Redakan Amarah

DI 12082023

Mazmur 37:7-8 ILT3
Berdiam dirilah di hadapan YAHWEH dan teguhkanlah dirimu pada-Nya; jangan marah karena orang yang berhasil hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya.
Redakanlah amarahmu dan tinggalkanlah kemarahanmu; jangan marah sehingga melakukan kejahatan.

Kapan ya bisa mengalami hidup yg berhasil, sukses, kaya, dihormati banyak org? Kenapa org itu Tuhan biarkan sukses pdhal cara yg dia pakai itu cara yg curang dan jahat?

Pertanyaan spt itu pasti ada di sebagian org yg hidupnya begitu-begitu saja, katanya ikut Tuhan itu diberi kelimpahan, tp knpa yg ada justru berkekurangan? Katanya ikut Tuhan itu penuh damai sejahtera, knpa yabg ada itu malah kekuatiran dan ketakutan? Apa benar Tuhan itu pilih kasih? Yang benar bukan pilih kasih, tp adil, siapa yg paling lengkap dalam mentaati seluruh firman Tuhan, dialah yang akan didahulukan Tuhan utk menikmati apa yg Dia sediakan utk mereka yg hidup benar di hadapan Tuhan. Kalau kita belum dapat giliran menikmatinya, koreksi diri, mgkin ada yg belum kita taati dan lakukan dalam hidup kita. Org lain mgkin lebih dulu melakukan yg Tuhan perintahkan, tetapi kita masih dengan sengaja melambat-lambat utk taat, jd wajar kalau org lain lebih dulu sukses, kaya, makin bahagia, dsbnya. Kalau kita iri, berarti secara tdk langsung kita menghakimi Tuhan bahwa Dia sudah berlaku tdk adil.

Lalu bgmna dgn org fasik yang kelihatannya justru spt Tuhan ‘diamkan’ dan justru mereka makin terlihat menikmati hasil kecurangan?
Sebagian org mulai protes pd Tuhan, malah ada yg marah pd Tuhan: apa gunanya hidup kudus di hadapan Tuhan kalau hasilnya tdk lebih baik dr hidup org fasik? Ayat ini dengan jelas menasehati utk meredakan amarah, ya berhenti marah karena kalau dibiarkan, kita bisa terdorong utk berbuat yg jahat sehingga kita berdosa nantinya. Dikuasai amarah yang sangat tinggi membuat pikiran kita tdk dapat berpikir secara jernih, yg maju adalah emosi dan nafsu yg negatif, ujungnya kita mungkin bs murtad dari Tuhan, dan tenggelam dalam hidup cinta uang dan kefasikan, ujungnya yg terjd adalah berakhir pada maut, kebinasaan kekal. Redakan amarah, koreksi diri dan trs lakukan dan taat pd firman Tuhan, nanti tiba giliran kita utk diangkat tinggi oleh Tuhan, tp ingat utk tetap rendah hati dan berbagi dgn sesama yg membutuhkan.

Emosi yg meledak hanya menuntun kita pd kesalahan demi kesalahan, kuasai emosi & berpikir jernih, sabar menantikan giliran kita utk dimuliakan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Redakan Amarah

Didekati Bukan Dijauhi

DI 11082023

Mazmur 34:18
TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

Patah hati dan remuk jiwa, suatu kondisi yg sangat memprihatinkan dlm hidup seseorg yg sedang mengalami titik rendah dlm hidup dan mgkin dia berpikir bahwa akhir hidupnya sudah dekat.

Apa reaksi kita terhadap org-org dlm kondisi yg spt itu? Sebagian org berpikir untuk diam atau malah menjauhi karena tdk ingin masuk ke dlm permasalahan org itu. Satu sisi hal ini ada benarnya, jgn ikut campur masalah org lain karena masalahnya itu di luar batas dari kemampuan kita, kalau dipaksakan masuk, nantinya kita punya masalah yg baru. Di sisi lainnya, org diam dan menjauh karena tidak ingin direpotkan nantinya, misalnya masalah yg dihadapi org itu cukup butuh jumlah uang yg besar, org dlm kelompok ini berpikir bhw nanti dia hrs mengeluarkan sejumlah besar uang jika peduli dgn masalah org lain. Tentu ini kembali pd kesanggupan keuangan dari masing-masing org, kalau yg menengah ke bawah, tentu agak berat utk melakukannya, tp yg menengah ke atas tentu bukan menjadi satu masalah jika harus mengeluarkan uang dlm jumlah besar. Tetapi semuanya kembali pd suara hati nurani masing-masing org dan niatnya utk mempraktekkan firman Tuhan yg sudah Dia ketahui.

Pihak gereja tentu hrs menjalankan tugas & fungsi pastoralnya dgn baik, jgn jemaat trs disodorkan penggalangan dana dgn label yg dibuat rohani: persembahan iman, menabur di ladang Tuhan, dsbnya, sementara jemaat yg sdg mengalami pergumulan yg berat dlm hidupnya sama sekali tidak dibesuk, dilayani apalagi digembalakan. Trauma jemaat bhw gereja hanya butuh uang jemaat seringkali terjd, dan ini sesuatu yg seharusnya jangan pernah terjadi. Team pastoral gereja jangan hanya melayani jemaat yg kaya, donatur dan yg ‘high class’ saja, layani jg jemaat yg hidup berkekurangan, yang setia datang beribadah, yg sedang kritis berhadapan dgn maut. Yang perlu kita sadari bhw org yg patah hati dan remuk jiwa membutuhkan pelayanan gereja dan perorangan. Jgn menutup mata, jangan pura-pura tidak tahu, Tuhan saja mau dekat dgn mereka, karena Dia tahu bhw org-org yg seperti itu bisa dibuat menjadi org-org yang sangat berguna bagi Tuhan nantinya.

Kasih itu aktif dan hangat, praktekkan dalam hidup keseharian kita, mulailah dr mereka yg ada di dekat kita, yg membutuhkan support secara rohani, jiwani dan materi.

Posted in Renungan | Comments Off on Didekati Bukan Dijauhi

Menjaga Lidah

DI 10082023

Mazmur 34:14 ILT3
Jagalah lidahmu terhadap yang jahat, dan bibirmu terhadap perkataan tipu daya;

Seringkali ayat ini dipahami sbg peringatan utk jgn kita mengucapkan perkataan jahat & yg menipu, tp dari sisi bahasa, kita temukan pengertian berbeda.

Jaga lidah dr atau terhadap yg jahat, berarti ada 2 pihak: kita dan yg jahat, artinya bukan kita menjaga lidah utk mengucapkan semua yg jahat, bukan itu maksudnya, tetapi ketika yg jahat itu mendatangi kita, jaga lidah kita dr apa yg bs menjerat kita. Contoh: ada org berniat jahat utk menjebak kita mengiyakan mau bekerjasama, padahal org ini bertujuan membawa lari uang kita nanti, di sinilah kita diingatkan utk menjaga lidah kita, jgn mudah percaya sekalipun tawaran keuntungannya lumayan besar kalau dihitung, selidiki dulu & tanyakan pada yg lebih ahli, berpengalaman, dan bertanya pd Tuhan apa mau diambil kah atau kita tolak. Jadi maksud ayat ini seperti itu, jgn karena perkataan kita, justru kitalah yg dirugikan atau ‘dikerjai’ org. Peristiwa di Taman Eden menjd contoh nyata bhw ketika Hawa tidak menjaga lidahnya ketika yg jahat itu ingin membuatnya berdosa, akhirnya dia tertipu dan berdosa terhadap Tuhan.

Jaga bibir dari perkataan tipu daya, ingatlah tdk semua org senang kita bahagia, sukses, hidup takut akan Tuhan, dsbnya. Tipu daya tentunya bertujuan ‘menjatuhkan’ kita, orang lain hanya memanipulasi pikiran kita, tp kita sendirilah yg menentukan apakah mau untuk mengikuti ide atau pendapat orang lain atau menolaknya. Sebelum berbicara, pikirkan dg matang apa yg akan kita ucapkan. Org lain hanya ingin menjatuhkan dan melihat bahwa kita terbukti melakukan kesalahan dan harus dihukum. Jgn mudah terhasut apalagi yang melakukannya justru org yg seringkali tidak kita duga bhw dia akan melakukan hal itu pd diri kita. Kita tertipu karna kita terburu nafsu, serakah, bodoh, dan terlalu mudah percaya pd perkataan org lain. Terlalu menyakitkan jika pelaku penipunya adalah justru org yang dekat dgn kita, sadarlah manusia bs berubah kalau terdesak oleh keadaan, atau dia berdiri di atas penderitaan kita, waspadalah!

Jgn merugikan org lain dgn perkataan kita, tp jgn jg hidup kita dirusak karena hal yang jahat dan ucapan tipu daya org lain, jadilah bijak dan cerdik di tengah pergaulan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Menjaga Lidah

Benar-Benar Aman?

DI 09082023

Mazmur 34:19
Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;

Org yg sudah hidup sungguh-sungguh dgn Tuhan, knpa malah masih mengalami hal yg buruk bahkan sampai merenggut nyawa? Yg kita tahu bukankah ada pengamanan yang Tuhan taruh di dlm hidup kita?

Apakah kita benar-benar aman hidup di dlm Tuhan? Bukankah ayat-ayat di Alkitab bnyk yg menulis bhw Tuhan meluputkan, memberi pertolongan, dan menyelamatkan umat-Nya dr bahaya? Lalu knpa ada org Kristen yg kita tahu dia itu hidupnya mengasihi Tuhan, tapi justru mengalami hal yg buruk dlm hidupnya yg bs saja menggoyahkan imannya sehingga bs saja membuat dia murtad? Kalau mgkin seseorg mengalami yg buruk karena ulahnya sendiri, kita masih bs mengerti bhw dia yang membuka celah bagi iblis dan dosa merusak hidupnya, pagar perlindungan Tuhan dalam hidupnya diangkat Tuhan. Tapi knpa org yg rajin ibadah, rajin berdoa, suka menolong, yg baik hati, dsbnya, justru terkadang kita lihat merekalah yg jadi korban tindakan kriminal, mengalami pelecehan, dan yg jahat lainnya? Bisa kita simpulkan sementara: org Kristen tidak 100% hidupnya aman di dlm Tuhan. Ini fakta secara mata jasmani dan tdk mungkin bs kita debatkan lagi.

Lalu bgmna jika dari sudut pandang rohani? Yg umum dipahami adalah sesuatu yg buruk yg Tuhan ‘izinkan’ terjd, pasti ujungnya baik & memuliakan Tuhan. Bnyk ayat-ayat di Alkitab yg menulis ttg ini, tp bgmna menjawab fakta yg ada? Apakah yg buruk itu juga ‘dari Tuhan’ ataukah itu pekerjaan iblis? Berkaca pd apa yg Ayub alami, demi satu maksud, iblis saat itu menjd ‘pelaksana’ ujian kesalehan hidup Ayub, iblis membunuh semua anak Ayub, jg sebagian besar bisnis Ayub hancur, bahkan tubuhnya sendiri mengalami penyakit kulit yg parah. Iblis mendapat izin Tuhan utk dia merusak hidup Ayub, namun ingat bhw yang memberi izin adalah Tuhan sendiri. Tuhan yg mengangkat pagar perlindungan dlm hidup Ayub sehingga iblis leluasa merusak. Ayub memang hidup saleh, tp sayang, anak-anak Ayub tidak saleh spt ayah mereka, sehingga ini menjd alasan bagi Tuhan utk menghukum sekaligus memurnikan iman Ayub karena pd akhir kisahnya, Ayub mengakui dia salah & kemudian barulah Tuhan memulihkan hidup Ayub kembali.

Jadi apa jawabannya? Tuhan mengangkat pagar perlindungan dari hidup org benar jika ada suatu hal di masa lalu atau sekarang ini yang Dia nilai pantas dihukum dgn peristiwa buruk sekalipun hari ini orang itu dia hidup benar di mata Tuhan. Bereskan masa lalu.

Posted in Renungan | Comments Off on Benar-Benar Aman?

Rumah Berkat atau Kutuk?

DI 08082023

Amsal 3:33
Kutuk TUHAN ada di dalam rumah orang fasik, tetapi tempat kediaman orang benar diberkati-Nya.

Yang terlihat oleh mata jasmani ttg keadaan suatu rumah adalah bentuknya, luasnya, dan isinya, tapi dlm pemandangan rohani, rumah itu ada berkatnya atau justru ada kutuknya.

Mungkin kita pernah dengar cerita ttg rumah yang ada kutukannya, biasanya dikaitkan dg kematian penghuni yg selalu terjd meskipun penghuninya terus berganti-ganti, ada yang menyebut bhw rumah itu meminta tumbal di setiap jangka waktu tertentu. Rumah ‘tusuk sate’ jg umum dikenal sbg rumah yang tidak bagus utk dihuni karena ‘kurang hoki’ dan jg alasan lainnya. Ada jg rumah angker, pernah ada yg meninggal dgn tdk wajar dan sering mengganggu warga sekitarnya. Rumah yang besar dan luas, isi perabotannya mewah, ini menjd idaman setiap org, namun jika dalam pemandangan rohaninya ternyata rumah itu menyimpan kutuk dari Tuhan, rumah mewah tentu menjd rumah yg tdk nyaman ditinggali. Rumah org fasik, yaitu rumah yang ditempati oleh org yg fasik, tahu kebenaran firman tapi hidupnya justru bertolak belakang dg firman Tuhan, rumah org spt ini ada kutuk Tuhan di dalamnya, ini berpengaruh pd aktivitas yang dilakukan penghuninya.

Kutuk dlm rumah org fasik ini berpengaruh pd kebahagiaan penghuninya, mgkin secara keuangan tdk ada masalah, tp karena cara mendapatkannya secara tdk benar, akibat dr itu adalah penghuni rumah mengalami suatu yg buruk, misalnya pertengkaran suami istri, perselingkuhan, anak-anak terjerumus dlm banyak dosa, dsbnya. Intinya yang sekalipun sangat mewah, tapi penghuninya merasa tdk nyaman, mengalami bnyk hal buruk dan juga tidak terlindungi dr kuasa gelap spt santet & sejenisnya. Sebaliknya, rumah org benar itu diberkati Tuhan, meskipun sederhana tapi nyaman utk ditinggali, suasana rumah adem tenteram, tdk ‘panas’ suasana kehidupannya, ada kehangatan kasih antar penghuninya. Yg paling penting adalah Tuhan mengirim bnyk malaikat utk menjaga rumah itu dr pengaruh kuasa gelap yang coba masuk dgn berbagai cara. Intinya rumah nyaman ditinggali, aman dan Tuhan memberkati penghuni-Nya.

Apa yang ada dalam rumah kita: berkat atau kutuk? Biarlah setiap dr kita tetap hidup dlm kebenaran firman Tuhan supaya berkat yang ada dlm rumah kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Rumah Berkat atau Kutuk?

Jangan Membuat Perbandingan

DI 07082023

1 Samuel 18:7-9 ILT3
Dan para wanita yang bermain itu menjawab dan berkata, “Saul telah membinasakan beribu-ribu musuhnya, tetapi Daud berlaksa-laksa musuhnya.”
Dan hal itu sangat memanaskan hati Saul, dan hal ini adalah jahat menurut pandangannya. Lalu ia berkata, “Mereka telah memperhitungkan kepada Daud berlaksa-laksa, sedangkan kepadaku mereka hanya memperhitungkan beribu-ribu. Dan ada yang lebih baginya, selain kerajaan ini?”
Dan sejak hari itu dan seterusnya, Saul selalu mengawasi Daud.

Di atas langit, masih ada langit, satu istilah yg menggambarkan bhw selalu ada yg lebih baik, lebih hebat, dan lebih-lebih lainnya atas segala sesuatu yg ada.

Daud diizinkan Saul utk menghadapi Goliat, artinya Saul sadar bhw kemungkinan kalah atau menang tetap ada, dan sampai di titik ini Saul tdk berpikiran negatif pd Daud, yang ada mgkin pikiran bhw kemungkinan Daud utk mengalahkan Goliat itu kecil sekali. Tapi saat Daud berhasil mengalahkan Goliat, ada sukacita yg besar atas seluruh bangsa Israel tapi sebuah nyanyian dari para wanita penari saat itu membuat Saul hatinya panas, dirinya sengaja diperbandingkan dgn Daud. Terlalu gembira kadang membuat tanpa sadar kita mengucapkan sebuah perbandingan yg tdk kita sadari itu melukai hati seseorg ataupun sekelompok org yg mendengarnya. Kita bisa bayangkan spt tim sepakbola, kalau menang disanjung, kalau kalah dihujat. Suasana hati Saul yg awalnya bersukacita karena menang atas org Filistin, terusik dgn nyanyian yg dgn sengaja memperbandingkan dia dgn Daud, hatinya menjd panas.

Karena nyanyian, hati Saul menjd panas, dgn perkataan kita, mungkin ada hati org yg dgn pedih diperbandingkan dirinya dgn org lain. Dlm pergaulan memang tdk bs dihindari ttg kelompok dlm kelompok, ada org yg dengan sengaja diperlakukan istimewa atau justru sebaliknya, ada org-org berpotensi luar biasa yg berprestasi, sementara yg lainnya terlihat biasa-biasa saja. Hindari utk memuji dengan berlebihan, apalagi memuji yg satu tapi juga menjatuhkan mental yg lainnya. Kasihi anak dgn adil, perlakukan org lain dg selayaknya, yg satu dipuji, yg lain jg disemangati, jangan membuat org lain panas hati, dendam atau merasa tdk dikasihi. Mgkin hari ini orang itu belum berprestasi, berikan dukungan dan jg berikan semangat, suatu hari mgkin dia bisa mencapai satu pencapaian yg besar, jangan ucapkan sesuatu yg negatif, kasar, krna bisa saja org yg kita remehkan ternyata dipakai Tuhan secara dahsyat.

Perkataan bs masuk ke dalam pikiran dan jg hati, keluarkan perkataan yg membangun, yg baik dan yg memberikan semangat, hindari utk berlebihan membanding-bandingkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Membuat Perbandingan

Muka Muram Melegakan Hati

DI 05082023

Pengkhotbah 7:3
Bersedih lebih baik dari pada tertawa, karena muka muram membuat hati lega.

Rasanya ada yg aneh dgn kalimat ini bahwa muka Muram membuat hati lega, bukankah kita diajari utk jangan dikuasai kesedihan & mulailah bersukacita?

Muka muram itu ekspresi yg terlihat dari org yg sedang banyak berpikir dan mgkin punya banyak pergumulan serta tekanan. Muram itu bukan tanda sukacita, tp tanda seseorang sedang bingung menghadapi kenyataan yg ada. Muka muram dr org yg sedih dan kesal, ternyata melegakan hati. Bnyk ajaran yg kita dengar bhw kalau sedang muram, pakailah iman, percaya bhw di depan ada jalan keluar, ada solusi, ada kebahagiaan. Para motivator mengajarkan ttg berpikir positif, jgn sedih tp hrs bersemangat. Jadi bgmna menjelaskan ttg ayat ini? Kita lihat konteksnya, penulisnya sedang berbicara ttg rumah duka, ayat 1-4, jadi di sini kesedihannya karena kedukaan. Biasanya sebagian anggota keluarga ada yg belum siap ketika org yg dikasihinya dengan tiba-tiba meninggal, atau sudah tahu waktu meninggalnya tdk lama lagi, tapi belum rela jika ditinggal ‘pergi’. Bertanya pd Tuhan knpa sekarang dipanggilnya, bukan nanti saja?

Kesedihan itu hrs dilakukan, sungguh suatu hal yg tdk manusiawi kalau melarang orang yg sedang berduka utk menangis, biasanya dibiarkan menangis supaya hati lebih lega, namun bagi bbrpa org justru dgn menangis justru lebih memperdalam kesedihannya. Di satu sisi ada kesedihan yg diekspresikan dg tanpa adanya tangisan, mgkin sdh menangis terus menerus dan mulai masuk dlm suatu perenungan yg dalam, kenapa Tuhan panggil sekarang? Ketika mulai menemukan jwban, hati mulai mengerti dan merasa lega, bs dgn rela menerima keputusan Tuhan. Di sisi lain, ada yg muram krna bingung apa yg hrs jadi tindakan selanjutnya setelah masa duka ini berakhir, misalnya yg meninggal adalah org tua dr anak-anak yg masih kecil. Wajar jika mereka sedih dan kuatir ttg masa depan, jd ada hal yang perlu anggota keluarga lakukan bagi mereka supaya kesedihan mereka tidak lagi terlalu pahit, tp ada kasih yg ‘manis’ yg mereka terima dr org lain.

Jgn larang org utk mengekspresikan apa yg dia rasakan, biarlah kesedihan dlm hatinya bs berkurang walau muka mereka menjadi muram, ada waktunya utk bersedih, ada juga waktunya utk tertawa, dampingi mereka utk sanggup melewati situasi itu.

Posted in Renungan | Comments Off on Muka Muram Melegakan Hati

Lebih Baik ke Rumah Duka

DI 04082023

Pengkhotbah 7:2 ILT3
Lebih baik pergi ke rumah duka daripada pergi ke rumah pesta, karena itulah akhir setiap orang; hendaklah orang yang hidup menaruh hal ini di hatinya.

Membaca suatu ayat tdk bs terlepas dr gaya bahasa dan makna kata, kata ‘lebih baik’ itu suatu perbandingan, ada 2 hal yg baik, tapi salah satunya memiliki nilai yg lebih baik.

Jadi pergi ke rumah pesta itu jg hal yg baik, tapi menurut penulis ayat ini, ada nilai yang lebih baik ketika kita pergi ke rumah duka yaitu bahwa di rumah duka, kita bisa melihat akhir hidup dr setiap orang. Di rumah pesta, orang bergembira dan biasanya ‘terbius’ dgn pikiran bahwa umurnya masih panjang, pikir saja yg menyenangkan hati, sampai kadang ada yg bablas hingga mabuk dan melakukan dosa dalam kemabukannya. Di rumah duka, kita bs melihat bhw kematian tdk mengenal batas usia, dr bayi hitungan menit hingga yg berusia lebih dr 100 tahun, dr yg 1 jam lalu masih sehat bugar, tiba-tiba meninggal dlm keadaan yg tdk terduga. Di rumah duka kita diingatkan utk menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya, karena bila sudah waktunya tiba giliran kita yg meninggal, kita membawa semua perbuatan kita ke hadapan Tuhan utk dipertanggung jwbkan, tdk ada kesempatan lagi utk memperbaikinya.

Itu masalah umur, di sisi lain, kita melihat di rumah duka betapa anggota keluarga yang ditinggal merasa sangat kehilangan. Zaman skrg mgkin tdk ‘seduka’ zaman dulu, tp kita melihat hal yg sama: apakah kita menjd org yg dikasihi keluarga, kerabat, teman, dan yg lainnya? Semasa hidup hendaknya dikenal sbg org yg baik, teladan dan menjadi berkat bagi bnyk org, sehingga saat kita meninggal, ada bnyk hal baik yg kita ‘wariskan’ bagi org banyak terutama keluarga kita sendiri. Hidup ini hrs berarti, satu sisi menyenangkan hati Tuhan, di sisi lain memberikan kebahagiaan bagi org-org di sekitar kita. Belajar dr hidup org lain, bgmna mereka mengakhiri dengan baik. Setiap dr kita punya giliran waktu untuk Tuhan panggil ‘pulang’, bersiaplah kapanpun waktunya tiba, bila diberikan anugerah, kita bs diberitahu tanda-tanda bhw waktu kita itu sudah dekat, jd kita diberi kesempatan untuk mengatur segala sesuatunya sblum kita dgn damai pulang menghadap Bapa di Surga.

Besok kita masih hidup? Itu sebuah misteri, kita hanya bs memprediksi berdasarkan yg kita lihat dan rasakan, tapi ketika waktunya tiba, sudah siapkah kita?

Posted in Renungan | Comments Off on Lebih Baik ke Rumah Duka

Bukan Tentang Pasangan Hidup

DI 03082023

2 Korintus 6:14-15 ILT3
Janganlah kamu menjadi pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak beriman. Sebab kemitraan apakah yang ada antara kebenaran dan kedurhakaan? Dan persekutuan apakah yang ada antara terang dengan gelap?
Dan kesepakatan apakah yang ada antara HaMashiakh dengan Belial? Atau bagian bersama apakah yang ada antara yang beriman dengan yang tak beriman?

Ayat ini sering dipakai utk melarang menikah dgn org yg tdk seiman, tapi kalau melihat isi konteksnya, ini bkn membahas pernikahan, tp tentang menjadi Kristen tp tetap hidup di dlm penyembahan berhala.

Jemaat Korintus awalnya bukanlah pengikut Kristus atau org Kristen, mereka punya satu agama sendiri sblumnya, ini bs kita lihat dari ayat yg kita baca, ada golongan org yang tdk beriman, bukan Kristen. Rasul Paulus ingin menegaskan pentingnya menjauhkan diri dr penyembahan berhala ketika telah percaya pd Injil Kristus, menjd manusia baru yg telah menanggalkan manusia lamanya, spt seorg yg awalnya memakai baju yg kotor, lalu dia membersihkan diri dan memakai baju baru yg bersih. Kalau memakai baju bersih tp tdk menanggalkan baju lama yg kotor, baju yang bersih akan menjd kotor jg pd akhirnya. Jadi inilah yg ingin rasul Paulus tekankan supaya jemaat di Korintus ini mengalami hidup baru tanpa dicemari oleh cara hidup lama mereka dan sepenuhnya mengikuti cara hidup seorg Kristen menurut ajaran para rasul. Hal ini jg masih menjd pergumulan sebagian petobat baru di masa sekarang ini.

Misalkan org dari suku A bertobat, dia harus meninggalkan gaya hidup dr budaya A yang pastinya telah dicampuri dgn aturan agama lama yg dianutnya. Sebagian budaya masih sejalan dgn kebenaran firman Tuhan, ini tdk salah utk diikuti, tp yg bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan, hrs tegas di dalam bersikap, tdk lagi diikuti dan hrs siap dengan konsekuensi yg akan diterima. Rasul Paulus mengingatkan supaya jgn menjadi pasangan yg tdk seimbang dgn org yg tdk beriman, ini artinya kalau sudah jd Kristen, jangan ikut lg di acara-acara keagamaan yg lama, di mata Tuhan itu disamakan dgn berzinah rohani, di satu sisi menyembah Tuhan, di sisi lain ikut menyembah berhala, shga org lain menilai bhw jadi org Kristen itu masih boleh & bebas menyembah berhala, pdhal jelas bhw Kristen itu bukan penyembah banyak tuhan, hanya 1 Tuhan yg disembah, yg lain adalah berhala, yg tidak boleh disembah.

Bertoleransi dlm beragama bukan berarti tdk punya pendirian, tetap menyembah Tuhan, tp menghargai org lain yg berbeda dgn kita, ini batasan yg hrs kita pahami.

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Tentang Pasangan Hidup

Iblis Akan Tersiksa

DI 02082023

Matius 8:29
Dan mereka itu pun berteriak, katanya: “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?”

Iblis dan pengikutnya akan disiksa nantinya, di waktu yg telah Tuhan tentukan, karena dr ayat yg kita baca, Yesus akan menyiksa dan menghukum mereka dlm kekekalan.

Malaikat tidak punya hak untuk menghakimi iblis dan para pengikutnya, jadi jelas bahwa kedudukan Yesus itu lebih tinggi dr malaikat dan penghuni surga lainnya. Karna roh jahat hidup di alam roh, mereka melihat Yesus bkn sebagai manusia, tp sbg Anak Allah. Jikalau iblis saja mengakui Yesus ialah Anak Allah, knp masih ada org yg meragukan bhw Yesus itu adalah Tuhan? Sangat lucu kalau orang mudah percaya pd dukun atau paranormal yg katanya bs melihat alam gaib dan bilang di situ ada setan ini dan itu, tapi tidak yakin bhw Yesus adalah Tuhan, padahal roh jahat saja mengakui Yesus adalah Anak Allah yg berkuasa utk menyiksa mereka dlm neraka kekal nantinya. Org-org yg masih memakai kuasa-kuasa gelap, sadarlah bahwa nanti kalian akan turut disiksa oleh Tuhan karena menjd pengikut iblis, hal ini sendiri diketahui oleh iblis dan para pengikutnya.

Dimensi waktu antara manusia dan alam roh itu berbeda, manusia belum hidup kekal dlm dunia ini karena punya tubuh jasmani, tapi di saat meninggal, roh terpisah dr tubuh, maka barulah manusia memasuki dimensi waktu alam roh, karena roh sifatnya itu kekal, jika masuk surga akan hidup bahagia selamanya tapi masuk neraka akan tersiksa selamanya, jd nanti masuk neraka atau surga, ditentukan oleh bgmna seseorg itu sewaktu menjalani hidup di dunia ini, sewaktu roh dan tubuhnya masih menyatu. Rasul Paulus memandang tubuhnya spt sebuah kemah sementara yang fana sifatnya (2 Korintus 5:4). Hidup kota di dunia ini mgkin paling lama 100 tahub lebih, itu ibarat hanya satu garis pendek jika kita bandingkan dgn waktu kekekalan. Hidupnya manusia itu hanya ‘sebentar’ di mata Tuhan yg ada dlm kekekalan, tetapi kita seringkali berpikir bahwa kita masih akan hidup lebih lama, tp seringkali yg terjd ialah sebaliknya.

Iblis dan para pengikutnya tahu siapa Yesus yg sebenarnya, tp bnyk org yang meragukan bhw Yesus itu Tuhan, tp percaya bhw kuasa kegelapan sanggup menyenangkan hasrat mereka.

Posted in Renungan | Comments Off on Iblis Akan Tersiksa