Damai Sejahtera Memerintah

DI 22102025

Kolose 3:15
Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.

Kita dipanggil Tuhan utk menjadi 1 tubuh di dlm Kristus, dalam hal ini butuh sesuatu yg bs membuat ini langgeng: damai sejahtera Kristus memerintah dalam hati kita.

Dlm hidup bergaul dlm komunitas apapun, tak bs dipungkiri bs terjd pergesekan atau perselisihan karena banyak sebab, hal ini biasanya membuat emosi meledak-ledak hingga tak jarang timbul perpecahan atau adu fisik yg tentu saja sangat merugikan. Kepentingan siapa yg ‘menang’, biasanya inilah yg jadi tujuan utama semua pihak yg bertikai. Tuhan tdk ingin tubuh-Nya menjd terpecah-pecah, harus unity atau ada dlm kesatuan: “Nyanyian pendakian. Dari Daud. Lihatlah alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara hidup bersama dalam kesatuan!” (Mazmur 133:1 ILT3). Dr ayat yg lain, kita lihat ini: “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi jg untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku (Yohanes 17: 20-21). Jadi Yesus ingin semua org yang percaya utk hidup bersama dan bersatu.

Suasana hati hrs penuh damai sejahtera, supaya kita bs mengendalikan pikiran dan emosi kita dg baik, bukan damai sejahtera karena situasi, tp damai sejahtera berasal dr Kristus, saat Tuhan ada dlm hidup kita, maka Dia menaruh damai sejahtera-Nya di dlm hati setiap kita. Emosi bisa terpancing, tp pikiran tetap hrs berdasar pd kebenaran firman Tuhan. Inilah maksud dari ayat yang kita baca yaitu damai sejahtera Kristus itu memerintah dlm hati kita, mengendalikan hati dan pikiran kita serta mampu utk bisa menahan luapan emosi. Pikirkanlah yang baik, utk kepentingan bersama, bukan utk ambisi pribadi atau kelompok. Terkadang kita tergoda menentukan siapa yg ‘lebih’ di dalam komunitas kita, siapa yg terbesar, yg paling diandalkan, yg paling berperan, dan sebagainya. Godaan pikiran spt itu jangan sampai menimbulkan bibit perpecahan.

Apakah damai sejahtera Tuhan itu ada dan memerintah dlm hati kita? Jgn tergoda dg pikiran yg mengarah pd perpecahan, tetapi hiduplah dlm damai sejahtera satu dengan yg lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Damai Sejahtera Memerintah

Menghormati Pemimpin Gereja

DI 21102025

1 Timotius 5:17
Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar.

Mungkin ada sedikit perbedaan mengenai para pengkhotbah di zaman Timotius dgn pengkhotbah zaman sekarang. Zaman itu Injil dan pengajaran para rasul baru mulai menyebar, tdk banyak referensi membuat bahan khotbah yg spt sekarang, zaman itu Alkitab blm dikanonkan. Jd seorg penatua gereja yg mahir berkhotbah pastilah orang yg istimewa, karena hrs berjerih payah utk menyusun sebuah khotbah yg baik. Harus diingat pula bhw di zaman itu sdh ada juga pengajaran palsu dan sesat, belum lagi yg masih ingin memasukkan tradisi Taurat ke dlm pengajaran Kristen, terutama bagi yg non Yahudi (Gentile), seorg penatua yang mampu berkhotbah, pastilah seorg yg tdk kompromi dgn pengajaran yg di luar dari pengajaran para rasul, berkhotbah apa yg benar serta membangun jemaat.

Bukan hanya mampu berkhotbah, tapi juga mampu utk mengajar, ini suatu kombinasi yg patutnya dimiliki. Zaman ini ada saja yg berkhotbah tp tdk jelas mau bahas apa, jd para pendengarnya bingung dan ‘ngantuk’ ketika mendengarnya. Tdk semua org yang berkhotbah mampu utk mengajar, karena dlm hal mengajar ini, perlu kemampuan utk membuat org yg diajar memahami sesuai dgn apa yg para pengajar pahami. Murid yg tdk mengerti bs punya 2 kemungkinan: si murid memang bodoh atau si guru yang tdk bisa mengajar dgn baik. Jgn heran jika ada jemaat yg menilai pengkhotbah A itu mudah dipahami khotbahnya, sementara pengkhotbah B justru membingungkan dg khotbahnya. Pengkhotbah yg mampu juga utk mengajar, suatu hal yg sangat baik dan seharusnya semua pengkhotbah memiliki 2 kemampuan ini.

Hormatilah para pemimpin gereja yg punya kemampuan berkhotbah dan mengajar, ini akan sangat membangun iman jemaat dan menangkis pengajaran sesat yg ada.

Posted in Renungan | Comments Off on Menghormati Pemimpin Gereja

Jangan Membebani

DI 20102025

1 Timotius 5:16
Jika seorang laki-laki atau perempuan yang percaya mempunyai anggota keluarga yang janda, hendaklah ia membantu mereka sehingga mereka jangan menjadi beban bagi jemaat. Dengan demikian jemaat dapat membantu mereka yang benar-benar janda.

Salah satu pelayanan gereja adalah dalam hal memelihara kehidupan para janda, tapi kemudian dibuatlah kriteria yg jelas, siapa saja yg layak utk menerima pelayanan dari gereja.

Melihat kondisi zaman itu, kebanyakan yg menjanda adalah istri yg ditinggal mati sbg ibu rumah tangga biasa, beda dg zaman ini yg ada para janda sbg pebisnis, guru, serta profesi lainnya yg bebas dr masalah uang atau finansial. Jd kita perlu jg memahami ini dan melihat konteks di zamannya. Dlm hal ini, keluarga yg memiliki seorg janda di dlm keluarganya, kalau kondisi keuangan mampu, maka punya kewajiban utk dapat memelihara sanak saudaranya yang janda. Berarti ada sebuah tanggung jawab bagi para keluarga yg secara keuangannya itu mampu atau berkecukupan, tdk boleh dgn sengaja mengabaikan anggota keluarga yg menjd janda. Konteks zaman itu janda yg dimaksud adalah yg ditinggal mati suami, bukan spt zaman skrg yg menjd janda bisa karena perceraian.

Tanggung jawab dlm memelihara anggota keluarga ini menjd sebuah ukuran apakah seseorg itu tidak beriman: “Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman” (1 Timotius 5:8). Mengasihi Tuhan berarti wajib jg mengasihi sesama, tdk boleh hanya Tuhan saja yg dikasihi. Di dlm keluarga pasti pernah terjd hal-hal yg kurang mengenakkan, tetapi itu tdk bs jadi alasan utk mengabaikan kondisi keluarga yg sedang kurang baik. Org beriman bukan soal bgmna menerima mujizat kuasa dari Tuhan, tetapi bgmna mengamalkan hidup sbg pengikut Kristus, mengikuti pola hidup Yesus sewaktu di dunia, meskipun dalam melayani, Yesus ttg peduli dg keluarga-Nya di saat ada kesempatan bertemu.

Apakah ada dr sanak saudara kita yg dlm keadaan kurang baik? Peliharalah mereka sesuai dgn perintah Tuhan, tunjukkan bhw kita adalah org yg beriman pd Kristus.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Membebani

Status Hanya Selama di Dunia

DI 18102025

Lukas 20:34-36
Jawab Yesus kepada mereka: “Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan,
tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan.
Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.

Apa kata Yesus ttg kehidupan setelah kita meninggalkan dunia ini? Ternyata berhenti status apapun ketika kita meninggal dunia, selanjutnya kita hidup selayaknya malaikat.

Org-org Saduki zaman itu tdk percaya akan adanya kebangkitan, mereka bertanya pd Yesus ttg kasus apabila seorg perempuan yg menurut peraturan hukum Taurat harus menikah dgn kerabat suaminya, saat nanti kebangkitan terjd, siapa yg menjd suami? Yesus dgn tegas mengatakan bahwa hidup setelah kebangkitan atau setelah kematian itu, hidup spt malaikat, tdk ada kawin dan dikawinkan, berarti status apapun selama hidup di dunia ini, selesai dan tdk berlanjut hingga setelah kematian. Ini tentu berbeda dgn surga versi kaum yg lain, mereka yakin kehidupan duniawi terus berlanjut saat ada di surga versi mereka, bahkan bebas untuk melakukan apapun. Kita sbg org Kristen yg percaya pd Yesus, harus percaya ttg hidup setelah kematian, semua yg duniawi sudah berhenti, tdk berlanjut lagi.

Lalu di surga nanti kita lakukan apa? Kalau merujuk apa kata Yesus dlm ayat ini, maka kita nantinya hidup spt malaikat hidup, ini berarti suatu kehidupan yang berbeda dgn hidup di dunia. Kita mengenal ada malaikat yg melayani Tuhan di sekitar tahta-Nya, ini bs kita maknai kita jg akan trs menyembah Tuhan: “Dan setiap kutuk tidak akan ada lagi. Dan takhta Elohim dan Anak Domba akan ada di dalamnya, dan para hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya (Wahyu 22:3 ILT3). Ada baiknya kita lebih mendalami kitab Wahyu, agar banyak dari pertanyaan ttg hidup setelah kebangkitan itu spt apa. Pastinya adalah kehidupan yg kita jalani di dunia, profesi, status, dsbnya, akan berhenti ketika kita meninggal dunia, selanjutnya kita hanya akan hidup seperti para malaikat.

Persiapkan diri kita dgn baik supaya nanti kita kayak hidup kekal di surga, jgn terikat dgn hal duniawi yg sifatnya sementara dan fana, tetapi ikatkanlah diri kita dgn Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Status Hanya Selama di Dunia

Menjerat Dengan Pertanyaan

DI 17102025

Lukas 20:20
Ahli-ahli Taurat dan imam-imam kepala mengamat-amati Yesus. Mereka menyuruh kepada-Nya mata-mata yang berlaku seolah-olah orang jujur, supaya mereka dapat menjerat-Nya dengan suatu pertanyaan dan menyerahkan-Nya kepada wewenang dan kuasa wali negeri.

Di sekitar kita, ada saja org-org yg bersikap tdk senang dan cenderung berusaha untuk menjatuhkan kita, lewat cara halus hingga cara yg kasar dan curang.

Para ahli Taurat dan para imam kepala pd zaman itu bersikap tdk menyenangkan pd Yesus karena kehadiran-Nya sedikit banyak telah menyita perhatian publik dan berhasil sedikit banyak mengumpulkan pengagum dan pengikut. Sebelumnya mereka sangat dihormati oleh masyarakat, tetapi karena pengajaran Yesus yg berbeda dan banyak mujizat, kesembuhan dan pengusiran roh jahat yg dilakukan-Nya, mereka kehilangan sedikit rasa hormat dr masyarakat. Yesus dipandang sbg ancaman masa depan yang hrs disingkirkan dgn cara apapun. Mungkin kita jg spt itu, kita menjd ancaman bagi org lain dlm hal bisnis, dagang, karier, dsbnya, dan seringkali kita berusaha dipermalukan dan dijatuhkan, termasuk dgn cara minta pendapat kita ttg sesuatu, kalau tdk netral maka kita dianggap bagian dr pihak yang berseberangan dgn mereka. Jawaban yang kita beri hrs tepat dan menutup celah bagi mereka utk bertanya lebih lanjut.

Yesus balik bertanya dan mereka tdk bisa menjawabnya, ini suatu strategi jitu ketika kita berusaha disudutkan. Dlm perdebatan sengit, berbalik bertanya itu spt menyerang lawan sambil bertahan, bukan pasif tetapi aktif dgn cara yg ‘fair’ atau adil, kalau cuma menjawab pertanyaan trs menerus, orang lain tidak akan pernah puas, mulut mereka hrs dibungkam dgn segera, supaya jangan sampai kita ‘di-framing’ sesuai jebakan yg mereka siapkan. Spt dlm sepakbola, saat musuh menyerang maka pertahanan yang mereka susun menjd berkurang, inilah yg jadi kesempatan utk menyerang balik dan kemungkinan mencetak gol bs lebih besar. Jawablah pertanyaan dgn berhikmat lalu balik bertanya dgn pertanyaan yg mereka tidak mampu menjawabnya, ini membuat mereka mentalnya ‘down’ dan malu.

Jgn menjatuhkan org lain, tp bukan berarti membebaskan org lain menjatuhkan kita dgn cara yg licik, waspadalah dan jangan buat kesalahan, ini pertahanan terbaik.

Posted in Renungan | Comments Off on Menjerat Dengan Pertanyaan

Suatu Langkah Ekstrim

DI 16102025

Lukas 19:2, 5, 7
Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.
Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”
Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.”

Yesus seringkali bertindak di luar batas yg berlaku pd umumnya, kali ini Dia sengaja mau tinggal sehari di rumah Zakheus yang adalah seorg pemungut cukai.

Pandangan masyarakat saat itu ttg seorg pemungut cukai tergolong negatif, orang yg memungut pajak rakyat utk disetor pd pemerintah Romawi yg saat itu menjajah bangsa Israel. Zakheus sendiri mengakui bhw dirinya seringkali memungut cukai dg cara memeras, dia berjanji mengembalikan dgn 4x lipat dr jumlah yang diperas (Lukas 19:8). Tinggal sehari di rumah org yg saat itu dibenci masyarakat, bukan satu langkah yg baik demi mendapatkan penilaian yang positif, tp itulah pelayanan Yesus, Dia tidak memandang hina org berdosa, yg penting adalah terjadinya pertobatan dr orang yang berdosa, itu suatu sukacita yg besar. Dlm pandangan manusia, rasanya sulit percaya kalau seorg berdosa itu akan bertobat, tapi dlm kisah ini, Zakheus menunjukkan suatu reaksi yg ekstrim, berani melepas banyak hartanya sbg bentuk pertobatannya.

Bgmna sikap kita terhadap orang berdosa? Apa reaksi kita saat org yg dikenal sebagai penjahat kelas kakap datang masuk dalam gereja saat beribadah? Seorg pelapor, PSK, bahkan mgkin seorg yg dikenal kejam dan bengis? Bukankah gereja adalah kelompok org-org kudus? Benar, tp org kudus dalam gereja bukanlah org yg bersih dr dosa, tapi org berdosa yg menerima pengampunan dr Tuhan sehingga dibenarkan menjadi orang benar yg dikuduskan. Jadi kalau ada orang berdosa ingin bertobat, jgn dihalangi, tapi berilah ruang bagi mereka utk bertobat dan menjalani hidup baru. Memang perlu juga waspada, ada saja oknum yg berpura-pura mau bertobat, tp sebenarnya punya suatu niat buruk, jd jgn jg cepat terkesima pd org yg katanya mau bertobat, perlu diuji oleh waktu dan tindakan nyata dari mereka, jadi waspada tp tetap ramah.

Tuhan senang dgn pertobatan org berdosa, jadi jgn dihalangi tapi perlu jg menguji niat pertobatan mereka, bersikaplah ramah dan selalu terbuka menyambut pertobatan org berdosa.

Posted in Renungan | Comments Off on Suatu Langkah Ekstrim

Tidak Ikut-Ikutan

DI 15102025

Lukas 18:35-38
Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis.
Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: “Apa itu?”
Kata orang kepadanya: “Yesus orang Nazaret lewat.”
Lalu ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”

Siapakah Yesus menurut kita? Org buta di dlm kisah ini punya pengertian yg berbeda ttg Yesus, org banyak menyebut Yesus sbg org Nazaret, tetapi org buta ini menyebut Yesus sbg Anak Daud.

Perhatikan kata Anak dlm sebutan ini dgn huruf besar, memiliki makna bukan hanya punya silsilah keturunan dr Daud, tapi Anak dalam arti sbg Sang Anak, Tuhan, sebutan Yesus berkaitan dgn diri-Nya sbg bagian dr Bapa, Anak dan Roh Kudus. Ini sebutan yg sifatnya teologis, maka tak heran nantinya Yesus berkata: Lalu kata Yesus kepadanya: “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!” (Lukas 18:43). Ini bukan karena dia gigih berteriak-teriak saat Yesus lewat, bukan itu, tetapi pengakuan dr iman yg dia miliki bhw Yesus adalah Anak yg berasal dr silsilah Daud. Kita tdk punya referensi dr mana org buta ini bisa sampai memiliki pengakuan iman ttg Yesus seperti itu, tetapi inilah yg Yesus lihat dlm dirinya, org buta pasti ingin melihat, tetapi dengan pengakuan imannya, dia diselamatkan dan melihat kembali.

Tentang siapa Yesus menurut kita, bisa jd itu yg mempercepat kita mendapat solusi atas keadaan yg kita hadapi. Kadang orang meragukan kuasa Yesus, apakah Dia ingin menolong? Memang ada sesuatu hal yang terjd itu akibat dr dosa yg kita perbuat, bkn berkat yg datang tetapi kutuk. Untuk kutuk ini berlalu dlm hidup kita, maka perlu suatu pengampunan dosa dan pertobatan. Perlu menyadari dosa apa yg dilakukan lalu dgn sadar merendahkan diri memohon ampun pd Tuhan atas dosa kita. Pertobatan yang sejati akan menghentikan murka Tuhan & Dia kembali menyayangi umat-Nya. Kasih Tuhan lebih besar drpd amarah-Nya, tetapi jgn kita memandang rendah kemurahan yg Dia tunjukkan kepada kita, jgn bermain dgn dosa dan terus menerus membangkitkan murka Tuhan, Dia tahu isi hati dan pikiran kita.

Siapa Yesus menurut kita? Pengenalan ttg Tuhan yg benar akan menguatkan iman yg kita punya, menyentuh hati Tuhan dan Dia akan menolong kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Ikut-Ikutan

Meninggalkan Semua Demi Tuhan

DI 14102025

Matius 19:29
Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.

Menjadi pengikut Yesus memang ada yang hrs dikorbankan, salah satunya dlm hal yg sangat sulit dilakukan: meninggalkan org yg harusnya tetap bersama kita.

Kita hrs paham situasi saat ayat ini ada, di zaman itu umumnya semua orang Israel itu penganut Yudaism, tp semenjak Yesus itu hadir dgn membawa pengajaran yg baru & berbeda, bagi pengikut Yesus tentunya bs mendapatkan sanksi sosial hingga sanksi agama: Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku (Lukas 21:12). Ketika seseorg percaya pd ajaran Yesus zaman itu, dianggap seorang yg telah murtad dan layak dihukum, maka tak jarang pihak keluarga mendesak untuk mereka tidak mempercayai ajaran Yesus, jika tidak maka ancaman pembunuhan bs saja terjd.

Zaman skrg juga banyak kesaksian orang yg dahulu non Kristen, tp skrg percaya pd Yesus Kristus, mereka diancam dibunuh, nama mereka dicoret dr keluarga, warisan dibatalkan, dan hrs melarikan diri karena jd target pembunuhan. Walaupun ada yg tdk mampu bertahan, takut, tetapi sebagian dr mereka menganggap penderitaan karena nama Yesus sbg suatu kehormatan untuk nantinya menerima kemuliaan dr Tuhan. Meninggalkan keluarga, kehilangan harta, jabatan, kebahagiaan, itulah resiko mereka, tetapi kenikmatan sbg pengikut Yesus itu melebihi semuanya itu, bahkan mereka jg membawa keluarga mereka pd Tuhan shga seisi keluarga diselamatkan. Penderitaan yg mereka alami memang berat, tapi upah yg Tuhan janjikan pd mereka itu 100x lipat dr sebelumnya, dan mereka akan ada dlm golongan org yg diselamatkan.

Sbg pengikut Yesus Kristus, jgn pernah tdk setia, upah yg Yesus janjikan itu amat tidak sebanding dgn penderitaan yg dialami, yg paling penting adalah kita diselamatkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Meninggalkan Semua Demi Tuhan

Miskin Tapi Kaya

DI 13102025

Wahyu 2:9 ILT3
Aku tahu perbuatan-perbuatan dan kesukaran dan kemiskinanmu, padahal engkau kaya, juga hujatan dari mereka yang menyebut diri mereka Yahudi, padahal bukan, malah sebaliknya mereka adalah sinagoga Setan.

Di mata manusia, miskin berarti tdk punya banyak harta, kaya berarti banyak punya harta, tapi di mata Tuhan, org miskin harta bisa saja ternyata dia kaya.

Ini yg dikatakan terhadap jemaat Smirna, mereka miskin harta tp kaya di mata Tuhan berarti ada perbedaan kriteria ttg seorang yg kaya di mata Tuhan dan manusia. Kaya atau miskin di mata Tuhan itu tdk sekedar diukur dr seberapa besar harta yg dimiliki, tetapi ada kriteria lainnya. Kalau merujuk pada ayat lain, ternyata ada 2 jenis harta, yaitu harta dunia dan harta di surga, ini bs kita temukan dalam: Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tdk merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya (Matius 6:20). Jd kaya miskinnya seseorg di mata Tuhan ternyata dinilai jg dr berapa banyak harta di surga yg dimilikinya, maka tak heran dlm ayat di atas, jemaat Smirna dikatakan miskin tetapi kaya, dan ini harus jg menjd perenungan bagi kita.

Seberapa kaya kita? Manusia menilainya dr harta dunia yg kita punya, penampilan luar dan gaya hidup kita. Semua diukur apakah kita memakai yg ‘branded’ dan mahal. Tapi sudahkah kita jg mengumpulkan harta utk di surga nanti? Bgmna memiliki harta itu? “Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku” (Matius 19:21). Caranya adalah dgn peduli dengan org miskin dan mengikut Tuhan dgn setia. Bukan berarti menjd fulltimer, bukan itu yg dimaksud, tetapi menjual harta berarti hati kita tdk terikat pd harta dunia, tetapi kita mengikatkan diri pd Tuhan, hidup di dunia tetap butuh harta dunia, tp jgn terikat pada harta dunia itu.

Tuhan tdk melarang kita kaya harta dunia, tetapi seimbangkan dgn kaya harta di dlm surga nanti, hidup di dunia cm sementara, tp kita hidup kekal di surga.

Posted in Renungan | Comments Off on Miskin Tapi Kaya

Diubah Gaya Hidupnya

DI 11102025

Daniel 1:4-5
yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim.
Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka harus dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja.

Daniel dan yg lainnya termasuk dlm semua yg dibawa sbg tawanan ke Babel, spt dlm ayat di atas, mereka nantinya akan dididik sesuai kebudayaan Babel.

Penjajahan serta kekalahan dalam perang, biasanya terjd perubahan gaya hidup pada mereka yg dijajah atau ditaklukkan, mulai dipaksa utk berbudaya menjd spt bangsa penjajahnya, hingga dlm jangka waktu tdk lama, bangsa yg ditaklukkan akhirnya tidak lagi bergaya hidup normalnya spt dulu, tapi mengikuti budaya penjajahnya. Hal ini juga yg perlu kita waspadai, iblis selalu trs akan mencoba menggoda dan menaklukkan kita dan kemudian mengubah gaya hidup yang semula kita hidupi. Org Kristen yang takluk pd iblis akan terlihat dr gaya hidup berbeda dr sebelumnya. Dulu rajin ibadah, suka utk memberi, giat melayani Tuhan, tdk berani melawan perintah Tuhan, tapi kemudian yg terjd adalah berubah menjd org yg tdk lagi beribadah pd Tuhan, berhenti melayani, tdk peduli belajar Alkitab, dsbnya.

Gaya hidup pengikut Kristus pasti sangat berbeda dgn gaya hidup pengikut iblis, tdk ada satupun yg sama, semua berbeda dan bertentangan. Coba cek pribadi kita, area mana dlm hidup kita yang mulai berubah? Mulai malas ibadah dan baca Alkitab? Ini berarti sudah ada area dlm diri kita yg sdh ditaklukkan iblis. Apakah karena kepahitan atau kebencian? Berarti kasih yg kita miliki sdh tdk semurni sblumnya. Perubahan ini butuh waktu, tdk terjd seketika, ini kadang yg tdk kita sadari, melakukan tp spt suatu ritual semata, tdk bergairah pd Tuhan lagi. Ini yg disebut kehilangan kasih yg semula, dan Tuhan tdk berkenan: Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yg semula (Wahyu 2:4). Waspada karena ini yg sering terjadi meskipun kita masih terlihat aktif di dalam kegiatan kerohanian.

Adakah gaya hidup kita mulai berubah? Di dlm kesempatan yg masih ada, bertobat & kembali pd Tuhan. Dia ingin kita tetap ada dlm keselamatan yg Dia sediakan.

Posted in Renungan | Comments Off on Diubah Gaya Hidupnya