Pembenci itu Pembohong

DI 25042023

Amsal 10:18
Siapa menyembunyikan kebencian, dusta bibirnya; siapa mengumpat adalah orang bebal.

Ini suatu rumus yg disimpulkan oleh penulis amsal ini yaitu org yg menyimpan kebencian akan menjadi seorang pembohong, memiliki bibir dusta.

Kalau dibalik, apakah pembohong itu orang yg menyimpan kebencian? Mgkin yg harus kita perhatikan adalah apakah berbohong itu sama dgn berbibir dusta? Sebagian org akan berkata bahwa dusta dan bohong itu sama, karena tidak mengatakan sesuatu yg benar, tapi berbibir dusta itu diartikan spt karakter yg melekat pada diri seseorg, spt pemarah, cuek, dsbnya. Orang mgkin bisa berbohong sesekali, tapi kalau dia mau menjaga ucapan dgn benar, di lain waktu dia akan berkata yg jujur. Org yg menyimpan kebencian pasti dia sdh melakukannya berminggu-minggu atau bahkan bertahun-tahun, di depan bnyk org, dia bs terlihat org yg sangat ramah, pandai bergaul, namun ketika bertemu dgn orang yg dia benci, kadang emosinya tampak muncul di raut wajahnya, tp ada yg bs bersandiwara karena pny suatu rencana jahat membalas dendam pd org itu, senyum di bibir tp di hati sangat sinis.

Org yg menyimpan kebencian dlm waktu yg lama, dia jg mengalami kesulitan di dalam membangun hubungan dgn Tuhan. Bgmna sikapnya ketika Tuhan ingatkan firman untuk mengampuni org yg bersalah kepadanya? Ini suatu hal yg membuat seseorg menjd orang yg munafik, tetap ibadah, memuji Tuhan, tapi hatinya penuh kebencian. Di mulut bicara ttg kasih tp hatinya menyimpan kebencian. Org spt ini bukanlah tergolong berbibir dusta di hadapan Tuhan? Menyembah Tuhan tp tidak mau taat pd firman-Nya. Bilang iya tp tidak dilakukan, kalau ini dibiarkan terus menerus terjd, maka org ini akan menjd org munafik yg akut, sulit utk bertobat dan bs menjd org yang akhirnya melawan Tuhan dan murtad. Hati-hati dgn hidup kita, jgn simpan hal-hal yg bs merusak hidup kita, kebencian itu bs lama kelamaan dinikmati dan dianggap sbg sesuatu yg normal. Buanglah kebencian dan bereskan masalah yg ada.

Hidup dikuasai kebencian sangat membuat kita tdk nyaman, kebencian bs menjadi satu benih dr kemunafikan, hidup kita menjd batu sandungan utk org lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Pembenci itu Pembohong

Berharap Boleh, Tapi ..

DI 24042023

Amsal 10:28
Harapan orang benar akan menjadi sukacita, tetapi harapan orang fasik menjadi sia-sia.

Harapan yg menjd kenyataan, itulah sukacita yg diinginkan oleh semua org, namun hal itu ada syarat dan ketentuannya, yaitu jika hidup benar di hadapan Tuhan.

Utk memahami hal ini maka kita perlu untuk berpikir secara realistis, org yang beragama atau tdk beragama, punya kesempatan yang sama supaya harapannya menjd kenyataan. Realita jg membuktikan bhw tdk semua yang diharapkan oleh org beragama itu bs menjd kenyataan. Asalkan punya banyak uang, org bs saja mewujudkan harapannya, punya org yg bs jadi koneksi atau backing, harapan bs saja menjd kenyataan. Jadi di sini kita harus sadar bhw dlm batas tertentu, uang banyak itu cukup utk bs mewujudkan harapan kita utk menjd kenyataan. Nah, yg uang tdk bisa wujudkan, di sinilah peran kuasa lain yg kita kenal dgn kuasa supranatural diperlukan, utk org non Kristen mgkin mengandalkan kuasa dr tuhan atau dewa yg mereka sembah, bagi kalangan lain ada yg percaya pd paranormal hingga kuasa gelap. Bagi kita yg Kristen, kita percaya pd kuasa Tuhan Yesus Kristus, dan ini dilakukan dgn cara hidup sbg org benar.

Kita masih hidup di dunia, ada 2 pihak yang sangat berperan penting dlm hidup kita, sisi jasmani kita sangat memerlukan uang untuk menunjang kehidupan, uang jg bs digunakan utk menghibur jiwa kita. Jadi uang harus kita pandang sbg berkat Tuhan yg dipercayakan pd kita utk dikelola dan dinikmati, sumber dr berkat itu tentu adalah Tuhan. Utk hal yang bs dilakukan dgn uang, Tuhan tdk perlu utk turun tangan, tp utk hal yg supranatural, spt mujizat, kesembuhan, peperangan rohani, itu hanya kuasa Tuhan saja yg sanggup untuk melakukannya. Harapan yg menjd sukacita itu terjadi ketika Tuhan bekerja dalam hidup org benar, org yg hidup mengikuti aturan dan firman Tuhan, tdk melanggar apa yg dilarang oleh Tuhan dan tetap menjaga iman percaya bhw janji Tuhan itu ya dan amin, Dia tdk lalai utk menggenapi firman-Nya. Tapi bagi orang Kristen yg hidupnya tdk benar, harapan bisa menjd sebuah dukacita, tdk dikabulkan oleh Tuhan, jalan untuk mewujudkannya ditutup oleh Tuhan, semuanya gagal.

Wujudkan harapan dgn hidup benar sesuai dgn firman Tuhan, meskipun bnyk halangan dan rintangan, akhir dari semuanya adalah sukacita di dalam Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Berharap Boleh, Tapi ..

Tuhan Yang Menentukan

DI 21042023

Amsal 16:9
Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya.

Apa maksud dr ayat ini? Apakah berarti jika hati seseorg merancangkan yg jahat lalu dia berbuat jahat, itu karena Tuhan menentukan langkahnya utk berbuat jahat?

Pikiran spt itu tentu tidak benar, karena dlm diri Tuhan tdk ada satu kejahatanpun, tidak mungkin Tuhan menentukan seseorg untuk berbuat yg jahat. Jd bgmna kita memaknai ayat di atas? Kata menentukan arah dalam bahasa Inggrisnya menggunakan kata yang kita kenal dlm dunia perfilman yaitu ‘direct’ yang biasa diterjemahkan dgn ‘disutradarai’, jg dlm posisi sebuah perusahaan : direktur. Kalau bs kita sederhanakan artinya menjadi ini : diarahkan supaya bisa berjalan dengan baik. Sutradara mengarahkan para pemain film supaya berakting maksimal, jg memberi instruksi ke bagian cameraman, lighting, dan team yg ada, supaya menghasilkan scene yg bagus dan bs memicu emosi waktu ditonton oleh org banyak. Direktur dlm perusahaan jg berfungsi sbg org yg memantau berjalannya kinerja di perusahaan itu, memberi arahan & memastikan semua karyawan dan petinggi perusahaan bisa membawa perusahaan ke arah yg lebih maju dan menghasilkan bnyk keuntungan.

Tuhan menentukan arah langkah, berarti Dia ikut berperan dlm setiap perencanaan yang kita buat, bahkan Dia akan membatalkannya jika itu akan merugikan kita. Contoh kisah dl Alkitab adalah bgmna Abigail, istri Nabal, yg mendatangi Daud spya jgn menyerang kota itu karena sifat Nabal yang dinilai menghina Daud : Lalu berkatalah Daud kepada Abigail: “Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang mengutus engkau menemui aku pada hari ini; Tetapi demi TUHAN, Allah Israel yang hidup, yang mencegah aku dari pada berbuat jahat kepadamu — jika engkau tadinya tidak segera datang menemui aku, pasti tidak akan ada seorang laki-laki pun tinggal hidup pada Nabal sampai fajar menyingsing.” (1 Samuel 25:32,34). Inilah yg membuat kita hrs bersyukur pd Tuhan saat apa yg kita rencanakan ternyata digagalkan oleh Tuhan, ternyata itu demi kebaikan kita di masa depan.

Tuhan menentukan arah langkah umat-Nya, Dia ingin kita selalu mengalami keadaan yg baik dan penuh damai sejahtera, percayakan seluruh perencanaan kita pada kehendak Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Yang Menentukan

Jeli Menilai Situasi

DI 20042023

2 Samuel 16:3-4
Kemudian bertanyalah raja: “Di manakah anak tuanmu?” Jawab Ziba kepada raja: “Ia ada di Yerusalem, sebab katanya: Pada hari ini kaum Israel akan mengembalikan kepadaku kerajaan ayahku.”
Lalu berkatalah raja kepada Ziba: “Kalau begitu, kepunyaanmulah segala kepunyaan Mefiboset.” Kata Ziba: “Aku tunduk! Biarlah kiranya aku tetap mendapat kasih di matamu, ya tuanku raja.”

Ziba adalah pelayan Mefiboset, cucu dr Saul, anak dr Yonatan, saat Daud lari dr kudeta yg Absalom lakukan, Ziba tetap menunjukkan kesetiaannya pd Daud walaupun Mefiboset mulai berpikir utk kembali berkuasa.

Pd akhirnya Daud menang, Mefiboset takut dan berusaha menyakinkan Daud bhw Ziba telah memfitnahnya dgn berita bohong. Apa yg Daud lakukan kemudian adalah membagi ladang Mefiboset sebagian utk Ziba, namun krna takut, Mefiboset berkata biarlah semua ladang diserahkan pd Ziba (2 Samuel 19:20). Menurut perhitungan politik, Daud sdh lari & pasti kalah, tp ternyata Daudlah yg kembali menduduki tahta kerajaan, Ziba mengambil keputusan yg tepat walaupun secara politik, pilihannya tetap setia pd Daud itu sesuatu yg kelihatannya tdk masuk akal. Di sini kita bisa belajar dr Ziba, tentukanlah pilihan yg tepat, sekalipun menurut perhitungan tertentu yg kita pilih itu kelihatannya salah dan bodoh. Ziba pasti paham bhw Daud terpilih menjadi raja menggantikan Saul itu adalah atas satu ketentuan Tuhan, Tuhanlah yg menentukan siapa yg layak duduk sbg raja atas Israel.

Kita jg belajar dr hidup Absalom, posisinya sbg anak raja tentu sangat baik, namun krna dia berambisi utk menjd raja dgn cara yang salah, memberontak dr Daud, ayahnya sndri, semua justru berakhir dgn kematiannya yang mengenaskan. Di satu sisi ini memang suatu penggenapan dari apa yg Tuhan katakan ttg keluarga Daud yg tdk akan lepas dr ‘pedang’, tapi di sisi lain, pikiran utk menjd yang lebih itu justru sebuah pikiran yg jahat. Kita diajar utk punya visi dan impian, berharaplah yang setinggi-tingginya, kejar itu dan jadilah yang terbaik, tp kita lupa bhw setiap org diberikan Tuhan ‘jatah’ yang sesuai dgn kapasitasnya, artinya tdk semua org harus jadi nomor 1, tp nomor 2 pun itu sudah baik. Yusuf, Daniel, Ester, Mordekhai, adalah contoh org-org yg bukan raja, hanya penguasa tinggi, tp peran mereka sangat besar dlm sejarah org Israel pd zaman mereka. Kalau Tuhan tdk memberi kita jatah menjd orang nomor 1, walau kita berusaha spt apapun, semua akan berakhir spt Absalom, digagalkan Tuhan.

Pilihlah apa yg benar tdk hanya berdasar pd logika dan perhitungan hikmat manusia, tapi pilihlah sesuai dgn sudut pandang Tuhan, yg kita pilih nantinya pasti tepat.

Posted in Renungan | Comments Off on Jeli Menilai Situasi

Diam Yang Menyeramkan

DI 19042023

2 Samuel 13:22 ILT3
Namun Absalom tidak berbicara tentang yang baik maupun yang buruk dengan Amnon, karena Absalom membenci Amnon, karena dia telah merendahkan Tamar, saudaranya.

Org pendiam belum tentu org yg pemalu, ini yg hrs kita pahami karena bagi sebagian org, diam itu awal dari sebuah perencanaan yang tidak ingin ‘dicium baunya’ sehingga si target tidak menyadari sesuatu yg buruk akan dia alami.

Dendam Absalom karena adik kandungnya telah diperkosa oleh Amnon, sdr tirinya, telah membuat dia sangat marah dan berencana utk membalas dendam dgn merencanakan sebuah skenario pembunuhan, dan rencana ini akhirnya terjadi 2 tahun setelah peristiwa itu. Diamnya Absalom ini mgkin jg krna dia kecewa pd ayahnya, Daud, yg telah tahu ttg peristiwa Tamar tapi tdk memberi hukuman pd Amnon, hanya marah tp tdk menghukum, dan jg agaknya Amnon cukup disayangi oleh Daud krna pd saat Absalom meminta Daud utk Amnon ikut pergi dengannya, Daud agak berat utk memenuhi permintaan itu. Ketidak adilan memang bs membuat seseorg menjd dendam dan akhirnya memberontak, kecewa karna tdk dibela dan malah membela orang yg melakukan kesalahan. Absalom yg tetap memilih utk diam, pada akhirnya meluapkan dendamnya dgn membunuh Amnon setelah menunggu 2 tahun lamanya.

Org yg diam belum tentu adalah org yg tulus hati dan pemaaf, ini yg hrs kita ingat. Orang seringkali berkata lebih baik memaafkan org lain drpd menyimpan dendam krna itu malah akan menyakiti dirinya sendiri, tp perkataan spt itu hrs disertai dgn menghukum org yang bersalah. Tuhan marah karna Daud berdosa, Daud menyesal dan memang diampuni, tapi hukuman akibat dosanya itu tetap berlaku & kita bs membaca bgmna keluarga Daud tdk terlepas dari ‘pedang’, artinya saling bunuh. Org yg memaafkan jg perlu diperlakukan dg adil, diberi apa yg menjd haknya, diganti apa yg jd kerugiannya shga dendamnya bs lepas dr hatinya. Org yg salah dimaafkan tapi tidak dihukum kesalahannya akan membuat dia meremehkan pengampunan yang dia terima. Jgn memaksa org utk mengampuni, karena mengampuni itu hrs dari hati, bukan sekedar ucapan bibir, pengampunan yg dipaksakan itu tidak sah di mata Tuhan, dan terkadang justru membuat dendam semakin membara.

Org yang sengaja diam lebih menyeramkan drpd org yg meluapkan emosinya langsung saat peristiwa sedang terjd, suatu saat akan ‘meledak’ dan merusak semua hal-hal yang baik dan bs menuntut korban nyawa.

Posted in Renungan | Comments Off on Diam Yang Menyeramkan

Kebencian Berbalut Cinta

DI 18042023

2 Samuel 13:14-15 ILT3
Namun dia tidak mau mendengarkan perkataannya. Dan Amnon lebih kuat daripada Tamar, lalu ia merendahkannya, serta berbaring dengannya.
Dan Amnon membencinya, dengan suatu kebencian yang sangat besar, sehingga rasa bencinya terhadap Tamar lebih besar daripada rasa cinta kepadanya. Dan Amnon berkata kepadanya, “Bangunlah dan pergilah!”

Cinta, nafsu dan kebencian kadang sulit utk dibedakan, spt dlm kisah Amnon dan Tamar, setelah memaksa Tamar yg adalah saudara tirinya sendiri (satu ayah lain ibu) utk tidur bersama, yg muncul ternyata kebencian.

Dlm dunia pengobatan, bbrpa obat utk anak kecil biasanya diberi rasa tambahan, istilah yg dipakai adalah ‘disalut gula’ bagian luar dr obat ditambah rasa manis supaya rasa pahit dr obatnya sendiri tdk langsung terasa pada saat meminum obatnya. Manis di luar, pahit di dlm, itulah gambaran perasaan Amnon pd Tamar, awalnya ditunjukkan rasa suka tetapi ternyata itu hanya luarnya saja, di dlmnya itu ternyata ada rasa benci. Bisa saja awalnya adalah rasa suka dan cinta, tp karena sebab sesuatu, di samping rasa cinta, mulai timbul rasa benci yg semakin hari semakin besar. Agaknya Amnon bukan hanya sekedar nafsu saja, tp perkosaan itu dia lakukan pd Tamar sbg suatu balas dendam atau sesuatu yang pastinya merusak masa depan Tamar krna saat itu gadis yang hilang keperawanannya sblum menikah akan dihukum. Di sinilah yg hrs kita waspadai: org yg tampaknya begitu menyayangi kita, mengagumi kita, bisa jadi sebenarnya org itu membenci kita dan pny niat jahat yg tersembunyi.

Org yang berakting itu sedang memerankan satu tokoh yg bukan dirinya sendiri, tentu ini beda jika kehidupan org itu sengaja dibuat film biografinya atau dokumenter, bs jadi dia memerankan dirinya sendiri. Menjd bkn diri sendiri itu butuh kemampuan akting yg luar biasa sehingga org yg melihatnya terhanyut dlm karakter tokoh yg diperankannya. Jujur saja, banyak org yg ‘berakting’ di sekitar kita dgn tujuan mereka masing-masing. Mereka yg dgn segala upaya mendekati kita demi bs mendapatkan rasa percaya kita, biasanya itu sangat baik pada kita di awalnya, kelihatan sempurna di mata kita, bahkan bisa menipu kita sehingga kita menjadikan mereka orang kepercayaan kita, soulmate kita, dsbnya. Tp suatu saat mereka akan membuka ‘topeng’ di saat mereka sdh mendapatkan apa yang jadi tujuan mereka dan kita merasa tertipu & merasa bodoh, dan ini sangat menyakitkan hati tentunya.

Masih ada org yg selalu tulus pd kita, namun jgn terlena karena ada org yg bisa berakting begitu tulus tapi kemudian menjalankan akal bulusnya untuk berbuat jahat terhadap kita, berhati-hatilah!

Posted in Renungan | Comments Off on Kebencian Berbalut Cinta

Apakah Diberkati Tuhan?

DI 17042023

2 Samuel 12:14
Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista TUHAN, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati.”

Anak yg lahir bagi Daud dr Batsyeba yg dulu adalah istri Uria akhirnya mati sesuai dg apa yg Tuhan telah katakan, dan ini menjd suatu pelajaran yg bs kita ambil hikmahnya.

Suatu saat seorg teman bertanya pada saya: bagaimana dr sudut pandang Alkitab kalau harta yg didapat itu dr bekerja di tempat yg usahanya ‘tidak benar atau ilegal’? Tentu hal ini butuh penjelasan yg lumayan detail spya jwbannya itu sesuai dgn sudut pandang yg bersumber dr Alkitab. Kita lihat dulu apa yg Daud alami, anaknya dr Batsyeba mati krna kena hukuman dr Tuhan. Lho, anaknya kan tdk berdosa, kenapa mati? Kenapa bukan si Daud saja yg mati? Ada 2 pandangan yang berbeda ttg anak yg baru dilahirkan: tanpa dosa, dan ada yg berpandangan sdh punya dosa keturunan dr orgtuanya. Anak yg lahir dr tindakan jahat, itu tdk Tuhan berkati, beda dgn anak kedua yg kemudian lahir: Salomo, dia dikasihi Tuhan. Daud membunuh Uria agar bs mengambil Batsyeba menjd istrinya. Jadi ada hutang darah sehingga darah anak Daud dr Batsyeba itu menjd gantinya. Di sini kita dapat teorinya: yang didapat dg cara yg salah maka tidak akan diberkati Tuhan.

Jadi jwban dr pertanyaan di atas dijwb dgn teori yg kita dapatkan: harta yg didapat dari cara yg salah, sudah pasti tdk diberkati oleh Tuhan. Apa itu cara yg salah? Cara yg tidak sesuai dgn apa yang Tuhan tentukan melalui Alkitab, dan cara yang dilarang oleh negara. Gaji yg didapat dr bekerja di tempat usaha yg menjalankan suatu usaha yg tidak sesuai dgn ajaran Alkitab, yg dilarang negara, tidak akan diberkati Tuhan walaupun kita bekerja tidak terlibat langsung dlm praktek usaha itu namun ingat bhw gaji yg kita terima berasal dr keuntungan yg diperoleh dr usaha itu. Kita hrs lihat sumber dr mana harta kita berasal, walaupun jumlahnya sangat menggiurkan, tapi bgmna pandangan Tuhan terhadap itu jg perlu kita pertimbangkan. Ingin cepat jadi kaya, hidup mewah dan dikagumi bnyk org, menjd alasan org nekad utk melakukan apa yg salah dan ilegal, bekerja di tempat yang usahanya salah dan ilegal jg menjd pilihan bagi mereka yg ingin cepat kaya.

Tuhan ingin kita kaya dgn tetap hidup dalam damai sejahtera dan tenteram. Jangan kita ikuti pendapat org yg menyarankan agar kita memakai cara yg salah demi mendapatkan bnyk uang dlm waktu cepat.

Posted in Renungan | Comments Off on Apakah Diberkati Tuhan?

Kaya Karena Tuhan

DI 15042023

Amsal 10:22 KJV
The blessing of the LORD, it maketh rich, and he addeth no sorrow with it.

Berkat Tuhan, itu yang membuat kaya, dan Dia tidak menambahi penderitaan dengannya.

Org yang religius atau tidak, keduanya punya kesempatan yg sama utk menjd kaya, ada yg dengan kerja keras, ada jg yg karena campur tangan Tuhan.

Kalau kita bandingkan 2 produk sejenis tapi berasal dr 2 produsen yg berbeda, pasti bisa kita temui perbedaan di antara keduanya. Bs kita contohkan spt kecap A dan kecap B, kita bs temukan perbedaan komposisi bahan yg dikandung di dalamnya, itulah yg membuat rasa keduanya berbeda walau sama-sama kecap. Kalau begitu, apa bedanya org kaya karena diberkati Tuhan dgn orang kaya dari hasil kerja keras? Dari ayat ini kita bisa lihat bhw org yg menjd kaya karena diberkati oleh Tuhan bs menikmati kekayaannya tanpa ada penderitaan di dalamnya. Kata penderitaan dlm ayat ini adalah ‘etseb’ yang berarti a hurt (sebuah luka/tersakiti), pain (rasa sakit) dan toil (kerja keras). Ini mengingatkan kita pada peristiwa kejatuhan manusia dlm dosa, satu dr sekian dampak dosa itu adalah manusia akan makan dlm kerja keras & penderitaan, artinya tdk mudah utk mencari makan. Jadi org yg menjd kaya karena berkat Tuhan akan mengalami kemudahan dlm mencari harta & bs menikmatinya tanpa ada penderitaan.

Kita tentu tahu bhw org yg mendapat harta dgn mengandalkan diri sendiri maupun dgn bantuan kuasa gelap, seringkali berakhir dgn tragis, hartanya habis untuk berobat atau hal yg bs menguras harta dgn begitu cepat. Hal ini spt kita mengisi air pd ember yabg bocor, bs penuh tp kemudian makin berkurang dan kemudian air dlm ember ini menjd kosong. Ini bkn ttg siapa yg paling kaya, tapi siapa yg bs menikmati hasil kerja kerasnya dg damai sejahtera dlm hidupnya. Tuhan ingin semua anak-anak-Nya menikmati hidup berlimpah dan penuh damai sejahtera, namun ini tentu butuh ketaatan, integritas & rasa takut akan Tuhan dlm kehidupan org percaya. Orang yg ingin cepat kaya biasanya bahagia di awal tp kemudian berakhir dlm penderitaan. Tuhan ingin hati kita tdk terikat pd harta, tp terarah pd Dia, harta hanyalah sebagian wujud dari berkat Tuhan, ada lagi wujud berkat yg nilai dan manfaatnya jauh melebihi harta.

Yang penting bukan siapa yg paling kaya, tp siapa yg bs menikmati hidup dlm keadaan penuh damai sejahtera dan berkelimpahan, karena berkat Tuhan yg menjadikan kaya.

Posted in Renungan | Comments Off on Kaya Karena Tuhan

Bukan Memaksa Untuk Percaya

DI 14042023

Kisah Para Rasul 17:32-33
Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata: “Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu.”
Lalu Paulus pergi meninggalkan mereka.

Menginjil itu memberitakan kabar baik bhw Yesus sudah mati dan bangkit, menang atas maut dan menyelesaikan permasalahan atas dosa manusia.

Jadi menginjil itu hanya memberitakan, bkn memaksa org utk menjd Kristen. Bnyk orang salah berpikir shga takut utk menginjil karna tolak ukur kesuksesan penginjilannya keliru, kalau org diinjili tp tdk mau jd Kristen, maka dinilai usaha penginjilannya gagal. Pikiran yg spt inilah yg membuat orang banyak berpikir bahwa penginjilan hanya bisa dilakukan oleh mereka yg menguasai pengetahuan Alkitab, fasih berdialog dan berdebat, dsbnya. Kalau jemaat yg awam cuma diharapkan bantuan dlm bentuk dukungan dana utk penginjilan, tentu hal ini kurang tepat. Penginjilan itu bisa dilakukan oleh semua org Kristen, baik oleh para penginjil, hamba Tuhan, atau jemaat yg rindu terlibat dlm penginjilan. Dlm ayat yang kita baca jelas terlihat bahwa Paulus hanya memberitakan, kalau yg mendengar tdk mau percaya, ya sudah, tinggalkan saja, biar Roh Kudus yg bekerja dlm hati dan pikiran orang yg sdh mendengar ttg Injil.

Apakah menginjil seseorg hanya 1x saja? Di dlm bbrpa kasus, tdk cukup 1x saja, karena mgkin sekarang menolak, tp suatu hari bisa saja mau percaya dan menyerahkan diri pd Tuhan. Injili saja tp tetap jgn memaksa, dgn cara yg penuh kasih. Apakah perlu berdebat atau tidak, tergantung situasinya. Kalau yg berdebat adalah org yg kurang begitu paham ttg Alkitab, sebaiknya jgn berdebat, biasanya berdebat itu cuma masalah menang-kalah yang hanya memuaskan nafsu berdebatnya. Penginjilan jg bs dilakukan di mana saja, yg paling sederhana adalah bersaksi ttg apa yg kita alami bersama Tuhan, mgkin kita telah mengalami kesembuhan dr Tuhan, diberkati Tuhan dgn sesuatu, dsbnya. Ceritakan yang memuliakan nama Tuhan, ini penginjilan yg paling mudah kita lakukan. Respon org yang mendengar pasti beragam, yang penting niat kita tulus, supaya org lain dikuatkan dengan kesaksian kita dan yg belum percaya menjd semakin tahu siapa itu Tuhan Yesus yg kita sembah.

Ceritakan ttg Tuhan di setiap kesempatan yg kita punya, selebihnya Roh Kudus yg bekerja dan membuat org berbalik kepada Tuhan, ini yg perlu kita tahu dan lakukan.

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Memaksa Untuk Percaya

Mengikuti Alurnya Tuhan

DI 13042023

Matius 15:27-28
Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.”
Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Iman harus disertai perbuatan, tapi dalam ayat ini iman hrs disertai dg cara berpikir yg menyesuaikan dgn alur yg Tuhan ingin kita untuk mengikutinya.

Ibu ini seorg Siro Fenisia, bkn org Yahudi, ingin anaknya yg kerasukan itu dibebaskan dr roh jahat, kesempatan dtg saat Yesus ada di sekitar tempat itu. Awalnya Yesus tdk memperdulikan dia, namun karena ibu ini tetap dgn permintaannya, Yesus mulai utk berurusan dgn dia, cara-Nya berbeda kali ini yaitu dgn menguji cara berpikir ibu ini dgn menyinggung ttg statusnya sebagai org non Yahudi dan diilustrasikan seperti anjing, sementara org Israel diilustrasikan spt anak-anak. Kalau kita di posisi ibu itu, kita mgkin bs marah dan kecewa, manusia dikatai ‘anjing’, suatu penghinaan yg tidak patut diucapkan oleh seorg nabi terkenal di zaman itu spt Yesus. Tapi ibu ini sabar dan tdk marah, dia ikuti alur pikiran Yesus shga jawaban yg dia berikan itu berkenan di hadapan Tuhan dan dia menerima suatu mujizat bhw anaknya saat itu jg langsung disembuhkan dr jarak jauh.

Kita terbiasa terpaku dgn ajaran bhw iman hrs disertai dgn perbuatan, utk beberapa hal tentu ini memang tepat, tp perbuatan iman perlu ditopang dgn perkataan yg satu arah dg pikiran Tuhan. Banyak org beriman dgn cara yg ekstrim, pokoknya imani saja, doakan terus, puasa total, deklarasi ayat Alkitab, dsbnya, tanpa sadar itu mirip dgn cara org yg minta pertolongan pada kuasa gelap, dikasih syaratnya, dipenuhi, pasti nanti terima hasilnya. Nanti ketika semua cara yg katanya tindakan iman itu dipakai tp tdk menghasilkan apa-apa, Tuhan yang disalahkan. Tindakan iman itu bkn ritual, tp sesuatu yang memang lebih dulu Tuhan minta utk kita lakukan. Contoh kisah ibu dlm ayat ini mengingatkan kita bhw ikuti alurnya yg Tuhan mau, maka kita akan bs melihat hasilnya sesuai dgn yg diinginkan.

Berprofetik itu hrs seimbang antara iman, perbuatan dan perkataan, ditopang dengan dasar firman Tuhan yg benar, kalau tidak, itu akan menjd suatu ritual yg tidak akan pernah menghasilkan apa-apa.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengikuti Alurnya Tuhan