Menara Babel

DI 24102023

Kejadian 11:9
Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.

Menara Babel, apakah sesuatu yang jahat di mata Tuhan? Pengajaran yg salah telah bnyk membuat sesat berpikir dan tak sedikit dari para hamba Tuhan yg salah berkhotbah!

Tentu kita hrs membaca keseluruhan kisah ini supaya kita paham mengapa Tuhan dgn pikiran-Nya mengacaukan bahasa dr seluruh manusia di zaman itu. Tidak ada komentar negatif Tuhan ttg kota dan menara yang saat itu sedang dibangun, malah ada ayat berikut: “dan Ia berfirman: “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana (Kejadian 11:6). Apakah sebuah menara Babel menjd sebuah ancaman untuk Tuhan? Astaga! Selemah itukah Tuhan yang kita sembah? Inilah sesat pikir dan ajaran yg turun temurun salah dikhotbahkan! Mari kita lihat alasan mengapa Tuhan mengacaukan bahasa mereka: “Baiklah Kita turun dan mengacau balaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.” Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu (Kejadian 11:7-8).

Tujuan Tuhan adalah membuat mereka yang hidup di zaman itu tidak berkumpul hanya di satu tempat saja, mengingat bhw mandat yg Nuh dan keturunannya terima dr Tuhan spya mereka bertambah bnyk sampai ke seluruh bumi: Lalu Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta berfirman kepada mereka: “Beranak cuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi (Kejadian 9:1). Jadi bukan soal kota dan Menara Babel yg jadi masalahnya, tp Tuhan mengacaukan bahasa manusia di zaman itu supaya mrka terserak ke seluruh bumi! Berkhotbahlah dgn memakai data Alkitab, bukan pengertian yg turun temurun diajarkan! Lebih mengerikan teknologi zaman skrg dibandingkan dengan menara Babel, tp Tuhan juga tdk berpikir itu sbg suatu ancaman bagi Dia, karena Tuhan yg kita sembah itu lebih hebat dari teknologi apapun yg bs dibuat oleh manusia, jgn kita merendahkan Tuhan!

Biasakan saat mendalami ayat yg kita baca, perhatikanlah detail-detail kata yg ada, spya kita jgn salah mengerti lalu mengajarkan yg salah pd org lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Menara Babel

Terlalu Menikmati Hasil

DI 23102023

Kejadian 9:20-21 ILT3
Dan Nuh mulai menjadi seorang penggarap tanah, dan dia membuka kebun anggur.
Dan setelah dia minum dari anggur itu, maka mabuklah dia, dan dia tidak berpakaian di dalam kemahnya.

Nuh mabuk karena terlalu banyak minum dr anggur hasil yg dia tanam dan membuat dia dlm keadaan yg mabuk dan memalukan, ada suatu pelajaran rohani yg bisa kita ambil dari peristiwa ini.

Minum anggur itu memang nikmat, tetapi ini ada aturannya sendiri, beda dgn ketika kita minum air biasa atau minum minuman yang lainnya. Minum anggur scra berlebihan, bisa berakibat membuat mabuk org yang minum, kalau sudah mabuk, org bisa berbuat di luar kesadarannya dan kadang memalukan. Dlm kisah ini disebut bhw Nuh mabuk hingga dia tidak berpakaian dan tentu dia lakukan itu di dlm ketdk sadarannya. Yg bs kita pelajari dr peristiwa ini adalah: jgn sampai kita dibuat ‘mabuk’ karena terlalu berlebihan menikmati hasil dr apa yg kita kerjakan. Hak seseorang utk menikmati hasil dr yg dia kerjakan, tidak seorg pun berhak melarangnya, tp kalau tdk punya penguasaan diri yg cukup, akibatnya justru bs memalukan diri sendiri. Tak jarang perselingkuhan terjd saat perekonomian org itu dlm keadaan baik bahkan berlimpah dgn harta, perselingkuhan tetap ada biaya yang membuat perselingkuhan itu berjalan mulus tentunya.

Bnyk harta bisa merubah gaya hidup bahkan karakter seseorg shga justru perlahan-lahan perubahan gaya hidup serta karakternya jadi sebuah jerat yang ujungnya membuat org itu terlibat hutang dan tdk disukai bnyk org. Ada jg org yg awalnya rendah hati, setelah menjd sukses, menjd haus pujian dan gila hormat. Terlena dgn keadaan baik yg sekarang bisa dinikmati, bs membuat org jadi ‘mabuk’ dan lupa diri, bahkan melupakan Tuhan di dalam hidupnya. Baru nanti ketika terkena penyakit parah, barulah ingat Tuhan, karena harta yg dia punya tdk sanggup menyembuhkan. Jika nanti terlilit hutang besar, barulah ingat pada Tuhan, dsbnya. Nikmatilah hasil kerja kita dg sewajarnya, kalau ingin lebih baik, berbagi & memberkati org-org yg membutuhkan. Knpa hrs dinikmati sendirian? Keserakahan adalah suatu pintu yg menghubungkan kita dg dosa lainnya, karena itulah Tuhan berfirman untuk kita saling mengasihi sesama.

Jgn ‘mabuk’ karena kesuksesan kita, nikmati sewajarnya dan berbagi dgn sesama. Hidup di dunia hanya sementara, harta tdk akan bs kita bawa ketika kita meninggalkan dunia ini.

Posted in Renungan | Comments Off on Terlalu Menikmati Hasil

Berani Berjanji

DI 21102023

Kejadian 9:8-10, 13
Berfirmanlah Allah kepada Nuh dan kepada anak-anaknya yang bersama-sama dengan dia: “Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu, dan dengan segala makhluk hidup yang bersama-sama dengan kamu: burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi yang bersama-sama dengan kamu, segala yang keluar dari bahtera itu, segala binatang di bumi.Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi.

Mengapa Tuhan mengadakan perjanjian dg Nuh dan seluruh makhluk di bumi? Tuhan itu Mahakuasa, sanggup lakukan semuanya, tdk mungkin diragukan kemampuan-Nya, untuk apa buat perjanjian?

Mengapa sebuah janji dibuat? Pastinya spya ada ‘ikatan’ di antara pihak-pihak yg berjanji, tdk boleh bertindak di luar isi perjanjian, dan wajib memenuhi semua yg telah disepakati. Mungkinkah Tuhan lalai? Pasti tidak. Apakah mgkin Tuhan berdusta? Pasti tidak. Dengan perjanjian yang Tuhan buat, Dia ‘membatasi’ diri-Nya dlm bertindak walaupun Dia adalah Tuhan, Sang Pencipta, punya kedaulatan utk melakukan apapun pd ciptaan-Nya. Ini sama spt kita bebas melakukan apapun pd benda yg adalah milik kita, bahkan kita merusaknya pun, org lain tdk berhak menuntut kita. Inilah bukti betapa Tuhan mengasihi manusia yang penuh dosa dan telah menyakiti hati-Nya. Dg kesabaran-Nya, Dia menunggu ada orang yg mau hidup benar di hadapan-Nya di segala zaman. Bumi tidak akan lagi mengalami air bah spt pd zaman Nuh, tetap ada bencana di segala zaman yg berhubungan dgn air, tp tdk sampai memusnahkan hampir seluruh yang ada di dalam dunia ini.

Bnyk org berani berjanji, jg berani dg sengaja mengingkari apa yg dia janjikan. Demi suatu yg org itu incar, dia memberi janji palsu yang manis kedengarannya, setelah dia dapat, lalu menghilang begitu saja. Jadi jgn terlena dgn janji-janji manis yg kedengarannya akan bisa membuat kita mengalami perubahan secara drastis dan instant: cepat kaya, dapat untung yg besar, dsbnya. Biasanya org itu meminta sesuatu dr kita terlebih dahulu, nanti kita bs mendapatkan berkali-kali lipat dari jumlah yg kita berikan. Pikirkanlah dg tenang, gunakan logika secara benar, carilah informasi akurat ttg hal yg dijanjikan, carilah informasi dr org yg pernah melakukannya. Jgn ikuti kata hati yg didorong oleh keserakahan dan ambisi yg ingin cepat mengalami keadaan yg terlihat lebih baik, pdhal justru membawa kita dalam situasi yg lebih buruk. Biasanya org mudah tertipu janji manis dlm hal uang, karenanya jgn serakah.

Pikirkan sebelum berjanji, bs atau tdk untuk menepatinya, ingat bhw semua perkataan itu akan dihakimi Tuhan, jgn ucapkan janji yang ternyata sekedar ‘janji palsu’ belaka.

Posted in Renungan | Comments Off on Berani Berjanji

Tuhan Menyesal?

DI 20102023

Kejadian 6:6
maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.

Tuhan itu kan Mahatahu, harusnya Dia tahu bhw di zaman sebelum air bah, kejahatan yg dilakukan manusia itu akan sangat besar, tp knpa tdk Dia mencegahnya?

Pertanyaan serupa bnyk ditanyakan pd kisah kejatuhan Hawa dan Adam dlm dosa, Tuhan pasti tahu akan terjd spt itu, knpa tdk Tuhan cegah? Jwban ttg 2 pertanyaan di atas tentu tidak mudah utk dijawab, saya pribadi hanya bisa memperkirakan jwbannya, yg tahu pasti hanyalah Tuhan sendiri. Sesuatu yang Tuhan izinkan terjd itu tentu ada alasan-Nya, hanya saja terkadang Tuhan tetap merahasiakan & itu membuat kita penasaran, sehingga bnyk timbul teori ttg 2 peristiwa di atas. Jika Dia tahu apa yang akan terjd dan Dia biarkan itu tetap terjd, semua itu tetap dlm kendali milik Tuhan. Yg perlu kita pahami adalah manusia memang diciptakan oleh Tuhan, apa yg nanti akan terjd pd diri manusia kemudian, tdk lagi sepenuhnya ditentukan oleh Tuhan. Yg tetap dlm otoritas Tuhan adalah kapan kita lahir & kapan kita mati, selama masa hidup kita, itu ada faktor diri kita sendiri yg mempengaruhi apa yg akan kita alami.

Jd apa yg Tuhan sesali? Bukan karna Tuhan telah menciptakan manusia, tapi manusia yg salah memilih jalan hidupnyalah yg akhirnya membuat Tuhan menyesal. Karena manusia sblum air bah itu kejahatannya sangat besar, maka Tuhan menghukum dgn menurunkan air bah dan membinasakan manusia dengan hanya menyisakan 8 org dr keluarga Nuh. Ini suatu pembelajaran bagi kita, Tuhan sangat tdk kompromi dgn dosa manusia, memberi hukuman utk itu, tp tetap membenarkan org yg hidup benar di mata Tuhan. Masih tersisa harapan akan kehidupan manusia yg baik dr 8 orang keluarga Nuh ini, dan Tuhan berjanji tdk akan menghukum bumi lagi dgn air bah dgn menaruh busur-Nya di langit, pelangi yg sering kita lihat saat selesai hujan (Kejadian 9). Jadi bukan penciptaan yg Tuhan sesali, tp jalan hidup yg salah dr manusia yg Tuhan ciptakan sendiri.

Jgn membuat hati Tuhan pilu karna jln hidup yg kita pilih, pertimbangkanlah dgn matang sblum kita menentukan pilihan kita, pilihlah yg sesuai dgn kebenaran firman Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Menyesal?

Perkataan Yang Dihakimi

DI 19102023

Matius 12:37
Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.”

Setiap org punya hak untuk berbicara serta menyampaikan pendapatnya ttg apa saja, tp hrs jg diingat bhw dgn perkataan itu jg, tiap org akan dihakimi dan menerima akibatnya.

Apa makna dr ayat di atas? Kita melihat ada kata ‘dibenarkan’ dan ‘dihukum’, berarti ini ttg perkataan jujur atau dusta, benar atau salah. Kalau menurut ucapan yg kita katakan, kita akan dibenarkan, berarti ucapan itu berisi ttg kesaksian yg benar, penilaian yg sesuai dgn hukum yg berlaku. Misalnya: ketika kita dlm situasi difitnah seseorg, kita bersaksi ttg apa yg sebenarnya terjd, dikuatkan jg dgn apa yg terekam dlm CCTV, maka apa yg dituduhkan itu menjadi terbantahkan dan kita bebas dari tuduhan org itu. Tentu kita ingat yang Yesus ceritakan ttg 2 org yg berdoa pd Tuhan, yang satu adalah orang Farisi yg membanggakan dirinya lebih baik drpd pemungut cukai yang menurutnya penuh dg dosa (Lukas 18:9-14). Tuhan membenarkan si pemungut cukai dan mengampuni dosanya karna jujur mengakui dirinya tdk layak di hadapan Tuhan. Yg kita ucapkan adalah cerminan isi hati kita, tetapi seringkali yg kita ucapkan justru sebaliknya.

Penghakiman yg paling adil hanyalah milik Tuhan, pengadilan manusia bs salah, orang benar bs jd terdakwa, org yg salah malah bs bebas. Tetapi di hadapan Tuhan, yang salah pasti dihukum, yg benar pasti tidak dihukum. Tapi bukankah semua manusia itu berdosa? Berarti semua manusia akan dihukum? Kita hrs ingat bhw Yesus telah mati utk menebus dosa-dosa kita, yang menerima dan percaya, akan diselamatkan, tp yg tidak percaya akan dihukum (Markus 16:16). Jd org berdosa yg percaya bhw Yesus telah mati utk menebus dosa-dosanya, dibaptis, lalu hidup benar di hadapan Tuhan, dia pasti diselamatkan dan tdk akan dihukum saat dihakimi oleh Tuhan. Karena itu jgn menyangkali Tuhan di depan manusia, karena Tuhan akan tdk mengakui kita di hadapan Bapa (Matius 10:33). Selain kita hrs berkata jujur dan benar, jgn sampai kita menyangkali Tuhan di depan manusia, jika itu dilakukan, maka keselamatan yang Tuhan janjikan akan batal kita terima.

Bijaklah dlm berkata-kata, usahakan selalu berkata yg benar dan tdk menyangkal bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat dalam hidup kita, tetap berpikir dulu sebelum mulai mengucapkan sesuatu.

Posted in Renungan | Comments Off on Perkataan Yang Dihakimi

Meragukan Tuhan

DI 18102023

Matius 11:2-3
Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus,
lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?”

Yohanes Pembaptis sempat meragukan apa yg selama ini dia yakini: benarkah Yesus itu Mesias? Atau org lain? Tentu keraguan yang timbul ini pasti ada alasannya.

Tdk tercatat jelas apa alasan sesungguhnya mengapa Yohanes Pembaptis meragukan apakah Yesus itulah Mesias yg telah datang, apakah karena dia ditangkap lalu di penjara? Ataukah pemahaman ttg Mesias yg Yohanes Pembaptis miliki berbeda dgn Yesus? Tentu hal ini perlu pengkajian yg lebih dalam, tapi tentu sbg manusia, apa yg terlihat, itulah yg dianggap sbg fakta. Yesus hanya melakukan apa yg seorg nabi besar lakukan. Elisa juga pernah membangkitkan org mati, Daud juga pernah mengusir roh jahat dgn permainan kecapinya, nabi-nabi lainpun jg mengajar ttg kebenaran dr Tuhan. Apakah Yesus ini hanya seorg nabi? Di mana tanda-tanda bhw Yesus ialah Mesias yg dijanjikan? Pikiran Yohanes mgkin dipenuhi dgn pemikiran spt itu, hingga akhirnya dia berpikir perlu mengutus murid utk menanyakannya langsung pd Yesus. Apa yg diyakini seseorg, suatu saat bs goyah.

Bgmna dgn kita? Saat badai hidup menekan dan kita dlm situasi buruk, apakah ada suatu keraguan ttg Tuhan? Kenapa pertolongan dr Tuhan tdk datang-datang jg? Benarkah kita dikasihi Tuhan? Mengapa kita dibiarkan dgn waktu yg begitu lama mengalami semuanya ini? Dlm keadaan normal, iman bs teguh dan kokoh, tp wkt kita mengalami keterpurukan, masihkah kita punya iman? Atau kita dengan sengaja melirik cara alternatif lain? Jgn kita terlalu mudah menghakimi org lain yg jatuh saat mereka mengalami goncangan iman, bs jadi kalau kita yg mengalaminya, kita bisa jatuh lebih dlm dari org itu. Yg mereka butuh itu bukan penghakiman kita, tp support yang nyata dlm bentuk doa, nasehat, bimbingan, & mgkin dana. Kalau org lain jatuh, jgn tertawa mengejek bhw kita tdk mgkin spt dia, yg hrs kita lakukan adalah menjadi perpanjangan tangan Tuhan utk menyalurkan pertolongan dr Tuhan.

Jgn biarkan keraguan akan Tuhan trs mulai menguasai hati dan pikiran kita, perkuat dan teguhkan iman kita kembali, yg sedang kita alami ini hanya sementara.

Posted in Renungan | Comments Off on Meragukan Tuhan

Mengasihi Tuhan

DI 17102023

Matius 10:37
Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.

Kalau hanya membaca tanpa memahami yg sebenarnya dimaksudkan dari ayat ini, orang akan terjebak dlm praktek mengasihi yg tdk sehat, jgn sampai kita terjebak dalam pikiran yg salah.

Pemahaman dasarnya ialah bahwa ucapan Yesus ini diucapkan saat Dia ada dlm wujud manusia yg sedang menjalani misi-Nya sbg utusan Tuhan. Kepada siapa perkataan yang kita baca ini ditujukan? Dari konteks ayat ini ada, maka ini diucapkan Yesus kepada para 12 murid-Nya yg saat itu sedang diutus utk pergi melayani. Sangat wajar bila dalam hal mengerjakan tugas maka hrs maksimal dlm mengerjakannya. Contoh saja: jika kita suatu saat diutus oleh perusahaan tempat kita sdg bekerja, diutus pergi ke kantor cabang yang ada di luar kota selama seminggu misalnya, maka kita pasti akan meninggalkan keluarga kita untuk sementara waktu, ini bukan berarti kita tdk lagi mengasihi keluarga kita, tp demi tugas perusahaan, kita hrs pergi. Jd kita bisa mengerti bhw ucapan Yesus ini hanya untuk para murid-Nya yg sedang Dia utus. Apakah ini bs ‘ditarik’ ke masa sekarang?

Banyak ucapan Yesus yg sifatnya hanya utk personal org tertentu, dijadikan sbg sesuatu yg diberlakukan utk segala zaman, akibatnya jemaat dibuat salah memahami ttg apa yang Tuhan maksudkan sebenarnya. Ayat ini lebih baik jgn ‘ditarik’ ke zaman skrg krna konteks ayat ini bercerita ttg saat itu saja. Beda saat kita membaca ayat lain, misalnya: jgn menjd saksi dusta, jgn curang, dsbnya. Ayat dalam kitab Amsal, umumnya berlaku hingga saat sekarang ini karena isinya bukan utk orang tertentu saja. Jadi bijaklah dlm memahami apa yg kita baca dlm Alkitab. Tuhan dengan manusia itu berbeda, mengasihi Tuhan tidak bs disamakan dgn mengasihi sesama, tentu inilah yabg kita hrs pahami. Memperlakukan Tuhan spt memperlakukan manusia tentu itu sangat tdk layak, maka kita hrs belajar untuk memahami Tuhan, tdk sama spt kita belajar memahami manusia, keduanya tidak sama & cara mengasihinya pun berbeda.

Kasihi Tuhan bukan berarti membenci orang lain, jgn keliru, yg Tuhan ajarkan adalah kita hrs mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama manusia, keduanya hrs berjalan beriringan.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengasihi Tuhan

Diciptakan Jujur

DI 16102023

Pengkhotbah 7:29 ILT3
Lihatlah, hanya ini yang telah aku temukan, bahwa Elohim telah membuat manusia jujur, tetapi mereka telah mencari banyak dalih.

Membaca ayat ini mengingatkan kita bhw dr semula, Tuhan menciptakan manusia itu dpt berkata jujur, tetapi utk mau jujur atau tidak, pilihan ada di tangan si manusia itu sendiri.

Utk berkata jujur, memang perlu satu tekad & keberanian, karena kalau berkata jujur, orang bs terkena hukuman akibat dr kesalahan yg dia perbuat, bisa dipermalukan di dpn umum dan masih bnyk lagi alasan lainnya. Di masa sekarang ini, masihkah ada org yg jujur? Kita pasti punya jawaban yg mgkin sama: hampir tidak ada, atau mgkin 1:1000 misalnya. Yang ada adalah: kadang jujur, kadang tidak, lebih banyak tidak jujurnya. Ini realita yg ada, kita harus sadari itu sepenuhnya. Jgn kita terlalu melihat org lain yg masih sering tdk jujur, tp koreksi diri, evaluasi diri, mampukah kita utk bs jujur dlm setiap situasi yg kita hadapi? Yg lebih banyak: jujurnya atau tdk jujurnya? Apa kita berani mempertanggung jawabkan yang kita perbuat dgn berkata jujur dan menerima akibat dr perbuatan kita? Ingatlah bhw dlm dunia ini kita bs mendustai siapapun, tp tdk kepada Tuhan! Dia tahu semuanya melebihi kehebatan teknologi apapun yg bs manusia ciptakan.

Ada org yg tdk jujur demi sebuah gengsi, ini tentu sesuatu yg tdk patut utk kita tiru. Org spt ini tentu pernah mengalami perlakuan yg buruk dr org lain atau lingkungannya. Tanda org yg tdk bersyukur adalah bhw dia bohong ttg keadaannya, misalnya demi diterima oleh suatu kelompok, dia berbohong ttg identitas dan status sosialnya. Satu kebohongan akan ditutupi oleh kebohongan seterusnya, hal yg tdk disadarinya adalah Tuhan bs sengaja utk membongkar kebohongannya. Di sisi yg lain, org umumnya masih menyukai org yg jujur, masih ada org yg mau menerima kejujuran seseorg setelah ketahuan sebelumnya telah berbohong. Tuhan pun menunggu kejujuran kita, Dia menghargai sebuah pertobatan dan bagi org yg dikasihi-Nya, Dia memberikan jln keluar dr situasi yg org itu hadapi. Kejujuran Daud bhw dia telah berdosa pd Tuhan dalam kasus Batsyeba dan Uria, dihargai Tuhan tp tetap ada hukuman yg hrs dijalankan.

Lebih baik menerima hukuman di bumi drpd dihukum dlm kekekalan. Saat hidup di dunia ini, Tuhan masih sediakan pengampunan utk mereka yg jujur mengakui dosanya.

Posted in Renungan | Comments Off on Diciptakan Jujur

Uang Untuk Berbohong

DI 14102023

Matius 28:12-14
Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu, dan berkata: “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa.”

Uang suap, sesuatu yg sering kita dengar dr bbrpa kasus yg terungkap, ada yg tujuannya sbg uang tutup mulut, uang pelicin, dsbnya, termasuk uang utk berbohong.

Kenapa org melakukan praktek uang suap? Beragam alasannya, intinya adalah utk dapat melindungi diri dan merekayasa fakta yang ada sehingga org akan percaya pd berita yg palsu, bukan pd fakta. Itulah yg terjadi dalam ayat ini, org banyak akan dibuat percaya dgn apa kata serdadu-serdadu dibandingkan dgn apa yg sebenarnya terjd bhw Yesus bangkit dr kematian dan tdk ada lagi dlm kubur. Saat hidup-Nya, Yesus begitu bnyk difitnah, selagi matipun, Dia tetap difitnah. Jgn heran kalau org yg hidup benar di hadapan Tuhan, suatu saat akan mengalami difitnah secara kejam, bahkan ketika sudah mati. Praktek ini tentu saja masih berlangsung hingga skrg, bahkan hingga institusi yg dianggap agung dan bisa dipercaya, institusinya bagus, tetapi oknum yg di dalamnya itu terkadang membuka bnyk kesempatan bagi orang lain utk melakukan praktek uang suap. Apa akibat jika seseorg melakukan praktek suap?

Dlm Pengkhotbah dikatakan bhw: Sungguh, pemerasan membodohkan orang berhikmat, dan uang suap merusakkan hati. Ternyata ini sangat membahayakan kondisi hati org yang melakukan praktek uang suap, baik pelaku & penerimanya, hatinya bs ‘rusak’. Kalau sudah rusak hatinya, org akan lebih cenderung niat berbuat dosa drpd menguasai diri agar tidak tergoda melakukan dosa. “Ini hal yang biasa, banyak koq yg melakukan, asal tdk ketahuan dan tak ada yg bongkar, semua pasti aman.” Begitulah pemikiran mrka yg terlibat dalam praktek yang suap, pdhal jelas secara hukum yg berlaku, praktek uang suap itu salah dan bs dijerat oleh hukum yg berlaku, pelakunya bs masuk penjara. Tapi itulah sifat sebagian dr manusia, berpikir bhw peraturan itu dibuat utk dilanggar, dan hukumannya ringan, kalau ketahuan ya paling malu sebentar, sesudah itu org pasti melupakannya. Kalau sdh suka dosa, sulit utk dinasehati apalg bertobat!

Jaga hati kita jgn sampai rusak, praktek ini sangat merugikan, kalau sekali dilakukan tp aman, biasanya akan jd sebuah budaya yang dianggap ‘normal’.

Posted in Renungan | Comments Off on Uang Untuk Berbohong

Tidak Sesuai Dengan Rencana

DI 13102023

Markus 7:24 ILT3
Dan setelah bangun dari sana, Dia pergi ke perbatasan Tirus dan Sidon. Dan, setelah masuk ke dalam sebuah rumah, Dia berharap tidak seorang pun mengetahui, tetapi Dia tidak dapat bersembunyi.

Ada waktunya Yesus ingin keberadaan-Nya tdk perlu diketahui org, tp agaknya sulit utk bs spt itu, apalagi Yesus saat itu dianggap sbg seorg yg ‘sakti’, karena bs mengusir roh jahat dan menyembuhkan penyakit.

Itulah sebuah pelayanan yg nyata, ketika apa yang jadi karunia kita itu sangat dibutuhkan org banyak, hampir kita tdk punya waktu yg cukup utk diri sendiri. Zaman dulu org biasa tdk punya ‘satpam’ yg bs menjaga rumahnya jadi kalau Yesus datang, org bnyk pasti tahu dan pergi ke rumah itu. Yg gratisan biasanya sangat digemari, Yesus tdk memasang tarif ketika Dia menyembuhkan penyakit dan juga mengusir roh jahat, jd sangat wajar Dia jadi idola dan bnyk org ingin bertemu dgn Dia. Tp tetaplah Yesus butuh istirahat dan tidur yang cukup ketika Dia masih menjd manusia saat itu. Ini yg bs kita pelajari bhw seorg pendeta atau hamba Tuhan hrs siap direpotkan oleh jemaat kapanpun dan di manapun jg. Tetapi jgn menghindar jika memang kebutuhan dari jemaat itu sangat mendesak, layani dengan tulus hati dan jgn bersungut-sungut apalagi memarahi jemaat.

Zaman skrg mgkin berbeda, bs konseling via telepon, aplikasi chating, video call, dsbnya. Jarak jauh bkn lagi penghalang utk melayani dan bahkan mendoakan. Sudah biasa seorg hamba Tuhan mendoakan yg sakit dari video call, teknologi memang harus dimanfaatkan. Yang hrs kita perhatikan adalah bhw hamba Tuhan itu tetaplah manusia, butuh wkt untuk istirahat yg cukup, perlu menjaga kesehatan, dsbnya, jgn terlalu memaksa dilayani di wkt org seharusnya beristirahat. Hamba Tuhan maupun jemaat hrs saling mengerti kondisi masing-masing, jika karena kesibukan lalu mengurus stafnya, jemaat jgn tersinggung atau menolak, maunya langsung dilayani si hamba Tuhan itu. Sekarang ini gereja punya ‘team pastoral’, yaitu hamba-hamba Tuhan yg memang bertugas melayani kebutuhan dr jemaat di luar pertemuan ibadah. Tentu saja ada yg lebih menonjol dr team ini, tp jemaat hrs yakin bhw semua org dlm team itu punya kualitas yg cukup utk melayani jemaat.

Semua org butuh waktu utk keluarga dan jg waktu utk berlibur, aturlah jadwal pelayanan dg bijak, baik jemaat maupun hamba Tuhan, keduanya jgn terlalu memaksakan diri.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Sesuai Dengan Rencana