Ukuran Mengasihi Tuhan

DI 30092023

Yohanes 14:23
Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

Melakukan kegiatan yg rohani sifatnya tentu sesuatu yg sangat baik, tp kita hrs waspada bhw kita bs melakukan kegiatan kerohanian tp tdk dgn hati yg mengasihi Tuhan.

Misalnya mudah saja, apakah kita melayani masih dimotivasi karena mengasihi Tuhan, ataukah sudah spt melakukan pekerjaan? Ini tentu saja sesuatu yg banyak terjd di sekitar kita, bahkan dlm komunitas rohani sekalipun yg kita ada di dalamnya. Masih melakukan, tapi sdh tidak ada ‘gregetnya’, asal hadir saja dan yg penting pimpinan melihat. Dlm ayat yg kita baca, ukuran mengasihi Tuhan bukan banyak melakukan kegiatan rohani, tp harus menuruti firman Tuhan, tetap berpegang pd firman-Nya, meneruskannya pd generasi yg di bawah kita. Melakukan kegiatan yg rohani itu dipandang sbg wujud kita mengasihi Dia, bukan bukti mengasihi Dia! Ini yg sering kita salah mengerti, banyak melakukan kegiatan rohani bukan berarti pasti cinta Tuhan! Bisa jadi itu hanya sekedar pelarian dari masalah yg kita hadapi. Bahkan ada pandangan yang negatif bhw org yg aktif dlm kegiatan rohani itu karena dia tidak mampu lagi berkarya di dunia sekuler atau dunia kerja.

Seberapa ketaatan kita menuruti firman-Nya, seberapa itu jg kita mengasihi Dia. Jika kita masih mengukur firman Tuhan dg logika, yg sejalan dgn logika, bisa dilakukan, yg beda dgn logika, kita kesampingkan. Apakah kita lebih pintar drpd Tuhan dalam hal membuat peraturan? Bnyk org mencari alasan supaya bebas dr melakukan firman Tuhan, ayat dgn sengaja dikutak-katik, ditafsirkan semaunya sendiri, sehingga terlihat firman Tuhan tidak relevan lagi dilakukan di zaman ini. Sungguh berbahaya! Kalau Tuhan belum batalkan, itu masih hrs terus dilakukan hingga kapanpun! Tp bnyk org berpikir bhw yg ada dlm Alkitab itu sudah kuno, itu hanya utk zaman dulu, tdk pas lagi utk zaman sekarang. Org spt ini bisa kita nilai kasihnya pd Tuhan itu spt apa, pasti ada celah utk dia berpaling pd allah lain jika dinilai lebih realistis dan mudah aturan yang diberikan untuk dijalani. Kasihnya bersyarat, hubungannya dgn Tuhan itu hubungan jenis ‘transaksi jual beli’.

Jgn ingin terlihat sbg org yg religius, ukuran yg manusia pakai itu rapuh, kita bs tertipu dg apa yg kita lihat, terlihat religius ternyata dia bajingan!

Posted in Renungan | Comments Off on Ukuran Mengasihi Tuhan

Kembali Diingatkan

DI 29092023

Yohanes 21:11-12
Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.
Kata Yesus kepada mereka: “Marilah dan sarapanlah.” Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: “Siapakah Engkau?” Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan.

Peristiwa yg sama terjd saat bbrpa murid utk pertama kalinya dipanggil oleh Yesus menjd murid-Nya, diberikan tangkapan ikan yg bnyk tapi kemudian beralih profesi menjadi murid Yesus (Lukas 5:1-11).

Kita bs sedikit membayangkan ttg suasana kejiwaan para murid Yesus setelah guru yg mereka ikuti ditangkap lalu disalibkan, tanpa harapan, tanpa arah dan lupa bhw guru mrka pernah berkata bhw Dia akan mati dan akan hidup kembali pd hari ke-3. Menjala ikan, ini menjd pilihan bbrpa murid untuk tetap hidup, apakah sekedar mencari ikan utk dimakan, ataukah mereka berpikir utk kembali bekerja sbg nelayan spt pd awalnya. Namun Yesus tdk membiarkan itu trs terjd, Dia kembali dgn mengingatkan mereka pd peristiwa saat Dia memanggil mereka utk mengikuti Dia menjd murid-murid-Nya. Peristiwa yg hampir sama dan itu memudahkan mereka utk sadar bhw itu adalah perbuatan Tuhan, Yesus yg telah bangkit. Mereka tdk berani berkata-kata, ini mgkin karena sangat terkejut, atau krna rasa malu karena berniat kembali menjd nelayan. Kemudian yg kita ketahui adalah mereka pd akhirnya menjd rasul-rasul bagi gereja stlah peristiwa Pentakosta.

Sesuatu mgkin terjadi di tengah perjalanan hidup kita, mgkin kita berpikir utk berputar arah balik, kembali pd profesi awal, atau kita ada dlm situasi yg membingungkan, mau trs maju atau bagaimana? Janji Tuhan terlihat sangat luar biasa, tp bisakah kita utk sampai di titik yang Tuhan tentukan? Mau maju atau mundur? Kebanyakan org kembali pd profesi awal, walaupun hanya bs utk bertahan hidup dan tdk jelas apakah itu akan menghasilkan dan bs menafkahi kita dan keluarga? Tuhan tdk akan mudah menyerah krna kelemahan yg kita miliki, tujuan mulia-Nya hrs terwujud, apapun hanbatannya, kasih dan kuasa-Nya jauh melebihi apapun. Mgkin Dia akan sama melakukannya terhadap kita spt dalam kisah ini, kembali menciptakan satu peristiwa yg sama persis dgn yg pernah kita alami. Yang ingin Dia sampaikan adalah bhw Dia selalu akan menyertai kita hingga tujuan mulia yg Dia percayakan pd kita itu terwujud.

Karena Tuhan tdk menyerah, kita jg hrs tetap bersemangat sekalipun situasi dan realita yg kita hadapi seakan ‘mengubur’ janji Tuhan yg Dia berikan pd kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Kembali Diingatkan

Tiga Kali Ditanyakan

DI 27092023

Yohanes 21:16
Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”

Petrus bukanlah murid yg paling dikasihi, tp Tuhan Yesus memberi dia kepercayaan utk menggembalakan jemaat mula-mula, walau dia pernah menyangkal Yesus 3 kali.

Yohanes adalah murid yg paling dikasihi, tp dia punya tugas lain yg sangat penting, jadi kita hrs paham bhw Tuhan memberikan apa yg Dia percayakan pd seseorang sesuai dgn pertimbangan-Nya sendiri. Dlm ayat yg kita baca, Yesus bertanya 3x pd Petrus, pertama kali Yesus menggunakan kata ‘kasih agape’, kedua kali jg memakai kata ‘kasih agape’, yg ketiga barulah menggunakan ‘kasih philia’. 2 jenis kasih ini berbeda jenisnya, kasih agape adalah seperti Tuhan mengasihi kita, kasih yg tanpa syarat, tdk bergantung pd kondisi & situasi, sedangkan kasih philia itu kasih yang seperti antar manusia, spt antara Yonatan & Daud. Jd keduanya berbeda, dan Yesus tahu bhw saat itu Petrus baru mengasihi Dia dgn kasih philia. Meskipun Petrus menyangkal 3 kali, namun tugas penggembalaannya tidak dicabut oleh Tuhan, tetap dipercayakan, dan kita kemudian tahu bahwa Petrus memimpin para rasul yg lain dan menggembalakan.

Kenapa 3x ditanyakan? Biasanya ditanya dg berulang-ulang untuk mendapatkan jawaban yg sebenarnya, jawaban yg jujur, utk menguji ketulusan seseorg. Petrus melihat dirinya dg jujur, dia blm sanggup mengasihi Yesus dgn kasih agape, tp Yesus mengasihi dia dengan kasih agape. Dikasihi dgn kasih yg berbeda tentu akan terasa tidak adil, misalnya orang yang kita tolong namun di kemudian hari, dia tidak mau menolong kita, mgkin spt itu rasa yg bisa dirasakan. Namun ketika Yesus saat pertanyaan ketiga menggunakan kata kasih philia, Petrus dgn haru mengakuinya. Bgmna dgn kasih kita pd Tuhan? Apakah kita pakai kasih yg sama spt Dia mengasihi kita? Atau kita adalah jenis org yg tidak tahu malu, org yg hanya terus meminta dan ingin diberi, tapi tdk peduli dgn apa yg ada dlm pikiran Tuhan. Jika kita mengasihi Tuhan hanya supaya kita terus diberkati, itu sebenarnya bukan kasih, tetapi kita memperlakukan Tuhan sama spt sebuah berhala, jika mempersembahkan apa yg jadi syaratnya, maka akan terima yg baik.

Tuhan Yesus tdk sama dgn berhala, yang Dia inginkan dr kita adalah bukan hubungan yg ‘take and give’, itu spt sebuah transaksi jual beli, yg Dia inginkan adalah sebuah relasi yg dilandasi oleh kasih agape.

Posted in Renungan | Comments Off on Tiga Kali Ditanyakan

Mengikuti Prosedur

DI 26092023

Matius 3:14-15
Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?”
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanes pun menuruti-Nya.

Yesus adalah Tuhan yg menjadi manusia pd saat itu, dan sebagai manusia, Dia tetap ikuti peraturan yg ada, ini suatu teladan yg sangat patut kita contoh.

Yesus dilahirkan dr rahim seorg wanita, yang sama dgn bayi-bayi manusia pd umumnya, Dia di bawah pengawasan orangtuanya saat masih kanak-kanak. Yesus tdk muncul sbg ‘anak ajaib’ yang muncul tiba-tiba, langsung punya kesaktian dan dipuja-puja bnyk orang. Yesus tetap menghormati orangtuanya, satu teladan yg tentunya baik utk diketahui oleh anak-anak kita. Dia lahir dlm kesederhanaan dan bertumbuh dlm keluarga yg sederhana, takut akan Tuhan dan taat pd perintah Tuhan yg datang pd mereka. Yesus hidup sama spt anak kecil lainnya, walaupun hikmat yg Dia miliki itu jauh melebihi anak-anak lainnya. Di dlm kisah yg kita baca, Dia juga ikut dibaptis oleh Yohanes Pembaptis walaupun Dia tidak berbuat dosa dan tidak butuh bertobat. Apa yg seorg manusia alami, Dia jg mengalami: lapar, haus, mengantuk, tidur, dsbnya. Semua ini mengingatkan kita utk taat ikuti prosedur yg berlaku di lingkungan kita.

Terkadang sulit utk mengikuti aturan apalagi jika kita punya otoritas dan kekuasaan yang tinggi, kita berhak menerima pelayanan yang baik dr bawahan kita dan org lain. Tdk perlu ikut antrian misalnya, apakah kita mau untuk tetap mengantri? Kita terbiasa merasa layak dilayani sesuai dgn derajat sosial kita, kalau tdk dilayani, kita ajukan protes. Hal ini bukan saja terbawa dlm suasana kerja, bahkan jg sampai ke dunia pelayanan di gereja, leaders atau pemimpin diperlakukan spt seorg raja atau bos besar, tidak sedikit org yg mengejar posisi tinggi di gereja, bahkan terkadang dlm sinode, jabatan ketua umum diperebutkan & menimbulkan konflik yg mirip layaknya saat sedang Pemilu. Yesus memang populer saat itu, tp Dia ingat bhw Dia datang utk melayani dan bukan utk dilayani (Matius 20:28). Yesus menghindar ketika banyak org ingin Dia jadi raja atas mereka (Yohanes 6:15). Ketika satu ketulusan dipengaruhi ambisi pribadi, itulah sebuah awal kesombongan dan kejatuhan.

Ikuti prosedur yg ada, jangan merasa selalu ingin dilayani, ikutilah teladan Yesus, berikan teladan yg baik bagi org-org sekitar kita dan juga generasi penerus kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengikuti Prosedur

Mimpi Yang Punya Arti

DI 25092023

Kejadian 40:5 (TB)
Pada suatu kali bermimpilah mereka keduanya — baik juru minuman maupun juru roti raja Mesir, yang ditahan dalam penjara itu — masing-masing ada mimpinya, pada satu malam juga, dan mimpi masing-masing itu ada artinya sendiri.

Mimpi itu katanya ‘bunga tidur’, yg dihasilkan ketika seseorg dalam tidur yg biasanya lelap atau sedang banyak pikiran, ada mimpi yang biasa, ada juga yg punya arti.

Mimpi 2 org dlm kisah ini termasuk jenis yg punya arti, bukan mimpi yang biasa. Sumber mimpinya bisa dr Tuhan, dan biasanya akan mudah diingat secara utuh. Seperti mimpi dr 2 org ini, bs diingat secara utuh bahkan soal detail-detailnya bs diingat. Mimpi dari Tuhan biasanya bicara ttg apa yg nanti akan terjadi, jadi bukan ttg apa yg telah terjadi. Namun yg menjd arti mimpi itu tdk selalu positif walau itu dr Tuhan, spt mimpi dr juru makanan yg pada akhirnya dia mati digantung pada saat perjamuan hari kelahiran dt Firaun (Kejadian 40:20-22). Mimpi yg punya arti negatif juga terlihat dr mimpi raja Nebukadnezar tentang sebuah patung yg berbeda-beda bahannya dr kepala hingga mata kaki. Mimpi ini bicara ttg masa depan kerajaan Babel yg nantinya akan terpecah-pecah. Jadi jangan selalu jika mimpi yg artinya buruk langsung kita klaim bhw itu bukan dr Tuhan, jgn mudah terkecoh dan kehilangan maksud Tuhan dr mimpi yg Dia berikan.

Mimpi yg menjd peringatan dr Tuhan, mimpi ini tdk perlu diartikan krn sangat jelas pesan Tuhan dlm mimpi itu. Contohnya ialah mimpi Yusuf, suami Maria, ketika nyawa bayi Yesus terancam, malaikat Tuhan dtg melalui mimpi utk menyuruh Yusuf dan keluarganya pergi & menyingkir ke Mesir karena raja Herodes itu ingin membunuh semua bayi yg berusia dua tahun ke bawah (Matius 2:13-23). Begitu jg saat situasi aman, lewat mimpi, malaikat itu menyuruh Yusuf dan keluarganya kembali. Apakah ada rumusan utk mengartikan arti dr sebuah mimpi? Bnyk buku di luaran sana yg katanya bs mengartikan mimpi, tp mimpi dr Tuhan hanya Dia saja yg tahu arti sbnarnya. Bawa dlm doa ttg mimpi itu, benarkah dari Tuhan atau sekedar mimpi biasa? Mintalah pd Tuhan utk memberikan arti mimpi itu pd kita, dan apapun arti mimpi itu, sikapilah dgn kedewasaan rohani, waspadalah jika mimpi itu berisi peringatan dr Tuhan.

Mimpi bs menjd salah satu media utk Tuhan bcra pd kita, jgn meremehkan sebuah mimpi, bawa dalam doa dan tanyakanlah arti mimpi itu jika memang itu adalah dr Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Mimpi Yang Punya Arti

Mengambil Hati Dengan Prestasi

DI 23092023

Kejadian 39:22-23
Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya.
Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.

Kita pasti tahu istilah ‘pintar mengambil hati’ yg menggambarkan seseorg yang disenangi karena bs membuat org lain merasa senang dan terlayani dgn baik.

Tapi cara org mengambil hati org lain itu ada yg dilakukan dgn curang, misalnya apa yang org lain kerjakan dia klaim sbg hasil kerjanya shga dialah yg mendapat pujian dan reward. Beda dgn Yusuf dlm kisah ini, sebelumnya di rumah Potifar, dia dipercaya utk mengelola semua harta dan urusan rumahnya, ini tentu karena Yusuf menunjukkan bhw dia memiliki kesanggupan utk itu, demikian jg saat ada di dlm penjara spt ada dlm ayat yang kita baca. Yusuf pintar mengambil hati org lain dengan menunjukkan prestasinya, karena Tuhan yg membuat dia berhasil. 2 faktor inilah yg hrs dimiliki oleh orang Kristen yaitu penyertaan Tuhan dan prestasi yg nyata, bukan dgn cara yg curang atau menipu. Mulut manis harus jg disertai dgn tangan yg rajin, otak yg brilian serta sikap yg dewasa. Tinggalkan kesan yg baik di mata siapapun jg, mgkin promosi itu belum datang sekarang, tapi itu akan terjadi di masa yg akan datang.

Hal yang perlu kita lakukan ialah selalu mau meng-upgrade diri dlm segala hal. Kalau dg kemampuan kita sekarang sdh dirasa cukup, ini sangat merugikan kita. Zaman semakin cepat mengalami kemajuan, teknologi makin canggih, kemampuan kita harus makin baik sehingga kita mampu bertahan beradaptasi dgn perkembangan zaman. Misalnya kalau dulu kita mengandalkan berjualan di tempat spt mall atau sentra perdagangan, mungkin saatnya kita mulai memasuki berjualan dgn cara online. Punya resto mgkin hrs sediakan menu baru, kinerja menyajikan hidangan hrs lebih cepat serta kenyamanan ruangan resto jg hrs diperhatikan. Upgrade diri dlm sikap & karakter jg sangat penting, jgn masih punya sikap kekanak-kanakan apalagi usia kita sdh bukan muda lagi, belajar dr pengalaman itu baik, tp belajar pd org yg ahli itu lebih punya manfaat. Rendah hati mau belajar dr orang lain, itulah salah satu upgrade diri kita.

Pintar-pintarlah mengambil hati org lain, tapi dgn cara yg benar dan tdk menipu, tunjukkan prestasi dan kedewasaan sikap kita, hrs mau selalu meng-upgrade diri.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengambil Hati Dengan Prestasi

Suka Lalu Benci

DI 22092023

Yohanes 8:58-59 (ILT3)
YESHUA berkata kepada mereka, “Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum Abraham ada, Aku ada!”
Oleh karena itu mereka memungut batu-batu supaya mereka dapat melemparkannya kepada-Nya. Namun YESHUA bersembunyi dan keluar dari bait suci sambil berjalan menerobos di antara mereka, dan begitulah Dia berlalu.

Awalnya bbrpa orang Yahudi menjd percaya pd pengajaran Yesus, namun beberapa saat kemudian, berubah menjd tidak suka karena dianggap sbg org yg menghujat Tuhan.

Hal yg sama terjd jg pd generasi org Kristen di zaman ini, pengajaran Kristus bs diterima dlm batas tertentu oleh sebagian org, ketika pengajaran itu bicara ttg pertobatan, hidup kudus, dsbnya, bbrpa org yg katanya orang percaya, malah menolak pengajaran ttg hal itu. Pengajaran yg cocok dgn logikanya itu akan diterima, tp ketika menyinggung soal kedagingan, dosa, kelemahan diri, dsbnya, maka pengajaran ttg hal itu akan ditolak dan tidak akan dilakukan karena hal itu dianggap ada di luar logika dan budaya. Memilih-milih pengajaran yg bersumber dr Alkitab adalah tindakan org yg tdk serius dgn Tuhan, orang yg bermain-main dgn statusnya sbg orang percaya dan parahnya tanpa sadar, orang itu telah mempermainkan’ Tuhan, percaya pada kuasa Tuhan, tp tidak percaya pada firman & pengajaran yg bersumber dr Alkitab. Jangan sampai hal ini terjd pd diri kita, percaya pada Tuhan berarti menerima Tuhan secara utuh, termasuk firman-Nya yg menegur kesalahan kita.

Tidak sejalan dgn logika, itulah yg membuat seseorg meragukan apakah firman Tuhan itu masih berlaku sampai sekarang atau tidak, apakah cocok kalau diterapkan di zaman ini, perlukah sedikit diubah supaya sejalan dgn perkembangan zaman? Hal inilah yg sering terjd di kalangan org percaya, firman Tuhan dimodifikasi, ditambahi atau dikurangi demi terlihat masuk akal dan ‘modern’. Biasanya orang akan memakai kata ‘tapi’ dan ‘kecuali’ terhadap firman Tuhan tertentu. Misalnya ttg apakah org mati boleh dikremasi? Kalau dari sudut pandang budaya misalnya, hal itu tdk salah utk dilakukan, tp Alkitab tidak pernah menceritakan bhw org mati itu dikremasi, tp zaman ini kremasi dipandang sbg suatu hal yg biasa bahkan sering dilakukan. Dulu hal ini jarang dilakukan, mulai ada bbrpa org yg melakukannya, ditiru dan akhirnya diterima sbg sesuatu yg normal dilakukan. Ini hanya sbg contoh saja, apakah kremasi sejalan dg kebenaran firman Tuhan atau tdk, nanti Dia yg akan menghakiminya.

Jgn milih-milih firman Tuhan yabg mau kita dilakukan, terima semua secara utuh, yang sanggup kita lakukan atau tidak. Berusaha utk melakukannya sekalipun itu tidak masuk logika manusia.

Posted in Renungan | Comments Off on Suka Lalu Benci

Menjangkau Bangsa-Bangsa

DI 21092023

Yesaya 49:6 ILT3
Dan Dia berfirman, “Terlalu kecil bagimu bahwa engkau menjadi seorang hamba bagi-Ku, untuk membangkitkan suku-suku Yakub, dan membawa kembali orang-orang Israel yang terpelihara. Maka Aku akan menempatkan engkau sebagai terang bagi bangsa-bangsa, untuk membuat keselamatan-Ku sampai ke ujung bumi.”

Kadang kita berpikir bahwa kita hanya cukup melayani Tuhan dlm hal yg sederhana dan di lingkungan yg terbatas, tapi Tuhan mungkin punya pandangan yg berbeda.

Dlm ayat yg kita baca, nabi Yesaya dipercaya dan diutus utk menyatakan firman Tuhan utk bangsa Israel dan memulihkan suku-suku dr bangsa Israel yabg saat itu menjadi tawanan akibat dosa yg mereka perbuat. Namun yang kita baca selanjutnya adalah Tuhan ingin dia juga menjd terang bagi bangsa-bangsa lain sehingga keselamatan jg sampai ke seluruh dunia. Yesaya hanya berpikir menjadi hamba di lingkungan bangsanya sendiri saja, tetapi Tuhan memandang bhw dia layak melayani hingga ke bangsa-bangsa. Kitapun mungkin punya pikiran yang sama: kemampuan saya hanya sebatas ini saja, jadi usher di gereja, mana mungkin Tuhan pakai saya di bidang lain? Di kantor saya jg hanya karyawan biasa lalu bagaimana bisa membawa dampak pd semua org di kantor? Mana mungkin? Cukup begini saja, yg penting sdh melayani, yg spt itu mah cocoknya utk pendeta saya saja.

Kalau kita beriman bhw Tuhan Mahakuasa, seharusnya kita tdk membatasi diri dlm hal pelayanan kita di hadapan Tuhan. Bisakah pelayanan kita melampaui pendeta kita? Itu mungkin saja kalau memang kita dipilih oleh Tuhan utk menjangkau bangsa-bangsa. Atau kita sengaja membatasi waktu kita, sengaja sedikit saya porsi waktu kita utk pelayanan supaya kita punya waktu lebih banyak untuk diri sendiri. Benar bhw melayani itu hrs dgn keseimbangan yg tepat, porsi waktunya hrs pas karena kita punya tugas yg lainnya, tapi ini dgn catatan dlm kondisi tidak membatasi Tuhan utk memakai kita lebih lagi. Melayani bukanlah prioritas teratas bagi mereka yang bukan fulltimer, tapi kalau Tuhan percayakan sesuatu yg lebih besar, jgn ditolak, layanilah sbg wujud kasih kita pd Tuhan. Tuhan pasti paham kita masih butuh berlibur, menikmati kebersamaan dgn keluarga, masih bekerja utk memenuhi kebutuhan hidup, dan Tuhan pasti mengatur semuanya dgn baik untuk kebaikan kita.

Terimalah pelayanan dr Tuhan dgn sukacita yg besar, lakukan dgn segenap hati, berikan yg terbaik utk Tuhan, senangkan Tuhan dgn apa yg kita punya, termasuk pelayanan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Menjangkau Bangsa-Bangsa

Dilayani Malaikat

DI 20092023

Ibrani 1:14 ILT3
Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang beribadah, yang diutus untuk pelayanan sehubungan dengan mereka yang akan segera mewarisi keselamatan?

Malaikat itu roh yang diutus Tuhan melayani mereka yg akan mewarisi keselamatan yang dr Tuhan, sederhananya, malaikat diutus utk melayani mereka yg punya kepastian masuk surga nantinya.

Dari ayat yg kita baca sudah jelas, mewarisi keselamatan artinya memiliki keselamatan, memang berdosa sepanjang hidupnya, tapi dosanya diampuni oleh Tuhan shga bs layak masuk surga. Jgn berpikiran pendek dengan menyangka malaikat sekedar diutus Tuhan utk menjaga kita saja! Bahkan malaikat juga menjaga kita sampai nantinya kita mewarisi atau menerima keselamatan dr Tuhan yang seutuhnya: masuk surga! Ini jarang pendeta khotbahkan pdhal ini sangat penting untuk jemaat memahaminya. Saat akan meninggal maka siapa yg menjemput akan menentukan apakah seseorg nantinya hidup senang atau menderita dlm kekekalan. Kisah Lazarus yg miskin dan org kaya yg keduanya mati tapi di dunia orang mati bernasib berbeda (Lukas 16: 19-31). Lazarus yg miskin mati dijemput oleh malaikat, tdk menderita di dunia orang mati, tetapi si org kaya ini bukan malaikat yg menjemput, menderita di dunia org mati.

Jadi kalau menjelang kematian, seseorg itu penuh damai, ini mgkin suatu tanda bahwa malaikatlah yg menjemputnya. Lalu bgmna dg org yg mati kecelakaan atau dibunuh org lain? Bukankah di saat menjelang kematian, mereka tdk merasa damai? Hal ini sulit utk dijawab, intinya adalah: siapa yg menjemput rohnya ketika roh terpisah dari tubuh? Kalau yg meninggal karena kecelakaan arau karna dibunuh org iain, pasti kaget atau ketakutan, tapi bukan karena melihat yg seram di alam kematian, tp kaget karena apa yang mereka alami tiba-tiba. Org yg akan segera mewarisi keselamatan itu dilayani oleh malaikat, tidak perlu takut ketika kematian itu datang pada kita, ada malaikat yg menjemput dan mereka menuntun kita hingga tiba di dunia org mati yg tdk ada penderitaan di dalamnya. Jd tidak langsung ke surga, kumpul dulu, dihakimi & baru masuk surga. Ingat, tanda ini penting, apakah ada malaikat yg melayani kita atau tidak?

Kadang ada org yang dijemput oleh Tuhan sendiri saat akan meninggal, ini anugerah yg khusus dr Tuhan, yg penting bukan yg seram itu yg menjemput kita, hiduplah benar selagi ada di dunia.

Posted in Renungan | Comments Off on Dilayani Malaikat

Kontroversi Persepuluhan

DI 19092023

Ibrani 7:1-2 ILT3
Sebab Melkisedek inilah raja Salem, imam Elohim Yang Mahatinggi, yang menyongsong Abraham ketika kembali dari penaklukan raja-raja, dan yang memberkati dia;
kepadanya juga Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Yang di satu sisi pertama-tama ditafsirkan sebagai raja kebenaran, kemudian di sisi lain juga sebagai raja Salem, yang artinya raja damai.

Kenapa Abraham memberikan sepersepuluh dari semua yg dia dapatkan setelah menang perang kepada Melkisedek? Padahal waktu itu Tuhan belum memberikan Taurat karena belum ada orang atau bangsa Israel.

Kalau persepuluhan hanya dipandang suatu yg berhubungan dgn hukum Taurat, lalu apa landasan Abraham memberi sepersepuluh pd Melkisedek? Yang perang itu Abraham, yg memberi kemenangan itu Tuhan, lalu peran dr Melkisedek itu apa? Di sinilah hrs bs kita pahami bhw waktu itu ada semacam hukum yg Tuhan berikan pd Abraham sbg pedoman hidupnya, tapi jelas itu bukan hukum Taurat. Penulis kitab Ibrani jelas hidup pada zaman Yesus hidup dan setelahnya karena tahu ttg Kristus. Membahas persepuluhan dlm surat itu jelas mengisyaratkan bhw di zaman surat ini dibuat, persepuluhan masih dilakukan. Ini jelas sesuatu yg perlu kita pahami. Kalau yg berpendapat bhw org Israel sudah tdk lagi memberikan persembahan, ini jelas karena Bait Suci blm dibangun kembali, ingat kalau mereka bbrpa tahun lalu mempersiapkan dg serius ttg sapi utk persembahan? Kalau ttg hewan utk korban dipersiapkan, maka jenis persembahan lainnya juga akan kembali ada dan diberlakukan, termasuk persepuluhan.

Ada imam keturunan Lewi, maka akan ada jg persembahan persepuluhan. Bait Suci belum ada, tapi para imam masih ada. Bgmna dgn gereja? Pendeta sudah kaya masih jg bicara persepuluhan? Kalau kita bahagia lihat org lain terus menerus miskin, ada yg sesat dlm pikiran dan hati kita. Ada pendeta yg berasal dr keluarga kaya, apa salah dia menikmati yg dia punya? Ada penyimpangan aliran dana di gereja? Kita yg salah! Lho? Ingat, begitu kita mempersembahkan uang, uang itu bukan lg punya kita, itu milik Tuhan yg kita berikan dg melalui persembahan di gereja, itu sdh jadi uang milik Tuhan! Penyimpangan uang dari persembahan jemaat menjd sepenuhnya dr tanggung jwb pengelola uang di gereja. Jadi jgn merasa itu masih uang milik kita, gereja bukan bank tempat menyimpan uang kita! Penyimpangan aliran dana gereja, itu urusan antara Tuhan dgn pengelola keuangan grja. Yg berhak kita lakukan adalah laporkan ttg penyimpangan itu pd sinode atau polisi jika ada tindakan pidana di dalamnya.

Masih perlukah memberi persepuluhan? Ini kembali pada pribadi masing-masing, sering bukan kita melanggar firman Tuhan? Sudah tahu itu perintah Tuhan tp masih dilanggar!

Posted in Renungan | Comments Off on Kontroversi Persepuluhan