Pulang ke Rumah

DI 26022022

Lukas 5:24-25
Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” — berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu — : “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”
Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah.

Kisah ini mungkin berbeda kalau terjd zaman skrg ini, biasanya ada org lumpuh yg sembuh saat mengikuti suatu KKR atau ibadah, orang itu pasti akan diwawancarai, disuruh bersaksi dan dijadikan konten medsos yg nantinya bs membuat pemilik medsos menjd terkenal.

Tapi dlm kisah dlm ayat ini, Yesus justru tidak menahan org lumpuh yg baru disembuhkan utk tetap di sana dan disuruh bersaksi, Yesus langsung menyuruh dia pulang ke rumahnya. Apa alasan di balik ini? Secara logika, mgkin masih ada bnyk org di sana yang butuh untuk segera disembuhkan jg, di sana terlalu bnyk org sehingga jgn sampai berdesakan dan jadi kurang leluasa utk bernafas, org di rumahnya jg perlu mengetahui kabar sukacita itu bahwa anggota keluarganya yg lumpuh sdh sembuh dan pastinya mrka sangat bersukacita. Tapi alasan pastinya hanya Yesus yg tahu, yg bisa kita pikirkan adalah sepanjang perjalanannya pulang, pasti dia jg bersaksi pd org-org yang dia temui, dlm ayat ini dikatakan bhw dia juga memuliakan Tuhan sambil pulang ke rumah. Inilah yg bs kita pahami, selain hrs bersyukur karena telah mengalami kebaikan Tuhan, kita jg perlu untuk bersaksi ttg kebaikan Tuhan itu pd org-org yg kita temui dlm kesempatan yg ada di manapun kita berada. Masih bnyk org yg belum mengenal Tuhan dan kuasa-Nya.

Ketika Tuhan menyatakan kuasa-Nya, biarlah tetap segala pujian dan kemuliaan itu hanya utk Tuhan saja, jgn kita manipulasi kejadian itu utk membuat kita mendapat keuntungan dari sana, misalnya untuk membuat channel medsos kita menjd bertambah followernya. Peristiwa spt kesembuhan yg Tuhan lakukan pasti sedikit bnyk membuat jadi populer bagi penyelenggara acara atau ibadahnya, itu hal yg tdk bs dihindari, org yg dipakai Tuhan utk itu jg pasti menjd terkenal, tp apakah semua ini dilakukan utk Tuhan atau ada terselip satu tujuan yg lain, dgn memakai label ‘rohani’ tapi justru tujuannya ‘materi’, utk melakukan acara rohani memang butuh uang utk mendanainya tapi kita jgn sampai ingin mengambil benefit atau keuntungan dari sana. Krna uang, orang bs kehilangan ketulusan dlm melayani Tuhan dan ujungnya bs kehilangan keselamatan yg sbnarnya itu sudah diberikan Tuhan utk kita. Jgn menjd hamba uang, jgn cinta uang, tapi jadilah pengelola uang yg jujur dan baik, nanti pasti Tuhan berikan upah spt perumpamaan talenta (Matius 25), jujur dlm keuangan, kita akan masuk dlm kesukaan Tuhan.

Uang dan surga, atau uang dan neraka, pilih yg mana? Bertanggung jwb dlm pengelolaan keuangan yg Tuhan percayakan pd kita akan membuat kita memiliki ‘uang dan surga’.

Posted in Renungan | Comments Off on Pulang ke Rumah

Memenuhi Hukum Kristus

DI 25022022

Galatia 6:2
Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.

Memenuhi hukum Kristus, apakah hukum yg Tuhan buat itu tdk sempurna? Tentu tdk, yang harus kita pahami adalah bhw hukum Kristus itu sempurna, tdk perlu utk dikurangi atau jg ditambahi, tapi hukum itu hrs dibuktikan bhw memang benar hukum itu membw dampak yg baik bagi org yg melakukannya.

Peraturan lalu lintas misalnya, aturan tentang lampu lalu lintas, kalau dilanggar maka pasti terjd kekacauan bahkan mgkin kecelakaan yg mengakibatkan korban materi bahkan mgkin juga korban nyawa. Ketika aturan itu dipatuhi, maka terlihat bhw aturan itu tepat, benar dan layak utk dilakukan, aturan yg dipatuhi akan membuat hukum itu teruji dan semua orang tdk punya alasan utk menentangnya. Begitu jg halnya dgn hukum Kristus, org perlu untuk melihat bukti bhw ketika hukum itu dilakukan maka dampak yg dihasilkan sesuai dgn nilai dan harapan yang diinginkan. Jadi ketika kita melakukan hukum Kristus, org akan melihat bhw hukum Kristus itu tepat, sesuai dengan harapan mengenai hidup yg berkualitas, dan pastinya tdk ada alasan utk tdk melakukan atau melanggarnya, hukum Kristus wajib utk dilaksanakan supaya hidup kita sebagai org Kristen terlihat spt yg seharusnya org Kristen itu hidup, jadi kalau hukum Kristus dilanggar, maka yang ada adalah org Kristen hidup sbg org yg munafik, percaya Tuhan tp tdk patuh pd hukum-Nya.

Ayat ini mengingatkan kita utk saling melihat keberadaan org-org yg sdg terbeban dan juga membantu mrka utk menanggung beban itu. Spt seseorg yg berusaha untuk mengangkat sebuah benda yg berat, kalau hanya sendiri saja tentu sulit atau bahkan tdk bs diangkat, tapi ketika kita membantu bersama 2 org lain maka benda berat itu bs diangkat dan org itu akan merasa lega dan senang. Knpa Kristen itu hrs peduli dgn sesamanya? Krna Tuhan itu peduli dgn kita, mau mati demi kita, bahkan menyediakan tempat bagi kita saat nanti kita kembali pd Tuhan. Ada org-org Kristen yg dlm situasi berat penuh tekanan, kemampuan yg dimiliki jg terbatas, apakah dia bs lolos keluar dr situasi berat itu? Kita mungkin berpikir, apa yg bs kita lakukan, kalaupun ikut membantu, itu jg belum cukup, maka kita perlu mengajak org lain jg utk ikut menolongnya. Contoh dlm Alkitab adalah saat 4 org yg demi membawa seseorg lumpuh bisa bertemu Yesus, mereka dgn sengaja membuka atap rumah dan baru menurunkan org lumpuh itu beserta tilamnya dr atas (Markus 2:1-12).

Saling menanggung beban, pasti repot dan perlu pengorbanan, tapi yg kita lakukan akan menolong sesama kita keluar dr situasi buruk dan org yg melihatnya akan mengakui bahwa hukum Kristus itu tepat dan tdk perlu untuk ditentang.

Posted in Renungan | Comments Off on Memenuhi Hukum Kristus

Kristen Yang Kristen

DI 24022022

Galatia 5:22-23
Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Bnyk kita dengar komentar dr org non Kristen atau bahkan org Kristen sndri yg berkata bhw mrka kecewa melihat kenyataan bhw mereka yg katanya org Kristen justru hidupnya bukan mencerminkan keKristenan, tp justru terlihat sbg org yg munafik.

Jadi apa penyebabnya? Hal yg membedakan org Kristen dan yg non Kristen itu bukan kitab sucinya, bukan tempat ibadahnya, tp siapa yg ‘hidup’ di dalam diri seseorg. Org Kristen yg ada Roh Kudus hidup di dalamnya tentulah yg pantas disebut sbg org Kristen, dan itu pasti akan terlihat nyata dr perubahan karakternya. Hanya Tuhan yg sanggup utk mengubah dan menyempurnakan karakter setiap org, walau menurut pandangan bnyk org, tabiat karakter itu sulit utk diubah krna itu adalah bawaan dr lahir, mau dikutak katik bgmnapun, karakter tetaplah karakter, tdk bs diubah menjadi satu karakter yang berbeda atau bahkan bertolak belakang dr yg awalnya. Roh Kudus bekerja di dlm hidup seseorg dan pada waktu-Nya hasil dr pekerjaan-Nya akan terlihat dr perubahan karakter yg digambarkan dlm 9 hal yg ada di dlm buah Roh, bukan cuma satu atau dua, tp 9 hal yg ada dlm buah Roh itu akan muncul secara bersamaan, memang tidak langsung menjd karakter yg dewasa dan matang, tapi seiring berjalannya wkt, karakter itu menjadi matang dan kita menjd dewasa.

Spt buah dr sebuah pohon, ada tahapan yang hrs dilewati sebelum akhirnya buah itu mulai terlihat muncul dr ranting pohonnya. Jd kalau seorg Kristen belum terlihat kematangan dari karakternya, bkn berarti tdk ada Roh Kudus di dlm hidup org itu. Jgn kita menilai seseorang dari sudut pandang kita, krna itu bs saja jadi sebuah penghakiman yg menghambat orang lain utk bertumbuh rohaninya. Perlu proses & waktu bagi tiap org utk bertumbuh rohaninya dulu baru kemudian muncul buah Roh dalam hidupnya. Itupun buah yg muncul tidak lgsg adalah buah yg matang, buah yg kecil, tidak manis, keras kulit dan dagingnya, dsbnya. Jd kita juga harus jujur mengakui kalau seseorg mulai terlihat adanya sedikit perubahan ke arah yg lebih baik, walaupun belum ‘matang’ tapi suatu saat itu akan menjd karakter desa dan membawa dampak positif baik utk orang itu maupun lingkungan di mana dia berada. Di sinilah kita akan menemukan org Kristen yg Kristen, bukan sekedar beragama, tapi ada Tuhan yg hidup dlm dirinya, bukan menjd org yg munafik, tp menjd teladan dan mentor utk org yg lebih muda rohaninya.

Jgn cari org yg sempurna karakternya, tidak akan bs kita temukan dlm diri siapapun, tapi bertumbuhlah bersama dlm pendewasaan karakter, maka kita akan memiliki komunitas yg ilahi dan membangun kerohanian kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Kristen Yang Kristen

Jadilah Kuat

DI 23022022

Efesus 6:10
Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.

Jadilah kuat, artinya hrs memperkuat diri, bkn spt menerima kekuatan dari luar diri kita, jgn berpikir spt org yg mendpt kekuatan dari ilmu gaib lewat ritual yg memang diharuskan.

Memperkuat diri, kalau scra fisik bs dilakukan dgn olahraga tertentu, atau mengkonsumsi makanan dgn porsi dan kombinasi yg sesuai dgn kebutuhan. Lalu bgmna dgn rohani kita? Jadilah kuat di dalam Tuhan, artinya kita hrs memperkuat diri dgn cara-Nya Tuhan. Di sini kita hrs paham, bahwa cara Tuhan membuat diri kita makin kuat itu berbeda-beda sesuai dgn tujuan apa yg hendak Dia capai, jd jangan terjebak dgn metode ala pikiran yg ‘katanya’ rohani: berpuasa, bnyk memuji menyembah Tuhan, ikut sekolah Alkitab dsbnya. Jangan tersandung oleh pola pikir spt itu, berpuasa itu ada tujuannya sndri, memuji menyembah Tuhan jg ada tujuannya sndri, belajar teologia jg ada tujuannya sndri. Jgn potong daging dg gunting, walaupun gunting jg fungsinya untuk memotong jg. Jadi ini semua bergantung pd metode apa yg Tuhan ingin kita lakukan utk memperkuat diri kita, mgkin juga kita disuruh berpuasa, jd lakukanlah kalau Tuhan yg suruh utk kita lakukan, jgn dibuat jd sebuah ritual yg diberi label aktivitas rohani.

Biasanya Tuhan melatih kekuatan kita lewat masalah dan situasi yg sdg terjd. Sesuatu yg tiba-tiba terjd spt gempa bumi yg terjd begitu saja. Tuhan mgkin memberi kita ‘peringatan dini’ sblum sesuatu akan terjd, bs juga tanpa memberi peringatan dini, bukankah Tuhan itu tdk butuh minta izin kita dahulu sblum ingin melakukan sesuatu pd kita? Dilatih utk kuat kadang dilakukan dgn ‘mengangkat beban’ dg sengaja, spt atlet angkat besi, latihannya yah mengangkat beban tiap hari spya kekuatan mengangkat bebannya makin bertambah. Itu sebabnya Tuhan memberi kita ‘beban’ berupa masalah atau org-org yg sengaja membuat masalah pd kita. Beban yg Dia berikan itu tdk ringan pastinya, karena latihan mengangkat beban yg ringan tdk akan membuat kekuatan menjd bertambah. Bedakan dgn kuk yang Dia berikan pd kita, kuk itu dipikul berdua, beban itu dipikul sndri. Itulah sebabnya kita kadang mengalami suasana ‘kesendirian’, Tuhan itu hanya diam mengamati, krna Dia sedang dlm tujuan memperkuat diri kita.

Keadaan ke depan mgkin makin berat, perlu bagi kita utk memperkuat diri kita, bukan dgn cara kita, tapi dgn cara Tuhan, jadilah kuat di dlm Tuhan dan dlm kekuatan kuasa-Nya.

Posted in Renungan | Comments Off on Jadilah Kuat

Keluar Dari Pergaulan Buruk

DI 22022022

2 Korintus 6:17
Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.

Apa yg kita alami sebagian dipengaruhi oleh komunitas di mana kita ada di dlmnya, tentu saja ada komunitas yg baik dan berkualitas, ada dampak baik yg kita rasakan selama ada dlm komunitas itu, tp ada jg yg sebaliknya.

Yg perlu kita sadari adalah ada ‘budaya’ yang tercipta oleh komunitas itu sndri, komunitas yg suka melakukan baksos misalnya, tentu bs membuat org yg sblumnya jarang mau utk berbagi menjd terbiasa utk berbagi, ada satu hal yg saling ‘ditularkan’ oleh org-org yg ada dlm komunitas itu. Masuk dlm komunitas yg konsumtif, kita bs ikut konsumtif jg. Ikut dlm komunitas tukang gosip, kitapun lama-lama ikut gemar bergosip ria. Kalau kita mau untuk koreksi diri sejenak, apakah pengaruh yg kita alami dr komunitas yg kita ada di dalamnya, maka kalau ada dampak yg negatif, sesuai dg nasehat firman Tuhan dlm ayat ini, kita harus keluar bahkan jg menjd terpisah dr org-org yg ada dlm komunitas itu. Harus tegas, karena kalau kita biarkan diri tetap ada di dalamnya, maka sifat dan karakter kita bs berubah jadi negatif dan tentu ini bs menyulitkan diri kita di masa depan nanti. Pasti ada untung rugi yg jd pertimbangan kita, tp lebih baik keluar drpd nantinya kita ‘dimarahi’ Tuhan dan org lain dirugikan krna sifat buruk kita.

Bukan hanya keluar, tp menjd terpisah, ini bs diartikan utk membatasi hubungan dgn mrka, bahkan kalau dianggap perlu, memutuskan kontak hubungan dgn mrka utk seterusnya. Tampaknya ini ekstrim sekali, tp kalau masih terhubung maka kesempatan bagi mrka utk merekrut kita kembali akan tetap ada. Nanti krna tdk enak hati, kita mulai bergabung lagi. Mulai lg berjudi, mulai lg minum-minum, ikut dugem, dsbnya. Semua berbalik pd diri kita sndri, apakah hanya perlu membatasi kontak dg mrka atau memutuskannya sama sekali. Tuhan tdk suka kita ada dlm komunitas yang salah, Dia tdk mau apa yg sdh Dia ‘tanamkan’ dlm diri kita akhirnya rusak oleh pergaulan yg buruk. Komunitas yg buruk jg merupakan hal yg iblis pakai utk menjebak kita masuk dalam perangkapnya, begitu kita ‘kecanduan’, sulit bagi kita utk keluar dr sana, dan makin bebas iblis merusak hidup kita. Jd hrs tegas apakah kita mau keluar atau tetap tinggal di dlmnya, kalau tdk tegas, kita akan terus ada dlm satu komunitas yg buruk dlm jangka wkt yg lama.

Keluar dan pisahkanlah diri kita dr lingkungan yg ‘tdk sehat’, daya tahan kita utk menangkal pengaruh buruk dr komunitas kita tentu ada batasnya, kalau tdk kuat lagi, kita akan terus terbawa arus yg negatif.

Posted in Renungan | Comments Off on Keluar Dari Pergaulan Buruk

Jangan Sembarangan Bekerja Sama

DI 21022022

2 Tawarikh 20:35, 37
Kemudian Yosafat, raja Yehuda, bersekutu dengan Ahazia, raja Israel, yang fasik perbuatannya.
Tetapi Eliezer bin Dodawa dari Maresa bernubuat terhadap Yosafat, katanya: “Karena engkau bersekutu dengan Ahazia, maka TUHAN akan merobohkan pekerjaanmu.” Lalu kapal-kapal itu pecah, dan tak dapat berlayar ke Tarsis.

“Jangan sembarangan pilih orang”, nasehat ini sering kita dengar dr orgtua kita atau mrka yg sdg berbagi pengalaman hidup, tujuannya spya kita jgn menyesal nantinya mengalami kerugian.

Kisah dlm ayat yg kita baca tentu sejalan dgn nasehat itu, apalg mnrut pandangan Tuhan, kita tdk boleh bermitra dgn org yg fasik, krna itu bs merusak pekerjaan kita, pengaruhnya pasti ke finansial dan penghasilan kita. Tidak heran jika mrka yg sdh berpengalaman selalu menasehatkan supaya berdoa, tanya Tuhan, sblum kita mau memulai sesuatu, termasuk dlm hal kerjasama bisnis, walaupun kelihatan dr pengamatan kita, calon mitra kita ini amat sangat berkualitas dan bisa mendatangkan keuntungan besar kalau bekerjasama nanti. Tapi ingatlah bhw jgn kita menjd pasangan yg tdk sepadan antara terang dgn gelap :

2 Korintus 6:14
Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

Pikiran yg terpaku ttg kata ‘pasangan’ hanya dlm pengertian pasangan hidup tentu sangat menyesatkan, krna ayat ini ada dlm pasal yg bukan bcra ttg jodoh, jd hrs pahami sesuai dg konteksnya, yaitu jgn ‘bermitra’ dgn org yang tdk percaya dan tdk beriman.

Dlm bbrpa kepercayaan dan keyakinan, ada pemahaman ttg seseorg itu bisa membawa keberuntungan atau justru kesialan. Seseorg kemudian dilihat dr bentuk wajahnya krna bs diperkirakan sifat seseorg dari bentuk wajah, utk jodoh atau kepentingan tertentu, dilihat dulu tgl lahirnya, masuk dlm golongan shio apa, dsbnya. Dlm budaya lokal, memilih org hrs lihat 3B : bibit (asal usulnya), bebet (siap tdknya memberi nafkah), bobot (kualitas diri orangnya). Kalau dr sudut pandang Tuhan & kita sbg org Kristen, penilaian yang kita pakai adalah melihat apakah dia org yg fasik atau bukan. Kalau ternyata dia org fasik, maka apa yg kita kerjakan bersama org itu akan hancur dan tdk bertahan lama, spt dlm ayat yang kita baca. Manusia menilai dr sudut ilmu ekonomi dan jg pertimbangan lainnya, tp Tuhan tidak mgkin memberkati org benar yg bermitra dgn org fasik krna org fasik tdk bs menerima apa yg baik dr Tuhan, tdk diberkati. Bermitra dgn org fasik spt mencampurkan air matang dgn air mentah, tdk layak utk diminum krna bnyk bakteri di dlm air itu akibat tercampur.

Org benar pasti diberkati Tuhan, namun jgn salah memilih org yg akan kita ajak bekerja sama, bukannya nanti untung, malah jadinya ‘buntung’ dan uang hilang sia-sia.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Sembarangan Bekerja Sama

Raja Yang Menginjil

DI 19022022

2 Tawarikh 19:4 KJV
And Jehoshaphat dwelt at Jerusalem: and he went out again through the people from Beer-sheba to mount Ephraim, and brought them back unto the LORD God of their fathers.

Dan Yosafat berdiam di Yerusalem, dan dia pergi mengunjungi lagi rakyat dari Bersyeba ke Gunung Efraim, dan membawa mereka kembali pada TUHAN nenek moyang mereka.

Seorg raja bukankah cukup mengeluarkan titah ttg sesuatu dan semua org akan patuh dan tdk berani melanggarnya, tp knpa justru yg dilakukan adalah mengunjungi rakyatnya scra langsung?

Raja yang ‘menginjil’, istilah ini saya gunakan utk menggambarkan apa yg Yosafat lakukan utk membawa rakyatnya kembali utk hanya menyembah TUHAN yg nenek moyang mrka sembah sejak dulu. Mirip spt Yesus dan para rasul yg mengunjungi banyak kota dan desa utk memberitakan Injil, menyuruh org untuk bertobat, raja Yosafat tdk menggunakan titah dan kekuasaan yg dimilikinya, ini suatu hal yg sangat menarik. Mgkin saja raja Yosafat pny pemikiran bhw pertobatan itu kalau dipaksa tdk akan bertahan lama. Pertobatan hrs lahir dr dlm hati, bkn krna takut melanggar titah yg raja keluarkan. Pertobatan adalah urusan yg sifatnya setiap pribadi dgn Tuhan langsung, dan ini hanya bs terjd kalau ada yg memberi peringatan spya mrka bertobat. Bukan hanya memberitakan pertobatan, tapi jg membawa mrka kembali kepada TUHAN. Ini satu paket yg lengkap, bkn cuma menginjil, tp memberi pendampingan hingga pertobatan terjd, tentu ini hal yg tdk mudah utk dilakukan. Penginjil yg hanya sampai memberitakan Injil di depan mimbar atau di atas panggung KKR mungkin banyak, tp hanya sebagian yang meneruskan penginjilan dgn mendampingi hingga terjadi pertobatan.

Siapa target dr penginjilan? Stop berpikir utk menargetkan penginjilan hanya melihat dari agamanya apa, krna sesungguhnya org yang sdh Kristenpun tetap hrs jd target penginjilan. Bukalah mata dan telinga kita lebar-lebar, brp banyak org Kristen yg sedang lemah imannya dan berniat utk murtad meninggalkan Tuhan. Karena beratnya beban hidup, mrka berpikir mungkin hidupnya lebih baik kalau dulu tetap dlm kepercayaannya yg lama. Org Kristen yg dia kenal tdk ada yang peduli dgn kondisinya, bahkan cenderung pura-pura ‘buta dan jg tuli’ krna takut utk dimintai tolong, sementara ada org yg non Kristen justru peduli dgn keadaan dirinya, kalau begitu jgn heran justru akhirnya dia meninggalkan Tuhan karena ‘kasih nyata’ dia temui dari org yg justru non Kristen. Kita lihat jg, Yesus dan para murid menginjil, tp jg bnyk membantu org miskin dgn keuangan yg mereka miliki. Jadi kalau kita ingin menginjil, siapkan 2 hal ini: pemberitaan Injil yg efektif dan juga dana untuk menolong org yg sedang kesusahan sementara mrka sdg mendengar pemberitaan Injil yg kita sampaikan.

Penginjilan bukan tujuannya untuk membuat menjd Kristen, bukan itu, tapi utk menyatakan kasih Tuhan lewat pengampunan dosa dan jg pertolongan-Nya yg nyata melalui kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Raja Yang Menginjil

Gara-Gara Fasiknya Keluarga Suami

DI 18022022

1 Samuel 4:18-20
Ketika disebutnya tabut Allah itu, jatuhlah Eli telentang dari kursi di sebelah pintu gerbang, batang lehernya patah dan ia mati. Sebab telah tua dan gemuk orangnya. Empat puluh tahun lamanya ia memerintah sebagai hakim atas orang Israel.
Adapun menantunya perempuan, isteri Pinehas, sudah hamil tua. Ketika didengarnya kabar itu, bahwa tabut Allah telah dirampas dan mertuanya laki-laki serta suaminya telah mati, duduklah ia berlutut, lalu bersalin, sebab ia kedatangan sakit beranak.
Ketika ia hampir mati, berkatalah perempuan-perempuan yang berdiri di dekatnya: “Janganlah takut, sebab engkau telah melahirkan seorang anak laki-laki.” Tetapi ia tidak menjawab dan tidak memperhatikannya.

Menantu perempuan imam Eli, akhirnya mati di saat dia melahirkan anak laki-lakinya, satu kisah yg tragis dr keluarga imam Eli, seluruh keluarganya mati dlm 1 hari, yg tersisa hanya 1 bayi laki-laki yg baru saja dilahirkan.

Anak itu dinamai Ikabod yg artinya kemuliaan telah hilang atau di manakah kemuliaan itu? Hari dia dilahirkan adalah saat Tabut Tuhan dirampas dan bangsa Israel kalah perang dari org Filistin. Entah siapa yg akhirnya merawat Ikabod, tdk diceritakan oleh Alkitab, tp kalau kita memahami bhw kalau seorg tokoh telah berhenti diceritakan lebih lanjut, berarti ada yg Tuhan sangat tdk sukai dr org itu dan juga keluarganya. Bandingkan dgn keluarga Saul yg masih tercatat dgn baik setelah Saul mati, dan kita tahu bhw Saul selama menjd raja jg telah bnyk berbuat salah di hadapan Tuhan, tp keturunannya masih dikisahkan bbrpa kali. Jd dosa keluarga Imam Eli termasuk sangat besar di hadapan Tuhan. Menguburkan 4 org anggota sekaligus tentu sangat memilukan hati, tp mgkin ada yg lebih memilukan, yaitu saat Ayub kehilangan 10 anaknya sekaligus dlm wkt yg sama. Bedanya Ayub alami ini ada tujuan pengujian dr Tuhan, bkn murni karena dosanya, tapi Imam Eli dan keluarganya mati akibat dosa-dosa mereka.

Seorg ibu yg tahu sebentar lagi dia akan mati setelah melahirkan anaknya, tentu perasaan yg dia punya sangat pilu, bgmna nasib anak itu nanti? Tp kematian tdk bs ditahan, dan dia akhirnya mati juga. Seandainya dia menikah bukan dgn anak imam Eli, mgkin ceritanya jg akan berbeda, mgkin dia akan punya anak & membesarkannya hingga dewasa. Terkadang menikah dgn keluarga yg ‘wah’ menjd impian bnyk wanita, jd menantu perempuan imam Eli sedikit bnyk pasti mendpt penghormatan dari masyarakat. Tp apalah artinya semuanya itu kalau akhir hidupnya hrs mati muda saat dia baru saja melahirkan anak tunggalnya. Di sini kita belajar bhw menikah dgn keluarga yang org nilai ‘wow’ blm tentu berakhir dgn indah, kalau keluarga itu takut akan Tuhan, tentu ini jd pilihan yg tepat, tp kalau keluarga itu fasik, itu bs membuat hidup kita justru rusak dan jg hancur. Kita jg melihat contoh lain saat raja Yosafat yg takut akan Tuhan malah berbesan dg raja Ahab yg fasik, dia hampir saja mati di dlm peperangan:

2 Tawarikh 18:1,19:2
Ketika Yosafat kaya dan sangat terhormat, ia menjadi besan Ahab.
Ketika itu Yehu bin Hanani, pelihat itu, pergi menemuinya dan berkata kepada raja Yosafat: “Sewajarnyakah engkau menolong orang fasik dan bersahabat dengan mereka yang membenci TUHAN? Karena hal itu TUHAN murka terhadap engkau.

Jodohkanlah anak-anak kita dgn org yg takut akan Tuhan dan keluarganya jg hidup benar di hadapan Tuhan, jgn sampai akhirnya anak kita hidupnya menderita krna dosa-dosa yang dibuat oleh keluarga suami atau istrinya.

Posted in Renungan | Comments Off on Gara-Gara Fasiknya Keluarga Suami

Giat dan Bertobat

DI 17022022

Wahyu 3:19 KJV
As many as I love, I rebuke and chasten: be zealous therefore, and repent.

Sebanyak yang Aku kasihi, Aku tegur dan hukum, karena itu jadilah giat dan bertobat

Dikasihi Tuhan itu jangan dibayangkan akan selalu disayang-sayang, selalu diberkati, doa dikabulkan terus, dsbnya. Jadilah dewasa di dlm memandang hubungan kita dgn Tuhan, salah satunya spt antara bapa dgn anaknya.

Orgtua boleh menghajar anaknya demi satu alasan yg tepat, utk masa depan anaknya, tp memang tdk boleh sampai merenggut nyawa si anak. Disiplin hrs diterapkan, hukuman hrs jg hrs diberikan bila anak berbuat kesalahan yg fatal dan merugikan kepentingan banyak org, justru salah jika orgtua membiarkan jika anaknya berbuat yg salah, contohnya imam Eli yg membiarkan 2 anaknya berbuat jahat & pd akhirnya 2 anaknya dihukum Tuhan, mrka keduanya akhirnya mati. Jd hidup Kristen itu kadang spt calon tentara yang sdg dlm masa pelatihan, ada suasana ‘militer’ yg kental, kita melihat Tuhan begitu sangat disiplin, salah sedikit langsung kena tegur, dihukum Tuhan, sptnya Tuhan sangat galak dan tanpa ampun, kita berhadapan dgn ‘kekerasan’ Tuhan, dulu kita merasakan ‘kelembutan’ Tuhan setiap hr, tp skrg Dia spt sangat detail, sedikit-sedikit hrs selalu sempurna, salah sedikit akibatnya jd fatal. Itu hal yg normal, jgn heran dan baper berlebihan, kenali Tuhan secara utuh, jangan setengah-setengah.

Apa tujuan Tuhan melakukan semua itu? Dlm ayat ini, tujuannya spya kita menjd giat dan jg bertobat. Artinya disuruh giat berarti kita sdg dlm kondisi kendor, malas, tdk bersemangat, shga kita kehilangan fokus, yg kita kerjakan jd tdk maksimal, yg kita kerjakan itu tdk ada yg jadi, atau hasilnya jauh dr apa yg diharapkan. Jika ini dibiarkan trs menerus, kita akan larut dlm keadaan yang statis, berjalan di tempat, hilang pengharapan dsbnya, akibatnya tentu bs menghambat rencana Tuhan untuk hidup kita menjd tertunda dan terhambat. Krna Dia sayang pd kita, Dia hrs menegur, memberi jg disiplin bahkan hukuman, spya kita sadar dan kembali di jalur yg Tuhan telah tetapkan. Ini tentu keadaannya tdk nyaman, hati bs protes dan marah pd Tuhan, rasanya ingin mundur dan menjauh dr Tuhan. Tapi kalau kita sadar bhw Tuhan melakukannya krna Dia sayang pd kita, maka respon kita bukan yg negatif, tapi sebaliknya kita mau lebih giat disertai jg dgn pertobatan, menyadari kesalahan dan mau utk memperbaikinya, kembali bersemangat & melakukan apa yg dr semula sudah dilakukan dan segera utk menyelesaikannya.

Semua anak Tuhan pasti pernah ditegur dan dihukum Tuhan, bersyukurlah bhw itu bukti bhw Tuhan masih mengasihi kita, kalau nanti Dia malah diam saja, itu tanda kita sdh dekat dgn akhir yg buruk.

Posted in Renungan | Comments Off on Giat dan Bertobat

Uang Bukan Tujuan Hidup

DI 16022022

Lukas 19:8
Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

Hidup kita tentu ada biaya hidupnya, peran dr uang tentu sangat besar krna uang menjadi alat tukar utk kita memiliki sesuatu, membeli apapun maka kita hrs menyerahkan sejumlah uang untuk bisa memiliki apa yg kita beli.

Zakheus itu kepala pemungut cukai, pasti dia juga tergolong org kaya, walaupun dia dptkan itu dgn cara yg mgkin menyakitkan bnyk org. Apa alasannya dia dgn begitu mudahnya bisa melepaskan sebagian kekayaannya dan tetap bs bersukacita? Jumlah harta yg dia berikan tentu sangat besar nominalnya, utk sebagian org kehilangan lebih dr setengah hartanya itu spt mengalami ‘kiamat’ kecil dlm hidupnya. Di saat seseorg mengerti tujuan hidup yg benar, maka peran uang dlm hidupnya tdk ld menjd tujuan utama: hidup bekerja keras utk menjd kaya spya bs bahagia dan masa depan tidak mengalami kesusahan. Sbnarnya ini hal yang benar, membiayai hidup dan menyiapkan diri utk hidup di masa depan itu sangat penting & perlu dilakukan, namun yg salah adalah bila hal itu menjd fokus utama yg menyita semua energi dan hidup kita. Tdk sedikit pd akhirnya org yg sejak muda bekerja keras dan menjadi kaya, tp kekayaannya ludes di masa tua krna utk membiayai pengobatan sakitnya. Tp ada jg yg pd akhirnya menikmati hidup bahagia sampai tua, semua tergantung bgmna tiap org mengatur waktu dlm hidupnya.

Harta duniawi, hanyalah berguna utk selama kita hidup di dunia, begitu kita meninggal, tdk ada harta yg bs dibawa, sebagian dipakai utk kebutuhan kedukaan dan pemakaman, ada yg menjd warisan bagi anak cucu, dsbnya. Org yg memegang paham: ‘uang bkn segalanya tp segalanya butuh uang’ tentu akan bingung ketika waktu kematiannya sdh dekat, dia tdk punya ‘harta surgawi’ yg akan menyertainya saat hidup dlm kekekalan nanti. Jd fokus kita yg utama dlm hidup ini bukanlah menjd kaya, tp menyiapkan diri menghadap Tuhan nanti di dlm kekekalan, perlu utk menjd kaya hidup di dunia, tp sadarlah bhw itu cuma berguna utk hidup kita di dunia saja, jenazah yg oleh keluarganya dipakaikan perhiasan mahal, tdk ada gunanya selain hanya mendpt komentar dr org yg masih hidup. Bs saja org yg kaya di dunia tp dlm pandangan Tuhan ternyata dia itu org yg ‘miskin’ :

Wahyu 3:17
Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,

Apa yg menjd tujuan utama hidup kita? Kalau itu jawabannya masih harta dan kekayaan, mulailah utk mengubahnya, menjadi kaya itu jgn dijadikan fokus utama hidup kita, biarlah kita hidup di dunia tdk berkekurangan dan jg hidup di surga dlm kemuliaan-Nya.

Posted in Renungan | Comments Off on Uang Bukan Tujuan Hidup