Dua Kepentingan

DI 12032022

Filipi 1:23-24
Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus — itu memang jauh lebih baik;
tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu.

Kalau ditanya apakah seandainya meninggal hari ini, apakah kita sudah siap? Pasti banyak alasan yg kita kemukakan utk menjawabnya dgn kata ‘tidak’, salah satunya mgkin karena ada anak-anak kita yg masih perlu diurus.

Keadaan pandemi ini membuat bbrpa orang menjd putus asa dan berniat untuk lebih baik segera meninggalkan dunia ini krna keadaan yg semakin buruk dan menekan hidupnya. Ini sdkit berbeda dgn alasan rasul Paulus di dlm suratnya kepada jemaat Filipi, satu sisi sudah siap jika waktunya telah tiba untuk meninggal tapi diapun masih punya sdkit keperluan utk masih tetap membangun iman jemaat Filipi. Hidup atau mati, baginya adalah pelayanan hidupnya utk Tuhan. Dlm bbrpa kesempatan melayani org yg tdk lama akan meninggal, bs diambil kesimpulan bhw ada org yg blm siap utk meninggal krna masih ada ‘beban’ yg dia khawatirkan jika seandainya dia meninggal. Ada yg kuatir dg nasib anak yg blm menikah, ada yg kuatir bgmna dgn dosa-dosanya yang belum beres, sehingga saat meninggal, raut wajahnya kelihatan ‘tegang’, jd memang tiap org ingin jika meninggal nanti, semua urusan di dunia ini beres dan siap utk bertemu dgn Tuhan ketika dibawa ‘pulang’ nantinya, damai terlihat dr raut wajahnya, tersenyum spt org yg sedang tidur.

Hidup yg terasa makin berat dan keadaan tdk mendukung kita utk bahagia, kehilangan arah dan tujuan hidup, membuat sebagian org tdk lagi bergairah menjalani hidup ini. Mati selagi hidup, depresi sehingga masuk dlm ‘dunia’ yg dia ciptakan sndri dlm alam pikirannya, walau tubuhnya masih di dunia ini, tapi pikiran dan jiwanya sdh masuk ke ‘dunia versinya sndri’. Kita pasti menemukan org-org itu ada dekat kita, mgkin itu teman kerja yg dulu, klien kita, atau mgkin kerabat kita sndri. Kita hrs bantu mereka untuk pulih, minimal dgn mendoakan mrka setiap harinya. Jarang bertemu dan jg bersosial, membuat org nyaman dgn ‘dunia’ yg ada dlm pikirannya, tdk lg bs membedakan mana dunia yg nyata dgn dunia hasil pikiran sendiri, lebih suka menyendiri dan asyik dgn khayalan dan tanpa sadar dia tdk peduli lagi merawat diri dan tdk butuh bersosial dgn org lain. Bila iblis mengambil kesempatan ini, dia akan mendorong org spt ini bisa mendengar ‘suara-suara lain’ yg pd akhirnya merusak jiwa dan nentalnya hingga berakhir dg melakukan bunuh diri.

Kalau kita dlm keadaan baik di masa sulit ini, jgn egois, lihatlah mrka yg sedang berjuang mempertahankan hidupnya dr tekanan yang begitu besar akibat pandemi ini, kalau bisa utk menolong, berikan pertolongan, doakan dan berikan mereka perhatian dan penghiburan.

Posted in Renungan | Comments Off on Dua Kepentingan

Menderita Demi Kristus

DI 11032022

Filipi 1:29
Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,

Mengenal Kristus, bagi sebagian orang punya gambaran yg menyenangkan, sebagian akan mengatakan bhw saat mengenal Kristus itu adalah moment yg terindah dlm hidupnya, tp pernyataan ini nantinya bs bergeser.

Disembuhkan, mengalami mujizat, ditolong Tuhan, keluarga bahagia, finansial oke, hidup terasa indah, Kristus menjd pribadi yg paling baik yg pernah kita kenal. Tapi ketika saatnya tiba utk Tuhan mendewasakan kita, melatih iman kita, mulailah hal-hal yg tdk kita sangka itu mulai terjd. Ini spt cuaca cerah yg tiba-tiba berubah menjd mendung dan kemudian turun hujan badai yg besar. Sesuatu yg tdk pernah kita persiapkan utk dihadapi, banyak hal yang Tuhan ‘ambil’ dlm hidup kita, kemapanan kita mulai terganggu, kesehatan kita tidak stabil, dan masih bnyk lagi. Penderitaan krna proses pendewasaan rohani kita, membuat kita bnyk mengalami penderitaan yg membuat banyak perubahan yg mengkuatirkan, menakutkan & kita spt ada dlm sebuah jalan bercabang, yg mana yg hrs kita masuki, kita tdk tahu ujung dan akhir jalan itu kemana, apakah kegagalan ataukah kesuksesan, bgmna kalau ternyata yg kita pilih itu salah, bgmba kalau situasi ini nantinya malah memburuk, membuat kita spt terhisap oleh lumpur yang menenggelamkan kita.

Mengapa hrs menderita demi Kristus? Ini bkn hanya berkaitan dgn penginjilan, atau karena dosa yg kita perbuat, tp dlm hidup keseharian kita, predikat ‘org Kristen’ yg melekat pd diri kita sudah memancing org-org yg duniawi utk berusaha merusak hidup kita. Krna Kristen, maka kita diperlakukan berbeda, krna Kristen, karir kita dihambat, dsbnya. Selain itu, kita jg mulai memiliki sederetan ‘pantangan’ yg tidak boleh kita lakukan sbg seorg Kristen, padahal dulu kita bebas-bebas saja melakukannya & tdk merasa berdosa karenanya. Mengapa kita hrs bnyk berkorban utk kepentingan org lain!? Masih bnyk hal lain lagi yg membuat kita ini merasa setelah sekian lama menjd Kristen, justru makin bnyk penderitaan yg kita alami. Semua penderitaan yang dr Tuhan pasti pny tujuan yg hendak Dia capai dlm hidup kita. Ya, alasan inilah yg sering tdk mudah dipahami dan barulah setelah proses penderitaan ini selesai, kita baru memahami mengapa harus mengalaminya dlm hidup kita. Jadi kuncinya adalah bertahan hingga akhir.

Suka duka, inilah yg hrs kita pahami di dalam membangun hubungan yg intim dgn Tuhan, pastinya tdk melulu penderitaan, hal-hal yang indah dan baikpun akan kita alami juga.

Posted in Renungan | Comments Off on Menderita Demi Kristus

Berdoa Dengan Sukacita

DI 10032022

Filipi 1:4
Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita.

Berdoa dengan sukacita, ini bukan hal yang mudah dilakukan, apalagi dlm keadaan kita sedang bergumul dgn masalah kita. Dalam keadaan baik-baik sajapun, kita terkadang berdoa dgn suasana hati yg biasa-biasa saja.

Rasul Paulus pasti rutin mendoakan jemaat di Filipi, jemaat yg adalah hasil dr penginjilan yang dia lakukan di sana. Kita jg tahu bahwa Rasul Paulus saat menulis surat pd jemaat di Filipi, sedang dipenjarakan krna pemberitaan Injil yg dia lakukan. Tentu tdk nyaman ada di dlm penjara, menderita dan tinggal bersama dgn para tahanan lainnya. Dlm penderitaan masih tetap bs berdoa dgn sukacita, ini tidak mudah dan bahkan mgkin hanya sedikit org saja yg bs mempraktekkannya. Yang Paulus lakukan itu spt seorg petani yg setelah benih ditanam, setiap hari disiram, dirawat, dengan harapan suatu hari akan menghasilkan, akan panen dan memberi keuntungan. Jd kenapa rasul Paulus bs berdoa dgn sukacita, karena pastinya dia punya harapan bhw suatu saat nanti jemaat di Filipi akan menjadi jekaat yg hidup benar di hadapan Tuhan. Spt petani yg yakin bhw dia akan memanen dr apa yang dia tanam dan pelihara, kitapun bisa berdoa dgn sukacita saat mendoakan sesuatu.

Mengasihi jemaat di Filipi dan punya dasar utk berharap jemaat ini bs menjd jemaat yang hidup sesuai firman Tuhan, inilah yg akhirnya memotivasi rasul Paulus selalu bersukacita saat mendoakan mereka. Kitapun pasti juga demikian, mendoakan sesuatu yg kita sukai dan punya keyakinan bhw akan memperoleh hasil darinya, pasti mendoakannya dg penuh sukacita. Beda dgn berdoa dlm situasi yang ‘kepepet’ atau terdesak, kita berdoa di dalam ketegangan dan ketakutan, bahkan kita sndri tdk begitu yakin bhw doa kita akan terkabul dan memberikan hasil sesuai dgn harapan yg kita inginkan. Tp di dlm penderitaan, ketika kita yakin bhw Tuhan tetap menyertai kita, ini akan juga memampukan kita berdoa dengan sukacita, tdk dikuasai ketakutan dan tetap bs percaya pd firman dan janji Tuhan. Kalau kita kehilangan iman, maka mustahil bisa berdoa dgn sukacita dan penuh keyakinan, penting bagi kita utk memelihara sukacita dlm hati & pikiran kita, ini yg biasa kita kenal dgn tetap memelihara damai sejahtera Tuhan bertahta dan berkuasa di dlm hati dan pikiran kita.

Berdoalah dgn penuh sukacita walaupun kita sdg mengalami penderitaan dan kesusahan, jgn sampai kehilangan iman sehingga kita nantinya akan menikmati hasil dari apa yang kita harapkan dan doakan.

Posted in Renungan | Comments Off on Berdoa Dengan Sukacita

Ampuni Kalau Bertobat

DI 09032022

Lukas 17:3 KJV
Take heed to yourselves: If thy brother trespass against thee, rebuke him; and if he repent, forgive him.

Jagalah dirimu sendiri: Jika saudaramu bersalah kepadamu, tegurlah dia; dan jika dia bertobat, ampunilah dia.

Pemahaman ttg mengampuni hrs dipahami sesuai dg apa yg dimaksud oleh Tuhan, dlm ayat ini ada syarat sblum pengampunan itu kita berikan pd org yg bersalah terhadap kita.

Benarkah pola pikir yg umum diajarkan oleh bnyk org bahwa: ampuni saja org yg bersalah pd kita walaupun dia blm meminta maaf pd kita? Ini mengacu pada peristiwa Yesus saat disalibkan dan mohon pd Bapa utk memberi pengampunan bagi mrka yg menyakinkan Dia krna mrka tidak tahu apa yg mereka perbuat (Lukas 23:34). Yg hrs kita pahami Yesus itu adalah Tuhan, jadi ucapan ini berlaku antara Tuhan dgn manusia, inipun permohonan yg keputusan akhirnya ada di tangan Bapa. Lalu bgmna dg antar sesama manusia? Ucapan Yesus dlm ayat ini jelas bhw sblum memberi pengampunan hrs ada syaratnya: orang yang bersalah pd kita itu hrs kita tegur dulu, kalau bertobat maka berikan pengampunan. Jadi bgmna kalau dia mengabaikan teguran kita? Jelas bhw kita tdk bs memberi pengampunan krna tdk terpenuhinya syarat hrs didahuluinya dgn teguran dan pertobatan. Bnyk kasus yg kita dengar, tidak menegur org yg bersalah pd dia, tp dia ‘katanya’ sdh mengampuni, lho, ini justru dia melanggar firman Tuhan dlm ayat ini.

Sederhananya, tetap bangun komunikasi dgn org yg bersalah pd kita, tunjukkan kesalahan yg dia perbuat terhadap kita, lalu kita tegur, kalau dia bertobat, ampuni. Kalau dia ulangi lagi, ampuni lagi kalau dia bertobat, jd selama dia menyesal dan bertobat, dia layak terima pengampunan dr kita. Kenyataannya banyak org langsung memutus komunikasi dan lalu bicara pd Tuhan bhw sudah mengampuni org itu, jelas ini tdk sesuai dg ajaran Tuhan Yesus yg menginginkan rekonsiliasi, ada pemulihan hubungan dg diberikannya pengampunan. Jd kalau org itu blm bertobat dan mengabaikan teguran kita, yang bs kita katakan pd Tuhan adalah bhw kita selalu siap utk memberikan pengampunan kapanpun org itu datang pada kita dg pertobatannya. Jgn lagi pakai pikiran yg salah: sudah mengampuni walau belum didatangi org itu utk meminta maaf pd kita. Kalau kita memutuskan komunikasi, berarti kita tdk menginginkan terjadinya rekonsiliasi, pdhal tujuan diberikannya pengampunan itu adalah pemulihan hubungan kembali.

Selalu siaplah untuk memberi pengampunan, kapanpun org yg bersalah pada kita meminta hal itu dr kita, bahkan saat dia ada dlm nafas terakhirnya di dunia ini.

Posted in Renungan | Comments Off on Ampuni Kalau Bertobat

Merendahkan Diri

DI 08032022

Lukas 14:10-11
Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain.
Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

Kita tentu hrs mengasihi dan menghargai diri kita sndri, namun bergaul di suatu lingkungan atau komunitas, kita hrs mengerti aturan dan budaya yg berlaku di dlmnya.

Ayat ini mengingatkan kita utk jgn langsung merasa pantas utk menerima sesuatu hanya karena status sosial kita. Pepatah yg mgkin hrs kita selalu ingat adalah bhw di atas langit masih ada langit, artinya sekalipun kita punya status sosial yg ‘tinggi’, ingatlah bhw masih ada org lain yg lebih ‘tinggi’ dr kita. Lebih baik kita merendah lalu ditinggikan drpd lebih dulu meninggikan diri tapi kemudian direndahkan. Dlm bergaul dan beraktivitas, ingatlah bahwa org lain jg menilai kita, seberapa pantas kita diperlakukan sesuai dg aturan dan budaya yg berlaku di sebuah komunitas atau lingkungan di mana kita ada di dlmnya. Merendah tentu berarti memposisikan lebih rendah dari yang sebenarnya, sedangkan meninggikan berarti memposisikan lebih tinggi dr yg sebenarnya. Jd baik merendah atau meninggikan diri itu sebenarnya bukanlah posisi kita yg sbnarnya, namun org lain akan menempatkan kita pada posisi yg sbnarnya layaknya utk kita, apakah nantinya kita direndahkan atau sebaliknya, kita justru direndahkan krna sifat angkuh kita.

Merendahkan diri itu butuh hati yg ‘menerima apapun perlakuan org terhadap kita’, artinya bs saja nantinya org sadar bhw kita sehrsnya tdk di posisi rendah itu, atau kita dibiarkan & kita luput dr perhatian mrka. Jadi bkn hanya merendah, tp kita hrs lapang dada jika nanti tdk diperlakukan sepantasnya oleh org lain. Tdk semua org paham ttg aturan dan budaya, tdk semua org bs menperlakukan org lain dg selayaknya, jd kita jgn sakit hati kalau org lain mengecewakan dlm hal perlakuannya pd kita. Kisah Yesus mencuci kaki para murid tentu menjd satu teladan yg bs menjelaskan hal ini, Dia yg adalah Guru sbnarnya tdk pantas utk melakukan pencucian kaki, tp Dia lakukan itu krna ada tujuan-Nya. Merendah bukan berarti kita ingin dihormati nantinya, tp memang kita tdk ingin dipermalukan di dpn umum karena ternyata ada org yg lebih pantas dr kita, tapi kehormatan akan kita terima kalau orang lain menyadari bahwa dia belum memperlakukan kita dg selayaknya. Di hadapan Tuhan, kita jg wajib merendahkan diri, krna hanya Dia saja yg layak utk ditinggikan.

Jgn merasa diri kita paling terhormat, masih ada org lain yang lebih pantas menerimanya, kita hanya perlu merendahkan diri dan nanti kita akan ditinggikan.

Posted in Renungan | Comments Off on Merendahkan Diri

Pasti Ada Perbedaan

DI 07032022

Kejadian 45:21-22
Demikianlah dilakukan oleh anak-anak Israel itu. Yusuf memberikan kereta kepada mereka menurut perintah Firaun; juga diberikan kepada mereka bekal di jalan.
Kepada mereka masing-masing diberikannya sepotong pesalin dan kepada Benyamin diberikannya tiga ratus uang perak dan lima potong pesalin.

Yusuf memang punya 11 saudara kandung, tapi yang seibu dgn dia hanyalah Benyamin, mereka berdua lahir dr Yakub dan Rahel, dan ini terlihat bgmna dia mengasihi adiknya itu lebih dr saudara-saudaranya yg lain.

Dlm realita hidup, tak bs dipungkiri akan ada perlakuan berbeda karena berbagai alasan yg ada, misalnya : ‘anak emas’, ‘tangan kanan’, ‘soulmate’, dsbnya. Dlm bank pun, nasabah jg diperlakukan sesuai dg statusnya, kartu ATM pun berbeda kelasnya. Jd kita hrs menerima keadaan spt ini, bhw mgkin saja kita pernah mengalami perlakuan berbeda dr org lain, ini tentu saja perlu kita pahami sbg satu hukum yg berlaku dlm hubungan apapun. Dlm grup atau kelompok, kita kenal ada ‘Ring 1’, ‘Ring 2’ dsbnya, dulu kita mgkin masuk dlm ‘Ring 1’, tp skrg justru masuk ke ‘Ring 3’, perlakuan yg kita terima pasti berbeda, prioritas utk kita jg pasti berbeda, dan ini kadang menimbulkan 1 sakit hati atau pikiran negatif. Harus berbesar hati ketika kita masuk dlm satu lingkungan & menerima perlakuan berbeda, apa kita ingin menjd berkat atau mencari hormat? Nilai diri kita bergantung pd kualitas diri kita, bukan dr penghormatan yg diberikan org lain, pujian dr manusia hanyalah sementara, suatu saat bs berubah menjd celaan.

Kita hrs berhati-hati dlm hal memperlakukan org lain, jgn sampai ada yg merasa disisihkan atau dianggap tdk penting. Tentu pasti akan ada perbedaan, tp jgn sampai ada yg merasa terabaikan. Rasul Paulus memberi nasehat dg memberi gambaran ttg anggota tubuh kita dlm 1 Korintus 12, ada bagian tubuh yg vital, ada bagian tubuh yg lemah, dsbnya. Semua hrs mendapat perhatian khusus, krna jika ada satu organ tubuh yg sakit atau tdk berfungsi normal, tentu akan mengganggu tubuh kita scra keseluruhan. Kita memang mustahil utk bs menyenangkan semua org, tp jgn sampai ada yg merasa terabaikan, berikan perhatian yg selayaknya dan tunjukkan kasih Tuhan yg ada dlm diri kita. Kita pun hrs belajar dan bisa menerima bahwa ada org-org yg menerima perlakuan yang lebih dr kita sesuai dg posisi mereka masing-masing. Kalau kita diabaikan, bkn berarti kita berhak membalasnya pd org yg statusnya ada di bawah kita. Jgn teruskan apa yg negatif, tp sebarkan apa yg positif dan kita akan melihat bhw kita menjd org yg dlm diri kita penuh dg damai sejahtera Tuhan.

Jgn merasa kita lebih berharga dr org lain & pantas menerima perlakuan yg lebih, jgn kita mencari hormat dan pujian dr manusia, tapi praktekkanlah kasih Kristus pd sesama.

Posted in Renungan | Comments Off on Pasti Ada Perbedaan

Sulit Dipercaya

DI 05032022

Kejadian 45:26
Mereka menceritakan kepadanya: “Yusuf masih hidup, bahkan dialah yang menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.” Tetapi hati Yakub tetap dingin, sebab ia tidak dapat mempercayai mereka.

Org yg dikabari sudah mati lalu masih hidup? Ditambah lagi jd penguasa di Mesir? Siapa yg bs langsung percaya? Kita pun pasti sulit utk bs percaya mendengar ada hal yg spt itu.

Dlm hidup ini, ada bnyk hal-hal yang sulit utk bs dipercayai bhw hal itu benar adanya. Kita terbiasa utk percaya setelah melihat buktinya dan itupun hrs bukti yg kuat. Melihat dulu lalu percaya, ini percayanya versi manusia, tp dlm keKristenan, percaya tdk selalu harus melihat dulu, ada hal-hal yg malah kita harus percaya tanpa melihat terlebih dahulu. Inilah logika vs iman, hal-hal yg melampaui logika hrs dilihat dengan iman, jd prosesnya terbalik dg logika, percaya dulu baru melihat buktinya. Ini tentu tdk mudah apalagi di saat kita dlm situasi yg mendesak, di mana kita sangat butuh Tuhan utk segera menolong kita. Org biasanya akan memberi nasehat spya kita trs berdoa dan jg percaya, tapi mau sampai kapan? Sedangkan situasi semakin mendesak, sisa waktu tidak terlalu banyak, dan kita biasanya kehilangan niat utk tetap beriman dan percaya, tapi kita hrs mengingat bhw waktu Tuhan itu beda dgn waktu kita, bs tepat sesuai harapan kita, atau malah lebih awal, bahkan bs saja di detik yg terakhir justru baru Dia bertindak.

Iman itu hrs kita pelihara, spya tetap kuat di saat kita membutuhkannya. Bnyk hal-hal yg bs utk melemahkan iman kita shga kita tidak lagi percaya dan mengimani janji-janji Tuhan. Yg paling mudah melemahkan iman kita ialah realita atau fakta yg sdg terjd, situasi belum jg berubah, tdk ada tanda-tanda Tuhan segera akan bertindak, org lainpun tdk bgtu peduli dg kita, sedangkan dlm pikiran kita sndri banyak hal-hal yg kita pikirkan sesuai dg logika yang kita miliki. Pikiran bhw sesuatu itu sulit, tidak mungkin, lebih besar dr kemampuan kita, ini tentu saja bs dgn cepat melemahkan iman & percaya kita, shga hati kita menjd ‘dingin’ dgn semua yg berhubungan dgn janji Tuhan dan firman-Nya. Jika kita berserah, maka kita bisa kembali utk menguatkan iman kita dan tetap percaya bhw semuanya pasti berakhir baik & kita akan melihat kemuliaan Tuhan di ujung dr situasi itu. Teorinya spt itu, namun kita hrs berjuang keras utk tetap dpt beriman dan jg tetap percaya, mengalami terobosan dan jg menerima solusi dr Tuhan.

Jaga hati kita agar tetap penuh ddn damai yg dari Tuhan, pikiran tetap ‘sehat’ supaya kita tetap bs percaya akan janji Tuhan dan firman Tuhan di sepanjang hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Sulit Dipercaya

Mengusahakan Yang Terbaik

DI 04032022

Lukas 7:2-3
Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.
Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.

Hamba zaman itu, sebutlah skrg ini seorg yg kita kenal sbg ART (Asisten Rumah Tangga) atau pembantu, tentu dlm status sosial ada dlm golongan yg rendah, apalg di zaman itu.

Hamba yang sangat dihargai, sangat dikasihi, tentunya bkn hanya telaten untuk mengurus semua urusan keperluan rumah tangga tuan atau majikannya, tp pasti ada yg lebih dr itu, kita tdk tahu alasannya kenapa seorg perwira dlm ayat ini sangat menghargai hambanya, tp pastinya hamba perwira ini punya nilai lebih dibandingkan hamba-hamba yg lainnya. Bisa kita bandingkan mgkin dgn Yusuf dan Potifar di zamannya. Krna sangat dihargai maka saat hamba ini sakit parah dan hampir meninggal, perwira ini mengusahakan utk meminta pada para tua-tua Yahudi utk datang pd Yesus dan memohon Dia menyembuhkan hambanya. Ini hal yg bisa kita pelajari bhw ketika mengasihi seseorg pasti memikirkan apa yg terbaik utk dia, bahkan saat mengalami keadaan yg tidak baik, kita akan berusaha dgn apa yang bs kita lakukan utk menolongnya. Kasih tentu bukan sekedar kata-kata, tp nyata di dlm perbuatan nyata, kasih bkn sekedar komitmen, tapi juga ditunjukkan melalui kesetiaan. Kasih itu rela utk berkorban dan mengusahakan yg terbaik.

Apakah kita benar-benar mengasihi seseorg bs terlihat dr seberapa ingin kita agar org itu mengalami yg terbaik dlm hidupnya. Saat dia mengalami kesulitan, kita tdk tinggal diam, tp memikirkan cara yg terbaik utk menolongnya. Org itu pasti ada di hati dan pikiran kita, ada dlm kedekatan yg lebih dibandingkan dgn org lain. Satu hal yg kita pelajari jg lewat kisah ini adalah bhw kita jg hrs menunjukkan kasih pd mrka yang secara status sosial ada di bawah kita, spt pembantu di rumah kita. Memang di dlm realitanya, ada pembantu yg berbuat tdk baik pd majikannya, ada yg melakukan hal-hal yg tergolong kriminal, tp bagi mrka yg telah menunjukkan pengabdiannya dan bekerja dg baik, sepatutnya menerima penghargaan yg setimpal, misalnya dgn menaikkan gaji, lebih memperhatikan kesehatannya, dsbnya. Bnyk kisah yg pernah kita dengar spt majikan yang membiayai sekolah anak dr pembantunya, ini tentu contoh yg baik. Kasihilah mrka sesuai dgn kemampuan kita, walaupun scra status sosial memang berbeda, tp semua kita ialah ciptaan Tuhan yg berharga.

Kasih adalah bukti Tuhan hidup di dlm hidup kita, tanpa kasih maka kita hanya menjadi org yg ‘tanpa rasa’ dan hambar dlm tindakan, dan kasih hrs nyata dlm perbuatan.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengusahakan Yang Terbaik

Berdoa Sebelum Memilih

DI 02032022

Lukas 6:12-13
Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:

Hidup ini pilihan, itu pendapat bnyk org yang sering kita dengar, dan memang bnyk pilihan yg diperhadapkan pd kita setiap harinya, dari kita bangun pagi hingga malam sebelum kita tidur.

Salah memilih tentu beresiko ringan hingga fatal, ada yg dampaknya sementara, tp ada jg yg dampaknya utk jangka waktu panjang dan bahkan kekal, seperti urusan ttg surga atau neraka, bagaimana kita bs memilih yg tepat, sementara kita ini hanya manusia, terbatas pengetahuannya, tidak spt Tuhan yang tahu semuanya? Contoh dlm ayat ini ketika Yesus hendak memilih 12 murid utama yg nantinya akan dijadikan rasul, Dia berdoa pada Tuhan, barulah pemilihan ditetapkan. Yesus itu kan Tuhan, knpa berdoa pd Bapa? Ingat bhw dlm keadaan diri-Nya sbg manusia saat itu, Dia mengosongkan diri-Nya, artinya ada hal yang menjd terbatas karena kondisi kemanusiaan saat itu, spt Yesus itu jadi tidak Mahahadir, Dia hanya bisa ada di satu tempat. Jadi untuk memilih 12 calon rasul-Nya, Dia perlu berdoa minta jawaban dr Bapa, siapa yang memang akan terpilih dr sekian bnyk para murid. Ini jg yg hrs kita lakukan sblum menentukan apa yg akan jd pilihan kita: berdoa dahulu pd Tuhan sblum memilih.

Hal yg tentunya menjd pertimbangan, bgmna kalau pilihan itu hrs ditentukan segera, tidak bnyk waktu yg diberikan utk memilih, apa yg hrs kita lakukan? Inilah gunanya kita hrs pny prinsip-prinsip kehidupan yg sesuai dg firman Tuhan, sesuatu yg kita pegang sbg acuan dlm kita bersikap dan bertindak. Pertimbangkan pilihan yg ada, apakah sesuai dg firman-Nya atau ada sisi lainnya yg tdk sesuai dg firman Tuhan. Lalu bgmba kalau semua pilihan yang tersedia itu semuanya buruk? Ambillah yang resikonya paling minim, tapi sekali lagi tetap mengacu pd kebenaran firman Tuhan. Itulah gunanya kita berdoa setiap hari dan membc Alkitab secara rutin, kita dilatih utk peka dgn kebenaran yg dr Tuhan, shga pikiran kita bisa sejalan dgn apa yg jadi kehendak Tuhan dlm hidup kita. Tetap terhubung dgn Tuhan akan memudahkan kita untuk ‘mendengar suara Tuhan’ di saat-saat yg penting dan krusial. Ini tentunya perlu dibangun setiap saat, bukan kalau ada perlu baru berdoa pd Tuhan, setiap saat kita hrs terhubung dgn Tuhan.

Tanya Tuhan lebih dahulu sblum memilih, ini akan menghindarkan kita dr salah memilih yg tentunya bs membuat hidup kita tdk bahagia dan mengalami kerugian yg besar nantinya.

Posted in Renungan | Comments Off on Berdoa Sebelum Memilih

Pesta Perpisahan

DI 01032022

Lukas 5:27-29
Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!”
Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.
Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia.

Merayakan saat mau mengikut Yesus mgkin adalah suatu keanehan, Lewi atau Matius, dia baru saja menerima panggilan utk mengikut Yesus, artinya hrs meninggalkan pekerjaan & keluarganya, namun justru dia mengadakan perjamuan yg besar utk itu.

Betapa berharganya panggilan utk mengikut Yesus bagi Lewi pemungut cukai ini, padahal itu akan membuat hidupnya berubah, terlebih dlm hal keuangan, dia harus berhenti bekerja sbg pemungut cukai, artinya akan kehilangan penghasilan tetap yg pasti jumlahnya cukup besar, bgmna dia nanti hidup, tergantung apa yg Yesus dan para murid-Nya miliki: uang kas rombongan mereka. Hrs siap meninggalkan keluarganya krna pastinya Yesus akan tidak berada di satu tempat saja, berkeliling desa & kota, blm lagi hrs mengalami tekanan dr para ahli Taurat, org Farisi dan Saduki, dan pihak lain yg merasa terganggu dg kehadiran Yesus saat itu yg mengalihkan kekaguman banyak org kepada apa yg Yesus ajarkan dan lakukan bagi org bnyk. Masuk dlm situasi yg menurut penilaian manusia justru spt ‘turun level’ bagi hidupnya, tp Lewi justru merayakan panggilan itu dgn mengajak teman-teman kerjanya utk makan bersama. Lewi menilai bhw panggilan utk mengikut Yesus adalah sesuatu yg amat berharga bagi dirinya.

Apakah kita juga ‘merayakan’ moment ketika kita mulai menjalani hidup sbg orang Kristen? Bukan berarti ikut merayakan spt cara Lewi si pemungut cukai ini mengadakan perjamuan makan, tp merayakannya dgn bersyukur bhw kita termasuk dlm bilangan org yg Tuhan pilih utk menjd pengikut Kristus, sbg org Kristen. Dengan hidup taat pd Firman Tuhan, setia & tetap ikut Tuhan Yesus dlm keadaan apapun juga. Masihkah kita bersemangat menjalani hidup sbg org Kristen di tengah situasi yang tidak menentu spt skrg ini? Sementara kita jg melihat bbrpa org Kristen akhirnya memilih meninggalkan Tuhan krna berbagai alasan yg mrka miliki, apa reaksi kita? Apakah jika kita dikecewakan oleh Tuhan, kita tetap tunduk pd otoritas dan kedaulatan Tuhan? Tentu ada yg manis dan jg yg pahit kita jalani dlm hidup ini, ada saat kita begitu berjaya, beriman teguh & merasa sangat dikasihi Tuhan, tp ada masa di mana kita lemah, tak berdaya dan kalah dr situasi yg kita hadapi, tetapkah mau setia utk mengikut Yesus?

Menjd Kristen kadang terasa spt beban berat, itu memang pasti pernah dirasakan bnyk org, tapi tetaplah setia sampai akhir, setia sampai mati, setia mengikut Yesus.

Posted in Renungan | Comments Off on Pesta Perpisahan