Tragedi Kehidupan

DI 10012026

Amsal 14:13 ILT3
Bahkan di dalam tertawa pun hati merana dan sukacita itu akhirnya adalah dukacita.

Bgmna bs mulut tertawa tapi hati merana? Sukacita ternyata dukacita, sulit utk dapat kita pahami kalau tdk ada contoh atau kita mengalaminya sendiri.

Normalnya itu hati adalah perbendaharaan dr setiap org: “Org yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yg diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya”. (Lukas 6:45). Tapi mengapa mulut tertawa tp hati merana? Ini biasanya terjd demi hal lain yg dianggap penting, misalnya, orgtua tdk ingin anaknya tahu mereka sedang dlm kesulitan, mereka memilih utk terlihat spt tdk ada masalah, tertawa, demi anak bisa konsentrasi belajar. Kadang demi tuntutan pekerjaan, masalah di rumah jgn dibawa ke kantor, sbg karyawan hrs tampil prima dan siap bekerja. Tapi yg paling menyedihkan ialah ketika depresi akut, terlalu sedih dan pedih hati, menertawakan diri sendiri.

Hal lain mgkin akibat penipuan, dijanjikan sesuatu yg ‘wow’ di depan, tp ternyata pd akhirnya kita tertipu, uang raib, orgnya itu justru kabur, dsbnya. Memang kita hrs ada dlm kondisi waspada, sekalipun sdg dalam sukacita, ujungnya bs berubah menjd satu dukacita, tak jarang dlm sebuah pesta, yg terjd justru kehilangan org terkasih kita, di dlm liburan, ada saja hal buruk yang terjadi, tentu kita tdk berharap ini terjd pd diri kita, tapi sebaiknya tetap waspada, iblis selalu mencari waktu kita lengah dan mencuri yg baik dr kita. Kalau sedang depresi, jangan hadapi sendirian, carilah org terpercaya yg bs menopang kita, menguatkan kita untuk bs melewati semuanya dgn sejahtera. Kita jg hrs peka ketika org lain sdg bergumul dg masalahnya, perkatakan nasehat yg benar dan kuatkan mereka.

Tidak selalu kita dlm keadaan kuat, jangan lengah, selalu waspada dan dekat dengan Tuhan, Dia tempat perlindungan, sandaran yg teduh.

Posted in Renungan | Comments Off on Tragedi Kehidupan

Kepedihan Hati

DI 09012026

Amsal 14:10 ILT3
Hati mengenal kepedihannya sendiri dan orang asing tidak dapat turut merasakan sukacitanya.

Kepedihan hati, suatu rasa spt daging yang tertusuk pisau, antara benci tp sayang, tdk enak jika diingat, semua org pasti pernah merasakannya.

Kita terkadang ingin dimengerti org lain di saat kita merasakan kepedihan hati. Mgkin di saat kita kehilangan org yg terkasih, saat dikhianati, diselingkuhi, ‘ditikam’ oleh orang yg terdekat kita, dsbnya. Rasanya spt mau mati saja, hidup spt sudah tdk indah lagi & mgkin lebih baik diakhiri. Pengalaman yg terlalu pahit bukan hanya memunculkan 1 trauma tp juga menguras semangat hidup, tak jarang org menjadi ‘dingin’ dgn orang di sekitarnya, masih ‘hidup’ tp sebenarnya itu sdh ‘mati’. Sulit utk diajak komunikasi dan memilih menyendiri. Mgkin kita pernah ada di situasi ini dan mengerti bgmna rasanya hati yg pedih. Namun benarkah orang lain tdk turut bs merasakannya? Dalam ayat ini kita temukan kata ‘orang asing’ yg bs kita maknai org yg tdk ada hubungan apapun & mgkin hanya bertemu sesekali.

Org yg pernah mengalami pasti tahu rasa yg diakibatkan kepedihan hati, jd tentu pny rasa empati. Kata empati memiliki arti bhw punya kemampuan utk mengerti dan share atau berbagi perasaan dari yang lain. Jadi org lain bs turut merasakan perasaan kita karena mereka berempati, pernah alami & tahu bgmna rasanya. Hanya mereka yang punya hubungan dekat dgn kita, bukan yg hanya sekedar kenal saja, tp berinteraksi secara trs menerus dgn kita dalam jangka waktu yg lama, pasti bs berempati dengan kita. Demikian jg kita jg bs berempati dgn perasaan org lain karena kita pernah alami pengalaman yg sama. Butuh sandaran di saat hati kita pedih, pundak utk kita dapat dgn bebas menangis mengeluarkan rasa pedih dlm hati, karena tentu tdk baik kalau memendam kepedihan terlalu lama dalam hati kita.

Milikilah rasa empati yg tulus sehingga bs memberi penghiburan dan kekuatan pada mereka yg hatinya sedang pedih, tunjukkan bhw kita dapat diandalkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Kepedihan Hati

Tidak Semua Berani Jujur

DI 08012026

Amsal 14:5 ILT3
Saksi yang setia tidak akan berdusta, tetapi saksi yang palsu menghembuskan kebohongan.

Ada saat di mana kita butuh kesaksian dari org yg tahu keadaan kita dan peristiwa yg sdg terjadi, namun realitanya tdk semua dr mereka yg bersedia utk menjd saksi.

Alasannya beragam, mulai dr tdk mau jadi terlibat dalam masalah kita, cari aman, kita dianggap tdk menguntungkan. Padahal dr kesaksian merekalah, kebenaran ttg yang telah terjd akan terungkap, sementara itu di pihak lain gencar melemparkan tuduhan dan kebohongan yg membuat org lain jadi percaya bhw kitalah yg salah dan berbuat yg jahat. Tentu pedih rasanya kalau orang yg menolak menjd saksi buat kita itu ialah org yg selama ini banyak menikmati yang baik dr kita, tdk tahu balas budi, tega dan bahkan spt berkhianat melawan kita. Tidak mau menjd saksi bagi kita itu sudah cukup menyakiti kita, apalagi mau bersaksi tetapi justru kesaksiannya itu bohong dan penuh dengan niat jahat terhadap kita. Keduanya tentu tdk kita harapkan ada di lingkaran dr persahabatan kita.

Lalu bgmna jika kita ada di pihak yg harus menjd saksi bagi org lain? Bersediakah utk jadi saksi? Atau kita pilih cari aman saja & membiarkan org itu mengalami hal buruk & fitnahan keji menimpanya? Ini kembali pd integritas diri kita masing-masing. Setiakah kita, atau kita hanya mencari keuntungan & memanfaatkan org lain demi kepentingan kita? Jgn jadi pengkhianat dan pengecut, di dalam persahabatan dan kekeluargaan, yg utama adalah kesetiaan mendampingi di masa-masa yg tdk nyaman. Kalau kita tdk ingin diperlakukan demikian, perlakukanlah org lain dengan benar. Suatu saat mungkin kita yang membutuhkan kesaksian mereka, tapi kalau kita dahulu menolak, jgn terkejut jika mereka sekarang menolak jg, ingatlah tabur tuai itu berlaku dlm kehidupan, suatu saat kita ‘memakan buah’ dr yg kita tabur.

Jadilah org yg berintegritas, setia kawan & dapat diandalkan, suatu saat kitalah yang butuh org lain, ingat hukum tabur tuai, ini pasti terjadi atas hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Semua Berani Jujur

Harus Memuliakan Tuhan

DI 07012026

Lukas 17:18
Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?”

Ditolong Tuhan, apa yg hrs kita lakukan? DI dlm ayat ini Yesus mengingatkan utk ketika sdh ditolong, jgn lupa memuliakan Tuhan & bertemu Tuhan.

Kadang yg terjd justru kita terlalu terkejut dgn apa yg Tuhan perbuat, terlalu gembira sehingga kita larut dlm sukacita besar, tapi lupa utk berterimakasih dan bersyukur pd Tuhan dgn segenap hati. Satu dari sepuluh org kusta ini saat menyadari dirinya sudah tahir, kustanya sembuh, berbalik arah dan kembali menemui Yesus, menyembah dan memuliakan Tuhan. Lalu 9 org lainnya, apa yg mereka lakukan? Sesuai adat Yahudi, yg sakit kusta lalu sembuh menjd tahir, harus menemui para imam utk diperiksa apakah benar bhw mereka telah tahir. Jangan lupa bhw Yesus jg yang memerintahkan mereka untuk menemui para imam (ay 14). Terlalu cepat kita menvonis 9 org kusta lainnya itu tdk tahu berterimakasih, ini ttg bgmna cara seseorg memuliakan Tuhan. Perhatikan yg ada dlm kisah ini.

Misalkan ada 2 org sakit kanker, didoakan dan sembuh, yang satu lebih dulu beriman dan yakin disembuhkan, belum diperiksa oleh dokter, percaya sudah sembuh. Orang yang lain mgkin imannya masih kecil, perlu utk memeriksakan diri pd dokter dan yakin sembuh setelah hasil pemeriksaannya itu keluar. Yg satu dgn iman, yg satu dg logika, ini yg terjd pd 10 org kusta. 1 org ini belum menemui imam dan yakin sudah sembuh, dan ini jg dikonfirmasi oleh Yesus sendiri, sementara 9 yg lain perlu check up kepada para imam dan dinyatakan sembuh. Tidak ditulis 9 org ini mengucap syukur atau tdk setelah dinyatakan tahir, tapi tentunya dgn sesuai Taurat (Imamat 14). Mgkin saja dr 9 org itu mereka mengucap syukur pd Tuhan tetapi tdk spontan spt 1 org kusta di dalam kisah ini.

Kalau kita ditolong Tuhan, bersyukur serta muliakan Tuhan, bersaksi ttg dahsyatnya kuasa Tuhan yg telah kita alami, jgn menjd org yg tdk tahu berterimakasih.

Posted in Renungan | Comments Off on Harus Memuliakan Tuhan

Sadar Kita Ini Hamba

DI 06012025

Lukas 17:8-9 (TB)
Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.
Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?

Kadang kita lupa bhw ada rangkap status kita di hadapan Tuhan, kadang yg banyak ditonjolkan adalah status spt bapa dengan anaknya, tapi status hamba dan tuan tidak begitu dipedulikan.

Bahkan org yg melayani sekalipun, belum tentu dia punya jiwa seorg hamba, prinsip yg di pikirannya itu layaknya karyawan dgn bosnya, kerja nantinya dapat gaji, ada hak yg dilindungi. Akibatnya hubungan dengan Tuhan bersifat transaksional belaka, kalau melayani, nanti dapat upah dr Tuhan, tidak heran kalau jenis pelayanan yg ada ‘PK’ nya lebih diminati drpd yg sukarela. Karena dpt ‘PK’, merasa diri pantas dihargai, mendapat perlakuan istimewa, punya ‘nilai jual tinggi’. Contohnya, ada oknum pemusik yg ketika khotbah disampaikan, lebih memilih untuk ngobrol dgn sesama pemusik, perkiraan di waktu khotbah akan selesai, baru kembali ke dekat mimbar. Tentu ini hanya ‘oknum’, bs dimengerti kalau kasusnya itu terjadi di saat sudah ibadah ke-2 dgn khotbah yang sama, tentu bisa dimaklumi karena sudah mendengar khotbah ibadah pertama.

Sbg hamba dari Tuhan, tujuan kita adalah menyenangkan dan memuaskan hati-Nya, dlm ayat ini jelas digambarkan situasi dari seorg pelayan, baru boleh makan setelah tuannya selesai, tdk ada tugas lain. Zaman skrg mgkin sedikit berbeda, seorg PRT bisa saja ngomel-ngomel karena tugas terlalu banyak, zaman dulu hamba tdk layak untuk protes, jgn sampai tuannya marah. Apalagi mengharapkan apresiasi dr tuannya, tidak diberi ucapan terimakasih tetapi tetap hrs giat bekerja dan melayani. Beda dg zaman skrg, kurang dihargai ya pergi atau keluar saja, cari tempat lain yg mau menghargai, maka jgn heran, ada oknum pelayan yang bertanya lebih dahulu: “Berapa PK-nya?” Di titik inilah yg dilakukan bukan pelayanan tp layaknya karyawan yg hanya mau bekerja jika gaji yg diterima itu sesuai. Fokusnya bukan Tuhan lagi, tetapi uang dan uang.

Layanilah Tuhan dgn motivasi yg benar, di dalam pengabdian diri kita pd Tuhan, hrs didasari oleh kasih kepada-Nya, tidak dgn sengaja memikirkan upah, karena percaya Tuhan pasti berikan.

Posted in Renungan | Comments Off on Sadar Kita Ini Hamba

Jagalah Dirimu

DI 05012026

Lukas 21:34 ILT3
Tetapi jagalah dirimu supaya hatimu tidak dibebani oleh kebingungan dan kemabukan serta kekhawatiran hidup, dan hari yang tak terduga itu akan datang kepadamu

Mabuk, bs terjd karena terlalu gembira, tapi jg mabuk bs terjd karena bingung dan rasa kuatir yg amat sangat, ingin rasanya lari dr kenyataan yg sdg terjd.

Kemabukan dlm ayat ini bukan karena sdg gembira, ada kata kebingungan, kekuatiran hidup, artinya pusing dgn masalah jasmani kita dan kebutuhannya. Misalnya seseorg yg dlm masalah besar, menghadapi suatu kebuntuan, tdk menemukan solusi, mabuk menjd pelarian sesaat yg menurutnya bisa sejenak melupakan masalah itu. Mabuk jg bs sbg bentuk penyesalan diri yang negatif, bukannya berusaha memperbaiki keadaan, tetapi lari dr tanggung jawab, sdh terlanjur dicap pengecut, pecundang, ya sekalian jd pemabuk saja, sdh dibenci org banyak, ya sekalian tambah dibenci lagi. Mabuk tidak akan menyelesaikan masalah, tp justru bs menimbulkan masalah baru, karena ketika mabuk, seseorg bs lepas kendali, bertindak sembrono, merugikan org lain, bahkan bisa berbuat kriminal, spt menabrak kendaraan lain saat menyetir hingga timbul korban.

Mendekat pd Tuhan, ini yg seharusnya kita lakukan saat bingung dan kuatir. Yg sering terjadi adalah kita kurang sabar menunggu Tuhan bertindak pada waktu-Nya, kita ingin semuanya cepat, detik kita berdoa berkata ‘amin’, detik berikutnya Tuhan langsung dg cepat bertindak. Tdk boleh spt itu! Apa hak kita menyuruh Tuhan mengikuti kemauan kita? Apa kita lebih pintar drpd Tuhan? Dlm penantian pertolongan Tuhan datang, kita hrs mempersiapkan ‘jalan’ bagi Tuhan dgn cara-Nya yg ajaib utk bertindak. Terkadang Dia bertindak menggunakan diri kita untuk menunjukkan kuasa-Nya, tp kadang kitalah yg tdk sadar dan tdk siap, kita hanya diam menunggu tanpa berbuat apa-apa. Tetapi yg kita perbuat janganlah menghalangi yg sdg Tuhan rencanakan bagi kita, jangan mabuk, jgn bingung, dan jgn kuatir, ini yang hrs kita lakukan.

Masalah pasti ada dan akan mendatangi di waktu ke depan, persiapkan diri dan miliki mental pemenang dlm diri kita, jgn mabuk dan hanyut oleh masalah.

Posted in Renungan | Comments Off on Jagalah Dirimu

Menjadi Musuh Terdekat

DI 03012026

Matius 10:36-37 ILT3
Dan musuh seseorang, adalah seisi rumahnya.
Siapa yang mengasihi ayah atau ibunya lebih daripada-Ku, tidaklah layak bagi-Ku; dan siapa yang mengasihi anak laki-laki atau anak perempuannya lebih daripada-Ku tidaklah layak bagi-Ku.

Prinsip ini terlihat sangat tegas, dlm suatu situasi tertentu, hrs mengasihi Tuhan lebih drpd mengasihi orgtua dan anak, tapi perlu kita ketahui konteksnya.

Hal mengikut Yesus pd zaman Yesus hidup di dunia sedikit berbeda dg zaman skrg ini, zaman Yesus hidup, mengikut Dia berarti benar-benar hingga meninggalkan keluarga secara fisik, meskipun anggota keluarga itu keberatan, hrs memilih mana yg diikuti dan mana yg ditinggal. Pd level yg lebih ringan, pihak keluarga mgkin akan memusuhi org itu karena berbeda prinsip antara ajaran di dalam Taurat dan perkataan Yesus waktu itu sbg nabi. Kita tahu bbrpa tindakan yang Yesus lakukan, misalnya menyembuhkan org di hari Sabat, mengecam para Farisi & ahli Taurat dipandang tdk pantas, memicu kemarahan yg dikecam, shga kalau berani dgn terang-terangan mengaku sbg orang yg mengikut Yesus, bs turut kena getahnya dan kalau nanti Yesus disalibkan, org itu jg mgkin ikut disalibkan, itulah makna dr arti memikul salib setiap hari. Ikut Yesus bisa nyawa terancam.

Pengikut Yesus itu pembawa damai, tetapi sampai pd level taat pd Tuhan, keluarga bs menjd ‘musuh’ terdekat, musuh di sini dlm pengertian org-org yg menentang, yg ingin kita tdk taat pd Tuhan, bahkan ingin cepat membunuh kita demi alasan ‘ibadah’ pada Tuhan: Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua org oleh karena nama-Ku (Lukas 21:16-17). Di zaman skrg ini mgkin yg jadi masalahnya adalah perbedaan doktrin dlm 1 keluarga karena mgkin saja dlm 1 keluarga itu ada yg ke gereja A, B, C, yg doktrinnya berbeda, ini bs jd pemicu perpecahan. Walau zaman skrg ini jarang terjd keributan karena beda doktrin dlm 1 keluarga, biarlah semuanya saling menghormati doktrin yg dianut oleh masing-masing anggota keluarga.

Mengikut Yesus kadang hrs meninggalkan yg lain, lebih mengasihi Yesus drpd semua yg kita kasihi, pilihan ada di tangan kita, yg mana yg lebih kita kasihi?

Posted in Renungan | Comments Off on Menjadi Musuh Terdekat

Tahun Baru vs Hidup Baru

DI 02012026

Roma 6:4 ILT3
Sebab itu, kita telah dikuburkan bersama Dia melalui baptisan ke dalam kematian supaya sama seperti HaMashiakh telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian pula kita harus berjalan dalam pembaruan hidup.

Memasuki hari ke-2 di tahun 2026 ini, apa yg menjd fokus kita? Ingin situasi berubah lebih baik dr 2025? Jgn sampai ini berubah dr harapan menjd mimpi belaka.

Kalau kehidupan kerohanian kita masih di dlm situasi yg lama, mgkinkah terjd suatu perubahan nasib? Dlm ayat ini disinggung ttg berjalan dlm pembaharuan hidup, satu hal yg hrsnya dimulai dlm diri kita. Yg nanti kita hadapi ke depan tdk akan sama sulit & kerasnya dr tahun 2025. Semakin dekat dg kedatangan Tuhan yg kedua, keadaan tdk semakin baik. Bandingkan saja antara thn 2024 dgn tahun 2025, terasa lebih banyak goncangan atau tidak? Kalau hidup rohani kita belum berubah, bgmna kita bs lewati tahun 2026 ini dgn senyum kemenangan? Atau malah hujan air mata yg terjd nanti, karena itulah pentingnya pembaharuan di dalam hidup kerohanian kita diperhatikan dan dilihat perkembangannya. Makin dkt Tuhan atau malah menjauh? Makin taat pd Tuhan atau makin mengabaikan perintah Tuhan?

Pembaharuan hidup bukan sekedar terjadi perubahan status menjd Kristen, tetapi ttg hidup sbg org Kristen di tengah dunia yang tdk semakin baik ini. Apakah kita dg tegas dan bangga mengakui Tuhan Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat kita? Atau kita malu-malu mengakui Dia di dpn umum plus menyangkal Dia? “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 10:32-33). Tunjukkan bhw org Kristen punya kualitas diri yg lebih baik drpd yg lain, meskipun kita dlm kesulitan, ada Tuhan yg menolong dan melepaskan kita. Jgn berjalan sbg org fasik, hiduplah bijak dan takut akan Tuhan.

Pembaharuan hidup hrs terjd pada diri kita, keadaan di depan membutuhkan iman yg lebih besar, daya tahan yg lebih kuat, kasih pd Tuhan yg semakin mendalam.

Posted in Renungan | Comments Off on Tahun Baru vs Hidup Baru

Arah Langkah Kita

DI 31122025

Amsal 16:9
Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya.

Tentu kita ingin Tuhan memimpin kita dan membuat perencanaan kita berhasil serta susuai dgn yg diharapkan, namun ini perlu suatu pembahasan lebih lanjut.

Hari ini, 31 Desember 2025, kita akan ada di akhir perjalanan kita sepanjang tahun ini, dan besok kita masuki tahun yg baru yaitu tahun 2026. Bisa melewati tahun 2025 dgn segala keadaan kita, tentu ada pimpinan yg dari Tuhan, penyertaan-Nya. Ada rencana di tahun 2026, ada tantangan, masalah yg akan dihadapi, seberapa siap kita? Dalam ayat ini jelas bahwa Tuhan yg menentukan arah langkah hidup kita, dgn catatan yaitu ini terjd kalau kita hidup benar di hadapan Tuhan. Tentu kita hrs taat dg penundukan diri seutuhnya dlm segala hal, takut akan Tuhan dan menjauhi yg jahat. Banyak org yg menginginkan berkat besar, mujizat yg spektakuler, tp tdk hidup benar di hadapan Tuhan, ini tentu suatu mimpi indah semata dan tdk akan pernah terwujud dlm realita kehidupan.

Kita banyak berpikir, merencanakan apa yg kita inginkan, ingin Tuhan menyetujuinya & menolong kita mewujudkannya, ini terlihat normal tp salah. Bukan berarti kita dilarang berpikir dan merencanakan, tp ingat status kita, kita semua ini hamba dr Tuhan. Seorg hamba hanya melakukan perintah tuannya. Kita yakin Tuhan sdh merencanakan yang terbaik utk kita di tahun 2026, utk apa kita berpikir merencanakannya lagi? Percuma merencanakan sesuatu kalau pd akhirnya Tuhan yg mengatur langkah kita, rencana kita yg tdk sesuai dgn rencana-Nya pasti Dia buat gagal total, Dia tdk ingin yg buruk terjadi pd diri kita. Jd sebenarnya yg harus kita lakukan adalah bertanya pd Tuhan ttg rencana-Nya utk kita di tahun 2026 nanti, biar kita menjd hamba yg berkenan untuk Tuhan dan menerima kasih sayang-Nya yg berlimpah.

Selamat mengakhiri tahun 2025 dan siap memasuki 2026 dgn penyertaan Tuhan yg utuh sepanjang tahun depan, bersyukur di tahun 2025 ini, kita menikmati yang terbaik dr Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Arah Langkah Kita

Cara Mendapatkannya Juga Penting

DI 30122025

Amsal 16:8 ILT3
Lebih baik sedikit dengan kebenaran, daripada kelimpahan hasil tanpa keadilan.

Kadang beberpa org lebih mementingkan jumlah drpd prosesnya, itulah sebabnya di dalam realita hidup, ada hal yg didapat dgn cara yg ilegal dan kriminal.

Dlm hal mendapatkan uang misalnya, ada golongan org yg memakai cara ilegal dgn mengimpor barang yg dilarang peraturan utk diperdagangkan. Barang ‘gelap’ hingga istilah barang ‘KW’ jadi pengetahuan umum yg diketahui semua org. Org ingin kaya dgn cepat, karena itulah judi menjadi salah satu pilihan favorit bagi sebagian kalangan, hal ini tentu masih banyak lagi cara yg dipakai org utk memperoleh banyak harta. Dalam persaingan kerja, sudah umum orang tahu ttg ‘penjilat’ dan ‘teman makan teman’, tdk bisa dipercaya bhw ada ketulusan sesama teman kerja, kalau ada kesempatan, harus dimanfaatkan utk mendpt promosi dengan menjatuhkan citra rekan kerja. Padahal yg Tuhan inginkan adalah kita memperoleh dg cara yg benar dan adil, meskipun jumlah yg didapat tdklah banyak.

Apa yg kita lakukan, itu semua pd akhirnya akan dipertanggung jawabkan di hadapan Tuhan, tp ada org-org yg tdk peduli dan tdk percaya akan ada pengadilan Tuhan. Benar hal itu mgkin tdk terjadi di dunia, tapi terjd nanti ketika semua org menghadap Tuhan utk mempertanggung jawabkan semua yg dilakukan selama hidup di dunia. Tdk ada pengecualian, semua akan mendapat upah sesuai perbuatannya. Hukum tabur tuai itu sesuatu yg pasti, dlm kepercayaan lain, ini dikenal sbg karma yg akan terjd pd orang yg melakukan sesuatu. Jd semua org juga percaya dgn hukum tabur tuai walau dgn pemahaman yg agak berbeda, harusnya ini cukup sbg peringatan bhw ada balasan yg menanti dr semua perbuatan yg dilakukan. Karena itu, peroleh dan dapatkanlah dgn cara yg benar dan adil, sesuai dgn firman Tuhan dan kebenarannya.

Jangan lakukan yg ilegal, tdk benar dan tdk adil, dapatkanlah semuanya dgn cara yang benar, adil dan sesuai firman Tuhan, jumlah itu soal nomor selanjutnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Cara Mendapatkannya Juga Penting