Sok Tahu

DI 08052023

Yohanes 9:2-3, 34
Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?”
Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.
Jawab mereka: “Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?” Lalu mereka mengusir dia ke luar.

Org yang buta sejak lahir di zaman itu dilihat sbg org yg lahir dalam dosa, kebutaannya itu akibat dari dosa orgtua atau leluhurnya, tapi belum tentu penilaian itu benar.

Kalau kita ada di posisi org yg buta sejak dia lahir, apa yg kita rasakan setelah Yesus dgn tegas mengatakan bhw kebutaannya bukan akibat dr dosa, tapi supaya pekerjaan Tuhan dinyatakan melalui kondisinya itu? Ini berarti sengaja dibuat buta bertahun-tahun sampai nanti bertemu Yesus baru melihat kembali. Kalau saya yg mengalaminya, jujur saja, saya pasti marah, protes dan kesal pd Tuhan. Bkn karena dosa orgtua atau siapapun, sengaja dibuat buta. Bukankah masa muda itu amat berharga? Bayangkan bnyk hal yang dialami org buta ini, dihina org karena buta akibat dr dosa, wajahnya mgkin ada sedikit ‘aneh’, tdk punya teman karena sulit bergaul, dsbnya. Knp hrs saya dan bukan org lain? Tapi orang buta ini tdk dicatat marah dan protes, tp dia bersyukur Tuhan sudah membuatnya dapat melihat kembali, meskipun dia diusir, dirinya tetap ingin mengikut Yesus. Bgmna dengan kita jika ada di posisi org buta ini?

Kadang org sok tahu dgn apa yg sedang org lain alami, seakan-akan mahatahu spt Tuhan dan memberikan sanksi sosial bahkan juga mem-bully org-org yg mereka beli label sbg ‘org berdosa’. Tdk semua kecacatan adalah akibat dr dosa, tdk semua kegagalan adalah akibat dr kutuk, tdk semua org miskin adalah karena mereka hidup tdk benar di hadapan Tuhan. Demikian jg org-org kaya, tdk semua org menjd kaya karena diberkati Tuhan, ada yg korupsi, menggunakan kuasa gelap. Tdk semua org yg terlibat dlm pelayanan adalah org yg kudus, ada jg yg tetap hidup dlm dosa terus menerus. Jgn tertipu dgn apa yg dilihat oleh mata, karena kita bukan Tuhan yg dapat melihat isi hati manusia. Kita bkn Pencipta, sehingga tdklah patut utk menghakimi satu keadaan yg sedang org lain alami. Mungkin org itu kelihatannya lemah, kekurangan, tdk beriman, tp sebenar-benarnya dia hanyalah Tuhan yg tahu, kita jgn sok tahu.

Komentar kita ttg situasi yg sedang dialami seseorg itu bs saja benar, tapi bisa jg salah, lebih baik doakan org itu untuk nantinya bisa mengalami keadaan yg lebih baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Sok Tahu

Karena Tuhan Menutupnya

DI 06052023

1 Samuel 1:5-6
Meskipun ia mengasihi Hana, ia memberikan kepada Hana hanya satu bagian, sebab TUHAN telah menutup kandungannya.
Tetapi madunya selalu menyakiti hatinya supaya ia gusar, karena TUHAN telah menutup kandungannya.

Karena Tuhan menutup kandungannya, Hana mengalami hal-hal yg memilukan dlm hidup rumah tangganya, dan tentu saja tidak ada 1 wanitapun yg ingin kandungannya tertutup.

Menjd seorg Kristen itu harus realistis, tidak selalu hrs semuanya diimani utk terjadi hal yg baik. Kita terlalu banyak diajari setengah dr kebenaran: Tuhan sanggup membuka ini dan itu, tiada yg mustahil bagi Tuhan, Tuhan buat jalan saat tiada jalan, dsbnya, tapi kita tdk diajarkan utk menyadari bhw Tuhan juga berkuasa utk menutup, mengunci, membuat gagal rancangan manusia. Karenanya bnyk org terkejut ketika berhadapan dgn Tuhan yg beda dgn apa yg diajarkan, sebagian murtad dan memilih tuhan yg lain. Bacalah kisah dr tokoh-tokoh Alkitab secara menyeluruh, kita akan lihat bgmna bbrpa wanita ditutup oleh Tuhan dalam hal kandungannya: Sara, Hana, Elisabet, dsbnya. Ada org buta sejak lahir & bukan karena dosa siapa-siapa, tapi supaya pekerjaan Tuhan dinyatakan (Yohanes 9). Yg menjd pertanyaannya adalah knpa Tuhan dg ‘sengaja’ melakukannya pd org-org yg justru adalah org baik?

Pentingnya kita melihat hidup seseorg tidak hanya di saat mereka mengalami yang buruk dan terlihat spt kutukan, Sara akhirnya dapat mengandung dan melahirkan Ishak, Rahel yg mandul akhirnya melahirkan Yusuf dan adik laki-lakinya, Benyamin, Hana akhirnya dapat mengandung dan melahirkan Samuel dan jg adik-adiknya, Elisabet melahirkan Yohanes Pembaptis. Semua yg lahir dr ibu yg awalnya mandul karena kandungannya ditutup Tuhan ternyata menjd tokoh-tokoh yg berpengaruh penting pada zamannya. Tapi ingat, ada juga yg suatu hal dlm hidup seseorg tetap ditutup oleh Tuhan karena suatu alasan tertentu. Jd kita hrs siap apapun yg nanti terjd, kalau yg ditutup Tuhan itu tetap ditutup, jalani semua dgn kerelaan dan ketaatan, kalaupun nanti akhirnya Tuhan buka, bersyukurlah dan ingat bhw Tuhan yg membuka, bukan karena kita hebat, biarlah apa yg kemudian Tuhan buka, ada ‘buah’ yg memuliakan nama Tuhan.

Apakah ada sesuatu yg Tuhan tutup dalam hidup kita? Tdk ada salahnya berdoa minta hal itu dibukakan, tapi kalau tetap tertutup, terimalah dgn kebesaran hati.

Posted in Renungan | Comments Off on Karena Tuhan Menutupnya

Layak Menderita

DI 05052023

Kisah Para Rasul 5:41 (TB) Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.

Mengalami yang pernah Yesus alami, bagi para murid-Nya itu adalah satu kehormatan yg besar, satu kesempatan ‘menebus’ yang dahulu pernah mereka salah lakukan, yaitu mereka melarikan diri saat Yesus ditangkap.

Menderita karena nama Tuhan, ini yg akan dihadapi oleh semua org Kristen, sesuatu yg harusnya kita semua sadari dan hrs siap utk mengalaminya. Ketika berbuat baik, kadang kita dikomentari negatif: ingin kristenisasi, di sisi lain ketika kita berbuat satu kesalahan, kita dihakimi habis-habisan karena dianggap sbg org yg munafik: bermulut manis tapi hati dan perbuatannya jahat. Ketika kita bersaksi ttg mujizat yg kita alami, ada org-org yg tdk percaya dan memfitnah kita menyebarkan 1 cerita fiktif dan bohong. Belum lagi adanya persekusi dan tekanan dr mereka yang tidak menyukai org Kristen, kita dituduh menista dan menghina org lain. Kalau karena nama Tuhan Yesus, kita diperlakukan tdk adil, kita hrsnya bersyukur bhw kita dipandang layak oleh Tuhan utk menderita karena nama-Nya dan itu adalah satu kehormatan. Tapi ada jg org Kristen yg takut utk menderita, memilih utk kompromi dgn keadaan.

Ketika mengalami penderitaan karena nama Tuhan Yesus, kita hrs siap utk keadaan yang terburuk bs terjd atas diri kita. Semuanya itu tergantung pd penilaian Tuhan, ada orang yg memang ditentukan mati sebagai martir, tdk mengalami pertolongan Tuhan, ada juga org yang ditentukan sebatas mengalami siksaan fisik yg berat, ada jg yg ditentukan ditangkap dan dimasukkan ke penjara karena mereka memberitakan Injil, hingga hanya mengalami tekanan kejiwaan dan mental. Penderitaan ini hrs kita jalani dgn sukacita, memang tdk enak dan menyakitkan, tp nanti kita terima upahnya dr Tuhan dlm kekekalan. Jalani ini dgn tetap mengasihi Tuhan, jgn kehilangan iman dan percaya kita pd Tuhan. Sekalipun tdk ada pertolongan dr Tuhan, jgn kecewa & tawar hati, hidup di dunia ini hanya sebentar dan sementara, tdk bs dibandingkan dengan apa yg nanti kita alami dlm kekekalan, inilah yg membuat kita rela dan mampu utk tetap mempertahankan iman kita dlm Kristus.

Apabila krna kita org Kristen lalu mengalami bnyk ketidak adilan dan jd target dijahati org yg tdk menyukai kekristenan, bersukacitalah dan tetaplah mengasihi sesama.

Posted in Renungan | Comments Off on Layak Menderita

Tetap Harus Dijalankan

DI 04052023

Yosua 1:1-2
Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian:
“Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu.

Awalnya hanya Musa yg Tuhan pilih utk satu tugas memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir lalu masuk ke tanah perjanjian, namun karena Musa melakukan suatu pelanggaran di mata Tuhan, dia tdk diizinkan Tuhan untuk terus memimpin bangsa Israel.

Musa gagal, maka Tuhan memilih Yosua utk membawa masuk bangsa Israel ke Kanaan, ini menunjukkan pd kita bhw Tuhan itu tetap konsisten dgn janji dan perencanaan-Nya yg Dia siapkan bagi bangsa Israel, walaupun yg terjd adalah Musa gagal, ketidak taatan yang manusia lakukan, tidak menghentikan Tuhan utk menggenapi janji-Nya hingga tuntas. Hal ini tentu berlaku khusus utk janji Tuhan, dlm pengertian Tuhanlah yg berkehendak, bukan dlm situasi Tuhan mendengar & memenuhi sebuah permintaan dari manusia. Misalnya spt ini: kita yg berjanji pd anak kita utk nanti akhir tahun akan pergi liburan, maka apapun yg terjadi, kita tetap akan memenuhi janji itu. Beda ketika anak kita yg minta utk akhir thn nanti mereka ingin pergi liburan keluarga, tp kita memberi syarat yaitu mereka hrs punya nilai bagus di sekolah. Ketika nilai di sekolah mereka ternyata buruk, kita bebas dr ikatan untuk memenuhi keinginan mereka, kecuali kita bermurah hati tetap akan liburan.

Yg mgkin terjadi adalah pergantian org yang Dia libatkan dalam perencanaan, kalau Musa saat itu bs taat sampai akhir, kisahnya bisa jadi mencatat Musa sbg pemimpin pilihan dr Tuhan yg sukses, namun dia hrs digantikan oleh Yosua. Di sini kita melihat bhw sesuatu yg Tuhan percayakan pd seseorg, jika orang itu gagal menjalankannya, Tuhan akan cepat memilih org yg baru, Musa digantikan Yosua, Saul digantikan oleh Daud, imam Eli dan dua anaknya digantikan oleh Samuel, dstnya. Jd kepercayaan yg kita terima dr Tuhan bisa jd adalah pelimpahan dr org yg awalnya Tuhan percayai namun karena hal tertentu, kitalah yg dipilih utk meneruskannya hingga selesai. Kalau kita jg gagal, org lain akan Tuhan pilih untuk meneruskannya. Jadi jalankan dengan baik apa yg Tuhan percayakan pd kita, tetap dlm ketaatan penuh dan jgn terpancing dgn apa yg org lain lakukan terhadap kita, tetap kendalikan diri dan emosi kita.

Janji Tuhan pasti digenapi, tapi kita hrs ada dlm keadaan yg berkenan di hadapan Tuhan karena kalau tdk demikian, ada org lain yang akan meneruskan, dan kita kehilangan bnyk hal baik dlm hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tetap Harus Dijalankan

Menyebut Asal Usul Kita

DI 03052023

Lukas 18:37-38
Kata orang kepadanya: “Yesus orang Nazaret lewat.”
Lalu ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”

Ini kisah ttg seorg buta yg duduk mengemis di daerah dekat Yerikho, dia pd akhirnya bisa kembali melihat setelah Yesus mengabulkan permintaannya utk dapat melihat.

Yesus disebut berbeda dlm 2 ayat ini: orang pertama menyebut Yesus sbg Yesus orang Nazaret, sementara si org buta ini menyebut bhw Yesus, Anak Daud. Di sinilah kita dapat memahami bhw pengenalan akan Tuhan dr tiap org mgkin saja tdk selalu sama, bagi yg pernah mengalami mujizat kesembuhan, dia menyebut Tuhan sbg Tuhan Penyembuh, dan mgkin org lain menyebut Tuhan sbg Tuhan sbg Tuhan Yang Dahsyat, dsbnya. Di sisi lain juga, penyebutan berbeda ini mengingatkan kita bhw terkadang mengingat org lain dapat dikaitkan dgn asal usulnya: daerah kelahiran, riwayat keluarganya, atau jejak rekam hidup yang ada, misalnya si A eks narapidana, si B tukang tipu, si C yg dermawan, dsbnya. Satu sisi penyebutan itu bs dampaknya positif, tp di sisi lain bs dampaknya negatif karna yang diingat org adalah perbuatan negatif yg dulu pernah dilakukan dan yg pernah terjadi. Ada pelajaran yg bs kita ambil dari hal ini.

Berhati-hatilah dg apa yg kita lakukan dan jg yg kita perkatakan, itu akan menjadi sejarah yg selalu mengikuti kita ke manapun dan jg kapanpun, apalg kalau kita ini tergolong org yg punya nama besar di mata bnyk org. Satu ingatan yg kuat ttg kita akan membuat kita punya sebutan yang mgkin melekat sampai akhir hidup, dan ini susah sekali diubah dan mgkin tdk bs diubah meskipun kita berusaha utk mengubahnya. Org mengenal kita tentu dari sejarah hidup kita, jejak digital, dan juga sebagian dr hasil omongan org banyak yang kemudian diadopsi digunakan untuk menjadi sebutan yang mengikuti nama kita. Mungkin kita tdk begitu senang dgn sebutan itu, tapi itulah bukti bhw mata org banyak itu saling menilai satu sama lainnya, kalau ada sebuah cela, ini dipakai untuk menjatuhkan reputasi dan nama baik kita, tapi jg org bs memfitnah kita dgn sebutan yg sengaja diciptakan utk memberi image buruk ttg kita.

Sebutan di belakang nama memang punya dampak positif atau negatif, bijaklah dalam berbuat dan berkata-kata, jangan ada cela yg bs dimanfaatkan org lain utk kepentingan terselubung yg diarahkan pd kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Menyebut Asal Usul Kita

Menjadi Bayi Dalam Kejahatan

DI 02052023

1 Korintus 14:20 ILT3
Hai saudara-saudaraku, janganlah menjadi kanak-kanak dalam pemikiran, sebaliknya jadilah bayi dalam kejahatan dan jadilah dewasa dalam pemikiran.

Dlm ayat ini rasul Paulus menggunakan satu jenjang kehidupan dari seorg manusia, mulai dr bayi, kanak-kanak, dan dewasa, pasti ada tujuan tertentu knpa digunakan hal ini.

Dlm hal pemikiran, jgn menjadi kanak-kanak, ini maknanya adalah kita jgn terus menerus maunya dimengerti, spt anak sekolah kalau buat salah ya dimaklumi, namanya jg masih sekolah, masih belajar. Belajar itu bagus, tp ada waktunya tdk perlu diajar lagi. Misalnya, anak kelas 4 SD, bukan saatnya lg masih hrs diajar lagi tentang bagaimana cara menulis dan membaca. Jadi ada sebuah tuntutan yg berkaitan dgn perkembangan pikiran kita di dlm hal mengerti tentang sesuatu. Ini spya kita bs menerima kepercayaan yg lebih dari yg sblumnya, mampu diuji dgn hal yg lebih kompleks dan memiliki cara berpikir sesuai dgn kebenaran firman Tuhan. Ibaratnya hrs naik kelas, masa di SD terus, itu memalukan namanya. Cara berpikir yg lebih maju dapat memudahkan kita utk memahami apa yang terjadi sekarang ini adalah proses Tuhan kah atau godaan kedagingan kita sendiri? Harus maju dlm cara berpikir.

Kemudian dipakai kata bayi, dlm kejahatan, kita hrs seperti bayi, tak berdaya, hrs terus di bawah pengawasan orgtua karena jgn jatuh karena nanti berbahaya bagi tubuh bayi yang masih lunak. Kita hrs mau diawasi, dipantau, digembalakan, ini yg menjd batas yg dengan ketatnya memperingatkan kita utk jgn keluar dr batas yg Tuhan buat. Bayi itu lemah, jadi kita hrs lemah dlm hal kejahatan, tdk punya banyak energi utk melakukan kejahatan, tdk pandai membungkus kejahatan dgn modus yg sangat rapi dan nyaris tanpa jejak. Yg hrs kita miliki adalah cara berpikir sbg orang yg sudah dewasa, org yg bs mempertanggung jwbkan perbuatan dan keputusan yg diambil dan tidak menyeret org lain masuk dlm satu masalah. Pengetahuan hrs terus di-update, dan pertajam cara pandang kita disesuaikan dgn kebenaran firman Tuhan. Org yg dewasa dlm pemikiran, kehadirannya membawa satu berkat tersendiri dan disukai bnyk org.

Jadilah bayi dlm kejahatan, miliki gembala & mentor yg dewasa rohani, terbuka utk kritik dan masukan dr org lain, jaga diri kita dr apa yg jahat.

Posted in Renungan | Comments Off on Menjadi Bayi Dalam Kejahatan

Karena Kehendak Tuhan

DI 29042023

1 Samuel 2:25
Jika seseorang berdosa terhadap seorang yang lain, maka Allah yang akan mengadili; tetapi jika seseorang berdosa terhadap TUHAN, siapakah yang menjadi perantara baginya?” Tetapi tidaklah didengarkan mereka perkataan ayahnya itu, sebab TUHAN hendak mematikan mereka.

Anak-anak Imam Eli melakukan dosa besar tp mereka tdk mau mendengar nasehat dari ayah mereka, dan ternyata ini bagian dr apa yg jadi rencana Tuhan utk mereka.

Yg hrs kita waspadai adalah kalau kita sdh kebal dgn teguran dan nasehat ttg dosa yg kita lakukan, itu mgkin bagian dari rencana Tuhan utk mempercepat hukuman Tuhan itu terjadi pada diri kita. Firaun pd zaman Musa diperingatkan dgn 9 tulah namun dia tetap mengeraskan hatinya, dan kalau kita baca dr ayatnya, itu karna Tuhan yg membuat Firaun mengeraskan hatinya (Keluaran 4:21). Tulah ke-10 akhirnya diturunkan dan bangsa Israel akhirnya dibiarkan pergi, namun Tuhan juga yg mengeraskan hati org Mesir shga mereka berniat mengejar org Israel (Keluaran 14:17). Akhir dr kisah ini adalah org Mesir mati krna ‘termakan’ air yg awalnya terbelah oleh Musa dan akhir kisah kedua anak imam Eli jg kita tahu: keduanya mati dlm peperangan. Jadi kalau kita ini sudah kebal terhadap teguran dan nasehat dan terus berbuat dosa, ini bisa menjd tanda bhw hukuman Tuhan sdh dekat akan menimpa kita dan tdk ada lagi peluang utk bertobat.

Jd jgn heran kalau ada org yg dinasehati dan ditegur malah lebih galak dan menghina kita, mgkin Tuhan yg membuat dia begitu, untuk menjatuhkan hukuman-Nya dg segera. Yang hrs kita lakukan adalah jgn emosi, berdoalah untuk mereka supaya bertobat dan hukuman yg mereka terima boleh diringankan Tuhan. Bosan menegur dan menasehati memang ini suatu hal yg manusiawi, tp ingatlah bhw saat selama seseorg masih bernafas, Tuhan beri dia kesempatan utk bertobat. Setiap kali ada kesempatan, tegur dan nasehati, sekalipun dia tidak mengindahkannya, paling tidak kita sudah melakukan kewajiban kita, krna kalau hanya diam saja dan org itu mati dlm dosa, kita jg turut diminta pertanggung jwbannya oleh Tuhan :

Yehezkiel 3:18-19
Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! — dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.
Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu dan ia tidak berbalik dari kejahatannya dan dari hidupnya yang jahat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu.

Pola pikir bhw membiarkan org lain utk tetap dlm dosanya karena sdh dianggap dewasa & bisa mempertanggung jwbkan perbuatannya sendiri, jelas berlawanan dgn ajaran Alkitab.

Posted in Renungan | Comments Off on Karena Kehendak Tuhan

Ampuni Juga Hamba-Hamba Tuhan

DI 28042023

Lukas 17:2-3
Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini.
Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.

Siapa yg dimaksud dlm ayat ini sbg saudara yg hrs diampuni? Org yg menyesatkan kita! Salah satunya adalah mereka yg kita kenal sbg pemberita firman, pengajar, dabnya.

Hamba-hamba Tuhan adalah manusia, org yang setiap saat juga digoda iblis dan harus berperang melawan kedagingannya sendiri, dan ini berlaku seumur hidup. Berarti mgkin saja suatu saat entah sudah terjd atau nanti akan terjadi, mereka ‘jatuh’ dan ketahuan dg jelas bhw mereka telah melakukan dosa. 3 hal utama yg menggoda mereka yaitu harta, tahta dan cinta, wujudnya bs berupa sebuah perbuatan memperkaya diri sndri, berzinah, dan otoriter dlm menjalankan kekuasaannya di dlm gereja. Yg perlu kita tahu adalah bhw di dalam gereja itu ada ‘pemerintahan’ gereja yg berbeda di masing-masing denominasi. Kalau yg memegang kekuasaan sifatnya itu perorangan, inilah yg sedikit membahayakan karena si hamba Tuhanlah yang menentukan segalanya, ini jelas bisa memicu munculnya perbuatan dosa, karena nyaris tdk ada orang yg berani melawan atau menegurnya.

Dlm Alkitab, kasus yg bs kita temukan ialah apa yg dilakukan anak-anak imam Eli, jelas sekali mereka memanipulasi segalanya utk keuntungan mereka pribadi (1 Samuel 2). Jd sejak dr zaman dulu, org-org yang melayani bs saja melakukan dosa yg menjijikan, kalau kita terkejut, berarti kita kurang membaca yg ada dlm Alkitab. Tidak ada dosa yg baru, yg ada hanyalah modus yg lebih rapi. Sesuai dg ayat yg kita baca, kalau ada hamba Tuhan yg berdosa dan bertobat, hrs diampuni, kembali beri kesempatan utk memulai dr awal, nanti mengenai sanksi disiplin, itu diatur oleh para petinggi sinode gereja masing-masing. Jgn kita merasa lebih kudus drpd mereka, Tuhan yg tahu semua isi hati dan pikiran kita, yang hrs kita lakukan adalah mengampuni, juga berani menegur bila memang mereka salah, karena itu ada dlm ayat yg kita baca. Kalau cuma jd bahan gosip, itu tdk akan membuat mereka sadar dan bertobat.

Siapapun bs jatuh dlm dosa, namun jangan kita merasa diri lebih baik drpd org lain, kita perlu koreksi diri, dosa apa yg masih belum bs kita taklukkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Ampuni Juga Hamba-Hamba Tuhan

Tidak Seperti Dia

DI 27042023

Lukas 18:11-14
Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;
aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.
Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.
Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

Berdoa pd Tuhan itu hanya antara Tuhan dgn kita saja, kesalahan org Farisi ini adalah dia membawa-bawa keburukan org lain dengan dibandingkan dgn kebaikan diri versi dirinya sendiri.

Hal yg paling utama dlm berdoa adalah kita hrs sadar bhw kita ini org berdosa walaupun mgkin menurut pandangan org, kita terlihat begitu sempurna, jadi panutan dan bkn org yg jahat. Kalaupun kita tdk melakukan hal yg dilarang oleh firman Tuhan, itu bkn sesuatu yg pantas utk dibanggakan, apalagi berkata di hadapan Tuhan bhw kita jauh lebih baik & kudus dibandingkan org lain. Tdk melakukan dosa A bkn berarti kita tdk melakukan dosa B, C, dstnya. Kita mgkin tdk melakukan dosa dlm bentuk perbuatan, tp dosa dlm pikiran, dlm hati, ini hanya kita dan Tuhan yang tahu. Jadi di sinilah masalahnya, ketika kita sndri menganggap diri kita kudus, pdhal di mata Tuhan kita ini penuh dosa, tp kita tdk sadar dan malah sibuk menunjuk-nunjuk dosa org lain. Bukankah seharusnya kita sedih kalau melihat ada anak Tuhan yg dihukum Tuhan karena dosa yg dia perbuat? Tapi sebagian org malah menjadikan itu sebuah tontonan yg seru dan memuaskan nafsu kebenaran diri sndri kita.

Di sisi lain, doa si pemungut cukai ini adalah doa yg seharusnya kita teladani, doa yg jujur di hadapan Tuhan, penuh dosa ya akui, bkn malah menyindir dosa org lain. Org yg sadar dirinya berdosa adalah org yg sadar bahwa dirinya perlu bertobat dan diampuni Tuhan. Org yg sadar bhw penghukuman Tuhan itu tdk baik dampaknya bagi kehidupannya. Dia tahu bhw ingin berubah tp tdk mampu, dan minta Tuhan utk memampukannya. Doa org spt ini membuat dia akhirnya diampuni oleh Tuhan dan dia pergi sbg org yg dibenarkan Tuhan, yg awalnya org berdosa berubah jadi org benar, karena dibenarkan Tuhan. Hal yg religius bukan untuk dipertontonkan di muka umum, itu antara kita dgn Tuhan saja. Orang Farisi itu tujuannya bkn hendak berdoa, tapi menyindir dosa org lain, ini yg mgkin sering kita lakukan, bersaksi tapi membandingkan diri dgn keadaan org lain, sharing firman tapi menunjuk-nunjuk dosa org lain.

Hal yg perlu kita pikirkan setiap kali datang pd Tuhan utk berdoa: apakah ada dosa yang belum diakui di hadapan Tuhan? Segeralah utk membereskannya shga kita menjadi org yg dibenarkan Tuhan setelah selesai berdoa.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Seperti Dia

Merawat Diri

DI 26042023

Amsal 11:17 ILT3
Orang yang murah hati berbuat baik bagi jiwanya sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.

Yg akan menemani kita sampai akhir hidup adalah tubuh kita sendiri, di dalam tubuh ada jiwa dan roh kita, sedangkan org lain kalau dia berumur panjang, mgkin bisa menemani kita.

Org yg murah hati biasanya kita pahami sbg org yg mudah menolong sesama, memberi dgn tanpa ini dan itu yang bikin ribet, selalu mau membahagiakan org lain. Tentu kita hrs ingat ttg hukum kasih: mengasihi sesama itu spt mengasihi diri sendiri, jadi hrs bisa untuk mengasihi diri sendiri dulu barulah bisa utk mengasihi sesama, dan ukurannya dlm hal mengasihi sesama itu adalah dilakukan spt kita mengasihi diri sendiri. Di sinilah bs kita dapati perbedaan antara mengasihi dengan berbuat baik, kalau berbuat baik bs jadi kita punya 3 apel, kita berikan 1 pd org lain, tapi mengasihi sesama itu kita punya 1 apel, kita makan bersama-sama. Kalau kita makan di resto ternama tp kita memberi makan orang lain dgn makanan warteg, itu baru berbuat baik, belum mengasihi sesama spt diri kita sendiri. Intinya ukurkan apa yg kita lakukan pd org lain jika itu orang lain lakukan pd kita, apakah pantas atau tdk?

Bgmna dgn cara kita merawat diri sendiri, ini bs menjd satu ukuran bgmna nantinya untuk mengasihi org lain. Apa yg kita lakukan pada kesehatan tubuh kita, kesehatan jiwa dan jg roh kita? Kalau kita hidup sembarangan, tdk teratur, maka kualitas mengasihi sesama itu pasti ala kadarnya, sekedar kewajiban yang blm tentu dilakukan dgn sepenuh hati. Di sisi lain, yg kita bagikan itu kasih Tuhan ataukah kasih diri kita sendiri? Org yg murah hati itu mudah tersentuh dan tergerak hatinya saat melihat ada kesempatan utk melakukan satu perbuatan pd sesama, peka dgn kebutuhan yg ada serta tdk perhitungan untung ruginya. Org yg murah hati tdk terganggu dgn semua kelemahan yg org lain miliki, tdk terlalu lama menimbang-nimbang, dan cepat bereaksi pd situasi yg ada. Semua kembali pd kualitas dr hati masing-masing org, dan seberapa peka dgn situasi yg ada.

Bgmna kita merawat diri kita, lakukan itu jg pd sesama yg membutuhkan, bermurah hati kalau memang kondisi kira memungkinkan utk itu dan lakukanlah dgn sukacita.

Posted in Renungan | Comments Off on Merawat Diri