda utk ‘membela’ Tuhan, perdebatan ttg kuasa Tuhan itu tdk efektif, maka sebaiknya kita berdoa spt doa Daud dlm ayat ini: Tuhan sendiri yg menyatakan kuasa-Nya langsung di hadapan mereka yg mempertanyakan ttg Tuhan. Dgn cara demikian, mereka tdk lagi punya alasan utk membantah dan mengakui bhw Tuhan yg kita sembah itu nyata, bukan dongeng atau ilusi. Tunjukkan jg bagaimana kita mempraktekkan cara hidup yang kudus dan benar. Kalau cara kita hidup mirip sama seperti mereka, tentu sulit utk menyatakan bahwa Tuhan itu nyata. Kesaksian hidup yg baik akan efektif ketika disertai kesaksian ttg kuasa dan kasih Tuhan, ini yg harusnya menjd satu kesaksian yg utuh.

Berdoalah minta pertolongan Tuhan bukan hanya supaya kita lolos dari situasi yg sulit, tetapi biarlah nama Tuhan dimuliakan lewat apa yg sedang kita alami yang nantinya akan kita jadikan kesaksian hidup.

Posted in Renungan | Comments Off on Untuk Kemuliaan Tuhan

Kedukaan Yang Dari Tuhan

DI 22012024

Ratapan 3:32-33 ILT3
karena walaupun Dia mendatangkan kedukaan, Dia akan berbelas kasihan sesuai dengan kebaikan-Nya yang berlimpah-limpah. Sebab dari hati-Nya Dia tidak menyengsarakan atau mendukakan anak-anak manusia,

Pertanyaan yg sering jadi perenungan bagi mereka yg mengalami keadaan yg berat dan tidak diinginkan: mengapa Tuhan biarkan ini terjadi atasku?

Memang benar, ada situasi sulit, duka, pahit, dsbnya, yg Tuhan izinkan terjd atas kita, dan pasti ada alasan serta tujuan di balik situasi itu. Kadang setelah semuanya berakhir, kita telah melewatinya, kita baru paham kenapa kita harus mengalaminya. Dari ayat di atas, kita tahu bhw sebenarnya hati Tuhan selalu menginginkan hal baik yg terjadi dlm hidup kita, ingin kita bahagia, tdk ingin sengsara itu kena dlm hidup kita. Tetapi karna kesalahan dan dosa yg kita perbuat, ada akibat yg hrs kita tanggung, dan bila hukuman Tuhan itu hrs kita jalani, ada dukacita dan sengsara yg kita alami dlm jangka waktu tertentu. Ibarat orgtua yg menghukum kita dgn keras, tetapi hatinya teriris, mereka melakukannya supaya kita sadar dan mau memperbaiki diri, supaya masa depan kita cerah nantinya. Sebenarnya Tuhan sayang pd kita selagi Dia menghukum kita, yg Dia inginkan adalah pertobatan kita dan belajar utk taat.

Tuhan itu panjang sabar: Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: “TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya (Keluaran 34:6). Panjang sabar di dlm terjemahan lain diartikan lambat untuk marah. Ini jgn salah dimengerti sbg alasan utk terus hidup dlm dosa: “Kan Tuhan lambat utk marah, berdosa sekali dua kali mah blm membuat Tuhan marah.” Kita berdosa sekali saja, itu sudah jadi masalah di hadapan Dia, bukan berarti Tuhan itu diam, tandanya Dia anggap itu semua tidak ada artinya, tetapi yg Tuhan tunggu adalah pertobatan kita, sabar yg panjang berarti kesabaran Tuhan itu ada batasnya, Dia bukan Mahasabar, tp panjang sabar. Jgn mempermainkan Tuhan, ingatlah bhw ada akibat dari setiap kesalahan & dosa yg hrs kita tanggung, dosanya diampuni tapi akibat dr dosa yg kita perbuat, tetap hrs kita tanggung dlm hidup kita.

Dia sabar karena Dia menyayangi kita, ingin supaya kita mengalami semua yg baik yang dari Tuhan, bersyukurlah utk itu dan hidup di dlm ketaatan pd firman Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Kedukaan Yang Dari Tuhan

Hanya Ingin Merusak Saja

DI 20012024

Amsal 20:14 ILT3
“Jelek! Jelek!” kata si pembeli, tetapi begitu meninggalkannya, dia membanggakan dirinya.

Sbg seorg penjual, tentunya kita ingin orang yg mendatangi kita bukan sekedar melihat & pergi begitu saja, berharap mereka membeli barang yg kita jual.

Tapi ada jenis pembeli spt dlm ayat di atas, tujuannya bukan utk membeli, tp cuma ingin menjelek-jelekkan barang yg kita jual di dpn bnyk org sehingga org lain jadi ragu membeli barang dagangan kita. Tentu org spt ini amat merugikan para penjual, tujuannya hanya utk menjelek-jelekkan barang dagangan org lain dan merasa senang kalau si penjual ini sepi pembelinya. Pelajaran yg bs kita ambil dari ayat ini adalah: ada segelintir org yg datang dlm hidup kita, tujuannya negatif, hanya utk menjatuhkan mental kita, merusak percaya diri kita, membuat kita ragu akan Tuhan, dan sebagainya. Itulah sebabnya mengapa amat penting utk percaya pd apa kata Firman drpd perkataan org lain. Tidak semua org itu tulus pd kita, sebagian punya niat buruk, pura-pura baik awalnya namun akhirnya ingin ‘mencuri’ bahkan ‘memakan’ kita. Mereka adalah org yang tdk suka melihat kita sukses, berhasil, bahagia, dsbnya.

Pelajaran lainnya dr ayat ini adalah: seperti seorg pembeli yg ingin menawar dgn harga murah, mengatakan kualitas barang jualan kita itu jelek, supaya dia bs membeli dengan harga miring yg jauh lebih murah dari harga awal. Trik spt ini kadang terlihat dlm realita kehidupan kita, org-org yg berusaha ingin bs menguasai pola pikir kita shga kita terpaksa ‘setuju’ dgn apa yg mereka katakan. Penjual yg yakin dgn kualitas barang dagangannya tetap akan menjualnya hanya dgn harga yg pantas, tdk terpengaruh dgn perkataan yang bertolak belakang. Kita pasti pernah dalam sebuah situasi spt ‘dipaksa secara halus’ utk setuju dgn pola pikir orang lain, dan bila kita setuju, apa yg semula benar bs kita nilai jadi salah, yg salah malah jadi benar. Hawa jatuh dlm dosa karena setuju dgn perkataan ular, sehingga terjadilah dosa yg merusak hidup seluruh manusia hingga saat ini. Dosa yang kita buat itu karena kita ‘membenarkan’ atau ‘melegalkan’ apa yg salah dlm firman Tuhan utk boleh dilakukan.

Seleksi mana perkataan org yg pantas untuk diperhatikan, tidak semua yg org katakan ttg kita itu benar, apalagi kalau mereka tipe org yg tdk tulus, punya niat jahat yg terselubung.

Posted in Renungan | Comments Off on Hanya Ingin Merusak Saja

Pasti Berbeda

DI 19012024

Maleakhi 3:17-18
Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia.
Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.

Apa yg membedakan org Kristen dgn yang bukan Kristen? Hartanya? Status sosialnya? Jabatannya? Bukan semua itu, tapi nantinya terlihat pd saat hari Tuhan itu tiba.

Ada hari yg Tuhan siapkan utk semua orang di dunia ini, hari yg menentukan nasib yang akan dialami tiap-tiap org, ada yg akan jadi spt anak yang dikasihi ayahnya, dlm arti dia akan diselamatkan, namun ada juga yg tidak dikasihani, dibiarkan mengalami semua yg buruk dan mengerikan. Jadi bukan apa yang terlihat dari mata manusia yg membedakan org Kristen dgn yg bukan, tp apa yg terlihat oleh mata Tuhan, apakah seseorg itu hidup beribadah pd Tuhan atau tdk, apakah orang itu melayani Tuhan dgn menggunakan yang dia miliki dlm hidupnya atau tdk. Maka dlm hal ini, tidak semua org Kristen itu menjadi org-org yg diselamatkan, mgkin beragama Kristen, tp malas beribadah, hidup mengikuti pikirannya sendiri, org-org ini jelas tdk akan dikasihani Tuhan, karena memilih utk hidup mengikuti nalurinya saja, tahu ada perintah dan hukum Tuhan, tp tdk mau mentaatinya dan tunduk pd Tuhan.

Ini mengingatkan kita pada perkataan Yesus bhw nanti akan ada pemisahan kambing dgn domba saat Dia datang kembali kedua kali. Kita bs memahaminya sbg suatu pengadilan yg memberikan vonis yang tdk dapat diubah. Itulah vonis antara seseorg dimasukkan ke surga atau neraka. Setiap dr kita akan terima panggilan utk menghadap pengadilan Tuhan ini, sudah siapkah kita? “Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu” Wahyu 20:12,15). Di sini tidak lagi ttg Kristen atau bukan, tetapi apakah dia org yg hidup benar dan namanya tercatat di dlm kitab kehidupan atau tdk.

Selama masih ada waktu dan kesempatan, hiduplah secara benar di hadapan Tuhan, ini yg hrs kita lakukan, karna kita akan dihakimi Tuhan dan itu menentukan nasib kekekalan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Pasti Berbeda

Jangan Paksa Tuhan

DI 18012024

Bilangan 11:4-6, 33
Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan orang Israel pun menangislah pula serta berkata: “Siapakah yang akan memberi kita makan daging?
Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih.
Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apa pun, kecuali manna ini saja yang kita lihat.”
Selagi daging itu ada di mulut mereka, sebelum dikunyah, maka bangkitlah murka TUHAN terhadap bangsa itu dan TUHAN memukul bangsa itu dengan suatu tulah yang sangat besar.

Godaan yg sering kita hadapi adalah mana yg lebih enak: hidup sebelum kenal Yesus, sebelum serius ikut Yesus, atau setelahnya? Bgmna respon kita?

Bangsa Israel dipimpin Musa keluar dr Mesir dan 40 tahun lamanya diberi makan manna saja, makanan yg turun dr langit setiap hari. Manna itu dibuat menjd roti, warnanya putih spt ketumbar dan rasanya seperti kue madu (Keluaran 16:1-32). Agaknya ini hal yg wajar karena 40 tahun setiap hari hanya makan yg sama, beda ketika masih di Mesir, masih bs makan roti dan daging. Dlm kisah ayat di atas, sekelompok orang menghasut rakyat Israel utk meminta Tuhan memberikan mrka makan daging, itu karena nafsu rakus mulai menguasai mereka. Apakah Tuhan memberi yg mereka minta? Ya, tetapi karena motivasi mereka meminta karena kerakusan dan juga bersungut-sungut pd Tuhan dan Musa, yang mereka minta dan diberikan Tuhan itu justru menjadi tulah bagi mereka, daging memang diberikan, tetapi Tuhan murka dan menulahi bangsa Israel shga org-org yang menghasut bangsa itu mati karena tulah.

Rasa bosan itu wajar, manusiawi, tapi kalau kita ini mulai rakus, serakah, egois, tdk lagi mengucap syukur dgn pemberian Tuhan pd kita, inilah awal persungutan kita pd Tuhan. “Mana bukti janji Tuhan? Ikut Tuhan bukan semakin naik malah turun? Katanya nanti jd kepala, koq jadi ekor? Lebih enak yg dulu!” Kita mulai protes pd Tuhan, memaksa Tuhan utk mengikuti kemauan kita demi kepuasan dan bila Tuhan mengabulkannya, kita pikir suatu saat nanti, kita akan pakai cara yang sama utk menekan Tuhan. Kalau begitu, apa bedanya kita dgn preman yg untuk dituruti kemauannya dilakukan secara paksa? Hal yang harus kita ingat, Tuhan bukan hanya mampu mengubah kutuk menjd berkat, tapi Dia juga mampu melakukan sebaliknya: Jika kamu tidak mendengarkan, dan jika kamu tidak memberi perhatian untuk menghormati nama-Ku, firman TUHAN semesta alam, maka Aku akan mengirimkan kutuk ke antaramu dan akan membuat berkat-berkatmu menjadi kutuk, dan Aku telah membuatnya menjadi kutuk, sebab kamu ini tidak memperhatikan (Maleakhi 2:2).

Push until something happens, itu ada batas yg hrs kita sadari, kalau yg kita minta hanya demi memuaskan nafsu kita, maka berkat yg Tuhan beri akan diubah menjd kutuk serius yg menulahi hidup kita, dan itu mengerikan!

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Paksa Tuhan

Tidak Cukup Hanya Sekali

DI 17012024

1 Samuel 26:21
Lalu berkatalah Saul: “Aku telah berbuat dosa, pulanglah, anakku Daud, sebab aku tidak akan berbuat jahat lagi kepadamu, karena nyawaku pada hari ini berharga di matamu. Sesungguhnya, perbuatanku itu bodoh dan aku sesat sama sekali.”

Perkataan raja Saul pada Daud dlm ayat ini terjd pada saat Daud berlaku setia pada Saul dgn tdk membunuh Saul pada kesempatan yg kedua kalinya.

Pada peristiwa yg pertama, Saul sempat utk berniat menghentikan niatnya untuk mencari Daud lalu berusaha membunuhnya, saat itu Daud melepaskan kesempatan membunuh Saul. Entah apa sebabnya Saul untuk kedua kali berusaha mencari dan membunuh Daud kembali, tapi dari sinilah kita belajar bahwa kejahatan seseorg itu ada yang tidak cukup sekali saja dilakukan barulah kemudian bs bertobat. Spt penyakit yg walaupun sembuh, tp bs kumat lagi suatu saat. Mengampuni itu harus, tp jg tetap waspada, bs saja org yang kita ampuni itu mengulang kembali apa yang dulu pernah dia lakukan kepada kita. Apakah kita sadar akan hal itu? Benar hrs tulus saat mengampuni, memulihkan kembali apa yang sempat rusak akibat peristiwa yg dulu, tapi itu bukan berarti kita tidak waspada, mereka tetaplah manusia biasa, penuh kelemahan & bs saja mengulang kembali kesalahan yang sama.

Mgkin ada org yg bertobat setelah hanya 1x melakukan yg jahat, tp ada jg org yang bisa berkali-kali mengulang berbuat yg jahat, lalu baru kapok dan mau bertobat. Setiap orang punya kemungkinan ‘jatuh dlm lobang’ yang sama, dan semua org jg punya kemungkinan utk bertobat, bagian kita adalah jgn biarkan diri kita menjd obyek kejahatan mereka terus menerus, karena pasti kita bisa sakit hati & kehilangan minat utk mengampuni. Sekali 2 kali masih oke, 3x sudah kelewatan, itulah yg jadi sikap bnyk org, mgkin kita jg seperti itu. Atau kitalah yg sedang menyakiti hati orang lain dgn trs menerus melakukan yg jahat pd mereka, kapan kita benar-benar ingin cepat bertobat? Jgn permainkan kesabaran orang lain, bgmna kalau umur kita sudah tdk lama lagi? Segeralah bertobat selagi masih diberi waktu dan kesempatan, jgn hidup dlm dosa, mulailah hidup dlm anugerah Tuhan, hidup benar di hadapan Tuhan.

Kesabaran kita menunggu org kain bertobat perlu diperpanjang, tapi ada batas yg harus kita tetapkan utk menunggu mereka segera bertobat, jgn biarkan diri kita dipermainkan org lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Cukup Hanya Sekali

Menolak Diubahkan Tuhan

DI 16012024

1 Samuel 25:3
Nama orang itu Nabal dan nama isterinya Abigail. Perempuan itu bijak dan cantik, tetapi laki-laki itu kasar dan jahat kelakuannya. Ia seorang keturunan Kaleb.

Kisah hidup Nabal dapat menjd satu contoh bgmna seseorg gagal menggunakan sebuah kesempatan yg Tuhan berikan utk berubah menjd pribadi yg awalnya jahat menjd orang yg baik.

Nabal itu keturunan Kaleb, seorg pahlawan dr bangsa Israel, bersama dgn Yosua, Kaleb memimpin bangsa Israel masuk menduduki daerah Kanaan, tanah yang dijanjikan Tuhan. Tapi sifat Nabal bertolak belakang dg Kaleb, dia kasar dan jahat kelakuannya. Beruntung dia memiliki istri yg cantik dan bijak, Abigail, tapi sayangnya sifatnya justru tidak berubah. Nabal menyia-yiakan kesempatan yg Tuhan berikan utk menjd pribadi yg baik. Berbeda halnya dgn Daud, dia melihat bahwa Abigail itu bukan wanita yg biasa, wanita yg dapat membuat dirinya bs lebih baik, karena itulah setelah Nabal mati, Daud mengambil Abigail menjd istrinya. Pelajaran yg kita petik adalah seringkali Tuhan menempatkan org-org yang berkualitas di sekitar kita, apakah itu org yg menjd teman, sahabat, rekan kerja, bahkan jg pasangan hidup kita. Tujuan Tuhan ialah supaya dg kehadiran mereka, kita sadar utk berubah menjd lebih baik, mau belajar dari kelebihan yg mereka miliki, supaya kita bisa mengubah yg buruk dlm diri kita menjd baik pd akhirnya.

Knp kita seringkali Tuhan pertemukan dgn org-org yg bermasalah dlm karakter & sifat yg mereka miliki? Tuhan ingin kita menolong mrka utk menjd pribadi yg lebih baik, kita ini dipakai Tuhan utk memproses hidup mereka sehingga melalui proses itu, mereka berubah dan pastinya itu suatu keberuntungan untuk dirinya sendiri maupun org lain di sekitarnya. Suami yg diubahkan Tuhan akan jadi berkat bagi istri dan anak-anaknya. Istri yg berubah menjadi baik akan jadi berkat bagi keluarga. Itulah fungsi kita sbg org Kristen: jadi berkat bagi keluarga, kerabat dan komunitasnya. Jd perhatikanlah org-org di keluarga, komunitas dan di sekitar kita, Tuhan tempatkan mereka bagi kita dgn tujuan supaya kita menjd orang yg berkualitas, naik level dan nantinya menjd alat Tuhan utk menproses hidup org lain. Tp kalau kita tidak mengambil kesempatan utk berubah, kita akan rugi besar spt Nabal yang awalnya beruntung memiliki istri cantik dan bijak, tp kemudian dia mati dan istrinya jadi istri org lain.

Kita diproses oleh Tuhan melalui orang yang Dia tempatkan dlm hidup kita, demikian juga kita dipakai Tuhan utk memproses hidup org lain, itulah saling membangun & bertumbuh bersama.

Posted in Renungan | Comments Off on Menolak Diubahkan Tuhan