Jangan Asal Menafsirkan Ayat

DI 12042023

Ayub 3:25
Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.

Khotbah atau renungan jangan langsung kita aminkan sekalipun yg menyampaikannya itu seorg yg terkenal dan jago berkhotbah, ingat bhw kita hrs menguji segala sesuatu.

Ayat ini sering dikhotbahkan ketika topik yg dibahas itu tentang iman shga salah tafsir & ujungnya membodohi pendengarnya, karna kita hrs paham kenapa Ayub berkata spt itu. Bahaya sekali asal mencomot ayat demi bs menghubungkan topik khotbah dgn tafsiran yg ada di kepala. Mari kita lihat bukti dalam Alkitab ttg latar belakang ayat ini, kembali pd Ayub pasal 1 ttg bgmna kehidupan 10 anak Ayub, lihat ayat ini:

Ayub 1:5
Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.” Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.

Kekuatiran Ayub adalah ketika anak-anaknya sedang berpesta, mgkin ada hal-hal jahat yg tanpa sadar mereka lakukan, termasuk hal yg jahat di mata Tuhan, kalau ini tdk diatasi dgn mempersembahkan korban pada Tuhan dan menguduskan mereka, Ayub kuatir nanti murka Tuhan turun, sesuatu yg buruk terjadi menimpa mereka. Ini terbukti ketika 10 anak Ayub mati bersamaan dgn cara yg tragis. Jd apa yg Ayub takutkan, ternyata benar-benar terjadi, ini penjelasannya.

Kalau kita dlm posisi Ayub, mgkin kita akan berpikir: sudah 2 musibah yg datang, apakah akan ada musibah yg ketiga? Manusiawi apa yg Ayub pikirkan, rohaninya tergoncang krna meskipun dia hidup saleh, benar, namun dia mengalami 2 musibah yg berat, apa berguna hidup benar di hadapan Tuhan? Harusnya ini semua tdk boleh terjadi, apakah ganjaran dr hidup benar adalah musibah demi musibah yg sulih berganti datang? Hal yg hrs disadari adalah sekalipun kita sdh hidup benar, akan tetap ada masalah dan musibah dlm hidup kita:

Mazmur 34:19
Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;

Yesaya 50:10
Siapa di antaramu yang takut akan TUHAN dan mendengarkan suara hamba-Nya? Jika ia hidup dalam kegelapan dan tidak ada cahaya bersinar baginya, baiklah ia percaya kepada nama TUHAN dan bersandar kepada Allahnya!

Kemalangan org benar itu banyak, org yang takut akan Tuhan suatu saat bisa ada dalam situasi yg ‘gelap’, inilah fakta sebenarnya yg harus dikaitkan dgn iman, bukan asal comot ayat tanpa penelusuran historisnya. Beriman atau tidak, apa yg buruk bs datang tiba-tiba, apakah itu sebagai sebuah ujian dari Tuhan, atau sebagai wujud murka Tuhan, atau juga itu serangan dr kuasa gelap, dll. Lalu apakah gunanya hidup benar dan takut pada Tuhan? Ini tergantung perhitungan Tuhan terhadap hidup kita masing-masing, tiap orang akan menerima upah yg berbeda dr Tuhan sesuai dgn apa yg diperbuat tiap org.

Biasakan kritis dalam merenungkan firman Tuhan dalam bentuk khotbah atau renungan apapun, termasuk renungan ini, jgn menjadi bodoh dan tersesat karena penafsiran ayat yg asal saja.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Asal Menafsirkan Ayat

Persepuluhan, Wajibkah?

DI 11042023

Maleakhi 3:10
Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Bbrpa tahun terakhir muncul fenomena ada bbrpa denominasi gereja yang berpendapat bhw persepuluhan itu tidak wajib lagi untuk diterapkan pada zaman sekarang ini.

Alasan yg banyak dipakai adalah :

  1. Orang Kristen tdk berpedoman pd Taurat.
    Memang bagi sebagian orang Kristen tidak berpedoman pd Taurat, ini berlaku utk orang Kristen yg non Yahudi, pertama kali diatur di:

Kisah Para Rasul 15:19-20
Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah,
tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah.

Kalau org Yahudi dulu beribadah di Bait Suci, maka org Kristen beribadah di gereja, semua dipahami sbg Rumah Tuhan. Ini yg jd alasan knpa gereja mempraktekkan persepuluhan.

Bagi orang Yahudi Mesianik, org Yahudi yg percaya bahwa Yesus Kristus adalah Mesias dan Tuhan, mereka tetap berpedoman pada kitab Taurat, karena kitab Taurat tdk pernah dibatalkan oleh Tuhan, namun tentu dengan penyesuaian dgn pengajaran yang ada dlm Perjanjian Baru.

  1. Di Israel sdh tidak ada persepuluhan.
    Ini hrs dipahami karena mereka tidak punya Bait Suci lagi, itu sebabnya mereka tidak lagi mempersembahkan korban hewan dan juga persepuluhan. Ingat bahwa kalau nanti Bait Suci ketiga dibangun lagi, akan kembali ada korban bakaran hewan, ada para imam yang menyelenggarakannya, dan persepuluhan itu pasti akan dipraktekkan lagi karena ada Bait Suci lagi.
  2. Denominasi gereja tertentu terlalu sangat menekankan persepuluhan.
    Tentang ini memang tergantung pada aturan masing-masing gereja, kalau tidak nyaman, ya pindah gereja saja yg sejalan dengan apa yg Anda pikir benar ttg persepuluhan, jangan melarang org lain mengembalikan apa yang ialah milik Tuhan. Realita memang ada saja penyalah gunaan dlm pengelolaan uang dlm gereja, tp tetap ada jg gereja yang mengelola keuangan dgn benar.
  3. Jemaat yang sedang kesulitan keuangan malah ‘dipaksa’ tetap persepuluhan.
    Logikanya mudah: kalau ada pemasukan ya berarti 1/10 harus disisihkan, kalau tdk ada pemasukan ya bebas dari kewajiban. Gereja hanya mengingatkan, tdk boleh memaksa.
  4. Persepuluhan boleh diberikan untuk orang yg lebih membutuhkan uang.
    Dari sudut pandang logika memang Tuhan tdk butuh uang kita, membahagiakan orang tua atau menolong org yg kesusahan itu kan sesuatu yg baik bahkan mulia. Ingat ayat ini:

Matius 22:21
Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

Berikan sesuai dengan yg menjadi hak yang menerima: persepuluhan utk Tuhan, berkat berupa uang utk orgtua dan jg utk menolong mereka yg kesusahan.

Praktekanlah sesuai dengan apa yang Anda yakini, kalau Anda yakin persepuluhan tidak lagi perlu dipraktekkan lagi di zaman ini, ya lakukan saja, kalau org lain yakin bahwa hal persepuluhan masih relevan dipraktekkan di zaman sekarang, biarkan mereka lakukan dg nyaman, ikuti saja aturan yg berlaku di mana gereja tempat kita berjemaat. Setiap apa yg kita perbuat, nanti hrs dipertanggung jwbkan di hadapan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Persepuluhan, Wajibkah?

Rasa Kasihan Yang Berlebihan

DI 10042023

Ayub 3:1-3
Sesudah itu Ayub membuka mulutnya dan mengutuki hari kelahirannya.
Maka berbicaralah Ayub:
“Biarlah hilang lenyap hari kelahiranku dan malam yang mengatakan: Seorang anak laki-laki telah ada dalam kandungan.

Utk memahami kisah Ayub, jgn melewatkan detail-detail kecil informasi yg ada karena bs membuat kita salah memahami dan gagal di dlm mengambil pelajaran dr hidup Ayub.

Benarkah Ayub kehilangan semua hartanya? Kalau kita baca dgn teliti, Ayub masih punya rumah yg dia tinggali krna yg hancur adalah rumah dr anak sulungnya (Ayub 1:18-19). Jd Ayub masih punya rumah dan harta yg ada di dalamnya, rumah orang sekaya Ayub pasti hartanya banyak dan itu tidak rusak. Tp Ayub kehilangan banyak harta dan 10 anaknya yg mati dlm sekejap. Kehilangan keturunan di saat usia tdk muda lagi tentu suatu musibah yg melebihi kehilangan semua harta, tp Ayub tdk berdosa karena lidahnya. Jadi jelas bila seseorg kehilangan keturunannya, harta tdk lagi dapat menghiburnya. Maka seharusnya jika kita kehilangan banyak harta, tidak perlu sampai marah-marah pd Tuhan, harta masih bs dicari, tp anak yg sudah mati, bagaimana cara mengembalikannya? Meskipun Ayub di saat itu kehilangan semua anak-anaknya, dia jg tidak berdosa pada Tuhan dan jelas Tuhan akui itu sbg sesuatu yg berkenan bagi-Nya.

Lalu apa yg membuat Ayub akhirnya dengan pedih hati mengumpat dan mengutuki hari kelahirannya? Dia berpikir lebih baik dia tdk dilahirkan dan hidup drpd harus mengalami semua penderitaan. Ujian kedua yaitu Ayub mengalami sakit yg ‘tanggung’, artinya sakit tp tdk membuat dia mati, tp penyakitnya itu sangat membuatnya menderita, ingat bahwa Tuhan berpesan pd iblis utk tidak mengusik nyawa Ayub. Ujian inipun Ayub masih lulus & iblis pun berhenti mencobai Ayub. Penyebab yg sesungguhnya adalah ketika 3 sahabat dr Ayub datang menjenguknya dan sengaja ikut meratap dgn Ayub. 7 hari 7 malam mereka berempat duduk-duduk tanpa bicara hingga Ayub memulai perkataannya dgn ayat yang kita bc di atas. Mereka bukannya berusaha utk menguatkan Ayub, tp menunjukkan rasa kasihan. Org yang sedang sedih dan berduka makin dibuat sedih ketika ada org lain yang kasihan kepadanya, di sinilah pikiran Ayub mulai bergeser, yg awalnya masih bs dengan besar hati menerima semua yg terjadi, pada akhirnya pikirannya lebih ke arah manusiawi, bukan rohani. Manusiawi berkata marah itu wajar karena merasa diperlakukan tidak adil oleh Tuhan, dan nenilai hidup ini tdk berarti lagi. Ada batas manusiawi yg wajar, tapi jika berlebihan, itu membahayakan rohani kita.

Jgn mengajak berdebat dgn org yg sedang menderita, jgn terlalu berlebihan dalam hal menunjukkan rasa kasihan, yang diperlukan adalah nasehat yang berpihak pd yg rohani, bkn yg manusiawi.

Posted in Renungan | Comments Off on Rasa Kasihan Yang Berlebihan

Mengasihi itu Perintah

DI 08042023

Yohanes 15:17
Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”

Banyak org mgkin berpikir bahwa mengasihi itu sebuah pilihan, terserah siapa yang ingin dikasihi dan siapa yg tidak, itulah sebabnya ada sebagian org yg hidup dgn rasa dendam dan kebencian.

Knpa hrs ada perintah utk saling mengasihi? Dlm semua jenis hubungan atau relasi pasti ada kemungkinan munculnya konflik dan jg pertengkaran yang dampaknya bs merusak hubungan baik yg telah terjalin sekian lama. Manusia ada waktunya khilaf, tidak sengaja mengeluarkan perkataan yg salah atau yang menyakiti perasaan org lain, terkadang ada pihak luar yang berusaha utk mengacaukan hubungan dlm personal maupun kelompok. Ini bs kita lihat saat iblis berusaha membuat hubungan manusia dgn Tuhan menjd rusak dgn membuat manusia terpisah dari Tuhan karena dosa, Adam dan Hawa terusir keluar dr Taman Eden. Akibatnya jelas bhw mereka hidup dlm keadaan yg tdk lg intim dgn Tuhan seperti saat belum berdosa, hingga kita lihat pada zaman Nuh, manusia begitu jahatnya di mata Tuhan sehingga Tuhan menghukum dgn air bah dan hanya menyisakan 8 orang saja yg selamat yaitu keluarga Nuh.

Reaksi Tuhan terhadap manusia yg berdosa ialah tetap mengasihi dan berusaha untuk memberikan solusi bgmna manusia bisa dpt terbebas dari belenggu dosa. Kita baru saja memperingati kematian Yesus, bukti kasih Tuhan yg sangat besar bagi seluruh manusia shga manusia bisa selamat dan tdk binasa. Kasih menutupi semua pelanggaran (Amsal 10:12), artinya setiap ada dosa, bs diampuni sehingga hubungan manusia dgn Tuhan dpt terus berjalan dgn baik. Inilah jg yang harus kita praktekkan di dalam hubungan kita dgn sesama yaitu saling mengampuni ketika ada yg berbuat dosa terhadap kita, dan juga kita minta maaf jika kita yg berbuat salah. Tetap menjaga keharmonisan dalam kebersamaan sehingga kasih itu bukan sekedar teori yang indah dan ideal, tp menjd sebuah ikatan yg menyatukan kita dgn sdr seiman, tidak ada celah bagi iblis utk merusak hubungan kita dgn Tuhan dan sesama.

Kasihilah satu dengan yg lainnya, inilah satu perintah Tuhan bagi kita semua, dan jangan kita melanggar perintah ini, tp lakukanlah dg segenap hati.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengasihi itu Perintah

Melihat Raut Wajah

DI 06042023

Kejadian 31:2
Lagi kelihatan kepada Yakub dari muka Laban, bahwa Laban tidak lagi seperti yang sudah-sudah kepadanya.

Apa yg org lain pikirkan bs sedikit tergambar dr raut wajahnya, demikian jg dgn perasaan seseorg, bs sedikit terlihat dr raut wajahnya sekalipun bbrpa org sangat pandai dlm hal menyembunyikan perasaan dan pikirannya shga tdk terlihat dr raut wajahnya.

Yakub tahu bhw Laban yg adalah mertuanya mulai berubah sikap terhadapnya, ini mgkin karena dlm ayat sblumnya dikatakan bahwa anak-anak Laban berkata bhw Yakub telah mengambil seluruh harta ayah mereka untuk memperkaya diri sendiri, dan mungkin Laban terpengaruh oleh omongan itu. Konflik dlm keluarga memang sering terjd akibat urusan harta, kali ini Yakub hrs berhadapan dengan mertua dan ipar-iparnya, apalagi Yakub saat itu tinggal di rumah mertuanya. Bbrpa orang pasti pernah mengalami suka duka tinggal di rumah mertua, serumah dgn ipar-iparnya. Kalau bertemu dgn mertua dan ipar yg baik maka suasana rumah spt surga, namun jika mertua dan ipar bersikap jahat, suasananya mirip spt neraka. Memang lebih nyaman utk tinggal di rumah sendiri apalagi kalau sudah memiliki anak, hidup mandiri lebih dihormati drpd masih menumpang hidup, dan memang jauh lebih baik tdk ada pihak ketiga yang ikut campur dlm kehidupan sebuah pernikahan.

Apakah kita jg pandai melihat raut wajah org lain? Misalnya ketika org lain sdg tidak ingin bicara terlalu lama, atau org itu ingin kita utk segera cepat pulang karena dia masih bnyk hal yg hrs dikerjakan di rumah, kita hrs peka dan paham dgn ‘bahasa isyarat’ dan ‘bahasa tubuh’ org lain. Demi sopan santun, org lain mgkin sungkan utk langsung menyampaikan sesuatu pd kita, jd dipakailah isyarat tertentu yg dia harapkan kita bs menangkapnya. Jgn kita terlalu asyik dgn diri kita sendiri, jangan merasa bhw kita pasti disukai org lain walau mereka berkata: “Anggap saja spt di rumah sendiri.” Kadang keramahan itu sesuatu yang hanya berupa perkataan saja, sekedar basa basi supaya kelihatan sopan, dan kita harus bs menyikapinya dgn bijak. Belajar utk peka dan mengatur kata-kata yg ingin diucapkan agar tdk menyinggung perasaan org lain dan kita masih dinilai sbg org yg ramah & sopan.

Bijaklah saat menilai raut wajah org lain, jgn bodoh, karena komunikasi yg rusak sangat merugikan dlm suatu hubungan, belajar utk peka dan tetap tunjukkan keramahan.

Posted in Renungan | Comments Off on Melihat Raut Wajah

Apakah Tuhan itu Ada?

DI 05042023

Yesaya 38:7
Inilah yang akan menjadi tanda bagimu dari TUHAN, bahwa TUHAN akan melakukan apa yang telah dijanjikan-Nya:

Bukan saja org atheis dan non Kristen yang mengajukan pertanyaan ini, org Kristen yang bahkan sudah puluhan tahun bs bertanya ttg hal yg sama di saat mengalami masalah.

Kalau Tuhan ada, knpa ini dibiarkan terjadi? Kenapa Dia diam? Kenapa keadaan semakin buruk dan tanpa pengharapan? Pertanyaan spt ini kelihatannya keluar dr mulut org yang tdk punya iman, tp jgn berpikir spt itu karena kalau kita sendiri yg nanti mengalami hal yg sulit dan keadaan yg tdk baik, mgkin kita jg menanyakan hal yg sama. Adalah misteri yg hanya Tuhan tahu jawabannya ketika Tuhan melakukan atau bersikap sesuatu yang tidak biasanya shga membuat kita bingung, putus asa dan berpikir bhw Tuhan tdk mengasihi kita lagi. Mari kita lihat kasus Lea dan Rahel, kedua istri Yakub, Lea tdk cantik tp rahimnya subur sedangkan Rahel sangat cantik tapi mandul. Coba kita renungkan ayat ini: Lalu ingatlah Allah akan Rahel; Allah mendengarkan permohonannya serta membuka kandungannya (Kejadian 30:22). Tuhan baru mengingat Rahel setelah Lea melahirkan 6 anak laki-laki dan 1 anak perempuan bagi Yakub. Baru ingat? Berarti ‘lupa’? Tuhan koq lupa?

Ini ibarat orgtua yg mengantar anaknya pergi sekolah, di tengah jalan baru ingat ada anak yg ketinggalan. Menurut pendapat manusia, Tuhan melupakan Rahel, tp sebenarnya Dia tidak melupakan Rahel, semua ada dlm satu perencanaan Tuhan yg sempurna shga utk bbrpa saat, Tuhan mendiamkan Rahel yang pasti terus berdoa dan memohon pd Tuhan. Kalau seandainya Rahel melahirkan Yusuf berbarengan dgn Lea melahirkan juga, maka umur Yusuf saat di peristiwa dlm kamar istri Potifar pasti jauh lebih tua dan mgkin tidak lagi memancing nafsu lagi, dan mungkin tdk akan terjadi Yusuf difitnah lalu dia dipenjara, tidak ada peristiwa dia dipanggil dr penjara untuk mengartikan mimpi Firaun, tidak ada peristiwa dia diangkat jadi org ke-2 di Mesir. Kita yg hidup di zaman sekarang bs paham ttg ini, tapi Rahel waktu itu mgkin berpikiran bhw Tuhan pilih kasih dan melupakan dia.

Mgkin kita sedang bertanya apakah Tuhan itu ada? Dia tdk lupa akan janji-Nya, namun kita yg hrs sabar menantikan rencana Tuhan mulai digenapi dlm hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Apakah Tuhan itu Ada?

Mengapa Tuhan Tidak Mencegah?

DI 04042023

Kejadian 4:7 ILT3
Jika engkau berbuat baik, tidakkah akan menengadah? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, di depan pintu ada dosa dan keinginannya yang mengintai terhadap kamu, tetapi engkau harus berkuasa atasnya!”

Topik ini memang sensitif dan pasti banyak sudut pandang yg berbeda, apa yg ada dlm tulisan ini mgkin berbeda dg apa yang Anda yakini sbg apa yg benar.

Hal yg sulit dipahami ialah mengapa Tuhan tidak mencegah manusia utk berbuat dosa? Kenapa Tuhan tdk mengusir ular dari Taman Eden supaya tdk bs menggoda Hawa? Knpa Tuhan tidak terima saja persembahan Kain sehingga Kain tdk marah dan akhirnya punya niat membunuh Habel? Kan Tuhan tahu jika nantinya manusia bisa jatuh dlm dosa? Jika saat itu dicegah, mgkin Yesus tdk perlu mati utk menebus dosa manusia, tdk perlu setiap manusia mengalami penderitaan akibat dari dosanya, itu kan jauh lebih baik. Orangtua yg baik saja pasti berusaha mencegah saat dia melihat anaknya akan melakukan sesuatu yg dampaknya tdk baik. Apakah benar sengaja Tuhan biarkan manusia itu berdosa? Karena kita ini bukan Tuhan, memang sulit utk dapat memahami pikiran Tuhan, tp mari kita coba utk memahaminya dari sudut pandang yang positif dan sesuai dgn kebenaran Tuhan.

Manusia diciptakan setelah ciptaan yg lain telah ada, dan ini yang Tuhan berikan yaitu : tanggung jawab. Manusia diberikan otoritas atas ciptaan yg lainnya namun semuanya itu hrs dilakukan dgn penuh tanggung jawab. Ini terlihat dr adanya peraturan ttg larangan utk makan buah pohon yg ada di tengah Taman Eden yaitu buah dr pohon pengetahuan baik dan jahat (Kej 2:17). Ada otoritas tapi diberi aturan yg wujudnya larangan. Jd pilihannya ada di tangan manusia itu sendiri, Tuhan itu hanya mengingatkan dan memberi isyarat awal berupa peringatan spt yg Dia lakukan pd Kain dlm ayat di atas. Ini jg yg diterapkan dlm parenting yaitu mempercayai anak utk melakukan sesuatu tp hrs bertanggung jwb utk apa yabg dilakukan, apakah itu ketaatan atau justru pembangkangan, akan ada upah dr setiap perbuatan. Bukankah pengadilan Tuhan jg nanti akan kita semua alami untuk mengadili semua perbuatan yg kita lakukan sepanjang hidup di dunia?

Kalau saja Tuhan selalu mencegah kita utk berbuat dosa, kita pasti tdk akan pernah pny rasa takut pd Tuhan, karena kita berpikir bhw Tuhan terlalu menyayangi kita dan mengikuti apa yg kita mau, tp Tuhan tdklah demikian.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengapa Tuhan Tidak Mencegah?

Hari Yang Diberkati

DI 03042023

Keluaran 20:11
Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Hari Sabat adalah hari ke-7 dr tiap Minggu, dan hari pertama tiap minggunya dimulai dr hari Minggu, bukan hari Senin, dan hr Sabat ternyata hari yg khusus diberkati Tuhan.

6 hari bekerja dan 1 hari perhentian, inilah pola yang diberikan Tuhan dlm siklus hidup manusia, ada hari perhentian khusus yang di dalamnya ada berkat Tuhan. Ada 2 hal yang Tuhan lakukan ttg hr Sabat: Dia memberkati hari Sabat dan menguduskannya. Diberkati dan dikuduskan. Suatu hari diberkati artinya hari itu menjd hari yg baik, beristirahat dan berhenti melakukan pekerjaan apapun. Hal ini mengingatkan kita bhw perlu mengingat ttg keseimbangan dlm kehidupan, ada saat utk bekerja, mengusahakan hidup kita agar sekarang dan ke depannya akan mengalami keadaan yang baik, kalau tidak bekerja maka masa depan menjd suram dan kekurangan. Di 6 hari bekerja ini waktu lebih banyak kita berikan utk kepentingan hidup kita di dunia ini, waktu untuk Tuhan hanya sekian persen dari keseluruhan waktu yg ada, untuk itulah Tuhan membuat hukum ttg hari Sabat, hari yg khusus lebih banyak mengisi waktu untuk hubungan kita dgn Tuhan.

Mungkin ada pertanyaan yg mengusik kita: mengapa org Kristen tdk beribadah di hari Sabat, kenapa justru di hari pertama yaitu hari Minggu? Sabat itu hari ke-7, yaitu hari Sabtu, ada sebagian gereja yg ibadahnya di hari Sabtu, bukan Minggu, sebagian besar gereja beribadah di hari Minggu, hari ke-1 dr tiap minggunya. Alasan yang biasa dipakai adalah karena hari Minggu adalah hari yang ketiga setelah Yesus mati. Karena itulah hr kematian Yesus Kristus selalu dirayakan pd hari Jumat yg kita peringati : Jumat Agung, Jumat-Sabtu-Minggu, di hari Minggu, Yesus bangkit dr kematian. Sedikit informasi bhw penanggalan Yahudi saat itu memang hari kematian Yesus itu sblum hr Sabar, hr Sabtu, yaitu hari Jumat, tp karena hitungan jumlah harinya berbeda dgn kalender Masehi, hari kematian Yesus tdk selalu jatuh di hr Jumat, sedangkan kalender Masehi selalu merujuk pd hari Jumatnya. Utk mengingat bhw hari kebangkitan Yesus jatuh pd hr Minggu, maka ibadah org Kristen dilakukan di hari Minggu. Alasan lainnya karena dlm kalender Masehi, hari Minggu adalah hari libur, org Kristen bs beribadah dgn tenang karena hari libur.

Bagaimana dgn ‘Sabat’ kita? Adakah waktu khusus dgn Tuhan yg lebih banyak dan juga berkualitas dg Tuhan? Ingat bhw ada berkat di hari ‘Sabat’ itu.

Posted in Renungan | Comments Off on Hari Yang Diberkati

Akibat Perbuatan

DI 01042023

1 Raja-raja 11:11-12
Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Salomo: “Oleh karena begitu kelakuanmu, yakni engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari padamu dan akan memberikannya kepada hambamu.
Hanya, pada waktu hidupmu ini Aku belum mau melakukannya oleh karena Daud, ayahmu; dari tangan anakmulah Aku akan mengoyakkannya.

Hitung-hitungan Tuhan atas perbuatan yang kita lakukan ternyata melihat dr apa yg telah orgtua kita lakukan, ini terlihat dr kasus raja Salomo yg jatuh dalam dosa penyembahan berhala.

Ketaatan Salomo sekian tahun tetap Tuhan perhitungkan walaupun kemudian Salomo melanggar perjanjiannya dgn Tuhan karena Dia adil, namun dosa tetap hrs mendapatkan hukuman dr Tuhan, perjanjian bhw kerajaan Israel tetap akan menjd hak milik keturunan Daud akhirnya dibatalkan Tuhan, sejarah yg mencatat bhw nasib kerajaan Israel akhirnya sangat mengenaskan. Begitu berkenannya Daud di mata Tuhan, membuat Dia menunda langsung menghukum Salomo, barulah saat masa pemerintahan anaknya, kerajaan Israel terpecah dua dan pd akhirnya menjd bangsa yg dijajah dan ditawan bangsa lain. Kita hrs ingat bhw yg kita perbuat akan berpengaruh pd nasib keturunan kita berikutnya: anak dan cucu kita, apalagi kalau melakukan dosa yg menyakiti hati Tuhan: menyembah berhala, akibat hukuman Tuhan akan terasa hingga keturunan keempat (Keluaran 20:5) karena dosa ini dianggap sbg wujud kebencian pd Tuhan.

Daud berhasil mewariskan nasib baik pada Salomo, namun Salomo gagal mewariskan nasib baik bagi keturunannya. Nasib baik yg kita nikmati skrg ini bs jadi adalah dampak dari hidup benarnya orgtua kita di hadapan Tuhan, apalagi kalau kita sadar bhw sudah melakukan dosa besar. Tuhan menunda utk langsung menghukum kita karena hidup dari orgtua kita yg berkenan pd Tuhan. Hati-hati jgn sampai berpikir bhw Tuhan diam & dosa kita tdk langsung berdampak, lihat nantinya bgmna nasib anak cucu kita. Dosa hrs cepat dibereskan, bertobat & minta pengampunan dr Tuhan supaya nasib anak cucu kita nanti tetap baik. Jgn sampai murka Tuhan terus menyala dan menuntut pembalasan, pasti kita yg hancur hidupnya. Pertimbangkan dgn benar-benar ketika ingin melakukan sesuatu, kalau itu perbuatan yg mengarah pada dosa, jgn kita lakukan, ingat bhw anak cucu kita jg akan menanggung akibatnya kelak.

Wariskan nasib baik utk anak cucu kita dgn cara hidup benar di hadapan Tuhan, jadilah teladan dlm cara hidup kita, jgn sembrono dlm melakukan apapun jg.

Posted in Renungan | Comments Off on Akibat Perbuatan

Demi Kelancaran

DI 31032023

Kisah Para Rasul 16:3
Paulus menginginkan orang ini pergi bersamanya. Dan sesudah mengambilnya, dia menyunatkannya karena orang-orang Yahudi yang ada di tempat itu, sebab mereka semua mengenal ayahnya, bahwa dia seorang Yunani.

Timotius akhirnya disunat walaupun itu bkn suatu keharusan, karena bagi mereka yang non Yahudi dan percaya pd Injil, tdk wajib utk disunat.

Demi kelancaran, inilah alasan mengapa kita pd akhirnya melakukan sesuatu yg sbnarnya bukan suatu keharusan, tp bagi pihak lain itu adalah sesuatu yang wajib. Timotius disunat supaya nantinya dia bs melayani dgn leluasa di kalangan org Yahudi yg percaya pada Injil. Istilahnya ialah menghormati ‘kearifan lokal’ supaya tdk menimbulkan hal-hal yg negatif & tdk diinginkan. Selama hal itu masih normal dan tdk bertentangan dgn kebenaran firman Tuhan, itu boleh dilakukan. Namun kalau hal itu sdh berhubungan dgn ritual keagamaan yg di luar Kristen, maka jgn dilakukan karena akan membuat Tuhan murka dan dianggap sbg tindakan penyembahan berhala. Kasus penyunatan Timotius itu masih dalam batas wajar dan sunat memang baik utk kesehatan bagi yg melakukannya. Jadi pertimbangkan dgn bijak ketika ingin melakukan sesuatu yg sebenarnya tdk wajib tp dilakukan demi satu alasan yg baik.

Ini berbeda dgn membuat pihak lain senang karena bs saja org melanggar firman Tuhan demi menyenangkan org lain. Contoh dalam Alkitab adalah karena cintanya pd para istri yg dia miliki, raja Salomo akhirnya ikut juga menyembah berhala yg disembah oleh para istrinya itu (1 Raja-Raja 11). Jadi ingat bhw ada batasannya, bukan semuanya boleh utk dilakukan demi alasan kelancaran, ingat bhw setiap pelanggaran yang kita lakukan, suatu saat akan kita terima akibatnya, belum lagi ditambah dgn ditariknya perkenanan Tuhan dr hidup kita, lihatlah apa yg terjd pd bangsa Israel karena dosa yg raja Salomo buat, itu sangat memprihatinkan. Menghormati orang lain bukan berarti hrs mengikuti cara hidup mereka, tetap utamakan Tuhan di atas yang lainnya, pertimbangkan sebelum melakukan sesuatu: Tuhan berkenan atau tidak? Jangan sampai kita disenangi manusia tapi ditolak oleh Tuhan. Hidup mewah di dunia tp masuk neraka, mau?

Tetap usahakan perdamaian dgn orang lain, tp bkn berarti bablas dlm bertoleransi, ingat bahwa ada Tuhan yang melihat dan menilai semua yg kita perbuat.

Posted in Renungan | Comments Off on Demi Kelancaran