Tidak Suka Yang Baik

DI 12102023

2 Timotius 3:3
tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,

Salah satu ciri org yang hidup di akhir zaman adalah tidak suka apa yg baik. Apakah ini bs langsung diartikan sbg suka dgn yang jahat? Tentu saja tdk sesederhana itu.

Tidak suka dgn sesuatu pasti ada sebabnya, apakah karena punya pengalaman buruk ttg sesuatu, misalnya seseorg pernah memberi bantuan dana pd sebuah panti asuhan, tapi kemudian ketahuan bhw pengurus panti itu menyalah gunakan keuangan panti asuhan, si donatur ini akhirnya berasumsi rata-rata semua pengurus panti asuhan manapun spt itu dan akhirnya dia tidak mau lagi berdonasi ke panti asuhan manapun, tp jika berdonasi ke korban bencana alam, dia masih mau. Jd tdk lagi berdonasi ke panti asuhan itu jangan diartikan si donatur ini org yg tdk peduli dgn sesama, karena dia masih berdonasi ke hal yg lainnya. Tidak suka dgn yg baik, ini mgkin spt contoh di atas, pernah trauma saat dgn tulus hati berbuat baik tp respon yg diterima itu tidak baik, sehingga lebih memilih diam. Tdk berbuat jahat, tapi cuek dgn kejadian yg ada di sekelilingnya, yg penting hidupnya itu tdk mengganggu org lain, apatis dgn apapun hal yg baik menurut bnyk org.

Firman Tuhan tentu isinya baik utk kita, tidak mgkin Tuhan merencanakan yg jahat pd org yg hidup taat pd Dia. Jika sesuatu yg buruk terjd pd seseorg, itu karena Tuhan memberi hukuman pd org itu akibat dosa yg dilakukan dan mengabaikan peringatan dr Tuhan. Org baik ada jg yg tdk suka pd Firman Tuhan dgn berbagai macam alasan, misalnya kalau taat maka kebebasan melakukan kehendak hati jelas akan berkurang. Yg menurut umum itu boleh, tp menurut firman Tuhan itu tdk boleh. Ada org yg memilih utk tdk perlu bnyk tahu ttg perintah Tuhan supaya punya alasan jika melanggar itu karena tidak tahu bhw hal itu dilarang Tuhan. Tdk melakukan kejahatan, tp apatis terhadap apa yg baik. Biasanya punya sifat tertutup pada lingkungan, pergaulannya terbatas dan terkesan org yg ‘tidak pny hati’. Org-org spt ini akan banyak kita temukan di akhir zaman ini, mereka perlu utk didoakan dan diajak utk aktif dlm komunitas rohani.

Tdk suka yg baik, bukan langsung diartikan suka yg jahat dan buruk, jgn sampai kita pny sifat spt itu, tetaplah suka dgn apa yg baik & terus lakukan dlm keseharian kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Suka Yang Baik

Mencintai Diri Sendiri dan Uang

DI 11102023

2 Timotius 3:1-2 ILT3
Dan ketahuilah ini, bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar,
karena manusia akan menjadi pencinta diri sendiri, pencinta uang, pembual, takabur, penghujat, tidak patuh kepada orang tua, tidak tahu bersyukur, tidak kudus,

Di akhir zaman, ciri-ciri kehidupan manusia bs terlihat sesuai dgn ayat di atas, terutama mengenai mencintai diri sendiri dan uang. Ini sesuatu yg begitu jelas terlihat di keseharian kita.

Media sosial awalnya bertujuan sederhana, namun berkembang sesuai dgn budaya yang berlaku. Sekarang ini kehebatan seseorg bs terukur dr brpa banyak followers, subcribers dan endorse yg dia terima. Apapun akan trs dilakukan demi memiliki followers yg banyak dan kadang menimbulkan kehebohan. Istilah ‘panjat sosial’ sdh tidak asing lagi bagi kita, ujung-ujungnya adalah demi uang. Ada saja yg mengeluh bhw hidupnya mulai diatur oleh netizen, followersnya, harus begini-begitu, ini bahkan ada yg mencapai taraf stress berat & tak jarang berakhir dgn bunuh diri. Anehnya adalah bersedia hidupnya diatur oleh netizen tp tidak mau hidupnya diatur oleh Tuhan dan bersedia membuat netizen senang tapi tidak mau menyenangkan hati Tuhan. Mulai suka dgn dirinya sendiri secara berlebihan, mulai membangun ‘kerajaannya’ sendiri. Beberapa tahun ke depan mungkin baru akan terlihat dampak dr org-org yg begitu terikat dengan pengaruh medsos dlm hidupnya.

Pecinta diri sendiri dan uang, ini yang jangan sampai terjd pd hidup kita. Profesi tentu saja harus trs dinaikkan level dan kualitasnya, tp hidup hrs seimbang dlm hal yang jasmaniah dan yg rohaniah. Betul kita masih hidup dlm dunia ini, tp ingat bhw suatu saat kita semua akan meninggal, meninggalkan dunia ini dan masuk dlm kekekalan antara di surga atau di neraka selama-lamanya. Selama hidup dlm dunia ini, kita butuh uang, tp setelah tdk lagi ada dlm dunia ini, uang tdk bs kita bawa, dan uang tdk bs dipakai utk apapun di kehidupan setelah kematian. Perlu uang, tp jgn menjadi pecinta uang. Memang sulit dlm realita yang sehari-hari kita lihat, bgtu berkuasanya uang dlm kehidupan manusia, uang hampir dapat ‘membeli’ semua yg ada di dunia, sekali lagi ingat: hanya di dunia, setelah itu uang tidak lagi berguna di kehidupan kekal. Seimbang dlm hidup ini penting supaya kita bs menjadi teladan bagi org lain.

Yang sangat perlu diperhatikan adalah kita pasti akan diperhadapkan pd pilihan: hidup sesuai dgn kebenaran firman Tuhan, ataukah hidup mengikuti sistem dunia ini, pilih yang mana?

Posted in Renungan | Comments Off on Mencintai Diri Sendiri dan Uang

Jangan Cepat Menuduh

DI 10102023

Matius 7:1
“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.

Menghakimi itu bertindak layaknya seorang hakim yg berhak memutuskan nasib orang berdasarkan perbuatannya, inipun tdk boleh dilakukan sembarangan, tanpa saksi apalagi tanpa bukti.

Kasus kopi sianida sudah 7 tahun berlalu, tp di tahun 2023 ini kembali menjadi perhatian karena masyarakat berpendapat dlm kasus ini bnyk terdapat kejanggalan. Keterangan dr para ahli, misalnya dr dokter spesialis, dan jg pengacara, membuat masyarakat mulai utk berpikir ulang, kalau dulu begitu yakin bahwa terdakwa adalah pelaku pembunuhan, tetapi skrg justru menginginkan kasus ini disidang ulang walaupun kemungkinan utk itu sangat mustahil karena sudah sampai di pengadilan tertinggi yaitu MA. Knpa ada yang berubah pikiran lalu berpendapat berbeda? Biasanya ini terjd karena terlalu cepat menghakimi. Ya terlalu cepat memberi penilaian spt dirinya itu seorg ahli saja, bahkan ada yang merasa bhw dirinya adalah Tuhan yg Mahatahu, dan akibatnya seringkali org dipersalahkan tanpa cukup bukti dan saksi, hanya bermodalkan asumsi dan insting belaka. Ayat yg kita baca ini jelas melarang kita utk menghakimi orang lain.

Bukan berarti tidak boleh berpendapat, tentu hak setiap org utk menilai sesuatu dan pny pendapat sendiri ttg suatu peristiwa, tapi jgn bertindak layaknya seorg hakim, wujud dari hal ini sangat beragam: menggiring opini dr publik utk menyetujui asumsi kita, boleh utk menjatuhkan hukuman karena kurang saksi dan alat bukti, dsbnya. Dlm Alkitab diatur ttg saksi suatu perkara, harus minimal 2 saksi, barulah satu perkara itu dianggap sah. Ini bs kita temukan dalam ayat berikut: “Satu orang saksi saja tidak dapat menggugat seseorang mengenai perkara kesalahan apa pun atau dosa apa pun yang mungkin dilakukannya; baru atas keterangan dua atau tiga orang saksi perkara itu tidak disangsikan (Ulangan 19:15). Kita ingat bagaimana Yesus dihakimi karena ada saksi-saksi palsu yang membuat akhirnya Yesus dihukum (Matius 26:57-68). Jadi sangat berbahaya menghakimi org lain pdhal kita tdk memiliki otoritas dlm hal itu.

Kebenaran pasti terungkap, sekalipun mgkin bs lolos dr pengadilan di dunia ini, tidak akan lolos dr pengadilan Tuhan, tidak ada tempat utk bersembunyi atau berdusta lagi.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Cepat Menuduh

Akhir Hidup Seekor Domba

DI 09102023

Yohanes 10:11
Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

Kita terkadang hanya terpaku pd ciri-ciri dan sifat seekor domba: hewan yg bodoh, rentan bila sendirian, dsbnya. Tapi pernahkah untuk berpikir: bagaimana akhir dr hidup domba?

Kalau demi domba-domba yg digembalakan, seorg gembala domba rela menyelamatkan nyawa domba, sebegitu berhargakah nyawa seekor domba? Di sini kita bicara ttg domba yg sebenarnya, bukan kita yg diumpamakan sbg domba yg digembalakan Tuhan. Domba akan mati pd akhirnya, namun selama hidup, bulu domba akan bbrpa kali digunting untuk dijadikan bahan pakaian misalnya. Akhir dari hidupnya bisa ada di Bait Suci sbg hewan yg dipersembahkan untuk Tuhan. Sebagian lagi hidupnya berakhir di meja makan, dagingnya diolah menjd makanan lezat. Jadi kita dapat memahami bhw akhir hidup seekor domba itu pd akhirnya ‘dinikmati’ oleh manusia. Lalu apa kaitannya dgn ayat yg kita baca? Yesus mati utk menebus dosa kita, supaya selama kita hidup di dunia, bs menikmati semua yg Tuhan sediakan bagi kita, umat yg dikasihi & digembalakan.

Selama kita hidup, sudahkah org lain pernah ‘menikmati’ sesuatu yg positif dr kita? Mgkin itu bs berwujud perbuatan baik kita pd orang lain, pertolongan yg kita berikan baik berupa doa, dana ataupun tenaga kita, nasehat bijak yg kita berikan, dsbnya. Domba yg hidupnya berakhir jadi santapan saja begitu berharga utk diselamatkan, apalagi kita, Tuhan mati di salibkan demi menebus dosa-dosa kita. Jadi ada yg hrs bisa orqng lain ‘nikmati’ dr hidup kita. Jgn berpikir Tuhan selamatkan kita dari masalah yg kita hadapi supaya kita bs santai dan menikmati sendiri, Tuhan selamatkan dr masalah supaya kita ini belajar ‘berkorban’, ada yg berhak kita nikmati, tp ada juga yang hrs berbagi dgn orang lain, kasihilah sesama seperti mengasihi diri sendiri. Ini bkn kasih yg egois, tetapi kasih yg peduli, bkn diri sndri saja yg selamat, tp org lain jg. Kalau kita sdg bahagia, bagikan kebahagiaan itu juga pada org lain yg membutuhkannya.

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati” (Roma 12:1).

Posted in Renungan | Comments Off on Akhir Hidup Seekor Domba

Dikasihi Tuhan Sejak Kecil

DI 07102023

2 Samuel 12:24-25 ILT3
Dan Daud menghibur istrinya, Batsheba. Lalu ia datang kepadanya, dan berbaring dengannya. Kemudian dia melahirkan seorang anak laki-laki dan dia memanggil namanya, Salomo. Dan YAHWEH mengasihinya, dan dia menyuruh melalui tangan Nabi Natan, dan dia menyebut namanya Yedidyah oleh karena YAHWEH.

Hal yang menarik dari kisah ini adalah Tuhan mengasihi Salomo sejak dr kecil, bahkan Dia memberikan sebuah nama tersendiri untuk Salomo, satu hal yg jarang dilakukan Tuhan.

Kenapa seorg Salomo yg saat itu masih bayi atau sudah balita, begitu dikasihi Tuhan? Ini tdk disebutkan alasannya di Alkitab, tapi dgn kita melihat lagi ayat sebelumnya, Batsyeba itu sdh menjd istri Daud, dinikahi secara sah. Daud meniduri Batsyeba, membuatnya hamil dan merencanakan pembunuhan suaminya, Uria, hingga akhirnya menjd janda. Menikahi Batsyeba adalah wujud tanggung jawab yg ditunjukkan Daud akibat dr dosa yang telah dia perbuat, walau kemudian anak itu mati & barulah kemudian lahir Salomo. Sesuatu yg ‘lahir’ dr perbuatan dosa, di mata Tuhan, hal itu tdk mendapatkan perkenanan. Misalnya uang hasil korupsi atau judi, walau secara mata, uang itu masuk ke rekening gereja, tp Tuhan tdk berkenan atas persembahan yang diberikan dari hasil yg ‘haram’. Pihak gereja tentu tdk tahu sumber dr uang persembahan jemaat, tetapi Tuhan tahu, karena itu jangan mempersembahkan apa yg ‘cacat’ pd Tuhan.

Salomo lahir dr kedua orgtua yang menikah secara sah, ini menjadi satu poin yg penting utk diperhatikan. Anak sebelum Salomo itu lahir di luar nikah, dan akhirnya anak itu mati karena Tuhan memutuskan hal itu. Di zaman skrg ini, hamil sebelum atau sesudah nikah dipandang bukan sesuatu yg penting, malah dianggap sesuatu yg biasa. Pergeseran nilai moral yg tergerus oleh perkembangan nilai budaya, membuat apa yg dikategorikan sbg sebuah dosa di mata Tuhan, menjd sesuatu yg normal di mata manusia. Daud meniduri Batsyeba dan membunuh suaminya, adalah sesuatu yg wajar bagi seorg raja, raja berhak utk berbuat apapun yg diinginkan hatinya, tp perbuatan itu jahat di mata Tuhan. Jadi ada 2 nilai ukur dr perbuatan yg kita lakukan, dari sudut pandang Tuhan dan manusia, kadang sejalan, tp kadang bertolak belakang. Mana yg kita akan terapkan? Ini bergantung pada level ketaatan kita pd Tuhan.

Jangan hidup dlm ‘dua dunia’ yg berbeda di dlm nilai moral, sbg seorg Kristen, kita harus taat sepenuhnya pd nilai moral yg Tuhan beri utk kita, jika tidak, kita pasti memberontak dr Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Dikasihi Tuhan Sejak Kecil

Jangan Sok Dekat Dengan Tuhan

DI 06102023

2 Samuel 12:21
Berkatalah pegawai-pegawainya kepadanya: “Apakah artinya hal yang kauperbuat ini? Oleh karena anak yang masih hidup itu, engkau berpuasa dan menangis, tetapi sesudah anak itu mati, engkau bangun dan makan!”

Daud adalah org pilihan Tuhan untuk menjd raja menggantikan Saul, dan terbukti bahwa dia akhirnya menjadi raja atas Israel, namun setelah menjadi raja, justru dia berbuat dosa yg sangat besar.

Banyak berdoa bukan bukti bhw seseorg itu punya kedekatan dgn Tuhan. Sering plyanan bukan berarti pasti dekat dengan Tuhan. Jgn sok mengaku dekat dgn Tuhan! Kedekatan dgn Tuhan bukan utk dipamerkan! Itu hampir sama spt hubungan suami-istri bukan untuk konsumsi publik! Sedekat apapun seseorang dgn Tuhan, bukan berarti kebal dosa. Saul yg dulu berbuat dosa, ternyata Daud jg berbuat dosa jg walaupun jenis dosa keduanya beda. Jgn pernah berpikir bhw kita tidak mgkin bs lakukan dosa yg sama dgn org lain, itu krna kita belum dihadapkan dgn godaan berbuat dosa, kalau sudah digoda, barulah terbukti apakah kita jatuh juga atau tidak. Daud jatuh dan untungnya masih mau bertobat, berbeda dgn Saul yg malah menambah dosa demi bs tetap mempertahankan tahtanya. Usahanya tetap gagal karena yg dia lawan ialah Tuhan, dan akhir hidup Saul sangat mengenaskan & sangat tragis.

Daud berpuasa demi anaknya yg sakit, hasil dr hubungan badan dgn Batsyeba, isteri Uria. Namun puasanya sia-sia, anak itu tetap mati dan kemudian Daud berhenti berpuasa. Dari kisah ini, kita belajar bhw jgn sembarangan dlm berpuasa, apalg keadaan kita belum jg diperdamaikan dgn Tuhan karena dosa yang kita perbuat itu belum dibereskan. Juga ada batas permohonan yg Tuhan akan kabulkan, tdk semua permohonan akan dikabulkan, jd persiapkan diri utk menerima keputusan dari Tuhan, sekalipun permintaan kita ditolak! Ini yg bagi sebagian org tdk siap, selalu berpikir bhw Tuhan itu baik, memberi yg dibutuhkan dgn limpahnya, sehingga yg di otaknya berisi pikiran yg menyesatkan. Ketika Tuhan sudah memberi keputusan, berhenti berpuasa, jgn paksa Tuhan. Itulah yg Daud lakukan setelah tahu anaknya itu telah mati, berhenti puasa dan tdk protes pd Tuhan. Menerima apapun yg Tuhan putuskan bagi kita.

Puasa itu bukan ritual, sesuatu yg dilakukan dan pasti berhasil membuat Tuhan setuju dg permintaan kita, puasa itu utk merendahkan diri, bukan utk memaksa Tuhan memenuhi apa yg kita inginkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Sok Dekat Dengan Tuhan

Menurutku Itu Bukan Dosa

DI 05102023

2 Samuel 12:9
Mengapa engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mata-Nya? Uria, orang Het itu, kaubiarkan ditewaskan dengan pedang; isterinya kauambil menjadi isterimu, dan dia sendiri telah kaubiarkan dibunuh oleh pedang bani Amon.

Bagi Daud, apa yg dia perbuat terhadap Uria dan Batsyeba adalah sesuatu yg bukan dosa dan sbg seorg raja, dia merasa berhak untuk mendapatkan apa yg dia mau.

Inilah contoh sebuah pemikiran manusia yg sering dimiliki oleh banyak org, bagi dirinya, apa yg dilakukan itu bukan sebuah masalah, bukan sebuah dosa, namun bagi Tuhan, hal itu adalah sebuah dosa keji. Sampai sblum ditegur oleh nabi Natan, raja Daud berpikir bhw yabg dia lakukan itu bukan sebuah dosa dan wajar sbg seorg raja mendapatkan yang dia inginkan. Ini yg berbahaya, sebuah dosa tp di pandangan manusia dianggap sesuatu yg biasa dan wajar dilakukan. Karena hal itu tidak heran org merasa tdk berdosa, tdk ada yg perlu dibereskan dlm hidupnya, tdk perlu mengadakan pemberesan dosa dgn Tuhan. Apa yg terjd kalau Tuhan tidak menyayangi raja Daud? Dibiarkan terus berbuat dosa lalu suatu saat dosa yg bertimbun itu dihakimi & dihukum dg sangat mengerikan. Nabi Natan diutus Tuhan untuk menegur Daud, awalnya Daud tdk sadar bhw dirinyalah yg bersalah, tp akhirnya dia menyadarinya.

Kita semua punya hak masing-masing untuk berbuat sesuka hati atas semua yang menjd milik kita, tp kita hrs ingat bahwa setiap kita akan diminta pertanggung jawabannya oleh Tuhan. Apa yg wajar di pikiran manusia, blm tentu itu wajar jg di pandangan Tuhan, kalau kita tdk membaca Alkitab, kita tdk tahu apa saja yg dinilai Tuhan sbg sebuah dosa. Yang paling parah adalah sudah tahu itu dosa, tapi tetap dilakukan dan santai-santai saja, lalu ditambah lagi dgn dosa yg lain utk menutupi dosa yg pertama. Daud ingin memiliki isteri Uria, lalu dia merencanakan skenario keji utk membunuh Uria sehingga bs memiliki isteri secara sah karena menjd janda. Yang haram berusaha dibuat jadi halal, yg dilarang ingin dibuat jadi boleh dilakukan, bukankah hal ini suatu usaha pemberontakan pd Tuhan? Tdk mau taat lalu berusaha mengubah aturan yg sudah Tuhan tetapkan. Hukuman yg sangat memilukan hrs ditanggung keluarga Daud.

Ayah berdosa, isteri dan anak bs ikut dalam menanggung akibat dr dosanya, demikian jg jika istri atau anak yg berdosa, karena itu jgn melanggar apa yg Tuhan larang.

Posted in Renungan | Comments Off on Menurutku Itu Bukan Dosa

Tidak Tulus Mengikut Tuhan

DI 04102023

Matius 8:19-20
Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: “Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.” Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

Seorg ahli Taurat ingin mengikut Yesus, satu hal yg kelihatannya positif dan wow, ada org dari golongan yg sering menentang, tiba-tiba ingin menjd pengikut, luar biasa!

Tapi mengapa Yesus menjawabnya dgn satu perumpamaan? Dikatakan tdk punya tempat utk meletakkan kepala, apa artinya? Apakah ini sebuah gaya bahasa bhw utk meletakkan kepala berarti bs nyaman ‘tidur’ beristirahat? Seperti hewan yg punya sarang atau rumah, apakah maksudnya bhw mengikut Yesus ini bs berarti tdk akan banyak waktu bersantai dan menikmati popularitas? Di zaman skrg ini begitu jelas bhw para hamba Tuhan yang terkenal seringkali diperlakukan spt seorang artis atau pejabat, dilayani kebutuhannya dg mendapatkan semua yg terbaik, sementara yg lainnya diperlakukan hanya biasa saja. Di dalam hal menerima PK misalnya, ada cerita bhw PK (persembahan kasih) hamba Tuhan ditentukan dari jenis kendaraan yg dia pakai saat dtg melayani. Bnyk hal lain yg membuat sebagian org-org yg melayani menjadi santai & merasa spt seorg ‘raja’.

Mengikut Tuhan itu tidak bnyk waktu santai, bahkan perlu banyak berjerih lelah dan juga pengorbanan yg besar. Kehilangan hal-hal yg seharusnya bs dimiliki dan dinikmati. Ketika ingin jadi pengikut Tuhan, jgn pikirkan brpa bnyk yg akan kita dapatkan dr Tuhan dan jg dr manusia, melayani bukanlah menjual jasa atau kemampuan kita, tapi melayani adalah satu wujud kasih kita pd Tuhan, satu bentuk ucapan terimakasih pd Tuhan atas kebaikan yg kita terima dr Dia. Apakah tulus melayani hanya akan merasakan kesibukan, lelah, dan kehilangan bnyk hal? Tentu saja Tuhan tahu kita ini manusia, punya batasan kemampuan dan perlu utk sering disegarkan baik tubuh, jiwa dan roh kita. Ada saatnya Dia memberi waktu utk kita menikmati hasil pelayanan yg kita lakukan, bs berlibur, dsbnya. Yg penting adalah tdk bersungut-sungut saat melayani dan melakukan pelayanan kita dgn sukacita dan kerelaan hati karena mengasihi Tuhan.

Seberapa tulus kita dlm melayani Tuhan dan sesama? Lakukanlah sbg wujud pengabdian kita pd Tuhan dan cinta pd sesama, tetaplah taat pd Tuhan dan berbuat apa yg baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Tulus Mengikut Tuhan

Buta Rohani

DI 03102023

Yohanes 9:30 ILT3
Orang itu menjawab dan berkata kepada mereka, “Sesungguhnya dalam hal ini ada yang menakjubkan, karena kamu tidak mengetahui dari mana Dia, padahal Dia telah mencelikkan mataku.

Mujizat memang kadang diragukan sumber dan pelakunya, benarkah itu dari Tuhan, atau dari kuasa yg lain? Sebagian org Yahudi yg memang tdk percaya pd Yesus berusaha utk membuat bnyk org menolak Yesus dgn cara mempertanyakan jati diri Yesus, Dia itu dari Tuhan ataukah dari yg lain? Namun saat org yg sudah sembuh matanya dr kebutaan dgn lugas memberi argumen bhw tdk mgkin org biasa atau kuasa lain yg sanggup membuat mujizat spt yg Yesus lakukan. Matanya buta tapi rohaninya tdk ‘buta’, berbanding terbalik dgn sebagian org Yahudi itu, ini diperkuat LG dengan perkataan Yesus: Kata Yesus: “Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta (Yohanes 9:39). Sindiran terhadap org Farisi ini bisa menjadi peringatan bagi kita juga, apakah rohani kita ini ‘buta’ atau tidak?

Rajin baca Alkitab itu satu kebiasaan yg baik dan patut dihargai, tapi tanpa membaca lalu bisa mengerti, bgmna bs melakukannya dlm keseharian hidup kita? Spt org yabg buta, dg tangan dia bs menyentuh sesuatu, tp bentuk persisnya dan apa warna bendanya, dia tdk tahu, inilah gambaran dr org yg ‘buta’ rohani, tahu bhw Yesus itu Tuhan karena bc Alkitab dan dengar khotbah, tapi spt apa cara Tuhan mendisiplinkan kita, cara Tuhan mendidik, yg Dia lakukan utk memurnikan kita, dsbnya, itu sama sekali tidak pernah kita pahami. Yang ada dalam pikiran kita adalah bhw disayang Tuhan itu berarti kita minta apapun pastinya akan dikabulkan Tuhan, asalkan rajin baca Alkitab, rajin ke gereja, sibuk pelayanan, itu jadi jaminan Tuhan sayang sm kita. Pikiran yg menyesatkan! Yg Tuhan nilai bukan rajin baca Alkitabnya, tp lakukan atau tidak dari apa yg kita baca di Alkitab. Yang Tuhan nilai itu bukan rajin ke gereja atau sibuk melayani, tp apakah kita melakukannya didasari oleh mengasihi Tuhan atau tidak?

Org Farisi tahu bnyk ttg Taurat, tp justru dgn sengaja menolak Yesus adalah Mesias, org yg banyak tahu ttg isi Alkitab, belum tentu ia menerima ke-Tuhanan Yesus dlm hidupnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Buta Rohani

Dihina Tuhan

DI 02102023

Markus 7:33
Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu.

Tindakan meludah di zaman itu adalah satu tindakan sbg wujud penghinaan karena org itu tdk mau melakukan kewajibannya sesuai dgn hukum Taurat, juga sbg tindakan hinaan pd org lain yg ditawan.

Ada 3 peristiwa kesembuhan yg Yesus buat, dgn menggunakan ludah yaitu pd org yang sakit tuli (Markus 7:31-37), lalu pd orang yg sakit buta di Betsaida (Markus 8:22-26), lalu yg terakhir Yesus menyembuhkan org buta sejak lahir (Yohanes 9:1-41). Apa yg bs kita pelajari dr 3 peristiwa ini? Suatu mukjizat yg terjd bisa saja diawali dgn suatu penghinaan dr Tuhan, bahasa halusnya direndahkan oleh Tuhan. Diludahi berarti dihina, disembuhkan dgn ludah jg sesuatu yg tidak lazim, tp ketika mau merendahkan diri, sekalipun dihina oleh Tuhan, tetap bisa menerima dgn rendah hati. Hasilnya adalah kesembuhan! Proses dihina Tuhan jg dialami oleh Yusuf, anak Yakub, dia yg tadinya seorg yg terhormat, namun harus mengalami kenyataan bahwa dia dijual oleh saudara-saudaranya menjd budak. Kisah yg lain adalah Naaman yg sakit kusta ternyata sembuh karena mau merendahkan diri dgn mandi di sungai yg kotor atas perintah nabi Elisa.

Banyak masalah, perlu mujizat, solusi, tapi kenapa ditambah dgn turunnya derajat hidup kita sehingga kita menerima penghinaan yg begitu banyak. Kita dianggap spt sampah yg membawa bibit penyakit menular, dijauhi & kehilangan segalanya dlm hidup ini. Pernah kita berpikir bhw itu adalah bagian dari satu rencana Tuhan? Setelah ‘diludahi’ lalu menjd sembuh, setelah dihina, mujizat dan solusi itu akan datang menyertainya jg. Masalah yg ada adalah tdk semua org bs menerima satu situasi di mana Tuhan sedang ‘meludahi’ dia dgn tujuan utk ‘menyembuhkannya’. Sengaja direndahkan supaya nantinya ditinggikan dg cara yg ajaib, itulah yg seringkali Tuhan ingin perbuat atas kita. Rendahkan diri ketika ada dlm situasi yg buruk, saat minta pertolongan dr Tuhan, jgn menyombongkan diri, relakan diri kita utk ‘dihina’ Tuhan, itu salah satu cara Tuhan utk menyelesaikan masalah yang ada yg sedang kita hadapi.

Pikiran Tuhan tidak dapat kita pahami, hanya Dia yg tahu apa yg ajan terjd di depan, hanya terus percaya saja pd Dia, sekalipun saat ini mengalami perendahan dr Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Dihina Tuhan