Ujian Iman Kita

DI 20052023

Kejadian 22:2
Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”

Ujian iman Abraham justru terjd saat apa yg Tuhan janjikan dan yg ia imani itu terwujud & bagi Abraham, apa yg Tuhan minta ini ialah suatu hal yg sangat berat.

Abraham hrs mempersembahkan Ishak sbg korban bakaran, artinya dgn tangannya sndri dia yang hrs menikam anaknya hingga mati, setelah itu kemudian hrs dimutilasi lalu baru dibakar. Kalau orang zaman sekarang diberi perintah itu pasti sudah menengking suara itu dalam nama Yesus. Apa-apaan ini, masa anak tunggal hrs dijadikan korban bakaran? Lalu utk apa dulu dijanjikan dan dinubuatkan akan punya anak? Mgkin sebagian org akan bertindak menyuruh anaknya pergi menjauh spya punya alasan ketika Tuhan bertanya. Di kisah ini memang tdk tertulis bgmna reaksi Abraham saat mendengar perintah Tuhan itu tp yg kemudian tercatat adalah bhw dia taat dan melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Hingga detik-detik dia sndri yg hrs menikam Ishak, Abraham dgn teguh melakukannya. Ini suatu ujian iman yg berat bagi siapapun yg mengalaminya, dan Abraham berhasil lulus dlm ujian ini.

Kadang kita tertipu dgn pemikiran yg bilang bahwa kalau kita diberkati Tuhan itu berarti bukti kita ini sudah lulus ujian. Ingat bahwa ada hukum tabur-tuai, hasil yang kita nikmati adalah tuaian dari apa yg kita tabur, jd kalau kita kaya, itu sebagian memang berkaitan dg hukum tabur tuai, kita kerja keras maka kita akan menikmati hasilnya. Kita kaya karena Tuhan yg menjadikan kita kaya, benar, tp hal ini justru bs menjd bahan ujian iman kita yg berikutnya. Jgn terlena kalau kita sdh lulus dr 1 ujian yg berat, berarti situasi sdh aman dan kita tinggal menikmati hasilnya. Ingatlah ttg ujian iman yg Ayub hadapi, berapa kali? 1 kah? Tidak, tapi 3 kali! Pertama, kehilangan semua anak, ternak dan sebagian besar dari hartanya, tinggal rumahnya dan istrinya, yg kedua Ayub diuji dlm hal kesehatannya, sakit parah tp sengaja dibuat tdk mati, ketiga, dia diuji imannya ketika 3 sahabatnya berdebat ttg situasi yg dia alami. Jangan berpikir ujian itu hanya sekali saja, bs saja lebih dari sekali dan terjd di waktu yg berdekatan.

Jgn terlena dgn keadaan kita hari ini, ujian dr Tuhan bs datang kapan saja secara tiba-tiba, siapkah kita menghadapinya? Tetaplah bnyk berdoa dan jgn terikat pd apapun yg ada di dunia ini.

Posted in Renungan | Comments Off on Ujian Iman Kita

Mencari Wajah Tuhan

DI 19052023

Mazmur 105:4
Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!

Mencari seseorg beda dg mencari wajahnya, kelihatannya sama, tp ternyata beda. Hal ini perlu dipahami supaya pencarian kita akan Tuhan menjd pencarian yg berbuahkan hasil.

Kalau kita mencari seseorg, bs dengan kita bertelepon atau video call, bs melihat wajah org itu, tp itu bukan melihat secara langsung dlm pengertian bertemu muka dengan muka secara langsung. Bicara di video call itu ada jarak, bukan pertemuan secara fisik yg telah meniadakan jarak. Kalau kita pahami ini, bs kita maknai apa itu mencari Tuhan, dan apa itu mencari wajah Tuhan. Mencari itu belum tentu ketemu siapa yg dicari, tapi kalau kita sudah melihat wajahnya, itulah pencarian yg sukses. Org bs mencari Tuhan lewat ibadah, lewat doa, tapi terkadang usaha itu sia-sia. Kita hrs ingat bhw ada penghalang yg harus kita singkirkan supaya pencarian kita akan Tuhan itu membuahkan hasil yaitu dosa yg belum kita akui dan mintakan pengampunan dr Tuhan. Beberapa ayat ini menjd dasarnya:

Yesaya 59:2
tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Ibrani 12:14
Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.

Jadi kita hrs bereskan dosa-dosa kita spya itu tidak menghalangi pencarian kita akan Tuhan menjd sia-sia. Tuhan itu kudus, jadi kitapun hrs kudus kalau ingin bertemu dgn Tuhan. Lalu bgmna supaya kita bs melihat wajah Tuhan? Ini tdk bs langsung diartikan sbg melihat wujud dan rupa wajah Tuhan dg mata kita secara langsung, tapi itu satu kata yg bermakna bhw Tuhan berkenan utk bcra pd kita. Org yg memalingkan muka itu tanda tdk mau bicara, ada masalah besar yg belum diselesaikan. Jadi pengampunan dosa dan kekudusan, 2 hal ini yg hrs kita miliki ketika ingin mencari Tuhan dan melihat wajah-Nya. Ibadah, puasa, doa, pujian penyembahan, ini semua akan jadi sia-sia kalau kita masih ada dosa yg belum dibereskan dan tdk hidup dlm kekudusan, se-ekstrim apapun cara yg kita lakukan, sereligius apapun org melihat kita, itu semua sia-sia kalau 2 hal itu masih ada dlm hidup kita.

Carilah wajah Tuhan dgn penuh kerinduan, karena org yg rindu ketika bs bertemu dgn yg dirindukan, ada kepuasan dlm hati dan sukacita dlm raut wajahnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Mencari Wajah Tuhan

Jaga Kesehatan Tubuh Kita

DI 17052023

Matius 26:41
Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.”

Setiap kita pasti punya kerinduan utk hidup menyenangkan hati Tuhan, namun semua itu bs terhalang karena kondisi fisik kita yg pd saat tertentu ada dlm keadaan kurang baik.

Rindu ingin bs berdoa setiap pagi jam 5, tapi tubuh masih terasa lelah karena baru tidur 3 jam, tentu sangat berat utk bs dilakukan, tapi bagi bbrpa org yg menerapkan disiplin yang kuat untuk dirinya sendiri, org ini akan tetap bangun dan berdoa pagi. Kalau kita sakit, ini tentu saja menghalangi kita utk beribadah & melayani Tuhan. Dlm kisah Yesus berdoa di Taman Gesetmani, 3 muridnya tdk sanggup untuk berjaga-jaga sementara Yesus berdoa, karena fisik mereka kelelahan dan membuat mereka akhirnya tertidur. Di sinilah penting bagi setiap kita utk menjaga kesehatan dan jg stamina tubuh yg baik utk bs beraktivitas dgn baik, termasuk utk melakukan kegiatan kerohanian kita sehari-hari maupun ibadah kita setiap minggunya. Hal ini jg disertai dgn pengaturan penggunaan waktu yg baik dan efektif, membagi waktu secara seimbang & efektif utk semua kegiatan dan kebutuhan.

Hal yg biasanya agak ‘kendor’ dr disiplin kita adalah soal waktu tidur yg cukup dan jg pola makan kita. Metabolisme tubuh kita sangat bergantung pd kedua hal itu, ditambah lagi dgn semakin bertambahnya usia, terjadi hal yg berubah pd fungsi organ dlm tubuh. Jadi memang perlu disiplin yg kuat supaya tetap terjaga memiliki kesehatan dan stamina yg baik setiap harinya. Pengaruh cuaca dan jg gaya hidup jg perlu menjd perhatian utama kita karena gangguan kesehatan bs berasal dr faktor di luar tubuh kita. Berolahraga dan minum suplemen tambahan bs mendukung punya stamina tubuh yg kuat, namun jangan lupa jg bhw kegiatan rohani yang berkualitas jg bs mempengaruhi kondisi fisik kita, ini sdh didukung oleh bbrpa penelitian yg dilakukan. Jadi antara roh dan tubuh, keduanya sangat berkaitan erat satu sama lainnya selama kita hidup di dunia ini, kesehatan keduanya perlu keseimbangan.

Disiplin diri yg kuat menjd faktor penentu utk memiliki roh dan tubuh yg sehat, keinginan daging hrs bs dikuasai dan roh yg kuat akan mendorong kita utk meningkatkan kualitas rohani kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Jaga Kesehatan Tubuh Kita

Membayar Nazar Pada Tuhan

DI 16052023

Mazmur 116:12-14
Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?
Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN,
akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya.

Dlm situasi yang sangat mendesak, di mana segala apa yg bs kita lakukan tdk bisa untuk menyelesaikan masalah yg ada, harapan kita yg terakhir adalah Tuhan dan kuasa-Nya.

Harapan ini biasanya disertai dgn satu janji atau nazar yg kita janjikan pada Tuhan kalau Dia mau menolong kita dan menyelamatkan kita dr situasi yg sedang kita alami. Alkitab mencatat bnyk peristiwa ttg mereka yg pada saat-saat terendah dlm hidupnya, memohon pertolongan Tuhan dan menjanjikan sesuatu pd Tuhan nantinya. Dlm situasi spt itu, Tuhan bertindak sesuai dg permohonan yg mereka ajukan dan sbg konsekuensinya, nazar harus tetap dibayarkan. Kisah paling menyedihkan adalah ketika Yefta bernazar pd Tuhan, jika menang perang melawan bani Amin di dlm Hakim-Hakim 11:29-40, dia bernazar apa yg pertama keluar dr pintu rumahnya, itu akan menjd kepunyaan Tuhan & dipersembahkan sbg korban bakaran. Ternyata yang pertama keluar dr pintu rumahnya adalah anaknya yg tunggal, anak perempuan satu-satunya, dan Yefta tetap hrs membayar nazarnya sesuai dg apa yg dia janjikan pd Tuhan.

Kalau kita dlm situasi terdesak dan meminta pertolongan Tuhan, bernazar bs saja menjd salah satu pilihan tindakan utk dilakukan, tp ingatlah bhw yang kita nazarkan itu hrs tetap kita bayarkan pd Tuhan, bernazarlah sesuai dgn kemampuan kita. Ketika Tuhan selesai menolong kita, segeralah membayar nazar itu, jgn ditunda apalagi dilupakan. Daud dlm ayat ini berkata bahwa dia akan membayar nazarnya di hadapan semua org, artinya dia sengaja ‘mengikat’ dirinya utk membayarkan nazar itu dan bersaksi ttg perbuatan Tuhan yg ajaib. Apakah kita pernah bernazar pada Tuhan tetapi belum membayarnya? Jangan ditunda lagi, kalau tidak nantinya itu bs saja menghambat berkat Tuhan yg lain untuk kita terima:

Ulangan 23:21
“Apabila engkau bernazar kepada TUHAN, Allahmu, janganlah engkau menunda-nunda memenuhinya, sebab tentulah TUHAN, Allahmu, akan menuntutnya dari padamu, sehingga hal itu menjadi dosa bagimu.

Bernazar dan bayarlah nazar itu sesuai dgn apa yg kita janjikan pd Tuhan, dan ingatlah utk bersaksi ttg perbuatan Tuhan, muliakan Tuhan dengan hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Membayar Nazar Pada Tuhan

Mati Yang Memuliakan Tuhan

DI 15052023

Yohanes 21:19
Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: “Ikutlah Aku.”

Kematian seringkali dimaknai sbg akhir dari hidup setiap org yg terjd secara normal, tapi ternyata ada cara kematian yg memuliakan Tuhan, spt yg Petrus alami.

Petrus mati dengan posisi disalib terbalik di Roma pd masa pemerintahan Nero, mati dgn status sbg martir dlm pemberitaan Injil, satu kehormatan karena itu adalah pilihan Tuhan bagi hidup seseorg. Ternyata bukan saja ttg bgmna hidup kita memuliakan Tuhan, tapi jg bgmna kematian kita jg bs memuliakan Dia. Apa itu kematian yg memuliakan Tuhan? Ini bs dimaknai dgn banyak penafsiran, contoh yg bs kita temui adalah bgmna seseorg demi keselamatan nyawa org lain berani memberi atau mengorbankan nyawanya, bs jg dalam pengertian mati sbg martir Kristus, dan yang umumnya adalah mati dlm keadaan sebagai org Kristen yang beriman teguh, sampai mati tetap beriman pd Kristus. Biasanya saat kita menghadiri ibadah penghiburan, ada cerita atau kesaksian dr anggota keluarga maupun rekan dr almarhum/ah ttg bgmna kebaikan, keteladanan dan hal-hal positif yang terlihat selama masih hidup.

Mazmur 116:15 KJV
Precious in the sight of the LORD is the death of his saints.

Satu lagi ttg kematian yg berharga, kematian dr para org kudus-Nya, org-org yg hidup dlm kekudusan sepanjang hidupnya. Bkn berarti tdk pernah berbuat dosa, tp org berdosa yg selalu dikuduskan Tuhan dan berniat untuk hidup kudus sampai akhir hidupnya. Ada org yg berpikir selama hidup tak apa terus hidup dlm dosa, nanti saat tua atau akan mati baru bertobat, kan nanti masuk surga jg. Pikiran spt ini tentu jgn ditiru apalagi diikuti, apa yg kita buat akan diminta pertanggung jwban nanti di hadapan Tuhan. Kalau kita rindu utk nantinya kematian kita berharga di hadapan Tuhan dan manusia, wariskanlah hal-hal yg baik, teladan dan kesaksian iman pd banyak org saat nanti mereka mengenang tentang hidup kita, hiduplah dgn bijak dan takut akan Tuhan senantiasa, bukan dgn kekuatan kita sendiri, tp dgn kemampuan yg Tuhan berikan pd kita.

Biarlah hidup dan mati kita, keduanya dapat memuliakan Tuhan dan memberkati orang lain, wariskan apa yg baik utk generasi yang berikutnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Mati Yang Memuliakan Tuhan

Cerdik Menggunakan Uang

DI 13052023

Lukas 16:8-9
Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.
Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.”

Mamon berasal dr bhsa Aram ‘mamona ‘ yg berarti kekayaan, keuntungan, rumah harta benda, jadi bukan spt bayangan kita selama ini yaitu salah satu jenis berhala.

Mamon yang tdk jujur adalah kekayaan yang diperoleh dr cara yang tidak jujur, dlm ayat 8 dijelaskan ttg kesimpulan dr perumpamaan yg Yesus sampaikan yaitu ttg kecerdikan dr org-org dunia dlm hal mencari keuntungan. Dlm ayat ini ada kata ‘sesamanya’, ini bicara ttg semua org yg hidup di dunia ini. Yg harus kita pahami adalah adanya perbedaan yang jelas antara org-org duniawi dengan org-org yg takut akan Tuhan dlm hal menjd kaya di dunia ini. Kecerdikan org-org duniawi lebih tinggi karena mereka bebas dr larangan yg Tuhan berikan pd umat-Nya dlm hal mencari kekayaan dan keuntungan dari harta. Tuhan melarang umat-Nya utk berlaku curang, tapi org duniawi bebas melakukannya. Jadi krna ada batasan-batasan yg Tuhan tetapkan utk umat-Nya maka bs dipahami kalau mereka yaitu org-org duniawi bs lebih cepat menjadi kaya dibandingkan org-org yang takut akan Tuhan. Itulah sebabnya disebut Mamon yang tdk jujur atau Mamon ketidak jujuran.

Ikatlah persahabatan dgn Mamon yang tidak jujur, ini dipahami sbg dlm hubungan antara sesama manusia, uang bs jd pengikat dalam persahabatan, jadi 2 sisi yg kita hrs mengerti adalah bhw uang bs membuat persahabatan itu langgeng, atau sebaliknya, persahabatan itu menjd longgar bahkan putus. Itulah fakta yg hrs kita pahami, dalam persahabatan, kita hrs bijak dlm hal uang, ingin trs bersahabat maka jgn permasalahkan uang, keluar uang utk menolong sahabat itu memuliakan nama Tuhan dan mgkin suatu saat kita menerima pertolongan dr orang yg kita pernah tolong, sebaliknya kalau nanti kita butuh bantuan, jgn heran kalau org lain tdk menolong karna dulu kita tdk menolong mereka saat susah, nasib tdk ada yg tahu ke depannya, jangan kita sombong dan tutup mata. Jangan kita mengaku mengasihi kalau dlm hal uang, kita belum bs mengasihi menggunakan uang, JD mgkinkah kita memberikan nyawa utk para sahabat kalau uang saja tdk kita pergunakan utk mengikat persahabatan?

Yohanes 15:13
Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Cerdik Menggunakan Uang

Takut Kehilangan Penghormatan

DI 12052023

Yohanes 12:42-43
Namun banyak juga di antara pemimpin yang percaya kepada-Nya, tetapi oleh karena orang-orang Farisi mereka tidak mengakuinya berterus terang, supaya mereka jangan dikucilkan.
Sebab mereka lebih suka akan kehormatan manusia dari pada kehormatan Allah.

Hidup sbg org Kristen pasti akan berurusan dgn pertentangan antara suara hati nurani dgn jalan pikiran logika, akibatnya seringkali org lebih memilih yg membuat dirinya tetap ‘aman’, sekalipun itu ‘membuang’ imannya.

Percaya pd Yesus memang membuat orang hrs berhadapan dgn resiko yg akan dialami, baik pd zaman Yesus masih di dunia hingga saat ini jg, sebagian org berani menanggung resikonya, sebagian memilih hanya percaya dlm hati, tp tdk berani mengakuinya. Apakah sikap hanya percaya dlm hati saja itu cukup? Mari kita lihat ayat ini:

Lukas 12:8
Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.

Roma 10:10
Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Sebuah pengakuan dibutuhkan supaya org mengetahui kepada siapa iman kita tertuju, dan di hadapan Tuhan, org yg mengakui Dia sbg Tuhan, dia akan diselamatkan, tp mgkin di hadapan manusia, orang ini akan dianiaya karena imannya pd Tuhan. Apakah kita malu mengakui jatidiri kita sbg org Kristen karena takut dgn resiko yg akan kita terima?

Org-org yg hidupnya berdasarkan kebenaran versi dirinya sendiri tentu akan sangat suka bergaul dgn org yg juga sama spt dirinya. Ini membuat orang lain yg berbeda paham dgn mereka tentunya akan dikucilkan, dianggap terlalu fanatik religius, dan bahkan dianiaya supaya menyangkal imannya pd Tuhan. Hal yg seringkali terlupakan adalah pentingnya sesama org Kristen utk memiliki komunitas yg memperkuat tali persaudaraan dg orang Kristen lainnya. Bayangkan kalau pengusaha Kristen memiliki satu komunitas bisnis yang baik satu sama lain, berapa bnyk org Kristen yg bs tertolong untuk mendapat pekerjaan, karena di bbrpa tempat mereka ditolak krna identitas mrka sbg org Kristen. Apapun yang terjadi atas diri kita, jgn sampai malu untuk mengakui identitas kita sbg org Kristen, krna kalau malu mengakui, mgkin di dunia kita bs dihormati bnyk org, dipuji-puji, tapi nanti bila berhadapan dgn pengadilan Tuhan, kira tdk diakui dan tdk tercatat nama kita dlm Kitab Kehidupan, artinya masuk neraka.

Pengakuan kita sbg org Kristen dilihat oleh Tuhan dari surga, jadi jgn menyangkali iman kita demi apapun juga, ingatlah bhw tujuan akhir kita adalah kekekalan di surga.

Posted in Renungan | Comments Off on Takut Kehilangan Penghormatan

Berbuat Baik Untuk Tuhan

DI 11052023

Yohanes 12:3, 7-8
Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
Maka kata Yesus: “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.
Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.”

Mana yg lebih berguna: berbuat baik untuk 1 org atau utk banyak org? Logika inilah yang sering dipakai utk menggiring pikiran orang banyak ke arah yang justru kurang tepat.

Kita hrs paham bhw saat itu Yesus dianggap masih sbg manusia biasa saja, karena Yesus blm mati, bangkit dan naik ke surga, jd yang dikatakan oleh Yudas Iskariot mgkin benar secara logika, namun salah jika dilihat dari sudut pandang yg lain. Menolong org miskin itu suatu perbuatan baik, mulia, namun kita jgn lupa bhw kita jg hrs berbuat baik setiap hari utk Tuhan. Ini berarti harus ada bagian dr harta kita yg disisihkan utk menolong org miskin, tp di sisi lain hrs jg disisihkan untuk Tuhan. Wujudnya bs dalam bentuk beragam persembahan yg diatur dlm Alkitab, dan hal ini harus berjalan beriringan bersama-sama. Kalau ada pendapat bhw persembahan utk Tuhan boleh digunakan utk menolong orang lain, apakah itu benar? Jelas sekali di dalam ayat ini, Yesus membela apa yg Maria telah perbuat pd diri-Nya, dan ini bisa kita maknai sbg satu kesimpulan: apa yg utk Tuhan, jgn diberikan pd manusia. Apa alasannya?

Pikirkan baik-baik, semulia apapun manusia, tetap tdi bs disejajarkan dgn Tuhan, apakah itu orgtua kita, leluhur kita, pemimpin rohani kita, dan bahkan pemimpin di negara kita ini. Manusia hanyalah ciptaan, Tuhan ialah Sang Pencipta, jd sudah beda derajatnya. Adalah sebuah penghinaan bagi Tuhan jika apa yg harusnya adalah hak-Nya Tuhan malah kita berikan pd manusia. Pandangan ini mungkin terlihat ekstrim, tp itulah kesimpulan yg bisa kita dapatkan dr kisah Maria meminyaki kaki Yesus ini. Jd persembahan utk Tuhan tetap hrs dipersembahkan utk Tuhan, tidak boleh diberikan pd manusia sekalipun alasannya utk menolong org yg membutuhkan. Kalau harta kita terbatas untuk menolong org lain, Tuhan punya banyak cara utk menolong org itu, jgn berpikir hanya kitalah satu-satunya yg hanya bs menolong, sombong sekali pikiran semacam itu, atau kita ingin dipuji karena sudah berbuat baik?

Yang untuk Tuhan, jgn diberikan utk manusia dgn alasan apapun, atur dgn baik sehingga kita bs tetap memberi pd Tuhan dan bisa jg menolong org yg membutuhkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Berbuat Baik Untuk Tuhan

Kalau Belum Waktunya

DI 10052023

Yohanes 8:59 ILT3
Oleh karena itu mereka memungut batu-batu supaya mereka dapat melemparkannya kepada-Nya. Namun YESHUA bersembunyi dan keluar dari bait suci sambil berjalan menerobos di antara mereka, dan begitulah Dia berlalu.

Perkataan Yesus seringkali membuat orang yang mendengarnya bingung dan dinilai sbg satu kata hujatan terhadap Tuhan, hal ini bs dihukum dgn rajam batu hingga mati.

Kisah matinya Stefanus yg berbicara tentang Tuhan dlm Kisah Para Rasul 7 menjd contoh apa yg mgkin terjd pada Yesus dlm ayat ini, mati dirajam. Yg Yesus lakukan adalah Dia bersembunyi keluar dr kerumunan. Ini beda dgn saat Dia akan ditangkap utk diadili dan kemudian disalibkan, Yesus tdk melawan & memang membiarkan diri-Nya ditangkap dg mudah. Yesus tahu bahwa waktu-Nya belum tiba dlm ayat ini sehingga Dia tdk ingin saat itu diri-Nya ditangkap. Belum waktunya, hal inilah yg hrs bs menjd penilaian kita tentang sesuatu, kita hrs tahu ‘kapan waktunya’, dan ini butuh pemikiran dan pertimbangan yang matang. Kpn waktunya untuk memulai, kpn waktunya utk terus berjalan, berlari, berhenti sejenak, kpn waktunya utk mengakhiri, kpn waktunya utk berkata ya atau tidak, dan yg paling penting adalah kita harus tahu kapan waktunya untuk mempersiapkan diri ketika hampir tiba waktunya utk kembali pd Tuhan.

Menjd bijak tdk cukup hanya bermodalkan pengalaman yg kita miliki, ingatlah bhw dlm dunia ini ada kata ‘tidak selalu’, artinya yang dulu pernah terjd, belum tentu akan terulang dgn hasil yg sama. Pengalaman tidak dapat menghasilkan rumusan yg bs diterapkan utk masa kini dan masa depan. Kesombongan akan kesuksesan masa lalu adalah awal dari sebuah kejatuhan yg dalam, kita dibuat jadi tdk waspada dan mengandalkan kekuatan kita sendiri. Kesuksesan bs menggiring org untuk terlalu percaya diri dan meninggalkan iman dan percayanya pd kedaulatan Tuhan. Pentingnya utk tahu ‘kapan waktunya’ menjd satu peringatan bagi kita utk bersikap tegas dan mengambil keputusan dan tindakan yg tepat. Kesadaran bhw Tuhan Mahatahu dan karenanya kita hrs lebih percaya pd apa kata Tuhan drpd kemampuan logika kita, jangan melangkah sebelum bertanya pd Tuhan dan menemukan jwban Tuhan yg benar.

Kapan waktunya, ini satu hal yg perlu untuk kita tahu, sehingga kita bs terhindar dr hal yg seharusnya tdk perlu terjadi, dan apa yg kita rencanakan bs berhasil.

Posted in Renungan | Comments Off on Kalau Belum Waktunya

Memanfaatkan Dosa Orang Lain

DI 09052023

Yohanes 8:3, 6 ILT3
Dan para ahli kitab dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang wanita yang telah tertangkap basah dalam perzinaan. Dan setelah menyuruhnya berdiri di tengah-tengah,
Adapun mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka dapat mempersalahkan-Nya. Tetapi sambil membungkuk YESHUA menulis di tanah dengan jari-Nya, seakan tidak memedulikannya.

Perlukah membawa perempuan yg berzinah ini pd Yesus? Bukankah sdh ada hukum yg jelas ttg perzinahan? Di sinilah kita melihat bhw dosa org lain bs dipakai utk tujuan yang menguntungkan seseorg.

Kita tentu tahu istilah ‘panjat sosial’ yg lebih dikenal sbg pansos, seseorg memakai satu isu atau peristiwa utk menaikkan citra diri & supaya namanya dikenal. Misalnya ada satu tokoh masyarakat yg berbuat kesalahan, org lain akan mengomentari dan menyinggung si tokoh ini supaya suasana jadi ‘panas’, lalu menjd bahan perbincangan masyarakat. Yg terjd nantinya adalah si org ini namanya jadi terkenal, diundang stasiun TV dan mendapat keuntungan dr endorse ataupun adsense dr iklan yg muncul di akun medsosnya. Org lain yg punya kasus, dia yg jd terkenal dan dapat banyak uang, terkenal sbg org kepo dan cari ribut sana sini. Dlm kisah dlm ayat ini, sudah jelas bhw kalau kedapatan berzinah, hukum dgn dirajam batu hingga mati, tdk perlu utk Yesus yg ikut menghukumnya, tapi itulah yg terjadi saat itu, para ahli Taurat & org Farisi melakukan ‘pansos’ dgn menjebak Yesus di situasi yg sulit, tujuannya supaya org banyak tidak lagi menjd pengikut ajaran Yesus krna dulunya org banyak itu adalah org yg selalu mendengar pengajaran ahli Taurat & orang Farisi, istilahnya merasa tersaingi.

Tapi mereka melakukan pansos yg akhirnya gagal total dan justru membuat mrka malu & kemudian pergi satu persatu. Salah target yg berakhir dgn makin org mengagumi Yesus. Perempuan itu akhirnya dibiarkan pergi, dia diampuni dosanya dan tdk dihukum. Di sini kita pahami bhw ada 2 aspek dr dosa yang dilakukan yaitu butuh pengampunan dosa & menerima hukumannya. Jadi ada kondisi yg dosanya diampuni tp hukuman tetap harus diterima dan dijalankan, tp ada jg yg seperti perempuan ini, dosanya diampuni dan tidak dihukum. Semua berdasarkan perhitungan Tuhan, apakah hukuman perlu tetap diberi, atau tidak, seandainya tetap diberikan, harus bersyukur karena dosanya diampuni, tdk lagi diperhitungkan oleh Tuhan. Anggaplah kita terima hukuman sbg bagian dr disiplin yang keras, tujuannya baik utk kira. Yang penting adalah jangan berbuat dosa lagi, lebih kuat dlm penguasaan diri.

Jgn pansos dgn keadaan yg sedang org lain hadapi, tapi belajarlah dari apa yang org lain sedang alami, doakan dan tetap jaga hati di dlm segala kewaspadaan.

Posted in Renungan | Comments Off on Memanfaatkan Dosa Orang Lain